blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Bunda PAUD Lepas Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng

Sunday, June 14, 2015
Bunda PAUD Lepas Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng selaku Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) didampingi Ketua Gabungan Orgnasiasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan Ketua Bhayangkari Bantaeng melepas anak didik TK se-Kabupaten Bantaeng.

Para anak didik ini berasal dari 8 Kecamatan, masing-masing Kecamatan Bissappu, Sinoa, Ulu Ere, Bantaeng, Eremerasa, Pa'jukukang, Gantarang Keke dan Tompobulu. Ribuan anak didik tampak gembira dengan pakaian yang beragam, mulai dari pakaian adat hingga seragam tentara maupun polisi.

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua Dewan Pembina Pendidikan Kabupaten Bantaeng (H. Ahmad Karim), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (H. Syamsu Alam), Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng dan perwakilan dari PT. Nestle.

Prosesi Pelepasan Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng Tahun Pelajaran 2014-2015 ini berlangsung di Balai Kartini Bantaeng (12/06). Beberapa TK menampilkan kreasi anak didiknya di hadapan tamu undangan. TK Kartini menampilkan tarian, diikuti penampilan TK Pembina dengan dance dan TK Bhayangkari dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas.

Kegiatan ini mengambil tema "Membangun karakter anak bangsa melalui Pendidikan Anak Usia Dini". Ribuan anak didik TK begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Baik anak didik maupun para guru dan pendidik menjadikannya sebagai ajang silaturahmi antara sekolah yang satu dengan yang lainnya.

H. Abdul Gani saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen tinggi dalam meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru. Karena 2 hal ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan."

Segenap guru harus meningkatkan kompetensi dan inovasinya sebagai bekal untuk tampil lebih baik di depan anak didiknya. Tentunya untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil dan memiliki karakter yang kuat serta berakhlak mulia.

Sementara itu Basmawati selaku orang tua anak didik, berterima kasih atas bimbingan, pemahaman dan pendidikan yang diberikan para pendidik. Menurutnya Selama anaknya menjalani pendidikan, banyak mengalami kemajuan yang signifikan. Baik dalam hal motivasi maupun rasa percaya diri. Sebagai contoh, awalnya tidak mengenal huruf. Tetapi setelah menjalani pendidikan, anaknya dapat mengenal, melafalkan dan menuliskan bahkan membaca kata per kata. Begitu juga dalam bidang agama, bisa mempraktekkan Sholat.

Pada kesempatan itu, masing-masing perwakilan TK se-Kabupaten Bantaeng menerima ijazah yang diserahkan secara simbolis. Sedangkan PT. Nestle, menyerahkan bantuan formula kepada Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng.

Read Full 1 comments

Damkar Cilik

Saturday, May 18, 2013
Damkar Cilik
Pendidikan anak usia dini merupakan tonggak tumbuh kembangnya generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan anak bangsa pada era berikutnya. Sedini mungkin, anak-anak harus dibekali pendidikan yang positif. Anak-anak harus memahami banyak hal sebelum terjun ke masyarakat yang heterogen dengan berbagai pengaruh di dalamnya. Pendidik diharapkan lebih kreatif agar anak didik mampu mencintai pendidikan itu sendiri.

Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.

Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.

Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).

Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.

Damkar Cilik-1

Damkar Cilik-2

Damkar Cilik-3

Damkar Cilik-4

Damkar Cilik-5

Read Full 2 comments

SIAP mengenakan Abu-abu

Wednesday, July 4, 2012
SIAP mengenakan Abu-abu
Libur telah tiba. Setelah bergelut selama 3 (tiga) tahun berseragam biru, saatnya Anak SMP menikmati masa liburan. Menikmati liburan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mengunjungi obyek wisata, pulang kampung ataupun tetap tinggal di rumah sembari mengikuti proses pendaftaran siswa baru guna melanjutkan ke jenjang SMA. Hari ini (Red. : 4 Juli 2012), siswa SMP se-Kabupaten Bantaeng menunggu Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang diumumkan pihak sekolah. Rasa was-was menghantui sebagian calon siswa baru, namun tidak kurang pula yang begitu enjoy menanti pengumuman dan tetap optimis akan kelulusannya.

Tim Bonthain kali ini akan mempublikasikan Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Pelajaran 2012/2013 yang akan menempati 10 (sepuluh) ruang kelas 1/X di SMA Negeri 1 Bantaeng. Sekolah ini menjadi favorit di Bonthain sebagai sekolah unggulan. Sehingga setiap tahunnya, ribuan pendaftar berupaya mengisi quota yang disiapkan. Sebanyak 264 orang calon siswa baru yang SIAP mengenakan seragam abu-abu di sekolah tersebut, 223 orang merupakan calon siswa yang LULUS berdasarkan hasil seleksi. Sementara 41 orang calon siswa lainnya berpredikat Bebas Tes.





Download versi Originalnya :
Pengumuman Hasil Seleksi PSB 2012 SMA Negeri 1 Bantaeng


SIAP mengenakan Abu-abu-1

SIAP mengenakan Abu-abu-2

SIAP mengenakan Abu-abu-3



Read Full 47 comments

Pameran Pendidikan Bonthain 2012

Thursday, May 10, 2012
Pameran Pendidikan Bonthain 2012
Masih rangkaian dari Hari Pendidikan Nasional tahun 2012 yang diperingati 2 Mei 2012 yang lalu, Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Bantaeng sebagai Leading Sektor dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng kembali mengadakan Pameran Pendidikan Bonthain. Berbagai tingkatan sekolah turut serta menyemarakkan kegiatan. Mulai dari tingkatan TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng. Menurut sumber Tim Bonthain, pameran tersebut akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA).

M.Nuh yang tiba di Bonthain hari ini (Red. Kamis, 10 Mei 2012, 17:00 Wita) bersama Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan rombongan berkeliling kota Bonthain sekaligus memantau persiapan pelaksanaan Pameran Pendidikan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.

Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.

Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai hari Jum'at-Minggu tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain (Jl. Seruni Bantaeng). Peserta pameran terdiri dari :
Tingkatan SMA
  • SMA Neg. 1 Bantaeng
  • SMA Neg. 2 Bantaeng
  • SMA Neg. 1 Bissappu
  • SMA Neg. 1 Tompobulu

Tingkatan SMK
  • SMK Neg. 1 Bantaeng
  • SMK Neg. 2 Bantaeng
  • SMK Neg. 3 Bantaeng
  • SMK Neg. 4 Bantaeng
  • SMK Neg. 5 Bantaeng

Tingkatan SMP
  • MKKS-SMP se-Kab. Bantaeng

Tingkatan SD
  • Gugus SDN No. 5 Lembang Cina
  • Gugus SDN No. 7 Letta
  • Gugus SDN No. 19 Landang
  • Gugus SDN No. 14 Allu
  • Gugus SDN No. 32 Bungloe

  • Gugus SD Inp. Tappanjeng
  • Gugus SD Inp. Pullauweng
  • Gugus SD Inp. Lonrong
  • Gugus SD Inp. Ujung Katinting
  • Gugus SD Inp. Ganting
  • Gugus SD Inp. Jatia
  • Gugus SD Inp. Moti
  • Gugus SD Inp. Loka
  • Gugus SD Inp. Morowa
  • Gugus SD Inp. Tala-tala

Tingkatan TK
  • Gugus TK se-Kec. Bissappu, Sinoa dan Ulu Ere
  • Gugus TK se-Kec. Bantaeng dan Eremerasa
  • Gugus TK se-Kec. Pa'jukukang, Gantarang Keke dan Tompobulu


Berbagai kreasi dan kerajinan hasil karya anak Bonthain ditampilkan dalam pameran kali ini. Termasuk pula kreasi para guru hasil pelaksanaan KKG serta prestasi para siswa dann guru selama tahun 2011-2012. Melalui pameran ini diharapkan mampu mendorong semangat para siswa pada khususnya serta para pendidik dan tenaga kependidikan pada umumnya untuk terus berkreasi dan memajukan dunia pendidikan di Bonthain, demikian disampaikan M. Sakring, S.Pd (salah seorang guru yang tergabung dalam Gugus SDN No. 5 Lembang Cina).

Berselang beberapa menit setelah kunjungan rombongan Mendiknas, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Sinasari) juga hadir memantau persiapan yang dilakukan para peserta pameran. Berdasarkan Surat Kadis. Diknas Kab. Bantaeng yang diperlihatkan kepada Tim Bonthain, Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada pukul 14:30 Wita esok (Red. 11 Mei 2012).

Sofyan, S.Pd yang ditemui Tim Bonthain di Stand Gugus SDN No. 14 Allu berharap agar pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung meriah, lancar, aman dan tertib.


Pameran Pendidikan Bonthain 2012-1

Pameran Pendidikan Bonthain 2012-2

Pameran Pendidikan Bonthain 2012-3

Pameran Pendidikan Bonthain 2012-4

Pameran Pendidikan Bonthain 2012-5



Read Full 17 comments

Generasi Emas

Wednesday, May 2, 2012
Generasi Emas
Bulan Mei 2012 adalah bulan yang dinanti para pendidik, anak didik dan semua unsur kependidikan di Indonesia. Bulan dimana ramai dilaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan dunia pendidikan. Keseluruhan kegiatan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada hari ini, 2 Mei 2012. Perayaan di Bonthain kali ini dipusatkan di Lapangan Lompobattang Kabupaten Bantaeng dengan menampilkan beragam kreasi yang ditampilkan ratusan anak didik dari berbagai tingkatan sekolah.

Sejak akhir April kemarin, beberapa kegiatan perlombaan/pertandingan telah dilaksanakan antara lain perlombaan/pertandingan berbagai cabang olah raga dan seni serta karnaval. Semarak Hardiknas di Bonthain juga akan diramaikan dengan Pameran Pendidikan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2012 di kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain.

Dengan mengusung tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012 juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) pada press conference di jakarta beberapa waktu lalu, tema Hardiknas 2012 disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta. Sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa. Nanti pada tahun 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun. Sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54. Nuh menilai, pada usia-usia itu yang memang memegang peran di suatu negara, tambahnya (Source : Pikiran Rakyat).

Gencarnya Pemerintah Pusat dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan di tanah air sudah seharusnya diikuti dengan keikutsertaan Pemerintah Daerah dalam mendukung setiap program yang ditelorkan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng pun tidak tinggal diam dalam hal ini. Sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bangunan sekolah dan perangkatnya terus diperbaiki. Meski kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa masih ada sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian. Hal ini tidak saja terjadi di Bonthain, tetapi hampir di seluruh pelosok nusantara. Kenyataan yang membuka mata kita bahwa pendidikan itu penting karena terkait dengan kelangsungan bangsa ini di masa mendatang. Dimana generasi emas yang dipersiapkan diharapkan mampu mengubah dan membawa Indonesia ke arah lebih baik. Tentunya peran aktif semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen diharapkan dapat memperhatikan dunia pendidikan dengan penuh keseriusan dan rasa peduli yang tinggi.

Selamat merayakan Hardiknas dan Harkitnas. Mari bersama-sama mengembangkan pendidikan dalam hal apapun bentuk dan penerapannya.


Generasi Emas-1

Generasi Emas-2

Generasi Emas-3

Generasi Emas-4

Generasi Emas-5



Read Full 25 comments

Sumber Daya Lokal demi Kualitas Pendidikan

Monday, May 2, 2011
Hardiknas 2011 Bonthain-1
Pagi yang cerah di awal Mei 2011, semua insan pendidikan antusias mengikuti Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 2 Mei 2011 ini dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita Langgara). Upacara berlangsung khidmat dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan pendidik mulai dari tingkat pelajar TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan masing-masing Tenaga Pendidik serta para pejabat SKPD se-Kabupaten Bantaeng.

Hardiknas 2011 mengambil tema Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Sub Tema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Dalam Sambutan Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakan Hj. Novrita Langgara, pendidikan usia dini harus menjadi perhatian penuh insan pendidik dalam rangka menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045. Pendidikan harus mampu menangkal Radikalisme yang berkembang pesat saat ini. Tenaga Pendidik diharapkan berperan lebih aktif dalam memberikan pendidikan berbasis kasih sayang kepada setiap anak didiknya.

Dunia pendidikan merupakan tulang punggung terciptanya karakter Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Melalui peringatan Hardiknas, tidak sekedar untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional. Namun lebih merupakan sebuah momentum untuk makin memperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa.

Secara mendasar, Tim Bonthain menilai bahwa setiap peringatan di Tanah Air selalu berbuah kesuksesan yang luar biasa. Namun, tantangan terbesar sebenarnya adalah bagaimana memaknai peringatan yang telah dilaksanakan sedemikian meriahnya. Terkait dengan Hardiknas 2011, dari tahun ke tahun terjadi pergeseran nilai pendidikan. Dari satu sisi Pemerintah memberikan batasan pada tingkatan SMA (Ijazah SMA) sebagai dasar minimal dalam mencari kerja. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak tenaga kerja berbekal Ijazah SMA bahkan S1 dan seterusnya dengan kualitas yang belum tentu dapat dipertanggung jawabkan. Hal ini terjadi karena kualitas pendidikan yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan yang pada akhirnya berbuah kualitas yang apa adanya pula bagi subyek terdidik. Sementara kebutuhan lapangan kerja akan tenaga kerja berkualitas amatlah tinggi.

Semua pihak berharap bahwa Pemerintah tidak serta merta menggenjot kuantitas tenaga kerja. Sedangkan kualitas tenaga kerja diabaikan begitu saja. Tak hanya Pemerintah, peranan tenaga terdidik itu sendiri harus menyadari akan pentingnya kualitas yang harus diraihnya. Tentunya dengan ketekunan dalam belajar, berlatih dan bereksperimen dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekelilingnya. Lebih jauh lagi, peranan orang tua dan tenaga pendidik pada khususnya dalam rangka menggenjot kualitas yang ditargetkan. Minimal mempertahankan prestasi/kualitas yang telah dicapai selama ini.

Berbagai hal menjadi faktor penentu peningkatan kualitas pendidikan. Tidak terlepas dari cerita UN, UAN yang selama ini hangat diperbincangkan. Apakah UN/UAN harus tetap dipertahankan sebagai penentu utama tiap kelulusan siswa di sekolah. Betapa tidak, hingga tahun 2011 UN/UAN masih saja menjadi faktor utama penentu kelulusan dengan perbandingan 60 % terhadap 40 % Nilai Mata Pelajaran sehari-hari. Sehingga anak didik masih saja dibayang-bayangi ketakutan dalam menghadapi UN/UAN. Seolah hasil jerih payahnya selama 3 tahun di bangku sekolah tidak ada nilainya sama sekali.

Sebagai insan di luar dunia pendidikan, kita tentu berharap banyak agar pendidikan ke depan lebih baik dari saat ini. Pemanfaatan sumber daya yang ada harus benar-benar diterapkan dalam lingkup dunia pendidikan. Tim Bonthain memberi satu contoh kecil :
  • Memanfaatkan jejaring sosial yang ada khususnya yang berbau produk dalam Negeri seperti halnya Kompasiana, Kaskus, Koprol dan sebagainya. Meski tidak menutup kemungkinan dapat pula memanfaatkan Social Network yang lebih yahud seperti Blogspot, Facebook, Twitter dan sebagainya. Jejaring Sosial dan media internet secara umum dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran efektif dalam melaksanakan Proses Belajar Mengajar. Guru menyediakan e-book Gratis melalui Blog misalnya, untuk selanjutnya diunduh para siswa. Demikian halnya dengan proses diskusi, sharing maupun interaksi tugas dari guru kepada siswanya.
  • Pemerintah aktif memberikan Reward kepada Guru maupun Siswa berprestasi dengan tujuan untuk memacu daya kreatifitas Guru dan Siswa lainnya.
  • Pengenalan dan pembiasaan diterapkan terhadap pentingnya mengenal dan melestarikan budaya lokal. Di Bonthain misalnya, saat ini cenderung merosot pengetahuan anak akan Bahasa Makassar apalagi budaya dan sejarah Makassar itu sendiri. Hal ini terjadi karena Bahasa dan Budaya Makassar tidak lagi masuk dalam lingkup pendidikan. Kalau pun masih ada, hanya sebatas tulisan saja. Guru enggan berharap agar mencapai hasil lebih. Malah ada istilah yang berkembang di masyarakat Yang penting disalin. Ironis rasanya kalau Mata Pelajaran Bahasa Makassar tidak menjadi prioritas di Makassar. Mata pelajaran ini hanya sampai pada tingkat SD dan SMP. Sementara pada tingkatan SMA tiada lagi alias menghilang pelajaran Bahasa Makassar yang bukunya banyak ditulis oleh Djirong Basang alis Daeng Ngewa. Dan lebih parahnya lagi untuk tingkatan Strata (S1/S2) Sastera Bahasa Makassar, orang Indonesia mesti menuntut ilmu di negeri Kincir Angin (Belanda) selain di UNHAS, UNM dan beberapa Perguruan Tinggi di Makassar.
  • Pengenalan dan pelatihan yang diterapkan pada siswa untuk mata pelajaran khusus mengenai budaya Batik. Indonesia merupakan pemilih paten Batik yang telah diakui oleh UNESCO. Lantas seberapa jauh batik diketahui oleh masyarakat Indonesia. Akankah Batik sekedar pengakuan saja yang dengan sendirinya beberapa tahun mendatang budaya ini tidak lagi dikenal oleh anak negeri sendiri. Wajar saja bilamana bangsa lain selalu punya niat untuk mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya miliknya.
  • Sejarah yang menurut sebagian besar kalangan saat ini semakin diburamkan. Olehnya itu, dunia pendidikan beserta semua antek-anteknya harus bertindak tegas dalam membekali anak didik demi meluruskan sejarah pada titik yang benar dan otenntik.
Langsung atau tidak langsung, seorang Blogger telah menorehkan noktah pada Blognya lewat karya-karyanya. Berbagai karya positif Blogger yang tersedia saat ini dan yang akan ditorehkan berikutnya amatlah bermanfaat terhadap dunia pendidikan. Pada tingkatan pendidikan formal maupun non formal, anak didik dituntut selektif memanfaatkan informasi yang ada di dunia maya. Bilamana hal ini dilakukan, maka dapat dipastikan bahwa anak didik akan memiliki kualitas lebih baik karena mendapatkan ilmu bermanfaat dari sumber/guru gratis dengan karya positif yang dipersembahkannya.

Bagi para Blogger, mari kita berbagi segala sesuatu yang bermanfaat demi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik dalam rangka pembentukan karakter yang berprestasi dan berbudi pekerti.


Hardiknas 2011 Bonthain-2

Hardiknas 2011 Bonthain-3

Hardiknas 2011 Bonthain-4

Hardiknas 2011 Bonthain-5

Hardiknas 2011 Bonthain-6


Read Full 2 comments
Read Full 0 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks