Showing posts with label Tourism. Show all posts
Showing posts with label Tourism. Show all posts
Bupati Bantaeng Ajak Muspida Panen Apel di Muntea
Sunday, February 1, 2015
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama jajaran Muspida Bantaeng yakni Ketua DPRD Bantaeng (H. Sahabuddin), Wakil Bupati Bantaeng (H. M. Yasin), Sekda Bantaeng (H. Abdul Gani) dan Tokoh Masyarakat Bantaeng, melakukan liburan agrowisata di beberapa titik yang terletak di 20 Km dari Kota Bantaeng, tepatnya di Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere (Red. : Minggu, 1 Pebruari 2015).
Liburan agrowisata Ulu Ere ini, diawali dengan jogging pagi di seputaran reklamasi Pantai Seruni Bantaeng, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng (Erry Pudyanto Marwantono), Dandim 1410 Bantaeng (Heny Setyono), Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (Somadi), Ketua DPRD Bantaeng (H. Sahabuddin), Wakil Bupati Bantaeng (H. M. Yasin), Sekda Bantaeng (H. Abdul Gani) dan beberapa Tokoh Masyarakat Bantaeng serta beberapa warga masyarakat Komunitas Jalan Pagi Seruni. Tampak pula, mendampingi Ketua GOW (Hj. Aisyah Yasin) dan Ketua Dharma Wanita (Hj. Nuraeni Gani).
Dari Pantai Seruni, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang merupakan salah satu tokoh inspiratif ini memboyong Muspida, dan Komunitas Jalan Pagi Seruni ini menuju Mini Showfarm yang terletak di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere. Tampak Muspida dan pimpinan lainnya sumringah dengan canda tawa yang riang serta terlihat kekompakannya.
Sekitar 30 Menit berada di Mini Showfarm yang luasnya sekitar 0,50 Hektar, Nurdin Abdullah mengajak memetik apel varietas Manalagi dan Roombeauty serta Strawberry yang berada di Kawasan Agrowisata Muntea, sekitar 800-an Hektar di Desa Bonto Lojong.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat sendiri keagungan-NYA dan kita bisa merasakan Apel Manalagi dan Roombeauty, strawberry dan lainnya yang mana merupakan hasil pengembangan agrowisata di 3 tahun terakhir di Bantaeng. Dari Puncak Muntea ini, kita bisa saksikan Kabupaten Kepulauan Selayar dan sebagian Kabupaten Bulukumba serta Jeneponto", ujar Nurdin Abdullah dihadapan warganya.
Lanjut H. M. Nurdin Abdullah yang bergelar Professor Pertanian ini akan terus mengembangkan kawasan agrowisata ini dengan mengembangkan tanaman apel, strawberry, daikong dan tanaman holtikultura lainnya. Sehingga Muntea ini akan terkenal nantinya. Dan kita sendiri bisa saksikan banyaknya warga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
"Dari Kawasan Agrowisata Muntea yang produktif sekitar 800 Hektar ini, akan terus dikembangkan. Bahkan saat ini sementara tahap pengembangan untuk strawberry dari Negeri Sakura, Jepang. Dan kita bisa saksikan pada pagi ini sekitar 200-an wisatawan yang berkunjung pada pagi hari ini" ujar Ir. Kamrah selaku Kepala Bidang Holtikultura.
Hidayat Mahmud selaku Koordinator Komunitas Jalan Pagi Seruni Bantaeng menuturkan bahwa kebersamaan pagi ini, membuat kami bangga dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan beserta jajaran Muspida, bahwa dengan kebersamaan ini akan menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Yang Maju dan Sejahtera.
Tampak pula hadir dan ikut dalam rombongan liburan agrowisata ini, diantaranya Kadis Sosnakertrans (Syahrul Bayan), Camat Ulu Ere (Hj. Sohrah), Sekcam Ulu Ere (H. Hariyanto), Kabid Ekososbud Bappeda (Junaedy Bakri), Kabid Binamarga Dinas PUK (Edy) dan beberapa pejabat lainnya, diantaranya Kepala UPTD Holtikultura Loka (Baedawi).
Pada akhir kunjungan di Balai Benih Holtikultura di Desa Bonto Marannu, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyaksikan secara langsung perbenihan dan adaptasi strawberry dari Jepang.
Release : Humas Bantaeng
Editor : Ambae.exe
Liburan agrowisata Ulu Ere ini, diawali dengan jogging pagi di seputaran reklamasi Pantai Seruni Bantaeng, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng (Erry Pudyanto Marwantono), Dandim 1410 Bantaeng (Heny Setyono), Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (Somadi), Ketua DPRD Bantaeng (H. Sahabuddin), Wakil Bupati Bantaeng (H. M. Yasin), Sekda Bantaeng (H. Abdul Gani) dan beberapa Tokoh Masyarakat Bantaeng serta beberapa warga masyarakat Komunitas Jalan Pagi Seruni. Tampak pula, mendampingi Ketua GOW (Hj. Aisyah Yasin) dan Ketua Dharma Wanita (Hj. Nuraeni Gani).
Dari Pantai Seruni, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang merupakan salah satu tokoh inspiratif ini memboyong Muspida, dan Komunitas Jalan Pagi Seruni ini menuju Mini Showfarm yang terletak di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere. Tampak Muspida dan pimpinan lainnya sumringah dengan canda tawa yang riang serta terlihat kekompakannya.
Sekitar 30 Menit berada di Mini Showfarm yang luasnya sekitar 0,50 Hektar, Nurdin Abdullah mengajak memetik apel varietas Manalagi dan Roombeauty serta Strawberry yang berada di Kawasan Agrowisata Muntea, sekitar 800-an Hektar di Desa Bonto Lojong.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat sendiri keagungan-NYA dan kita bisa merasakan Apel Manalagi dan Roombeauty, strawberry dan lainnya yang mana merupakan hasil pengembangan agrowisata di 3 tahun terakhir di Bantaeng. Dari Puncak Muntea ini, kita bisa saksikan Kabupaten Kepulauan Selayar dan sebagian Kabupaten Bulukumba serta Jeneponto", ujar Nurdin Abdullah dihadapan warganya.
Lanjut H. M. Nurdin Abdullah yang bergelar Professor Pertanian ini akan terus mengembangkan kawasan agrowisata ini dengan mengembangkan tanaman apel, strawberry, daikong dan tanaman holtikultura lainnya. Sehingga Muntea ini akan terkenal nantinya. Dan kita sendiri bisa saksikan banyaknya warga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
"Dari Kawasan Agrowisata Muntea yang produktif sekitar 800 Hektar ini, akan terus dikembangkan. Bahkan saat ini sementara tahap pengembangan untuk strawberry dari Negeri Sakura, Jepang. Dan kita bisa saksikan pada pagi ini sekitar 200-an wisatawan yang berkunjung pada pagi hari ini" ujar Ir. Kamrah selaku Kepala Bidang Holtikultura.
Hidayat Mahmud selaku Koordinator Komunitas Jalan Pagi Seruni Bantaeng menuturkan bahwa kebersamaan pagi ini, membuat kami bangga dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan beserta jajaran Muspida, bahwa dengan kebersamaan ini akan menjadikan Bantaeng sebagai Kabupaten Yang Maju dan Sejahtera.
Tampak pula hadir dan ikut dalam rombongan liburan agrowisata ini, diantaranya Kadis Sosnakertrans (Syahrul Bayan), Camat Ulu Ere (Hj. Sohrah), Sekcam Ulu Ere (H. Hariyanto), Kabid Ekososbud Bappeda (Junaedy Bakri), Kabid Binamarga Dinas PUK (Edy) dan beberapa pejabat lainnya, diantaranya Kepala UPTD Holtikultura Loka (Baedawi).
Pada akhir kunjungan di Balai Benih Holtikultura di Desa Bonto Marannu, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyaksikan secara langsung perbenihan dan adaptasi strawberry dari Jepang.
Release : Humas Bantaeng
Editor : Ambae.exe
3 ON 3
Wednesday, October 30, 2013
Semakin hangat kalau membicarakan angka 3 (tiga) setelah kemenangan sang pemimpin Bonthain setelah mengusung Nomor Urut 3 pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati beberapa waktu lalu. Angka 3 merupakan angka populer di mata orang. Angka inilah yang akan memaksa seluruh elemen yang ada di Kabupaten Bantaeng mempersiapkan diri dengan segala potensi yang dimilikinya. Modernisasi Kabupaten Bantaeng serta merta membawa perubahan besar pada posisi Bonthain yang dulunya hanya sebagai daerah persinggahan menjadi daerah tujuan. Baik pada sektor wisata, olah raga, seni, budaya, pertanian, perikanan, pertambangan dan sebagainya.
Admin Bonthain mengajak kepada segenap warga Bantaeng yang baik hati, bersiaplah menghadapi arus massa dan kendaraan yang amat padat yang akan mengisi ruang-ruang yang ada di Bonthain. Tepatnya pekan ini (Red. : 1-4 Nopember 2013, dimana akan berlangsung 3 event besar yang puncaknya pada tanggal 3 Nopember 2013.
Ketiga event tersebut, sebagai berikut :
1. Tes CPNS Kabupaten Bantaeng 2013
Waktu Pelaksanaan :
3 Nopember 2013
Lokasi :
sejumlah sekolah se-Kabupaten Bantaeng
Perkiraan Massa :
Waktu Pelaksanaan : 2-3 Nopember 2013
Lokasi : Sirkuit Butta Toa Bantaeng
Perkiraan Massa :
Waktu Pelaksanaan : 2-3 Nopember 2013
Lokasi : Pantai Marina Bantaeng
Perkiraan Massa :
Admin Bonthain mengajak kepada segenap warga Bantaeng yang baik hati, bersiaplah menghadapi arus massa dan kendaraan yang amat padat yang akan mengisi ruang-ruang yang ada di Bonthain. Tepatnya pekan ini (Red. : 1-4 Nopember 2013, dimana akan berlangsung 3 event besar yang puncaknya pada tanggal 3 Nopember 2013.
Ketiga event tersebut, sebagai berikut :
1. Tes CPNS Kabupaten Bantaeng 2013
Waktu Pelaksanaan :
3 Nopember 2013
Lokasi :
sejumlah sekolah se-Kabupaten Bantaeng
Perkiraan Massa :
- Peserta Pendaftar Umum : 6.777 orang
- Peserta Honorer Kategori 2 : 1.225 orang
- Pengantar (Keluarga & Teman) : ratusan orang
- Pengawas : puluhan-ratusan orang
- Pengamanan : ratusan orang
- Kendaraan : puluhan ribu unit
Waktu Pelaksanaan : 2-3 Nopember 2013
Lokasi : Sirkuit Butta Toa Bantaeng
Perkiraan Massa :
- Peserta/Pembalap : puluhan-ratusan orang
- Official : puluhan-ratusan orang
- Pengantar (Keluarga & Teman) : puluhan-ratusan orang
- Panitia : puluhan orang
- Pengamanan : ratusan orang
- Kendaraan : ribuan unit
- Penonton : puluhan ribu orang
Waktu Pelaksanaan : 2-3 Nopember 2013
Lokasi : Pantai Marina Bantaeng
Perkiraan Massa :
- Peserta/Pengendara : puluhan-ratusan orang
- Pengantar (Keluarga & Teman) : puluhan-ratusan orang
- Panitia : puluhan orang
- Pengamanan : puluhan-ratusan orang
- Kendaraan : ratusan-ribuan unit
- Penonton Event & Pengunjung Obyek Wisata) : puluhan ribu orang
Reog Ponorogo belajar di Afdeling
Thursday, March 21, 2013Puluhan orang berpakaian Warok memenuhi Rest Area Marina Beach BONTHAIN. Mereka adalah para Kepala Desa, Lurah dan Kepala SKPD terkait bersama Wakil Bupati Ponorogo (Hj. Yuni Widyaningsih, SH). Kehadirannya di BONTHAIN dalam rangka study banding untuk mengetahui lebih jelas dan lebih dalam lagi tentang BONTHAIN dari berbagai aspek. Kabupaten yang terletak 200 Km arah Barat Daya Surabaya ini mendatangkan Kepala Desa dan Lurahnya untuk belajar atas keberhasilan BONTHAIN hingga saat ini untuk selanjutnya dijadikan acuan dalam penentuan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Ponorogo. Kami datang jauh-jauh dari Jawa Timur, bukan untuk jalan-jalan pak. Kota-kota yang bergelimang hiburan ada di sekitar Ponorogo, olehnya itu untuk jalan-jalan cukup mengunjungi Surabaya saja atau mungkin saja Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Jakarta. Kedatangan kami semata-mata untuk belajar dan belajar, terang Yuni Widyaningsih dalam sambutannya pada sebuah acara santai bertempat di Marina Beach BONTHAIN (Red. : 20 Maret 2013, 19:30 Wita).
Rombongan ini datang ke BONTHAIN dengan segudang rasa penasaran yang ada di benaknya.
Ada apa dengan BONTHAIN di bawah kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng)...???
Ko' bisa ya, kota kecil yang tidak pernah terdengar namanya selama ratusan tahun sejak Indonesia Merdeka. Saat ini bukan saja terdengar jelas. Namun, begitu mengagetkan para anak bangsa sampai membangunkan para penghuni pendopo-pendopo Merah Putih dari berbagai daerah untuk melihat langsung BONTHAIN.
Ada apa...??? Kata yang tidak henti-hentinya dilontarkan seorang Ibu Reog Ponorogo.
Hari ini, para master-master Reog yang berpakaian Warok tersebut akan belajar banyak hal dari BONTHAIN. Mereka akan mengunjungi sejumlah area penting di BONTHAIN dan menimba ilmu dari para aktor dan produser yang ada di BONTHAIN, baik itu petani maupun pejabat dan pengusaha yang berperan aktif atas keberhasilan BONTHAIN dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Fokus study mereka antara lain :
Rombongan ini datang ke BONTHAIN dengan segudang rasa penasaran yang ada di benaknya.
Ada apa dengan BONTHAIN di bawah kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng)...???
Ko' bisa ya, kota kecil yang tidak pernah terdengar namanya selama ratusan tahun sejak Indonesia Merdeka. Saat ini bukan saja terdengar jelas. Namun, begitu mengagetkan para anak bangsa sampai membangunkan para penghuni pendopo-pendopo Merah Putih dari berbagai daerah untuk melihat langsung BONTHAIN.
Ada apa...??? Kata yang tidak henti-hentinya dilontarkan seorang Ibu Reog Ponorogo.
Hari ini, para master-master Reog yang berpakaian Warok tersebut akan belajar banyak hal dari BONTHAIN. Mereka akan mengunjungi sejumlah area penting di BONTHAIN dan menimba ilmu dari para aktor dan produser yang ada di BONTHAIN, baik itu petani maupun pejabat dan pengusaha yang berperan aktif atas keberhasilan BONTHAIN dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Fokus study mereka antara lain :
- Sistem Kesehatan dan Pemadam Kebakaran yang mengedepankan pelayanan prima melalui Brigade Siaga Bencana (BSB) BONTHAIN.
- Pertanian berbasis Teknologi melalui penerapan Kultur Jaringan.
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
- Industri dengan meningkatnya minat investor untuk menanamkan modalnya di BONTHAIN.
- Jaringan ekspor sebagai wadah penyaluran dan distribusi produksi khususnya sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
- Sistem Kebersihan Kota.
- Kabupaten Karangasem
- Kabupaten Gunung Kidul
- dll.
Rhoma Irama Begadang
Saturday, December 10, 2011Malam minggu takkan kelabu bila bisa menikmati semilirnya angin laut Seruni Beach Bonthain. AMBAE ke Bonthain, pijakkan kaki di Butta Toa dan nikmati beragam keindahan alam yang disajikan. Petik Strawberry di Muntea sambil menikmati indahnya landscape Gunung Lompobattang dan Gunung Loka. Masih di sekitar Loka, asah team work kalian di obyek wisata alam Loka Camp (Resort and Outbound) dan To Tangnga Camp (Resort and Outbound). Beranjak dari Loka, di sebelah barat dapat dijumpai Permandian Alam Air Terjun Bissappu, Permandian Alam Air Terjun Bantimurung. Sementara di wilayah timur, wisatawan dapat mengunjungi Permandian Alam Air Terjun Bialo dan Permandian Alam Eremerasa. Di wilayah pesisir, Bonthain menyajikan wisata pantai berupa Seruni Beach, Marina Beach dan Lamalaka Beach. Dan beragam obyek wisata lainnya, termasuk obyek wisata budaya dan seni mengingat Bonthain amat kaya dengan peninggalan sejarah di era kolonial Jepang dan Belanda sebagai daerah Afdeling.
Sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Bonthain ke-757, bung Rhoma turut hadir di Butta Toa ini guna mempersembahkan sajian hiburan musik dangdut fenomenal. Bung Rhoma yang terkenal lewat salah satu lirik lagunya Begadang, hari ini (Sabtu, 10 Desember 2011) akan menghibur publik Bonthain. Wawancara singkat yang dilakukan Admin Bonthain dengan pihak Panitia mengungkapkan bahwa Raja Dangdut dijadwalkan berada di Bonthain mulai tanggal 9-12 Desember 2011.
Mengawali kunjungannya di Bonthain, sehari sebelumnya (9 Desember 2011) H. Rhoma Irama melantunkan beberapa lirik lagunya di Kediaman Bupati Bonthain sebagai ucapan turut berbahagia atas usia Bonthain yang ke-757 tahun. Malam ini bertempat di Jl. Seruni Bonthain (Seruni Beach Bonthain), Konser Akbar bung Rhoma bersama Soneta Group dimulai pukul 19.00-24.00 Wita. Selanjutnya pelantun lagu Begadang ini akan menghibur para wisatawan di Marina Beach dan beberapa obyek wisata lainnya.
Selamat bermalam minggu para penghuni Bonthain bersama hadirnya bung Rhoma. Sore yang indah, Seruni Beach mulai ramai dikunjungi para penonton yang tidak sabar menyaksikan penampilan pujaannya. Tidak hanya kaum tua yang pernah jaya di era dangdut tempo dulu yang berdatangan. Kaum muda, baik adam dan hawa pun tidak mau ketinggalan meski di eranya lazim musik Pop dan Rock. Kehadiran Raja Dangdut di Bonthain dijadikan ajang pelepas dahaga. Mengingat Bonthain tidak setiap hari dapat menyaksikan penampilan bung Rhoma.
Penting diingat, tetap waspada dengan dompet dan kendaraan Anda selama menikmati sajian malam ini. Bilamana Anda pengunjung dari luar kota, mengingatkan bahwa area Konser berada di Seruni Beach Bonthain (lihat peta). Sementara jalur akses masuk menuju lokasi konser telah ditutup untuk pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Sehingga penting untuk diperhatikan, parkirlah kendaraan Anda pada lokasi yang aman. Terkhusus bagi kaum hawa, jangan mengundang hasrat kaum adam untuk berbuat yang tidak diinginkan dengan berpakaian yang pantas dan berkelakuan yang sewajarnya. Begadang boleh saja asalkan bersama bung Rhoma.
Sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Bonthain ke-757, bung Rhoma turut hadir di Butta Toa ini guna mempersembahkan sajian hiburan musik dangdut fenomenal. Bung Rhoma yang terkenal lewat salah satu lirik lagunya Begadang, hari ini (Sabtu, 10 Desember 2011) akan menghibur publik Bonthain. Wawancara singkat yang dilakukan Admin Bonthain dengan pihak Panitia mengungkapkan bahwa Raja Dangdut dijadwalkan berada di Bonthain mulai tanggal 9-12 Desember 2011.
Mengawali kunjungannya di Bonthain, sehari sebelumnya (9 Desember 2011) H. Rhoma Irama melantunkan beberapa lirik lagunya di Kediaman Bupati Bonthain sebagai ucapan turut berbahagia atas usia Bonthain yang ke-757 tahun. Malam ini bertempat di Jl. Seruni Bonthain (Seruni Beach Bonthain), Konser Akbar bung Rhoma bersama Soneta Group dimulai pukul 19.00-24.00 Wita. Selanjutnya pelantun lagu Begadang ini akan menghibur para wisatawan di Marina Beach dan beberapa obyek wisata lainnya.
Selamat bermalam minggu para penghuni Bonthain bersama hadirnya bung Rhoma. Sore yang indah, Seruni Beach mulai ramai dikunjungi para penonton yang tidak sabar menyaksikan penampilan pujaannya. Tidak hanya kaum tua yang pernah jaya di era dangdut tempo dulu yang berdatangan. Kaum muda, baik adam dan hawa pun tidak mau ketinggalan meski di eranya lazim musik Pop dan Rock. Kehadiran Raja Dangdut di Bonthain dijadikan ajang pelepas dahaga. Mengingat Bonthain tidak setiap hari dapat menyaksikan penampilan bung Rhoma.
Penting diingat, tetap waspada dengan dompet dan kendaraan Anda selama menikmati sajian malam ini. Bilamana Anda pengunjung dari luar kota, mengingatkan bahwa area Konser berada di Seruni Beach Bonthain (lihat peta). Sementara jalur akses masuk menuju lokasi konser telah ditutup untuk pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Sehingga penting untuk diperhatikan, parkirlah kendaraan Anda pada lokasi yang aman. Terkhusus bagi kaum hawa, jangan mengundang hasrat kaum adam untuk berbuat yang tidak diinginkan dengan berpakaian yang pantas dan berkelakuan yang sewajarnya. Begadang boleh saja asalkan bersama bung Rhoma.
Japan and Russian haven't Come to Colonize
Thursday, December 8, 2011Pemerintah Jepang melalui Ehime Toyota Motor Corporation menyerahkan bantuan dua unit Ambulance dan satu unit pemadam kebakaran (Damkar).
Penyerahan kendaraan bantuan tersebut dilakukan pada peringatan HUT ke-757 Kabupaten Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011 yang dipusatkan di Gedung Balai Kartini Bantaeng. Penyerahan dilakukan oleh Managing Director Ehime Toyota Jepang Tatsumi Takemoto kepada Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan sejumlah petinggi lainnya (baca : Bonthain Anniversary of 757).
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan Pemda Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Karangasem Propinsi Bali. Selain itu, juga dilakukan peresmian proyek Pembangunan Gedung Balai Kartini oleh Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 2,6 miliar, Pembangunan Gudang Pembibitan dan Rumah Jaga Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 320 juta serta Pembangunan Stasiun Relay PT .Sulawesi Televisi Cemerlang senilai Rp 500 juta.
Proyek lainnya yang diresmikan adalah Pembangunan Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca bernilai Rp 15 miliar dan Pembangunan Proyek Pasar Modern Marina Beach masing-masing berlokasi di Kecamatan Pa’jukukang. Kerja sama juga dilakukan antara Perusda Baji Minasa Kabupaten Bantaeng dengan pengusaha Rusia (PT. Rumput Laut Sulawesi) disaksikan Duta Besar Rusia dan sejumlah pejabat teras lainnya.
Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini semakin memperkokoh Kabupaten Bantaeng menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, Pemda berkomitmen melakukan sinergi untuk kapasitas masing-masing guna mendorong ekonomi masyarakat, ujarnya seraya mengemukakan kinerja layanan publik yang terus dipacu.
Beliau kemudian menyebut kehadiran Sekolah Bertaraf Internasional yang sudah berjumlah dua unit. Sedangkan di bidang kesehatan, daerah ini berhasil meraih penghargaan Kabupaten Sehat Nasional. Keberhasilan tersebut berkat upaya pelayanan dasar melalui Poskesdes hingga ke Pos pembantu serta Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng. Kehadiran BSB berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Karena itu, Bupati Bantaeng berterima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan bantuan hibah ambulance, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas lainnya. Bupati menambahkan lagi, kini telah dibangun rumah sakit modern yang dimaksudkan mengatasi pelayanan kesehatan dan rujukan dari daerah lain. Sedangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat, Pemda telah membangun 8 (delapan) unit pasar termasuk pasar bantuan Gubernur Sulawesi Selatan berupa Pasar Moderen Marina Beach serta Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca.
Pada tingka desa, Pemda telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sementara untuk membantu masyarakat kurang mampu, Pemda membangun sekitar 50-an unit rumah dalam bentuk swadaya. Sektor pertanian yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat juga terus dipacu dengan memanfaatkan teknologi, termasuk untuk pengembangan talas yang telah memiliki pasar jelas ke Jepang.
Sektor ini juga mendapat backup dari BPPT dengan membangun industri pupuk bernilai Rp 50 miliar. Demikian pula terhadap pengembangan Ikan Nila Gesit yang memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Pemda juga menyiapkan fasilitas wisata pantai dan wisata agro pada wilayah pantai dan dataran tinggi untuk menunjang Visit South Sulawesi 2012, jelasnya.
Penyerahan kendaraan bantuan tersebut dilakukan pada peringatan HUT ke-757 Kabupaten Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011 yang dipusatkan di Gedung Balai Kartini Bantaeng. Penyerahan dilakukan oleh Managing Director Ehime Toyota Jepang Tatsumi Takemoto kepada Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan sejumlah petinggi lainnya (baca : Bonthain Anniversary of 757).
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan Pemda Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Karangasem Propinsi Bali. Selain itu, juga dilakukan peresmian proyek Pembangunan Gedung Balai Kartini oleh Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 2,6 miliar, Pembangunan Gudang Pembibitan dan Rumah Jaga Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng bernilai Rp 320 juta serta Pembangunan Stasiun Relay PT .Sulawesi Televisi Cemerlang senilai Rp 500 juta.
Proyek lainnya yang diresmikan adalah Pembangunan Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca bernilai Rp 15 miliar dan Pembangunan Proyek Pasar Modern Marina Beach masing-masing berlokasi di Kecamatan Pa’jukukang. Kerja sama juga dilakukan antara Perusda Baji Minasa Kabupaten Bantaeng dengan pengusaha Rusia (PT. Rumput Laut Sulawesi) disaksikan Duta Besar Rusia dan sejumlah pejabat teras lainnya.
Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini semakin memperkokoh Kabupaten Bantaeng menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, Pemda berkomitmen melakukan sinergi untuk kapasitas masing-masing guna mendorong ekonomi masyarakat, ujarnya seraya mengemukakan kinerja layanan publik yang terus dipacu.
Beliau kemudian menyebut kehadiran Sekolah Bertaraf Internasional yang sudah berjumlah dua unit. Sedangkan di bidang kesehatan, daerah ini berhasil meraih penghargaan Kabupaten Sehat Nasional. Keberhasilan tersebut berkat upaya pelayanan dasar melalui Poskesdes hingga ke Pos pembantu serta Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng. Kehadiran BSB berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Karena itu, Bupati Bantaeng berterima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan bantuan hibah ambulance, mobil pemadam kebakaran dan fasilitas lainnya. Bupati menambahkan lagi, kini telah dibangun rumah sakit modern yang dimaksudkan mengatasi pelayanan kesehatan dan rujukan dari daerah lain. Sedangkan untuk mendorong perekonomian masyarakat, Pemda telah membangun 8 (delapan) unit pasar termasuk pasar bantuan Gubernur Sulawesi Selatan berupa Pasar Moderen Marina Beach serta Pasar Rakyat Tradisional Percontohan Nasional Lambocca.
Pada tingka desa, Pemda telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sementara untuk membantu masyarakat kurang mampu, Pemda membangun sekitar 50-an unit rumah dalam bentuk swadaya. Sektor pertanian yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat juga terus dipacu dengan memanfaatkan teknologi, termasuk untuk pengembangan talas yang telah memiliki pasar jelas ke Jepang.
Sektor ini juga mendapat backup dari BPPT dengan membangun industri pupuk bernilai Rp 50 miliar. Demikian pula terhadap pengembangan Ikan Nila Gesit yang memanfaatkan lahan yang tidak produktif. Pemda juga menyiapkan fasilitas wisata pantai dan wisata agro pada wilayah pantai dan dataran tinggi untuk menunjang Visit South Sulawesi 2012, jelasnya.
KEJURDA FDR Serie III
Sunday, May 9, 2010BONTHAIN jadi ramai para pelancong, lebih ramai dari hari-hari biasa. Pasalnya sejak kemarin, di kota berjuluk Butta Toa ini berlangsung Road Race alias balapan Kendaraan Roda Dua atau lazim disebut motor. berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kompetisi kali ini, khususnya Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
Pembalap kawakan dan pemula pun diturunkan guna memenangi Tiket menuju Kejurnas. Road Race yang berlangsung 8-9 Mei 2010 di BONTHAIN ini berjuluk KEJURDA FDR Serie III-Bupati Cup Race 2-The New Spirit Motor Prix 2010.
Kelas yang diperlombakan yakni :
Kelas Utama
- Kelas MP1 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Seeded
- Kelas MP2 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Seeded
- Kelas MP3 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula +
- Kelas MP4 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Pemula +
- Kelas MP5 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula
- Kelas MP6 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Pemula
Kelas Tambahan/Supporting Race
- Kelas Bebek 4 Tak 125 cc Lokal Wilayah Tune Up (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)
- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula Wilayah (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)
- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula
- Kelas Matic Bore Up hingga 130 cc
- Kelas Sport Standar hingga 150 cc Open
- Matic Standar hingga 125 cc
- Honda 4 Tak 125 cc Standar Show Room
- Honda 4 Tak 125 cc Tune Up
Road Race ini diadakan di Sirkuit Sasayya BONTHAIN. Pada hari pertama RACE, dilangsungkan kelas tambahan/supporting race. Sementara pada hari kedua barulah para Joki bersaing meraih garis Finish pada Kelas Utama, disamping Final untuk Supporting Race.
Penulis berharap melalui ROAD RACE, dengan sendirinya bakat dan minat pemuda BONTHAIN akan tersalurkan. Biasanya pemuda hanya paham dengan Balapan Liar yang mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya. Dengan Road Race, kehebatan mereka di jalan raya mesti dibuktikan. Tentunya harus mampu menjadi Juara dari pembalap lainnya. Sepeti slogan Yamaha "Selalu Terdepan".
Kehadiran kompetisi selama 2 (dua) hari di BONTHAIN, memberi efek tersendiri bagi beberapa elemen masyarakat maupun Pemerintah, antara lain :
1. Masyarakat amat terhibur dengan kegiatan ini
2. Pembalap lokal maupun daerah lainnya akan tersalurkan bakat dan minatnya
3. Pemda ikut terbantu dengan promosi yang lebih terhadap BONTHAIN
4. Usaha Kecil Menengah (UKM) ikut terbantu pula, misalnya :
JUARA MP1
1. KARDI Racing Team
2. SGP Racing Team
3. ZREMPET Racing Team
4. KARDI Racing Team
5. IJO LUMUT Racing Team
JUARA MP2
1. SGP Racing Team
2. SOC (Sawerigading Otomotive Club)
3. KARDI Racing Team
4. SOLTHANA Racing Team
5. NYAMPA Racing Team
JUARA MP3
1. SJAM Racing Team
2. Ijo Lumut Racing Team
3. MINNANG Racing Team
4. Mekar Jaya Racing Team
5. SOLTHANA Racing Team
JUARA MP4
1. KABOCI Racing Team
2. SOLTHANA Racing Team
3. ANS Racing Team
4. Bintang Terang Racing Team
5. Bone Racing Team
JUARA MP5
1. MINNANG Racing Team
2. URT (Usaha Rappang Team)
3. Gowa Racing Team
4. SGP Racing Team
5. TONKA Racing Team
JUARA MP6
1. SOLTHANA Racing Team
2. MINNANG Racing Team
3. CHIKONG Racing Team
4. KARDI Racing Team
5. Sinjai Racing Team
Pembalap kawakan dan pemula pun diturunkan guna memenangi Tiket menuju Kejurnas. Road Race yang berlangsung 8-9 Mei 2010 di BONTHAIN ini berjuluk KEJURDA FDR Serie III-Bupati Cup Race 2-The New Spirit Motor Prix 2010.
Kelas yang diperlombakan yakni :
Kelas Utama
- Kelas MP1 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Seeded
- Kelas MP2 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Seeded
- Kelas MP3 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula +
- Kelas MP4 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Pemula +
- Kelas MP5 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula
- Kelas MP6 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Pemula
Kelas Tambahan/Supporting Race
- Kelas Bebek 4 Tak 125 cc Lokal Wilayah Tune Up (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)
- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula Wilayah (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)
- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula
- Kelas Matic Bore Up hingga 130 cc
- Kelas Sport Standar hingga 150 cc Open
- Matic Standar hingga 125 cc
- Honda 4 Tak 125 cc Standar Show Room
- Honda 4 Tak 125 cc Tune Up
Road Race ini diadakan di Sirkuit Sasayya BONTHAIN. Pada hari pertama RACE, dilangsungkan kelas tambahan/supporting race. Sementara pada hari kedua barulah para Joki bersaing meraih garis Finish pada Kelas Utama, disamping Final untuk Supporting Race.
Penulis berharap melalui ROAD RACE, dengan sendirinya bakat dan minat pemuda BONTHAIN akan tersalurkan. Biasanya pemuda hanya paham dengan Balapan Liar yang mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya. Dengan Road Race, kehebatan mereka di jalan raya mesti dibuktikan. Tentunya harus mampu menjadi Juara dari pembalap lainnya. Sepeti slogan Yamaha "Selalu Terdepan".
Kehadiran kompetisi selama 2 (dua) hari di BONTHAIN, memberi efek tersendiri bagi beberapa elemen masyarakat maupun Pemerintah, antara lain :
1. Masyarakat amat terhibur dengan kegiatan ini
2. Pembalap lokal maupun daerah lainnya akan tersalurkan bakat dan minatnya
3. Pemda ikut terbantu dengan promosi yang lebih terhadap BONTHAIN
4. Usaha Kecil Menengah (UKM) ikut terbantu pula, misalnya :
- Pihak penyedia Jasa PenginapanNach, ini dia para Pemenang untuk masing-masing kelas yang diperlombakan.
- Cafe, restoran, warung, toko, mini market dan lain sebagainya
- Warnet, kopinet, rumah kopi dan lain sebagainya
- Bengkel
- Angkot
- dll
JUARA MP1
1. KARDI Racing Team
2. SGP Racing Team
3. ZREMPET Racing Team
4. KARDI Racing Team
5. IJO LUMUT Racing Team
JUARA MP2
1. SGP Racing Team
2. SOC (Sawerigading Otomotive Club)
3. KARDI Racing Team
4. SOLTHANA Racing Team
5. NYAMPA Racing Team
JUARA MP3
1. SJAM Racing Team
2. Ijo Lumut Racing Team
3. MINNANG Racing Team
4. Mekar Jaya Racing Team
5. SOLTHANA Racing Team
JUARA MP4
1. KABOCI Racing Team
2. SOLTHANA Racing Team
3. ANS Racing Team
4. Bintang Terang Racing Team
5. Bone Racing Team
JUARA MP5
1. MINNANG Racing Team
2. URT (Usaha Rappang Team)
3. Gowa Racing Team
4. SGP Racing Team
5. TONKA Racing Team
JUARA MP6
1. SOLTHANA Racing Team
2. MINNANG Racing Team
3. CHIKONG Racing Team
4. KARDI Racing Team
5. Sinjai Racing Team
Farewell Game in Marina Beach
Saturday, April 24, 2010Kabupaten Bantaeng (BONTHAIN) dikenal sebagai daerah terkecil khususnya di Propinsi Sulawesi Selatan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian utama, mengingat suasananya yang semakin sempit. Hal ini terjadi akibat keberadaan Lalu Lintas Angkutan Jalan yang kian banyak memenuhi jalan-jalan utama di Kabupaten Bantaeng. Termasuk jalan menuju pelosok pedesaan dan wilayah Dataran Tinggi (Pegunungan) yang juga tak kalah ramai dan padatnya.
Hadirnya berbagai kendaraan, baik berupa Mobil (Bus, Pete-pete, Truk dan sebagainya) maupun Motor (Ojek, Becak Motor/Bentor dan sebagainya), berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Meskipun banyak manfaat atas keberadaan kendaraan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pula efek buruknya. Beberapa efek negatif yang ditimbulkan antara lain :
1. Polusi Udara dan Lingkungan sekitarnya
2. Kepadatan Jalan Raya
3. Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) semakin tinggi
Untuk itu, beberapa elemen/kalangan di Kabupaten Bantaeng menyatukan pendapat dan sikap yang terbentuk dalam sebuah kepanitiaan dalam rangka membudayakan kegiatan bernuansa peduli lingkungan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat BONTHAIN yakni BERSEPEDA. Melalui kegiatan bersepeda, tentunya dapat mengurangi Polusi Udara sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara sesama masyarakat BONTHAIN. Di samping itu, melalui kegiatan ini akan dilaksanakan pula serangkaian sub kegiatan lainnya yang juga bernuansa lingkungan.
Ada beberapa hal sebagai sasaran sekaligus yang ingin dicapai melalui kegiatan dimaksud yakni :
1. Menyemarakkan kelancaran pelaksanaan Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko.
2. Membudayakan kegiatan BERSEPEDA di BONTHAIN sebagai kepedulian terhadap Lingkungan
3. Mengurangi polusi udara dan tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalan Raya.
FAREWELL GAME dalam rangka Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko, akan diadakan pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 bertempat di Pantai Marina (MARINA BEACH), Korong Batu, Pa’jukukang-BONTHAIN, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksana :
1. AMBAE (Ambae.cdr)
2. B Global Management
3. Loka Camp (Resort and Outbound)
4. Sanggar Seni Butta Toa (SSBT) Bantaeng
5. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Bantaeng
6. Baling-baling Adventure Team (BAT)
7. BKKBN Kab. Bantaeng
8. Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng
9. B Gallery Band
10. Komunitas SEPEDA BONTHAIN
11. Komunitas Jet Ski BONTHAIN
12. Bank SulSel Cab. Bantaeng
13. Komunitas Masyarakat Butta Toa (KMBT)
14. Dinas Kesehatan
15. Palang Merah Indonesia (PMI) Cab. Bantaeng
16. Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng
17. POLRES Bantaeng
18. Humas Bantaeng
19. Duta Lingkungan Bantaeng
20. Duta Pariwisata Bantaeng
21. Komunitas Electone Bantaeng
22. Thirty FM Bantaeng
23. Radio MBS Bantaeng
24. dan beberapa elemen masyarakat BONTHAIN (non organisasi)
Lumayan hadiah yang disiapkan dalam bentuk Doorprize berupa :
- 10 Unit Sepeda
- 2 Unit Televisi
- 1 Buah VCD
- 10 Buah Jam Dinding
- 10 Buah Payung
- 10 Buah Termos Kecil
AYO BUDAYAKAN BERSEPEDA
Hadirnya berbagai kendaraan, baik berupa Mobil (Bus, Pete-pete, Truk dan sebagainya) maupun Motor (Ojek, Becak Motor/Bentor dan sebagainya), berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Meskipun banyak manfaat atas keberadaan kendaraan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pula efek buruknya. Beberapa efek negatif yang ditimbulkan antara lain :
1. Polusi Udara dan Lingkungan sekitarnya
2. Kepadatan Jalan Raya
3. Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) semakin tinggi
Untuk itu, beberapa elemen/kalangan di Kabupaten Bantaeng menyatukan pendapat dan sikap yang terbentuk dalam sebuah kepanitiaan dalam rangka membudayakan kegiatan bernuansa peduli lingkungan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat BONTHAIN yakni BERSEPEDA. Melalui kegiatan bersepeda, tentunya dapat mengurangi Polusi Udara sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara sesama masyarakat BONTHAIN. Di samping itu, melalui kegiatan ini akan dilaksanakan pula serangkaian sub kegiatan lainnya yang juga bernuansa lingkungan.
Ada beberapa hal sebagai sasaran sekaligus yang ingin dicapai melalui kegiatan dimaksud yakni :
1. Menyemarakkan kelancaran pelaksanaan Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko.
2. Membudayakan kegiatan BERSEPEDA di BONTHAIN sebagai kepedulian terhadap Lingkungan
3. Mengurangi polusi udara dan tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalan Raya.
FAREWELL GAME dalam rangka Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko, akan diadakan pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 bertempat di Pantai Marina (MARINA BEACH), Korong Batu, Pa’jukukang-BONTHAIN, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksana :
1. AMBAE (Ambae.cdr)
2. B Global Management
3. Loka Camp (Resort and Outbound)
4. Sanggar Seni Butta Toa (SSBT) Bantaeng
5. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Bantaeng
6. Baling-baling Adventure Team (BAT)
7. BKKBN Kab. Bantaeng
8. Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng
9. B Gallery Band
10. Komunitas SEPEDA BONTHAIN
11. Komunitas Jet Ski BONTHAIN
12. Bank SulSel Cab. Bantaeng
13. Komunitas Masyarakat Butta Toa (KMBT)
14. Dinas Kesehatan
15. Palang Merah Indonesia (PMI) Cab. Bantaeng
16. Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng
17. POLRES Bantaeng
18. Humas Bantaeng
19. Duta Lingkungan Bantaeng
20. Duta Pariwisata Bantaeng
21. Komunitas Electone Bantaeng
22. Thirty FM Bantaeng
23. Radio MBS Bantaeng
24. dan beberapa elemen masyarakat BONTHAIN (non organisasi)
Lumayan hadiah yang disiapkan dalam bentuk Doorprize berupa :
- 10 Unit Sepeda
- 2 Unit Televisi
- 1 Buah VCD
- 10 Buah Jam Dinding
- 10 Buah Payung
- 10 Buah Termos Kecil
AIS adakan English Contest
Wednesday, April 14, 2010Sejak program pelajaran Bahasa Inggris diluncurkan ke sekolah dasar di Bantaeng, hingga kini sudah 24 Sekolah Dasar (SD) yang ikut dalam program tersebut. Koordinator Anak Indonesia Sejahtera (AIS) untuk wilayah Kabupaten Bantaeng (Baharuddin) mengatakan hal itu saat diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) hari Kamis, 8 April 2010 lalu di rumah jabatan Bupati Bantaeng.
Menurut Baharuddin yang didampingi Wakilnya (Hasanuddin dan Zaldy), pengajar Bahasa Inggris di SD 5 Lembang Cina (Bonthain), untuk lebih menarik minat anak didik menggunakan bahasa internasional tersebut, AIS akan mengadakan lomba. Lomba yang akan memperebutkan Piala Bupati itu memanfaatkan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Lomba tersebut diantaranya berupa :
- Lomba Pidato
- Lomba Menulis Kata sebanyak mungkin
- Lomba Mengeja Kata
- Lomba Menyanyi Bahasa Inggris
Lomba akan berlangsung dua hari, mulai 30 April hingga 1 Mei 2010. Ia berharap, anak-anak mempersiapkan diri mengikuti ajang lomba tersebut. Baharuddin mengakui, selama ini sudah ada sekolah yang memberlakukan bahasa Inggris sehari dalam sepekan.
Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian AIS yang memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada anak didik di tingkat Sekolah Dasar. Ia berharap, sejak dini sudah ada antisipasi mengikuti perkembangan internasional agar ke depan warga Bonthain sudah bisa bergaul internasional.
Patut disadari semua elemen masyarakat, khususnya elemen bidang pendidikan. Hampir tiap hari Bonthain kedatangan tamu dari luar negeri. Baik wisatawan maupun investor, tentu saja membutuhkan para Guide yang mampu berkomunikasi dengannya. Bahkan dapat mengkomunikasikan potensi dan kondisi real Bonthain pada para pengunjung yang datang. Dengan bantuan Bahasa Internasional tersebut, Bonthain dapat dikenal lebih jauh. Bahasa gaulnya mengungkapkan bahwa percakapan akan terasa nyambung bilamana kedua pihak saling memahami apa yang sedang dibicarakan.
Menurut Baharuddin yang didampingi Wakilnya (Hasanuddin dan Zaldy), pengajar Bahasa Inggris di SD 5 Lembang Cina (Bonthain), untuk lebih menarik minat anak didik menggunakan bahasa internasional tersebut, AIS akan mengadakan lomba. Lomba yang akan memperebutkan Piala Bupati itu memanfaatkan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Lomba tersebut diantaranya berupa :
- Lomba Pidato
- Lomba Menulis Kata sebanyak mungkin
- Lomba Mengeja Kata
- Lomba Menyanyi Bahasa Inggris
Lomba akan berlangsung dua hari, mulai 30 April hingga 1 Mei 2010. Ia berharap, anak-anak mempersiapkan diri mengikuti ajang lomba tersebut. Baharuddin mengakui, selama ini sudah ada sekolah yang memberlakukan bahasa Inggris sehari dalam sepekan.
Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian AIS yang memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada anak didik di tingkat Sekolah Dasar. Ia berharap, sejak dini sudah ada antisipasi mengikuti perkembangan internasional agar ke depan warga Bonthain sudah bisa bergaul internasional.
Patut disadari semua elemen masyarakat, khususnya elemen bidang pendidikan. Hampir tiap hari Bonthain kedatangan tamu dari luar negeri. Baik wisatawan maupun investor, tentu saja membutuhkan para Guide yang mampu berkomunikasi dengannya. Bahkan dapat mengkomunikasikan potensi dan kondisi real Bonthain pada para pengunjung yang datang. Dengan bantuan Bahasa Internasional tersebut, Bonthain dapat dikenal lebih jauh. Bahasa gaulnya mengungkapkan bahwa percakapan akan terasa nyambung bilamana kedua pihak saling memahami apa yang sedang dibicarakan.
Masjid penunjang Kawasan Agrowisata
Monday, April 12, 2010Kawasan Agrowisata Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng segera memiliki Masjid yang lebih representatif. Masjid ini diperuntukkan guna menunjang kehadiran wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Rencana kehadiran masjid tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid berlantai dua di Bangkeng Bonto, Desa Bonto Lojong yang dilakukan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Pengusaha SulSel (H. Saharuddin dan Thiawudi Wikarso).
Pembangunan masjid di atas tanah seluas 12 X 15 Meter tersebut diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar ± Rp 300-an juta. H. Tahir dari panitia masjid memperoleh dana swadaya masyarakat sebesar Rp 30 juta dalam mengawali pembangunan masjid dimaksud. Bupati Bantaeng bersama para tokoh pengusaha pun memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta. Sehingga total dana awal pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 60 juta. Sisanya masih diharapkan bantuan dari masyarakat Bangkeng Bonto dan lainnya. Ia berharap, kehadiran masjid ini dapat menunjang program Pemda untuk menjadikan Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan Agrowisata, urainya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan tersebut berharap, pembangunan fasilitas ibadah ini dapat diselesaikan sesuai rencana agar segera dapat digunakan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk membantu penyelesaiannya, tandasnya. Ia kemudian menyambut baik keikhlasan panitia yang peduli terhadap pentingnya fasilitas ibadah dalam menyambut kedatangan wisatawan ke kawasan Agrowisata ini. Masih menurut Bupati, Bonthain yang memiliki tiga klaster (Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi/Pegunungan) memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Kawasan pantai dimanfaatkan untuk pengembangan rumput laut. Sementara dataran rendah untuk pengembangan pertanian, khususnya padi yang sudah berhasil menangkar 20 varietas termasuk hybrid. Hasil pertanian tersebut diharapkan membawa Bonthain menjadi kabupaten benih berbasis teknologi untuk mensuplai daerah sekitar dan SulSel pada umumnya. Sedangkan pada dataran tinggi dikembangkan tanaman produktif yang banyak disukai masyarakat seperti strawberry dan apel. Khusus apel diharapkan sudah bisa dinikmati pada 2011, urainya. Selain kedua komoditi itu, kecamatan berjarak 30 kilometer dari Kota Bantaeng ini juga mengembangkan bunga potong krissan.
Pengembangan bunga tersebut selain untuk menunjang kunjungan yang akan memenuhi Bonto Lojong, juga diharapkan dapat mensuplai kebutuhan bunga Kota Makassar. Bahkan, untuk jangka panjang komoditi bunga tersebut juga diharapkan bisa diekspor ke mancanegara. Selama ini Bonthain sudah mengekspor hasil perikanan dalam bentuk Surimi beku yang dilakukan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII) ke Jepang. Selain itu, Perusahaan Daerah Baji Minasa juga mengekspor biji kapuk ke Korea. Dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama, PT. GSII juga akan mengekspor talas ke Jepang dan akan segera disusul ekspor jagung ke Korea serta ekspor tapioka ke China dan gula aren ke Malaysia, urainya.
Pembangunan masjid di atas tanah seluas 12 X 15 Meter tersebut diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar ± Rp 300-an juta. H. Tahir dari panitia masjid memperoleh dana swadaya masyarakat sebesar Rp 30 juta dalam mengawali pembangunan masjid dimaksud. Bupati Bantaeng bersama para tokoh pengusaha pun memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta. Sehingga total dana awal pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 60 juta. Sisanya masih diharapkan bantuan dari masyarakat Bangkeng Bonto dan lainnya. Ia berharap, kehadiran masjid ini dapat menunjang program Pemda untuk menjadikan Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan Agrowisata, urainya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan tersebut berharap, pembangunan fasilitas ibadah ini dapat diselesaikan sesuai rencana agar segera dapat digunakan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk membantu penyelesaiannya, tandasnya. Ia kemudian menyambut baik keikhlasan panitia yang peduli terhadap pentingnya fasilitas ibadah dalam menyambut kedatangan wisatawan ke kawasan Agrowisata ini. Masih menurut Bupati, Bonthain yang memiliki tiga klaster (Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi/Pegunungan) memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Kawasan pantai dimanfaatkan untuk pengembangan rumput laut. Sementara dataran rendah untuk pengembangan pertanian, khususnya padi yang sudah berhasil menangkar 20 varietas termasuk hybrid. Hasil pertanian tersebut diharapkan membawa Bonthain menjadi kabupaten benih berbasis teknologi untuk mensuplai daerah sekitar dan SulSel pada umumnya. Sedangkan pada dataran tinggi dikembangkan tanaman produktif yang banyak disukai masyarakat seperti strawberry dan apel. Khusus apel diharapkan sudah bisa dinikmati pada 2011, urainya. Selain kedua komoditi itu, kecamatan berjarak 30 kilometer dari Kota Bantaeng ini juga mengembangkan bunga potong krissan.
Pengembangan bunga tersebut selain untuk menunjang kunjungan yang akan memenuhi Bonto Lojong, juga diharapkan dapat mensuplai kebutuhan bunga Kota Makassar. Bahkan, untuk jangka panjang komoditi bunga tersebut juga diharapkan bisa diekspor ke mancanegara. Selama ini Bonthain sudah mengekspor hasil perikanan dalam bentuk Surimi beku yang dilakukan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII) ke Jepang. Selain itu, Perusahaan Daerah Baji Minasa juga mengekspor biji kapuk ke Korea. Dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama, PT. GSII juga akan mengekspor talas ke Jepang dan akan segera disusul ekspor jagung ke Korea serta ekspor tapioka ke China dan gula aren ke Malaysia, urainya.
Hotel List
Friday, March 19, 2010Sektor pariwisata kian digenjot di Bonthain. Untuk mendukung perkembangan kepariwisataan, tentulah banyak faktor yang mesti diperhatikan. Meski kota Bonthain terbilang amat kecil, bahkan dikategorikan sebagai kota terkecil di Sulawesi Selatan. Namun bukan berarti harus diabaikan keberadaanya di Indonesia.
Sisi pariwisata harus didukung dengan ketersediaan penginapan yang memadai. Sehingga dengan sendirinya sebuah kota yang tadinya hanya dijadikan daerah persinggahan. Kini dapat menjadi target sebagai kota tujuan. Hotel-hotel mesti dibenahi dengan baik agar pengunjung yang akan menginap merasa nyaman. Untuk kali berikutnya akan kembali lagi karena kenyamanan yang didapatnya.
Beberapa hotel in Bonthain
sebagai referensi pelancong saat berkunjung, antara lain :
HOTEL AHRIANI
Jl. Raya Lanto No. 41
Telp. 0413-21231
HOTEL ALAM JAYA
Jl. A. Mannappiang No. 40
Telp. 0413-21205
WISMA MALLILINGI
Jl. Raya Lanto No. 59
Telp. 0413-21156
PONDOK SERA
Jl. Raya Lanto No. 46
Telp. 0413-21248
WISMA KARYA INDAH
Jl. S. Calendu
PONDOK KARYA DAMAI
Jl. Pahlawan No. 68
Telp. 0413-22185
BONTHAIN BEACH HOTEL
Jl. Seruni
(under construction)
Sisi pariwisata harus didukung dengan ketersediaan penginapan yang memadai. Sehingga dengan sendirinya sebuah kota yang tadinya hanya dijadikan daerah persinggahan. Kini dapat menjadi target sebagai kota tujuan. Hotel-hotel mesti dibenahi dengan baik agar pengunjung yang akan menginap merasa nyaman. Untuk kali berikutnya akan kembali lagi karena kenyamanan yang didapatnya.
sebagai referensi pelancong saat berkunjung, antara lain :
HOTEL AHRIANI
Jl. Raya Lanto No. 41
Telp. 0413-21231
HOTEL ALAM JAYA
Jl. A. Mannappiang No. 40
Telp. 0413-21205
WISMA MALLILINGI
Jl. Raya Lanto No. 59
Telp. 0413-21156
PONDOK SERA
Jl. Raya Lanto No. 46
Telp. 0413-21248
WISMA KARYA INDAH
Jl. S. Calendu
PONDOK KARYA DAMAI
Jl. Pahlawan No. 68
Telp. 0413-22185
BONTHAIN BEACH HOTEL
Jl. Seruni
(under construction)
Racing Circuit of Bonthain
Tuesday, March 16, 2010Komunitas motor di Bonthain terbilang banyak bila kita membandingkannya dengan luas wilayah Bonthain yang amat kecil. Bonthain merupakan kota kecil, namun terdapat berbagai macam komunitas pecinta kendaraan roda dua di dalamnya. Seiring berkembangnya era teknologi menuju modernisasi, muncullah klub-klub motor yang dibedakan dari jenis motor yang dikendarainya antara lain :
1. Klub Honda Tiger Bonthain
2. Klub Honda 90 Bonthain
3. Klub Vespa Bonthain
4. Klub Matic Bonthain
5. Klub Thunder Bonthain
6. Klub Scorpio Bonthain
7. Klub Yamaha MX Bonthain
8. Klub Motor Gede (Moge) Bonthain
Tiap komunitas hidup dan mengembangkan organisasinya masing-masing. Kebersamaan menjadi ciri utama sekaligus dijadikan dasar utama dalam rangka kelangsungan komunitas. Aturan demi aturan pun diterapkan agar manajemen keanggotaan teratur.
Di samping komunitas tersebut, terdapat pula kalangan yang suka balapan liar di jalan raya. Sebuah pekerjaan yang terbilang buruk di mata masyarakat. Betapa tidak, tak kurang merasa terganggu dengan hadirnya balapan liar. Bahkan terkadang perilaku buruk ini sengaja ditampilkan di saat lalu lintas ramai dan padat.
Olehnya itu, lahirlah komunitas yang menampung aspirasi para pembalap liar. Lobi demi lobi dilakukan agar para anggotanya mendapat tempat untuk melampiaskan aspirasinya. Kerja sama dengan pihak berwenang pun tak lupa dijalin agar mendapat dukungan penuh demi keamanan jalan raya yang lebih terjamin.
Semua usaha itu membuahkan hasil menggembirakan. Berbekal fasilitas standar, komunitas balapan liar pun difasilitasi wadah untuk mencurahkan aspirasinya. Kawasan Terminal Regional Bonthain yang terletak di bilangan Jl. Pahlawan dijadikan pusat balapan. Hampir tiap hari pembalap Bonthain melakukan atraksi balap sebagai ajang latihan di sirkuit ini. Bahkan di akhir pekan, Sabtu sore berkumpullah para pembalap dan mempertontonkan aksinya. Masyarakat tak ketinggalan menjadikannya sebagai salah satu alternatif tontonan untuk mengisi akhir pekan yang ceria.
Beberapa kali kompetisi dilaksanakan di arena balap ini. Lomba kembali akan digelar awal Mei mendatang. TNS Motor Prix Bupati Cup II rencananya dilaksanakan 8-9 Mei 2010 di Sirkuti Butta Toa.
Kegiatan seperti ini bukan sekedar hiburan semata. Banyak manfaat yang dapat diperoleh, antara lain :
1. Ketenaran bagi seorang pembalap Bonthain maupun kota lainnya yang ikut bertarung
2. Ketenaran sang pelaksana kegiatan
3. Ketenaran kota Bonthain di mata kota-kota lainnya
4. Tentunya keuntungan bagi pihak pelaksana
5. Perekonomian ikut terbantu khususnya para pedagang lokal
Dari sisi pengguna dunia maya alias netter baik itu FACEBOOKER maupun BLOGGER dan komunitas lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang KOPI DARAT. Olehnya, tidak ada salahnya membuat perencanaan sedini mungkin bilamana berminat hadir menyaksikan kompetisi di bulan Mei mendatang.
1. Klub Honda Tiger Bonthain
2. Klub Honda 90 Bonthain
3. Klub Vespa Bonthain
4. Klub Matic Bonthain
5. Klub Thunder Bonthain
6. Klub Scorpio Bonthain
7. Klub Yamaha MX Bonthain
8. Klub Motor Gede (Moge) Bonthain
Tiap komunitas hidup dan mengembangkan organisasinya masing-masing. Kebersamaan menjadi ciri utama sekaligus dijadikan dasar utama dalam rangka kelangsungan komunitas. Aturan demi aturan pun diterapkan agar manajemen keanggotaan teratur.
Di samping komunitas tersebut, terdapat pula kalangan yang suka balapan liar di jalan raya. Sebuah pekerjaan yang terbilang buruk di mata masyarakat. Betapa tidak, tak kurang merasa terganggu dengan hadirnya balapan liar. Bahkan terkadang perilaku buruk ini sengaja ditampilkan di saat lalu lintas ramai dan padat.
Olehnya itu, lahirlah komunitas yang menampung aspirasi para pembalap liar. Lobi demi lobi dilakukan agar para anggotanya mendapat tempat untuk melampiaskan aspirasinya. Kerja sama dengan pihak berwenang pun tak lupa dijalin agar mendapat dukungan penuh demi keamanan jalan raya yang lebih terjamin.
Semua usaha itu membuahkan hasil menggembirakan. Berbekal fasilitas standar, komunitas balapan liar pun difasilitasi wadah untuk mencurahkan aspirasinya. Kawasan Terminal Regional Bonthain yang terletak di bilangan Jl. Pahlawan dijadikan pusat balapan. Hampir tiap hari pembalap Bonthain melakukan atraksi balap sebagai ajang latihan di sirkuit ini. Bahkan di akhir pekan, Sabtu sore berkumpullah para pembalap dan mempertontonkan aksinya. Masyarakat tak ketinggalan menjadikannya sebagai salah satu alternatif tontonan untuk mengisi akhir pekan yang ceria.
Beberapa kali kompetisi dilaksanakan di arena balap ini. Lomba kembali akan digelar awal Mei mendatang. TNS Motor Prix Bupati Cup II rencananya dilaksanakan 8-9 Mei 2010 di Sirkuti Butta Toa.
Kegiatan seperti ini bukan sekedar hiburan semata. Banyak manfaat yang dapat diperoleh, antara lain :
1. Ketenaran bagi seorang pembalap Bonthain maupun kota lainnya yang ikut bertarung
2. Ketenaran sang pelaksana kegiatan
3. Ketenaran kota Bonthain di mata kota-kota lainnya
4. Tentunya keuntungan bagi pihak pelaksana
5. Perekonomian ikut terbantu khususnya para pedagang lokal
Dari sisi pengguna dunia maya alias netter baik itu FACEBOOKER maupun BLOGGER dan komunitas lainnya dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang KOPI DARAT. Olehnya, tidak ada salahnya membuat perencanaan sedini mungkin bilamana berminat hadir menyaksikan kompetisi di bulan Mei mendatang.
Balla' Lompoa in Bonthain
Sunday, March 7, 2010Hampir di tiap daerah dikenal yang namanya Balla' Lompoa. Dalam konteks besarnya di wilayah Sulawesi Selatan, dikenal Balla' Lompoa di Kabupaten Gowa. Merupakan tempat bermukimnya raja-raja Gowa pada zamannya. Demikian halnya dengan Balla' Lompoa Bantaeng, merupakan tempat bermukim para raja Bantaeng dahulu kala. Salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan bila berkunjung ke Bonthain.
Balla' Lompoa berarti Rumah (Balla') Besar (Lompoa/Lompoa). Layak disebut besar karena ukurannya yang terbilang amat besar dibandingkan rumah lainnya. Mungkin saat ini tidak patut lagi disebut besar karena telah banyak bangunan/rumah yang lebih besar dari Balla' Lompoa. Namun, di zamannya tidak ada yang mampu menyaingi kebesarannya.
Ukurannya mencapai 1.617 Kilometer persegi, jumlah tiangnya pun tak lazim. Puluhan tiang menyangga rumah tersebut menjadikannya lebih besar dan tinggi dibanding bangunan disekitarnya. Kemegahannya mencerminkan kekuasaan yang dipegang sang raja.
Balla' Lompoa di Bonthain banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kedatangannya tidak sekedar melihat bangunan dari luar. Namun, lebih untuk melihat peninggalan apa saja yang tersimpan di rumah tersebut. Banyak barang bersejarah peninggalan Raja-raja Bantaeng masih tersimpan rapi disana. Misalnya Badik, Selendang, Gong, Guci, Lipa' (Sarung), Alat Dapur, Tempat Tidur, Pedang dan sebagainya.
Keseluruhan alat dimaksud dijaga dengan baik oleh seorang Pinati (Penjaga) yang ditugaskan oleh pewaris kerajaan. Pinati ini semacam Sejarahwan yang mengetahui benar seluk-beluk sejarah Bonthain, termasuk kisah Balla' Lompoa dan isinya. Oleh pihak pewaris kerajaan, tiap tahunnya dilakukan pencucian benda-benda pusaka. Kegiatan ini lazim disebut dengan Accera' Kalompoang.
Bila anda berniat berkunjung ke Bonthain, mampirlah sejenak di Balla' Lompoa sebelum mengunjungi obyek wisata lainnya. Letaknya di Jl. Dr. Ratulangi Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng. Amat mudah menemukannya karena lokasinya amat strategis di lintasan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba.
Balla' Lompoa berarti Rumah (Balla') Besar (Lompoa/Lompoa). Layak disebut besar karena ukurannya yang terbilang amat besar dibandingkan rumah lainnya. Mungkin saat ini tidak patut lagi disebut besar karena telah banyak bangunan/rumah yang lebih besar dari Balla' Lompoa. Namun, di zamannya tidak ada yang mampu menyaingi kebesarannya.
Ukurannya mencapai 1.617 Kilometer persegi, jumlah tiangnya pun tak lazim. Puluhan tiang menyangga rumah tersebut menjadikannya lebih besar dan tinggi dibanding bangunan disekitarnya. Kemegahannya mencerminkan kekuasaan yang dipegang sang raja.
Balla' Lompoa di Bonthain banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kedatangannya tidak sekedar melihat bangunan dari luar. Namun, lebih untuk melihat peninggalan apa saja yang tersimpan di rumah tersebut. Banyak barang bersejarah peninggalan Raja-raja Bantaeng masih tersimpan rapi disana. Misalnya Badik, Selendang, Gong, Guci, Lipa' (Sarung), Alat Dapur, Tempat Tidur, Pedang dan sebagainya.
Keseluruhan alat dimaksud dijaga dengan baik oleh seorang Pinati (Penjaga) yang ditugaskan oleh pewaris kerajaan. Pinati ini semacam Sejarahwan yang mengetahui benar seluk-beluk sejarah Bonthain, termasuk kisah Balla' Lompoa dan isinya. Oleh pihak pewaris kerajaan, tiap tahunnya dilakukan pencucian benda-benda pusaka. Kegiatan ini lazim disebut dengan Accera' Kalompoang.
Bila anda berniat berkunjung ke Bonthain, mampirlah sejenak di Balla' Lompoa sebelum mengunjungi obyek wisata lainnya. Letaknya di Jl. Dr. Ratulangi Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng. Amat mudah menemukannya karena lokasinya amat strategis di lintasan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba.
Beautiful Nature in Eremerasa
Sunday, February 28, 2010Lokasinya tidak sejauh menempuh perjalanan menuju Loka Camp. Hanya dengan jarak 16 Km dari pusat kota Bonthain, obyek wisata yang satu ini dapat kita kunjungi. Permandian Alam Eremerasa merupakan obyek wisata bernuansa alami. Naturalisasi yang ditampilkan disana berupa kawasan permandian yang dikelilingi pepohonan hijau nan rimbun. Suara burung berbagai jenis terdengar berkicau dimana-mana. Di samping itu suara gemuruh air sungai yang tak jauh dari lokasi permandian pun ikut menambah riuhnya suara alam. Suara tersebut mampu menenggelamkan suara gemuruh kendaraan bermotor yang selalu berdenging di telinga kita, khususnya penghuni kota yang selalu ramai. Hening tanpa gangguan suara pabrik dan sebagainya. Suasana ini langsung mempengaruhi para pengunjung untuk melupakan sejenak beban pikiran selama sepekan dalam menjalani aktifitasnya.
Sabtu berlalu, bukan berarti minggu sudah terlambat. Dengan mengendarai Black Car Community, Black Community and Black In News of Bonthain pun mengunjungi salah satu obyek wisata di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Namun, wisatawan dapat pula mengunjunginya dengan mengendarai Black Motor Community maupun Angkutan Umum seperti Pete'-pete', Bendi dan Ojek. Permandian Alam Eremerasa dapat ditempuh dalam waktu ± 20 menit perjalanan. Letaknya berada di bagian Utara Kota Bonthain pada posisi tengah (antara ujung Timur dan ujung Barat). Di perjalanan menuju obyek ini, wisatawan akan melewati sawah dan kebun nan luas menghampar begitu hijau, elok dipandang mata. Pada wilayah utaranya nampak Kaki Gunung Lompobattang lebih hijau lagi berselimut kabut tebal dari kejauhan.
Manfaatkan akhir pekan yang lebih ceria dengan berkunjung ke Permandian Alam Eremerasa. Disediakan kolam dengan berbagai pilihan, mulai untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang, disediakan Ban Dalam sebagai media pembantu menelilingi Kolam yang luas dengan berbagai tingkat kedalaman.
Dari mana airnya, ini yang menarik. Sumber air so dekat....................si Bolang kembali berucap.

Kolam yang luas dengan beribu-ribu meter kubik air didalamnya, tentu membutuhkan air yang banyak dan pastinya air tersebut harus lancar. Ternyata air berasl dari akar-akar kayu yang berada disekitarnya. Ini yang menjadi alasan utama, kenapa pepohonan disekitarnya tidak ditata dengan rapi. Dalam artian kenapa pohon yang posisinya menghalangi jalan justru masih dibiarkan seperti itu. Cek and Ricek, tiap pohon mengeluarkan air yang kemudian dialirkan melalui pipa besar ke tiap kolam. Air melimpah ruah saat kemarau panjang datang. Bahkan lebih hebatnya lagi, air meluap lebih besar dengan debit air tidak biasanya dari dasar pohon tersebut. Pohon yang berada pada kemiringan bukit di bagian utara kolam memancarkan air dan menciptakan banjir yang indah. Kenapa dikatakan indah, banjir ini tidak sampai membahayakan pengunjung. Airnya mengalir di lereng bukit sehingga lereng tersebut nampak menjadi lautan yang tidak datar seperti layaknya air di laut lepas.
Apa saja yang dapat dinikmati di kawasan Permandian Alam Eremerasa...???
Selain berenang dan berendam di dalam kolam, di sekitar area kolam berjejer Kios Makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional. Antara lain :
1. Sanggara' Loka Bambang
2. Gogoso'
3. Bayao Le'ba Pallu
4. Sanggara' Lame Kayu
5. Lammang
6. Cucuru'
7. Garoncong
8. Ka'do' Boddong
9. Nasi Kuning
10. Pisang Epe'
Di bagian lainnya, para pengunjung dapat melakukan Autoblackthrough goes to campus dengan menuruni bukit di bagian Timur Kolam. tak jauh dari kolam, terdapat sungai luas yang mengalir hingga ke laut. Sungai ini merupakan salah satu dari 9 sungai besar yang kesemuanya mengalir menuju pusat kota Bonthain. Kesembilan sungai tersebut menjadi pemicu terjadinya banjir tiap tahunnya dan banjir besar tiap 5 tahun di Bonthain.
Sungai Calendu namanya, air dari kolam yang ada di kawasan Permandian Eremerasa otomatis terbuang limbahnya ke sungai tersebut sehingga tidak merepotkan sirkulasi air di kawasan obyek wisata ini.
Bagian lain yang menarik adalah tempat ini sering dijadikan lokasi latihan pengembangan diri selain di Loka Camp. Black Community seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), Search and Rescue (SAR) dan Relawan lainnya melakukan Latihan Evakuasi Vertikal seperti Rafling, Lifting dan Flying Fox.
Banyak manfaat dengan keberadaan mata air Ermerasa di daerah ini. Manfaat lainnya disamping dijadikan Obyek Wisata adalah :
1. Menjadi sumber air untuk dikonsumsi keseluruhan masyarakat Bonthain melalui pengelolaan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
2. Menjadi bahan baku pembuatan Air Mineral seperti AIR QITA, AQUADAENG dan AIR VITA. Air mineral ini menjadi kebanggaan orang Bonthain, karena telah merambah pansa pasar nasional. Telah dibuktikan saat kunjungan kerja Black Community and Black In News of Bonthain di Jakarta dan Makassar, produk ini banyak beredar khususnya di Hotel-hotel terkenal di Jakarta dan Makassar. Sementara untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, produk ini lebih memasyarakat lagi dibanding produk lainnya.
Sabtu berlalu, bukan berarti minggu sudah terlambat. Dengan mengendarai Black Car Community, Black Community and Black In News of Bonthain pun mengunjungi salah satu obyek wisata di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Namun, wisatawan dapat pula mengunjunginya dengan mengendarai Black Motor Community maupun Angkutan Umum seperti Pete'-pete', Bendi dan Ojek. Permandian Alam Eremerasa dapat ditempuh dalam waktu ± 20 menit perjalanan. Letaknya berada di bagian Utara Kota Bonthain pada posisi tengah (antara ujung Timur dan ujung Barat). Di perjalanan menuju obyek ini, wisatawan akan melewati sawah dan kebun nan luas menghampar begitu hijau, elok dipandang mata. Pada wilayah utaranya nampak Kaki Gunung Lompobattang lebih hijau lagi berselimut kabut tebal dari kejauhan.
Manfaatkan akhir pekan yang lebih ceria dengan berkunjung ke Permandian Alam Eremerasa. Disediakan kolam dengan berbagai pilihan, mulai untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang, disediakan Ban Dalam sebagai media pembantu menelilingi Kolam yang luas dengan berbagai tingkat kedalaman.
Dari mana airnya, ini yang menarik. Sumber air so dekat....................si Bolang kembali berucap.
Kolam yang luas dengan beribu-ribu meter kubik air didalamnya, tentu membutuhkan air yang banyak dan pastinya air tersebut harus lancar. Ternyata air berasl dari akar-akar kayu yang berada disekitarnya. Ini yang menjadi alasan utama, kenapa pepohonan disekitarnya tidak ditata dengan rapi. Dalam artian kenapa pohon yang posisinya menghalangi jalan justru masih dibiarkan seperti itu. Cek and Ricek, tiap pohon mengeluarkan air yang kemudian dialirkan melalui pipa besar ke tiap kolam. Air melimpah ruah saat kemarau panjang datang. Bahkan lebih hebatnya lagi, air meluap lebih besar dengan debit air tidak biasanya dari dasar pohon tersebut. Pohon yang berada pada kemiringan bukit di bagian utara kolam memancarkan air dan menciptakan banjir yang indah. Kenapa dikatakan indah, banjir ini tidak sampai membahayakan pengunjung. Airnya mengalir di lereng bukit sehingga lereng tersebut nampak menjadi lautan yang tidak datar seperti layaknya air di laut lepas.
Apa saja yang dapat dinikmati di kawasan Permandian Alam Eremerasa...???
Selain berenang dan berendam di dalam kolam, di sekitar area kolam berjejer Kios Makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional. Antara lain :
1. Sanggara' Loka Bambang
2. Gogoso'
3. Bayao Le'ba Pallu
4. Sanggara' Lame Kayu
5. Lammang
6. Cucuru'
7. Garoncong
8. Ka'do' Boddong
9. Nasi Kuning
10. Pisang Epe'
Di bagian lainnya, para pengunjung dapat melakukan Autoblackthrough goes to campus dengan menuruni bukit di bagian Timur Kolam. tak jauh dari kolam, terdapat sungai luas yang mengalir hingga ke laut. Sungai ini merupakan salah satu dari 9 sungai besar yang kesemuanya mengalir menuju pusat kota Bonthain. Kesembilan sungai tersebut menjadi pemicu terjadinya banjir tiap tahunnya dan banjir besar tiap 5 tahun di Bonthain.
Sungai Calendu namanya, air dari kolam yang ada di kawasan Permandian Eremerasa otomatis terbuang limbahnya ke sungai tersebut sehingga tidak merepotkan sirkulasi air di kawasan obyek wisata ini.
Bagian lain yang menarik adalah tempat ini sering dijadikan lokasi latihan pengembangan diri selain di Loka Camp. Black Community seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), Search and Rescue (SAR) dan Relawan lainnya melakukan Latihan Evakuasi Vertikal seperti Rafling, Lifting dan Flying Fox.
Banyak manfaat dengan keberadaan mata air Ermerasa di daerah ini. Manfaat lainnya disamping dijadikan Obyek Wisata adalah :
1. Menjadi sumber air untuk dikonsumsi keseluruhan masyarakat Bonthain melalui pengelolaan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
2. Menjadi bahan baku pembuatan Air Mineral seperti AIR QITA, AQUADAENG dan AIR VITA. Air mineral ini menjadi kebanggaan orang Bonthain, karena telah merambah pansa pasar nasional. Telah dibuktikan saat kunjungan kerja Black Community and Black In News of Bonthain di Jakarta dan Makassar, produk ini banyak beredar khususnya di Hotel-hotel terkenal di Jakarta dan Makassar. Sementara untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, produk ini lebih memasyarakat lagi dibanding produk lainnya.
Bissappu Waterfall
Saturday, February 27, 2010Sabtu tiba, insan sedunia pun segera menyusun jadwal untuk mengisi akhir pekan yang lebih ceria. Sebagian telah menyusun dan menyiapkan rencana sedari awal, sehingga hari ini mereka langsung Blackinnovationawards goes to campus ke lokasi wisata. Akan mengasyikkan tentunya jika dapat mengisi akhir pekan dengan ceria. Setelah bergelut dengan rutinitas masing-masing sejak Senin hingga Sabtu, terbayar sudah penat itu.
Cara membayarnya pun berbeda-beda, tergantung selera dan hobi masing-masing individu. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain mengajak rekan BLOGGER untuk mengunjungi salah satu obyek wisata di Bonthain.
Air Terjun Bissappu terletak di sebelah barat kota Bonthain. Bertolak dari pusat kota Bonthain, Bissappu Waterfall dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit perjalanan. Sama halnya dengan obyek wisata lainnya di kota Butta Toa ini, wisatawan dapat mengunjunginya dengan mengendarai Black Car Community (roda 4) atau Black Motor Community (roda 2). Jaraknya yang lumayan dekat, ± 5 Km memudahkan management waktu perjalanan pulang nantinya. Akses menuju lokasi, pengunjung akan melewati jalanan berkelok. Wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon jati di kedua sisi jalan hingga pusat obyek wisata tersebut.

Bagaimana dengan para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan...???Wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil yang banyak disiapkan di Bonthain. Dapat pula dengan menggunakan kendaraan Angkutan Umum, antara lain Pete'-pete', Ojek dan Bendi.
Air Terjun Bissappu masuk dalam wilayah Administratif Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng (Bonthain). Setibanya di lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni tangga batu yang jumlahnya ribuan anak tangga yang berujung di sekitar bibir air terjun.
Menikmati liburan keluarga di tempat ini begitu mengasyikkan. Bersama keluarga, teman dan rekan kerja, dapat mencicipi makanan khas Makassar yakni Gogoso' dan Bayao Le'ba Pallu (lihat KAMUS Bahasa Makassar-Indonesia). Atau mungkin dengan membawa sendiri makanan dari rumah dan menyantapnya di atas Gazebo yang telah disediakan disana.
Selain menikmati makanan, wisatawan dapat berendam di sekitar bibir air terjun atau pun di tempat lainnya di sungai yang lebarnya mencapai ± 50 M.
Rekan-rekan mungkin telah banyak mengunjungi obyek air terjun di Indonesia maupun di luar Nusantara kita ini. Di lokasi ini, pengunjung dapat mendekat dan berendam di sekitar bibir air terjun. Air yang jatuh dari atas menyebar di sekitar bibir air terjun. Selanjutnya air tersebut tidak langsung muncul mengalir ke sungai, melainkan muncul ke atas permukaan setelah melewati tumpukan batu yang besar pada jarak ± 50-70 M. Meski demikian, patut menjadi perhatian agar tidak terlalu dekat ke dalamnya. Ya namanya air terjun, air jatuh pada ketinggian lebih dari 100 M. Kekuatan yang luar biasa diciptakan air terjun ini. Bahkan investor Belanda telah meliriknya untuk menanamkan investasinya disini. Rencananya akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Mungkin pula Pemerintah punya rencana lain dengan obyek ini, yang jelas hingga saat ini masih digunakan sebagai obyek wisata.

Harapannya, lingkungan di sekitar obyek tersebut tetap terjaga kelestariannya. Betapa tidak, pengrusakan di lokasi obyek wisata telah banyak terjadi dimana-mana. Semoga di lokasi tersebut tidak demikian halnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah yang menjadi pengelola tempat ini melalui Dinas Pariwisata, tetap giat bersosialisasi agar pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kelestarian di dalamnya.
Cara membayarnya pun berbeda-beda, tergantung selera dan hobi masing-masing individu. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain mengajak rekan BLOGGER untuk mengunjungi salah satu obyek wisata di Bonthain.
Air Terjun Bissappu terletak di sebelah barat kota Bonthain. Bertolak dari pusat kota Bonthain, Bissappu Waterfall dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit perjalanan. Sama halnya dengan obyek wisata lainnya di kota Butta Toa ini, wisatawan dapat mengunjunginya dengan mengendarai Black Car Community (roda 4) atau Black Motor Community (roda 2). Jaraknya yang lumayan dekat, ± 5 Km memudahkan management waktu perjalanan pulang nantinya. Akses menuju lokasi, pengunjung akan melewati jalanan berkelok. Wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon jati di kedua sisi jalan hingga pusat obyek wisata tersebut.
Bagaimana dengan para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan...???Wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil yang banyak disiapkan di Bonthain. Dapat pula dengan menggunakan kendaraan Angkutan Umum, antara lain Pete'-pete', Ojek dan Bendi.
Air Terjun Bissappu masuk dalam wilayah Administratif Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng (Bonthain). Setibanya di lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni tangga batu yang jumlahnya ribuan anak tangga yang berujung di sekitar bibir air terjun.
Menikmati liburan keluarga di tempat ini begitu mengasyikkan. Bersama keluarga, teman dan rekan kerja, dapat mencicipi makanan khas Makassar yakni Gogoso' dan Bayao Le'ba Pallu (lihat KAMUS Bahasa Makassar-Indonesia). Atau mungkin dengan membawa sendiri makanan dari rumah dan menyantapnya di atas Gazebo yang telah disediakan disana.
Selain menikmati makanan, wisatawan dapat berendam di sekitar bibir air terjun atau pun di tempat lainnya di sungai yang lebarnya mencapai ± 50 M.
Rekan-rekan mungkin telah banyak mengunjungi obyek air terjun di Indonesia maupun di luar Nusantara kita ini. Di lokasi ini, pengunjung dapat mendekat dan berendam di sekitar bibir air terjun. Air yang jatuh dari atas menyebar di sekitar bibir air terjun. Selanjutnya air tersebut tidak langsung muncul mengalir ke sungai, melainkan muncul ke atas permukaan setelah melewati tumpukan batu yang besar pada jarak ± 50-70 M. Meski demikian, patut menjadi perhatian agar tidak terlalu dekat ke dalamnya. Ya namanya air terjun, air jatuh pada ketinggian lebih dari 100 M. Kekuatan yang luar biasa diciptakan air terjun ini. Bahkan investor Belanda telah meliriknya untuk menanamkan investasinya disini. Rencananya akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Mungkin pula Pemerintah punya rencana lain dengan obyek ini, yang jelas hingga saat ini masih digunakan sebagai obyek wisata.
Harapannya, lingkungan di sekitar obyek tersebut tetap terjaga kelestariannya. Betapa tidak, pengrusakan di lokasi obyek wisata telah banyak terjadi dimana-mana. Semoga di lokasi tersebut tidak demikian halnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah yang menjadi pengelola tempat ini melalui Dinas Pariwisata, tetap giat bersosialisasi agar pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kelestarian di dalamnya.
Matic Motor of Bonthain
Monday, February 22, 2010Kalangan anak muda Bonthain sejak lama menggandrungi organsisasi motor dengan berbagai tipe dan jenis. Antara lain Vespa, Moge, Honda Classic, Motor Matic dan sebagainya. Black Motor Community pun bermunculan dengan mengusung nama-nama yang keren dan penuh cerita didalamnya.
Salah satu Black Community yakni Black Motor Community Motor Matic terbilang unik dan penuh kreasi. Betapa tidak, setiap sorenya, komunitas ini dengan lihai mempertontonkan kepiawaiannya melalui atraksi Motor matic di salah satu sudut kota Bonthain.
Lokasinya berada di area Pantai Lamalaka. Anggota komunitas ini mampu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Bonthain. Mengendarai Motor Matic dengan berbagai gaya ekstrim, tidaklah mudah dibayangkan layaknya mengendarai motor yang sama bagi pengendara awam. Beberapa gaya yang disukai Black Community and Black In News of Bonthain dan pengunjung lainnya yakni :
1. Roda depan terangkat/jumping sementara roda belakang berjalan menopang badan motor
2. Roda belakang terangkat/jumping sementara roda depan berjalan menopang badan motor
3. Roda depan jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut
4. Roda belakang jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut
5. Pengendara berdiri di atas Jok motor saat motor lagi berjalan
6. Pengendara berdiri di atas Kemudi motor saat motor lagi berjalan
7. Melepaskan tangan pada kemudi, sementara motor masih berjalan
8. Mengangkat Roda depan sambil berbelok
9. Mengendarai motor dengan banyak orang diatasnya
10. dan masih banyak lagi atraksi lainnya
Atraksi ini benar-benar mendebarkan, khususnya bagi penonton yang menyaksikannya di sekitar area Track yang jadi langganan bagi Black Motor Community. Area ini merupakan salah satu bagian Jalan Pantai Lamalaka yang dikenal tidak padat dilewati Black Car Community maupun Black Motor Community.
Selain atraksi di tempat tersebut, pada hari-hari tertentu komunitas ini berlaih ke Pantai Seruni. Bahkan pada hari Sabtu sore hingga malam, ratusan motor melakukan pawai mengelilingi kota Bonthain. Pawai pun tidak hanya dilakukan komunitas Matic, melainkan seluruh komunitas Black Car Community dan Black Motor Community. Kegiatan ini membuat kota Bonthain lebih ramai layaknya kota besar di Indonesia. Luas wilayah, khususnya pusat kota Bonthain yang terbilang amat kecil yang dapat dikelilingi dalam waktu hanya ± 15 menit saja, turut membantu pawai tersebut berlangsung lebih santai.
Bagi yang ingin menikmati sajian atraksi Motor Matic, silakan mampir di Pantai Lamalaka dan beri applaus pada sang JOKI. Paling tidak hal di atas dapat dijadikan ajang pengalihan kebiasaan buruk para Pemuda yang lebih suka balapan liar di jalanan.
Apresiasi yang lumayan besar diberikan pihak berwajib. Tiap sosialisasi yang dilakukan Kepolisian Resort Bantaeng, Black Motor Community dari berbagai Black Community menjadi pionir penyelenggaraan sosialisasi. Antara lain Sosialisasi Helm yang dilaksanakan seminggu yang lalu, Kapolres Bantaeng dan Bupati Bantaeng memberdayakan komunitas ini untuk mengelilingi Bonthain dalam rangka memperkenalkan salah satu aturan yang diterapkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas yang baru.
Salah satu Black Community yakni Black Motor Community Motor Matic terbilang unik dan penuh kreasi. Betapa tidak, setiap sorenya, komunitas ini dengan lihai mempertontonkan kepiawaiannya melalui atraksi Motor matic di salah satu sudut kota Bonthain.
Lokasinya berada di area Pantai Lamalaka. Anggota komunitas ini mampu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Bonthain. Mengendarai Motor Matic dengan berbagai gaya ekstrim, tidaklah mudah dibayangkan layaknya mengendarai motor yang sama bagi pengendara awam. Beberapa gaya yang disukai Black Community and Black In News of Bonthain dan pengunjung lainnya yakni :
1. Roda depan terangkat/jumping sementara roda belakang berjalan menopang badan motor
2. Roda belakang terangkat/jumping sementara roda depan berjalan menopang badan motor
3. Roda depan jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut
4. Roda belakang jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut
5. Pengendara berdiri di atas Jok motor saat motor lagi berjalan
6. Pengendara berdiri di atas Kemudi motor saat motor lagi berjalan
7. Melepaskan tangan pada kemudi, sementara motor masih berjalan
8. Mengangkat Roda depan sambil berbelok
9. Mengendarai motor dengan banyak orang diatasnya
10. dan masih banyak lagi atraksi lainnya
Atraksi ini benar-benar mendebarkan, khususnya bagi penonton yang menyaksikannya di sekitar area Track yang jadi langganan bagi Black Motor Community. Area ini merupakan salah satu bagian Jalan Pantai Lamalaka yang dikenal tidak padat dilewati Black Car Community maupun Black Motor Community.
Selain atraksi di tempat tersebut, pada hari-hari tertentu komunitas ini berlaih ke Pantai Seruni. Bahkan pada hari Sabtu sore hingga malam, ratusan motor melakukan pawai mengelilingi kota Bonthain. Pawai pun tidak hanya dilakukan komunitas Matic, melainkan seluruh komunitas Black Car Community dan Black Motor Community. Kegiatan ini membuat kota Bonthain lebih ramai layaknya kota besar di Indonesia. Luas wilayah, khususnya pusat kota Bonthain yang terbilang amat kecil yang dapat dikelilingi dalam waktu hanya ± 15 menit saja, turut membantu pawai tersebut berlangsung lebih santai.
Bagi yang ingin menikmati sajian atraksi Motor Matic, silakan mampir di Pantai Lamalaka dan beri applaus pada sang JOKI. Paling tidak hal di atas dapat dijadikan ajang pengalihan kebiasaan buruk para Pemuda yang lebih suka balapan liar di jalanan.
Apresiasi yang lumayan besar diberikan pihak berwajib. Tiap sosialisasi yang dilakukan Kepolisian Resort Bantaeng, Black Motor Community dari berbagai Black Community menjadi pionir penyelenggaraan sosialisasi. Antara lain Sosialisasi Helm yang dilaksanakan seminggu yang lalu, Kapolres Bantaeng dan Bupati Bantaeng memberdayakan komunitas ini untuk mengelilingi Bonthain dalam rangka memperkenalkan salah satu aturan yang diterapkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas yang baru.
Warung Bawakaraeng
Sunday, February 21, 2010Siang yang cerah menyapa para Black Car Community dan Black Motor Community yang melewati jalan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba. Sekitar pukul 12.00 Waktu Bonthain, kendaraan besar yang terdiri dari mobil Bus beserta mobil kecil lainnya singgah di Warung Bawakaraeng. Kejadian ini terus berlangsung tiap harinya. Penumpang pada turun dari mobil dan segera masuk ke warung Bawakaraeng.
Warung ini amat dikenal, khususnya bagi bagi masyarakat Bantaeng dan masyarakat Bulukumba, Sinjai dan Selayar yang nota bene sering berkunjung untuk bersantap siang dan malam. Ada apa dengan penduduk Bulukumba, Sinjai dan Selayar..............???Apa hubungannya dengan Warung Bawakaraeng.
Bantaeng menjadi daerah yang dilewati kendaraan dari dan menuju ketiga kota tersebut. Posisi Bonthain amat strategis sebagai kota persinggahan bagi penumpang yang akan berkunjung ke Makassar maupun sebaliknya. Saking strategisnya, setiap mobil dari dan menuju kota tersebut menjadwalkan tempat singgahnya yakni di Bonthain. Saat Black Community and Black In News of Bonthain Blackinnovationawards goes to campus ke Warung Bawakaraeng, jalan poros dipadati puluhan bahkan ratusan kendaraan. Sehingga jalan yang menghubungkan daerah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan ini praktis berubah menjadi lautan Black Community dan menjadi macet.
Dari dulu fenomena ini menjadi lazim yang pada akhirnya menjadikan kota Bonthain amat dikenal oleh masyarakat disekitarnya. Bahkan Bonthain dihuni banyak Black Community, misalnya komunitas Selayar, Bulukumba, Sengkang, Sinjai, Pare-pare, Makassar, Jeneponto, Bone dan sebagainya. Tiap komunitas menempati daerah-daerah tertentu di Bonthain. Banyak kalangan berasumsi bahwa Bonthain sejak lama dijadikan daerah tujuan yang aman. Setelah berdiam lama di Bonthain, tak kurang dari mereka yang berkeluarga dengan orang Bonthain dan mendiami kota ini hingga sekarang.
Gambaran di atas mengisahkan bahwa keberadaan Warung Bawakaraeng bukanlah hal baru bagi pengunjung yang akan bersantap siang dan malam disana sebelum berangkat lagi menuju Makassar atau Selayar dan sekitarnya. Apa saja yang disajikan di warung tersebut...???Pilih menunya :
1. Sop Konro
2. Sop Kikil
3. Sop Saudara
4. Sop Ayam
5. Sop Paru
6. Bakso
7. Ayam Goreng
8. Ikan Bakar
9. Teh
10. Es Teh
11. Kopi
12. Teh Susu
13. Kopi Susu
14. Minuman Dingin
15. Aneka Jajanan/Cemilan
Warung ini amat dikenal, khususnya bagi bagi masyarakat Bantaeng dan masyarakat Bulukumba, Sinjai dan Selayar yang nota bene sering berkunjung untuk bersantap siang dan malam. Ada apa dengan penduduk Bulukumba, Sinjai dan Selayar..............???Apa hubungannya dengan Warung Bawakaraeng.
Bantaeng menjadi daerah yang dilewati kendaraan dari dan menuju ketiga kota tersebut. Posisi Bonthain amat strategis sebagai kota persinggahan bagi penumpang yang akan berkunjung ke Makassar maupun sebaliknya. Saking strategisnya, setiap mobil dari dan menuju kota tersebut menjadwalkan tempat singgahnya yakni di Bonthain. Saat Black Community and Black In News of Bonthain Blackinnovationawards goes to campus ke Warung Bawakaraeng, jalan poros dipadati puluhan bahkan ratusan kendaraan. Sehingga jalan yang menghubungkan daerah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan ini praktis berubah menjadi lautan Black Community dan menjadi macet.
Dari dulu fenomena ini menjadi lazim yang pada akhirnya menjadikan kota Bonthain amat dikenal oleh masyarakat disekitarnya. Bahkan Bonthain dihuni banyak Black Community, misalnya komunitas Selayar, Bulukumba, Sengkang, Sinjai, Pare-pare, Makassar, Jeneponto, Bone dan sebagainya. Tiap komunitas menempati daerah-daerah tertentu di Bonthain. Banyak kalangan berasumsi bahwa Bonthain sejak lama dijadikan daerah tujuan yang aman. Setelah berdiam lama di Bonthain, tak kurang dari mereka yang berkeluarga dengan orang Bonthain dan mendiami kota ini hingga sekarang.
Gambaran di atas mengisahkan bahwa keberadaan Warung Bawakaraeng bukanlah hal baru bagi pengunjung yang akan bersantap siang dan malam disana sebelum berangkat lagi menuju Makassar atau Selayar dan sekitarnya. Apa saja yang disajikan di warung tersebut...???Pilih menunya :
1. Sop Konro
2. Sop Kikil
3. Sop Saudara
4. Sop Ayam
5. Sop Paru
6. Bakso
7. Ayam Goreng
8. Ikan Bakar
9. Teh
10. Es Teh
11. Kopi
12. Teh Susu
13. Kopi Susu
14. Minuman Dingin
15. Aneka Jajanan/Cemilan
Coto Mangkasara' in everywhere
Saturday, February 20, 2010Makassar memiliki makanan khas yang tidak ada dimana pun selain Makassar. Namun makanan ini ada dimana-mana, khususnya di seantero wilayah Sulawesi. Ngomongin everywhere, tentu tidak etis kalau makanan tersebut tidak ada di Bonthain. Maka perlu diungkap apa benar ada, Black Community and Black In News of Bonthain terpanggil untuk menyajikan kepada para peserta Djarum Black dan Autoblackthrough lainnya.
Coto Mangkasara' alias Coto Makassar or Soto Makassar. Makanan ini amat laku dan menjadi icon bagi masyarakat Makassar. Hampir di sepanjang jalan terdapat warung-warung yang menyajikan Coto Mangkasara'. Sebagian besar warung hanya menyajikan Coto Mangkasara'. Sementara sebagian kecil lagi menyajikannya bersama dengan hidangan lain yang menjadi khas Makassar maupun makanan umum lainnya.
Jelas terpampang di depan tiap warung sebuah spanduk bertuliskan COTO MANGKASARA'. Coto Mangkasara' berarti Soto atau Sup yang berisikan daging yang telah dicincang sedemikian rupa. Daging tersebut dituang ke dalam mangkuk kecil bersama sup yang telah diberi bumbu khas Makassar.
Untuk menikmatinya, coto dapat dimakan bersama dengan Ketupat atau pun Lontong dan Burasa. Namun, pada dasarnya teman dari coto adalah ketupat. Ketupat sendiri, telah menjadi makanan khas bagi masyarakat Indonesia dan bangsa Melayu secara keseluruhan yang terbagi ke dalam berbagai sub Suku Melayu termasuk Indonesia.
Coto Mangkasara' bisa dicicipi hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 5.000-Rp 10.000 per mangkuknya. Kebiasaan para pelanggan disaat berkunjung ke warung Coto Mangkasara'. Telah membekali dompetnya dengan puluhan ribu rupiah. Betapa tidak, selain coto tentu tertarik untuk menikmati ketupat minimal 2 buah. Bahkan tak jarang menikmati pula Kacang Tanah yang dikemas dalam plastik kecil untuk menambah cita rasa Coto Manngkasara'.
Minimal ada 3 pilihan menu Coto Mangkasara'
1. ISI berupa daging secara keseluruhan atau isi selain sumsum dan otak
2. OTAK-OTAK berupa sumsum dan otak
3. CAMPUR berupa perpaduan ISI dan OTAK-OTAK
Coto Mangkasara' itu sendiri dikenal dalam minimal 2 jenis yakni daging sapi dan daging kuda. Tertarik untuk menikmatinya, silakan datangi warung terdekat di kota Anda. Pesan menu pilihannya kemudian duduk bersama pelanggan lainnya. Di meja telah disediakan Kecap, Cuka, Irisan Jeruk Nipis, Garam Halus ber-Iodium, Sambal, Tusuk Gigi dan Tisu.
Tapi jangan tertipu dengan Tusuk Gigi yang terbuat dari bambu tersebut. Sebab ada cerita menarik yang mengisahkan bahwa seseorang menganggap Tusuk Gigi merupakan makanan penutup sehabis makan Coto Mangkasara'.
5 besar lokasi warung Coto Mangkasara' di Bonthain :
1. Jl. Nenas (Area Pasar Lama)
2. Kompleks Pasar Sentral
3. Jl. Raya Lanto
4. Jl. Mangga
5. Kompleks Pasar Banyorang
Coto Mangkasara' alias Coto Makassar or Soto Makassar. Makanan ini amat laku dan menjadi icon bagi masyarakat Makassar. Hampir di sepanjang jalan terdapat warung-warung yang menyajikan Coto Mangkasara'. Sebagian besar warung hanya menyajikan Coto Mangkasara'. Sementara sebagian kecil lagi menyajikannya bersama dengan hidangan lain yang menjadi khas Makassar maupun makanan umum lainnya.
Jelas terpampang di depan tiap warung sebuah spanduk bertuliskan COTO MANGKASARA'. Coto Mangkasara' berarti Soto atau Sup yang berisikan daging yang telah dicincang sedemikian rupa. Daging tersebut dituang ke dalam mangkuk kecil bersama sup yang telah diberi bumbu khas Makassar.
Untuk menikmatinya, coto dapat dimakan bersama dengan Ketupat atau pun Lontong dan Burasa. Namun, pada dasarnya teman dari coto adalah ketupat. Ketupat sendiri, telah menjadi makanan khas bagi masyarakat Indonesia dan bangsa Melayu secara keseluruhan yang terbagi ke dalam berbagai sub Suku Melayu termasuk Indonesia.
Coto Mangkasara' bisa dicicipi hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 5.000-Rp 10.000 per mangkuknya. Kebiasaan para pelanggan disaat berkunjung ke warung Coto Mangkasara'. Telah membekali dompetnya dengan puluhan ribu rupiah. Betapa tidak, selain coto tentu tertarik untuk menikmati ketupat minimal 2 buah. Bahkan tak jarang menikmati pula Kacang Tanah yang dikemas dalam plastik kecil untuk menambah cita rasa Coto Manngkasara'.
Minimal ada 3 pilihan menu Coto Mangkasara'
1. ISI berupa daging secara keseluruhan atau isi selain sumsum dan otak
2. OTAK-OTAK berupa sumsum dan otak
3. CAMPUR berupa perpaduan ISI dan OTAK-OTAK
Coto Mangkasara' itu sendiri dikenal dalam minimal 2 jenis yakni daging sapi dan daging kuda. Tertarik untuk menikmatinya, silakan datangi warung terdekat di kota Anda. Pesan menu pilihannya kemudian duduk bersama pelanggan lainnya. Di meja telah disediakan Kecap, Cuka, Irisan Jeruk Nipis, Garam Halus ber-Iodium, Sambal, Tusuk Gigi dan Tisu.
Tapi jangan tertipu dengan Tusuk Gigi yang terbuat dari bambu tersebut. Sebab ada cerita menarik yang mengisahkan bahwa seseorang menganggap Tusuk Gigi merupakan makanan penutup sehabis makan Coto Mangkasara'.
5 besar lokasi warung Coto Mangkasara' di Bonthain :
1. Jl. Nenas (Area Pasar Lama)
2. Kompleks Pasar Sentral
3. Jl. Raya Lanto
4. Jl. Mangga
5. Kompleks Pasar Banyorang
Strawberry in Muntea
Tuesday, February 16, 2010Bonthain sering disebut-sebut sebagai kota MALANG atau pun BOGOR di bagian Timur. Melewati LOKA CAMP di Kampung Loka, wisatawan dapat mengunjungi Muntea. Kawasan Transmigrasi yang terletak di Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere. Dari kota Bonthain, dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam dengan jarak tempuh sejauh ± 21 Km. Tidak sulit untuk mencapai daerah tersebut. Infrastruktur jalan yang telah di Hotmix, memudahkan perjalanan. Dengan mengendarai Black Motor Community (roda 2) atau Black Car Community (roda 4), bakalan dinikmati pemandangan alam nan indah di saat melewati jalan berkelok-kelok disertai tikungan yang tajam dan curam. Miriplah kota Malang dan Bogor di bagian Barat Indonesia.
Apa yang menarik dikunjungi di Muntea. Areal perkebunan Strawberry menghampar luas diselimuti kabut tipis menjadi obyek yang patut dikunjungi. Perkebunan dikelola langsung para petani yang bermukim di kawasan tersebut. Pengunjung yang berminat menikmati buah strawberry dapat berkeliling di areal kebun masing-masing petani.
Penataannya diatur sedemikian rupa dengan model bedengan. Di atasnya berjejer gundukan tanah yang dikemas dalam karung. Pada wadah inilah, benih strawberry bercokol hingga siap panen. Untuk dapat menikmati keindahan di kebun tersebut, pengunjung dibebankan biaya retribusi sebesar Rp 5.000/orang. Dan bila berminat menjadikannya sebagai oleh-oleh agar bisa dinikmati keluarga di rumah, mesti merogoh kocek sebesar Rp 10.000/Kg.
Tak hanya strawberry yang diandalkan. Keindahan alam yang ditawarkan, menjadi nilai tersendiri khususnya bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati kesejukan alam Muntea. Cuaca yang realtif dingin setiap saat secara tidak langsung mewajibkan kita untuk terus aktif. Betapa tidak, dengan bergerak lebih sering akan memerlancar peredaran darah. Sementara yang hanya duduk terdiam dalam waktu yang lama, dapat mengakibatkan peredaran darah tidak lancar dan bahkan menjadi beku seketika. Hal ini amat dipengaruhi suhu udara yang tidak lazim bagi tubuh penduduk Indonesia. Suhu udara bisa mencapai 3°-5° C. Begitu lembab, sehingga mengharuskan para wisatawan untuk menyiapkan Sweater dan Sleeping Bag (SB) sebelum berkunjung kesana.
Rekan-rekan berminat kesana.....? Seperti ini Alurnya................................
1. Wisatawan Mancanegara maupun Lokal di luar Makassar, visit Indonesia melalui Bandara Hasanuddin atau pun Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar
2. Dari Makassar menuju Bantaeng sejauh ± 120 Km ditempuh dalam waktu ± 2 jam perjalanan
3. Dari kota Bonthain menuju arah Utara sejauh ± 21 Km dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam perjalanan
Butuh info lebih lanjut, hubungi Black Community and Black In News of Bonthain
Apa yang menarik dikunjungi di Muntea. Areal perkebunan Strawberry menghampar luas diselimuti kabut tipis menjadi obyek yang patut dikunjungi. Perkebunan dikelola langsung para petani yang bermukim di kawasan tersebut. Pengunjung yang berminat menikmati buah strawberry dapat berkeliling di areal kebun masing-masing petani.
Penataannya diatur sedemikian rupa dengan model bedengan. Di atasnya berjejer gundukan tanah yang dikemas dalam karung. Pada wadah inilah, benih strawberry bercokol hingga siap panen. Untuk dapat menikmati keindahan di kebun tersebut, pengunjung dibebankan biaya retribusi sebesar Rp 5.000/orang. Dan bila berminat menjadikannya sebagai oleh-oleh agar bisa dinikmati keluarga di rumah, mesti merogoh kocek sebesar Rp 10.000/Kg.
Tak hanya strawberry yang diandalkan. Keindahan alam yang ditawarkan, menjadi nilai tersendiri khususnya bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati kesejukan alam Muntea. Cuaca yang realtif dingin setiap saat secara tidak langsung mewajibkan kita untuk terus aktif. Betapa tidak, dengan bergerak lebih sering akan memerlancar peredaran darah. Sementara yang hanya duduk terdiam dalam waktu yang lama, dapat mengakibatkan peredaran darah tidak lancar dan bahkan menjadi beku seketika. Hal ini amat dipengaruhi suhu udara yang tidak lazim bagi tubuh penduduk Indonesia. Suhu udara bisa mencapai 3°-5° C. Begitu lembab, sehingga mengharuskan para wisatawan untuk menyiapkan Sweater dan Sleeping Bag (SB) sebelum berkunjung kesana.
Rekan-rekan berminat kesana.....? Seperti ini Alurnya................................
1. Wisatawan Mancanegara maupun Lokal di luar Makassar, visit Indonesia melalui Bandara Hasanuddin atau pun Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar
2. Dari Makassar menuju Bantaeng sejauh ± 120 Km ditempuh dalam waktu ± 2 jam perjalanan
3. Dari kota Bonthain menuju arah Utara sejauh ± 21 Km dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam perjalanan
Butuh info lebih lanjut, hubungi Black Community and Black In News of Bonthain
SEPEDA without Motor
Monday, February 15, 2010Rutinitas penghuni Bonthain di kala sore setiap harinya terbilang beragam dan cukup unik. Salah satunya adalah dengan mengendarai kendaraan sejenis Black Motor Community alias SEPEDA tanpa tenaga motor. Sepeda digerakkan dengan bantuan kaki pengendara yang mengayuh dan menggerakkan kedua roda pada sepeda. Sehingga dengannya pengendara dapat berkeliling menyusuri tiap sudut kota Bonthain. Bersepeda telah menjadi kebiasaan masyarakat Bonthain.
Dimulai sekitar pukul 16.00 Waktu Bonthain, Black Community sepeda mulai terlihat di sepanjang ruas jalan Butta Toa. Berbagai merek, model, tipe dan warna sepeda yang lalu lalang. Harganya pun beragam, mulai harga 3 jutaan, 5 jutaan hingga 30 jutaan ke atas. namun bukanlah hal penting dari harga yang tercap pada sepeda tersebut. Yang terpenting adalah membiasakan bersepeda sebagai pengganti mengendarai Black Car Community dan Black Motor Community.
Rute yang ditempuh beragam pula, ada yang mengambil rute Bantaeng menuju Bulukumba. Ada pula yang mengambil rute Bantaeng menuju Jeneponto. Selebihnya mengambil rute dalam kota saja. Tiap rute tentu saja memiliki ciri khas tersendiri. Trek yang dilalui bisa menanjak dan seketika menurun tajam. Sebagai bonus, trek lurus dan mendatar menjadi bagian ternyaman dari semua trek yang ada. Khususnya bagi pemula maupun orang tua yang hanya mengandalkan sedikit tenaganya dan lebih memfokuskan pada olah raga semata.
Selain menjadikan kegiatan ini sebagai olah raga saja, beberapa Black Community SEPEDA yang ada justru menjadikannya sebagai ajang wisata. Dibuatlah agenda tertentu dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pada kesempatan yang lainnya, trek diubah dan mengunjungi lokasi lainnya yang lebih menantang. Misalnya menuju dan dari Loka, sebuah kampung yang berada pada ketinggian ± 1.070 m dpl.
Dari Kampung Loka menuju kota Bonthain, dibutuhkan ekstra kehati-hatian. Mengingat sebagian besar terdiri dari trek menurun yang curam dan tajam. Biasanya trek ini dilalui Autoblackthrough yang sudah berpengalaman. Sekaligus menjadi ajang uji coba, sehingga pada saatnya nanti, mereka telah siap untuk ikut maju pada tiap event SEPEDA yang diselenggarakan.
Seperti diuraikan Black Community and Black In News of Bonthain, bahwa kegiatan ber-SEPEDA di Bonthain telah menjadi agenda pokok tiap sorenya. Dari sekedar olah raga maupun untuk ajang latihan sebelum tanding.
Adapun pertandingan/kompetisi sering diadakan, baik oleh pihak Pemerintah maupun pihak swasta. Seperti yang berlangsung sekitar sebulan yang lalu. Diadakan kompetisi Sepeda dari Makassar menuju Bantaeng yang berjarak 120 Km. Kompetisi sebelumnya lagi bahkan lebih besar. Sepeda Jelajah Nusantara Seri IX, ajang bersepeda menjelajahi kota-kota di Indonesia. Bantaeng pada tahun 2009 yang lalu menjadi salah satu lokasi yang dilewati. Acara yang dikemas bernuansa wisata ini dilaksanakan pihak Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), B Global Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).
Acara tersebut merupakan rangkaian acara sebelumnya pada Seri VIII (Delapan) yang dilaksanakan oleh Trans 7 di Atambua. Dan pada bulan Oktober 2009 dilaksanakan kembali oleh Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), Bglobal Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).
Dimulai sekitar pukul 16.00 Waktu Bonthain, Black Community sepeda mulai terlihat di sepanjang ruas jalan Butta Toa. Berbagai merek, model, tipe dan warna sepeda yang lalu lalang. Harganya pun beragam, mulai harga 3 jutaan, 5 jutaan hingga 30 jutaan ke atas. namun bukanlah hal penting dari harga yang tercap pada sepeda tersebut. Yang terpenting adalah membiasakan bersepeda sebagai pengganti mengendarai Black Car Community dan Black Motor Community.
Rute yang ditempuh beragam pula, ada yang mengambil rute Bantaeng menuju Bulukumba. Ada pula yang mengambil rute Bantaeng menuju Jeneponto. Selebihnya mengambil rute dalam kota saja. Tiap rute tentu saja memiliki ciri khas tersendiri. Trek yang dilalui bisa menanjak dan seketika menurun tajam. Sebagai bonus, trek lurus dan mendatar menjadi bagian ternyaman dari semua trek yang ada. Khususnya bagi pemula maupun orang tua yang hanya mengandalkan sedikit tenaganya dan lebih memfokuskan pada olah raga semata.
Selain menjadikan kegiatan ini sebagai olah raga saja, beberapa Black Community SEPEDA yang ada justru menjadikannya sebagai ajang wisata. Dibuatlah agenda tertentu dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pada kesempatan yang lainnya, trek diubah dan mengunjungi lokasi lainnya yang lebih menantang. Misalnya menuju dan dari Loka, sebuah kampung yang berada pada ketinggian ± 1.070 m dpl.
Dari Kampung Loka menuju kota Bonthain, dibutuhkan ekstra kehati-hatian. Mengingat sebagian besar terdiri dari trek menurun yang curam dan tajam. Biasanya trek ini dilalui Autoblackthrough yang sudah berpengalaman. Sekaligus menjadi ajang uji coba, sehingga pada saatnya nanti, mereka telah siap untuk ikut maju pada tiap event SEPEDA yang diselenggarakan.
Seperti diuraikan Black Community and Black In News of Bonthain, bahwa kegiatan ber-SEPEDA di Bonthain telah menjadi agenda pokok tiap sorenya. Dari sekedar olah raga maupun untuk ajang latihan sebelum tanding.
Adapun pertandingan/kompetisi sering diadakan, baik oleh pihak Pemerintah maupun pihak swasta. Seperti yang berlangsung sekitar sebulan yang lalu. Diadakan kompetisi Sepeda dari Makassar menuju Bantaeng yang berjarak 120 Km. Kompetisi sebelumnya lagi bahkan lebih besar. Sepeda Jelajah Nusantara Seri IX, ajang bersepeda menjelajahi kota-kota di Indonesia. Bantaeng pada tahun 2009 yang lalu menjadi salah satu lokasi yang dilewati. Acara yang dikemas bernuansa wisata ini dilaksanakan pihak Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), B Global Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).
Acara tersebut merupakan rangkaian acara sebelumnya pada Seri VIII (Delapan) yang dilaksanakan oleh Trans 7 di Atambua. Dan pada bulan Oktober 2009 dilaksanakan kembali oleh Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), Bglobal Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).
Loka Camp (Resort & Outbound)
Wednesday, February 10, 2010Mengunjungi Bonthain yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh 120 Km arah selatan Kota DAENG, tak lengkap jika tidak berkunjung ke LOKA CAMP. Sebuah lokasi wisata alam bebas yang kini tren di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas. Loka Camp merupakan lokasi wisata alam bebas PERTAMA di Sulawesi Selatan. Bahkan lebih besar lagi, sesuai data tertulis yang dijadikan acuan Black Community and Black In News of Bonthain, Loka Camp menjadi yang pertama berkiprah di kawasan Indonesia Timur yang memulai debutnya sejak tahun 2000 silam.
Loka Camp menerapkan sebuah konsep KEGIATAN di ALAM BEBAS yang dilakukan dalam suasana NON FORMIL dan menggabungkan beberapa unsur di dalamnya, yakni :
1. PENGEMBANGAN DIRI
2. REKREASI
3. OLAH RAGA
Secara umum LOKA CAMP didirikan dengan tujuan untuk menggali dan meningkatkan POTENSI DIRI berupa :
1. KEPEMIMPINAN (Leadership)
2. KERJASAMA TIM (Team Work)
a. KEPERCAYAAN DIRI (Self Confidence)
b. KEMAMPUAN KOMUNIKASI (Communication Skill)
3. KEMAMPUAN BERTAHAN HIDUP DALAM SITUASI SULIT (Survival)
Untuk Autoblackthrough goes to campus LOKA CAMP, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik Black Motor Community (roda 2) maupun Black Car Community (roda 4) dengan jarak tempuh 120 Km dari arah Makassar menuju Bantaeng. Selanjutnya dari kota Bantaeng menuju LOKA dapat ditempuh dengan jarak 18 Km selama ± 30 menit perjalanan.
Wisata Alam Bebas LOKA CAMP menyediakan fasilitas berupa
RESORT dan OUTBOUND atau lazim dikenal dengan sebutan ROPE COURSE
Fasilitas RESORT berupa gedung penginapan bernuansa alam. Pengunjung dapat pula menggunakan tenda-tenda Dome sebagai pengganti gedung serba mewah yang sudah lazim digunakan di kota.
Sementara untuk fitur Outbound...
LOKA CAMP menggerakkan Baling-baling Adventure Team (BAT) sebagai Field Crew dalam mengarahkan para pengunjung menggunakan fasilitas ROPE COURSE yang disediakan.
ROPE COURSE and GAMES terdiri dari :
1. ICE BREAKING terdiri dari :
>Memecahkan suasana beku antara Peserta atau Peserta dengan Instruktur
2. HIGH ELEMENT terdiri dari :
>Mengalahkan rasa takut
>Menumbuhkan sikap berani mengambil keputusan
>Tidak takut GAGAL
3. FUN GAME terdiri dari :
>Membangun Kemampuan Komunikasi
>Menumbuhkan rasa saling PERCAYA
>Menumbuhkan Orientasi TARGET
4. ADVENTURE terdiri dari :
>Menumbuhkan sikap MANDIRI
>Menumbuhkan kemampuan beradaptasi terhadap LINGKUNGAN BARU
>Menumbuhkan keberanian menghadapi TANTANGAN
>Melatih hidup dalam situasi SULIT
Loka Camp menerapkan sebuah konsep KEGIATAN di ALAM BEBAS yang dilakukan dalam suasana NON FORMIL dan menggabungkan beberapa unsur di dalamnya, yakni :
1. PENGEMBANGAN DIRI
2. REKREASI
3. OLAH RAGA
Secara umum LOKA CAMP didirikan dengan tujuan untuk menggali dan meningkatkan POTENSI DIRI berupa :
1. KEPEMIMPINAN (Leadership)
2. KERJASAMA TIM (Team Work)
a. KEPERCAYAAN DIRI (Self Confidence)
b. KEMAMPUAN KOMUNIKASI (Communication Skill)
3. KEMAMPUAN BERTAHAN HIDUP DALAM SITUASI SULIT (Survival)
Untuk Autoblackthrough goes to campus LOKA CAMP, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik Black Motor Community (roda 2) maupun Black Car Community (roda 4) dengan jarak tempuh 120 Km dari arah Makassar menuju Bantaeng. Selanjutnya dari kota Bantaeng menuju LOKA dapat ditempuh dengan jarak 18 Km selama ± 30 menit perjalanan.
RESORT dan OUTBOUND atau lazim dikenal dengan sebutan ROPE COURSE
Fasilitas RESORT berupa gedung penginapan bernuansa alam. Pengunjung dapat pula menggunakan tenda-tenda Dome sebagai pengganti gedung serba mewah yang sudah lazim digunakan di kota.
Sementara untuk fitur Outbound...
LOKA CAMP menggerakkan Baling-baling Adventure Team (BAT) sebagai Field Crew dalam mengarahkan para pengunjung menggunakan fasilitas ROPE COURSE yang disediakan.
ROPE COURSE and GAMES terdiri dari :
1. ICE BREAKING terdiri dari :
- OH, MY B’DAYEFEK/MANFAAT/TUJUAN :
- YOURT CIRCLE
- GROUP JUGGLING
- ENJOY YOUR PUZZLE
- YEL-YEL
- A TO Z -------- 7 UP
- POISON SNAKE
>Memecahkan suasana beku antara Peserta atau Peserta dengan Instruktur
2. HIGH ELEMENT terdiri dari :
- FLYING FOXEFEK/MANFAAT/TUJUAN :
- HEEBIE JEEBIE
- REACH D’ STAR
- CAT WALK
- SKY NET
- TOP BRIDGE
- BURMA BRIDGE
- PAMPER POLE
>Mengalahkan rasa takut
>Menumbuhkan sikap berani mengambil keputusan
>Tidak takut GAGAL
3. FUN GAME terdiri dari :
- SATELLITEEFEK/MANFAAT/TUJUAN :
- WAR ROPE 4
- SPEEDY ROPE BODY
- ROPE BALL
- FILL IT !
- LONGGEST BRIDGE
- TROLLEY
- CARROT BALL
- HOG CALL
>Membangun Kemampuan Komunikasi
>Menumbuhkan rasa saling PERCAYA
>Menumbuhkan Orientasi TARGET
4. ADVENTURE terdiri dari :
- CAMPINGEFEK/MANFAAT/TUJUAN :
- HIKING
- ORIENTEERING
- TRACKING
- RAPPELING
- CLIMBING
- PAINT BALL
- RAFTING
- SURVIVAL
>Menumbuhkan sikap MANDIRI
>Menumbuhkan kemampuan beradaptasi terhadap LINGKUNGAN BARU
>Menumbuhkan keberanian menghadapi TANTANGAN
>Melatih hidup dalam situasi SULIT
Sekretariat
LOKA CAMP
(Resort & Outbound)
Bonthain-South Sulawesi
Ir. Arfan Doktrin (Manager)
Baling-baling Restaurant & Cafe
Jl. Raya Lanto No. 1 Bantaeng
+62413-23108
+6241323109
+6285255888828
http://lokacamp.blogspot.com/
http://www.facebook.com/group.php?gid=100976918287
loka.camp@yahoo.co.id
Marketing
Jl. Kumala II No. 2 Makassar
Publish
Ambae.exe
(Computer Application, Maintenance and Supplies)
Jl. T. A. Gani IV Lr. 4 No. 12 Bantaeng
http://ambaeexe.blogspot.com/
MAIN CAMP
Kampung Loka
Desa Bonto Marannu
Kecamatan Ulu Ere
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Republik Indonesia
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor




