blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Bulukumba. Show all posts
Showing posts with label Bulukumba. Show all posts

Silaturahmi dan Keamanan Properti yang Ditinggalkan

Monday, July 20, 2015
FORIMBA Berbagi Takjil
Kebakaran terjadi di Kampung Tala-tala, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng pasca lebaran. Dimana berselang sehari sebelumnya berlangsung pelaksanaan Shalat Ied. Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 14:00 Wita (18/07). Dari kejadian tersebut, sebuah rumah milik Ny. Inda Sari habis dilalap si jago merah.

Beruntung, laporan yang masuk di Markas Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng segera direspon menuju TKP. Satgas Damkar bersama Tim Medis segera menuju TKP. Alhasil telah dipadamkan apinya oleh Satgas Pemadam Kebakaran Bantaeng sekitar 30 menit kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pemilik rumah yang biasa disapa Dg. Inda' (70) merupakan Pensiunan Dinas PU Kabupaten Bulukumba. Saat itu, dirinya tidak berada di TKP. Sehingga saat kebakaran berlangsung tidak mengetahui kejadian dimaksud hingga api dipadamkan.

Oleh tetangganya diperkirakan masih berada di Kabupaten Bulukumba dalam rangkaian Silaturahmi Idul Fitri 1436 H. Pihak keluarga yang ditinggal berusaha menghubungi. Demikian halnya para tetangganya mencoba dengan segala cara, namun tidak berhasil.

Dalam hal ini, nomor handphone pemilik maupun keluarga yang dikunjungi tidak diketahui, mengingat seluruh properti dan barang di dalam rumah habis dilalap si jago merah.

Keluarga pemilik yang ditinggal dan sedang berada di dalam rumah saat kejadian bernama Dani. Dari hasil wawancara crew AMBAE, dirinya mengaku baru saja LULUS SMP dan akan melanjutkan ke SMA Neg. 1 Bissappu, Kabupaten Bantaeng. "Saya baru mengikuti Ujian Masuk SMA dan sudah dinyatakan LULUS. Tahun ini akan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bissappu." tutur Dani.

Di rumah tersebut dirinya tinggal bersama neneknya yang berusia 70 tahun (Dg. Inda'), kedua tantenya (Anti, 29 dan Agustina, 45), paman (Rusli, 39) serta sepupu 2 kalinya masing-masing berusia 3 tahun dan 5 tahun. Sementara ibunya (Rosmawati) tinggal di Bulukumba dan Ayahnya (Ambo Marding) sedang mengadu nasib di Kota Jambi, Sumatera. Dari pengakuannya, Dani begitu sedih karena ayahnya telah pergi meninggalkan dirinya sejak masih dalam kandungan.

Menyikapi hal tersebut, pengguna Radio Amatir di daerah ini berusaha untuk meneruskan informasi dimaksud melalui radio 2 meter band. Termasuk para crew Pemadam Kebakaran yang menjadi bagian dari Organisasi Radio Amatir (ORARI) Lokal Bantaeng. Dengan harapan dapat segera diketahui oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, 2 rumah lainnya ikut terbakar dengan kondisi 10% - 20% kerusakan. Sesuai data yang dikumpulkan crew AMBAE, Dg. Buki (60, buruh bangunan) bersama isterinya (Dg. Tini) juga ikut terbakar rumahnya dan tidak sedang berada di lokasi saat kejadian. Sedangkan Dg. Ruma' yang ikut menyaksikan kebakaran harus pasrah melihat sebagian rumahnya terbakar. Isteri Dg. Ruma' (Dg. Satu') yang tiba 2 jam kemudian sentak histeris dan tidak mampu menahan kesedihan di hari kemenangan ini.

Menurut Dani, saat kejadian dirinya sedang tidur bersama temannya (Askar) yang kini duduk di Kelas 2 SMA. Api pertama kali terlihat di kamar tidur. Dimana dalam kamar tersebut terdapat colokan listrik, televisi dan bantal yang saling berdekatan. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih meneliti penyebab pasti kebakaran yang menimpa 3 rumah di siang hari yang cerah itu.

Pihak keluarga dan tetangga korban memohon kepada pihak yang berwenang agar dapat mengulurkan bantuannya. "Untuk sementara Dani dan keluarganya akan ditampung di rumah keluarga Askar. Kami juga harap mudah-mudahan Pemerintah bisa membantu mereka yang menjadi korban pak." harap para tetangganya.

Sebagai peringatan penting kepada semua masyarakat, termasuk pemudik dan calon pemudik untuk berhati-hati menjaga keamanan properti sebelum meninggalkannya. Berbagai bahaya mengancam seperti kebakaran, pencurian, pengrusakan dan sebagainya. Jika telah dilakukan langkah antisipasi, lalu kemudian tetap terjadi maka selayaknya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.
Read Full 0 comments

Sosialisasi RASKIN 2011-Bonthain (part. 2)

Wednesday, April 20, 2011
Sosialisasi RASKIN 2011 Kab. Bantaeng (part. 2)-1
RASKIN merupakan Program Nasional yang diarahkan untuk menyasar masyarakat miskin di seluruh Indonesia. Program ini telah berlangsung sejak tahun 1999 sampai sekarang dengan tujuan menurunkan angka kemiskinan 10 % tiap tahunnya. Sehingga diharapkan beberapa tahun mendatang angka kemiskinan dapat ditekan hingga 0 %. Menurunnya angka kemiskinan seperti yang diharapkan tersebut dengan sendirinya akan mengurangi beban Pemerintah terhadap subsidi beras RASKIN yang saat ini mencapai 17.713 KK di Kabupaten Bantaeng.

Dalam hal penyaluran RASKIN di Kabupaten Bantaeng mengacu pada Data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng. Dalam hal ini BPS melakukan pendataan tiap tahunnya berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres). Ironisnya, data Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima Manfaat beras RASKIN tahun 2008 sampai tahun 2011 masih sama yakni sebesar 17.713 KK. Kepala Desa/Lurah, LPM, BPD dan lembaga di tiap Desa/Kelurahan menganggap bahwa data tersebut merupakan hasil COPY/PASTE. Hal senada disampaikan pula salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan menerbitkan hasil verifikasi lapangan terhadap penyaluran RASKIN di salah satu Desa/Kelurahan di Kabupaten Bantaeng.
  • Seberapa besar kebenaran data yang diterbitkan BPS?
  • Apakah ada data lain yang dapat dijadikan acuan dalam penyaluran RASKIN?
  • Mengapa BPS tidak melakukan pendataan secara up to date?
Beberapa pertanyaan di atas menjadi bagian utama permasalahan data RTS. Pihak BPS menyatakan bahwa data BPS merupakan satu-satunya data yang dijadikan acuan dalam penyaluran RASKIN saat ini. Bahkan data tersebut merupakan data utama yang seharusnya dipedomani setiap program yang terkait langsung dengan masyarakat, antara lain program Kemiskinan, Sensus Penduduk dan sebagainya. Selama ini BPS tetap berkoordinasi dengan pihak Kelurahan/Desa selama melakukan pendataan. Tim Pendata/Sensus amat paham dengan kondisi dalam wilayah bersangkutan karena direkomendasikan/diusulkan oleh pihak Kelurahan/Desa untuk selanjutnya dibekali pengetahuan metode pendataan oleh BPS.

Masih dengan masalah data, pihak BKBPP (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) Kabupaten Bantaeng juga mengeluarkan data serupa. Data dimaksud berupa data kependudukan dengan berbagai penggolongan di dalamnya termasuk data masyarakat miskin. Data tersebut disinyalir lebih valid dibandingkan data milik BPS. Kepala Desa/Lurah membenarkan hal ini, mengingat BKBPP Kab. Bantaeng memiliki tenaga teknis yang bertugas di tingkat Kelurahan/Desa. Sehingga up to date data terus dilakukan, misalnya terhadap orang yang meninggal dunia maupun yang baru lahir, berpindah domisili dan sebagainya.

Asisten Bidang Ekbang (Syamsul Suli, SE, MM) selaku Ketua Tim Koordinasi RASKIN Kabupaten Bantaeng mengharapkan kepada para Kepala Desa/Lurah sebagai pelaksana RASKIN di wilayah kerjanya masing-masing agar melaksanakan penyaluran RASKIN sesuai dengan Pedoman Umum (PEDUM) Penyaluran RASKIN Tahun 2011. Hal-hal penting yang harus diperhatikan antara lain :
  • Musyawarah tingkat Desa/Kelurahan dilaksanakan baik sebelum maupun selama proses penyaluran berlangsung, dengan harapan agar setiap masalah yang muncul dapat diselesaikan dan disepakati bersama. Musyawarah tersebut dilengkapi dengan Berita Acara Hasil Musyawarah dengan mengacu pada PEDUM Penyaluran RASKIN Tahun 2011.
  • Kartu RASKIN dibagikan kepada RTS sesuai yang tercantum dalam data BPS sebelum penyaluran beras RASKIN dilaksanakan.
  • Berita Acara, Kartu RASKIN dan format lainnya harus sesuai dengan PEDUM Penyaluran RASKIN Tahun 2011 sampai pada proses pertanggung jawaban.
  • Pembayaran beras RASKIN dilaksanakan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah beras RASKIN disalurkan kepada RTS. Dalam hal ini pihak BULOG/DOLOG berhak menunda penyaluran beras untuk bulan berikutnya bilamana pembayaran mengalami tunggakan. Perlu diketahui bersama bahwa penyaluran RASKIN Tahun 2011 menganut sistem pembayaran tunai oleh RTS dengan harga maksimum sebesar Rp 1.600,-/Kg.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 April 2011 bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng (Jl. A. Mannappiang No. 5 Bantaeng) ini, turut hadir Anggota Tim Koordinasi RASKIN Kabupaten Bantaeng yakni Pasi Intel Dandim 1420 Bantaeng (Darsono), Kabag. OPS Polres Bantaeng (Muh. Amir. T), Kasi Intel Kajari Bantaeng (A.Irfan) dan Kepala BPS Kab. Bantaeng selaku Koordinator Bidang Penyiapan Data Tim Koordinasi RASKIN Kabupaten Bantaeng (A. Bachtiar Karim). Narasumber tersebut menekankan kepada seluruh Kepala Desa/Lurah sebagai pelaksana langsung penyaluran RASKIN agar tetap mengacu pada PEDUM Penyaluran RASKIN Tahun 2011. Adapun data RTS akan diperbaharui setiap tahunnya oleh BPS dengan melakukan pendataan secara continue. A. irfan mengungkapkan bahwa Kejaksaan siap mengawal dan memberikan arahan-arahan kepada Kepala Desa/Lurah agar penyaluran RASKIN di Kabupaten Bantaeng tetap mengacu pada 6 T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Administrasi dan Tepat Kualitas).


Sosialisasi RASKIN 2011 Kab. Bantaeng (part. 2)-2

Sosialisasi RASKIN 2011 Kab. Bantaeng (part. 2)-3

Sosialisasi RASKIN 2011 Kab. Bantaeng (part. 2)-4

Sosialisasi RASKIN 2011 Kab. Bantaeng (part. 2)-5

Terkapar diamuk Massa-6


Read Full 2 comments

Current Price Developments

Sunday, September 5, 2010
Puasa Ramadhan kini telah melewati hari yang ke-26, lebaran ada di depan mata. Berdasarkan penanggalan Masehi, Hari Raya Idul Fitri 1431 H Insya Allah jatuh pada hari Jum'at tanggal 10 September 2010. Umat Islam di seluruh pelosok tanah air tinggal menunggu keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia perihal penetapan 1 Syawal 1431 H. Bertolak dari hal tersebut, puasa Ramadhan tersisa 5 hari lagi (H-5 lebaran).


Menjelang lebaran tahun ini, seperti biasanya kesibukan dimana-mana semakin nampak. Kesibukan paling nampak ditunjukkan kaum ibu rumah tangga dan cewek. Pasar, toko dan pusat perdagangan lainnya menjadi incaran mereka. Berbagai kebutuhan rumah tangga menjadi faktor utama kehadirannya disana. Di antaranya berupa kebutuhan akan Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Namun tidak sampai disitu saja, kebutuhan lainnya pun ikut menyertai. Semarak lebaran yang dinanti telah menyatu di hati umat Islam sejak lama.

Baju baru, nuansa baru dan hari yang baru. Pada dasarnya, hakikat lebaran tidaklah mesti dengan baju baru atau pun segalanya harus baru. Fitrah berarti kembali menjadi baru layaknya bayi baru lahir dari rahim sang ibu. Tapi sekali lagi, suasana yang semarak di hari lebaran ikut terbantu dengan hadirnya hal-hal baru dalam kehidupan tiap individu. Persiapan demi persiapan pun segera disusun sedemikian rupa. Sejak pertengahan Puasa Ramadhan, pusat pertokoan kian ramai dikunjungi pelanggan yang ingin mendapatkan baju baru. Pasar tradisional hingga pasar moderen dikunjungi demi memenuhi kebutuhan dapur.

Fenomena ini terjadi hampir di seluruh pelosok tanah air termasuk di Bonthain. Dari pantauan Tim Bonthain, Pasar Sentral Bantaeng yang berlokasi di tengah kota Bonthain semakin ramai dan penuh sesak beberapa hari terakhir. Perubahan harga pun tak lepas dari perubahan jumlah pengunjung. Secara umum harga kebutuhan rumah tangga mengalami peningkatan signifikan. Bagi pembeli, harga yang tinggi terhadap barang yang dibutuhkan tetap akan dibelinya. Hal ini dimanfaatkan para penjual dengan menaikkan harga secara sepihak. Mentega misalnya, pada salah seorang penjual dipatok dengan harga Rp 13.000,-/Kg. Sementara di penjual lainnya dipatok seharga Rp 15.000,-/Kg. Kondisi tersebut amat merugikan pembeli, sedangkan penjual diuntungkan. Hal ini terjadi karena faktor kebutuhan yang mendesak. Semuanya menjadi primer, bahkan kebutuhan sekunder atau tersier pun akan berubah menjadi primer disaat mendesak sifatnya.

Kenaikan harga ini, patutlah diketahui masyarakat sebelum beranjak ke pasar. Dengan tujuan agar calon pembeli dapat mempersiapkan anggaran yang akan dibawanya ke pasar. Dalam hal ini management keuangan harus menjadi prioritas agar kelangsungan hidup rumah tangga tetap terjaga dan stabil. Kalau hal ini diabaikan, bisa saja kebutuhan akan barang tertentu tidak terpenuhi. Sementara barang lainnya melebihi batas maksimum dari yang dibutuhkan. Olehnya itu, Tim Bonthain yang bekerja sejak awal Puasa terus mengikuti perkembangan harga di Bonthain khususnya di Pasar Sentral Bantaeng. Berikut disajikan daftar beberapa bahan keperluan paling penting menjelang Lebaran.





Semoga Price List di atas dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya masyarakat Butta Toa (Bonthain). Termasuk masyarakat tetangga yakni Butta Turatea (Jeneponto) dan Butta Panrita Lopi (Bulukumba) yang sering berbelanja di Bonthain, mengingat jaraknya dapat ditempuh hanya dalam waktu ± 30 menit perjalanan.
Read Full 2 comments

Calon Kapolres Bonthain

Saturday, April 17, 2010
Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Bone (Kombes Syamsuddin Yunus) memperkenalkan calon Kapolres Bantaeng (AKBP Very Handoko). Very akan menggantikan AKBP Turman Siregar yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Pembinaan Karier Polda Sulsel. Menurut Syamsuddin, Very akan melakukan adaptasi, semacam magang sesuai aturan baru di tubuh Polri. Proses pemagangan berlangsung sebulan sehingga diharapkan pada 15 Mei 2010 sudah bisa dilantik, ujarnya pada perkenalan pejabat yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng.

Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), unsur Muspida dan pejabat Kepolisian Resort Bantaeng serta pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng. Menurut Kapolwil Bone, melalui pemagangan ini pejabat baru nantinya sudah mengetahui potensi wilayah kerjanya serta kondisi Sumber Daya Manusia yang akan dipimpin maupun struktur dan budaya masyarakat yang ada agar sewaktu-waktu dapat diantisipasi. Meski begitu, selama dalam proses ini, calon Kapolres BONTHAIN masih tetap berada di bawah kendali Kapolres lama hingga Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung, ujarnya.

Karena itu, ia berharap kerjasama dengan semua pihak, terutama Pemda agar pembangunan dapat berjalan lancar dan aman. Ini penting karena Kabupaten Bantaeng memiliki potensi dan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dipandang lebih dari kabupaten lainnya, terang Kombes Syamsuddin. Ini berkat kepemimpinan seorang intelektual yang juga usahawan yang memiliki jaringan pasar yang luas. Saya prediksi, ke depan Bonthain akan menjadi daerah tumpuan harapan daerah sekitarnya, termasuk kota Makassar yang semakin sempit.

Dibalik keberhasilan kepemimpinan Nurdin Abdullah, terdapat kekhawatiran untuk masa depan kabupaten berjuluk Butta Toa ini. Terutama bila tidak dipersiapkan kader yang akan melanjutkan kepemimpinan nantinya. Kami khawatir Bonthain tak menemukan pemimpin sekualitas Nurdin Abdullah. Bila itu terjadi, sia-sia program brilian serta komitmen yang sudah berjalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Kapolwil Bone. Ia kemudian berpesan kepada masyarakat Bantaeng agar membangun komitmen dan member kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan di daerah ini. Kitalah orang-orang Bantaeng yang harus membangun daerah ini. Jangan justru menjadi penghambat menuju proses peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, pintanya.

Jajaran Kepolisian dan aparat lainnya juga diminta memberi kontribusi terhadap pembangunan melalui pendekatan keamanan. Hal ini disebabkan pembangunan membutuhkan keamanan, tambah Kapolwil. Polwil Bone membawahi 9 kabupaten masing-masing Wajo, Soppeng, Bone, Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Bupati Bantaeng menyambut baik perhatian aparat Kepolisian selama ini. Jalinan kerja sama sudah terjalin dengan baik. Karena itu, ia berharap ke depan pejabat baru dapat meningkatkan hubungan kerja sama tersebut. Bupati pada kesempatan itu juga mengungkap potensi wilayahnya yang terdiri atas tiga klaster yakni pesisir pantai, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki potensi pengembangan.
Read Full 5 comments

Resi Gudang menjaga Stabilitas Harga

Friday, April 9, 2010
Pemerintah Kabupaten Bantaeng mempersiapkan strategi baru untuk mencegah jatuhnya harga pada saat panen berlangsung. Strategi tersebut diwujudkan dalam bentuk Resi Gudang. Dengan resi gudang yang akan dikeluarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerjasama dengan pihak Perbankan, harga bisa bertahan. Pada saat harga jatuh komoditi yang ada di gudang tetap disimpan. Kita keluarkan pada saat harga membaik, kata Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Komoditi yang rawan mengalami fluktuasi harga adalah jagung, beras, rumput laut dan beberapa jenis komoditi. Hal ini diungkapkan pada perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilakukan warga Pa’taneteang, Kecamatan Tompobulu yang dipusatkan di Masjid Nurut Thawalib Bungeng.

Komoditi itu, pada saat panen raya secara otomatis akan mengalami penurunan harga. Sedangkan komoditi baru berupa Talas cukup aman karena pasarnya cukup baik. Komoditi yang satu ini mampu menghasilkan 40 ton/Ha saat panen. Dengan harga Rp 5.000/Kg saja, petani talas akan menghasilkan Rp 200 juta sekali panen, tambah Nurdin Abdullah yang mengajak masyarakat untuk menggeluti tanaman berkhasiat anti kanker dan diabetes ini. Berapa pun produksi talas milik petani, semuanya akan diserap PT. Global Seafood International Indonesia (GSII), perusahaan yang akan mengolah talas menjadi komoditas ekspor ke Jepang, ujarnya.

Perusahaan kerja sama Jepang Indonesia itu membutuhkan talas 40 ton/hari untuk memenuhi pasar Negeri Sakura tersebut. Negara Matahari Terbit itu selama ini mendatangkan talas dari China dan beberapa negara lainnya. Meski begitu, berdasarkan hasil penelitian, ternyata talas Bantaeng lebih baik dibanding talas dari China maupun talas Jepang sendiri. Karena itu, ia berharap kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Ketiga komponen ini harus saling membantu agar pembangunan yang bertumpu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terus tumbuh, pinta Bupati. Ia kemudian mengemukakan pertumbuhan selama 1,7 bulan memimpin daerah berjuluk Butta Toa ini.

Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah industri sudah melakukan ekspor seperti PT. GSII yang sudah melakukan ekspor produk hasil perikanan dalam bentuk surimi (Bantaeng Surimi) ke Jepang. Perusahaan ini juga segera melakukan ekspor talas, juga ke negara yang pernah hancur pada perang dunia kedua tersebut. Sedangkan Perusahaan Daerah (Perusda) Baji Minasa sudah melakukan ekspor biji kapuk ke Korea. Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Perusahaan Milik Negara (BUMN) China juga akan membangun industri tapioka dan disusul BUMN Malaysia yang akan membangun industri cuka dari aren, terangnya.

Semua industri yang berpangkalan di Bantaeng, termasuk industri pengisian gas elpiji 3 Kg yang segera beroperasi, tentu menyerap tenaga kerja dan pada saatnya tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng. Menyinggung soal pemanfaatan lahan kering, khususnya di Layoa dan Pa’jukukang, Bupati Bantaeng mengatakan, akan segera dibangun Cekdam Batumassong. Pembangunan cekdam tersebut akan memanfaatkan 30% air Sungai Bialo. Sisanya akan dimanfaatkan oleh Kabupaten Bulukumba yang merupakan Kabupaten tetangga terdekat di bagian Timur Bonthain. Bila fasilitas ini berhasil dibangun, maka lahan kering di Layoa dan Pa’jukukang akan berubah menjadi lahan subur. Karena itu, ia berharap warga Pa’taneteang turut menjaga sumber air yang akan menghidupi ke dua desa yang selama ini selalu gagal panen, pintanya.
Read Full 1 comments

Launching RASKIN 2010

Saturday, March 6, 2010
Program Beras untuk Keluarga Miskin (RASKIN) Tahun 2010 di Bonthain diluncurkan hari ini. Launching dibuka Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) sekaligus melepas sejumlah kendaraan roda 4 yang mengangkut beras. Beras tersebut segera didistribusikan ke masing-masing Desa/Kelurahan pada 8 Kecamatan di Bonthain.

Tujuan Program ini yakni untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan/pokok dalam bentuk beras. Sasarannya adalah berkurangnya beban pengeluaran 17.713 KK Rumah Tangga Miskin di Bonthain berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, melalui pendistribusian beras bersubsidi sebanyak 13 Kg/KK/Bulan, untuk bulan Januari s/d Desember 2010 di titik distribusi.

Kepala Sub Divre PERUM BULOG Wilayah V Bulukumba menguraikan bahwa Subsidi Pemerintah terhadap beras diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di Indonesia pada umumnya. Beras yang dihargai Rp 4.000,- hingga Rp 6.000,-/Kg di pasaran, oleh masyarakat penerima RASKIN hanya dihargai sebesar Rp 1.600,-/Kg. Sehingga dengan subsidi tersebut, masyarakat dapat membelanjakan duitnya pada kebutuhan lainnya.



Mengingat tingkat kemiskinan yang masih terbilang tinggi di Indonesia, Pemerintah Sulawesi Selatan membuat sebuah kebijakan dalam rangka Mengurangi Angka Kemiskinan sebesar 10% per-tahun. Seluruh Kabupaten di Propinsi berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini, siap mewujudkan target tersebut. Sehingga nantinya tiap tahun akan terjadi penurunan jatah RASKIN untuk masing-masing daerah di SulSel.

Data Tim Raskin menyebutkan :
1. tahun 2008 quota beras sebanyak 3.039.755 Kg/KK/bln
2. tahun 2009 quota beras sebanyak 3.660.120 Kg/KK/bln
3. tahun 2010 quota beras sebanyak 2.763.228 Kg/KK/bln

4. jumlah RTM 2008 sebanyak 22.517 KK
5. jumlah RTM 2009 sebanyak 20.344 KK
6. jumlah RTM 2010 sebanyak 17.713 KK

7. jatah beras per-KK tahun 2008 sebanyak 15 Kg
8. jatah beras per-KK tahun 2009 sebanyak 15 Kg
9. jatah beras per-KK tahun 2010 sebanyak 13 Kg









Nah, bagaimana mengantisipasi terjadinya penyelewengan atau pun oknum nakal di lapangan. Tim Bonthain sempat mempertanyakan hal tersebut, Tim Raskin menyatakan bahwa telah dibentuk UNIT PENGADUAN MASYARAKAT. Unit ini bertugas menerima pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan Program RASKIN yang dilakukan oleh masing-masing instansi sesuai bidang tugasnya secara berjenjang. Maksud dari kata berjenjang dalam konteks kalimat sebelumnya bahwa masing-masing masalah yang muncul akan ditangani bagian tertentu. Permasalahan data akan ditangani pihak BPS dan masalah pendistribusian akan ditangani pihak BULOG. Sedangkan Pengaduan Masyarakat ini dipusatkan di Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bantaeng.

Harapan semua pihak agar ke depannya, kemiskinan dapat lebih ditekan. Sehingga kehidupan masyarakat lebih makmur dan berkecukupan.
Read Full 1 comments

Warung Bawakaraeng

Sunday, February 21, 2010
Siang yang cerah menyapa para Black Car Community dan Black Motor Community yang melewati jalan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba. Sekitar pukul 12.00 Waktu Bonthain, kendaraan besar yang terdiri dari mobil Bus beserta mobil kecil lainnya singgah di Warung Bawakaraeng. Kejadian ini terus berlangsung tiap harinya. Penumpang pada turun dari mobil dan segera masuk ke warung Bawakaraeng.

Warung ini amat dikenal, khususnya bagi bagi masyarakat Bantaeng dan masyarakat Bulukumba, Sinjai dan Selayar yang nota bene sering berkunjung untuk bersantap siang dan malam. Ada apa dengan penduduk Bulukumba, Sinjai dan Selayar..............???Apa hubungannya dengan Warung Bawakaraeng.

Bantaeng menjadi daerah yang dilewati kendaraan dari dan menuju ketiga kota tersebut. Posisi Bonthain amat strategis sebagai kota persinggahan bagi penumpang yang akan berkunjung ke Makassar maupun sebaliknya. Saking strategisnya, setiap mobil dari dan menuju kota tersebut menjadwalkan tempat singgahnya yakni di Bonthain. Saat Black Community and Black In News of Bonthain Blackinnovationawards goes to campus ke Warung Bawakaraeng, jalan poros dipadati puluhan bahkan ratusan kendaraan. Sehingga jalan yang menghubungkan daerah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan ini praktis berubah menjadi lautan Black Community dan menjadi macet.

Dari dulu fenomena ini menjadi lazim yang pada akhirnya menjadikan kota Bonthain amat dikenal oleh masyarakat disekitarnya. Bahkan Bonthain dihuni banyak Black Community, misalnya komunitas Selayar, Bulukumba, Sengkang, Sinjai, Pare-pare, Makassar, Jeneponto, Bone dan sebagainya. Tiap komunitas menempati daerah-daerah tertentu di Bonthain. Banyak kalangan berasumsi bahwa Bonthain sejak lama dijadikan daerah tujuan yang aman. Setelah berdiam lama di Bonthain, tak kurang dari mereka yang berkeluarga dengan orang Bonthain dan mendiami kota ini hingga sekarang.

Gambaran di atas mengisahkan bahwa keberadaan Warung Bawakaraeng bukanlah hal baru bagi pengunjung yang akan bersantap siang dan malam disana sebelum berangkat lagi menuju Makassar atau Selayar dan sekitarnya. Apa saja yang disajikan di warung tersebut...???Pilih menunya :
1. Sop Konro
2. Sop Kikil
3. Sop Saudara
4. Sop Ayam
5. Sop Paru
6. Bakso
7. Ayam Goreng
8. Ikan Bakar
9. Teh
10. Es Teh
11. Kopi
12. Teh Susu
13. Kopi Susu
14. Minuman Dingin
15. Aneka Jajanan/Cemilan
Read Full 3 comments

Kondisi Jalan Poros Makin Parah

Wednesday, January 27, 2010
Sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar dan daerah lainnya seperti Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Gowa, dan Bantaeng, rusak parah akibat curah hujan.

Data yang dihimpun Tribun, Senin (25/1), menyebutkan, sejumlah jalan utama di Kota Makassar berlubang seperti di Jl Adyaksa Baru, Jl AP Pettarani, Jl Abd Dg Sirua, Jl Baji Minasa, dan sebagian Cenderawasih.
Sementara di Maros kerusakan terjadi pada jalan poros Makassar-Pangkep yang menjadi akses utama trans Sulawesi menuju ke Luwu dan kawasan wisata Toraja.
Di arah selatan, jalur Makassar-Bulukumba juga tidak luput dari kerusakan, terutama pada jalan poros Gowa-Bulukumba dan Gowa-Malino.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief, mengatakan, pihaknya hanya menangani perbaikan, pemeliharaan, dan pembangunan akses jalan provinsi di Sulsel.
"Untuk itu (jalan rusak) harus diperjelas dulu posisinya. Kalau berbicara jalan ada tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota," kata Latief yang dikonfirmasi Tribun, kemarin.
Dia mengkaui, di musim hujan ini terdapat sejumlah ruas jalan provinsi juga mengalami kerusakan. Namun dia mengaku belum mengetahui persis rincian jalan yang mengalami kerusakan akibat pengaruh cuaca tersebut.
"Musim hujan biasa ada kerusakan dan itu pasti kita coba melakukan upaya penanganan," kata mantan Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ini.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muhammad Ansar juga membenarkan banyaknya ruas jalan yang rusak selama musim hujan.
Menurut Ansar, kondisi tersebut sudah menjadi tradisi tahunan di musim hujan. "Bukan cuma di Makassar tapi semua daerah juga mengalami hal serupa," kata Ansar.

Gowa
Belum tuntas pengerjaan perbaikan poros Sungguminasa-Malino, sejumlah titik kembali rusak akibat genangan air di musim hujan ini. Pengguna jalan poros ini mulai mengeluhkan kondisi jalan yang kembali parah.
Bahkan, beberapa titik terbentuk kubangan yang cukup dalam. Seperti di dekat IPA Somba Opu, Kelurahan Batangkaluku hingga Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu. Kerusakan di jalan ini membuat arus lalu lintas macet setiap saat.
Satu lajur rusak parah sehingga kendaraan hanya melalui satu lajur lainnya. Kendaraan melintas secara bergantian. Beberapa warga pengguna jalan menuding kerusakan itu diakibatkan aktivitas pencucian taksi setempat.
Mobil taksi itu dicuci di pinggir jalan setiap pagi sekitar pukul 07.00-08.00 wita. Air limbahnya mengalir membuat genangan di badan jalan karena tidak adanya saluran air di kawasan tersebut
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Sulsel Yusuf Genda mengakui jika jalan yang berada pada jalur provinsi di poros Batangkaluku-Tamarunang ini memang makin parah.
Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan apakah poros ini masuk dalam perencanaan pembangunan baru atau tidak. Yang jelas tahun 2010 ini lanjutnya, untuk pembangunan jalan di jalan poros Sungguminasa-Malino hanya sekitar enam kilometer dengan anggaran berkisar Rp 14,145 miliar.
Menurutnya, penutupan lubang parah jalanan tersebut, hanya sementara saja sambil menunggu apakah poros jalan sepanjang 100 meter itu masuk daftar perencanaan pembangunan atau tidak untuk tahun ini.
Selain di titik itu, kerusakan juga terjadi di Bili-bili, di Jl Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, dan beberapa jalan kabupaten.

Parepare
Di Parepare, beberapa ruas jalan protokol juga rusak berat. Kerusakan yang terlihat rata-rata berupa jalan aspal yang berlubang di sejumlah titik seperti di Jl Mattirotasi, yang selama ini banyak dilewati pengguna kendaraan bermotor mulai sepeda motor hingga truk dan bus-bus besar di malam hari.
Dari pantauan Tribun sejak akhir pekan lalu, terdapat puluhan kerusakan jalan berupa lubang di jalan aspal satu arah tersebut dengan berbagai ukuran dan kedalaman.
Selain banyak lubang yang cukup dalam dan beresiko bagi pengguna jalan, beberapa di antaranya juga terdapat lubang-lubang kecil akibat aspal jalan yang terkelupas disertai butiran kerikil di sekitarnya.
Saat malam hari, apalagi ketika lampu jalan padam, sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil banyak yang terperosok ke lubang-lubang jalan tersebut akibat tidak dapat melihat lubang di jalanan tersebut.
Begitu juga saat hujan, sejumlah lubang jalan di Jl Mattirotasi tertutup genangan air sehingga pengendara banyak yang ban kendaraannya terperosok.
Akhir pekan lalu, bahkan ada pengendara sepeda motor terpental lalu jatuh dari motornya saat ban motornya masuk dalam lubang yang cukup dalam di dekat Taman Bermain La Mario (bekas Komplek Pasar Seni).
Staf teknis bidang pemeliharaan jalan Dinas PU Parepare, Julius Upa, mengatakan, pihaknya berjanji segera memperbaiki dan menutupi jalan berlubang yang ada di wilayah Kota Parepare tersebut.
"Sementara kita akan lakukan survei dan pendataan dulu sambil menunggu curah hujan berkurang. Setelah itu, sekaligus akan kita perbaiki dengan menutup jalan yang berlubang tersebut sebagi bentuk pemeliharaan jalan," katanya.


Source : Tribun Timur
Read Full 7 comments

Data Base CPNS diubah Panitia Lokal

Tuesday, January 26, 2010
Image and video hosting by TinyPic
Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar akhirnya bersedia membuka data base peserta CPNS Bulukumba, Senin, 25 Januari. Data base ini dibuka menyusul adanya saling klaim
kelulusan dua pelamar CPNS Bulukumba pada formasi S1 Keperawatan, yakni Herlina dan Arniati.

Hal ini disebabkan karena panitia di Bulukumba mengubah nomor tes salah satu dari dua peserta ini. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar yang dikonfirmasi via telepon usai pertemuan dengan anggota DPRD Bulukumba di kampus Unhas, Senin 25 Januari.

Pertemuan yang diusulkan Komisi A DPRD Bulukumba ini diterima Rektor Unhas, Prof Idrus A Paturusi, Pembantu Rektor IV Dwia Aries Tina, tim CPNS Unhas Tajuddin Parenta dan Dr Hasrat Arief Saleh, serta Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar.

Sementara dari Bulukumba, hadir lima anggota DPRD Bulukumba masing-masing, Ketua Komisi A DPRD Andi Syahrir Sahib, Wakil Ketua Komisi A Amar Ma'ruf, anggota komisi A DPRD Bulukumba lainnya, Thamsyar Syam, dan Abd Rajab.

Selain anggota dewan juga hadir Kepala Inspektorat Bulukumba, R Krg Suginna serta Kepala BKDD Bulukumba, Andi Hartatiah. Dahlan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, berdasarkan data base yang dikirim tim seleksi CPNS Bulukumba ke Unhas, pemilik nomor ujian
11101104 adalah Herlina. Meski sebelumnya,

peserta lainnya, Arniati juga diakui sebagai pemilik nomor ini. Dalam waktu dekat ini, kata Dahlan, pihaknya akan menyurat secara resmi kepada BKDD Bulukumba terkait pemilik nomor tes 11101104. Yang pasti lanjutnya, pemilik nomor ujian 11101104 sesuai data base adalah Herlina yang meraih nilai lebih tinggi dibanding nomor ujian 11101105.

Dahlan mengatakan ada kekeliruan yang dilakukan tim seleksi CPNS di Bulukumba yang melakukan perubahan nomor ujian tanpa menyampaikan ke Unhas. "Yang kita sesalkan mengapa panitia di Bulukumba mengubah nomor tes tanpa dikoordinasikan dengan Unhas," katanya.

Nomor Herlina memang diubah oleh panitia seleksi sebelum pengumuman. Hal ini diakui sendiri Herlina saat hearing di komisi A DPRD Bulukumba beberapa waktu lalu. Herlina mengaku nomor tes yang diisi pada LJK sesuai hasil perubahan yakni 11101105. Termasuk daftar hadir juga diisi sesuai dengan hasil perubahan nomor tes tadi. Herannya, LJK dan data base tadi bisa disinkronkan melalui teknologi komputer meski data berbeda.
Read Full 2 comments

Investment and Trading Potencies and Opportunities

Friday, January 15, 2010
AGRICULTURE SECTOR

Food Crops
Total wet land paddy area of Bantaeng Regency in 2006 reached 13,023 Ha approximately. This area is still relatively small if compared to potencies of land that have not been cultivated that reached 19,775 Ha. However, the regency has been capable to become rice-self sufficient region. In 2009 farmers in Bantaeng Regency has started to develop Mekongga paddy variety in Legowo system. The outcome is very promising, namely around 9-10 ton/ha. Besides paddy, production of other competitive commodities like corn, cassava, sweet potato also shows significant production improvement.

Seen from the production, market potential as well as availability of land, food crops commodities which are prospective to develop is corn and its processing products. Opportunities that investors can tap include acailability of production facilities and post-harvest processing facilities (dryer, warehouse, silo), thee big market demand from other regions for corn (Pare-pare, Sidenreng Rappang, Makassar) for poultry industry, processed products (snack, marning or fried corn, corn powder and others), the drop of World’s supply of corn commodity form producers (the United States and China) and the development of national food and non food industry that use corn as their raw material.

Horticulture Crops
For vegetable, among competitive products from Bantaeng Regency include carrot, potato and cabbage. Demand from customers for these vegetables is very high, not only consumers from Bantaeng and its surrounding region, but also from makassar City. While kinds of competitive fruits developed in the regency include mango, banana, strawberry and keprok orange. In 2009 apple fruit starts to be developed in Muntea mountain area. It is expected that in the next 3 years the apple crops will start to produce fruit.

The most prospective investment opportunities available for investors include development of potato commodity, either in seed from or potato for cunsumption as well as processed products. Development of potato seed in Bantaeng Regency is carried out through network culture under aero phonic system. Opportunities that investors can tap are, among others, availability of pest control technology as well as post harvest technology, there is a large company which is willing to cooperate (PT. Indofood Tbk.), demand for potato commodity is still very high, especially from Kalimantan, availability potato processing technology (potato chip), the development of food processing industry that use potato as the raw material (bread and cake industry) and the development of hotel and restaurants in Makassar City as one of the main market for potato commodity.

Plantation
Bantaeng Regency has huge potencies for development of plantation commodities. Total Plantation area that have been developed reaches 370,652 Ha. A Number of plantation commodities like Robusta Coffee, Arabica Coffee and Cocoa has become major commodities for local people. In regional perspective, potential commodities to develop in the region is Arabica Coffee and its processing products. The huge demand from export market, many companies that are willing to ccoperate with farmers, availability of coffee processing technology for small, medium and large scale industry and the development of coffee shop are all become opportunities that investors can make it.

Forestry
Bantaeng Regency is one of regencies that have huge forest resources. Total forestry area of the regency reaches 6,222 Ha, consisting of permanent production forest (2,187 Ha), Limited Production Forest (1,262 Ha) and Protection Forest (2,773 Ha). Besides various kinds of woods, forestry products that can be utilized optimally include rattan, gum resin and others.

Marine and Fishery Sector
Marine as well as fresh water fishery potencies in Bantaeng Regency is huge enough, as can be seen from the vast area of brackish water area and public water area as well as sea water area that span as long as 21,5 Km from west to east, facing Flores Sea. For capture fishery, the potencies is big enough. Kind of fish captured by fishermen include flying fish, skipjack, tenggiri, tuna, little ttuna, kembung, kerapung and other fishes. For culture fishery, total brackish water area in Bantaeng Regency reaches 135,89 Ha that produce shrimp of 124 ton/year, fish of 108,5 ton/year. Other freshwater fish cultivation like freshwater fish culture (pool), also show huge capacity, namely producing fish of 2,7 ton/year. Kinds of freshwater fish developed in the regency include karper, tilapia and others. Fish processing industry that have been existed in Bantaeng regency comprises fish canning industry (PT. Global Seafood International Indonesia).

Other investment opportunities which is prospective enough develop include seaweed cultivation in its product processing. In 2002, people in Bantaeng Regency tried cultivate seaweed through spanning rope system. Up until mid of 2003 production of seaweed developed in the region has been capable to supply raw material for seaweed processing industry in the surrounding area. Opportunities to develop seaweed and its processing is alsso supported by its potencies as an export oriented commodity. Seaweed can be processed into various products, the increasing demand for seaweed in domestic as well as international market, seaweed is very marketable commodity with high sale price and the availability of advanced technology for seaweed processing either for small, medium and large scale industry.


TRADING AND INDUSTRY SECTOR

Processing Industry
Processing Industry in general grows significally. Up until 2006, there are about 2005 units industry/companies. Investment opportunities offered include development bottled mineral industry. Opportunities that investors can be utilized include the large demand for bottled mineral water and the availability of advanced technology for mineral water processing, namely through vending technology. Using this technology, buyers only need to put coin to be machine, press some button, than fresh mineral water will flow. Buyer only need to put the water in the bottle they bring themselves.

Trading and Services
Number of tradingg companies in Bantaeng Regency up until 2006 reaches 115 units, consisting of small, medium and large trading companies. Trading activities in the regenccy has been supported by infrastructure and facilities like market, shopping store and to varrious commodities. The most prospective investment opportunities include development of trading industry of agriculture products, since there are many factors that supports, namely widely open market opportunity both for domestic as well as export market, it offers good profit as margin price between farmers and exporter is very high, the possibility for international cooperation and the development of traditional market and supermarket.


TOURISM AND CULTURE SECTOR

Bantaeng Regency has big potencies in Tourism Sector which are prospective to develop. No wonder that the government of Bantaeng Regency give serious attention to develop and promote the existing tourism potential and attraction in order to be more widely known by local, regional as well as international tourists. Those tourism potencies are also supported by strategic position of Bantaeng Regency of being in the main tourism route of South Sulawesi, namely :
1. Makassar-Tana Toraja-Wajo-Bone-Bira Beach-Makassar
2. Makassar-Bira Beach-Bone-Wajo-Tana Toraja-Makassar
3. Makassar-Bira Beach-Makassar
Development of tourism in Bantaeng Regency must be kept integrated with development of tourism in Bulukumba, where these two regions located closely each other with high accessibility rate. Bantaeng and Bulukumba can't be separated as a Black Community need each other especially the tourism sector. A distance of only 30 Kilometers using a Black Motor Community, Bulukumba been able to reach from Bantaeng.

In brief, tourism potencies of Bantaeng Regency can be grouped into 4 types of tourism, namely natural tourism, marine tourism, cultural tourism and agro tourism. Bantaeng laso offers various tourism attraction and activities, among others Anniversary of Bantaeng Regency, Pa’jukukang Traditional Party, Paolle and Paddekko Dance. Mean while, investment opportunities offered include development of Eremerasa natural bathing place. Opportunities that investors can tap include availability of tourism promotion media, the increasing number of tourism visiting South Sulawesi province, the strategic location of being in the tourism route of South Sulawesi province, the strategic location of being in the tourism route of South Sulawesi and the absence of fresh water natural bathing tourism object in the southern area of South Sulawesi propince. Opportunities available in tourism sector also include development of Korong Batu white sand area which is located in the coastal areas of Pa’jukukang.


ENERGY AND MINERAL RESOURCES

Bantaeng Regency has big potencies of mineral resources that have not been optimally utilized up until today. Surely this condition province prospective opportunities for investors. A number of minerals that can be utilized include clay (85,5 million ton), andesite (7,095 million ton) and basalt (approximatelly 17,290 ton). Potencies of basalt in Bantaeng Regency is the larggest in South Sulawesi province.


SUPPORTING INFRASTRUCTURE AND FACILITIES FOR INVESTMENT

Preparedness of Bantaeng Regency in welcoming inflow of investment in the region can be seen from the efforts of the regional government to develop the existing infrastructure and facilities. For transportation and communication facilities, policies of regional government to develop transportation is focused on the efforts to make transportation facilities play its role as the vein of economy in the region and support the mobility of people, goods and services, to support regional development and communication among regions and to open isolated areas. The length and the condition of road in Bantaeng Regency improves from year to year. In the 1999 the span of Regency road was only 484,4 Km and in 2006 the length has increased to 514,84 Km. Meanwhile, the length of provincial road i 2006was 45,5 Km. Hence total span of road in Bantaeng Regency in 2006 has reached 560,34 Km.

Sea transportation plays vital roles for economic activities in the regency. The roles can be seen from the development of cargo flow according to loadiing and unloading activities in Bantaeng Seaport where in 2006 reached 1,085 ton while total goods loaded reached 1.095 ton. In 2009 Bantaeng Seaport area has been developed in order to be capable to accommodate PELNI vessel. With the opening of this seaport for big vessel, it is expected that transportation route of Bantaeng-Bali-Surabaya will run smoothly.

For Post and Telecommunication facilities, at present there have been 4 Post Offices, consisting of 3 additional Post Offices and 1 main Post Office in the capital city of the regency. Meanwhile, the number of telephone line connection increases each year. In 2001 total telephone connection was 2,490 lines, increased to become 2,718 line in 2002 (8,39 percent). In addition, there are 5 cellular telecommunication operators that have spread their wing to Bantaeng Regency, they are Telkomsel, Indosat, XL, Flexi and Fren.

Supply of clean water is supplied by Local Water Enterprises (PDAM) of Bantaeng Regency and has been capable to supply demand for clean water to the people in the regency. The company has divided the region into 3 service zones., namely West Bantaeng, Central Bantaeng and South Bantaeng service area. Meanwhile, demand for electricity energy will be facilities by micro-hydro electricity power plant.
Read Full 3 comments

be careful...Antisipasi Bencana Alam

Thursday, January 14, 2010
Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini mengusik Black Community and Black In News of Bonthain untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Berangkatlah dari rumah menuju beberapa titik sudut kota Bantaeng yang kira-kira rawan pengaruh cuaca buruk. Lokasi pertama yang didatangi adalah Pantai Lamalaka, di sepanjang tanggul pemecah ombak yang berjejer di bibir pantai Lamalaka, nampak dengan jelas ombak menyapu tembok tanggul tersebut. Dari hasil pantauan lapangan, dapat diperkirakan ketinggian ombak mencapai 1 meter pada bibir pantai. Disertai angin kencang dari arah Laut Flores, menambah kencang arus bawah laut membawa ombak menuju daratan. Pengendara yang melewati jalan Negara (Poros Bulukumba-Bantaeng-Makassar) terlihat sangat hati-hati melewati jalan yang tak jauh dari sisi Pantai Lamalaka.

Kondisi ini mamat berpengaruh terhadap Black Car Community yang melintas di sekitar titik tersebut. Sehingga Black Motor Community harus ekstra hati-hati. Betapa tidak, angin kencang menghempas kendaraan dapat berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Tak kurang dari kendaraan yang lalu lalang, terhempas diseret angin hingga ke pinggir jalan di sebelahnya. Khususnya bagi pengendara sepeda motor, helm beterbangan membuat Black Motor Community di belakangnya harus berhenti seketika guna menghindari tabrakan beruntun.

Dari Pantai Lamalaka menyusuri pesisir Kampung Tompong, ombak yang menyapu tanggul semakin tinggi. Akibatnya beberapa bagian tanggul jebol akibat hantaman ombak besar. Perjalanan pun berlanjut hingga Pantai Seruni dan kondisi yang sama tetap ditemui di sepanjang pantai. Di kejauhan, tampak kapal Cargo singgah di perairan Bantaeng menghindar dari derasnya arus Laut Flores. Perairan Bantaeng sudah menjadi langganan transportasi laut ini saat kondisi laut tidak menentu untuk menjadi tempat perlindungan yang aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju dan dari Makassar serta wilayah Kepulauan Indonesia Timur lainnya.



Kondisi sama terjadi pula di daratan Bantaeng, tepatnya di seputaran kota Bantaeng. Pusat kota Bantaeng berada tak jauh dari laut. Pada sisi utarannya, sekitar 2-3 Kilometer adalah wilayah pegunungan membentang hingga Gunung Lompobattang. Pusat kota pun ikut kena imbas hantaman angin kencang dari Laut Flores. Seperti tampak pada gambar yang berhasil diambil Tim Lapangan, kapal mulai berlindung di perairan Bantaeng.



Kondisi ini mesti diantisipasi secepatnya. Di samping Takalar, Sinjai dan Selayar, Bantaeng sudah menjadi langganan lokasi rawan bencana di pesisir wilayar Selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Beberapa bencana alam yang sering melanda Bantaeng Butta Toa (Bonthain) antara lain :
1. Banjir tahunan
2. Banjir tiap 5 tahun sekali
3. Abrasi pantai akibat ombak besar disertai angin kencang
4. Angin Ribut
5. Kebakaran

Dari sekian bencana tersebut di atas, yang paling sering menelan korban jiwa adalah bencana yang sifatnya disebabkan oleh air, baik banjir akibat luapan air sungai maupun hantaman air laut yang bertemu dengan banjir dari daratan. Sekiranya minggu ini tidka begitu besar pengaruh dari ombak tersebut. Hal ini terjadi karena pada perairan Bantaeng hingga laut lepas di sepanjang Laut Flores tidak dalam kondisi Pasang Laut. Peringatan Dini telah dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika seperti dikutip di halaman portal BMG, wilayah Sulawesi Selatan rawan di awal tahun 2010 ini.

Olehnya, Bantaeng khususnya mesti segera mengambil tindakan antisipasi dengan menyiagakan Tim Siaga Bencana. Tim-tim sukarelawan bersama masyarakat umum mesti siaga dari sekarang. Ibarat sebuah ungkapan yang lazim kita dengar >>>Sedia Payung Sebelum Hujan<<<. Di saat hujan datang ungkapan ini mungkin perlu diperbaharui. Seperti ini mungkin tambahan ungkapan yang bisa kita pedomani >>>Jangan Cuma Payung, tapi Siapkan juga Mantel, Perahu Karet, Perahu Black Motor Community, Batang Pisang dan sebagainya<<<



Dari hulu air mengalir dari 9 sungai induk dan puluhan anak sungai. Kesemuanya mengarah kota Bantaeng. Faktor inilah yang dapat menambah besarnya debit air saat banjir melanda Bantaeng. Sehingga efek yang ditimbulkan dari banjir ini amatlah besar dan merugikan Black Community. Peristiwa banjir tahun 2001 silam bahkan memporak-porandakan Bantaeng beserta isinya. Jembatan Lembang Cina yang membelah jalan akses Makassar-Bantaeng kala itu terputus, mengakibatkan jalur transportasi Bantaeng-Bulukumba-Selayar terhenti beberapa hari. Dan tentunya berpengaruh terhadap laju perekonomian yang pada ujung-ujungnya merugikan daerah.

Harapannya, dengan antisipasi lebih awal mampu meminimalkan terjadinya korban jiwa pada khususnya dan korban materi secara umum. Namun, yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana mengantisipasi terjadinya banjir. Melalui program Go Green Indonesia yang diaplikasikan di masing-masing daerah, diharapkan banyak program terkait menuju dalam rangka mewujudkan BONTHAIN GREEN.
Read Full 1 comments
Read Full 0 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks