Showing posts with label Student. Show all posts
Showing posts with label Student. Show all posts
POR Pelajar VIII 2014
Saturday, November 23, 2013
Seolah tiada henti, keramaian yang berlangsung di Bonthain. Daerah yang dulunya sunyi, tenggelam di kebisingan kota-kota Indonesia. Tiada kabar terdengar, menjadikannya sebuah daerah yang hampir tidak terlihat di Peta berskala 1:2.000 atau yang lebih besar lagi. Bantaeng kini bukanlah kota sepi. Tetapi kota yang sarat dengan kunjungan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, seperti Seram, Karangasem, Situbondo dan sebagainya. Bahkan kota-kota besar mancanegara, seperti Kamboja, Jepang, Malaysia, Rusia, India, Perancis, Belanda, Jerman, Hong Kong, Korea, China dan sebagainya. Perayaan kecil sekalipun, pasti terpantau dan terpublikasi dengan cepat. Sekecil apapun nuansa kegiatannya, kehebohan di dalamnya langsung mendunia. Menjadikannya semakin ramai dan memikat siapapun untuk menyaksikan keindahan dan keramaian Bonthain yang sedang menuju pencapaian totalitas The New Bantaeng.
Sore tadi (Red. : 23 Nopember 2013) berlangsung pembukaan Pekan Olah Raga Pelajar VIII 2013 yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut Hari Jadi Bantaeng ke-759 pada tanggal 7 Desember 2013. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan memunculkan bibit atlet yang berpotensi untuk mengikuti kejuaraan berbagai cabang olah raga pada event akbar PORDA XV 2014 yang akan dilaksanakan di Bantaeng.
Puluhan ribu peserta defile mengawali acara pembukaan POR Pelajar VIII 2013 yang terdiri dari para pelajar, official dan juri/wasit. Adapun jumlah peserta yang berasal dari para pelajar sekolah Negeri dan Swasta, yakni :
Sore tadi (Red. : 23 Nopember 2013) berlangsung pembukaan Pekan Olah Raga Pelajar VIII 2013 yang akan berlangsung selama sepekan ke depan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut Hari Jadi Bantaeng ke-759 pada tanggal 7 Desember 2013. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan memunculkan bibit atlet yang berpotensi untuk mengikuti kejuaraan berbagai cabang olah raga pada event akbar PORDA XV 2014 yang akan dilaksanakan di Bantaeng.
Puluhan ribu peserta defile mengawali acara pembukaan POR Pelajar VIII 2013 yang terdiri dari para pelajar, official dan juri/wasit. Adapun jumlah peserta yang berasal dari para pelajar sekolah Negeri dan Swasta, yakni :
- Tingkat SD : 23 Gugus (tiap Gugus terdiri dari 3-6 sekolah)
- Tingkat SMP/MTs./Pondok Pesantren : 36 sekolah
- SMA/SMK/MA : 30 sekolah
- Juara 1 : SDN No. 5 lembang Cina
- Juara 2 : SD Inp. Tappanjeng
- Juara 3 : SD Inp. Moti
- Juara 4 : SD Inp. Tanetea
- Juara 1 : SMP Neg. 1 Bantaeng
- Juara 2 : SMP Neg. 2 Bantaeng
- Juara 3 : SMP Neg. 2 Bissappu
- Juara 4 : SMP Neg. 1 Bissappu
- Juara 1 : SMA Neg. 1 Bantaeng
- Juara 2 : SMA Neg. 2 Bantaeng
- Juara 3 : SMA Neg. 1 Eremerasa
- Juara 4 : SMK Neg. 5 Bantaeng
SIAP mengenakan Abu-abu
Wednesday, July 4, 2012Libur telah tiba. Setelah bergelut selama 3 (tiga) tahun berseragam biru, saatnya Anak SMP menikmati masa liburan. Menikmati liburan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mengunjungi obyek wisata, pulang kampung ataupun tetap tinggal di rumah sembari mengikuti proses pendaftaran siswa baru guna melanjutkan ke jenjang SMA. Hari ini (Red. : 4 Juli 2012), siswa SMP se-Kabupaten Bantaeng menunggu Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang diumumkan pihak sekolah. Rasa was-was menghantui sebagian calon siswa baru, namun tidak kurang pula yang begitu enjoy menanti pengumuman dan tetap optimis akan kelulusannya.
Tim Bonthain kali ini akan mempublikasikan Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2012/2013 yang akan menempati 10 (sepuluh) ruang kelas 1/X di SMA Negeri 1 Bantaeng. Sekolah ini menjadi favorit di Bonthain sebagai sekolah unggulan. Sehingga setiap tahunnya, ribuan pendaftar berupaya mengisi quota yang disiapkan. Sebanyak 264 orang calon siswa baru yang SIAP mengenakan seragam abu-abu di sekolah tersebut, 223 orang merupakan calon siswa yang LULUS berdasarkan hasil seleksi. Sementara 41 orang calon siswa lainnya berpredikat Bebas Tes.
Download versi Originalnya :
Pengumuman Hasil Seleksi PSB 2012 SMA Negeri 1 Bantaeng
Tim Bonthain kali ini akan mempublikasikan Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2012/2013 yang akan menempati 10 (sepuluh) ruang kelas 1/X di SMA Negeri 1 Bantaeng. Sekolah ini menjadi favorit di Bonthain sebagai sekolah unggulan. Sehingga setiap tahunnya, ribuan pendaftar berupaya mengisi quota yang disiapkan. Sebanyak 264 orang calon siswa baru yang SIAP mengenakan seragam abu-abu di sekolah tersebut, 223 orang merupakan calon siswa yang LULUS berdasarkan hasil seleksi. Sementara 41 orang calon siswa lainnya berpredikat Bebas Tes.
Download versi Originalnya :
Pengumuman Hasil Seleksi PSB 2012 SMA Negeri 1 Bantaeng
Pameran Pendidikan Bonthain 2012
Thursday, May 10, 2012Masih rangkaian dari Hari Pendidikan Nasional tahun 2012 yang diperingati 2 Mei 2012 yang lalu, Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Bantaeng sebagai Leading Sektor dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng kembali mengadakan Pameran Pendidikan Bonthain. Berbagai tingkatan sekolah turut serta menyemarakkan kegiatan. Mulai dari tingkatan TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng. Menurut sumber Tim Bonthain, pameran tersebut akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA).
M.Nuh yang tiba di Bonthain hari ini (Red. Kamis, 10 Mei 2012, 17:00 Wita) bersama Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan rombongan berkeliling kota Bonthain sekaligus memantau persiapan pelaksanaan Pameran Pendidikan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.
Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.
Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai hari Jum'at-Minggu tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain (Jl. Seruni Bantaeng). Peserta pameran terdiri dari :
Tingkatan SMA
Tingkatan SMK
Tingkatan SMP
Tingkatan SD
Tingkatan TK
Berbagai kreasi dan kerajinan hasil karya anak Bonthain ditampilkan dalam pameran kali ini. Termasuk pula kreasi para guru hasil pelaksanaan KKG serta prestasi para siswa dann guru selama tahun 2011-2012. Melalui pameran ini diharapkan mampu mendorong semangat para siswa pada khususnya serta para pendidik dan tenaga kependidikan pada umumnya untuk terus berkreasi dan memajukan dunia pendidikan di Bonthain, demikian disampaikan M. Sakring, S.Pd (salah seorang guru yang tergabung dalam Gugus SDN No. 5 Lembang Cina).
Berselang beberapa menit setelah kunjungan rombongan Mendiknas, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Sinasari) juga hadir memantau persiapan yang dilakukan para peserta pameran. Berdasarkan Surat Kadis. Diknas Kab. Bantaeng yang diperlihatkan kepada Tim Bonthain, Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada pukul 14:30 Wita esok (Red. 11 Mei 2012).
Sofyan, S.Pd yang ditemui Tim Bonthain di Stand Gugus SDN No. 14 Allu berharap agar pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung meriah, lancar, aman dan tertib.
M.Nuh yang tiba di Bonthain hari ini (Red. Kamis, 10 Mei 2012, 17:00 Wita) bersama Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan rombongan berkeliling kota Bonthain sekaligus memantau persiapan pelaksanaan Pameran Pendidikan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.
Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.
Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai hari Jum'at-Minggu tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain (Jl. Seruni Bantaeng). Peserta pameran terdiri dari :
Tingkatan SMA
- SMA Neg. 1 Bantaeng
- SMA Neg. 2 Bantaeng
- SMA Neg. 1 Bissappu
- SMA Neg. 1 Tompobulu
Tingkatan SMK
- SMK Neg. 1 Bantaeng
- SMK Neg. 2 Bantaeng
- SMK Neg. 3 Bantaeng
- SMK Neg. 4 Bantaeng
- SMK Neg. 5 Bantaeng
Tingkatan SMP
- MKKS-SMP se-Kab. Bantaeng
Tingkatan SD
- Gugus SDN No. 5 Lembang Cina
- Gugus SDN No. 7 Letta
- Gugus SDN No. 19 Landang
- Gugus SDN No. 14 Allu
- Gugus SDN No. 32 Bungloe
- Gugus SD Inp. Tappanjeng
- Gugus SD Inp. Pullauweng
- Gugus SD Inp. Lonrong
- Gugus SD Inp. Ujung Katinting
- Gugus SD Inp. Ganting
- Gugus SD Inp. Jatia
- Gugus SD Inp. Moti
- Gugus SD Inp. Loka
- Gugus SD Inp. Morowa
- Gugus SD Inp. Tala-tala
Tingkatan TK
- Gugus TK se-Kec. Bissappu, Sinoa dan Ulu Ere
- Gugus TK se-Kec. Bantaeng dan Eremerasa
- Gugus TK se-Kec. Pa'jukukang, Gantarang Keke dan Tompobulu
Berbagai kreasi dan kerajinan hasil karya anak Bonthain ditampilkan dalam pameran kali ini. Termasuk pula kreasi para guru hasil pelaksanaan KKG serta prestasi para siswa dann guru selama tahun 2011-2012. Melalui pameran ini diharapkan mampu mendorong semangat para siswa pada khususnya serta para pendidik dan tenaga kependidikan pada umumnya untuk terus berkreasi dan memajukan dunia pendidikan di Bonthain, demikian disampaikan M. Sakring, S.Pd (salah seorang guru yang tergabung dalam Gugus SDN No. 5 Lembang Cina).
Berselang beberapa menit setelah kunjungan rombongan Mendiknas, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Sinasari) juga hadir memantau persiapan yang dilakukan para peserta pameran. Berdasarkan Surat Kadis. Diknas Kab. Bantaeng yang diperlihatkan kepada Tim Bonthain, Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada pukul 14:30 Wita esok (Red. 11 Mei 2012).
Sofyan, S.Pd yang ditemui Tim Bonthain di Stand Gugus SDN No. 14 Allu berharap agar pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung meriah, lancar, aman dan tertib.
Polisi Bikin Macet
Tuesday, May 1, 2012Lazimnya polisi bertugas mengamankan dan mengatur kelancaran lalu lintas di jalan raya. Namun, kali ini polisi justru berulah bikin macet lalu di lintas jalan raya. Mengambil posisi start di Lapangan Bawakaraeng (Jl. Gagak Bantaeng) melewati Jl. Kartini, Jl. Elang, Jl. Merpati dan kembali finish di Lapangan Bawakaraeng yang berhadapan langsung dengan Rumah Dinas/Jabatan Bupati Bantaeng, polisi dan rombongan memadati jalan tersebut selama ± 2 jam. Akibatnya, kawasan tersebut ditutup sementara waktu untuk memberi keleluasaan dan ruang gerak yang nyaman. Aparat kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas (SatLanTas) Polres Bonthain ikut mengamankan rekan-rekan juniornya.
Puluhan polisi yang tergabung dalam barisan/rombongan Karnaval tingkat Taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Bantaeng berjalan menyusuri jalur karnaval yang telah ditentukan sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012. Selain polisi junior/cilik, ratusan anak lainnya turut serta dengan mengenakan berbagai busana/pakaian adat, pengantin dan pakaian kreasi unik lainnya. Kehadiran karnaval ini mampu menarik perhatian dan simpati masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalur.
Suasana sore yang tenang dan cukup sejuk karena sejam sebelumnya BONTHAIN diguyur hujan, menjadikan pelaksanaan karnaval dimaksud berlangsung lebih meriah. Guru dan orang tua yang menyertai ratusan anak TK merasa nyaman dan rileks meski jalurnya lumayan jauh. Meski demikian, tak kurang dari anak TK ini sesekali mennangis dan meronta karena kelelahan serta merasa jenuh.
Semangat yang ditunjukkannya merupakan semangat jiwa emas sebagai calon penerus anak bangsa untuk meraih cita dan harapan yang diidam-idamkan. Sekalipun mereka belum memahami semangat yang dipertontonkannya, tetapi kita semua patut mengambil hikmahnya. Anak kecil saja bisa, kenapa kita tidak mencoba dan memperjuangkannya...???
Puluhan polisi yang tergabung dalam barisan/rombongan Karnaval tingkat Taman kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Bantaeng berjalan menyusuri jalur karnaval yang telah ditentukan sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2012. Selain polisi junior/cilik, ratusan anak lainnya turut serta dengan mengenakan berbagai busana/pakaian adat, pengantin dan pakaian kreasi unik lainnya. Kehadiran karnaval ini mampu menarik perhatian dan simpati masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalur.
Suasana sore yang tenang dan cukup sejuk karena sejam sebelumnya BONTHAIN diguyur hujan, menjadikan pelaksanaan karnaval dimaksud berlangsung lebih meriah. Guru dan orang tua yang menyertai ratusan anak TK merasa nyaman dan rileks meski jalurnya lumayan jauh. Meski demikian, tak kurang dari anak TK ini sesekali mennangis dan meronta karena kelelahan serta merasa jenuh.
Semangat yang ditunjukkannya merupakan semangat jiwa emas sebagai calon penerus anak bangsa untuk meraih cita dan harapan yang diidam-idamkan. Sekalipun mereka belum memahami semangat yang dipertontonkannya, tetapi kita semua patut mengambil hikmahnya. Anak kecil saja bisa, kenapa kita tidak mencoba dan memperjuangkannya...???
Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Sunday, July 17, 2011Dua minggu mendatang, Ramadhan bakal tiba. Puasa sebulan penuh lamanya, berbagai kegiatan pun dilaksanakan di seantero Indonesia. Bulan sebelumnya, Pramuka melaksanakan Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu (PERJUSAMI). Kali ini giliran Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Bantaeng. Berlangsung sejak tanggal 15 Juli 2011 kemarin dan akan berakhir tanggal 19 Juli 2011 lusa. Ratusan peserta tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sesepuh PMI Butta Toa Cabang Bantaeng (Andi Burhanuddin Syaggaf) menjelaskan, JUMBARA bertujuan untuk menggali potensi para relawan Madya dan Wira atas latihan yang selama ini dilaksanakan di sekolah masing-masing sekaligus memberikan penilaian, memantapkan dan memberikan penghargaan atas jerih payahnya. Tidak hanya itu, menurutnya dengan JUMBARA para relawan dapat bertukar informasi, membangkitkan semangat perdamaian dan persatuan. Termasuk di dalamnya dapat mempererat persaudaraan antara Pembina, Guru, Pelatih dan Relawan serta antar Relawan itu sendiri.
JUMBARA jangan sekedar dijadikan sebagai ajang lomba saja, meski pada dasarnya dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan perlombaan. KAENG atau Karaeng Boer yang juga akrab disapa Bung Tomo oleh Komunitas Radio 2 Meteran, menekankan kepada setiap Panitia yang tergabung dalam Korps Suka Rela (KSR) Butta Toa agar mengarahkan dan memberikan pembinaan terhadap Relawan Madya maupun Wira bilamana dalam pelaksanaan lomba masih mengalami kendala. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan PMR Madya dan Wira yang siap menjadi generasi penerus PMI di masa mendatang.
JUMBARA PMR ke-III se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 mengambil Tema Ceria, Cerdas dan Bersahabat (Cheerful, Smart and Friendly) dengan Sub Tema Berprestasi, Berkreasi dan Meningkatkan Keterampilan untuk Kemanusiaan yang mengambil lokasi di Lapangan Sambang Katimbang, Kamp. Pullauweng, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Peserta sebanyak 207 orang Relawan dan 36 orang Pembina, terdiri dari :
Madya
Support dari berbagai kalangan terhadap kegiatan ini amatlah besar, antara lain :
JUMPA
Semangat kemanusiaan mengalir dalam jiwa para Relawan. Angkat tandumu kawan dan songsong pasien di depan mata. Bantu insan lainnya meskipun dia musuhmu.
Salam Kemanusiaan
JUMBARA jangan sekedar dijadikan sebagai ajang lomba saja, meski pada dasarnya dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan perlombaan. KAENG atau Karaeng Boer yang juga akrab disapa Bung Tomo oleh Komunitas Radio 2 Meteran, menekankan kepada setiap Panitia yang tergabung dalam Korps Suka Rela (KSR) Butta Toa agar mengarahkan dan memberikan pembinaan terhadap Relawan Madya maupun Wira bilamana dalam pelaksanaan lomba masih mengalami kendala. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan PMR Madya dan Wira yang siap menjadi generasi penerus PMI di masa mendatang.
JUMBARA PMR ke-III se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 mengambil Tema Ceria, Cerdas dan Bersahabat (Cheerful, Smart and Friendly) dengan Sub Tema Berprestasi, Berkreasi dan Meningkatkan Keterampilan untuk Kemanusiaan yang mengambil lokasi di Lapangan Sambang Katimbang, Kamp. Pullauweng, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Peserta sebanyak 207 orang Relawan dan 36 orang Pembina, terdiri dari :
Madya
- SMP Neg. 2 Bissappu
- SMP PGRI Campagaloe
- SMP Neg. 2 Gantarang Keke
- SMP DDI Mattoanging
- Mts. Hasyim Ashari (Tanetea)
- MTs. Ma'Arif Puro'ro
- SMA Neg. 1 Bantaeng
- SMA Neg. 1 Bissappu
- SMK Yayasan Mega Anugerah (Rappoa)
- MA Nahdhatul Tawalib Tompong
Support dari berbagai kalangan terhadap kegiatan ini amatlah besar, antara lain :
- Fire Rescue of Bonthain
- Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain
- Pemerintah Kabupaten Bantaeng
- Rumah Sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
- Puskesmas Sinoa
- Sanggar Seni Latar Nusa
- AMBAE
- Ambae.exe
- Gadde-gadde
- PMI Cabang Bulukumba
- KSR Panrita Lopi-Bulukumba
- Baling-baling Adventure Team (BAT)
- POM
- TNI
- Komunitas Seni dan Budaya Bantaeng
- Komunitas Seni dan Budaya Bulukumba
- dan Komunitas Jajanan Bonthain
JUMPA
- Pertolongan Pertama (PP)
- Pasang Bongkar Tandu (PBT)
- Cerdas Cermat Kepalangmerahan (KPMR)
- Dapur Umum Kreasi (DUK)
- Perawatan Keluarga (PK)
- Penghijauan/Penanaman Pohon
- Vocal Group
- Drama Kemanusiaan 7 (Tujuh) Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
- Panggung Seni Kontingen
- Olah Raga (Sepak Bola Sarung)
- Anjang Sana antar Kontingen Peserta
- Pemilihan Putera dan Puteri Palang Merah Indonesia
- Pameran Kontingen
- Lomba Majalah Dinding (ukuran 1x1 M)
Semangat kemanusiaan mengalir dalam jiwa para Relawan. Angkat tandumu kawan dan songsong pasien di depan mata. Bantu insan lainnya meskipun dia musuhmu.
Ratusan Muda Mudi Bonthain SIAGA di Stadion
Friday, June 24, 2011Sore itu langit menjadi gelap. Padahal sejak pagi hingga siang, terik menyengat kulit layaknya semut menggerogoti gula. Di sekitar area Lamalaka ramai lalu lalang puluhan lelaki paruh baya dengan berbagai aktifitas yang mengundang rasa penasaran.
Ada apa gerangan di Lamalaka ?
Dari kejauhan terlihat 5 (lima) orang lelaki berkumis mengangkat bambu, ada pula yang membopong terpal, matras, gulungan kain berwarna coklat, beberapa ikat patok dan sebuah palu di tangan kirinya. Sementara ibu-ibu sesekali berhenti di tengah jalan menuju Stadion. Betapa tidak, di tangan kanannya panci besar dan di tangan kirinya 3 (tiga) buah ember menemani perjalanannya. Lagi-lagi rasa penasaran Tim Bonthain masih menghantui.
Demi memuaskan rasa penasaran itu, Tim bergerak menuju tujuan yang sama dengan lelaki dan ibu-ibu tadi. Alhasil, barang-barang yang mereka bawa merupakan perlengkapan pelaksanaan Perkemahan yang akan dilaksanakan di Stadion Mini Lamalaka Bonthain mulai besok (Red. today). Perkemahan ini dilaksanakan oleh PRAMUKA SIAGA yang tergabung dari puluhan Sekolah Dasar di Kabupaten Bantaeng, antara lain :
Sejak kemarin (tanggal 23 Juni 2011), sebagian SD telah memulai aktifitas mendirikan tenda di lokasi dimaksud. Namun belum terlihat dengan jelas apa gerangan yang akan diadakan disana sejak kemarin. Hari ini, barulah nampak disana sini para SIAGA dan Pembinanya sibuk dengan beragam aktifitas di bumi perkemahan PERJUSAMI. Kegiatan di lokasi masih sebatas menndirikan/menata tenda/kemah dan lingkungan sekitarnya. Kreasi tiap sekolah ditampilkan demi mempercantik tenda/kemah masing-masing. Sementara di luar area perkemahan belum nampak aktifitas kepramukaan/kepanduan karena pelaksanaannya masih disiapkan sampai prosesi Pembukaan dimulai pada pukul 16.00 waktu Bonthain dan sekitarnya (WITA).
Lalu, apa alasan pelaksanaan PERJUSAMI ini ?
Informasi yang dihimpun Tim Bonthain melaporkan bahwa PERJUSAMI ini diadakan dalam rangka memeriahkan Kegiatan/Acara "Penamatan/pelepasan murid/siswa Kelas VI yang baru saja selesai melaksanakan UAN/UAS. Alasan lainnya terkait dengan Proses Belajar Mengajar dunia pendidikan, khususnya PRAMUKA SIAGA yang akan terhenti sementara waktu pada bulan Agustus 2011 mendatang. Setiap tahunnya Pramuka merayakan hari jadinya (Hari Pramuka) pada tanggal 14 Agustus. Pada puncak perayaan tersebut, lazim diadakan perkemahan dimana-mana. Namun, mengingat pada bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1432H bagi umat Islam, maka kegiatan seperti ini otomatis akan terhambat. Oleh karenanya, wajar saja bila dilaksanakan PERJUSAMI saat ini yang bertepatan dengan masa pendaftaraan siswa baru dan menjelang libur Semester.
Tim Bonthain yang menempatkan dirinya sebagai masyarakat berharap agar melalui pelaksanaan PERJUSAMI ini akan terjalin kerukunan yang semakin erat, baik antar PRAMUKA SIAGA PA/PI, antar Pembina maupun antara SIAGA dengan Pembinanya. Sehingga dengan sendirinya akan memunculkan suasana semakin akrab kedua pihak saat melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) nantinya di sekolah. Apresiasi patut kita haturkan kepada mereka bahwa selagi negeri ini berada dalam krisis moral dan krisis kepercayaan, para Guru masih dan selalu mencurahkan perhatiannya untuk membangun negeri ini dari sisi perbaikan moral berlandaskan keimanan dan ketaqwaan. Siswa yang menjadi obyek ajar para Guru bisa mengikuti ajaran gurunya dan berlaku baik sejak dini. Tentunya harapan terbesar kita agar Muda-mudi Bonthain ini mampu mempertahankan moralitas yang telah tertanam saat ini hingga kelak, khususnya ketika menempati posisi penting di negeri ini. Sehingga moralitas bangsa yang saat ini kian terpuruk dapat diperbaiki kelak oleh Ratusan Muda Mudi Bonthain dan daerah lainnya di Indonesia.
Salam PRAMUKA...!!!
Ada apa gerangan di Lamalaka ?
Dari kejauhan terlihat 5 (lima) orang lelaki berkumis mengangkat bambu, ada pula yang membopong terpal, matras, gulungan kain berwarna coklat, beberapa ikat patok dan sebuah palu di tangan kirinya. Sementara ibu-ibu sesekali berhenti di tengah jalan menuju Stadion. Betapa tidak, di tangan kanannya panci besar dan di tangan kirinya 3 (tiga) buah ember menemani perjalanannya. Lagi-lagi rasa penasaran Tim Bonthain masih menghantui.
Demi memuaskan rasa penasaran itu, Tim bergerak menuju tujuan yang sama dengan lelaki dan ibu-ibu tadi. Alhasil, barang-barang yang mereka bawa merupakan perlengkapan pelaksanaan Perkemahan yang akan dilaksanakan di Stadion Mini Lamalaka Bonthain mulai besok (Red. today). Perkemahan ini dilaksanakan oleh PRAMUKA SIAGA yang tergabung dari puluhan Sekolah Dasar di Kabupaten Bantaeng, antara lain :
- Gudep SDN No. 1 Lembang Cina
- Gudep SDN No. 2 Lembang Cina
- Gudep SDN No. 3 Lembang Cina
- Gudep SDN No. 4 Lembang Cina
- Gudep SDN No. 5 Lembang Cina
- Gudep SD Inpres Jagong
- SDN No. 6 Lembang Cina
- SD Inpres Tappanjeng
- SDN No. 7 Letta
- SDN No. 8 Kalimbaung
- SDN No. 9 Lembang
- dan puluhan SD lainnya
Sejak kemarin (tanggal 23 Juni 2011), sebagian SD telah memulai aktifitas mendirikan tenda di lokasi dimaksud. Namun belum terlihat dengan jelas apa gerangan yang akan diadakan disana sejak kemarin. Hari ini, barulah nampak disana sini para SIAGA dan Pembinanya sibuk dengan beragam aktifitas di bumi perkemahan PERJUSAMI. Kegiatan di lokasi masih sebatas menndirikan/menata tenda/kemah dan lingkungan sekitarnya. Kreasi tiap sekolah ditampilkan demi mempercantik tenda/kemah masing-masing. Sementara di luar area perkemahan belum nampak aktifitas kepramukaan/kepanduan karena pelaksanaannya masih disiapkan sampai prosesi Pembukaan dimulai pada pukul 16.00 waktu Bonthain dan sekitarnya (WITA).
Lalu, apa alasan pelaksanaan PERJUSAMI ini ?
Informasi yang dihimpun Tim Bonthain melaporkan bahwa PERJUSAMI ini diadakan dalam rangka memeriahkan Kegiatan/Acara "Penamatan/pelepasan murid/siswa Kelas VI yang baru saja selesai melaksanakan UAN/UAS. Alasan lainnya terkait dengan Proses Belajar Mengajar dunia pendidikan, khususnya PRAMUKA SIAGA yang akan terhenti sementara waktu pada bulan Agustus 2011 mendatang. Setiap tahunnya Pramuka merayakan hari jadinya (Hari Pramuka) pada tanggal 14 Agustus. Pada puncak perayaan tersebut, lazim diadakan perkemahan dimana-mana. Namun, mengingat pada bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1432H bagi umat Islam, maka kegiatan seperti ini otomatis akan terhambat. Oleh karenanya, wajar saja bila dilaksanakan PERJUSAMI saat ini yang bertepatan dengan masa pendaftaraan siswa baru dan menjelang libur Semester.
Tim Bonthain yang menempatkan dirinya sebagai masyarakat berharap agar melalui pelaksanaan PERJUSAMI ini akan terjalin kerukunan yang semakin erat, baik antar PRAMUKA SIAGA PA/PI, antar Pembina maupun antara SIAGA dengan Pembinanya. Sehingga dengan sendirinya akan memunculkan suasana semakin akrab kedua pihak saat melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) nantinya di sekolah. Apresiasi patut kita haturkan kepada mereka bahwa selagi negeri ini berada dalam krisis moral dan krisis kepercayaan, para Guru masih dan selalu mencurahkan perhatiannya untuk membangun negeri ini dari sisi perbaikan moral berlandaskan keimanan dan ketaqwaan. Siswa yang menjadi obyek ajar para Guru bisa mengikuti ajaran gurunya dan berlaku baik sejak dini. Tentunya harapan terbesar kita agar Muda-mudi Bonthain ini mampu mempertahankan moralitas yang telah tertanam saat ini hingga kelak, khususnya ketika menempati posisi penting di negeri ini. Sehingga moralitas bangsa yang saat ini kian terpuruk dapat diperbaiki kelak oleh Ratusan Muda Mudi Bonthain dan daerah lainnya di Indonesia.
Salam PRAMUKA...!!!
Juara I Lomba Keterampilan Siswa
Sunday, April 18, 2010Siswi Kelas III Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Bantaeng (Nur Hikma) bertemu dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah di Ruang Kerja Bupati Bantaeng. Didampingi Sekretaris Dikpora (Basri), Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bantaeng (Syamsul Samad), beberapa guru pembimbingnya (Hj. Dawiah Sila, H. Latief, Arifin Mansyur, Asri, Hj. Napisah dan Asri) dan Kabag Humas dan Protokol Syahrul Bayan. Nur Hikma berhasil keluar sebagai Juara I pada seleksi tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang diadakan di Makassar pada tanggal 5-9 April 2010 yang lalu.
Bupati Bantaeng menitipkan harapan agar prestasi yang diraih Siswi asal SMK Negeri 1 Bantaeng dapat menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Bantaeng agar mempersiapkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana. Sehingga untuk pembangunan di Kabupaten Bantaeng dapat bersinergi dengan penyediaan SDM yang berkualitas. Juga berharap agar siswa bersangkutan dapat disekolahkan pada sekolah-sekolah favorit di Jawa seperti UI, UGM dan lain sebagainya.
Melalui Dikpora, anggaran untuk beasiswa berprestasi dapat dialokasikan. Paling tidak, dapat mempersiapkan SDM yang akan membangun Bantaeng sejak sekarang. Agar nantinya dapat dirasakan. uang yang dikeluarkan untuk membiayai seorang mahaiswa berprestasi keluaran tahun 2010 ini. Sebagaimana hasil seleksi oleh Dikpora , misalnya dibiayai Rp 200 juta. Nantinya setelah selesai kuliah, dengan akses dan jaringan di luar, Bonthain dapat terbangun. Sehingga dapat membangun Bonthain dengan angka milyaran rupiah. Pola pendidikan di Bonthain harus dimulai dengan bagaimana memberikan pengajaran budi pekerti anak didik. Harapannya agar anak didik memiliki karakter yang selalu berinovasi dan berkreasi untuk membangun daerahnya. Segera kita bangun intelegensi yang unggul untuk membangun Bonthain ini. Kepercayaan luar negeri untuk Bonthain sangatlah tepat untuk dijadikan bahan dalam rangka membangun Bonthain.
Sistem pembinaannya pun harus sejak Sekolah Dasar (SD) dan dipantau hingga Perguruan Tinggi (PT). Dengan demikian anak didik akan memiliki impian dengan arahan guru. Nantinya tercipta mindset yang selalu membangun Bonthain. Juga keterlibatan orang tua siswa, guru dan Pemkab. Bantaeng sangat diperlukan untuk membangun generasi Bonthain yang unggul. Tiap event yang diselenggarakan oleh sekolah harus melibatkan orang tua untuk mengontrol prestasi dari anaknya. Dikpora dan sekolah yang ada di Bonthain harus mememiliki data yang valid tentang keluaran siswa (i) yang berkuliah di Perguruan Tinggi di Makassar dan di Jawa. Hal ini dapat dijadikan salah satu ukuran kualitas pendidikan di Bonthain. Nur Hikma akan mengikuti lomba keterampilan siswa tingkat nasional di Jakarta yang akan berlangsung 12-17 Mei 2010. Siswa tersebut dijadwalkan bertolak dari Bonthain tanggal 10 Mei 2010 mendatang.
Bupati Bantaeng menitipkan harapan agar prestasi yang diraih Siswi asal SMK Negeri 1 Bantaeng dapat menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Bantaeng agar mempersiapkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana. Sehingga untuk pembangunan di Kabupaten Bantaeng dapat bersinergi dengan penyediaan SDM yang berkualitas. Juga berharap agar siswa bersangkutan dapat disekolahkan pada sekolah-sekolah favorit di Jawa seperti UI, UGM dan lain sebagainya.
Melalui Dikpora, anggaran untuk beasiswa berprestasi dapat dialokasikan. Paling tidak, dapat mempersiapkan SDM yang akan membangun Bantaeng sejak sekarang. Agar nantinya dapat dirasakan. uang yang dikeluarkan untuk membiayai seorang mahaiswa berprestasi keluaran tahun 2010 ini. Sebagaimana hasil seleksi oleh Dikpora , misalnya dibiayai Rp 200 juta. Nantinya setelah selesai kuliah, dengan akses dan jaringan di luar, Bonthain dapat terbangun. Sehingga dapat membangun Bonthain dengan angka milyaran rupiah. Pola pendidikan di Bonthain harus dimulai dengan bagaimana memberikan pengajaran budi pekerti anak didik. Harapannya agar anak didik memiliki karakter yang selalu berinovasi dan berkreasi untuk membangun daerahnya. Segera kita bangun intelegensi yang unggul untuk membangun Bonthain ini. Kepercayaan luar negeri untuk Bonthain sangatlah tepat untuk dijadikan bahan dalam rangka membangun Bonthain.
Sistem pembinaannya pun harus sejak Sekolah Dasar (SD) dan dipantau hingga Perguruan Tinggi (PT). Dengan demikian anak didik akan memiliki impian dengan arahan guru. Nantinya tercipta mindset yang selalu membangun Bonthain. Juga keterlibatan orang tua siswa, guru dan Pemkab. Bantaeng sangat diperlukan untuk membangun generasi Bonthain yang unggul. Tiap event yang diselenggarakan oleh sekolah harus melibatkan orang tua untuk mengontrol prestasi dari anaknya. Dikpora dan sekolah yang ada di Bonthain harus mememiliki data yang valid tentang keluaran siswa (i) yang berkuliah di Perguruan Tinggi di Makassar dan di Jawa. Hal ini dapat dijadikan salah satu ukuran kualitas pendidikan di Bonthain. Nur Hikma akan mengikuti lomba keterampilan siswa tingkat nasional di Jakarta yang akan berlangsung 12-17 Mei 2010. Siswa tersebut dijadwalkan bertolak dari Bonthain tanggal 10 Mei 2010 mendatang.
LULUS UAN...harapnya
Tuesday, March 23, 2010Sebanyak 2.455 orang siswa SMA, Madrasah Aliyah dan SMK se-Kabupaten Bantaeng mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) yang diadakan hingga 25 Maret 2010. Keseluruhan siswa tersebut terdiri atas 24 sekolah (4 SMA).
Pelaksanaan UAN tersebut berlangsung tertib. Bupati Bantaeng (H. M Nurdin Abdullah) berkesempatan meninjau pelaksanaan UAN tersebut di SMA Negeri 1 Unggulan Bantaeng. Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Hj. Andi Sinasari) dan Ketua DPRD (Hj. Novrota Langgara) melihat langsung pelaksanaan UAN yang diawasi Prof. Dr. Galib dan sejumlah pengawas lainnya.
Sekretaris Dikpora (M. Basri) mengatakan, pelaksanaan UAN kali ini diharapkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami berharap tingkat kelulusan juga lebih baik sebab tahun lalu tingkat kelulusan kami mencapai 92%. Mudah-mudahan tingkat kelulusan kali ini mencapai minimal 98 persen, harap Basri.
Pelaksanaan UAN tersebut berlangsung tertib. Bupati Bantaeng (H. M Nurdin Abdullah) berkesempatan meninjau pelaksanaan UAN tersebut di SMA Negeri 1 Unggulan Bantaeng. Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Hj. Andi Sinasari) dan Ketua DPRD (Hj. Novrota Langgara) melihat langsung pelaksanaan UAN yang diawasi Prof. Dr. Galib dan sejumlah pengawas lainnya.
Sekretaris Dikpora (M. Basri) mengatakan, pelaksanaan UAN kali ini diharapkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami berharap tingkat kelulusan juga lebih baik sebab tahun lalu tingkat kelulusan kami mencapai 92%. Mudah-mudahan tingkat kelulusan kali ini mencapai minimal 98 persen, harap Basri.
Books Shop
Thursday, March 18, 2010Bonthain semakin ramai akhir-akhir ini. Tiap elemen masyarakat Bonthain turut berpartisipasi dalam mengawal program Pemerintah. Sektor perekonomian mulai menampakkan wajahnya. Demikian pula sektor pariwisata, industri, teknologi, pendidikan dan sebagainya. Berbagai sarana dan prasarana secara bertahap disiapkan. Termasuk di dalamnya fasilitas infrastruktur yang akan mendukung program yang dijalankan, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat secara umum.
Lembaga-lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal membutuhkan dukungan dari pihak luar. Salah satu elemen penting yang harus hadir dalam rangka mendukung pendidikan adalah ketersediaan buku pelajaran. Buku merupakan media efektif yang dapat mengubah karakter seseorang agar mencintai dan menghargai arti pentingnya ilmu.
Di Bonthain hadir toko Buku bernama Butta Ilmoe. Lokasinya amat strategis pada lintasan Poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba, sehingga tidak sulit mengunjunginya. Sebelumnya telah hadir toko buku lainnya, antara lain
1. Toko Buku Bina Ilmu
2. Toko Buku Rihlah
3. Toko Isnu
4. Toko Sukma
5. Agen dan Penyalur Buku dari beberapa Penerbit kenamaan
Butta Ilmoe tak kalah lengkapnya dengan toko buku lainnya di kota ini. Sesuai pantauan Tim Bonthain, di tempat ini disediakan beberapa buku seperti :
1. Buku Pelajaran
2. Buku Agama
3. Buku Sastra
4. Buku Komputer
5. Buku Sosial
6. Buku Budaya
7. Buku Politik
8. Buku Pengetahuan Umum
Bagi pelajar khususnya, toko ini patut dikunjungi untuk mendapatkan referensi yang berkaitan langsung dengan pelajaran di sekolah. Namun, bukan berarti hanya pelajar saja yang patut berkunjung kesana. Mengingat di Toko Butta Ilmoe disediakan berbagai macam buku dengan sasaran keseluruhan masyarakat Bonthain.
Berminat bisa saja, tapi kemana harus dituju. Disini tempatnya :
toko buku BUTTA ILMOE
Jl. Dr. Ratulangi No. 14 Bantaeng
Telp. : 0413-2708510
Lembaga-lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal membutuhkan dukungan dari pihak luar. Salah satu elemen penting yang harus hadir dalam rangka mendukung pendidikan adalah ketersediaan buku pelajaran. Buku merupakan media efektif yang dapat mengubah karakter seseorang agar mencintai dan menghargai arti pentingnya ilmu.
Di Bonthain hadir toko Buku bernama Butta Ilmoe. Lokasinya amat strategis pada lintasan Poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba, sehingga tidak sulit mengunjunginya. Sebelumnya telah hadir toko buku lainnya, antara lain
1. Toko Buku Bina Ilmu
2. Toko Buku Rihlah
3. Toko Isnu
4. Toko Sukma
5. Agen dan Penyalur Buku dari beberapa Penerbit kenamaan
Butta Ilmoe tak kalah lengkapnya dengan toko buku lainnya di kota ini. Sesuai pantauan Tim Bonthain, di tempat ini disediakan beberapa buku seperti :
1. Buku Pelajaran
2. Buku Agama
3. Buku Sastra
4. Buku Komputer
5. Buku Sosial
6. Buku Budaya
7. Buku Politik
8. Buku Pengetahuan Umum
Bagi pelajar khususnya, toko ini patut dikunjungi untuk mendapatkan referensi yang berkaitan langsung dengan pelajaran di sekolah. Namun, bukan berarti hanya pelajar saja yang patut berkunjung kesana. Mengingat di Toko Butta Ilmoe disediakan berbagai macam buku dengan sasaran keseluruhan masyarakat Bonthain.
toko buku BUTTA ILMOE
Jl. Dr. Ratulangi No. 14 Bantaeng
Telp. : 0413-2708510
UAN 2010 cukup mendebarkan
Tuesday, March 9, 2010Ujian Akhir Nasional (UAN) makin dekat. Seluruh siswa/siswi SMU/SMK/MA sibuk melakukan persiapan menjelang pelaksanaan UAN yang akan berlangsung 22-24 Maret 2010. Sekolah-sekolah yang akan melaksanakan UAN tersebut melaksanakan Rapat yang mempertemukan guru dan para orang tua siswa/siswi.
Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan dimaksud yakni :
1. Orang tua harus aktif dalam membimbing anaknya menyiapkan diri mengikuti UAN
2. Orang tua mesti selektif mengawasi kegiatan anaknya
3. Para guru akan membimbing terus siswanya hingga siswa lebih fokus pada pelajaran
4. Kehidupan anak di dunia maya harus dikurangi menjelang UAN berlangsung
Kesepakatan ini dipahami betul oleh kedua pihak. Mengingat UAN merupakan prioritas utama seorang siswa dalam penentuan kelulusan nantinya. Melirik ke belakang beberapa tahun silam, beberapa kejadian memberi kita sebuah gambaran. Tak kurang dari pelajar TIDAK LULUS, sedangkan pelajar bersangkutan merupakan idola di sekolahnya sejak kelas satu karena prestasinya yang di atas rata-rata. Bahkan, ada pula yang memang menyandang Peringkat/Rangking Pertama selama 3 tahun. Namun, UAN meruntuhkan segalanya. Hal ini terjadi karena siswa tersebut terbebani dengan pelaksanaan UAN. Fokus yang berlebihan dapat pula menjadi faktor kebingungan seorang siswa dalam melalui proses UAN.
Diharapkan melalui pertemuan tersebut, kedua pihak khususnya orang tua lebih aktif mengarahkan si anak untuk fokus dan lebih enjoy menghadapi UAN sebagai proses akhir masa SMA. Lazim didengung-dengungkan bahwa MASA SMA merupakan masa terindah. Namun, bisa saja berubah menjadi masa terkelam andai kelulusan jauh di mata. Olehnya, mari bersama-sama mengarahkan para siswa untuk lebih SIAP dengan UAN. Sehingga harapan para siswa agar LULUS dapat dirasakannya. Lebih jauh lagi, setelah LULUS dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yakni Universitas yang berkualitas. Untuk selanjutnya akan melanjutkan tongkat estapet para pendahulu dalam membangun daerah ke arah lebih maju.
Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan dimaksud yakni :
1. Orang tua harus aktif dalam membimbing anaknya menyiapkan diri mengikuti UAN
2. Orang tua mesti selektif mengawasi kegiatan anaknya
3. Para guru akan membimbing terus siswanya hingga siswa lebih fokus pada pelajaran
4. Kehidupan anak di dunia maya harus dikurangi menjelang UAN berlangsung
Kesepakatan ini dipahami betul oleh kedua pihak. Mengingat UAN merupakan prioritas utama seorang siswa dalam penentuan kelulusan nantinya. Melirik ke belakang beberapa tahun silam, beberapa kejadian memberi kita sebuah gambaran. Tak kurang dari pelajar TIDAK LULUS, sedangkan pelajar bersangkutan merupakan idola di sekolahnya sejak kelas satu karena prestasinya yang di atas rata-rata. Bahkan, ada pula yang memang menyandang Peringkat/Rangking Pertama selama 3 tahun. Namun, UAN meruntuhkan segalanya. Hal ini terjadi karena siswa tersebut terbebani dengan pelaksanaan UAN. Fokus yang berlebihan dapat pula menjadi faktor kebingungan seorang siswa dalam melalui proses UAN.
Diharapkan melalui pertemuan tersebut, kedua pihak khususnya orang tua lebih aktif mengarahkan si anak untuk fokus dan lebih enjoy menghadapi UAN sebagai proses akhir masa SMA. Lazim didengung-dengungkan bahwa MASA SMA merupakan masa terindah. Namun, bisa saja berubah menjadi masa terkelam andai kelulusan jauh di mata. Olehnya, mari bersama-sama mengarahkan para siswa untuk lebih SIAP dengan UAN. Sehingga harapan para siswa agar LULUS dapat dirasakannya. Lebih jauh lagi, setelah LULUS dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yakni Universitas yang berkualitas. Untuk selanjutnya akan melanjutkan tongkat estapet para pendahulu dalam membangun daerah ke arah lebih maju.
Zona Selamat Sekolah
Monday, February 8, 2010Perlahan-lahan Black Community and Black In News of Bonthain mengutak-atik kehidupan di Bonthain. Tapi berusaha tidak mengganggu kehidupan yang lagi berlangsung, melainkan hanya mem-publish-nya agar dunia luar dapat mengetahuinya. Maklumlah kota Bonthain bukan kota besar yang tanpa publikasi pun telah dikenal dengan nama besarnya.
Giliran Jl. Raya Lanto yang sempat dilalui kemarin menjadi target bahan artikel. Bermodalkan kamera 2 MP, kemana-mana mesti ikut serta di saku bersama sederetan barang lainnya seperti selain Djarum Black, selembar kertas HVS bekas, sebatang potlot dan korek bertuliskan Djarum Black Motodify. Jalan utama yang melintas di depan SMP Negeri 1 Bantaeng bukanlah jalan biasa, dimana Black Motor Community maupun Black Car Community harus mengurangi kecepatan saat melewatinya.
Diistilahkan ZONA SELAMAT SEKOLAH, karena tepat di area ini menjadi lokasi penyeberangan yang ramai bagi siswa-siswi sekolah. Ada beberapa sekolah yang sering menggunakan area ini sebagai wilayah lintasan pulang dan pergi menuju sekolahnya. Antara lain, SMP Negeri 1 Bantaeng, SDN No. 3 Bantaeng, SMK Negeri 1 Bantaeng, SMP Negeri 2 Bantaeng, SMA Negeri 2 Bantaeng, SD Luar Biasa Bantaeng, TK Aisyiyah Bantaeng dan TK Pertiwi Bantaeng. Belum lagi ketika musim pertandingan menjelang Hari Pendidikan. Lapangan Bawakaraeng yang tepat bersebelahan dengan SMP Neg. 1 Bantaeng, ramai dengan siswa-siswi dari seluruh sekolah se-Kabupaten Bantaeng untuk melaksanakan pertandingan olah raga.
Olehnya, Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng yang dulunya dikenal dengan nama DLLAJ mematok area ini sebagai Zona Selamat Sekolah. Pada area yang panjangnya berkisar 300-500 meter ini, dipajang rambu-rambu jalan masing-masing di awal dan akhir zona. Rambu tersebut sebagai peringatan, khususnya mengenai kecepatan yang dipersyaratkan yakni Maksimal 25 Km/jam. Sementara di bagian tengah area ini, indah dipandang mata, Marka Jalan bertuliskan ZONA SELAMAT SEKOLAH. Termasuk rambu Dilarang Parkir di sepanjang area ini.

Sudah menjadi program nasional, Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program inovatif dalam bentuk zona kecepatan berbasis waktu yang dapat digunakan untuk mengatur kecepatan kendaraan di area sekolah. Diterapkannya program ini, para siswa-siswi sekolah amat terbantu. Asumsinya, tidak selamanya Polisi ada di lokasi penyeberangan anak sekolah. Sehingga kehadirannya akan membantu mewakili polisi menahan laju kendaraan yang terkadang ngebut di jalan. Dengan catatan ada kepedulian dari pengguna jalan, khususnya mobil dan kendaraan lainnya agar mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan.
Pertanyaan yang muncul saat ini, "Apakah Kecelakaan Lalu Lintas akan hilang dari muka bumi ini...?"
Tidak penting menjawabnya dengan opsi Yes or Not, yang penting diuraikan disini adalah sebesar apa kepedulian pengendara untuk mematuhi tiap rambu-rambu jalan yang telah dipajang. Jangan hanya menjadi barang pajangan saja, melainkan untuk ditaati. Program ZoSS terbilang baru diaplikasikan, pihak yang menanganinya mesti aktif mensosialisasikan kepada masyarakat pengguna jalan. Betapa tidak, LAMPU MERAH yang telah lama menjadi penghuni jalanan, telah banyak makan garam dibanding ZoSS. Namun, oleh pengguna jalan tetap saja masih ada yang melanggarnya baik SENGAJA ataukah mumpung tidak ada polisi sob.
Giliran Jl. Raya Lanto yang sempat dilalui kemarin menjadi target bahan artikel. Bermodalkan kamera 2 MP, kemana-mana mesti ikut serta di saku bersama sederetan barang lainnya seperti selain Djarum Black, selembar kertas HVS bekas, sebatang potlot dan korek bertuliskan Djarum Black Motodify. Jalan utama yang melintas di depan SMP Negeri 1 Bantaeng bukanlah jalan biasa, dimana Black Motor Community maupun Black Car Community harus mengurangi kecepatan saat melewatinya.
Diistilahkan ZONA SELAMAT SEKOLAH, karena tepat di area ini menjadi lokasi penyeberangan yang ramai bagi siswa-siswi sekolah. Ada beberapa sekolah yang sering menggunakan area ini sebagai wilayah lintasan pulang dan pergi menuju sekolahnya. Antara lain, SMP Negeri 1 Bantaeng, SDN No. 3 Bantaeng, SMK Negeri 1 Bantaeng, SMP Negeri 2 Bantaeng, SMA Negeri 2 Bantaeng, SD Luar Biasa Bantaeng, TK Aisyiyah Bantaeng dan TK Pertiwi Bantaeng. Belum lagi ketika musim pertandingan menjelang Hari Pendidikan. Lapangan Bawakaraeng yang tepat bersebelahan dengan SMP Neg. 1 Bantaeng, ramai dengan siswa-siswi dari seluruh sekolah se-Kabupaten Bantaeng untuk melaksanakan pertandingan olah raga.
Olehnya, Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng yang dulunya dikenal dengan nama DLLAJ mematok area ini sebagai Zona Selamat Sekolah. Pada area yang panjangnya berkisar 300-500 meter ini, dipajang rambu-rambu jalan masing-masing di awal dan akhir zona. Rambu tersebut sebagai peringatan, khususnya mengenai kecepatan yang dipersyaratkan yakni Maksimal 25 Km/jam. Sementara di bagian tengah area ini, indah dipandang mata, Marka Jalan bertuliskan ZONA SELAMAT SEKOLAH. Termasuk rambu Dilarang Parkir di sepanjang area ini.
Sudah menjadi program nasional, Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program inovatif dalam bentuk zona kecepatan berbasis waktu yang dapat digunakan untuk mengatur kecepatan kendaraan di area sekolah. Diterapkannya program ini, para siswa-siswi sekolah amat terbantu. Asumsinya, tidak selamanya Polisi ada di lokasi penyeberangan anak sekolah. Sehingga kehadirannya akan membantu mewakili polisi menahan laju kendaraan yang terkadang ngebut di jalan. Dengan catatan ada kepedulian dari pengguna jalan, khususnya mobil dan kendaraan lainnya agar mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan.
Pertanyaan yang muncul saat ini, "Apakah Kecelakaan Lalu Lintas akan hilang dari muka bumi ini...?"
Tidak penting menjawabnya dengan opsi Yes or Not, yang penting diuraikan disini adalah sebesar apa kepedulian pengendara untuk mematuhi tiap rambu-rambu jalan yang telah dipajang. Jangan hanya menjadi barang pajangan saja, melainkan untuk ditaati. Program ZoSS terbilang baru diaplikasikan, pihak yang menanganinya mesti aktif mensosialisasikan kepada masyarakat pengguna jalan. Betapa tidak, LAMPU MERAH yang telah lama menjadi penghuni jalanan, telah banyak makan garam dibanding ZoSS. Namun, oleh pengguna jalan tetap saja masih ada yang melanggarnya baik SENGAJA ataukah mumpung tidak ada polisi sob.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor




