Showing posts with label Syahrul Yasin Limpo. Show all posts
Showing posts with label Syahrul Yasin Limpo. Show all posts
Untuk SulSel, Bantaeng Perkenalkan SEeForest
Sunday, June 14, 2015
SEeForest adalah aplikasi sosial media selfie sambil menanam pohon. Seperti aplikasi media sosial lainnya, pengguna akan memiliki akun pribadi. Uniknya, SEeForest mencoba mengedukasi anak-anak dan remaja untuk berselfie sambil menanam pohon. Pengguna akun juga akan tergabung dalam SEeForest Comunity sebagai komunitas pecinta lingkungan.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Bantaeng mengikuti kegiatan Fun Walk 2015 di Maccini Sombala, Makassar (14/06). Tampak Sekretaris Daerah Daerah (H. Abdul Gani), Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Syahrul Bayan), Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (dr. Sultan), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (Rita Pasha) dan Kabag. Humas dan Protokoler (Riesa Meylani).
Dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (MOI). Kegiatan fun walk ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.
"Kami datang ke Makassar untuk silaturahmi, sekaligus menghadiri acara Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup bersama Bupati Bantaeng. Sekaligus kami juga promosikan aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon yang digagas oleh SEeForest Community. Dimana telah dilaunching sejak tanggal 2 Juni 2015 di Kabupaten Bantaeng oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera selatan bersama Bupati Bantaeng", ujar Syahrul Bayan (selaku juga Koordinator SEeForest Community Sulawesi Selatan).
Bupati Bantaeng dihampiri sejumlah pejabat dan masyarakat peserta Fun Walk. Masyarakat menjalin komunikasi yang akrab dengan sang Bupati dari daerah terkecil di SulSel ini. Sementara itu, mereka juga meminta untuk berfoto bersama H. M. Nurdin Abdullah. Fenomena yang sering terjadi ketika sosok bergelar Profesor ini muncul di tengah-tengah publik.
Peringatan Hari Lingkungan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema "Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi". Kegiatan yang diprakarsai Astra Green Lifestyle Campaign (AGLC) tersebut juga berlangsung di empat Ibukota Propinsi secara bersamaan, ujar Perwakilan Astra.
Dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (MOI). Kegiatan fun walk ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.
"Kami datang ke Makassar untuk silaturahmi, sekaligus menghadiri acara Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup bersama Bupati Bantaeng. Sekaligus kami juga promosikan aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon yang digagas oleh SEeForest Community. Dimana telah dilaunching sejak tanggal 2 Juni 2015 di Kabupaten Bantaeng oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera selatan bersama Bupati Bantaeng", ujar Syahrul Bayan (selaku juga Koordinator SEeForest Community Sulawesi Selatan).
Bupati Bantaeng dihampiri sejumlah pejabat dan masyarakat peserta Fun Walk. Masyarakat menjalin komunikasi yang akrab dengan sang Bupati dari daerah terkecil di SulSel ini. Sementara itu, mereka juga meminta untuk berfoto bersama H. M. Nurdin Abdullah. Fenomena yang sering terjadi ketika sosok bergelar Profesor ini muncul di tengah-tengah publik.
Peringatan Hari Lingkungan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema "Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi". Kegiatan yang diprakarsai Astra Green Lifestyle Campaign (AGLC) tersebut juga berlangsung di empat Ibukota Propinsi secara bersamaan, ujar Perwakilan Astra.
SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Sunday, December 8, 2013
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.
Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.
Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.
Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.
Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.
Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.
Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
- PT. Titan Mineral Utama
- PT. Mega Power Makmur
- PT. Bakti Bumi Sulawesi
- PT. Cinta Jaya
- Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
- Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
- Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
- Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
- Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
- Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
- Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
- Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.
Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
- Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
- Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
- Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor













