blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Thursday, March 27, 2014

52 Investor dari 8 Negara Hadiri Smelter Summit 2014 di Bantaeng

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Bantaeng ditunjuk sebagai pelaksana Smelter Summit 2014 yang berlangsung selama 3 hari di Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri 52 investor dari 8 negara yang berasal dari Benua Eropa, termasuk India dan China. Kepala BPPT (Marzan Aziz Iskandar) menjadi Pembicara Kunci dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan Gubernur SulSel, Staf Ahli Bidang Pembangunan (DR. Abdul Haris, SH, MH), Budi Irmawan (Sekretaris Menteri ESDM dan Direktur Pertambangan) dan Bambang Adi (Deputy Kementerian Koordinator Bidang Kesejahhteraan Rakyat Republik Indonesia.

Vince Gowan yang mewakili Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN), memandu acara yang diisi dengan berbagai pemaparan Narasumber sampai sesi diskusi. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara merupakan topik utama yang dibahas. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 103 dan Pasal 170 pada Undang-Undang tersebut, kegiatan pengolahan dan pemurnian Sumber Daya Mineral sebagai bagian dari peningkatan manfaat mineral bagi rakyat dan untuk kepentingan pembangunan daerah. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Kepada peserta Smelter Summit 2014, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memaparkan lebih dalam tentang potensi dan kondisi Kabupaten Bantaeng saat ini. Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuka peluang usaha yang seluas-luasnya kepada para investor untuk menanamkan investasinya di daerah ini. Izin investasi yang kerap disebut Izin Prinsip tidaklah sulit dalam pengurusannya, seperti halnya yang telah menghantui para investor selama ini. Prosesnya amatlah cepat dan mudah serta kami tidak membebankan biaya sepeser pun. Ketika semua persyaratan telah dipenuhi, izin Prinsip akan segera diterbitkan. Bahkan sebelum investor tersebut tiba di daerah ini dan melakukan aktifitasnya, cukup mengirimkan berkas-berkas via E-mail, ujarnya.

Bentang alam Kabupaten Bantaeng jarang bisa ditemui di daerah lain di Indonesia. Ada 3 klaster yang tercakup didalamnya, yakni area Pesisir, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pada area Dataran Tinggi, dari Timur ke Barat membentang pegunungan Lompobattang pada sisi Utara. Perkebunan Strawberry dan Apel menjadi komoditi andalan sebagai penunjang wilayah Agrowosata. Komoditi lainnya seperti Kentang, Kol, Kopi, Cengkeh dan Kakao tidak hanya sebagai komoditas untuk pasar. Tanaman tersebut akan sangat dibutuhkan oleh pelaku bisnis untuk mendukung aktifitas keberadaannya di Kabupaten Bantaeng.

Areal persawahan, perkebunan dan peternakan tersedia di area Dataran Rendah. Wilayah-wilayah yang dulunya tandus dan tidak produktif, kini disulap menjadi Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Di lokasi inilah, Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberi peluang kepada investor untuk membangun industri besar. Dengan sendirinya, areal produktif seperti persawahan tidak terganggu dan tetap bertahan jumlah luasannya.

Lebih lanjut, H. M. Nurdin Abdullah mengungkapkan “Di bagian Selatan, daerah ini berhadapan langsung dengan Laut Flores. Kawasan perairan yang luas menyimpan potensi yang luar biasa dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal. Tidak hanya biota laut yang hidup didalamnya, tetapi luasan areal tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat para pelaku bisnis untuk berinvestasi. Rumput laut, salah satu potensi yang kini telah mendunia. Investor dari Rusia dan beberapa negara lainnya telah melakukan kerja sama dalam hal pengembangan rumput laut melalui kegiatan ekspor dan pembangunan sarana produksi.

DR. Ir. R. Syukhran (Dirjen Mineral dan Batu Bara pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) dalam pemaparannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng ini patut disambut dengan baik oleh Pemerintah Pusat dan para investor. Hal terpenting yang akan terasa nantinya adalah proses produksi akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun dari Pemerintah Daerah. Seperti dijelaskan Bupati Bantaeng bahwa proses pembebasan lahan akan difasilitasi sepenuhnya. Sehingga investor bisa fokus mengurus rencana produksi. Apalagi sarana dan prasarana infrastruktur telah tersedia, terutama akses jalan yang memadai. Ketersedian Sumber Daya Alam seperti air bersih merupakan gambaran dari kelestarian sebuah daerah. Sehingga yang sangat penting untuk diperhatikan, khususnya bagi investor adalah pengelolaan limbah industri untuk menjaga kelangsungan hidup dan lingkungan yang sehat.

0 comments:

Post a Comment

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Powered by Counters4blogs.com
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks