blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Pahlawan. Show all posts
Showing posts with label Pahlawan. Show all posts

Pahlawanku Idolaku

Monday, November 10, 2014
Pahlawanku Idolaku
Bertempat di Alun-alun Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial (Khofifah Indar Parawansa). NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka ber-daulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya. Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus di-jadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang.

Lanjut Nurdin mengungkapkan, "Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 ini mengambil tema besar Pahla-wanku Idolaku. Tema tersebut dipilih di-maksudkan untuk menggugah semangat kepah-lawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri. Untuk itu tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi ke-banggaan atau idola sepanjang masa. Demikian dibacakan dan disampaikan melalui sambutan tersebut.

Selanjutnya, Bupati Bantaeng bersama para Muspida, Anggota DPRD, Kepala SKPD dan Pasukan Gabungan dari TNI dan POLRI melakukan Tabur Bunga di laut. Pada kesempatan kali ini, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng (Syahrul Bayan, S.STP) sebagai pelaksana kegiatan memilih Pantai Seruni untuk lokasi tabur bunga. Turut hadir Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Kapolres Bantaeng (AKBP. I Made Sunarta), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Infantri Heny Setyono, S.Psi) dan beberapa pejabat teras Butta Toa. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengajak para peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak seraya mengenang jasa para pahlawan.

Dari Pantai Seruni, unsur Muspida dan Kepala SKPD se-Kabupaten Bantaeng bersama jajarannya menuju Taman Makam Pahlawan Sasayya Kabupaten Bantaeng. Di lokasi yang sama, telah dilaksanakan Malam Renungan Suci yang berlangsung pada pukul 00:00 Wita tadi malam. Diawali dengan upacara dan peletakan karangan bunga sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang dikomadoi oleh Kapolres Bantaeng. Kemudian bersama para peserta upacara, dilakukan tabur bunga di atas makam para pahlawan. Di TMP Sasayya ini terdapat beberapa makam tanpa identitas yang jelas. Tidak sama dengan makam lainnya yang nampak tertera nama, pangkat dan asalnya. Mereka telah dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan negara ini dari tangan penjajah.

Sejalan dengan arahan Menteri Sosial pada sambutan tersebut, seyogyanya generasi muda dapat menjadikan pelajaran penting atas segala jasa pahlawan, dalam upaya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pahlawanku Idolaku-1

Pahlawanku Idolaku-2

Pahlawanku Idolaku-3

Pahlawanku Idolaku-4

Pahlawanku Idolaku
Read Full 1 comments

Renungan Suci Mengenang Pahlawan

Sunday, August 17, 2014
Renungan Suci Mengenang Pahlawan
Mengenang para pahlawan yang telah mendahului kita, dapat dilakukan dengan beragam cara, model dalam kondisi dan waktu sepanjang masa. Salah satu ritual berkala yang sering dilaksanakan berupa Malam Renungan Suci. Perangkat Pemerintah maupun masyarakat umum, secara bersama-sama berkumpul di tempat yang dianggap sakral dan lebih dekat dengan pahlawan Kemerdekaan. Di Indonesia, dipilihlah Taman Makam Pahlawan sebagai lokasi pelaksanaannya. Waktu pelaksanaan pun ditetapkan pada malam pergantian tanggal 16 Agustus ke tanggal 17 Agustus tiap tahunnya.

Di Kabupaten Bantaeng, Taman Makam Pahlawan Sasayya merupakan satu-satunya pekuburan resmi bagi para pahlawan, khususnya pahlawan dengan berlatar belakang militer (TNI dan Kepolisian RI). Pekuburan ini berlokasi di Jl. Pahlawan, Kampung Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Posisi yang cukup strategis, terletak di perlintasan Jalan Negara yang menghubungkan antara Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Jeneponto dan Kotamadya Makassar.

Tepat pukul 00:00 Wita, pemimpin upacara menyiapkan pasukan yang terdiri dari Pasukan TNI, POLRI, Muspida, Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, Tagana, Polisi Kehutanan, FKPPI, Pramuka dan Gabungan Organisasi Pemuda dan Kemasyarakatan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kapolres Bantaeng (AKBP I Made Sunarta) dan dihadiri langsung oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama jajaran SKPD se-Kabupaten Bantaeng.

Sepintas, kegiatan ini hanya seremonial semata. Malam Renungan Suci bukanlah acara resmi kenegaraan. Dalam pelaksanaannya, diharapkan dapat mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan, terutama Pahlawan Kemerdekaan. Berkat kegigihannya dalam memperjuangan kemerdekaan dari tangan penjajah, sehingga udara kebebasan dapat kita nikmati hingga sekarang. Melalui kegiatan ini pula memberi pelajaran berharga akan pentingnya sikap saling menghargai dan saling menghormati antara sesama manusia. Benih persatuan dan kesatuan serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus tetap terpatri di dalam jiwa setiap Warga Negara Indonesia. Setiap perbedaan yang ada, merupakan anugerah yang sangat berharga. Keberagaman tidak dijadikan penghalang dalam memajukan Republik Indonesia.

Di era reformasi yang sudah melangkah jauh dari titik awal kemerdekaan, sudah sepatutnya bangsa ini semakin maju. Kemajuan itu dapat diraih dengan sebaik-baiknya, melalui kerja keras seluruh Warga Negara Indonesia. Perjuangan para pahlawan kemerdekaan harus pula berlanjut dan terus diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan berikutnya. Dirgahayu Republik Indonesia ke-69. Merdeka...!!!

Renungan Suci Mengenang Pahlawan-1
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-2
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-3
Renungan Suci Mengenang Pahlawan-4
Renungan Suci Mengenang Pahlawan
Read Full 1 comments

Harkitnas 102-2010

Wednesday, May 19, 2010
Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) bakal diperingati lagi esok. Tepatnya Kamis, 20 Mei 2010, genap 102 tahun sejak 20 Mei 1908 silam. Momentum Harkitnas diperingati tiap tahunnya dengan berbagai cara, khususnya Upacara Bendera. Pada dasarnya momentum ini hanyalah sebagai pengingat sejarah masa lalu. Perayaan begitu ramai, khidmat dan penuh warna. Tetapi, apalah arti jika tidak ada yang dapat dijadikan hikmah dari peringatan dimaksud, melainkan sekedar peringatan.

Memontum Kebangkitan Nasional perlu diisii dengan kemampuan yang kita miliki. Mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil dan harus dimulai sejak dini (K. H. Abdullah Gymnastiar)


Sadar atau tidak, masyarakat negeri ini masih menganut paham doing that is not good. Semestinya perlu ditanamkan sikap cinta terhadap kebangsaan, yang terjadi malah DEGRADASI kebangsaan yang kian membumbung tinggi. Budayakan do the best, kompetitif, prosedural dan disiplin terhadap tata etika serta aturan formal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apalah arti Peringatan HARDIKNAS...?

Kalimat ini sering terngiang dalam benak para kaum muda Indonesia. AMBAE (mari/ayo) kita mencermati makna terdalam dari kalimat tersebut.

Alasan demi alasan lahir atas kalimat di atas. Paling awal dinyatakan bahwa Organisasi BO (Budi Oetomo) bukanlah organisasi yang mendukung Kemerdekaan Indonesa, justru mendukung Penjajahan Belanda waktu itu. Bahkan bukanlah organisasi pertama di Indonesia, melainkan telah ada organisasi sebelumnya.

Perayaan demi perayaan, peringatan hari nasional apa pun. Saat ini dapat digambarkan seperti apa respon masyarakat dalam menyikapi peringatan tersebut. Mengapa ini terjadi, karena masyarakat mengganggap telah terjadi pembalikan fakta sejarah yang benar-benar menjadikan bangsa ini terkungkung sekian lamanya.

Tapi, patutkah kita tidak memperingati tiap hari besar dimaksud...?

Bagi Penulis, tidak perlu mempersoalkan peringatan itu mesti dilakukan atau dihilangkan. Yang terpenting adalah sebesar apa tindakan dan upaya kita dalam mengubah paradigma masyarakat agar bisa berpikir jernih demi kemajuan bangsa yang lebih baik. Sejarah tetaplah sejarah, bukan hanya menjadi hiasan belaka di masa silam.

Terpaku pada kalimat di atas, tidaklah akan menyelesaikan masalah yang menyelimuti Indonesia. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.

ASK YOURSELF
WHAT have given to INDONESIA




Dengan Semangat Kebangkitan Nasional
Kita Tingkatkan Ketahanan Masyarakat
Dalam Kerangka NKRI




Tingkatkan Kreatifitas, jangan hanya terpaku pada apa yang dapat diberikan Negara dan Pemerintah pada kita. Tapi, kreatiflah...

Kembangkan ide dan kreatifitas, gali sedalam-dalamnya potensi yang dimiliki. Yakin dan percaya bahwa tiap individu telah dibekali dengan segudang keahlian sejak LAHIR. Hanya saja butuh pemahaman guna mengimplementasikan segala kemampuan itu.

Tentunya mesti diawali dengan kata "BIASAKAN-lah". Semoga kita dapat TERBIASA hingga tercapailah KEMANDIRIAN.

BANGKIT dan terus MAJU
KENAPA TIDAK kalau ada upaya bro...
INSYA ALLAH, upaya yang ikhlas dan tulus akan menghasilkan karya terbaik.



Download : Logo Harkitnas 102-2010.cdr
Read Full 16 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks