Showing posts with label Penghijauan. Show all posts
Showing posts with label Penghijauan. Show all posts
Hutan Desa Berlanjut, M. S. Kaban Turut Senang
Saturday, February 28, 2015
Bantaeng merupakan salah satu daerah di Indonesia yang merealisasikan Hutan Desa. Program yang menitik beratkan pengelolaan lahan hutan negara kepada masyarakat sekitar hutan, pada tahun 2009 dilaunching oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-9 (Dr. H. Malem Sambat (MS) Kaban S.E., M.Si).
Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dalam sambutannya lebih awal menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), yang sedianya menerima langsung kedatangan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (M. S. Kaban). Namun, beliau masih berada di Jepang untuk beberapa kunjungan kerja. Antara lain menghadiri undangan resmi Gubernur dan Walikota Matsuyama Jepang.
Semoga pelaksanaan Pra Musyawarah Wilayah Partai Bulan Bintang di Kabupaten Bantaeng dapat berlangsung dengan lancar. Kami merasa terhormat dengan pemilihan Kabupaten Bantaeng dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud. Tambah mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng era kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah Periode 2008-2013.
Alhamdulillah, selama kurun waktu kurang lebih 6 tahun terakhir kepemimpinan Bupati Bantaeng, sebanyak 7 negara telah berkunjung menyaksikan Hutan Desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Hutan Desa memberikan manfaat yang besar terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Ekosistem didalamnya lebih terjaga dan mampu mengurangi pengrusakan hutan demi keberlangsungan hidup manusia. Terima kasih kepada Bapak Ketua Umum Partai Bulan Bintang telah menjadi bagian penting dari program tersebut, ungkap H. Muhammad Yasin.
Saya turut senang mendengar bahwa Hutan Desa masih terus berlanjut sampai sekarang, khususnya di Kabupaten Bantaeng. Betapa tidak, daerah kita kaya akan bentang alam. Saat saya masih menjabat sebagai Menteri, pencanangan program mendapat penolakan dari berbagai pihak. Olehnya, saya sangat senang ketika program ini dilanjutkan, tutur M. S. Kaban di Pantai Seruni Bantaeng (Red. : 27 Pebruari 2015). Meski kedatangan kami kali ini, guna melaksanakan Pra Muswil yang akan dilangsungkan di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng. Kemudian akan dilanjutkan dengan Muswil di Pantai Bira Kabupaten Bulukumba.
Lebih lanjut, mantan petinggi Kabinet Indonesia Bersatu ini menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan yang dicapai Kabupaten Bantaeng selama kurun waktu yang relatif cepat ini. Menjadi sebuah kehormatan dapat memberikan sambutan pada malam ini di depan Bapak Wakil Bupati Bantaeng dan hadirin sekalian. Daerah ini tidak pernah terbayangkan dapat saya kunjungi dan tidak pernah menyangka dapat bertatap muka di tempat yang indah ini. Suatu waktu ketika masih pada posisi Menteri, saya melewati Bantaeng. Namun, kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Perbedaannya bukan lagi 100%, mungkin berani saya gambarkan 1.000%. Kemajuan yang signifikan sejak kepemimpinan Bupati bersama Wakil Bupati Bantaeng.
Memasuki daerah ini, kondisi amat berbeda dapat saya rasakan. Suspensi mobil tidak berbunyi sama sekali. Sehingga saya menyimpulkan bahwa kondisi jalanan tidak rusak dan jauh berbeda dengan jalanan daerah lainnya yang kami lewati dari Makassar. Mari kita tinggalkan hal yang terbaik kepada masyarakat untuk diingat anak cucu kita kelak. Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng mampu membuat planning pada tingkatan sistem yang tertata apik yang akan dirasakan sampai 30 tahun mendatang. Maka siapapun pemimpin berikutnya, bukan sebuah masalah yang besar. Semoga Bupati Bantaeng dapat bersinergi secara berkelanjutan dengan Wakil Bupati Bantaeng untuk membangun Kabupaten Bantaeng. Bahkan kami dari Partai Bulan Bintang berharap banyak agar beliau dapat membangun Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik, Insya Allah. Dengan tegas, M. S. Kaban mendukung petinggi daerah ini untuk maju sebagai Gubernur SulSel. Dan disambut sorak kader PBB, "Kami siap mengusung dari Partai PBB.
Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dalam sambutannya lebih awal menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), yang sedianya menerima langsung kedatangan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (M. S. Kaban). Namun, beliau masih berada di Jepang untuk beberapa kunjungan kerja. Antara lain menghadiri undangan resmi Gubernur dan Walikota Matsuyama Jepang.
Semoga pelaksanaan Pra Musyawarah Wilayah Partai Bulan Bintang di Kabupaten Bantaeng dapat berlangsung dengan lancar. Kami merasa terhormat dengan pemilihan Kabupaten Bantaeng dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud. Tambah mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng era kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah Periode 2008-2013.
Alhamdulillah, selama kurun waktu kurang lebih 6 tahun terakhir kepemimpinan Bupati Bantaeng, sebanyak 7 negara telah berkunjung menyaksikan Hutan Desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Hutan Desa memberikan manfaat yang besar terhadap peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Ekosistem didalamnya lebih terjaga dan mampu mengurangi pengrusakan hutan demi keberlangsungan hidup manusia. Terima kasih kepada Bapak Ketua Umum Partai Bulan Bintang telah menjadi bagian penting dari program tersebut, ungkap H. Muhammad Yasin.
Saya turut senang mendengar bahwa Hutan Desa masih terus berlanjut sampai sekarang, khususnya di Kabupaten Bantaeng. Betapa tidak, daerah kita kaya akan bentang alam. Saat saya masih menjabat sebagai Menteri, pencanangan program mendapat penolakan dari berbagai pihak. Olehnya, saya sangat senang ketika program ini dilanjutkan, tutur M. S. Kaban di Pantai Seruni Bantaeng (Red. : 27 Pebruari 2015). Meski kedatangan kami kali ini, guna melaksanakan Pra Muswil yang akan dilangsungkan di Pantai Marina Kabupaten Bantaeng. Kemudian akan dilanjutkan dengan Muswil di Pantai Bira Kabupaten Bulukumba.
Lebih lanjut, mantan petinggi Kabinet Indonesia Bersatu ini menyampaikan kekagumannya terhadap kemajuan yang dicapai Kabupaten Bantaeng selama kurun waktu yang relatif cepat ini. Menjadi sebuah kehormatan dapat memberikan sambutan pada malam ini di depan Bapak Wakil Bupati Bantaeng dan hadirin sekalian. Daerah ini tidak pernah terbayangkan dapat saya kunjungi dan tidak pernah menyangka dapat bertatap muka di tempat yang indah ini. Suatu waktu ketika masih pada posisi Menteri, saya melewati Bantaeng. Namun, kondisinya jauh berbeda dengan sekarang. Perbedaannya bukan lagi 100%, mungkin berani saya gambarkan 1.000%. Kemajuan yang signifikan sejak kepemimpinan Bupati bersama Wakil Bupati Bantaeng.
Memasuki daerah ini, kondisi amat berbeda dapat saya rasakan. Suspensi mobil tidak berbunyi sama sekali. Sehingga saya menyimpulkan bahwa kondisi jalanan tidak rusak dan jauh berbeda dengan jalanan daerah lainnya yang kami lewati dari Makassar. Mari kita tinggalkan hal yang terbaik kepada masyarakat untuk diingat anak cucu kita kelak. Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng mampu membuat planning pada tingkatan sistem yang tertata apik yang akan dirasakan sampai 30 tahun mendatang. Maka siapapun pemimpin berikutnya, bukan sebuah masalah yang besar. Semoga Bupati Bantaeng dapat bersinergi secara berkelanjutan dengan Wakil Bupati Bantaeng untuk membangun Kabupaten Bantaeng. Bahkan kami dari Partai Bulan Bintang berharap banyak agar beliau dapat membangun Sulawesi Selatan ke arah yang lebih baik, Insya Allah. Dengan tegas, M. S. Kaban mendukung petinggi daerah ini untuk maju sebagai Gubernur SulSel. Dan disambut sorak kader PBB, "Kami siap mengusung dari Partai PBB.
Bermanfaat, Satu dari Sekian Sisi Kota Bonthain
Friday, February 27, 2015
Terasering atau lazim disebut Trotoar merupakan prasarana penting yang dibutuhkan bagi pengguna jalan raya, khususnya pejalan kaki. Letaknya dikedua sisi badan jalan, memanjang mengikuti garis sempadan jalan. Namun bukan diperuntukkan bagi pengendara.
Di beberapa daerah di Indonesia, prasarana ini masih dirindukan kehadirannya. Sementara di belahan dunia bagian barat, telah menjadi prasyarat wajib seiring kehadiran jalan raya itu sendiri.
Lalu, seperti apa kondisi realita di Kabupaten Bantaeng?
Trotoar mampu menyejukkan hati para pejalan kaki. Sebut saja, mereka yang sedang menuju Masjid guna melaksanakan Shalat Jum'at hari ini (Red. 27 Pebruari 2015) dapat dengan leluasa berjalan dengan beban yang minim akan kecemasan terhadap perilaku pengendara yang tidak taat berlalu lintas. Demikian halnya perjalanan pulang dari Masjid menuju rumahnya yang terbilang jauh jaraknya.
Pohon rindang di sepanjang sisi jalan menambah animo masyarakat memanfaatkan fasilitas publik tersebut. Keramik terhampar diatasnya didesain sedemikian rupa demi mencegah pengguna jalan tidak tergelincir meski hujan mengguyur jalanan.
Lebar terasering berkisar 1,5 meter terbilang sudah cukup memenuhi kebutuhan penggunanya dengan ukuran badan gemuk maupun saat berpapasan dan beriringan sekalipun. Sejuk rasanya berjalan menyusuri Bantaeng yang indah nan asri, tutur Alam dalam perjalanan dari Masjid.
Guna keberlangsungan fasilitas dimaksud, semua komponen daerah ini dituntut menjaga kelestarian dan kemanannya. Terasering yang terjaga serta pepohonan yang tetap rindang, diharapkan berfungsi ganda sebagai paru-paru kota, bahkan bermanfaat sebesar-besarnya bagi bumi.
Di beberapa daerah di Indonesia, prasarana ini masih dirindukan kehadirannya. Sementara di belahan dunia bagian barat, telah menjadi prasyarat wajib seiring kehadiran jalan raya itu sendiri.
Lalu, seperti apa kondisi realita di Kabupaten Bantaeng?
Trotoar mampu menyejukkan hati para pejalan kaki. Sebut saja, mereka yang sedang menuju Masjid guna melaksanakan Shalat Jum'at hari ini (Red. 27 Pebruari 2015) dapat dengan leluasa berjalan dengan beban yang minim akan kecemasan terhadap perilaku pengendara yang tidak taat berlalu lintas. Demikian halnya perjalanan pulang dari Masjid menuju rumahnya yang terbilang jauh jaraknya.
Pohon rindang di sepanjang sisi jalan menambah animo masyarakat memanfaatkan fasilitas publik tersebut. Keramik terhampar diatasnya didesain sedemikian rupa demi mencegah pengguna jalan tidak tergelincir meski hujan mengguyur jalanan.
Lebar terasering berkisar 1,5 meter terbilang sudah cukup memenuhi kebutuhan penggunanya dengan ukuran badan gemuk maupun saat berpapasan dan beriringan sekalipun. Sejuk rasanya berjalan menyusuri Bantaeng yang indah nan asri, tutur Alam dalam perjalanan dari Masjid.
Guna keberlangsungan fasilitas dimaksud, semua komponen daerah ini dituntut menjaga kelestarian dan kemanannya. Terasering yang terjaga serta pepohonan yang tetap rindang, diharapkan berfungsi ganda sebagai paru-paru kota, bahkan bermanfaat sebesar-besarnya bagi bumi.
K-II Ditunda, Kenapa PNS STOP Bekerja
Friday, February 7, 2014
Berselang dua hari, pengumuman Honorer Kategori II masih belum memperlihatkan titik terang. Aktifitas perkantoran seharusnya telah berjalan normal dan lancar kembali. Sebagaimana aktifitas yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 5 Pebruari 2014 yang lalu. Tidak hanya Tenaga Honorer, PNS pun tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan informasi Pengumuman Kelulusan Tenaga Honorer Kategori II. Namun, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemenpan & RB masih menunda dengan batas waktu yang tidak ditentukan dalam mengumumkannya kepada khalayak ramai.
Kelancaran aktifitas perkantoran yang diharapkan berupa pemberian pelayanan yang baik oleh Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat Pemerintahan. Dalam hal persuratan, hampir semuanya telah menggantungkan prosesnya pada alat canggih bernama Komputer. Kantor-kantor telah dilengkapi dengan peralatan tersebut. Bahkan, komputer pribadi PNS pun serasa wajib dibawa serta ke kantor untuk digunakan di ruangan masing-masing. Tidak semua PNS dilengkapi dengan komputer dinas pak. Kalaupun sudah difasilitasi oleh kantor, spesifikasi komputernya terbilang tidak memadai. Olehnyaa itu, saya secara pribadi lebih memilih menggunakan komputer pribadi. Namun, kendalanya bahwa komputer pribadi tidak mendapat pembiayaan perbaikan ketika mengalami kerusakan, meskipun digunakan untuk keperluan kantor.
Dengan semua perangkat tersebut, apakah pekerjaan sudah berlangsung dengan baik dan lancar, khususnya hari ini (Red. : 7 Pebruari 2014)...?
Kota Bonthain diselimuti gelap sampai pukul 11:45 Wita. Pemadaman ini telah berlangsung sejak pukul 03:30 Wita dini hari tadi yang mana terjadi berulang kali, sampai pada akhirnya padam todal untuk seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng. Melihat hal tersebut, Tim Bonthain menelusuri penyebabnya.
Rupanya, pohon yang rindang yang dijadikan penghijauan di sepanjang jalanan kota Bonthain cukup mengganggu fasilitas kabel listrik milik PT. PLN (Persero). Kabel-kabel tersebut menjadi media utama dalam mendistribusikan pasokan listrik ke setiap rumah warga kota Bonthain. Termasuk pula, kantor Pemerintah maupun Swasta yang tersebar di sejumlah wilayah kota Bonthain. Dengan demikian, listrik mengalami gangguan dimana-mana yang diakibatkan oleh pohon dengan daun rimbun. Ketika angin bertiup kencang, daun tersebut menyentuh kabel bertegangan tinggi yang mencapai kapasitas Mewa Watt. Demikian diungkapkan salah seorang karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng yang ditemui Tim Bonthain di bilangan Lamalaka, Kabupaten Bantaeng.
Bekerja sama dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng melalui bidang pertamanan, PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan utama kota Bantaeng. Pemangkasan difokuskan pada jalan poros antar negara, mulai dari perbatasan Gerbang Barat kota Bonthain (Jl. Pahlawan Sasayya) sampai Gerbang Timur kota Bonthain (Jl. A. Mannappiang).
Pemangkasan berlangsung alot, mengingat jumlah pohon yang harus dipangkas terbilang cukup banyak. Begiu pula dengan pertimbangan pengamanan jalan raya dari arus lalu lintas yang akan melewati area pemangkasan. Baik dari karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng maupun Pegawai Bapedalda Kabupaten Bantaeng, bersama-sama mengamankan jalanan terlebih dahulu sebelum melakukan penebangan demi keselamatan para pengguna jalan.
Sementara di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, aktifitas menjadi terhambat dengan terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung lama. Seperti halnya di Kantor Bupati Bantaeng, Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, Kantor Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng serta beberapa kantor lainnya yang berada dalam kompleks perkantoran di bilangan Lamalaka mengalami penundaan pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) STOP bekerja di kantornya masing-masing. Sebagian besar lebih memilih berada di luar kantor guna menikmati udara segar. Pekerjaan di kantor untuk saat ini lebih bergantung pada peralatan elektronik berbasis komputerisasi. Pembuatan Surat, SK, Kuitansi dan pekerjaan yang lainnya membutuhkan komputer. Padahal, listrik masih padam. Sehingga kami tidak bisa bekerja, praktis kami menghentikan pekerjaan. Tetapi, bukan berarti pekerjaan tersebut tidak akan kami kerjakan nantinya. Justru pekerjaan akan menumpuk karena banyak waktu terbuang sia-sia hari ini. Kami hanya bisa duduk dan mengobrol dengan teman kantor yang lain, karena di dalam ruangan juga sangat panas kondisi suhunya, ungkap salah seorang PNS yang ada di Kantor Bupati Bantaeng.
Kelancaran aktifitas perkantoran yang diharapkan berupa pemberian pelayanan yang baik oleh Pegawai Negeri Sipil sebagai aparat Pemerintahan. Dalam hal persuratan, hampir semuanya telah menggantungkan prosesnya pada alat canggih bernama Komputer. Kantor-kantor telah dilengkapi dengan peralatan tersebut. Bahkan, komputer pribadi PNS pun serasa wajib dibawa serta ke kantor untuk digunakan di ruangan masing-masing. Tidak semua PNS dilengkapi dengan komputer dinas pak. Kalaupun sudah difasilitasi oleh kantor, spesifikasi komputernya terbilang tidak memadai. Olehnyaa itu, saya secara pribadi lebih memilih menggunakan komputer pribadi. Namun, kendalanya bahwa komputer pribadi tidak mendapat pembiayaan perbaikan ketika mengalami kerusakan, meskipun digunakan untuk keperluan kantor.
Dengan semua perangkat tersebut, apakah pekerjaan sudah berlangsung dengan baik dan lancar, khususnya hari ini (Red. : 7 Pebruari 2014)...?
Kota Bonthain diselimuti gelap sampai pukul 11:45 Wita. Pemadaman ini telah berlangsung sejak pukul 03:30 Wita dini hari tadi yang mana terjadi berulang kali, sampai pada akhirnya padam todal untuk seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng. Melihat hal tersebut, Tim Bonthain menelusuri penyebabnya.
Rupanya, pohon yang rindang yang dijadikan penghijauan di sepanjang jalanan kota Bonthain cukup mengganggu fasilitas kabel listrik milik PT. PLN (Persero). Kabel-kabel tersebut menjadi media utama dalam mendistribusikan pasokan listrik ke setiap rumah warga kota Bonthain. Termasuk pula, kantor Pemerintah maupun Swasta yang tersebar di sejumlah wilayah kota Bonthain. Dengan demikian, listrik mengalami gangguan dimana-mana yang diakibatkan oleh pohon dengan daun rimbun. Ketika angin bertiup kencang, daun tersebut menyentuh kabel bertegangan tinggi yang mencapai kapasitas Mewa Watt. Demikian diungkapkan salah seorang karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng yang ditemui Tim Bonthain di bilangan Lamalaka, Kabupaten Bantaeng.
Bekerja sama dengan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng melalui bidang pertamanan, PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalan utama kota Bantaeng. Pemangkasan difokuskan pada jalan poros antar negara, mulai dari perbatasan Gerbang Barat kota Bonthain (Jl. Pahlawan Sasayya) sampai Gerbang Timur kota Bonthain (Jl. A. Mannappiang).
Pemangkasan berlangsung alot, mengingat jumlah pohon yang harus dipangkas terbilang cukup banyak. Begiu pula dengan pertimbangan pengamanan jalan raya dari arus lalu lintas yang akan melewati area pemangkasan. Baik dari karyawan PT. PLN (Persero) Ranting Bantaeng maupun Pegawai Bapedalda Kabupaten Bantaeng, bersama-sama mengamankan jalanan terlebih dahulu sebelum melakukan penebangan demi keselamatan para pengguna jalan.
Sementara di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, aktifitas menjadi terhambat dengan terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung lama. Seperti halnya di Kantor Bupati Bantaeng, Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, Kantor Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng serta beberapa kantor lainnya yang berada dalam kompleks perkantoran di bilangan Lamalaka mengalami penundaan pekerjaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) STOP bekerja di kantornya masing-masing. Sebagian besar lebih memilih berada di luar kantor guna menikmati udara segar. Pekerjaan di kantor untuk saat ini lebih bergantung pada peralatan elektronik berbasis komputerisasi. Pembuatan Surat, SK, Kuitansi dan pekerjaan yang lainnya membutuhkan komputer. Padahal, listrik masih padam. Sehingga kami tidak bisa bekerja, praktis kami menghentikan pekerjaan. Tetapi, bukan berarti pekerjaan tersebut tidak akan kami kerjakan nantinya. Justru pekerjaan akan menumpuk karena banyak waktu terbuang sia-sia hari ini. Kami hanya bisa duduk dan mengobrol dengan teman kantor yang lain, karena di dalam ruangan juga sangat panas kondisi suhunya, ungkap salah seorang PNS yang ada di Kantor Bupati Bantaeng.
Motor dan Koran tanam pohon
Sunday, April 11, 2010PT.Sinar Galesong Pratama (Dealer resmi Suzuki Motor) dan (PT. Media Fajar) menyerahkan 250 pohon di Bantaeng. Penyerahan pohon jenis trambesi tersebut dilakukan Koordinator Tim Suzuki Fajar Save Our Earth (Abd. Haris) kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di lapangan Bawakaraeng. Pada penyerahan pohon tersebut, B-Global Management memperdengarkan lagu Save Our Green yang dibawakan kelompok B-Gallery Band. Kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.
Bantaeng, terang Haris merupakan daerah ke-18 di SulSel setelah Maros hingga Luwu, Bone hingga Wajo yang dilakukan sejak 2008. Kegiatan yang dimulai di Danau Mawang oleh Gubernur SulSel, merupakan bagian dalam menjawab isu global di bidang lingkungan. Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian kedua perusahaan yang peduli lingkungan tersebut. Pemda bersama masyarakat Bantaeng sangat menghargai perusahaan yang memberi perhatian terhadap lingkungan, tambah Nurdin.
Ia juga mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan sangat penting untuk menjawab kondisi global yang semula hanya menjadi isu, kini sudah menjadi kenyataan. Ini berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Kita termasuk negara yang gagal memelihara paru-paru dunia. Akibatnya, kini kita rasakan perubahan tersebut yang berpengaruh terhadap pertanian. Oleh beliau menggambarkan ketika petani butuh hujan, justru tidak turun. Sementara ketika musim kemarau tiba, hujan justru turun, akibatnya terjadi bencana.
Bupati Bantaeng kemudian mengisyaratkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga tanaman. Menanam biasanya mudah dilakukan, tapi menjaganya biasa menjadi kendala. Karena itu, kita harus memiliki kepedulian, tambahnya.
Bantaeng, terang Haris merupakan daerah ke-18 di SulSel setelah Maros hingga Luwu, Bone hingga Wajo yang dilakukan sejak 2008. Kegiatan yang dimulai di Danau Mawang oleh Gubernur SulSel, merupakan bagian dalam menjawab isu global di bidang lingkungan. Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian kedua perusahaan yang peduli lingkungan tersebut. Pemda bersama masyarakat Bantaeng sangat menghargai perusahaan yang memberi perhatian terhadap lingkungan, tambah Nurdin.
Ia juga mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan sangat penting untuk menjawab kondisi global yang semula hanya menjadi isu, kini sudah menjadi kenyataan. Ini berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Kita termasuk negara yang gagal memelihara paru-paru dunia. Akibatnya, kini kita rasakan perubahan tersebut yang berpengaruh terhadap pertanian. Oleh beliau menggambarkan ketika petani butuh hujan, justru tidak turun. Sementara ketika musim kemarau tiba, hujan justru turun, akibatnya terjadi bencana.
Bupati Bantaeng kemudian mengisyaratkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga tanaman. Menanam biasanya mudah dilakukan, tapi menjaganya biasa menjadi kendala. Karena itu, kita harus memiliki kepedulian, tambahnya.
154.015 Pohon ditanam di Bonthain
Monday, March 22, 2010Hari ini puncak kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di Sulawesi Selatan. Merupakan rangkaian penanaman DUA JUTA Pohon se-Sulawesi Selatan. Untuk wilayah Bonthain dilaksanakan penanaman sebanyak 154.015 pohon. Jumlah tersebut tersebar pada 67 Desa dan Kelurahan di 8 Kecamatan se-Kabupaten Bantaeng. Kerja bakti massal dalam bentuk penanaman pohon sebagai rangkaian penanaman pohon se-Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Pangkep tersebut, untuk tingkat Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Cekdam Balang Sikuyu, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng. Di kawasan tersebut ditanam 7000 pohon jenis Mahoni. Sedang di tempat lainnya ditanam Sengon, Gemelina dan Tanaman produktif seperti Kakao, Kopi, Cengkeh serta Tanaman Multi lainnya.
Bupati Bantaeng menyambut baik kesediaan masyarakat termasuk Warga Peduli Lingkungan (Wapel) yang memberi dukungan terhadap penanaman pohon tersebut. Meski penanaman ini bukan kali pertama karena sudah dilakukan program Sabtu Menanam sejak Nurdin memimpin Bonthain. Namun ia berharap konsistensi dari semua pihak untuk memelihara pohon yang sudah ditanam tersebut.
Menanam itu mudah, namun memeliharanya diharapkan konsistensi dari semua pihak agar pohon yang ditanam tersebut bisa tumbuh sesuai harapan, pintanya. Bupati Bantaeng mengatakan, hutan Indonesia merupakan Paru-paru Dunia bersama hutan yang ada di Brasil. Bila tidak dipelihara, maka akan menjadi ancaman kita semua terutama warga Kota Bonthain.
Ketika hutan habis dan hujan turun ditambah air pasang, maka Bonthain akan tenggelam. Karena itu, mari kita jaga hutan kita dan mengembalikan sesuai fungsinya, tandasnya. Masih menurut Nurdin Abdullah, salah satu penyangga yang dibuat Pemda adalah dengan membangun cekdam. Pembangunan ini dilakukan tepat pada alur sungai yang sering mensuplai air dan menjadi penyebab banjir di Kota Bonthain. Melalui cekdam ini tak hanya mencegah banjir, tapi juga berfungsi sebagai cadangan air pada musim kemarau dan menjadi sumber ikan air tawar sekaligus berfungsi sebagai tempat rekreasi.
Sebelumnya, Ketua Panitia (Syamsu Rijal) melaporkan kegiatan penanaman pohon juga akan disertai penebaran ikan serta transplantasi karang.yang serentak dilakukan di Sulawesi Selatan dan dipusatkan di Kabupaten Pangkep. Syamsu Rijal yang juga Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng, menerangkan bahwa selain untuk penilaian Museum Rekor Indonesia (MURI), juga diharapkan menjadi Hutan Tangkapan Hujan.
Bupati Bantaeng menyambut baik kesediaan masyarakat termasuk Warga Peduli Lingkungan (Wapel) yang memberi dukungan terhadap penanaman pohon tersebut. Meski penanaman ini bukan kali pertama karena sudah dilakukan program Sabtu Menanam sejak Nurdin memimpin Bonthain. Namun ia berharap konsistensi dari semua pihak untuk memelihara pohon yang sudah ditanam tersebut.
Menanam itu mudah, namun memeliharanya diharapkan konsistensi dari semua pihak agar pohon yang ditanam tersebut bisa tumbuh sesuai harapan, pintanya. Bupati Bantaeng mengatakan, hutan Indonesia merupakan Paru-paru Dunia bersama hutan yang ada di Brasil. Bila tidak dipelihara, maka akan menjadi ancaman kita semua terutama warga Kota Bonthain.
Ketika hutan habis dan hujan turun ditambah air pasang, maka Bonthain akan tenggelam. Karena itu, mari kita jaga hutan kita dan mengembalikan sesuai fungsinya, tandasnya. Masih menurut Nurdin Abdullah, salah satu penyangga yang dibuat Pemda adalah dengan membangun cekdam. Pembangunan ini dilakukan tepat pada alur sungai yang sering mensuplai air dan menjadi penyebab banjir di Kota Bonthain. Melalui cekdam ini tak hanya mencegah banjir, tapi juga berfungsi sebagai cadangan air pada musim kemarau dan menjadi sumber ikan air tawar sekaligus berfungsi sebagai tempat rekreasi.
Sebelumnya, Ketua Panitia (Syamsu Rijal) melaporkan kegiatan penanaman pohon juga akan disertai penebaran ikan serta transplantasi karang.yang serentak dilakukan di Sulawesi Selatan dan dipusatkan di Kabupaten Pangkep. Syamsu Rijal yang juga Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng, menerangkan bahwa selain untuk penilaian Museum Rekor Indonesia (MURI), juga diharapkan menjadi Hutan Tangkapan Hujan.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor










