blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng

Wednesday, February 11, 2015
Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng
Berangkat dari sebuah ide untuk melakukan gebrakan kecil di sekolah tertua di Bantaeng, Kepsek (H. M. Alam Nur) mempersembahkan event bergengsi tingkat sekolah bertajuk Pameran Spektakuler (Prestasi dan Ekstrakurikuler). Melalui pameran ini, diharapkan menjadi langkah awal yang positif untuk memicu terlaksananya event serupa di beberapa sekolah di Kabupaten Bantaeng, khususnya pada tingkatan SMA maupun SMP. Hasil kreasi siswa yang telah dibuat selama ini melalui bimbingan guru, dipamerkan untuk mendapat penilaian dari para pengunjung. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat membeli dan melakukan pesanan terhadap beberapa produk yang telah siap jual.

Pameran yang berlangsung sejak kemarin (Red. : Selasa, 10 Pebruari 2015) di Kampus SMA Negeri 1 Bantaeng, direncanakan berlangsung sampai tanggal 12 Pebruari 2015. Adapun pesertanya, pada umumnya berasal dari kalangan siswa/siswi SMA Negeri 1 Bantaeng.

Peserta dari kalangan luar sekolah ini, antara lain :
  • Pengusaha Batu Permata dari dalam dan luar Bantaeng
  • Sekolah Penerbangan dari Gowa
  • AMBAE dari Kabupaten Bantaeng
Ditambahkan Alam Nur, "Banyak kalangan yang mendaftar sebagai calon peserta pameran. Namun, dengan alasan keamanan sekolah dan faktor penting lainnya, kami mengerucutkan peserta dari kalangan umum. Peserta pameran kami fokuskan dengan menghadirkan semua organisasi yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Bantaeng sebagai bagian dari Program Evaluasi Diri Sekolah (EDS)."

Peserta dari kalangan siswa SMA Negeri 1 Bantaeng, terdiri dari :
  • OSIS
  • PASKIBRAKA
  • SANGGAR SENI
  • PMR
  • JURNALIS
  • KIR
  • IRMUS
  • PRAMUKA
  • OLAH RAGA
  • UKS
  • KIS
  • PIK
  • S3PALA
Inovasi yang dibuat para siswa, antara lain :
  • Menciptakan alat pendeteksi Banjir
  • Beras analog yang terbuat dari umbi-umbian (Ui)
Harapan kami, semoga siswa semakin meningkatkan prestasinya di masa mendatang. Dan melalui pameran ini, dapat memotivasi dalam rangka mengikuti Olimpiade tingkat Nasional yang dilaksanakan LIPI di Tangerang, Banten dengan target utama Juara I. Demikian halnya untuk menyiapkan para siswa/siswi mengikuti UAS pada tanggal 9 Maret 2015 dan UN pada tanggal 13 April 2015.

Turut hadir dalam seremonial pembukaan yang berlangsung kemarin sore, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga yang diwakili oleh Sekretaris (Basri), Ketua Komite Sekolah (Muslimin) dan Dewan Pembina Guru.

"Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) terbilang mudah diucapkan, tetapi sangat sulit untuk merealisasikannya ke dalam kehidupan kita. Bulan Oktober mendatang, MEA mulai akan didengungkan. Namun, saat ini kita sudah merasakan dampak yang ditimbulkannya. Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. Tetapi kemiskinan dan pengangguran masih menghantui di seluruh pelosok tanah air. Olehnya itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran. Saat ini, sedang digodok dan dilakukan pendaftaran tenaga kerja yang akan disiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di Bantaeng Industrial Park (BIP) di Pa'jukukang. Melalui pendaftaran tersebut, sekitar 30-40 orang akan dikirim ke China untuk Training sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan industri yang akan dihadapinya kelak. Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah saat membuka acara Pameran Spektakuler.

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dalam sambutannya mengapresiasi penuh event tersebut. "Kita patut mengapresiasi kegiatan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah, para guru serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga. Saya menitipkan pesan kepada semua pihak yang berkompeten, khususnya kepada Kepala Sekolah agar dapat membimbing anak-anak kita menjadi generasi yang lebih berkualitas. Jangan lagi ada yang bermain busur-busur, dan tawuran. Kreasi seperti ini diharapkan meminimalisir perilaku buruk yang dapat menjerumuskan siswa ke dalam hal-hal kriminalitas."

Kabupaten Bantaeng telah menjadi salah satu daerah yang terus dilirik dan menjadi daerah percontohan nasional. Berbagai daerah di Indonesia melakukan kunjungan untuk belajar kepada Bantaeng. Bahkan dari luar negeri pun sudah tidak asing lagi, sering melakukan kunjungan di daerah kita ini. Generasi muda saat ini dituntut untuk dapat menguasai minimal 2 bahasa asing, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Anak-anak kita yang mampu menguasai bahasa tersebut, tentunya akan lebih siap menghadapi setiap perubahan dan kemajuan, khususnya menghadapi dan melalui MEA.


PUNNA ERO' KO ANJAMA...MANGE KO RI PA'JUKUKANG...!!!


Kalimat ini, diungkapkan Bupati Bantaeng untuk menggambarkan bahwa di Pa'jukukang terdapat ruang yang sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan dan peluang hidup yang lebih baik.

Selama ini, daerah yang begitu kecil di Sulawesi Selatan ini tidak pernah dilirik dan kerap disepelekan. Namun dengan kehadiran beberapa icon-icon baru seperti BIP di Kecamatan Pa'jukukang, Bantaeng berbalik 180 derajat sebagai daerah tujuan dan daerah kunjungan. Warga Pa'jukukang dulunya tidak pernah mau berbangga dan mengaku sebagai warga setempat ketika ditanya daerah asalnya. Tetapi, sekarang ketika ditanya, mereka akan bersahutan seraya meneriakkan kobaran semangat dari dalam jiwanya, "Saya dari Pa'jukukang di Kabupaten Bantaeng", tambah H. M. Nurdin Abdullah dengan keceriaannya.

Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng-1 Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng-2 Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng-3 Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng-4 Hadapi MEA bersama Smansa Bantaeng-5
Read Full 1 comments

Damkar Cilik

Saturday, May 18, 2013
Damkar Cilik
Pendidikan anak usia dini merupakan tonggak tumbuh kembangnya generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan anak bangsa pada era berikutnya. Sedini mungkin, anak-anak harus dibekali pendidikan yang positif. Anak-anak harus memahami banyak hal sebelum terjun ke masyarakat yang heterogen dengan berbagai pengaruh di dalamnya. Pendidik diharapkan lebih kreatif agar anak didik mampu mencintai pendidikan itu sendiri.

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.

Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.

Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).

Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.

Damkar Cilik-1

Damkar Cilik-2

Damkar Cilik-3

Damkar Cilik-4

Damkar Cilik-5

Read Full 2 comments

Generasi Emas

Wednesday, May 2, 2012
Generasi Emas
Bulan Mei 2012 adalah bulan yang dinanti para pendidik, anak didik dan semua unsur kependidikan di Indonesia. Bulan dimana ramai dilaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan dunia pendidikan. Keseluruhan kegiatan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada hari ini, 2 Mei 2012. Perayaan di Bonthain kali ini dipusatkan di Lapangan Lompobattang Kabupaten Bantaeng dengan menampilkan beragam kreasi yang ditampilkan ratusan anak didik dari berbagai tingkatan sekolah.

Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.

Dengan mengusung tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012 juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) pada press conference di jakarta beberapa waktu lalu, tema Hardiknas 2012 disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta. Sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Nanti pada tahun 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun. Sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54. Nuh menilai, pada usia-usia itu yang memang memegang peran di suatu negara, tambahnya (Source : Pikiran Rakyat).

Gencarnya Pemerintah Pusat dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan di tanah air sudah seharusnya diikuti dengan keikutsertaan Pemerintah Daerah dalam mendukung setiap program yang ditelorkan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng pun tidak tinggal diam dalam hal ini. Sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bangunan sekolah dan perangkatnya terus diperbaiki. Meski kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa masih ada sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian. Hal ini tidak saja terjadi di Bonthain, tetapi hampir di seluruh pelosok nusantara. Kenyataan yang membuka mata kita bahwa pendidikan itu penting karena terkait dengan kelangsungan bangsa ini di masa mendatang. Dimana generasi emas yang dipersiapkan diharapkan mampu mengubah dan membawa Indonesia ke arah lebih baik. Tentunya peran aktif semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen diharapkan dapat memperhatikan dunia pendidikan dengan penuh keseriusan dan rasa peduli yang tinggi.

Selamat merayakan Hardiknas dan Harkitnas. Mari bersama-sama mengembangkan pendidikan dalam hal apapun bentuk dan penerapannya.


Generasi Emas-1

Generasi Emas-2

Generasi Emas-3

Generasi Emas-4

Generasi Emas-5



Read Full 25 comments

Sumber Daya Lokal demi Kualitas Pendidikan

Monday, May 2, 2011
Hardiknas 2011 Bonthain-1
Pagi yang cerah di awal Mei 2011, semua insan pendidikan antusias mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 2 Mei 2011 ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita Langgara). Upacara berlangsung khidmat dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan pendidik mulai dari tingkat pelajar TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan masing-masing Tenaga Pendidik serta para pejabat SKPD se-Kabupaten Bantaeng.

Hardiknas 2011 mengambil tema Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Sub Tema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Dalam Sambutan Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakan Hj. Novrita Langgara, pendidikan usia dini harus menjadi perhatian penuh insan pendidik dalam rangka menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045. Pendidikan harus mampu menangkal Radikalisme yang berkembang pesat saat ini. Tenaga Pendidik diharapkan berperan lebih aktif dalam memberikan pendidikan berbasis kasih sayang kepada setiap anak didiknya.

Dunia pendidikan merupakan tulang punggung terciptanya karakter Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Melalui peringatan Hardiknas, tidak sekedar untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Namun lebih merupakan sebuah momentum untuk makin memperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa.

Secara mendasar, Tim Bonthain menilai bahwa setiap peringatan di Tanah Air selalu berbuah kesuksesan yang luar biasa. Namun, tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana memaknai peringatan yang telah dilaksanakan sedemikian meriahnya. Terkait dengan Hardiknas 2011, dari tahun ke tahun terjadi pergeseran nilai pendidikan. Dari satu sisi Pemerintah memberikan batasan pada tingkatan SMA (Ijazah SMA) sebagai dasar minimal dalam mencari kerja. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak tenaga kerja berbekal Ijazah SMA bahkan S1 dan seterusnya dengan kualitas yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan. Hal ini terjadi karena kualitas pendidikan yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan yang pada akhirnya berbuah kualitas yang apa adanya pula bagi subyek terdidik. Sementara kebutuhan lapangan kerja akan tenaga kerja berkualitas amatlah tinggi.

Semua pihak berharap bahwa Pemerintah tidak serta merta menggenjot kuantitas tenaga kerja. Sedangkan kualitas tenaga kerja diabaikan begitu saja. Tak hanya Pemerintah, peranan tenaga terdidik itu sendiri harus menyadari akan pentingnya kualitas yang harus diraihnya. Tentunya dengan ketekunan dalam belajar, berlatih dan bereksperimen dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekelilingnya. Lebih jauh lagi, peranan orang tua dan tenaga pendidik pada khususnya dalam rangka menggenjot kualitas yang ditargetkan. Minimal mempertahankan prestasi/kualitas yang telah dicapai selama ini.

Berbagai hal menjadi faktor penentu peningkatan kualitas pendidikan. Tidak terlepas dari cerita UN, UAN yang selama ini hangat diperbincangkan. Apakah UN/UAN harus tetap dipertahankan sebagai penentu utama tiap kelulusan siswa di sekolah. Betapa tidak, hingga tahun 2011 UN/UAN masih saja menjadi faktor utama penentu kelulusan dengan perbandingan 60 % terhadap 40 % Nilai Mata Pelajaran sehari-hari. Sehingga anak didik masih saja dibayang-bayangi ketakutan dalam menghadapi UN/UAN. Seolah hasil jerih payahnya selama 3 tahun di bangku sekolah tidak ada nilainya sama sekali.

Sebagai insan di luar dunia pendidikan, kita tentu berharap banyak agar pendidikan ke depan lebih baik dari saat ini. Pemanfaatan sumber daya yang ada harus benar-benar diterapkan dalam lingkup dunia pendidikan. Tim Bonthain memberi satu contoh kecil :
  • Memanfaatkan jejaring sosial yang ada khususnya yang berbau produk dalam Negeri seperti halnya Kompasiana, Kaskus, Koprol dan sebagainya. Meski tidak menutup kemungkinan dapat pula memanfaatkan Social Network yang lebih yahud seperti Blogspot, Facebook, Twitter dan sebagainya. Jejaring Sosial dan media internet secara umum dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran efektif dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar. Guru menyediakan e-book Gratis melalui Blog misalnya, untuk selanjutnya diunduh para siswa. Demikian halnya dengan proses diskusi, sharing maupun interaksi tugas dari guru kepada siswanya.
  • Pemerintah aktif memberikan Reward kepada Guru maupun Siswa berprestasi dengan tujuan untuk memacu daya kreatifitas Guru dan Siswa lainnya.
  • Pengenalan dan pembiasaan diterapkan terhadap pentingnya mengenal dan melestarikan budaya lokal. Di Bonthain misalnya, saat ini cenderung merosot pengetahuan anak akan Bahasa Makassar apalagi budaya dan sejarah Makassar itu sendiri. Hal ini terjadi karena Bahasa dan Budaya Makassar tidak lagi masuk dalam lingkup pendidikan. Kalau pun masih ada, hanya sebatas tulisan saja. Guru enggan berharap agar mencapai hasil lebih. Malah ada istilah yang berkembang di masyarakat Yang penting disalin. Ironis rasanya kalau Mata Pelajaran Bahasa Makassar tidak menjadi prioritas di Makassar. Mata pelajaran ini hanya sampai pada tingkat SD dan SMP. Sementara pada tingkatan SMA tiada lagi alias menghilang pelajaran Bahasa Makassar yang bukunya banyak ditulis oleh Djirong Basang alis Daeng Ngewa. Dan lebih parahnya lagi untuk tingkatan Strata (S1/S2) Sastera Bahasa Makassar, orang Indonesia mesti menuntut ilmu di negeri Kincir Angin (Belanda) selain di UNHAS, UNM dan beberapa Perguruan Tinggi di Makassar.
  • Pengenalan dan pelatihan yang diterapkan pada siswa untuk mata pelajaran khusus mengenai budaya Batik. Indonesia merupakan pemilih paten Batik yang telah diakui oleh UNESCO. Lantas seberapa jauh batik diketahui oleh masyarakat Indonesia. Akankah Batik sekedar pengakuan saja yang dengan sendirinya beberapa tahun mendatang budaya ini tidak lagi dikenal oleh anak negeri sendiri. Wajar saja bilamana bangsa lain selalu punya niat untuk mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya miliknya.
  • Sejarah yang menurut sebagian besar kalangan saat ini semakin diburamkan. Olehnya itu, dunia pendidikan beserta semua antek-anteknya harus bertindak tegas dalam membekali anak didik demi meluruskan sejarah pada titik yang benar dan otenntik.
Langsung atau tidak langsung, seorang Blogger telah menorehkan noktah pada Blognya lewat karya-karyanya. Berbagai karya positif Blogger yang tersedia saat ini dan yang akan ditorehkan berikutnya amatlah bermanfaat terhadap dunia pendidikan. Pada tingkatan pendidikan formal maupun non formal, anak didik dituntut selektif memanfaatkan informasi yang ada di dunia maya. Bilamana hal ini dilakukan, maka dapat dipastikan bahwa anak didik akan memiliki kualitas lebih baik karena mendapatkan ilmu bermanfaat dari sumber/guru gratis dengan karya positif yang dipersembahkannya.

Bagi para Blogger, mari kita berbagi segala sesuatu yang bermanfaat demi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik dalam rangka pembentukan karakter yang berprestasi dan berbudi pekerti.


Hardiknas 2011 Bonthain-2

Hardiknas 2011 Bonthain-3

Hardiknas 2011 Bonthain-4

Hardiknas 2011 Bonthain-5

Hardiknas 2011 Bonthain-6


Read Full 2 comments

AMBAE daeng ke Bonthain ki

Friday, October 15, 2010
AMBAE ke Bantaeng-1
Pencanangan Gemar Membaca Buku dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng, tepatnya hari Jum’at, 15 Oktober 2010. Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, acara ini juga dihadiri Ibu Theresia E. E. Pardede, S.Sos (Anggota Komisi I DPR-RI yang membidangi Pendidikan) dan Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) beserta rombongan.

Acara yang berlangsung hikmad tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurut Ibu Theresia, Pemerintah Kabupaten Bantaeng amat antusias dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih maju. Dalam sambutannya, juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar keberadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng ini dapat menjalin kerja sama yang bersinergi dengan Perpustakaan Pusat di Jakarta. Demikian pula halnya dengan elemen-elemen lainnya yang terkait dengan sektor pendidikan.

Sementara itu, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Agus Arifin Nu’mang) dan Bapak Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), masing-masing dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan DPR-RI dalam rangka peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Nurdin menambahkan, keberhasilan pendidikan di kota berjuluk Butta Toa ini tidak lepas dari terjalinnya kebersamaan berbagai elemen khususnya para pendidik, pelajar dan masyarakat pada umumnya yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng.


Acara ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah saat ini antara lain yakni dengan menyediakan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat membantu para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menggali dan mendapatkan informasi yang up to date, lebih lanjut disampaikan Nurdin Abdullah.

Tidak hanya dengan menonton Sinetron, Entertainment ataupun Publisitas Demonstrasi, tetapi diharapkan akan menumbuhkan minat baca masyarakat Bantaeng. Olehnya itu, perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bahwa perpustakaan ini harus pula menyiapkan sarana Information Technology (IT) di dalamnya. Dengan hadirnya IT dalam melengkapi sarana perpustakaan, akses informasi dunia luar akan ikut diketahui masyarakat Bantaeng. Pada dasarnya informasi itu penting, amat mahal dan patut diketahui siapa pun sebagai insan yang berakhlak mulia, tambah Agus Arifin Nu’mang.

Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng dikelola langsung oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng (KPAD). Selama ini perpustakaan daerah menyatu dalam lingkup kantor KPAD. Mengingat jaraknya yang tidak berada di tengah kota Bantaeng dan beberapa pertimbangan lainnya, perpustakaan daerah pun dipindahkan. Gedung Pertiwi Bantaeng yang selama ini digunakan sebagai ruang pertemuan, oleh Nurdin Abdullah dialihfungsikan sebagai Perpusatakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Gagak Bantaeng (samping Rumah Jabatan Bupati Bantaeng). Sementara Gedung Pertiwi dipindahkan ke lokasi lainnya dalam lingkup gedung “Guest House” di Jl. Kartini Bantaeng.

Acara berlanjut berupa Peninjauan Lapangan ke salah satu Taman Baca yang berlokasi di Kampung Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebuah rumah ibadah bernama Masjid Jami’ jamiatul Khairiah Tangnga-tangnga dijadikan Taman Baca bagi santri-santriwati masyarakat Tangnga-tangnga. Taman Baca ini pula menjadi percontohan bagi Taman Baca lainnya yang tersebar di beberapa lokaisi di Kabupaten Bantaeng.

Semoga dengan pencanangan Gemar Baca Buku ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam Membaca Buku. Selanjutnya ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya, demikain diungkapkan Amir Hamzah (salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Tangnga-tangnga).


AMBAE ke Bantaeng-2

AMBAE ke Bantaeng-3


Read Full 10 comments

Kantin Kejujuran in BONTHAIN

Sunday, May 2, 2010
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng diwarnai penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 10 orang Kepala Sekolah dan tenaga pendidik di daerah ini. Ke-10 orang tersebut telah mengabdi selama 10-20 tahun. Masing-masing H. Mansyur, H. M. Said, H. Kamaruddin, Hasbiah dan Miftahuddin yang telah mengabdi selama 20 tahun. Sedang Sitti Haswati, Hamsyah, Kasmina, Arifin dan Husein mendapat penghargaan yang sama atas pengabdiannya selama 10 tahun.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) se-SulSel yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2010 di Lapangan Lompobattang BONTHAIN. Peringatan HARDIKNAS tersebut juga ditandai penyerahan penghargaan kepada 12 Bupati dan Walikota se-SulSel yang dinilai sukses membina KANTIN KEJUJURAN. Ke-12 Bupati dan Walikota itu masing-masing :
1. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah)
2. Bupati Bone (Idris Galigo)
3. Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo)
4. Bupati Takalar (Ibrahim Rewa)
5. Bupati Jeneponto (Radjamilo)
6. Bupati Wajo (Burhanuddin Unru)
7. Bupati Pangkep (Andi Kemal Burhanuddin)
8. Bupati Enrekang (Latinro La Tunrung)
9. Bupati Luwu Timur (Andi Hatta Marakarma)
10. Walikota Makassar (Ilham Arief Siradjuddin)
11. Walikota Parepare (Zain Katoe)
12. Walikota Palopo (H. A. Tenriadjeng)

Gubernur SulSel bersama 5 Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pencipta lagu Mars Kantin Kejujuran (Drs. H. Mansyur) juga mendapat penghargaan yang sama. Penyerahan penghargaan dilakukan Jaksa Agung yang diwakili Jaksa Agung Muda bidang Intelejen/JAMIntel (H. M. Amarin). Pada kesempatan tersebut, Gubernur SulSel juga memberikan penghargaan kepada Pangdam VII Wirabuana, Kapolda SulSelBar, guru berdedikasi terbaik, siswa SD, SMP dan SMA/SMK dan pengawas sekolah se-SulSel.

Penghargaan diberikan atas jasa baik sehingga SulSel berhasil masuk dua besar propinsi terbaik di Indonesia bersama Bengkulu. Usai upacara yang dipimpin langsung Gubernur SulSel, orang nomor satu SulSel itu bersama JAMIntel dan Bupati Bantaeng meresmikan Kantin Sehat Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari.

Mendiknas (Muh. Nuh) dalam sambutan seragam yang dibacakan Gubernur SulSel berharap perjuangan para pendahulu bidang pendidikan harus terus dikumandangkan dan direkonstruksi agar kegiatan ini tak sekadar menjadi peringatan seremoni. Melainkan juga bisa membangkitkan optimisme dan percaya diri. Pembangunan bidang pendidikan, kata Mendiknas, tak hanya untuk mendidik anak bangsa menjadi cerdas. Namun juga berbudi pekerti dan berkarakter dan berakhlak serta berbudi mulia, bermoral dan berperilaku baik untuk membangun bangsa. Pembangunan yang kita inginkan itu tercermin dari moral, etika dan budi pekerti serta rasa persaudaraan yang tinggi. Sehingga pada saatnya bisa diraih kemandirian yang bermartabat.

Menurut Gubernur, pendidikan merupakan segalanya. Pendidikan tersebut harus bisa dibarengi dengan agama dan adat istiadat yang tetap perlu dipertahankan. Karena itulah, ia meminta kepada para pendidik agar mengajarkan ilmu setinggi-tingginya dan biasakan anak-anak memiliki keterampilan agar berdaya saing. Sedang para pegawai diharapkan membiasakan diri bekerja lebih dibanding orang lain. Sebab orang Bugis-Makassar terkenal ulet.
Read Full 12 comments

Juara I Lomba Keterampilan Siswa

Sunday, April 18, 2010
Siswi Kelas III Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Bantaeng (Nur Hikma) bertemu dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah di Ruang Kerja Bupati Bantaeng. Didampingi Sekretaris Dikpora (Basri), Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bantaeng (Syamsul Samad), beberapa guru pembimbingnya (Hj. Dawiah Sila, H. Latief, Arifin Mansyur, Asri, Hj. Napisah dan Asri) dan Kabag Humas dan Protokol Syahrul Bayan. Nur Hikma berhasil keluar sebagai Juara I pada seleksi tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang diadakan di Makassar pada tanggal 5-9 April 2010 yang lalu.

Bupati Bantaeng menitipkan harapan agar prestasi yang diraih Siswi asal SMK Negeri 1 Bantaeng dapat menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Bantaeng agar mempersiapkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana. Sehingga untuk pembangunan di Kabupaten Bantaeng dapat bersinergi dengan penyediaan SDM yang berkualitas. Juga berharap agar siswa bersangkutan dapat disekolahkan pada sekolah-sekolah favorit di Jawa seperti UI, UGM dan lain sebagainya.

Melalui Dikpora, anggaran untuk beasiswa berprestasi dapat dialokasikan. Paling tidak, dapat mempersiapkan SDM yang akan membangun Bantaeng sejak sekarang. Agar nantinya dapat dirasakan. uang yang dikeluarkan untuk membiayai seorang mahaiswa berprestasi keluaran tahun 2010 ini. Sebagaimana hasil seleksi oleh Dikpora , misalnya dibiayai Rp 200 juta. Nantinya setelah selesai kuliah, dengan akses dan jaringan di luar, Bonthain dapat terbangun. Sehingga dapat membangun Bonthain dengan angka milyaran rupiah. Pola pendidikan di Bonthain harus dimulai dengan bagaimana memberikan pengajaran budi pekerti anak didik. Harapannya agar anak didik memiliki karakter yang selalu berinovasi dan berkreasi untuk membangun daerahnya. Segera kita bangun intelegensi yang unggul untuk membangun Bonthain ini. Kepercayaan luar negeri untuk Bonthain sangatlah tepat untuk dijadikan bahan dalam rangka membangun Bonthain.

Sistem pembinaannya pun harus sejak Sekolah Dasar (SD) dan dipantau hingga Perguruan Tinggi (PT). Dengan demikian anak didik akan memiliki impian dengan arahan guru. Nantinya tercipta mindset yang selalu membangun Bonthain. Juga keterlibatan orang tua siswa, guru dan Pemkab. Bantaeng sangat diperlukan untuk membangun generasi Bonthain yang unggul. Tiap event yang diselenggarakan oleh sekolah harus melibatkan orang tua untuk mengontrol prestasi dari anaknya. Dikpora dan sekolah yang ada di Bonthain harus mememiliki data yang valid tentang keluaran siswa (i) yang berkuliah di Perguruan Tinggi di Makassar dan di Jawa. Hal ini dapat dijadikan salah satu ukuran kualitas pendidikan di Bonthain. Nur Hikma akan mengikuti lomba keterampilan siswa tingkat nasional di Jakarta yang akan berlangsung 12-17 Mei 2010. Siswa tersebut dijadwalkan bertolak dari Bonthain tanggal 10 Mei 2010 mendatang.
Read Full 3 comments

AIS adakan English Contest

Wednesday, April 14, 2010
Sejak program pelajaran Bahasa Inggris diluncurkan ke sekolah dasar di Bantaeng, hingga kini sudah 24 Sekolah Dasar (SD) yang ikut dalam program tersebut. Koordinator Anak Indonesia Sejahtera (AIS) untuk wilayah Kabupaten Bantaeng (Baharuddin) mengatakan hal itu saat diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) hari Kamis, 8 April 2010 lalu di rumah jabatan Bupati Bantaeng.

Menurut Baharuddin yang didampingi Wakilnya (Hasanuddin dan Zaldy), pengajar Bahasa Inggris di SD 5 Lembang Cina (Bonthain), untuk lebih menarik minat anak didik menggunakan bahasa internasional tersebut, AIS akan mengadakan lomba. Lomba yang akan memperebutkan Piala Bupati itu memanfaatkan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Lomba tersebut diantaranya berupa :
- Lomba Pidato
- Lomba Menulis Kata sebanyak mungkin
- Lomba Mengeja Kata
- Lomba Menyanyi Bahasa Inggris

Lomba akan berlangsung dua hari, mulai 30 April hingga 1 Mei 2010. Ia berharap, anak-anak mempersiapkan diri mengikuti ajang lomba tersebut. Baharuddin mengakui, selama ini sudah ada sekolah yang memberlakukan bahasa Inggris sehari dalam sepekan.

Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian AIS yang memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada anak didik di tingkat Sekolah Dasar. Ia berharap, sejak dini sudah ada antisipasi mengikuti perkembangan internasional agar ke depan warga Bonthain sudah bisa bergaul internasional.

Patut disadari semua elemen masyarakat, khususnya elemen bidang pendidikan. Hampir tiap hari Bonthain kedatangan tamu dari luar negeri. Baik wisatawan maupun investor, tentu saja membutuhkan para Guide yang mampu berkomunikasi dengannya. Bahkan dapat mengkomunikasikan potensi dan kondisi real Bonthain pada para pengunjung yang datang. Dengan bantuan Bahasa Internasional tersebut, Bonthain dapat dikenal lebih jauh. Bahasa gaulnya mengungkapkan bahwa percakapan akan terasa nyambung bilamana kedua pihak saling memahami apa yang sedang dibicarakan.
Read Full 6 comments

Baruga Sayang sebagai Pusat Pelayanan KB

Friday, April 2, 2010
Badan Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bantaeng melakukan rapat kerja daerah (Rakerda) di Gedung Pertiwi pada hari Rabu, 31 Maret yang lalu. Rakerda yang mengambil tema "Dengan semangat kemitraan kita sukseskan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana 2010" tersebut diikuti 40 peserta para pimpinan klinik dan unit pelaksana tugas di daerah. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan Komitmen Kinerja para Camat se-Kabupaten Bantaeng.

Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) berharap dengan Rakerda tersebut mampu melahirkan program strategis untuk menyukseskan program KB Nasional, terutama di Bonthain. Pegang teguh komitmen untuk mencegah terjadinya ledakan penduduk, pintanya. Bila masalah penduduk tidak diatasi, peningkatan jumlah penduduk akan tidak terkendali. Ini akan berdampak terhadap ketersediaan pangan dan sandang dan pada saatnya menjadi ancaman terhadap pengentasan kemiskinan. Karena itu, ia berharap, para Camat yang sudah menandatangani komitmen kineja agar besungguh-sungguh memberi perhatian terhadap masalah penduduk tersebut. Kita harus bisa bekerja hingga ke desa mencegah terjadinya ledakan penduduk, tambah peraih penghargaan KB Lestari tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan SulSel (Drs. H. M. Ilham Jafar) mengatakan, pelaksanaan program KB merupakan upaya peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. Ia kemudian memuji para camat di daerah ini yang berkomitmen untuk menyukseskan program nasional ini. Ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat yang menjadi tujuan kita bersama, ujarnya. Ilham kemudian mengajak semua pihak, terutama aparat daerah agar menggalang masyarakat ber-KB, terlebih adanya kecenderungan orang kurang mampu memiliki anak lebih banyak.

Dalam kondisi seperti itu, tentu akan menjadi beban. Bagaimana menyekolahkan dan kesehatannya. Selain itu, bagaimana menyiapkan fasilitas. Fasilitas pelayanan KB harus disiapkan agar orang yang mau ber-KB tidak kesulitan. Tentang kehadiran Baruga Sayang yang merupakan komitmen Pemerintah SulSel, Ilham mengatakan, Baruga Sayang merupakan pusat pelayanan (Service Centre). Bantaeng merupakan salah satu daerah yang memberi kinerja yang baik terhadap SulSel.

Karena itu, pada tahun 2010 ia optimistis tak ada masalah di daerah ini. Sebab SulSel diharapkan masuk 10 besar pengelolaan program KB di Indonesia dan salah satu unggulannya adalah Bonthain. Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan (Hj. Rugayya) pada kesempatan itu melaporkan jumlah peserta KB baru hingga akhir 2009 yang berhasil dilayani sebanyak 5.582 pasangan usia subur (112,18%). Sedangkan jumlah peserta KB aktif mencapai 27.327 (81,34%).
Read Full 1 comments

UAN SMP in Bonthain

Monday, March 29, 2010
Sebanyak 2.591 orang siswa SMP se-Bonthain mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN). Jumlah siswa sebanyak itu terdiri atas 20 SMP (termasuk SMP Terbuka) dan 21 Madrasah Tsanawiah (MTs). Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Bantaeng (Hj. Andi Sinasari) yang mendampingi Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Bantaeng mengatakan, UAN kali ini memanfaatkan 140 ruangan.

Setiap ruangan diawasi dua orang sehingga total pengawas mencapai 280 orang. Jumlah tersebut termasuk pengawas independen. Masih menurut Karaeng Basse (panggilan akrab Andi Sinasari) pada pelaksanaan UAN kali ini, pihaknya bertekad memperbaiki peringkat indeks prestasi siswa di daerah ini. Kami berharap, peringkat SMP Bantaeng sudah bisa masuk 10 besar pada UAN kali ini, ujarnya saat memantau pelaksanaan UAN di SMP Negeri 1 Bantaeng.

Pada pemantauan yang juga dilakukan di SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMP Negeri 3 Bantaeng tersebut, Kr Basse mengatakan, untuk meningkatkan prestasi siswa, berbagai kegiatan dalam bentuk pengayaan sudah dilakukan setiap sekolah. Harapan kita, dari berbagai kegiatan yang bersifat tambahan tersebut, sudah bisa mendatangkan hasil pada pelaksanaan UAN kali ini. Kami berharap, prestasi untuk tingkat SMP ini bisa masuk 10 besar, ujarnya. Harapan yang sama juga terhadap tingkat SMA yang sudah selesai melakukan UAN serta SD yang segera dilakukan usai pelaksanaan UAN SMP.

Pelaksanaan UN untuk SD dijadwalkan 4 Mei 2010, terang Hj. Andi Sinasari. Ia kemudian mengemukakan prestasi pada tingkat SMA yang tahun lalu masih berada pada peringkat 12 sedang SMP berada pada peringkat 23 dan SD berada pada peirngkat 11 di SulSel. Atas prestasi yang kurang menggembirakan itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga berharap pada pelaksanaan UN kali ini, prestasi tersebut sudah bisa meningkat. Harapannya agar siswa mempersiapkan diri belajar dengan baik.
Read Full 1 comments

Books Shop

Thursday, March 18, 2010
Bonthain semakin ramai akhir-akhir ini. Tiap elemen masyarakat Bonthain turut berpartisipasi dalam mengawal program Pemerintah. Sektor perekonomian mulai menampakkan wajahnya. Demikian pula sektor pariwisata, industri, teknologi, pendidikan dan sebagainya. Berbagai sarana dan prasarana secara bertahap disiapkan. Termasuk di dalamnya fasilitas infrastruktur yang akan mendukung program yang dijalankan, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat secara umum.

Lembaga-lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal membutuhkan dukungan dari pihak luar. Salah satu elemen penting yang harus hadir dalam rangka mendukung pendidikan adalah ketersediaan buku pelajaran. Buku merupakan media efektif yang dapat mengubah karakter seseorang agar mencintai dan menghargai arti pentingnya ilmu.

Di Bonthain hadir toko Buku bernama Butta Ilmoe. Lokasinya amat strategis pada lintasan Poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba, sehingga tidak sulit mengunjunginya. Sebelumnya telah hadir toko buku lainnya, antara lain
1. Toko Buku Bina Ilmu
2. Toko Buku Rihlah
3. Toko Isnu
4. Toko Sukma
5. Agen dan Penyalur Buku dari beberapa Penerbit kenamaan

Butta Ilmoe tak kalah lengkapnya dengan toko buku lainnya di kota ini. Sesuai pantauan Tim Bonthain, di tempat ini disediakan beberapa buku seperti :
1. Buku Pelajaran
2. Buku Agama
3. Buku Sastra
4. Buku Komputer
5. Buku Sosial
6. Buku Budaya
7. Buku Politik
8. Buku Pengetahuan Umum

Bagi pelajar khususnya, toko ini patut dikunjungi untuk mendapatkan referensi yang berkaitan langsung dengan pelajaran di sekolah. Namun, bukan berarti hanya pelajar saja yang patut berkunjung kesana. Mengingat di Toko Butta Ilmoe disediakan berbagai macam buku dengan sasaran keseluruhan masyarakat Bonthain.

Berminat bisa saja, tapi kemana harus dituju. Disini tempatnya :
toko buku BUTTA ILMOE
Jl. Dr. Ratulangi No. 14 Bantaeng
Telp. : 0413-2708510

Read Full 0 comments

Sharing through Blogs

Thursday, March 11, 2010
Social network makin merambah hingga ke daerah. Tak bisa dihindari perkembangan teknologi saat ini. Saking berkembangnya, informasi pun makin mudah dijangkau. Sehingga masyarakat dapat menikmati sajian informasi yang sulit didapatkan, menjadi lebih mudah hanya dengan berbekal salah satu media teknologi yang ada.

Fasilitas seperti Komputer dan Handphone menjadi media yang lazim di mata masyarakat. Kehadiran FACEBOOK telah mengubah karakter seseorang. Sebelumnya tidak paham sama sekali tentang teknologi alias Gaptek, saat ini justru berbalik 360°. Tidak hanya paham, namun lebih pada sebuah kebiasaan yang membuatnya menjadi ketagihan. Informasi sangat penting, maka tiap orang akan berburu untuk mendapatkannya.

Melihat kondisi tersebut, AMBAE melaksanakan kegiatan rutin setiap 2 minggu sekali. Kegiatan dimaksud berupa Talk Show dengan menghadirkan salah satu divisi dari Ambae, dalam hal ini Tim dari Ambae.exe (Computer Application, Maintenance and Supplies). Ramai dikunjungi para Netter Bonthain, Bulukumba, Jeneponto dan wilayah sekitarnya. Sebagai langkah awal, dibahas seputar FACEBOOK. Kenapa Facebook, bahkan pembahasannya berulang hingga pada Session ketiga Talk Show tersebut. Menurut Ambae.exe yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa Facebook menjadi tren masa kini yang ramai diperbincangkan dimana-mana. Hal tersebut menjadi dasar bagi Tim yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tersebut dalam membahas Facebook dalam Talk Show yang dilaksanakannya.

Antusias masyarakat pengguna Facebook amat besar. Demikian halnya dengan para BLOGGER yang merespon baik kegiatan dimaksud. Hal ini dapat dilihat dari tiap komentar yang dituturkan para Blogger melalui blog Ambae.exe. Patut disadari bahwa Blogger pun seorang Facebooker. Sehingga wajar jika komentar terus mengalir sebagai respon atas Talk Show yang telah dilaksanakan sebanyak 3 kali ini.

Rencananya pelaksanaan Talk Show berlangsung 2 minggu sekali. Tema yang diusung pun akan berbeda-beda pada session lainnya. Ambae.exe mengungkapkan bahwa pada session keempat nantinya akan sedikit beralih dari dunia Facebook. Tema berikutnya yakni Yahoo! Messenger. Namun tidak berarti Facebook akan ditinggalkan dalam pembahasan dimaksud. Betapa tidak, Facebook menjadi bagian kecil dari tiap sudut dunia maya. Terlebih lagi kemudahan yang diberikan Admin Facebook untuk mengaitkan beberapa social network yang ada melalui layanannya yang diberi nama Facebook Connect.

Ditanya soal tujuan pelaksanaan Talk Show, Ambae.exe mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wadah bagi Netter Bonthain pada khususnya. Harapannya dengan menghadirkan nuansa teknologi dan informasi di kota ini, Netter akan terbiasa dan lebih paham akan arti pentingnya dunia maya di sisi dunia nyata.

Seorang Facebooker tidak hanya paham cara bermain Pooker, melainkan dapat Berbagi lebih melalui layanan-layanan yang disiapkan FACEBOOK. Netter dapat menyajikan informasi yang bermanfaat kepada semua pihak dengan memahami dunia maya secara utuh.

Bagi Blogger sudah jelas, blog adalah rumah sekaligus koran pribadi miliknya. Namun, koran ini harus dapat dibaca pihak lain dan keduanya mendapat manfaat darinya. Nah, Bonthain saat ini masih kurang diminati yang namanya BLOG. Dapat terlihat disaat seorang Netter mengetikkan Keyword di rumahnya mbah GOOGLE. Kalau pun telah hadir ratusan blog yang berasal dari Bonthain, namun kehadirannya belum maksimal sebagai media informasi yang mampu mempublikasikan kota ini keluar. Mengingat ketertinggalannya dengan daerah lainnya di Indonesia, maka Ambae.exe menaruh harapan pada semua Blogger maupun Netter Bonthain untuk lebih serius memanfaatkan ruang dunia maya dalam memperkenalkan BONTHAIN.

Talk Show dengan tema BLOG akan dilaksanakan nantinya, meski saat ini belum. Secara bertahap tema-tema lainnya akan mengubah karakter Netter Bonthain ke arah dunia Blog.
Read Full 0 comments
Read Full 0 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks