blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Bantayang. Show all posts
Showing posts with label Bantayang. Show all posts

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng

Sunday, December 8, 2013
SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.

Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
  • PT. Titan Mineral Utama
  • PT. Mega Power Makmur
  • PT. Bakti Bumi Sulawesi
  • PT. Cinta Jaya
Disamping itu, penghargaan diberikan pula kepada tokoh berprestasi terhadap pembangunan Kabupaten Bantaeng yakni :
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
  • Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
  • Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
  • Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
  • Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
  • Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
  • Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
  • Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Dengan Pelestarian Budaya Daerah, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal dalam Mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-759. Budaya daerah amat perlu kita lestarikan, bukan saja untuk mengingat masa lalu. Ketika diramu dengan kreatifitas yang mumpuni akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Demikian diungkapkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.

Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
  • Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
  • Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
  • Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bantaeng memiliki 4 pilar tersebut, sehingga Bantaeng yang dulunya dianggap tertinggal mampu terlepas dari jerat predikat daerah tertinggal. Hal ini dibuktikan Bantaeng dengan hadirnya sejumlah investor di daerah ini. Investor dimudahkan untuk masuk berinvestasi melalui pelayanan perizinan yang cepat serta tanpa pungutan biaya apapun. Semoga Bantaeng semakin melaju, esok kita menapak hari yang cerah. Selamat merayakan Hari Jadi Bantaeng ke-759, tambah SYL.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-1 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-2 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-3 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-4 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-5
Read Full 0 comments

STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN

Monday, March 18, 2013
STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN
BONTHAIN tak henti-hentinya melaksanakan event-event besar selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Alhasil, pesona Kabupaten Bantaeng mampu menggaet wisatawan Lokal maupun Mancanegara yang menjadikannya sebagai salah satu Kota Tujuan, khususnya di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Dalam memperkuat pembinaan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bina Mental dan Spiritual Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng melaksanakan ajang Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) 2013 tingkat Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan STQ dirangkaikan pula dengan Pameran bertajuk Kementerian Agama EXPO 2013 Kabupaten Bantaeng yang diprakarsai oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng. Panitia Pelaksana mengungkapkan, "Ratusan Qari, Qariah, Hafidz dan Hadifzah dari 8 Kecamatan akan meramaikan STQ 2013 tingkat Kabupaten Bantaeng".

Hari ini, pembukaan akan dilaksanakan pukul 19:30 Wita. Sementara yang akan membuka kegiatan ini adalah Bapak Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Dalam rangkaian pembukaan nanti, akan dilantik dewan hakim yang akan menilai para kafilah STQ. Mereka yang terpilih akan bersaing pada event MTQ berikutnya.

Kedua kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama 4 hari (18-21 Maret 2013), bertempat di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng. Kementerian Agama EXPO 2013 Kabupaten Bantaeng berbagai sekolah di Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • MIS Guppi Bulu-bulu
  • MIS Biring Ere
  • MIS YAPNI Bonto Tappalang
  • MIS Ma'arif Batu Labbu
  • MIS Ma'arif Bakarayya
  • MIS Ma'arif Cedo
  • MIS Ma'arif Borong Kapala

  • MIN Dampang

  • MTs. Muhammadiyah Ereng-ereng
  • MTs. Guppi Biangloe
  • MTs. Sinoa
  • MTs. Ma'arif Lasepang
  • MTs. Nahdlatut Thawalib Tompong
  • MTs. Ma'arif Tumbel Gani
  • MTs. Ma'arif Panaikang
  • MTs. N. Gantarang
  • MTs. Muhammadiyah Panaikang
  • MTs. Banyorang
  • MTs. Al-Muta'allim
  • MTs. As'adiyah Pattiro Labbo
  • MTs. Ma'arif Puro'ro
  • MTs. Ihya Ulumuddin
  • MTs. Almurahamah Banyorang
  • MTs. As'adiyah Ereng-ereng

  • MA Guppi Biangloe
  • MA Muhammadiyah Panaikang
  • MA Ma'arif Lasepang
  • MA Muhammadiyah Ereng-ereng
  • MA Ihya Ulumuddin
  • MA Muhammadiyah Bantaeng

  • Pesantren Syekh Muhammad Ja'far
  • Pon-Pes Al-Furqan Putri
  • Pon-Pes Riyadus-Shalihin Putra
  • Pon-Pes DDI Mattoanging
  • Pon-Pes Madrasatul Qur'an Hasyim Asy'ari
  • Cendekia Islamic School

  • Bimbingan Masyarakat Islam
  • Seksi Penyelenggaraan Hak dan Umrah
  • Seksi PD Pontren
  • Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kab. Bantaeng
  • dll
Hadir pula instansi terkait di bawah pengawasan Kementerian Kabupaten Bantaeng serta para pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang siap memanjakan para pengunjung. Diharapkan dari event EXPO tersebut, roda perekonomian di Kabupaten Bantaeng semakin berkembang pesat. Warga dari kota tetangga akan terus berdatangan membelanjakan uangnya di BONTHAIN. Peluang ini harus ditangkap oleh para pengusaha di daerah ini untuk menciptakan ide-ide kreatif agar para pengunjung betah dan selalu rindu untuk datang ke BONTHAIN.

STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-1 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-2 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-3 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-4 STQ IV and Kemenag EXPO 2013 BONTHAIN-5
Read Full 0 comments

Nurdin jemput Aspirasi

Thursday, March 14, 2013
Nurdin jemput Aspirasi
Menjelang pesta demokrasi di BONTHAIN, Tim Pemenangan mulai mensosialisasikan masing-masing kandidat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang didukungnya. Hasil verifikasi KPU BONTHAIN menetapkan 4 (empat) pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung pada Pilkada BONTHAIN dalam meraih kursi terpanas di daerah ini untuk memimpin masyarakat BONTHAIN periode 2013-2018 mendatang. Adapun kandidat dimaksud (click below to vote) yakni :
1. (No. Urut 1) JABAL NUR JUMAIN - MANSUR TJONGKENG
2. (No. Urut 2) ANDI NURJAYA - M. IDRUS HAMJAL
3. (No. Urut 3) NURDIN ABDULLAH - MUHAMMAD YASIN
4. (No. Urut 4) RAHMAT RAHMAN - IMRAN MASSUALLE


Sebagai salah satu kandidat Pilkada BONTHAIN, Nurdin Abdullah (Nomor Urut 3) antusias menjemput aspirasi masyarakat melalui kegiatan jalan santai bersama keluarga dekatnya. Kegiatan ini telah dilakukannya hampir setiap hari selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir. Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2013 mendatang, Nurdin Abdullah (incumbent) bersama isterinya Lies Fachruddin, gencar mengunjungi warga BONTHAIN. Diharapkan dari kegiatan ini, kami dapat merealisasikan program-program berikutnya yang lebih cemerlang dengan melihat dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat pada level bawah hingga level yang lebih tinggi. Menyikapi hal tersebut, The DR menyambangi kampung-kampung pinggiran BONTHAIN dan mendengar langsung usulan masyarakat.

Apa yang kami lakukan tidaklah sepenuhnya Kampanye. Disamping mensosialisasikan Nomor Urut 3 (tiga), kami meyakinkan warga bahwa Nurdin Abdullah masih bersemangat untuk memajukan BONTHAIN. Tidaklah logis kiranya kami meninggalkan BONTHAIN dalam kondisi setengah jalan. Perubahan BONTHAIN terjadi bergitu cepat dan pesat. Hal ini berkat dukungan masyarakat bersama-sama Pemerintah dalam berpikir dan bekerja sepenuh hati. Demikian diungkapkannya di salah satu Posko Pemenangan Timnya (DR Community) sambil mengacungkan jarinya menyerupai simbol Metallica.

Dihadapan Tim Ambae.exe, Nurdin Abdullah menjelaskan makna simbol tersebut. Simbol ini merujuk pada Nomor Urut 3 (tiga). Satu hal perlu dipahami pendukung kami, bahwa METAL diartikan sebagai Meta Total. Meta berasal dari Bahasa Makassar yang bermakna menang. Ditambahkan lagi, The Doctor mengajak pendukungnya untuk mencoblos Nomor 3. Kalau tidak puas dengan nomornya, tusuk kami sekali saja.

Nurdin jemput Aspirasi-1

Nurdin jemput Aspirasi-2

Nurdin jemput Aspirasi-3

Nurdin jemput Aspirasi-4

Nurdin jemput Aspirasi-5

Nurdin jemput Aspirasi-6

Nurdin jemput Aspirasi-7

Read Full 0 comments

Jokowi dan BONTHAIN

Saturday, January 26, 2013
Jokowi dan BONTHAIN
Didambakan sebagai idola seluruh masyarakat pada semua tingkatan hingga kalangan bawah. Popularitas Jokowi langsung melejit bak artis lagi naik daun. Kesehariannya lebih banyak diisi dengan mengunjungi masyarakatnya sebagai bentuk perhatian penuh seorang pemimpin untuk menampung tiap masukan dan saran yang diharapkan memunculkan ide-ide kreatif ke arah peningkatan pembangunan yang lebih baik. Jokowi bukanlah pemimpin biasa, pribadinya adalah sebuah pencerminan masyarakat berbalut status pemimpin yang berharap kemajuan.

Bukan hanya Jakarta yang memiliki Jokowi, Indonesia Timur pun punya Jokowi. Sosok yang sama dimiliki seorang H. M. Nurdin Abdullah. Menilik masa jabatan dari keduanya, The Doctor (sapaan Nurdin Abdullah) lebih awal dibandingkan Jokowi. Perbedaannya pada tingkatan kawasan yang lebih kompleks, yang mana Jakarta merupakan kiblatnya Merah Putih. Sementara BONTHAIN hanyalah sebuah kota kecil yang jauh dari kota Metropolitan dan tersembunyi selama ratusan tahun silam. BONTHAIN muncul ke permukaan sejak tahun 2008 di bawah kepemimpinan Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama sekutunya Drs. H. A. Asli Mustadjab.

Tidak berbeda, Nurdin Abdullah pun punya kebiasaan yang sama dengan Jokowi. Keduanya sama-sama berasal dari kalangan Businessman. Hal ini menjadi dasar penggambaran karakter pemimpin dalam mengarahkan daerah kekuasaannya melalui ide kreatif yang pastinya berbeda dengan karakter pemimpin lainnya. Karenanya, Nurdin dan Jokowi patut disejajarkan dalam berbagai hal. Kepeduliaannya terhadap masyarakat yang amat tinggi ditunjukkan melalui kunjungan kerjanya, sekaligus sebagai upaya efektif untuk mendengar rintihan rakyatnya di luar dari agenda Musrembang tiap tahunnya.

Dalam pengaplikasiannya, Nurdin Abdullah pada pekan terakhir bulan Januari 2013 ini, kembali melakukan kunjungan ke sejumlah sudut kota hingga desa di BONTHAIN. Memulai aktifitasnya, Nurdin Abdullah dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Lies Fachruddin) bersama-sama dengan komunitas Bike to Work (B2W) gowes BONTHAIN dengan mengendarai sepeda.

Di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng, Nurdin melakukan Senam Pagi bersama para PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kemudian bersama-sama para Kepala SKPD memantau perkembangan pembangunan Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN. "Saat ini anjungan sudah dapat dinikmati sebagai sarana rekreasi alternatif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya. Tingkat kunjungan terus meningkat setiap harinya, baik dari penduduk BONTHAIN maupun dari Bulukumba dan Jeneponto. Beberapa pekan terakhir ini, malah pengunjungnya meluas hingga Kabupaten/Kota lainnya. Tentunya, hal ini akan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Masyarakat BONTHAIN, khususnya pedagang dan pengusaha ikut merasakan manfaatnya." Demikian disampaikan Bupati Bantaeng.

Nurdin Abdullah menambahkan, "Pengunjung di lokasi Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN butuh fasilitas memadai agar mereka lebih betah berjam-jam menikmati pemandangan yang indah di kawasan ini. Bayangkan saja, ketika Anda menoleh ke Utara, nampak Gunung Lompobattang yang membentang luas menaungi kota ini. Lalu di si sisi Selatan, lautan nan luas dapat anda saksikan secara gratis. Sepintas pemandangan ini biasa, namun coba cermati, 5 tahun yang lalu pemandangan seperti ini belum bisa ditemui. Siapkan kamera Anda, Sunset di sore hari menjadi puncak penyaksian indahnya kawasan ini. Ke depannya, kami berharap di Anjungan ini dapat diisi dengan berbagai hiburan. Sehingga pengunjung akan semakin betah dan rindu untuk datang kembali ke BONTHAIN. Kehadiran pengunjung merupakan rezeki bagi pemilik Cafe atau pun pemilik usaha hiburan lainnya. Satu hal yang penting, semua elemen menyatu mengembangkan BONTHAIN, karena apa yang Anda lihat saat ini adalah buah karya dari kerja keras semua pihak."

Beranjak dari Anjungan Pantai Seruni, Nurdin Abdullah bersama rombongan memantau beberapa fasilias olah raga di BONTHAIN. Dalam kesempatannya, Pusat Olah Raga Futsal yang berada di bilangan Pa'bineang menjadi persinggahan lebih lama dari fasilitas lainnya. Nurdin Abdullah mengajak beberapa orang untuk menguji lapangan futsal tersebut. Fasilitas ini merupakan salah satu gelanggang yang dipersiapkan untuk menyukseskan event terbesar di Sulawesi Selatan, yakni Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) XV yang dipusatkan di BONTHAIN pada tahun 2014 mendatang.

Berlanjut menyapa masyarakatnya, Nurdin Abdullah dan Lies Fachruddin mampir di Warkop Monginsidi di bilangan Be'lang Barat. Berdatangan dan singgah di lokasi tersebut, tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat umum lainnya. Keluh kesah maupun masukan disampaikan langsung kepada pemimpinnya dalam bahasa lugas dan sederhana. Minum kopi bersama Bupati Bantaeng ibarat curhat kepada seorang teman. Sembari menikmati hidangan, Nurdin Abdullah kembali menegaskan "Saya bersama jajaran Pemerintahan akan selalu berusaha memajukan BONTHAIN. Masukan yang datangnya dari masyarakat akan senatiasa diselaraskan dengan kebijakan pembangunan. Semua yang telah dinikmati saat ini, harus kita jaga dengan baik. Menjaga yang baik-baik itu amatlah penting. Saya yakin, tidak seorang pun di BONTHAIN yang mau kota ini kembali terpuruk ke masa lalu. Kita harus terus beranjak dan maju. Kebangaan kota ini adalah bagian dari kepuasaan saya secara pribadi."

Jokowi dan BONTHAIN-1 Jokowi dan BONTHAIN-2 Jokowi dan BONTHAIN-3 Jokowi dan BONTHAIN-4 Jokowi dan BONTHAIN-5
Read Full 9 comments

The New Bantaeng Jilid 2

Monday, January 7, 2013
The New Bantaeng Jilid 2
Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlangsung di BONTHAIN, kini di depan mata. Para pasangan calon bersegera mendaftarkan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng. Tahapan PILKADA pun dimulai dan suasana politik rasanya akan lebih nampak. Namun demikian, hingga hari ini nuansa PILKADA di Butta Toa masih belum nampak jelas. Hampir di seluruh wilayah perkotaan maupun pedesaan, tidak terlihat Baliho maupun Spanduk dan media publikasi lainnya dari pasangan yang akan maju sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng periode mendatang. Sementara di daerah tetangga seperti Jeneponto, telah ramai pertarungan sejak setahun silam. Menurut beberapa pihak, hal ini dianggap lebih baik. "Kota kita sudah bersih, janganlah dikotori lagi dengan baliho dan spanduk yang dipasang sembrono, karena dapat mengganggu pandangan dan sisi keindahan kota BONTHAIN. Apalagi mengotorinya dengan kecurangan permainan politik, dimana masyarakatlah korbannya." Demikian diungkapkan Hamsir, salah seorang tokoh masyarakat.

Dengan berjalan kaki sejauh ± 8,9 Km, hari ini (Red. : 7 Januari 2013) H. M. Nurdin Abdullah bersama pasangannya Asli Mustadjab mengunjungi KPU Bonthain untuk mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018. Masyarakat begitu antusias mendukung pendaftaran pasangan The New Bantaeng Jilid 2. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat beserta ribuan orang dari berbagai elemen turut serta mengantar. Rombongan mengawali langkahnya dari kediaman H. M. Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat (Kelurahan Bonto Atu). Selanjutnya bergerak menuju Masjid Raya (Jl. Raya Lanto Bantaeng) untuk menunaikan Shalat Dhuha dan kembali melakukan Long March menuju Kantor KPU Bonthain di Jl. A. Mannapping Bantaeng.

Masyarakat yang turut serta tersebut, kemudian menuju Kawasan Reklamasi Pantai Seruni untuk menikmati sajian santap siang bersama H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab. Berbagai jajanan telah disiapkan dan siap santap untuk menjamu ribuan pendukungnya. Saking banyaknya, macet pun tak terhindarkan di sejumlah jalan-jalan utama yang mengakibatkan arus kendaraan terhambat dari dan menuju Bulukumba-Makassar.

Harapan masyarakat BONTHAIN yang ditemui Tim BONTHAIN mengungkapkan, "Semoga PILKADA kali ini berjalan lebih lancar, aman dan tidak terjadi kecurangan apapun dalam proses pelaksanaannya. Kita semua harus fokus dalam pengembangan BONTHAIN. Bukannya semata-mata bertarung untuk kepuasan sejenak lalu terjadi perselisihan di antara masyarakat maupun dengan Pemerintah." (Responden non Pendukung H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab)

The New Bantaeng Jilid 2-1 The New Bantaeng Jilid 2 The New Bantaeng Jilid 2-3 The New Bantaeng Jilid 2-4 The New Bantaeng Jilid 2-5
Read Full 16 comments

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN

Saturday, December 15, 2012
Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN
Lagi-lagi masyarakat BONTHAIN dapat menikmati akhir pekan yang ceria bersama Wali Band yang akan menggebrak BONTHAIN pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2012 esok. Jelang penampilannya, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) meninjau kesiapan Panitia Pelaksana untuk dalam rangka pagelaran musik tersebut. Bersama dengan sejumlah pejabat teras lingkup Kabupaten Bantaeng, The Doctor mengecek langsung segala peralatan pendukung. Beliau berharap sore hari ini, pannggung telah rampung dipasang beserta Lighting dan Sound System, demikian diungkapkan di Pantai Seruni BONTHAIN pagi ini (Red. : 15 Desember 2012).

Kondisi lapangan di sekitar panggung utama terlihat becek akibat hujan yang mengguyur BONTHAIN tadi malam. Hal ini tentu patut mendapat perhatian penuh agar penonton dapat maksimal menikmati penampilan Wali Band. Sementara di lokasi tersebut, Anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng telah melakukan upaya dengan menyedot air dari lapangan untuk dibuang ke laut. Namun, H. M. Nurdin Abdullah mengharapkan kepada Arsyad Borahima (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng) agar mengambil langkah berikutnya untuk menyelesaikan masalah yang kerap terjadi yang diakibatkan hujan. Dalam penuturannya, Kadis PUK akan segera memobilisasi Sirtu/Pasir pada sejumlah sisi lapangan agar air tidak tergenang lagi. Bahkan, saluran pembuangan akan diperluas dan ditambah agar sirkulasi air dapat mengalir dengan cepat, tambahnya.

Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng yang dimintai keterangannya mengemukakan bahwa kehadiran Anggota Damkar sebagai upaya reaksi cepat dalam menyelesaikan masalah yang sifatnya mendadak dan harus rampung dalam waktu yang relatif singkat. Olehnya itu, kami segera menerjunkan Anggota Damkar sebagai salah satu bagian yang berada di bawah naungan Brigade Siaga Bencana (BSB) BONTAIN yang menjadi tanggung jawab dari Bapedalda Kabupaten Bantaeng. Kami berharap, air yang tergenang di lapangan ini dapat selesai disedot secara keseluruhan hingga siang hari ini, Insya Allah.

H. M. Nurdin Abdullah kembali mengemukakan bahwa Wali Band akan hadir di BONTHAIN esok, tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2012. Kedatangan Wali Band esok, jangan dianggap sebagai sebuah pemborosan anggaran APBD. BONTHAIN tidak mampu membiayai setiap kegiatan kalau hanya mengacu pada APBD yang ada. Meski cukup, aturan yang ada tidak membenarkan kegiatan seperti ini untuk dianggarkan di APBD. Lalu seperti apa langkah Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk mendatangkan Wali Band. Banyak hal dapat dilakukan, tentunya kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan. Sama halnya untuk mendatangkan mobil Pemadam Kebakaran yang harganya Trilyunan Rupiah per-unitnya. Pemerintah melakukan terus pendekatan kerja sama berbagai bidang dengan negeri Tirai Bambu melalui konsep Sister City.

Tim BONTHAIN berharap, masyarakat dapat terhibur dengan hadirnya Wali Band. Upaya Pemerintah menyediakan hiburan berskala nasional, kiranya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di BONTHAIN. Peredaran uang akan semakin meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-1 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-2 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-3 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-4
Read Full 23 comments

Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah

Saturday, December 8, 2012
Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah
Kendaraan purwarupa capung siap menanti penumpangnya di sebuah Helipad berlokasi di Lapangan Lompobattang Bantaeng. Rombongan dari Jakarta ini siap berpamitan untuk bertolak menuju Makassar, setelah sehari sebelumnya menghadiri Perayaan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 (Red. : 7 Desember 2012). Menristek bersama rombongan diantar oleh Bapak H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Ibu Lies Fachruddin (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng).

Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).

Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.

Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.

Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.
Read Full 20 comments

Hari Jadi BONTHAIN 758

Friday, December 7, 2012
Hari Jadi BONTHAIN 758
Segar nan cantik mengembang kala Bunga Desember memekarkan dirinya. Warnanya merah menandakan keberaniannya, bangkit dari tidurnya selama 11 (sebelas) bulan untuk mengawal kehidupan di Bulan Desember. Bertahun-tahun berlalu, BONTHAIN berada dalam masa tidur. Meski sesekali terjaga, namun kantuknya tetap menghantui dirinya untuk terus melanjutkan tidurnya. Namun, kini BONTHAIN meninggalkan sifat malasnya dan bangun dari tidur panjangnya selama ini.

Pembangunan terus dijalankan hingga ke pelosok BONTHAIN pada tiap sektor dengan tetap mengacu pada pemerataan masing-masing cluster yang terdiri dari Lautan, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pepatah BONTHAIN mengungkapkan bahwa BONTHAIN diibaratkan tubuh manusia. Kepalanya berada pada sisi Utara dengan hadirnya Dataran Tinggi membentang pada Gunung Lompobattang. Sementara badannya dipenuhi dengan areal perkebunan, persawahan, perikanan darat dan sebagainya. Dan kakinya menjulur panjang ke arah Selatan dengan menghadirkan biota laut yang beraneka ragam, antara lain ikan, udang dan rumput laut.

Pemerintahan H. M. Nurdin Abdullah telah berlangsung selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan sebagai Bupati Bantaeng pada tanggal 8 Agustus 2008 silam. Selama kurun waktu tersebut, Bupati yang kerap dipanggil The Doctor telah membawa BONTHAIN ke arah yang semakin membaik. Sarana dan prasarana pendukung telah tersedia dan semakin bertambah. Dengan sendirinya hal ini menyulap kota yang dulunya suram menjadi gemerlap. Akibatnya, peredaran ekonomi semakin meningkat dengan hadirnya para investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Hari Jadi Bantaeng yang jatuh pada hari ini, Jum'at tanggal 7 Desember 2012 begitu semarak. Segenap elemen yang ada di BONTHAIN menampilkan hasil pembangunan selama 5 tahun terakhir melalui Parade/Devile. Tidak hanya itu, sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2012 telah berlangsung Pameran Pembangunan berjuluk Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012. Pameran tersebut digelar dengan tujuan utama untuk menampikan sejumlah program 5 tahunan yang telah ditelorkan. Disamping itu, dimanfaatkan pula sebagai media publikasi untuk menggaet para investor lainnya untuk datang berinvestasi ke BONTHAIN.

Hari Jadi BONTHAIN 758-1 Hari Jadi BONTHAIN 758-2 Hari Jadi BONTHAIN 758-3 Hari Jadi BONTHAIN 758-4 Hari Jadi BONTHAIN 758-5
Read Full 18 comments

Pasar Allu-Jeneponto Terbakar

Saturday, August 20, 2011
Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Kebakaran kembali melanda bagian selatan Sulawesi Selatan. Kali ini kebakaran terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kota yang terbilang luas yang menghubungkan Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Sebuah Pasar yang terletak di Kampung Allu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto rata dengan tanah setelah dilalap api sejak pukul 15.00 Wita. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kru Pemadam Kebakaran Bantaeng yang tiba dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa timnya mengalami beberapa kendala dalam memadamkan api yang berkobar. Mengingat kondisi kekeringan yang dialami Butta Turatea-Jeneponto sepanjang tahun mengakibatkan susahnya supplai air bagi Mobil Pemadam Kebakaran.

Ratusan kios musnah dan rata dengan tanah, ratusan juta kerugian dialami para pedagang yang mendiami Pasar Allu tersebut. Kebakaran berlangsung beberapa jam akibat susahnya air. Dua mobil Pemadam Kebakaran Jeneponto tiba di TKP sekitar pukul 16.00 Wita tidak mampu membendung kobaran api yang terus melalap kios demi kios. Kondisi ini memaksa Pemadam Kebakaran Jeneponto meminta bantuan Pemadam Kebakaran Takalar. Sekitar satu jam kemudian, tibalah di lokasi kejadian 1 mobil Pemadam Kebakaran Takalar. Namun, api masih terus berkobar dan semakin membesar.

Tindakan preventif kembali diambil untuk mengantisipasi meluasnya lokasi kebakaran di sekitar area pemukiman. Pemadam Kebakaran Bantaeng pun dihubungi agar dapat mengerahkan bantuannya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Pemadam Kebakaran Bantaeng dengan sigap merespon permintaan dimaksud dengan segera meluncur ke TKP dan tiba sekitar pukul 04.45 Wita. Sebanyak tiga mobil dikerahkan bersama dengan puluhan kru.

Ketiga regu Pemadam Kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.30 Wita. Namun kondisi pasar telah ludes akibat amukan si jago merah. Nasib naas dialami para pedagang di Pasar Allu. Barang dagangan yang sedianya dipersiapkan menyambut Lebaran tahun ini telah musnah dan tinggal puing-puing bangunan kios.Baju baru, celana baru, kopiah baru, sajadah baru dan berbagai jenis pakaian baru yang siap jual tak lagi bisa dinikmati warga sekitar Pasar Allu.
Read Full 8 comments

Terkapar diamuk Massa

Friday, February 4, 2011
Terkapar diamuk Massa-1
Kurang lebih 2 minggu terakhir ini, masyarakat Bonthain dihebohkan dengan isu keberadaan para penculik orang yang berkeliaran di wilayah Bonthain. Isu ini semakin berkembang, layaknya gosip tetangga dari mulut ke mulut cerita semakin dibumbui. Berbagai cerita bermunculan, ada yang beranggapan bahwa penculik mengincar organ tubuh manusia untuk diperjualbelikan. Namun, hal ini masih saja berupa isu. Akibat isu tersebut, masyarakat ketakutan. Orang tua merasakan kekhawatiran khususnya terhadap anaknya. Tidak seperti biasanya, siswa SMA sekalipun tidak luput dari pengawasan ketat orang tuanya. Hal ini ditandai dengan keaktifan orang tua mengantar dan menjemput anaknya dari dan ke sekolah. Jam belajar diperpanjang, sesi keluar rumah bagi sang anak dikurangi hanya untuk keperluan mendesak dan amat penting. Itu pun harus diantar orang tuanya ataupun keluarga dekat dan/atau temannya.

Di satu sisi, keuntungan dari isu ini adalah perilaku dan sikap yang ditunjukkan orang tua terhadap anaknya berubah drastis dari tidak peduli menjadi semakin sayang dan cinta terhadap anaknya. Di sisi lain, masyarakat dihantui ketakutan akan bahaya yang sewaktu-waktu mengancam keluarganya. Sikap masyarakat kemudian berbuah kewaspadaan. Gambar yang ditunjukkan merupakan korban amukan massa di Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Terjadi sekitar pukul 18.00-20.00 WITA tanggal 04 Pebruari 2011.

Oleh masyarakat, korban DISINYALIR merupakan pelaku dari sindikat penculikan anak dan orang dewasa akhir-akhir ini di wilayah Bantaeng. Lelaki paruh baya yang berusia ± 60 tahun ini mengalami luka berat dan nyaris sekarat akibat dikeroyok oleh massa yang geram dengan keberadaannya di wilayah mereka. Sampai informasi ini diturunkan, korban belum bisa dipastikan sebagai Pelaku, Tersangka atau pun apa statusnya oleh pihak berwajib. Sementara dengan kondisinya yang kian memburuk tersebut, pihak berwajib bersama dengan Tim Medis dari Brigade Siaga Bencana (BS) Bonthain merujuk korban ke Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sebelumnya, korban diamankan di POLRES BANTAENG sampai pukul 22.30 WITA. Pihak berwajib mengambil tindakan tersebut sebagai langkah pengamanan terhadap korban dari amukan massa yang lebih parah lagi. Masyarakat Bantaeng pun kian dihebohkan dengan kejadian ini. Namun, perlu dipahami bersama bahwa masyarakat bersama semua unsur di dalamnya harus mengedepankan "Praduga Tak Bersalah". Betapa tidak, korban belum dapat diinterogasi mengingat kondisinya yang tidak stabil. Identitas berupa nama, alamat dan sebagainya belum dapat diketahui, termasuk kondisi kejiwaan korban.

Adapun kepastian status korban tersebut sebagai tersangka atau bukan, masyarakat diharapkan menunggu kesimpulan, keputusan dari hasil pemeriksaan/penyelidikan Pihak Berwajib. Hal penting yang harus dipahami dari kejadian ini sebagai berikut :
  • Jangan mudah terpancing isu yang belum pasti kebenarannya.
  • Berdo'a terhadap kesembuhan si korban.
  • Bersama-sama Kita serahkan dan menunggu keputusan pihak berwajib.
  • Tetap waspada.
  • Jangan terlalu fokus pada isu dan kejadian yang berkembang karena bisa saja pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kejadian lainnya yang lebih parah semisal Pencurian karena masyarakat berbondong-bondong ke Polres Bantaeng, sementara rumahnya ditinggalkan dalam keadaan tak berpenghuni. Demikian halnya bahaya Kebakaran dan sebagainya.


Terkapar diamuk Massa-2

Terkapar diamuk Massa-3

Terkapar diamuk Massa-4

Terkapar diamuk Massa-5

Terkapar diamuk Massa-6


Read Full 11 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks