blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Silaturahmi dan Keamanan Properti yang Ditinggalkan

Monday, July 20, 2015
FORIMBA Berbagi Takjil
Kebakaran terjadi di Kampung Tala-tala, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng pasca lebaran. Dimana berselang sehari sebelumnya berlangsung pelaksanaan Shalat Ied. Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 14:00 Wita (18/07). Dari kejadian tersebut, sebuah rumah milik Ny. Inda Sari habis dilalap si jago merah.

Beruntung, laporan yang masuk di Markas Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng segera direspon menuju TKP. Satgas Damkar bersama Tim Medis segera menuju TKP. Alhasil telah dipadamkan apinya oleh Satgas Pemadam Kebakaran Bantaeng sekitar 30 menit kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pemilik rumah yang biasa disapa Dg. Inda' (70) merupakan Pensiunan Dinas PU Kabupaten Bulukumba. Saat itu, dirinya tidak berada di TKP. Sehingga saat kebakaran berlangsung tidak mengetahui kejadian dimaksud hingga api dipadamkan.

Oleh tetangganya diperkirakan masih berada di Kabupaten Bulukumba dalam rangkaian Silaturahmi Idul Fitri 1436 H. Pihak keluarga yang ditinggal berusaha menghubungi. Demikian halnya para tetangganya mencoba dengan segala cara, namun tidak berhasil.

Dalam hal ini, nomor handphone pemilik maupun keluarga yang dikunjungi tidak diketahui, mengingat seluruh properti dan barang di dalam rumah habis dilalap si jago merah.

Keluarga pemilik yang ditinggal dan sedang berada di dalam rumah saat kejadian bernama Dani. Dari hasil wawancara crew AMBAE, dirinya mengaku baru saja LULUS SMP dan akan melanjutkan ke SMA Neg. 1 Bissappu, Kabupaten Bantaeng. "Saya baru mengikuti Ujian Masuk SMA dan sudah dinyatakan LULUS. Tahun ini akan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bissappu." tutur Dani.

Di rumah tersebut dirinya tinggal bersama neneknya yang berusia 70 tahun (Dg. Inda'), kedua tantenya (Anti, 29 dan Agustina, 45), paman (Rusli, 39) serta sepupu 2 kalinya masing-masing berusia 3 tahun dan 5 tahun. Sementara ibunya (Rosmawati) tinggal di Bulukumba dan Ayahnya (Ambo Marding) sedang mengadu nasib di Kota Jambi, Sumatera. Dari pengakuannya, Dani begitu sedih karena ayahnya telah pergi meninggalkan dirinya sejak masih dalam kandungan.

Menyikapi hal tersebut, pengguna Radio Amatir di daerah ini berusaha untuk meneruskan informasi dimaksud melalui radio 2 meter band. Termasuk para crew Pemadam Kebakaran yang menjadi bagian dari Organisasi Radio Amatir (ORARI) Lokal Bantaeng. Dengan harapan dapat segera diketahui oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, 2 rumah lainnya ikut terbakar dengan kondisi 10% - 20% kerusakan. Sesuai data yang dikumpulkan crew AMBAE, Dg. Buki (60, buruh bangunan) bersama isterinya (Dg. Tini) juga ikut terbakar rumahnya dan tidak sedang berada di lokasi saat kejadian. Sedangkan Dg. Ruma' yang ikut menyaksikan kebakaran harus pasrah melihat sebagian rumahnya terbakar. Isteri Dg. Ruma' (Dg. Satu') yang tiba 2 jam kemudian sentak histeris dan tidak mampu menahan kesedihan di hari kemenangan ini.

Menurut Dani, saat kejadian dirinya sedang tidur bersama temannya (Askar) yang kini duduk di Kelas 2 SMA. Api pertama kali terlihat di kamar tidur. Dimana dalam kamar tersebut terdapat colokan listrik, televisi dan bantal yang saling berdekatan. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih meneliti penyebab pasti kebakaran yang menimpa 3 rumah di siang hari yang cerah itu.

Pihak keluarga dan tetangga korban memohon kepada pihak yang berwenang agar dapat mengulurkan bantuannya. "Untuk sementara Dani dan keluarganya akan ditampung di rumah keluarga Askar. Kami juga harap mudah-mudahan Pemerintah bisa membantu mereka yang menjadi korban pak." harap para tetangganya.

Sebagai peringatan penting kepada semua masyarakat, termasuk pemudik dan calon pemudik untuk berhati-hati menjaga keamanan properti sebelum meninggalkannya. Berbagai bahaya mengancam seperti kebakaran, pencurian, pengrusakan dan sebagainya. Jika telah dilakukan langkah antisipasi, lalu kemudian tetap terjadi maka selayaknya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.
Read Full 0 comments

Semakin Dekat dengan Warga melalui Open House

Sunday, July 19, 2015
FORIMBA Berbagi Takjil
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar open house bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng (17/07). Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng serta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Open House digelar sehari dan terbuka untuk umum, baik dari kalangan Aparatur Pemerintah maupun seluruh kalangan masyarakat. Tanpa mengenal strata, status dan pangkat serta jabatan, seluruh pimpinan daerah ini duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati sajian makanan khas Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Satu sama lain saling berjabat tangan seraya memohon maaf sebagai salah satu tanda kemenangan demi menggapai fitrah di hari yang fitri. Dimana setahun telah berlalu dalam berinteraksi, memungkinkan terjadinya diskomunikasi maupun hal-hal yang dapat memunculkan dosa di antara sesama manusia. Bulan suci Ramadhan menjadi wadah bagi umat Muslim pada khususnya untuk melakukan serangkaian instrospeksi diri.

Manakala hidup dan kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah persinggahan. Jabatan dan pangkat tidak akan abadi meski dengan sekuat tenaga mempertahankannnya. Terlebih lagi jika melaluinya dengan cara-cara yang ilegal.

Kegiatan yang digelar di tempat ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar seluruh elemen dalam wilayah administratif Kabupaten Bantaeng. Berjumpa dengan sang Bupati Bantaeng dan petinggi lainnya serta para aparaturnya, bukanlah hal sulit diwujudkan. Melalui Open House dimaksud, tak hanya bersilaturahmi semata. Namun juga menunjukkan betapa dekatnya pemimpin di mata dan hati warganya.
Read Full 2 comments

Jama'ah Ied Padati Pantai Seruni Bantaeng

FORIMBA Berbagi Takjil
Shalat Idul Fitri serentak dilaksanakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Bantaeng. Dipusatkan di Alun-alun Pantai Seruni, turut hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng serta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Jama'ah yang melaksanakan Shalat Ied di tempat ini diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Angka ini tentunya nampak dengan jelas, mengingat kapasitas alun-alun yang mampu menampung puluhan ribu orang. Ditambah lagi fasilitas di sekitarnya seperti Tribun, Anjungan, Trotoar dan Jalan Seruni serta Jalan Akses Masuk dan Keluar dari dan menuju kawasan yang direklamasi sejak beberapa tahun lalu.

Pemandangan yang indah terlihat dari gedung RSUD Prof. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Dari lantai 9 yang berada di puncak gedung tersebut disaksikan para jama'ah memadati lokasi Shalat Ied.

Hal ini terjadi mengingat tahun ini pelaksanaan Shalat Ied ditetapkan serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui hasil sidang isbat sehari sebelumnya (16/07). Praktis umat muslim di seluruh Indonesia pada umumnya mengikuti ketetapan tersebut. Dengan begitu, di Kabupaten Bantaeng dipilihlah Alun-alun Pantai Seruni sebagai tempat terluas untuk bisa memenuhi membludaknya jama'ah Shalat Ied itu sendiri.

Namun demikian, di beberapa tempat baik dalam wilayah perkotaan maupun wilayah pedesaan hingga pelosok Kabupaten Bantaeng tetap disiapkan Masjid untuk pelaksanaan Shalat Ied. Khususnya Masjid yang selama ini kerap digunakan untuk menunaikan Shalat Jum'at.

Seperti halnya Masjid Jami' Muhajirin yang berada di Kampung Be'lang, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu. Meski sebagian besar memilih Shalat Ied di Alun-alun Pantai Seruni, Masjid ini tetap penuh. Bahkan sebagian diantaranya harus melaksanakan Shalat Ied di luar gedung Masjid.

Dari hasil pemantauan crew AMBAE, masyarakat memilih Masjid Jami' Muhajirin mengingat jaraknya yang terbilang dekat dengan rumah tempat tinggalnya. "Kami Shalat di Masjid dekat rumah untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya bahaya kebakaran dan sebagainya." tutur Andre.

Sementara Joko (Anggota Satgas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng) mengungkapkan bahwa dirinya memang tidak ditugaskan di Pantai Seruni. "Kami telah dibagi tugas untuk memback-up bahaya kebakaran. Mengingat kejadian tahun sebelumnya dimana sebagian masyarakat kerap kali lalai. Akibatnya di salah satu desa di Kecamatan Ulu Ere terdapat rumah yang habis dilalap api. Sedangkan pemiliknya masih melaksanakan Shalat. Bersyukur, laporan yang masuk di Markas Damkar segera bisa kami tangani dan api pun kami padamkan beberapa menit kemudian."
Read Full 0 comments

Ribuan Warga Bantaeng Kebagian Sedekah

Wednesday, July 15, 2015
FORIMBA Berbagi Takjil
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) berkunjung ke Dusun Ma'lero, Desa Biangloe, Kecamatan Pa'jukukang (15/07). Di kampung tersebut, Bupati yang oleh warga masyarakat menyebutnya "Doktoroka" mengumpulkan warga masyarakat di sebuah Masjid. Dimana "Masjid Hj. Nuraeny Abdullah" merupakan Masjid pertama yang dibangun oleh H. M. Nurdin Abdullah, jauh sebelum dirinya terpilih sebagai Bupati Bantaeng yang dilantik sejak Agustus 2008 silam.

Warga menyatakan rasa bersyukur dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan Bupati Bantaeng. Menurutnya, baru kali ini mereka mendapatkan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap masyarakat kalangan bawah. "Dia tidak lupa dengan kami pak. Disinilah pak Nurdin datang pertama sebelum menjadi Bupati. Seandainya bisa pak, dia saja yang menjadi Bupati Bantaeng seterusnya", tutur seorang warga usia lanjut yang diungkapkannya dalam bahasa Makassar.

Hal ini dibenarkan oleh warga lainnya yang kemudian meneriakkan "Bupatiku". Ada pula yang melakukan sujud syukur setelah mendapatkan sedekah. Sementara itu para warga tidak segan-segan mencium tangan H. M. Nurdin Abdullah dan Hj. Liestiaty F. Nurdin sambil menangis penuh haru.

Sedikitnya 300 orang mendapat pakaian berupa sarung dan uang tunai. Begitu pula anak-anak, pun mendapatkan uang tunai sebagai hadiah lebaran. Dengan sedekah ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi Idul Fitri 1436 H.

Sebelumnya, sejak pagi hingga siang ribuan warga juga kebagian sedekah dari keluarga H. M. Nurdin Abdullah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di bilangan Jalan Lingkar Bantaeng.
Read Full 0 comments

Sisa Lebaran

Wednesday, August 31, 2011
Sisa Lebaran
Shalat Idul Fitri baru saja selesai digelar untuk kedua kalinya. Kembali terjadi perulangan fenomena yang sama seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa Lebaran tahun ini menyisakan cerita berbeda dari yang pernah ada. Setelah sebelumnya terjadi penundaan, pembatalan atau apa pun istilahnya, Alhamdulillah umat Muslim di seluruh dunia telah menunaikan Shalat Idul Fitri. Meninggalkan Ramadhan dan senantiasa merayakan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh. Tujuh (7) kali Takbir pada raka’at pertama selain Takbiratul Ihram dan lima (5) kali Takbir pada raka’at kedua selain Takbiratul Qiyam. Kemudian sang khatib kembali mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tasbih seraya mengingatkan kepada kita semua akan Perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Shalat idul Fitri merupakan inti sari dari pelaksanaan lebaran yang akan berlanjut pada sesi Silaturahim. Saling bermaafan, menyadari tiap kesalahan yang pernah diperbuat, baik disengaja maupun tidak disengaja. Menyodorkan tangan dan menjabat tangan kepada sesamanya. Dengan tulus memohon maaf dari hati yang paling dalam seraya berkata Minal Aidin Wal Faidzin. Maafkan semua kesalahanku saudaraku, aku menyesal dan berjanji untuk tidak mengulanginya di masa mendatang.

Sejak dua hari ini, santer diperdebatkan di tiap sudut dunia nyata maupun dunia maya perihal perbedaan penetapan dan pelaksanaan lebaran. Sesungguhnya hal ini tidak patut diperdebatkan sehebat-hebatnya. Wajarlah kalau setiap insan bertanya sembari memberontak dalam hatinya karena kekecewaan bercampur jengkel. Tapi, layakkah kita menyalahkan pihak tertentu dan menganggap diri ini yang paling benar. Kiranya tidak layak berlaku seperti itu meskipun pada hakikatnya pihak tertentu telah berlaku salah dan pihak lainnya berlaku benar. Kembalikanlah semuanya pada Allah Swt. Allah Maha Mengetahui atas apa pun yang ada di langit dan yang ada di bumi. Allah Maha mengampuni atas segala kesalahan yang diperbuat hamba-NYA. Iyyaka Na’budu Waiyyaka Nastain (Hanya kepada-NYA kita memohon dan hanya kepada-NYA kita berserah).

Ramadhan telah mengajarkan kita bersabar dan menahan segala amarah. Mendekatkan diri pada Yang Kuasa melalui media ibadah, baik Shalat, Puasa, Zakat, Tadarrus dan sebagainya. Akankah perilaku kita kembali ke jalan yang dimurkai Allah Swt seiring dengan berakhirnya Ramadhan...??? 1 Syawal 1432 H mengantar kita pada titik Nol (0). Tak ubahnya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Hari ini kita diperhadapkan pada awal menuju sebelas bulan yang penuh dengan cobaan terberat. Setiap coretan yang kita torehkan akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Lebaran menyisakan banyak cerita, kegembiraan bercampur kecewa dan kesedihan bercampur bahagia. Beberapa peninggalan lebaran kali ini :

Ketupat
Merayakan lebaran tanpa makanan yang satu ini, rasanya hampa. Lebaran yang tertunda membuat berang kaum Muslimah. Di Bonthain dikenal beberapa jenis makanan khas lebaran antara lain Katupa’, Salonde', Gagape’, Burasa’, Lappa’-lappa’, Lekese’, Dake, Ipi’, Lammang dan Songkolo’. Beragam makanan ini harus siap sedia sebelum lebaran tiba. Karena penundaan oleh Pemerintah, ibu-ibu harus merelakan makanan tersebut menunggu sehari lagi. Daripada terkesan terjadi pembiaran, Sahur di hari terakhir ditemani makanan lebaran.

Full
Sehari sebelumnya telah dilaksanakan Shalat Ied di berbagai tempat. Mirip kejadian tahun lalu, perbedaan ini telah membagi jama’ah Ied untuk melaksanakan Shalat Ied. Masjid/Mushallah maupun Tanah Tapang di berbagai lokasi tidaklah sepadat yang bisa dibayangkan. Sebagian besar umat Muslim yang telah merayakan lebaran kemarin, pada hari ini cukup menjadi penonton menyaksikan umat Muslim lainnya berbondong-bondong menuju lokasi pelaksanaan Shalat Ied. Kemacetan lalu lintas akibat pengguna jalan yang membludak pun dapat diminimalkan.

Mudik
Indonesia memiliki tradisi unik yang tidak dimiliki sebagian besar negara lainnya di dunia ini. Mudik merupakan bagian tak terpisahkan dari Lebaran itu sendiri. Sebelumnya, pemudik merasa khawatir terlambat tiba di kampung halamannya. Hal ini terus menghantui pikiran para pemudik karena padatnya arus mudik dimana-mana. Namun, kekhawatiran itu cukup berkurang dengan ditundanya lebaran sehari dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya.

Introspeksi
Perbedaan menjadi tanggung jawab Pemerintah. Betapa tidak, Pemerintah adalah Imam bagi masyarakat bangsa ini. Namun kesalahan belum tentu sepenuhnya menjadi tanggung Pemerintah. Siapa pun yang salah, kiranya janganlah diperdebatkan lagi. Sekali lagi, kita kembalikan pada Allah Swt. Tapi, tidak sampai disitu lantas selesai permasalahan ini. Pemerintah bersama semua pihak harus introspeksi diri, termasuk kita semua sebagai masyarakat yang menjadi obyek ketetapan diimaksud. Sebagian kalangan beranggapan bahwa awal perbedaan ini disebabkan oleh munculnya beberapa mazhab yang ada di negeri Merah Putih ini. Indonesia dikenal dengan keberagamannya, tapi janganlah keberagaman itu menjadikan selalu berseberangan satu sama lain. Mari menyatukan kesemuanya itu yang nantinya akan berdampak pula pada penyelesaian tiap masalah yang bergulir di negeri ini.

Libur
Lebaran memberikan kebahagian tersendiri, khususnya bagi para Tenaga Kerja baik itu Pegawai Negeri, Karyawan atau pun Buruh. jauh-jauh hari, Pemerintah telah menetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ditetapkannya hari lebaran pada 2 hari yang berbeda berakibat pada bertambahnya hari libur, minimal sehari. Mungkin perihal ini tidak berlaku pada instansi resmi Pemerintah atau pun Perusahaan ternama di negeri ini. Tapi, bisa saja berlaku pada perusahaan/usaha kecil dan menengah. Kita anggap saja sebuah keluarga telah menetapkan masa libur selama 5 hari kepada Pembantu Rumah Tangga yang bekerja di rumahnya. Berarti Pembantu tersebut harus kembali masuk kerja pada tanggal 5 September 2011. Mengingat sang Pembantu merayakan lebaran pada tanggal 31 Agustus 2011, maka seharusnya hari kerjanya dimulai pada tanggal 6 September 2011. Bertambah atau berkurangnya hari libur seseorang bergantung pada aturan main yang diterapkan pada tempat kerja bersangkutan.

Puasa
Bagi saudara Muslim yang merayakan lebaran kemarin, Puasa Ramadhan hanya berlangsung selama 29 hari lamanya. Dengan asumsi bahwa 1 Ramadhan 1432 H dimulai pada tanggal 1 Agustus 2011. Namun bagi mereka yang merayakan lebaran hari ini, secara otomatis telah melaksanakan Puasa Ramadhan selama 30 hari lamanya.

Ugal-ugalan
Pada dasarnya puncak pawai takbiran berlangsung sehari sebelumnya atau pada Senin malam tanggal 29 Agustus 2011. Namun, kekecewaan dirasakan oleh sebagian besar pihak. Penetapan 1 Syawal 1432 H diumumkan pada saat pawai takbiran berlangsung. Kekecewaan itu, menjadi faktor utama para peserta pawai Takbiran untuk tidak lagi ambil bagian pada pawai Takbiran malam berikutnya. Meskipun penurunannya tidak terjadi secara signifikan, paling tidak dapat meminimalisir perilaku ugal-ugalan di jalan raya khususnya pengendara roda dua.

Tarwih
Shalat Tarwih disunnahkan bagi kaum Muslimin hanya pada bulan suci Ramadhan. Sunnah bukan berarti tidak penting karena selama Ramadhan umat Muslimin diharapkan mengerjakan berbagai ibadah. Dengan harapan semua ibadah yang dikerjakan bernilai amalan di sisi Allah Swt. “Saya tidak puasa lagi hari ini karena semalam saya tidak melaksanakan Shalat Tarwih dan Shalat Witir. Kenapa bisa...??? Bukannya saya pengikut Muhammadiyah atau Nahdhatul Ulama, saya tetap penganut Ulil Amri. Masalahnya, saya tidak tahu perihal penundaan lebaran ini karena saya terlampau cepat tidur. Demikian dituturkan Daeng Arif (salah seorang warga Bonthain). Baginya tarwih itu menjadi penanda bahwa esok dirinya masih harus berpuasa. Berarti dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak melaksanakan Shalat Tarwih dan Shalat Witir pada malam ke-30 Ramadhan. Ada yang tetap melaksanakannya dan esoknya kembali berpuasa di hari akhir Ramadhan. Ada pula yang lebih memilih untuk tidak Shalat Tarwih maupun Shalat Witir dan esoknya (kemaren, RED) melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Baru
Berburu hal-hal baru menjelang lebaran bukanlah fenomena baru di negeri ini. Ketimbang di awal Ramadhan, kaum Muslimin di seantero Indonesia lebih memilih membeli pakaian baru pada detik-detik terakhir Ramadhan. Dengan ditundanya lebaran oleh Pemerintah, maka cukup sehari lagi peluang untuk berbelanja ria bagi masyarakat.

Panen
Daging yang sedianya dicicipi pada hari lebaran kemarin, oleh kalangan yang merayakan lebaran hari ini harus rela membeli lagi daging yang baru di pasar. Para penjual daging dan bahan makanan pokok lainnya di pasar mendulang untung lebih banyak, jauh dibanding perkiraannya semula. Sama halnya dengan penjual pulsa di Counter/Gerai/Agen Pulsa Handphone. Banyak orderan pulsa elektrik, banyak pula pemasukan baginya. SMS berisi ucapan lebaran harus terkirim kepada keluarga dan teman-teman. Apalagi bagi mereka yang doyan bergelut dengan dunia maya.

Media
Ada saja bahan publikasi media cetak maupun media elektronik dan media online. Terjadinya perseteruan antara dua kubu yang menetapkan 1 Syawal 1432 H, menjadi bahan siar bagi beberapa media. Aktual, tajam dan membingungkan bagi masyarakat. Kalangan tertentu tidak mau tinggal diam, sebagian dari penghuni bumi ini memanfaatkan perseteruan tersebut. Lagi-lagi, telah terjadi pembengkakan masalah yang seharusnya tidak perlu diperbesar.

Silaturahim
Lebaran ditandai pula dengan ajang silaturahim kepada keluarga dan teman. Sehari sebelumnya, sebagian umat Muslimin telah merayakan lebaran. Namun, silaturahim terasa masih belum ramai karena sebagian kalangan yang lainnya baru merayakan lebaran hari ini.

Angpao
Anak-anak bergembira saat lebaran tiba. Orang tua harus menyiapkan uang recehan dan membagikannya kepada anak-anak. Bagi anak-anak tidak masalah lebaran dilaksanakan setiap hari sepanjang tahun. Setiap perayaan mereka harus mengumpulkan angpao guna modal jajan di warung tetangga.

Koran
Mengapa koran perlu dibahas...??? Terkhusus bagi mereka yang melaksanakan Shalat Idul Fitri di tanah lapang, sudah menjadi tradisi bila koran menjadi pengalas Sajadah. Berangkat dari rumah menuju tanah lapang harus siap sedia koran selembar menemani perayaan lebaran. Koran digunakan bukan sekedar gagah-gagahan, di pagi buta tanah lapang masih dibasahi embun. Terlebih lagi bilamana lokasi tanah lapang tersebut kondisinya kotor karena debu atau pun becek karena semalam sebelumnya diguyur hujan. Namun yang namanya manusia biasa, koran yang sedari tadi setia menemaninya langsung dicampakkan begitu saja setelah melaksanakan Shalat Ied. Lokasi pelaksanaan Shalat Ied pun berubah wajah menjadi tempat pembuangan sampah koran. Alhasil yang dipusingkan adalah para petugas kebersihan yang semestinya pada hari lebaran bersilaturahim dan berkumpul bersama keluarganya.

Dan masih banyak lagi sisa lebaran. Dari semua peninggalan itu, marilah kita introspeksi diri masing-masing. Khusus kepada Pemerintah, diharapkan kedepannya lebih bijak dalam mengambil keputusan yang tepat. Perbedaan yang terjadi selama ini harusnya dicarikan jalan terbaik. Sehingga masyarakat lebih menghargai dan menghormati kepemimpinan Pemerintahan yang sedang berjalan.

Bagi kita semua yang telah merayakan Idul Fitri 1432 H, baik bagi Anda yang merayakannya kemarin maupun hari ini, Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin seraya berharap sejak 1 Syawal 1432 H ini, Allah Swt selalu memberikan petunjuk dan Inayah-NYA kepada kita semua.


Sisa Lebaran-1

Sisa Lebaran-2

Sisa Lebaran-3

Sisa Lebaran-4

Sisa Lebaran-5


Read Full 3 comments

1 Syawal 1432 H

Monday, August 29, 2011
1 Syawal 1432 H
Berbahagialah umat Muslim di seluruh penjuru dunia ini, begitu pula kaum Muslimin dan Muslimah yang mendiami kota kecil BONTHAIN. Sebulan penuh menunaikan ibadah Puasa Wajib dan berbagai ibadah lainnya. Ramadhan segera beranjak menuju pembaringannya. Mungkin esok, mungkin pula lusa tergantung pada perhitungan dan keyakinan masing-masing pribadi umat Muslim. Bulan penuh ampunan telah mengajarkan banyak hal pada sekalian umat Muslim. Menahan lapar, dahaga dan nafsu sebulan penuh bukanlah perkara mudah. Bulan Ramadhan telah mengajarkan pula agar segala perbedaan ditanggapi dengan kepala dingin dan tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ada. Tiap perbedaan memiliki dasar keyakinan yang berbeda pula. Hanya orang-orang beriman yang layak melaluinya dengan baik dan berharap menjadi orang yang bertaqwa di hadapan Allah Swt seperti dijanjikan oleh-NYA, La Allakum Tattakun.

Saat fajar terbit dari peraduannya esok atau pun lusa, 1 Syawal 1432 H bakal menemui kita semua. Ramadhan pun segera melaporkan kepada Allah Swt setiap perbuatan yang telah dilakukan umat-NYA selama Ramadhan mengisi hidup kita sekalian. Bagi mereka yang melaksanakan Shalat Fardhu, Puasa, Shalat Tarwih, Shalat Tahajjud, Shalat Witir, Shalat Dhuha, Tadarrusan, Berzakat, Berinfaq, Bersedekah dan ibadah lainnya Insya Allah akan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah Swt.

Kemenangan dirasakan semua umat Islam dengan datangnya Idul Fitri 1432 H. Dengan kemenangan itu dan berakhirnya Ramadhan bukan berarti menjadi pertanda baik karena terbebas dari Ramadhan itu sendiri. Namun, kesedihan justru dirasakan karena Ramadhan telah beranjak pergi. Semoga saja kita masih dapat dipertemukan Ramadhan berikutnya, Amin Ya Allah.

Berbagai kegiatan menyambut 1 Syawal 1432 H pun dilaksanakan di BONTHAIN. Pemerintah Kabupaten Bantaeng telah menyiapkan beberapa lokasi pelaksanaan Shalat Ied, baik di dalam kota maupun di pedalaman Bonthain. Untuk wilayah perkotaan, mengingat Bonthain amat kecil, maka tidak banyak lokasi yang harus disiapkan. Lokasi Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dijadikan pusat pelaksanaan Shalat Ied tingkat Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Seruni Bantaeng (Seruni Beach Bonthain), Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Lokasi tersebut dikenal dengan nama The New Bantaeng yang oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng disiapkan untuk pembangunan Mega Proyek seperti Rumah Sakit Modern (RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu), Bonthain Beach Hotel dan beberapa perencanaan lainnya di masa mendatang. Untuk lebih jelasnya lihat Peta Bonthain.

Di samping lokasi tersebut di atas, disiapkan pula beberapa Masjid dan Tanah Lapang dalam kota Bonthain sebagai alternatif pelaksanaan Shalat Ied, antara lain Masjid Muhajirin Be'lang (Jl. T. A. Gani Bantaeng) dan Lapangan Panaikang (Depan Kantor Kecamatan Bissappu, Kampung Panaikang, Kelurahan Bonto Manai, Kecamatan Bissappu). Di pedalaman Bonthain, telah disiapkan Tanah Lapang dan Masjid, khusus masjid yang kerap digunakan untuk pelaksanaan Shalat Jum'at. Kesemua lokasi tersebut telah diatur oleh Panitia Hari besar Islam (PHBI) Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan lainnya menjelang 1 Syawal 1432 H dilaksanakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bantaeng, antara lain :
  • Lomba Takbiran
  • Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah
  • Lomba Kebersihan Masjid dan Mushallah
Lomba Takbiran dan Lomba Miniatur Masjid dan Mushallah saat ini sedang berlangsung. Miniatur Masjid didesain sedemikian rupa mengikuti bentuk Asli dari Masjid/Mushallah bersangkutan. Miniatur kemudian diangkut menggunakan Becak Bonthain untuk dibawa berkeliling kota Bonthain. Remaja Masjid yang tergabung pada Masjid bersangkutan dengan penuh semangat mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sementara itu, pawai Takbiran tak henti-hentinya mengelilingi kota Bonthain. Ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua dan ratusan kendaraan roda empat ikut menyemarakkan pawai takbiran keliling tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan disini bahwa kecelakaan terkadang tak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena ratusan bahkan ribuan kendaraan roda dua kerap ugal-ugalan dan tak mengindahkan keselamatan selama pawai berlangsung. Semoga saja pawai takbiran kali ini, kecelakaan dapat dihindari dan seluruh peserta pawai dapat menikmati indahnya Hari Kemenangan esok (1 atau 2 hari mendatang), Insya Allah

1 Syawal 1432 H masih 2 hari lagi ke depan atau mungkin juga telah tiba esok bagi yang meyakininya. Namun oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama RI menyatakan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Melalui kesempatan ini, tak lupa terucap permohonan maaf dari Tim Bonthain atas segala kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat sampai sejauh ini. Minal Aidin Wal Faidzin, Takabbalallahu Minna Wa Minkum. Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada segenap pengunjung dan penikmat Bonthain. Semoga Allah Swt mengampuni segala dosa dan kesalahan kita di hari yang Fitrah ini.
Read Full 1 comments

Pasar Allu-Jeneponto Terbakar

Saturday, August 20, 2011
Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Kebakaran kembali melanda bagian selatan Sulawesi Selatan. Kali ini kebakaran terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kota yang terbilang luas yang menghubungkan Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Sebuah Pasar yang terletak di Kampung Allu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto rata dengan tanah setelah dilalap api sejak pukul 15.00 Wita. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kru Pemadam Kebakaran Bantaeng yang tiba dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa timnya mengalami beberapa kendala dalam memadamkan api yang berkobar. Mengingat kondisi kekeringan yang dialami Butta Turatea-Jeneponto sepanjang tahun mengakibatkan susahnya supplai air bagi Mobil Pemadam Kebakaran.

Ratusan kios musnah dan rata dengan tanah, ratusan juta kerugian dialami para pedagang yang mendiami Pasar Allu tersebut. Kebakaran berlangsung beberapa jam akibat susahnya air. Dua mobil Pemadam Kebakaran Jeneponto tiba di TKP sekitar pukul 16.00 Wita tidak mampu membendung kobaran api yang terus melalap kios demi kios. Kondisi ini memaksa Pemadam Kebakaran Jeneponto meminta bantuan Pemadam Kebakaran Takalar. Sekitar satu jam kemudian, tibalah di lokasi kejadian 1 mobil Pemadam Kebakaran Takalar. Namun, api masih terus berkobar dan semakin membesar.

Tindakan preventif kembali diambil untuk mengantisipasi meluasnya lokasi kebakaran di sekitar area pemukiman. Pemadam Kebakaran Bantaeng pun dihubungi agar dapat mengerahkan bantuannya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Pemadam Kebakaran Bantaeng dengan sigap merespon permintaan dimaksud dengan segera meluncur ke TKP dan tiba sekitar pukul 04.45 Wita. Sebanyak tiga mobil dikerahkan bersama dengan puluhan kru.

Ketiga regu Pemadam Kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.30 Wita. Namun kondisi pasar telah ludes akibat amukan si jago merah. Nasib naas dialami para pedagang di Pasar Allu. Barang dagangan yang sedianya dipersiapkan menyambut Lebaran tahun ini telah musnah dan tinggal puing-puing bangunan kios.Baju baru, celana baru, kopiah baru, sajadah baru dan berbagai jenis pakaian baru yang siap jual tak lagi bisa dinikmati warga sekitar Pasar Allu.
Read Full 8 comments

Dimanakah Anda Shalat...?

Thursday, September 9, 2010
Umat Islam sejak saat ini mempersiapkan segala sesuatunya menyambut Hari Kemenangan. Hari Raya Idul Fitri 1431 H tahun ini jatuh pada tanggal 10 September 2010. Beberapa jam ke depan, segenap Muslimin dan Muslimah berbondong-bondong memadati jalan menuju lapangan, surau, masjid, mushollah dan tanah lapang lainnya untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat yang terdiri dari 2 raka'at ditambah dengan Khutbah Ied setelahnya ini hukumnya Sunnah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah Khutbah setelah Shalat. Kejadian yang membudaya di sebagian masyarakat Muslim patut diubah karena menyalahi kaidah.

Apa itu sobat...??? Setelah melaksanakan Shalat 2 raka'at, dipikirnya tuntas sudah pelaksanaan Shalat Ied. Tidak serta merta hanya dengan 2 raka'at saja. Khutbah setelahnya patut didengarkan, sehingga wajib hukumnya seorang Muslim untuk tidak beranjak dari duduknya sebelum Khutbah usai. Lalu bagaimana bila hujan mengguyur lokasi pelaksanaan Sholat Ied. Dipahami bahwa apapun yang terjadi, ritual Sholat Ied harus dituntaskan hingga Khutbah itu berakhir. Barulah beranjak dan pulang ke rumah masing-masing. Ritual berikutnya berupa Halal Bihalal sesama Muslim. Saling mengunjungi rumah tetangga, sanak saudara dan rekan-rekan. Memohon maaf atas kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan harapan kembali fitrah di Hari Kemenangan. Minal Aidin Wal Faidzin, semoga amal ibadah kita mendapat berkah dan balasan yang setimpal oleh Allah Swt.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Sholat Ied, maka perlu diwaspadai lebih awal. Hingga informasi ini dipublikasikan, hujan masih saja mengguyur kota Bonthain dan sekitarnya. Meskipun sehari penuh cuaca cerah, namun dapat dipastikan bahwa lapangan dan tanah lapang lainnya kini becek alias digenangi air dan lumpur.

tentukan pilihannya

Awalnya lokasi rencana pelaksanaan Sholat Ied di Bonthain dipusatkan di sebuah kawasan baru sebagai bagian dari The New Bantaeng. Tempat ini merupakan kawasan pantai yang ditimbun, memanjang di Selatan kota Bonthain. Khusus untuk lokasi Sholat Ied, disiapkan tanah lapang di kawasan tersebut dengan luas ± 3-4 lapangan sepak bola. Bilamana lokasi ini jadi digunakan, sebagian besar penduduk Bonthain khususnya yang berada di perkotaan akan tertampung. Di samping lokasi di atas, dapat pula menggunakan Lapangan Lompobattang, Stadion Mini Lamalaka Bantaeng, Lapangan Bawakaraeng, Masjid Raya Bantaeng, Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng dan beberapa Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bonthain.


Namun dengan kondisi cuaca saat ini, kepastian penggunaannya masih dipertanyakan masyarakat Bonthain. Untuk menghindari diskomunikasi/miskomunikasi antara panitia pelaksana dengan masyarakat, di beberapa Masjid telah diumumkan alternatif pelaksanaan Sholat Ied yakni di Masjid-masjid yang telah ditentukan. Lebih jelas mengenai informasi ini, dapat berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Cabang Bantaeng atau Panitia Masjid di wilayah masing-masing.
Read Full 6 comments

Current Price Developments

Sunday, September 5, 2010
Puasa Ramadhan kini telah melewati hari yang ke-26, lebaran ada di depan mata. Berdasarkan penanggalan Masehi, Hari Raya Idul Fitri 1431 H Insya Allah jatuh pada hari Jum'at tanggal 10 September 2010. Umat Islam di seluruh pelosok tanah air tinggal menunggu keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia perihal penetapan 1 Syawal 1431 H. Bertolak dari hal tersebut, puasa Ramadhan tersisa 5 hari lagi (H-5 lebaran).


Menjelang lebaran tahun ini, seperti biasanya kesibukan dimana-mana semakin nampak. Kesibukan paling nampak ditunjukkan kaum ibu rumah tangga dan cewek. Pasar, toko dan pusat perdagangan lainnya menjadi incaran mereka. Berbagai kebutuhan rumah tangga menjadi faktor utama kehadirannya disana. Di antaranya berupa kebutuhan akan Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Namun tidak sampai disitu saja, kebutuhan lainnya pun ikut menyertai. Semarak lebaran yang dinanti telah menyatu di hati umat Islam sejak lama.

Baju baru, nuansa baru dan hari yang baru. Pada dasarnya, hakikat lebaran tidaklah mesti dengan baju baru atau pun segalanya harus baru. Fitrah berarti kembali menjadi baru layaknya bayi baru lahir dari rahim sang ibu. Tapi sekali lagi, suasana yang semarak di hari lebaran ikut terbantu dengan hadirnya hal-hal baru dalam kehidupan tiap individu. Persiapan demi persiapan pun segera disusun sedemikian rupa. Sejak pertengahan Puasa Ramadhan, pusat pertokoan kian ramai dikunjungi pelanggan yang ingin mendapatkan baju baru. Pasar tradisional hingga pasar moderen dikunjungi demi memenuhi kebutuhan dapur.

Fenomena ini terjadi hampir di seluruh pelosok tanah air termasuk di Bonthain. Dari pantauan Tim Bonthain, Pasar Sentral Bantaeng yang berlokasi di tengah kota Bonthain semakin ramai dan penuh sesak beberapa hari terakhir. Perubahan harga pun tak lepas dari perubahan jumlah pengunjung. Secara umum harga kebutuhan rumah tangga mengalami peningkatan signifikan. Bagi pembeli, harga yang tinggi terhadap barang yang dibutuhkan tetap akan dibelinya. Hal ini dimanfaatkan para penjual dengan menaikkan harga secara sepihak. Mentega misalnya, pada salah seorang penjual dipatok dengan harga Rp 13.000,-/Kg. Sementara di penjual lainnya dipatok seharga Rp 15.000,-/Kg. Kondisi tersebut amat merugikan pembeli, sedangkan penjual diuntungkan. Hal ini terjadi karena faktor kebutuhan yang mendesak. Semuanya menjadi primer, bahkan kebutuhan sekunder atau tersier pun akan berubah menjadi primer disaat mendesak sifatnya.

Kenaikan harga ini, patutlah diketahui masyarakat sebelum beranjak ke pasar. Dengan tujuan agar calon pembeli dapat mempersiapkan anggaran yang akan dibawanya ke pasar. Dalam hal ini management keuangan harus menjadi prioritas agar kelangsungan hidup rumah tangga tetap terjaga dan stabil. Kalau hal ini diabaikan, bisa saja kebutuhan akan barang tertentu tidak terpenuhi. Sementara barang lainnya melebihi batas maksimum dari yang dibutuhkan. Olehnya itu, Tim Bonthain yang bekerja sejak awal Puasa terus mengikuti perkembangan harga di Bonthain khususnya di Pasar Sentral Bantaeng. Berikut disajikan daftar beberapa bahan keperluan paling penting menjelang Lebaran.





Semoga Price List di atas dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya masyarakat Butta Toa (Bonthain). Termasuk masyarakat tetangga yakni Butta Turatea (Jeneponto) dan Butta Panrita Lopi (Bulukumba) yang sering berbelanja di Bonthain, mengingat jaraknya dapat ditempuh hanya dalam waktu ± 30 menit perjalanan.
Read Full 2 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks