blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label The New Bantaeng. Show all posts
Showing posts with label The New Bantaeng. Show all posts

The New Bantaeng Jilid 2

Monday, January 7, 2013
The New Bantaeng Jilid 2
Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlangsung di BONTHAIN, kini di depan mata. Para pasangan calon bersegera mendaftarkan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng. Tahapan PILKADA pun dimulai dan suasana politik rasanya akan lebih nampak. Namun demikian, hingga hari ini nuansa PILKADA di Butta Toa masih belum nampak jelas. Hampir di seluruh wilayah perkotaan maupun pedesaan, tidak terlihat Baliho maupun Spanduk dan media publikasi lainnya dari pasangan yang akan maju sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng periode mendatang. Sementara di daerah tetangga seperti Jeneponto, telah ramai pertarungan sejak setahun silam. Menurut beberapa pihak, hal ini dianggap lebih baik. "Kota kita sudah bersih, janganlah dikotori lagi dengan baliho dan spanduk yang dipasang sembrono, karena dapat mengganggu pandangan dan sisi keindahan kota BONTHAIN. Apalagi mengotorinya dengan kecurangan permainan politik, dimana masyarakatlah korbannya." Demikian diungkapkan Hamsir, salah seorang tokoh masyarakat.

Dengan berjalan kaki sejauh ± 8,9 Km, hari ini (Red. : 7 Januari 2013) H. M. Nurdin Abdullah bersama pasangannya Asli Mustadjab mengunjungi KPU Bonthain untuk mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018. Masyarakat begitu antusias mendukung pendaftaran pasangan The New Bantaeng Jilid 2. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat beserta ribuan orang dari berbagai elemen turut serta mengantar. Rombongan mengawali langkahnya dari kediaman H. M. Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat (Kelurahan Bonto Atu). Selanjutnya bergerak menuju Masjid Raya (Jl. Raya Lanto Bantaeng) untuk menunaikan Shalat Dhuha dan kembali melakukan Long March menuju Kantor KPU Bonthain di Jl. A. Mannapping Bantaeng.

Masyarakat yang turut serta tersebut, kemudian menuju Kawasan Reklamasi Pantai Seruni untuk menikmati sajian santap siang bersama H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab. Berbagai jajanan telah disiapkan dan siap santap untuk menjamu ribuan pendukungnya. Saking banyaknya, macet pun tak terhindarkan di sejumlah jalan-jalan utama yang mengakibatkan arus kendaraan terhambat dari dan menuju Bulukumba-Makassar.

Harapan masyarakat BONTHAIN yang ditemui Tim BONTHAIN mengungkapkan, "Semoga PILKADA kali ini berjalan lebih lancar, aman dan tidak terjadi kecurangan apapun dalam proses pelaksanaannya. Kita semua harus fokus dalam pengembangan BONTHAIN. Bukannya semata-mata bertarung untuk kepuasan sejenak lalu terjadi perselisihan di antara masyarakat maupun dengan Pemerintah." (Responden non Pendukung H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab)

The New Bantaeng Jilid 2-1 The New Bantaeng Jilid 2 The New Bantaeng Jilid 2-3 The New Bantaeng Jilid 2-4 The New Bantaeng Jilid 2-5
Read Full 16 comments

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN

Saturday, December 15, 2012
Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN
Lagi-lagi masyarakat BONTHAIN dapat menikmati akhir pekan yang ceria bersama Wali Band yang akan menggebrak BONTHAIN pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2012 esok. Jelang penampilannya, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) meninjau kesiapan Panitia Pelaksana untuk dalam rangka pagelaran musik tersebut. Bersama dengan sejumlah pejabat teras lingkup Kabupaten Bantaeng, The Doctor mengecek langsung segala peralatan pendukung. Beliau berharap sore hari ini, pannggung telah rampung dipasang beserta Lighting dan Sound System, demikian diungkapkan di Pantai Seruni BONTHAIN pagi ini (Red. : 15 Desember 2012).

Kondisi lapangan di sekitar panggung utama terlihat becek akibat hujan yang mengguyur BONTHAIN tadi malam. Hal ini tentu patut mendapat perhatian penuh agar penonton dapat maksimal menikmati penampilan Wali Band. Sementara di lokasi tersebut, Anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng telah melakukan upaya dengan menyedot air dari lapangan untuk dibuang ke laut. Namun, H. M. Nurdin Abdullah mengharapkan kepada Arsyad Borahima (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng) agar mengambil langkah berikutnya untuk menyelesaikan masalah yang kerap terjadi yang diakibatkan hujan. Dalam penuturannya, Kadis PUK akan segera memobilisasi Sirtu/Pasir pada sejumlah sisi lapangan agar air tidak tergenang lagi. Bahkan, saluran pembuangan akan diperluas dan ditambah agar sirkulasi air dapat mengalir dengan cepat, tambahnya.

Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng yang dimintai keterangannya mengemukakan bahwa kehadiran Anggota Damkar sebagai upaya reaksi cepat dalam menyelesaikan masalah yang sifatnya mendadak dan harus rampung dalam waktu yang relatif singkat. Olehnya itu, kami segera menerjunkan Anggota Damkar sebagai salah satu bagian yang berada di bawah naungan Brigade Siaga Bencana (BSB) BONTAIN yang menjadi tanggung jawab dari Bapedalda Kabupaten Bantaeng. Kami berharap, air yang tergenang di lapangan ini dapat selesai disedot secara keseluruhan hingga siang hari ini, Insya Allah.

H. M. Nurdin Abdullah kembali mengemukakan bahwa Wali Band akan hadir di BONTHAIN esok, tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2012. Kedatangan Wali Band esok, jangan dianggap sebagai sebuah pemborosan anggaran APBD. BONTHAIN tidak mampu membiayai setiap kegiatan kalau hanya mengacu pada APBD yang ada. Meski cukup, aturan yang ada tidak membenarkan kegiatan seperti ini untuk dianggarkan di APBD. Lalu seperti apa langkah Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk mendatangkan Wali Band. Banyak hal dapat dilakukan, tentunya kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan. Sama halnya untuk mendatangkan mobil Pemadam Kebakaran yang harganya Trilyunan Rupiah per-unitnya. Pemerintah melakukan terus pendekatan kerja sama berbagai bidang dengan negeri Tirai Bambu melalui konsep Sister City.

Tim BONTHAIN berharap, masyarakat dapat terhibur dengan hadirnya Wali Band. Upaya Pemerintah menyediakan hiburan berskala nasional, kiranya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di BONTHAIN. Peredaran uang akan semakin meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-1 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-2 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-3 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-4
Read Full 23 comments

Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah

Saturday, December 8, 2012
Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah
Kendaraan purwarupa capung siap menanti penumpangnya di sebuah Helipad berlokasi di Lapangan Lompobattang Bantaeng. Rombongan dari Jakarta ini siap berpamitan untuk bertolak menuju Makassar, setelah sehari sebelumnya menghadiri Perayaan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 (Red. : 7 Desember 2012). Menristek bersama rombongan diantar oleh Bapak H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Ibu Lies Fachruddin (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng).

Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).

Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.

Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.

Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.
Read Full 20 comments

Hari Jadi BONTHAIN 758

Friday, December 7, 2012
Hari Jadi BONTHAIN 758
Segar nan cantik mengembang kala Bunga Desember memekarkan dirinya. Warnanya merah menandakan keberaniannya, bangkit dari tidurnya selama 11 (sebelas) bulan untuk mengawal kehidupan di Bulan Desember. Bertahun-tahun berlalu, BONTHAIN berada dalam masa tidur. Meski sesekali terjaga, namun kantuknya tetap menghantui dirinya untuk terus melanjutkan tidurnya. Namun, kini BONTHAIN meninggalkan sifat malasnya dan bangun dari tidur panjangnya selama ini.

Pembangunan terus dijalankan hingga ke pelosok BONTHAIN pada tiap sektor dengan tetap mengacu pada pemerataan masing-masing cluster yang terdiri dari Lautan, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pepatah BONTHAIN mengungkapkan bahwa BONTHAIN diibaratkan tubuh manusia. Kepalanya berada pada sisi Utara dengan hadirnya Dataran Tinggi membentang pada Gunung Lompobattang. Sementara badannya dipenuhi dengan areal perkebunan, persawahan, perikanan darat dan sebagainya. Dan kakinya menjulur panjang ke arah Selatan dengan menghadirkan biota laut yang beraneka ragam, antara lain ikan, udang dan rumput laut.

Pemerintahan H. M. Nurdin Abdullah telah berlangsung selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan sebagai Bupati Bantaeng pada tanggal 8 Agustus 2008 silam. Selama kurun waktu tersebut, Bupati yang kerap dipanggil The Doctor telah membawa BONTHAIN ke arah yang semakin membaik. Sarana dan prasarana pendukung telah tersedia dan semakin bertambah. Dengan sendirinya hal ini menyulap kota yang dulunya suram menjadi gemerlap. Akibatnya, peredaran ekonomi semakin meningkat dengan hadirnya para investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Hari Jadi Bantaeng yang jatuh pada hari ini, Jum'at tanggal 7 Desember 2012 begitu semarak. Segenap elemen yang ada di BONTHAIN menampilkan hasil pembangunan selama 5 tahun terakhir melalui Parade/Devile. Tidak hanya itu, sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2012 telah berlangsung Pameran Pembangunan berjuluk Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012. Pameran tersebut digelar dengan tujuan utama untuk menampikan sejumlah program 5 tahunan yang telah ditelorkan. Disamping itu, dimanfaatkan pula sebagai media publikasi untuk menggaet para investor lainnya untuk datang berinvestasi ke BONTHAIN.

Hari Jadi BONTHAIN 758-1 Hari Jadi BONTHAIN 758-2 Hari Jadi BONTHAIN 758-3 Hari Jadi BONTHAIN 758-4 Hari Jadi BONTHAIN 758-5
Read Full 18 comments

1 Syawal 1432 H

Monday, August 29, 2011
1 Syawal 1432 H
Berbahagialah umat Muslim di seluruh penjuru dunia ini, begitu pula kaum Muslimin dan Muslimah yang mendiami kota kecil BONTHAIN. Sebulan penuh menunaikan ibadah Puasa Wajib dan berbagai ibadah lainnya. Ramadhan segera beranjak menuju pembaringannya. Mungkin esok, mungkin pula lusa tergantung pada perhitungan dan keyakinan masing-masing pribadi umat Muslim. Bulan penuh ampunan telah mengajarkan banyak hal pada sekalian umat Muslim. Menahan lapar, dahaga dan nafsu sebulan penuh bukanlah perkara mudah. Bulan Ramadhan telah mengajarkan pula agar segala perbedaan ditanggapi dengan kepala dingin dan tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ada. Tiap perbedaan memiliki dasar keyakinan yang berbeda pula. Hanya orang-orang beriman yang layak melaluinya dengan baik dan berharap menjadi orang yang bertaqwa di hadapan Allah Swt seperti dijanjikan oleh-NYA, La Allakum Tattakun.

Saat fajar terbit dari peraduannya esok atau pun lusa, 1 Syawal 1432 H bakal menemui kita semua. Ramadhan pun segera melaporkan kepada Allah Swt setiap perbuatan yang telah dilakukan umat-NYA selama Ramadhan mengisi hidup kita sekalian. Bagi mereka yang melaksanakan Shalat Fardhu, Puasa, Shalat Tarwih, Shalat Tahajjud, Shalat Witir, Shalat Dhuha, Tadarrusan, Berzakat, Berinfaq, Bersedekah dan ibadah lainnya Insya Allah akan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah Swt.

Kemenangan dirasakan semua umat Islam dengan datangnya Idul Fitri 1432 H. Dengan kemenangan itu dan berakhirnya Ramadhan bukan berarti menjadi pertanda baik karena terbebas dari Ramadhan itu sendiri. Namun, kesedihan justru dirasakan karena Ramadhan telah beranjak pergi. Semoga saja kita masih dapat dipertemukan Ramadhan berikutnya, Amin Ya Allah.

Berbagai kegiatan menyambut 1 Syawal 1432 H pun dilaksanakan di BONTHAIN. Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menyiapkan beberapa lokasi pelaksanaan Shalat Ied, baik di dalam kota maupun di pedalaman Bonthain. Untuk wilayah perkotaan, mengingat Bonthain amat kecil, maka tidak banyak lokasi yang harus disiapkan. Lokasi Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dijadikan pusat pelaksanaan Shalat Ied tingkat Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Seruni Bantaeng (Seruni Beach Bonthain), Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Lokasi tersebut dikenal dengan nama The New Bantaeng yang oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng disiapkan untuk pembangunan Mega Proyek seperti Rumah Sakit Modern (RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu), Bonthain Beach Hotel dan beberapa perencanaan lainnya di masa mendatang. Untuk lebih jelasnya lihat Peta Bonthain.

Di samping lokasi tersebut di atas, disiapkan pula beberapa Masjid dan Tanah Lapang dalam kota Bonthain sebagai alternatif pelaksanaan Shalat Ied, antara lain Masjid Muhajirin Be'lang (Jl. T. A. Gani Bantaeng) dan Lapangan Panaikang (Depan Kantor Kecamatan Bissappu, Kampung Panaikang, Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu). Di pedalaman Bonthain, telah disiapkan Tanah Lapang dan Masjid, khusus masjid yang kerap digunakan untuk pelaksanaan Shalat Jum'at. Kesemua lokasi tersebut telah diatur oleh Panitia Hari besar Islam (PHBI) Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan lainnya menjelang 1 Syawal 1432 H dilaksanakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • Lomba Takbiran
  • Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah
  • Lomba Kebersihan Masjid dan Mushallah
Lomba Takbiran dan Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah saat ini sedang berlangsung. Miniatur Masjid didesain sedemikian rupa mengikuti bentuk Asli dari Masjid/Mushallah bersangkutan. Miniatur kemudian diangkut menggunakan Becak Bonthain untuk dibawa berkeliling kota Bonthain. Remaja Masjid yang tergabung pada Masjid bersangkutan dengan penuh semangat mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sementara itu, pawai Takbiran tak henti-hentinya mengelilingi kota Bonthain. Ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua dan ratusan kendaraan roda empat ikut menyemarakkan pawai takbiran keliling tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan disini bahwa kecelakaan terkadang tak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua kerap ugal-ugalan dan tak mengindahkan keselamatan selama pawai berlangsung. Semoga saja pawai takbiran kali ini, kecelakaan dapat dihindari dan seluruh peserta pawai dapat menikmati indahnya Hari Kemenangan esok (1 atau 2 hari mendatang), Insya Allah

1 Syawal 1432 H masih 2 hari lagi ke depan atau mungkin juga telah tiba esok bagi yang meyakininya. Namun oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama RI menyatakan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Melalui kesempatan ini, tak lupa terucap permohonan maaf dari Tim Bonthain atas segala kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat sampai sejauh ini. Minal Aidin Wal Faidzin, Takabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada segenap pengunjung dan penikmat Bonthain. Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa dan kesalahan kita di hari yang Fitrah ini.
Read Full 1 comments

Dimanakah Anda Shalat...?

Thursday, September 9, 2010
Umat Islam sejak saat ini mempersiapkan segala sesuatunya menyambut Hari Kemenangan. Hari Raya Idul Fitri 1431 H tahun ini jatuh pada tanggal 10 September 2010. Beberapa jam ke depan, segenap Muslimin dan Muslimah berbondong-bondong memadati jalan menuju lapangan, surau, masjid, mushollah dan tanah lapang lainnya untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat yang terdiri dari 2 raka'at ditambah dengan Khutbah Ied setelahnya ini hukumnya Sunnah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah Khutbah setelah Shalat. Kejadian yang membudaya di sebagian masyarakat Muslim patut diubah karena menyalahi kaidah.

Apa itu sobat...??? Setelah melaksanakan Shalat 2 raka'at, dipikirnya tuntas sudah pelaksanaan Shalat Ied. Tidak serta merta hanya dengan 2 raka'at saja. Khutbah setelahnya patut didengarkan, sehingga wajib hukumnya seorang Muslim untuk tidak beranjak dari duduknya sebelum Khutbah usai. Lalu bagaimana bila hujan mengguyur lokasi pelaksanaan Sholat Ied. Dipahami bahwa apapun yang terjadi, ritual Sholat Ied harus dituntaskan hingga Khutbah itu berakhir. Barulah beranjak dan pulang ke rumah masing-masing. Ritual berikutnya berupa Halal Bihalal sesama Muslim. Saling mengunjungi rumah tetangga, sanak saudara dan rekan-rekan. Memohon maaf atas kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan harapan kembali fitrah di Hari Kemenangan. Minal Aidin Wal Faidzin, semoga amal ibadah kita mendapat berkah dan balasan yang setimpal oleh Allah Swt.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Sholat Ied, maka perlu diwaspadai lebih awal. Hingga informasi ini dipublikasikan, hujan masih saja mengguyur kota Bonthain dan sekitarnya. Meskipun sehari penuh cuaca cerah, namun dapat dipastikan bahwa lapangan dan tanah lapang lainnya kini becek alias digenangi air dan lumpur.

tentukan pilihannya

Awalnya lokasi rencana pelaksanaan Sholat Ied di Bonthain dipusatkan di sebuah kawasan baru sebagai bagian dari The New Bantaeng. Tempat ini merupakan kawasan pantai yang ditimbun, memanjang di Selatan kota Bonthain. Khusus untuk lokasi Sholat Ied, disiapkan tanah lapang di kawasan tersebut dengan luas ± 3-4 lapangan sepak bola. Bilamana lokasi ini jadi digunakan, sebagian besar penduduk Bonthain khususnya yang berada di perkotaan akan tertampung. Di samping lokasi di atas, dapat pula menggunakan Lapangan Lompobattang, Stadion Mini Lamalaka Bantaeng, Lapangan Bawakaraeng, Masjid Raya Bantaeng, Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng dan beberapa Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bonthain.


Namun dengan kondisi cuaca saat ini, kepastian penggunaannya masih dipertanyakan masyarakat Bonthain. Untuk menghindari diskomunikasi/miskomunikasi antara panitia pelaksana dengan masyarakat, di beberapa Masjid telah diumumkan alternatif pelaksanaan Sholat Ied yakni di Masjid-masjid yang telah ditentukan. Lebih jelas mengenai informasi ini, dapat berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Cabang Bantaeng atau Panitia Masjid di wilayah masing-masing.
Read Full 6 comments

Tunrung Tumpaka di UNHAS

Wednesday, April 7, 2010
Sendratari Tunrung Tumpaka yang dimainkan kelompok seniman Komunitas Pakampong Tulen (Komplen) Kabupaten Bantaeng akan meramaikan pelantikan Rektor UNHAS hari ini, Rabu 7 April 2010. Seni yang bercerita tentang kebersamaan yang naskahnya ditulis Bahruddin S.Sos (Dion) dengan arrangement musik by Haedir, A.Md tersebut siap mengetuk ego manusia untuk menghilangkan perbedaan (perseteruan) yang tidak jelas dan tak bermuara.

Koordinator Komplen (Dion) menyebutkan, kelompok seni binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng ini akan memaniskan perseteruan hingga berbuah perdamaian. Masih menurut Dion, melalui alat musik tradisional yang disertai gerak lincah pemain gandrang dan lagu Makassar khas Bantaeng akan membawa penonton hanyut menyatukan rasa dan mengajak kita semua untuk satu persepsi, satu tujuan bersama menuju The New Bantaeng.

Kelompok seni yang menampilkan 13 pemain pada pelantikan Rektor Unhas ini lahir disebuah kampung Bissampole. Meski begitu, pendeklarasiannya dilakukan di Benteng Somba Opu pada 25 Juli 2005 silam. Komplen hingga saat ini masih tetap melakukan apresiasi dan eksplorasi pada Pentas-pentas yang telah dihasilkan. Kelompok yang terdiri atas berbagai multitalen dan dari sebuah kealamian (Otodidak ) tetap konsisten mengangkat budaya dan tradisi lokal Bantaeng, tambah Dion.
Read Full 2 comments

Bonthain Beach Hotel

Sunday, February 7, 2010
Investasi yang luar biasa besar nilainya akan ditanamkan oleh investor dengan rencana pembangunan Hotel di Kabupaten Bantaeng. Hunian kelas moderen sebagai salah satu sarana pendukung dalam meningkatkan prospek pariwisata di Kabupaten Bantaeng. Dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bantaeng, diharapkan mampu menjadi daerah tujuan wisata di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Sehingga nantinya, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang Blackinnovationawards goes to campus ke Bonthain menjadi betah karena ketersediaan fasilitas yang lebih keren.

Bonthain Beach Hotel dibangun dengan konsep bertaraf nasional, mampu menyediakan kamar sebanyak 100 buah dengan berbagai fasilitas penunjang (data sementara yang berhasil dihimpun), antara lain :

Ruang Pertemuan
Restoran
Layanan Informasi bagi Wisatawan
Telepon Sambungan Internasional
Postcards and Postal Agent
Internet Cafe yang cepat
Kolam Renang
Hot Shower
Layanan Antar dan Jemput
Pelayanan Kesehatan yang ontime 24 jam

Adapun Pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini. Pencanangan pembangunan hotel tersebut rencananya segera dalam waktu dekat ini. Berdasarkan informasi dari Tim Perencana Pembangunan Hotel yang disampaikan kepada Black Community and Black In News of Bonthain, kalau tidak aral melintang hari Kamis nanti, tepanya tanggal 18 Pebruari 2010, rencana dimaksud akan dilaksanakan. Jadi bakalan diadain Peletakan Batu Pertama di kawasan Revitalisasi Pantau Seruni Bantaeng (look at the map of Bonthain).

Ambae.exe turut ikut ambil bagian dalam rencana Pembangunan Bonthain Beach Hotel. General Manager Ambae.exe menyatakan bahwa telah dibuat desain Logo dan beberapa desain lainnya dalam rangka persiapan acara kamis depan.

Desain hasil racikan Ambae.exe dapat dilihat disini :
1. Logo Bonthain Beach Hotel
2. Logo dan Arti Logo Bonthain Beach Hotel
3. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Primer)
4. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Sekunder)
5. Peta Lokasi Pembangunan Bonthain Beach Hotel & RSUD Bantaeng
6. Peta Lokasi Penempatan Spanduk Bonthain Beach Hotel


ARTI DAN MAKNA LOGO

Secara umum Logo tersebut menggambarkan kondisi Bantaeng yang terdiri dari 3 dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi).

Bentuk menyerupai huruf/abjad "b" kecil dengan warna Biru Tua/Biru Langit mewakili nama "bonthain beach hotel". Warna Biru pada bentuk tersebut melambangkan Dataran Tinggi (Gunung dan Hutan) yang penuh ketenangan dan ketenteraman yang dapat dirasakan di kota Butta Toa. Dibalut garis tipis berwarna Hijau melambangkan sejuknya menikmati alam Bonthain.

Bentuk menyerupai sehelai daun pada salah satu ujung huruf "b" kecil dengan warna dasar Hijau, melambangkan alam Bantaeng yang sebagian besar merupakan daerah potensial. Konsep Hijaukan Bantaeng dijadikan dasar pembangunan "bonthain beach hotel", mengingat lokasi pembangunan hotel adalah "New Place" hasil Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng.

Bentuk menyerupai gundukan tanah/gunung berwarna Cokelat Muda, melambangkan daratan/dataran rendah di wilayah Bantaeng sebagai Butta Toa (Tanah Tua). Bentukan ini pula menggambarkan lokasi pembangunan "bonthain beach hotel".

Penempatan huruf "b" kecil di atas gundukan tanah berwarna cokelat, menggambarkan kondisi real dimana lokasi pembangunan "bonthain beach hotel". Lokasinya merupakan wilayah laut yang ditimbun dan membentuk daratan baru sebagai dasar "The New Bantaeng".

Bentuk menyerupai lautan berwarna Biru Muda/Biru Laut disertai dua buah kapal yang saling berjauhan, melambangkan wilayah perairan Bantaeng yang membentuk Selat telah menjadi wilayah persinggahan bagi kapal mengingat amat aman dari terjangan ombak besar. Di wilayah sekitar hotel ini pula telah menjadi area yang indah untuk menikmati sunset dan pemandangan alam lainnya yang dibalut ke dalam wisata multi dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Konsep pantai dikembangkan dari pembangunan hotel tersebut, mengingat indahnya Bantaeng, khususnya di wilayah pantai Seruni Bantaeng.

Tulisan "bonthain beach hotel" berwarna merah, melambangkan nama dari hotel tersebut. Pemilihan warna pada tulisan, melambangkan keberanian dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Bantaeng yang lebih maju. Keberanian untuk terus menarik investor agar menanamkan investasinya di Bantaeng. Sedangkan kata "Bonthain" itu sendiri merupakan sebutan Kabupaten Bantaeng. Sejak lama telah menjadi nama pertama yang diberikan oleh bangsa Belanda di zaman penjajahan pada kota yang pernah menjadi basis pemerintahannya/pusat pemerintahan formal Hindia Belanda (Afdeling).

Tiap obyek kecuali bentukan huruf "b" kecil, dikelilingi garis berwarna Biru. Bahkan pada bagian bawah dari ketiga obyek (laut, dataran rendah dan dataran tinggi), dengan sangat jelas menekankan ketenangan dan ketenteraman yang selalu dijaga di kota ini, khususnya keamanan dalam berinvestasi dan keamanan untuk berkunjung menikmati bentang alam Bantaeng yang indah. Dengan harapan para investor tidak merasa was-was untuk menanamkan investasinya yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain Pencanangan Pembangunan Bonthain Beach Hotel, akan dirangkaikan pula dengan :
1. Pencanangan Pembangunan Pabrik Infus di Kecamatan Eremerasa
2. Pengembangan RSUD Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
3. Ekspor Perdana Pengolahan Hasil Industri Pabrik Pengalengan Ikan

Rupanya Bonthain semakin berbenah diri ke arah yang lebih maju dengan konsep The New Bantaeng yang didengung-dengungkan Pemerintah. Bupati Bantaeng (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) yang menahkodai Bonthain, telah menelorkan hasil nyata. Sebagai awal untuk mewujudkan The New Bantaeng, telah dilaksanakan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng. Wilayah Perairan Pantai Seruni yang ditimbun menelan dana sebesar ± Rp 30 M. Garis Pantai kini berubah sejak ditimbun karena telah menjadi daratan baru. Nah, salah satu bangunan yang akan berdiri tegak di atasnya adalah Bonthain Beach Hotel. Pihak ketiga yang menanamkan modalnya merupakan salah satu Perusahaan Nasional. Pemerintah menyiapkan lahan saja, sementara dana pembangunannya sepenuhnya berasal dari investor tersebut.
Read Full 5 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks