Showing posts with label Wisatawan. Show all posts
Showing posts with label Wisatawan. Show all posts
Masjid penunjang Kawasan Agrowisata
Monday, April 12, 2010Kawasan Agrowisata Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng segera memiliki Masjid yang lebih representatif. Masjid ini diperuntukkan guna menunjang kehadiran wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Rencana kehadiran masjid tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid berlantai dua di Bangkeng Bonto, Desa Bonto Lojong yang dilakukan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Pengusaha SulSel (H. Saharuddin dan Thiawudi Wikarso).
Pembangunan masjid di atas tanah seluas 12 X 15 Meter tersebut diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar ± Rp 300-an juta. H. Tahir dari panitia masjid memperoleh dana swadaya masyarakat sebesar Rp 30 juta dalam mengawali pembangunan masjid dimaksud. Bupati Bantaeng bersama para tokoh pengusaha pun memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta. Sehingga total dana awal pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 60 juta. Sisanya masih diharapkan bantuan dari masyarakat Bangkeng Bonto dan lainnya. Ia berharap, kehadiran masjid ini dapat menunjang program Pemda untuk menjadikan Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan Agrowisata, urainya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan tersebut berharap, pembangunan fasilitas ibadah ini dapat diselesaikan sesuai rencana agar segera dapat digunakan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk membantu penyelesaiannya, tandasnya. Ia kemudian menyambut baik keikhlasan panitia yang peduli terhadap pentingnya fasilitas ibadah dalam menyambut kedatangan wisatawan ke kawasan Agrowisata ini. Masih menurut Bupati, Bonthain yang memiliki tiga klaster (Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi/Pegunungan) memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Kawasan pantai dimanfaatkan untuk pengembangan rumput laut. Sementara dataran rendah untuk pengembangan pertanian, khususnya padi yang sudah berhasil menangkar 20 varietas termasuk hybrid. Hasil pertanian tersebut diharapkan membawa Bonthain menjadi kabupaten benih berbasis teknologi untuk mensuplai daerah sekitar dan SulSel pada umumnya. Sedangkan pada dataran tinggi dikembangkan tanaman produktif yang banyak disukai masyarakat seperti strawberry dan apel. Khusus apel diharapkan sudah bisa dinikmati pada 2011, urainya. Selain kedua komoditi itu, kecamatan berjarak 30 kilometer dari Kota Bantaeng ini juga mengembangkan bunga potong krissan.
Pengembangan bunga tersebut selain untuk menunjang kunjungan yang akan memenuhi Bonto Lojong, juga diharapkan dapat mensuplai kebutuhan bunga Kota Makassar. Bahkan, untuk jangka panjang komoditi bunga tersebut juga diharapkan bisa diekspor ke mancanegara. Selama ini Bonthain sudah mengekspor hasil perikanan dalam bentuk Surimi beku yang dilakukan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII) ke Jepang. Selain itu, Perusahaan Daerah Baji Minasa juga mengekspor biji kapuk ke Korea. Dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama, PT. GSII juga akan mengekspor talas ke Jepang dan akan segera disusul ekspor jagung ke Korea serta ekspor tapioka ke China dan gula aren ke Malaysia, urainya.
Pembangunan masjid di atas tanah seluas 12 X 15 Meter tersebut diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar ± Rp 300-an juta. H. Tahir dari panitia masjid memperoleh dana swadaya masyarakat sebesar Rp 30 juta dalam mengawali pembangunan masjid dimaksud. Bupati Bantaeng bersama para tokoh pengusaha pun memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta. Sehingga total dana awal pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 60 juta. Sisanya masih diharapkan bantuan dari masyarakat Bangkeng Bonto dan lainnya. Ia berharap, kehadiran masjid ini dapat menunjang program Pemda untuk menjadikan Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan Agrowisata, urainya.
Bupati Bantaeng pada kesempatan tersebut berharap, pembangunan fasilitas ibadah ini dapat diselesaikan sesuai rencana agar segera dapat digunakan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk membantu penyelesaiannya, tandasnya. Ia kemudian menyambut baik keikhlasan panitia yang peduli terhadap pentingnya fasilitas ibadah dalam menyambut kedatangan wisatawan ke kawasan Agrowisata ini. Masih menurut Bupati, Bonthain yang memiliki tiga klaster (Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi/Pegunungan) memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Kawasan pantai dimanfaatkan untuk pengembangan rumput laut. Sementara dataran rendah untuk pengembangan pertanian, khususnya padi yang sudah berhasil menangkar 20 varietas termasuk hybrid. Hasil pertanian tersebut diharapkan membawa Bonthain menjadi kabupaten benih berbasis teknologi untuk mensuplai daerah sekitar dan SulSel pada umumnya. Sedangkan pada dataran tinggi dikembangkan tanaman produktif yang banyak disukai masyarakat seperti strawberry dan apel. Khusus apel diharapkan sudah bisa dinikmati pada 2011, urainya. Selain kedua komoditi itu, kecamatan berjarak 30 kilometer dari Kota Bantaeng ini juga mengembangkan bunga potong krissan.
Pengembangan bunga tersebut selain untuk menunjang kunjungan yang akan memenuhi Bonto Lojong, juga diharapkan dapat mensuplai kebutuhan bunga Kota Makassar. Bahkan, untuk jangka panjang komoditi bunga tersebut juga diharapkan bisa diekspor ke mancanegara. Selama ini Bonthain sudah mengekspor hasil perikanan dalam bentuk Surimi beku yang dilakukan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII) ke Jepang. Selain itu, Perusahaan Daerah Baji Minasa juga mengekspor biji kapuk ke Korea. Dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama, PT. GSII juga akan mengekspor talas ke Jepang dan akan segera disusul ekspor jagung ke Korea serta ekspor tapioka ke China dan gula aren ke Malaysia, urainya.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor