Showing posts with label Nurdin Abdullah. Show all posts
Showing posts with label Nurdin Abdullah. Show all posts
Semakin Dekat dengan Warga melalui Open House
Sunday, July 19, 2015
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar open house bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng (17/07). Dalam kesempatan tersebut, hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan unsur Muspida Kabupaten Bantaeng serta beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Open House digelar sehari dan terbuka untuk umum, baik dari kalangan Aparatur Pemerintah maupun seluruh kalangan masyarakat. Tanpa mengenal strata, status dan pangkat serta jabatan, seluruh pimpinan daerah ini duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati sajian makanan khas Hari Raya Idul Fitri 1436 H.
Satu sama lain saling berjabat tangan seraya memohon maaf sebagai salah satu tanda kemenangan demi menggapai fitrah di hari yang fitri. Dimana setahun telah berlalu dalam berinteraksi, memungkinkan terjadinya diskomunikasi maupun hal-hal yang dapat memunculkan dosa di antara sesama manusia. Bulan suci Ramadhan menjadi wadah bagi umat Muslim pada khususnya untuk melakukan serangkaian instrospeksi diri.
Manakala hidup dan kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah persinggahan. Jabatan dan pangkat tidak akan abadi meski dengan sekuat tenaga mempertahankannnya. Terlebih lagi jika melaluinya dengan cara-cara yang ilegal.
Kegiatan yang digelar di tempat ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar seluruh elemen dalam wilayah administratif Kabupaten Bantaeng. Berjumpa dengan sang Bupati Bantaeng dan petinggi lainnya serta para aparaturnya, bukanlah hal sulit diwujudkan. Melalui Open House dimaksud, tak hanya bersilaturahmi semata. Namun juga menunjukkan betapa dekatnya pemimpin di mata dan hati warganya.
Open House digelar sehari dan terbuka untuk umum, baik dari kalangan Aparatur Pemerintah maupun seluruh kalangan masyarakat. Tanpa mengenal strata, status dan pangkat serta jabatan, seluruh pimpinan daerah ini duduk bersama dalam satu meja sambil menikmati sajian makanan khas Hari Raya Idul Fitri 1436 H.
Satu sama lain saling berjabat tangan seraya memohon maaf sebagai salah satu tanda kemenangan demi menggapai fitrah di hari yang fitri. Dimana setahun telah berlalu dalam berinteraksi, memungkinkan terjadinya diskomunikasi maupun hal-hal yang dapat memunculkan dosa di antara sesama manusia. Bulan suci Ramadhan menjadi wadah bagi umat Muslim pada khususnya untuk melakukan serangkaian instrospeksi diri.
Manakala hidup dan kehidupan yang dijalani di dunia ini hanyalah persinggahan. Jabatan dan pangkat tidak akan abadi meski dengan sekuat tenaga mempertahankannnya. Terlebih lagi jika melaluinya dengan cara-cara yang ilegal.
Kegiatan yang digelar di tempat ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar seluruh elemen dalam wilayah administratif Kabupaten Bantaeng. Berjumpa dengan sang Bupati Bantaeng dan petinggi lainnya serta para aparaturnya, bukanlah hal sulit diwujudkan. Melalui Open House dimaksud, tak hanya bersilaturahmi semata. Namun juga menunjukkan betapa dekatnya pemimpin di mata dan hati warganya.
Semarak Idul Fitri dengan Takbiran
Thursday, July 16, 2015
Bulan suci Ramadhan berakhir hari ini (16/07) setelah resmi diumumkan hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Alhamdulillah, tahun ini akan dilangsungkan Shalat Idul FItri 1436 H secara serentak di Indonesia. Dimana setelah sekian lama, sering kali berbeda pandangan dalam penetapan 1 Syawal.
Menandai Idul Fitri tahun ini, di seluruh pelosok tanah air digelar Takbiran dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sama halnya di Kabupaten Bantaeng, juga digelar hal serupa.
Takbiran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Pantai Seruni Bantaeng. Dengan menggelar Takbir Bersama serta Pawai Takbir Keliling dan Lomba Miniatur Masjid serta Mushollah.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melepas kontingen Remaja Masjid beserta Miniatur Masjid/Mushollah di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Diikuti oleh beberapa peserta, khususnya Masjid dan Mushollah yang berada dalam wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng.
Meski dengan cuaca yang kurang bersahabat, para kontingen terlihat antusias mengikuti jalur pawai keliling yang ttelah ditentukan sebelumnya. Dan finish kembali di Pantai Seruni Bantaeng.
Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat yang diperkirakan mencapai ribuan unit memadati tiap ruas jalan di sepanjang jalan-jalan protokol daerah ini. Kendaraan roda empat khususnya, dilengkapi pengeras suara yang memperdengarkan Gema Takbir dari para penumpangnya. Hal ini menambah semaraknya malam 1 Syawal 1436 H.
Namun, patut meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara. Begitu pula bagi warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan agar bersama-sama berhati-hati agar tidak tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dan bisa mengganggu keselamatan para pengguna jalan raya.
Menandai Idul Fitri tahun ini, di seluruh pelosok tanah air digelar Takbiran dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sama halnya di Kabupaten Bantaeng, juga digelar hal serupa.
Takbiran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Pantai Seruni Bantaeng. Dengan menggelar Takbir Bersama serta Pawai Takbir Keliling dan Lomba Miniatur Masjid serta Mushollah.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melepas kontingen Remaja Masjid beserta Miniatur Masjid/Mushollah di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Diikuti oleh beberapa peserta, khususnya Masjid dan Mushollah yang berada dalam wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng.
Meski dengan cuaca yang kurang bersahabat, para kontingen terlihat antusias mengikuti jalur pawai keliling yang ttelah ditentukan sebelumnya. Dan finish kembali di Pantai Seruni Bantaeng.
Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat yang diperkirakan mencapai ribuan unit memadati tiap ruas jalan di sepanjang jalan-jalan protokol daerah ini. Kendaraan roda empat khususnya, dilengkapi pengeras suara yang memperdengarkan Gema Takbir dari para penumpangnya. Hal ini menambah semaraknya malam 1 Syawal 1436 H.
Namun, patut meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara. Begitu pula bagi warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan agar bersama-sama berhati-hati agar tidak tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dan bisa mengganggu keselamatan para pengguna jalan raya.
Ribuan Warga Bantaeng Kebagian Sedekah
Wednesday, July 15, 2015
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) berkunjung ke Dusun Ma'lero, Desa Biangloe, Kecamatan Pa'jukukang (15/07). Di kampung tersebut, Bupati yang oleh warga masyarakat menyebutnya "Doktoroka" mengumpulkan warga masyarakat di sebuah Masjid. Dimana "Masjid Hj. Nuraeny Abdullah" merupakan Masjid pertama yang dibangun oleh H. M. Nurdin Abdullah, jauh sebelum dirinya terpilih sebagai Bupati Bantaeng yang dilantik sejak Agustus 2008 silam.
Warga menyatakan rasa bersyukur dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan Bupati Bantaeng. Menurutnya, baru kali ini mereka mendapatkan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap masyarakat kalangan bawah. "Dia tidak lupa dengan kami pak. Disinilah pak Nurdin datang pertama sebelum menjadi Bupati. Seandainya bisa pak, dia saja yang menjadi Bupati Bantaeng seterusnya", tutur seorang warga usia lanjut yang diungkapkannya dalam bahasa Makassar.
Hal ini dibenarkan oleh warga lainnya yang kemudian meneriakkan "Bupatiku". Ada pula yang melakukan sujud syukur setelah mendapatkan sedekah. Sementara itu para warga tidak segan-segan mencium tangan H. M. Nurdin Abdullah dan Hj. Liestiaty F. Nurdin sambil menangis penuh haru.
Sedikitnya 300 orang mendapat pakaian berupa sarung dan uang tunai. Begitu pula anak-anak, pun mendapatkan uang tunai sebagai hadiah lebaran. Dengan sedekah ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi Idul Fitri 1436 H.
Sebelumnya, sejak pagi hingga siang ribuan warga juga kebagian sedekah dari keluarga H. M. Nurdin Abdullah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di bilangan Jalan Lingkar Bantaeng.
Warga menyatakan rasa bersyukur dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan Bupati Bantaeng. Menurutnya, baru kali ini mereka mendapatkan pemimpin yang benar-benar peduli terhadap masyarakat kalangan bawah. "Dia tidak lupa dengan kami pak. Disinilah pak Nurdin datang pertama sebelum menjadi Bupati. Seandainya bisa pak, dia saja yang menjadi Bupati Bantaeng seterusnya", tutur seorang warga usia lanjut yang diungkapkannya dalam bahasa Makassar.
Hal ini dibenarkan oleh warga lainnya yang kemudian meneriakkan "Bupatiku". Ada pula yang melakukan sujud syukur setelah mendapatkan sedekah. Sementara itu para warga tidak segan-segan mencium tangan H. M. Nurdin Abdullah dan Hj. Liestiaty F. Nurdin sambil menangis penuh haru.
Sedikitnya 300 orang mendapat pakaian berupa sarung dan uang tunai. Begitu pula anak-anak, pun mendapatkan uang tunai sebagai hadiah lebaran. Dengan sedekah ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi Idul Fitri 1436 H.
Sebelumnya, sejak pagi hingga siang ribuan warga juga kebagian sedekah dari keluarga H. M. Nurdin Abdullah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya di bilangan Jalan Lingkar Bantaeng.
Marching Band Loka Nada Bantaeng Dilepas Menuju Bali
Thursday, July 2, 2015
Marching band Loka Nada Bantaeng yang telah berlatih beberapa bulan terakhir, mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal tersebut ditunjang peran serta Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang terus memberikan pembinaan. Ditambah lagi keaktifan Pemerintah dalam memfasilitasi seluruh kebutuhannya, mulai dari peralatan hingga pemberian vitamin yang cukup untuk menjaga stamina para pemain.
Syahrul Bayan mengungkapkan bahwa kekuatan dan kebersamaan antara pengurus dan para pemain telah terbangun selama kurun waktu 2 bulan lebih latihan berlangsung. "Hal tersebut menjadi dasar semangat bagi anak-anak untuk berjuang pada event tersebut. Apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama Bapak dan Ibu Bupati Bantaeng, mudah-mudahan anak-anak mampu memberikan jawaban pada event di Bali mulai tanggal 1-6 Juli 2015 mendatang. Dan bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bantaeng."
Para pemain Marching Band Loka Nada Bantaeng diberangkatkan untuk mengikuti event bergengsi di Bali. Event berjuluk Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut akan dilaksanakan tanggal 3-5 Juli 2015 di Denpasar-Bali. Merupakan salah satu event bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Marching Band Universitas Udayana.
Sebanyak 62 orang pemain Marching Band binaan ibu Hj. Liestiaty F. Nurdin ii dilepas secara resmi oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Pantai Seruni Bantaeng. Turut hadir Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Propinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani), para Kepala SKPD dan orang tua maupun perwakilan keluarga para pemain.
Di Bali, mereka akan mengikuti 7 jenis lomba yang dipertadingkan yakni Display Indoor, Playpass (street parade), Individual Percussion Contest, Individual Guard Contest, Drum Battle, Color Guard Contest dan Wind/Brass and Pit's Ensemble Competition. Dengan harapan semoga perwakilan Kabupaten Bantaeng mampu menjuarai kontes demi kontes.
Bupati Bantaeng sangat optimis Marching Band Loka Nada Bantaeng mampu memberikan yang terbaik bagi daerah ini. "Kabupaten Bantaeng pernah mengikuti Asian Pasific Festival di Jepang. Dan penampilan mereka sangat luar biasa. Dan mampu memboyong emas untuk Kabupaten Bantaeng. Kita orang Bantaeng ini persoalan kemauan saja. Dan lebih penting lagi persoalan dukungan. Dimana dulu Marching Band kita ini kurang mendapat dukungan. Insya Allah tahun depan kita akan ganti semua peralatan dengan yang baru semua."
Dirinya juga menggambarkan bagaimana daerah ini mampu meraih prestasi luar biasa sebagai tuan rumah PORDA XV Sulawesi Selatan tahun 2014. Pada tahun 2008 di Pangkep saya katakan pertahankan Juara 8 besar agar semua pemain tidak tegang menghadapi PORDA XV. Alhamdulillah kita mampu mempersembahkan Juara Umum II tingkat SulSel." tambah Nurdin.
Pelepasan peserta Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut diwarnai dengan penampilan para pemain yang akan dilombakan di Bali. Seluruh tamu undangan serta masyarakat yang ikut menyaksikan dibuat terpukau dengan atraksi dan parade Marching Band.
Syahrul Bayan mengungkapkan bahwa kekuatan dan kebersamaan antara pengurus dan para pemain telah terbangun selama kurun waktu 2 bulan lebih latihan berlangsung. "Hal tersebut menjadi dasar semangat bagi anak-anak untuk berjuang pada event tersebut. Apa yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama Bapak dan Ibu Bupati Bantaeng, mudah-mudahan anak-anak mampu memberikan jawaban pada event di Bali mulai tanggal 1-6 Juli 2015 mendatang. Dan bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bantaeng."
Para pemain Marching Band Loka Nada Bantaeng diberangkatkan untuk mengikuti event bergengsi di Bali. Event berjuluk Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut akan dilaksanakan tanggal 3-5 Juli 2015 di Denpasar-Bali. Merupakan salah satu event bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Marching Band Universitas Udayana.
Sebanyak 62 orang pemain Marching Band binaan ibu Hj. Liestiaty F. Nurdin ii dilepas secara resmi oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Pantai Seruni Bantaeng. Turut hadir Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Propinsi Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua DWP Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani), para Kepala SKPD dan orang tua maupun perwakilan keluarga para pemain.
Di Bali, mereka akan mengikuti 7 jenis lomba yang dipertadingkan yakni Display Indoor, Playpass (street parade), Individual Percussion Contest, Individual Guard Contest, Drum Battle, Color Guard Contest dan Wind/Brass and Pit's Ensemble Competition. Dengan harapan semoga perwakilan Kabupaten Bantaeng mampu menjuarai kontes demi kontes.
Bupati Bantaeng sangat optimis Marching Band Loka Nada Bantaeng mampu memberikan yang terbaik bagi daerah ini. "Kabupaten Bantaeng pernah mengikuti Asian Pasific Festival di Jepang. Dan penampilan mereka sangat luar biasa. Dan mampu memboyong emas untuk Kabupaten Bantaeng. Kita orang Bantaeng ini persoalan kemauan saja. Dan lebih penting lagi persoalan dukungan. Dimana dulu Marching Band kita ini kurang mendapat dukungan. Insya Allah tahun depan kita akan ganti semua peralatan dengan yang baru semua."
Dirinya juga menggambarkan bagaimana daerah ini mampu meraih prestasi luar biasa sebagai tuan rumah PORDA XV Sulawesi Selatan tahun 2014. Pada tahun 2008 di Pangkep saya katakan pertahankan Juara 8 besar agar semua pemain tidak tegang menghadapi PORDA XV. Alhamdulillah kita mampu mempersembahkan Juara Umum II tingkat SulSel." tambah Nurdin.
Pelepasan peserta Langgam Indonesia XXVIII/2015 tersebut diwarnai dengan penampilan para pemain yang akan dilombakan di Bali. Seluruh tamu undangan serta masyarakat yang ikut menyaksikan dibuat terpukau dengan atraksi dan parade Marching Band.
GRATIS Buka Puasa Bersama di Pantai Seruni Bantaeng
Thursday, June 25, 2015
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama dengan masyarakat umum dan sejumlah aparatur Pemerintah bergabung di Tribun Pantai Seruni Bantaeng. Di tempat ini berlangsung Buka Puasa Bersama. Dimana kegiatan ini digelar setiap hari selama bulan suci Ramadhan 1436 H.
Masih dengan pakaian kerjanya yang baru saja tiba dari Makassar. Sebelum menuju kediaman pribadinya di bilangan Bonto Atu Bantaeng, dirinya langsung merapat ke tempat ini.
Beberapa aparatur Pemerintah yang baru saja kembali dari tempat kerjanya dan sedang berada di Pantai Seruni, juga ikut bergabung dengan warga Muslim lainnya untuk berbuka bersama.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) bersama beberapa anggota TP. PKK Kabupaten Bantaeng. Selain itu tampak pula puluhan mahasiswa Universitas Hasanuddin yang sedang melaksanakan KKN Profesi di daerah ini.
Kehadiran pemegang tertinggi Pemerintahan daerah ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi segenap warga masyarakat. "Saya senang sekali pak, karena pak Bupati itu selalu mendatangi warga. Seperti bapak lihat sekarang. Kalau orang lain, mungkin tidak akan datang dengan pakaian seperti itu. Apalagi duduk bersama masyarakat biasa dan juga pengunjung Pantai Seruni ini." tutur Hatta (salah seorang warga Bantaeng).
Bentuk perhatian yang ditunjukkannya benar-benar dirasakan oleh warga. Berbaur dengan siapapun, tanpa memandang status dan latar belakangnya.
Dengan sikap seperti itu, warga justru semakin segan dan hormat. Namun tidak bagi Nurdin Abdullah. Tak jarang sang Bupati menyuguhkan penganan kepada warga yang menantikan saat berbuka puasa. Seperti halnya sore itu, duduk bersama warga sambil membagikan es buah dan kue lapis.
"Saya mengajak kepada seluruh warga untuk berbagi melalui kegiatan buka puasa bersama. Mereka yang berlebih bisa memberikan bantuan berupa takjil. Dan siapa saja bisa berbuka puasa disini. Kita juga bisa mempererat tali silaturahmi." harap Nurdin Abdullah.
Khalayak ramai dapat menikmati sajian buka puasa secara GRATIS hingga 30 Ramadhan 1436 H. Aktifitas bernuansa Islami ini bermula sejak 2 hari lalu (21/06), bertepatan dengan Pembukaan Pasar Ramadhan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah semarak bulan suci Ramadhan. Sekaligus meramaikan destinasi wisata Pantai Seruni yang sudah menjadi idola bagi penikmat kuliner pada khususnya.
Masih dengan pakaian kerjanya yang baru saja tiba dari Makassar. Sebelum menuju kediaman pribadinya di bilangan Bonto Atu Bantaeng, dirinya langsung merapat ke tempat ini.
Beberapa aparatur Pemerintah yang baru saja kembali dari tempat kerjanya dan sedang berada di Pantai Seruni, juga ikut bergabung dengan warga Muslim lainnya untuk berbuka bersama.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) bersama beberapa anggota TP. PKK Kabupaten Bantaeng. Selain itu tampak pula puluhan mahasiswa Universitas Hasanuddin yang sedang melaksanakan KKN Profesi di daerah ini.
Kehadiran pemegang tertinggi Pemerintahan daerah ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi segenap warga masyarakat. "Saya senang sekali pak, karena pak Bupati itu selalu mendatangi warga. Seperti bapak lihat sekarang. Kalau orang lain, mungkin tidak akan datang dengan pakaian seperti itu. Apalagi duduk bersama masyarakat biasa dan juga pengunjung Pantai Seruni ini." tutur Hatta (salah seorang warga Bantaeng).
Bentuk perhatian yang ditunjukkannya benar-benar dirasakan oleh warga. Berbaur dengan siapapun, tanpa memandang status dan latar belakangnya.
Dengan sikap seperti itu, warga justru semakin segan dan hormat. Namun tidak bagi Nurdin Abdullah. Tak jarang sang Bupati menyuguhkan penganan kepada warga yang menantikan saat berbuka puasa. Seperti halnya sore itu, duduk bersama warga sambil membagikan es buah dan kue lapis.
"Saya mengajak kepada seluruh warga untuk berbagi melalui kegiatan buka puasa bersama. Mereka yang berlebih bisa memberikan bantuan berupa takjil. Dan siapa saja bisa berbuka puasa disini. Kita juga bisa mempererat tali silaturahmi." harap Nurdin Abdullah.
Khalayak ramai dapat menikmati sajian buka puasa secara GRATIS hingga 30 Ramadhan 1436 H. Aktifitas bernuansa Islami ini bermula sejak 2 hari lalu (21/06), bertepatan dengan Pembukaan Pasar Ramadhan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah semarak bulan suci Ramadhan. Sekaligus meramaikan destinasi wisata Pantai Seruni yang sudah menjadi idola bagi penikmat kuliner pada khususnya.
Jalin Sinergitas Melalui Buka Puasa Bersama Muballiq

Sejumlah muballiq se-Kabupaten Bantaeng berkumpul di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng (21/06). Kehadiran para muballiq tersebut dalam rangka Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang menerima para muballiq, didampingi Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani). Disamping itu hadir pula Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng (H. Anwar Abu Bakar), Asisten I Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Muhammad Hero), beberapa Kepala SKPD dan Camat.
Menjelang saat berbuka puasa, H. M. Nurdin Abdullah memberikan beberapa wejangan dan pencerahan di hadapan para muballiq. Menurutnya Indonesia akan hebat bisa dimulai dari Bantaeng. Pemerintah dan masyarakat bersama-sama membangun daerah ini demi kemaslahatan bangsa yang akan dinikmati generasi berikutnya.
"Olehnya itu, perlu kita memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ditetapkannya Bantaeng melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 sebagai salah satu kawasan industri strategis di luar Pulau Jawa telah memberi peluang sebesar-besarnya untuk kita maju. Bantaeng ini harus menjadi contoh bagi daerah lain untuk menjadikan Indonesia semakin hebat dan diakui dunia." tambah Nurdin.
Kegiatan ini digelar untuk memupuk persatuan serta kebersamaan antara Pemerintah dengan seluruh Muballiq dan Tokoh Agama di daerah ini. Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan terbangun sinergitas dalam mengubah dan menumbuh kembangkan mindset masyarakat untuk selalu taat beragama.
Terlebih lagi dalam mengisi bulan suci Ramadhan ini agar diisi dengan serangkaian kegiatan bernilai ibadah seperti puasa, Shalat Tarwih, Ceramah Islamiyah serta Safari Ramadhan ke beberapa Masjid di seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang menerima para muballiq, didampingi Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani). Disamping itu hadir pula Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng (H. Anwar Abu Bakar), Asisten I Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Muhammad Hero), beberapa Kepala SKPD dan Camat.
Menjelang saat berbuka puasa, H. M. Nurdin Abdullah memberikan beberapa wejangan dan pencerahan di hadapan para muballiq. Menurutnya Indonesia akan hebat bisa dimulai dari Bantaeng. Pemerintah dan masyarakat bersama-sama membangun daerah ini demi kemaslahatan bangsa yang akan dinikmati generasi berikutnya.
"Olehnya itu, perlu kita memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ditetapkannya Bantaeng melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015 sebagai salah satu kawasan industri strategis di luar Pulau Jawa telah memberi peluang sebesar-besarnya untuk kita maju. Bantaeng ini harus menjadi contoh bagi daerah lain untuk menjadikan Indonesia semakin hebat dan diakui dunia." tambah Nurdin.
Kegiatan ini digelar untuk memupuk persatuan serta kebersamaan antara Pemerintah dengan seluruh Muballiq dan Tokoh Agama di daerah ini. Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan terbangun sinergitas dalam mengubah dan menumbuh kembangkan mindset masyarakat untuk selalu taat beragama.
Terlebih lagi dalam mengisi bulan suci Ramadhan ini agar diisi dengan serangkaian kegiatan bernilai ibadah seperti puasa, Shalat Tarwih, Ceramah Islamiyah serta Safari Ramadhan ke beberapa Masjid di seluruh wilayah Kabupaten Bantaeng.
Sleman Belajar Inovasi TKPKD Bantaeng
Saturday, June 20, 2015
Kabupaten Bantaeng tak henti-hentinya kedatangan tamu untuk belajar berbagai hal. Kali ini berasal dari Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wakil Bupati Sleman (Hj. Yuni Setia Rahayu, S.S, M.Hum) memimpin langsung rombongan. Turut serta bersamanya beberapa Kepala SKPD Kabupaten Sleman antara lain Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman (dr. Nurulhayah, M.Kes), Kepala Bappeda Kabupaten Sleman (Drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman (Drs. Untoro Budiharjo, MM) serta 2 orang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman.
Kunjungan dimaksudkan untuk melakukan Study Orientasi di Kabupaten Bantaeng. Berbagai hal dipelajari selama berada di daerah ini.
"Kabupaten Bantaeng sangat cocok dan sesuai yang kami harapkan. Ingin belajar banyak mengenai inovasi yang telah dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Tentunya semangat ini akan kami bawa untuk bisa menambah semangat dan pengetahuan kami serta kawan-kawan di Sleman." ungkap Yuni.
"Sebenarnya kami mengenal kawan-kawan TKPKD Bantaeng sejak 2 tahun lalu. Saat itu kabupaten/Kabupaten yang mendapat dukungan dari ACCESS melakukan study komparasi di Kabupaten Sleman mengenai Sistem Informasi Manajemen untuk Warga Miskin. Dari sana kami banyak mendapat pelajaran dari Kabupaten Bantaeng. Sehingga beberapa kali kami melakukan kunjungan ke kabupaten lainnya. Kami sangat ingin belajar ke Kabupaten Bantaeng dalam rangka melakukan upaya-upaya mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sleman." tambah Wakil Bupati selaku Ketua TKPKD Kabupaten Sleman.
Satker TKPKD Kabupaten Bantaeng (Andi Shernylia Maladevi, S.Si) di hadapan rombongan menjelaskan bahwa Kabupaten Bantaeng merupakan satu-satunya daerah yang memiliki Satker TKPKD. Keberadaan Satker TKPKD dibentuk melalui Keputusan Bupati Bantaeng. Hal ini menjadi bagian dari Kabupaten Bantaeng yang selalu memunculkan inovasi terbaru.
Salah satu program dari TKPKD itu sendiri adalah menyusun Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Dimana dokumen ini baru tersedia di 2 Kabupaten di SulSel termasuk Kabupaten Bantaeng. tambah Atte (sapaan akrab Andi Shernylia Maladevi) selaku perwakilan NGO.
Sementara itu Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh rombongan. Kami sungguh berbahagia mendapat kunjungan Wakil Bupati Sleman. Dimana daerah kami ini merupakan daerah cukup kecil yang jauh dari metropolitan.
Dalam rangkaian kunjungannya, rombongan dari Kabupaten Sleman kemudian diperkenalkan sistem layanan kemanusiaan yang dikoordinasi oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng. Di dalamnya terintegrasi beberapa instansi antara lain Dinas Kesehatan, Bapedalda dan Dinsosnakertrans Kabupaten Bantaeng.
Wakil Bupati Sleman (Hj. Yuni Setia Rahayu, S.S, M.Hum) memimpin langsung rombongan. Turut serta bersamanya beberapa Kepala SKPD Kabupaten Sleman antara lain Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman (dr. Nurulhayah, M.Kes), Kepala Bappeda Kabupaten Sleman (Drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman (Drs. Untoro Budiharjo, MM) serta 2 orang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman.
Kunjungan dimaksudkan untuk melakukan Study Orientasi di Kabupaten Bantaeng. Berbagai hal dipelajari selama berada di daerah ini.
"Kabupaten Bantaeng sangat cocok dan sesuai yang kami harapkan. Ingin belajar banyak mengenai inovasi yang telah dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Tentunya semangat ini akan kami bawa untuk bisa menambah semangat dan pengetahuan kami serta kawan-kawan di Sleman." ungkap Yuni.
"Sebenarnya kami mengenal kawan-kawan TKPKD Bantaeng sejak 2 tahun lalu. Saat itu kabupaten/Kabupaten yang mendapat dukungan dari ACCESS melakukan study komparasi di Kabupaten Sleman mengenai Sistem Informasi Manajemen untuk Warga Miskin. Dari sana kami banyak mendapat pelajaran dari Kabupaten Bantaeng. Sehingga beberapa kali kami melakukan kunjungan ke kabupaten lainnya. Kami sangat ingin belajar ke Kabupaten Bantaeng dalam rangka melakukan upaya-upaya mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sleman." tambah Wakil Bupati selaku Ketua TKPKD Kabupaten Sleman.
Satker TKPKD Kabupaten Bantaeng (Andi Shernylia Maladevi, S.Si) di hadapan rombongan menjelaskan bahwa Kabupaten Bantaeng merupakan satu-satunya daerah yang memiliki Satker TKPKD. Keberadaan Satker TKPKD dibentuk melalui Keputusan Bupati Bantaeng. Hal ini menjadi bagian dari Kabupaten Bantaeng yang selalu memunculkan inovasi terbaru.
Salah satu program dari TKPKD itu sendiri adalah menyusun Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Dimana dokumen ini baru tersedia di 2 Kabupaten di SulSel termasuk Kabupaten Bantaeng. tambah Atte (sapaan akrab Andi Shernylia Maladevi) selaku perwakilan NGO.
Sementara itu Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh rombongan. Kami sungguh berbahagia mendapat kunjungan Wakil Bupati Sleman. Dimana daerah kami ini merupakan daerah cukup kecil yang jauh dari metropolitan.
Dalam rangkaian kunjungannya, rombongan dari Kabupaten Sleman kemudian diperkenalkan sistem layanan kemanusiaan yang dikoordinasi oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Kabupaten Bantaeng. Di dalamnya terintegrasi beberapa instansi antara lain Dinas Kesehatan, Bapedalda dan Dinsosnakertrans Kabupaten Bantaeng.
Walikota Bau-bau Minta Jurus Bupati dalam Memajukan Bantaeng

Salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Tenggara, yakni Kota Bau-bau melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantaeng. Dalam kunjungannya, dipimpin Walikota Bau-bau (Drs. H. A. S. Thamrin, MH). Bersama rombongan, turut serta Ketua DPRD Kota Bau-bau (Roslina Rahim) dan beberapa Anggota DPRD serta Kepala SKPD Kota Bau-bau.
Rombongan diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin). Dimana telah disiapkan penyambutan yang hangat di Tribun Pantai Seruni Bantaeng. Rombongan disajikan menu makan malam khas Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini dihadiri pula Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Muhammad Hero), Asisten II Bidang Ekbang Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Syamsul Suli), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik kunjungan yang dilakukan Walikota, Ketua dan DPRD Kota Bau-bau. H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, "Walikota Bau-bau bukanlah orang asing di Sulawesi Selatan, karena beliau pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. SulSel dan juga memiliki darah asli SulSel. Tentu saja beliau sangat mengetahui kondisi Kabupaten Bantaeng sejak dulu." ungkap Nurdin.
Bau-bau yang awalnya merupakan pusat Kerajaan Buton ini mengirim sejumlah pejabatnya untuk belajar di Kabupaten Bantaeng. Hal ini terungkap saat Walikota Bau-bau menyampaikan sambutannya. Dirinya mengaku baru 2 tahun memimpin Kota Bau-bau. Dan sangat terobsesi terhadap kemajuan daerah yang berada di selatan SulSel ini.
Walikota Bau-bau menggambarkan bahwa Kabupaten Bantaeng pada tahun 2008 belum seperti ini. "Waktu saya menjadi Kanwil di SulSel, Bantaeng belum seperti ini." tuturnya
Masih dengan Walikota, "Banyak hal-hal yang perlu kami adopsi. Olehnya itu saya minta pak Bupati diajari jurus-jurusnya. Bagaimana Bantaeng bisa hebat seperti ini."
Dirinya menghimbau beberapa hal kepada seluruh Kepala SKPD dan Anggota DPRD Kota Bau-bau yang hadir bersamanya di Bantaeng. Harapan terbesarnya kepada seluruh stakeholder untuk dapat membangun kebersamaan. Termasuk DPRD dan SKPD dapat bersinergi dalam mengawal pembangunan di daerahnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh rombongan dari Kota Bau-bau didampingi Bupati Bantaeng berkesempatan meninjau Anjungan Pantai Seruni Bantaeng yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Bantaeng. Dimana kerap dijadikan tempat berfoto sebagai bukti sekaligus kenang-kenangan pernah berkunjung ke daerah ini.
Rombongan diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin). Dimana telah disiapkan penyambutan yang hangat di Tribun Pantai Seruni Bantaeng. Rombongan disajikan menu makan malam khas Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini dihadiri pula Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Muhammad Hero), Asisten II Bidang Ekbang Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Syamsul Suli), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyambut baik kunjungan yang dilakukan Walikota, Ketua dan DPRD Kota Bau-bau. H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyampaikan, "Walikota Bau-bau bukanlah orang asing di Sulawesi Selatan, karena beliau pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. SulSel dan juga memiliki darah asli SulSel. Tentu saja beliau sangat mengetahui kondisi Kabupaten Bantaeng sejak dulu." ungkap Nurdin.
Bau-bau yang awalnya merupakan pusat Kerajaan Buton ini mengirim sejumlah pejabatnya untuk belajar di Kabupaten Bantaeng. Hal ini terungkap saat Walikota Bau-bau menyampaikan sambutannya. Dirinya mengaku baru 2 tahun memimpin Kota Bau-bau. Dan sangat terobsesi terhadap kemajuan daerah yang berada di selatan SulSel ini.
Walikota Bau-bau menggambarkan bahwa Kabupaten Bantaeng pada tahun 2008 belum seperti ini. "Waktu saya menjadi Kanwil di SulSel, Bantaeng belum seperti ini." tuturnya
Masih dengan Walikota, "Banyak hal-hal yang perlu kami adopsi. Olehnya itu saya minta pak Bupati diajari jurus-jurusnya. Bagaimana Bantaeng bisa hebat seperti ini."
Dirinya menghimbau beberapa hal kepada seluruh Kepala SKPD dan Anggota DPRD Kota Bau-bau yang hadir bersamanya di Bantaeng. Harapan terbesarnya kepada seluruh stakeholder untuk dapat membangun kebersamaan. Termasuk DPRD dan SKPD dapat bersinergi dalam mengawal pembangunan di daerahnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh rombongan dari Kota Bau-bau didampingi Bupati Bantaeng berkesempatan meninjau Anjungan Pantai Seruni Bantaeng yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Bantaeng. Dimana kerap dijadikan tempat berfoto sebagai bukti sekaligus kenang-kenangan pernah berkunjung ke daerah ini.
Lulus 100 persen Prajabatan Formasi Umum dan K2
Friday, June 19, 2015
Prajabatan untuk penerimaan dan pengangkatan CPNS periode tahun 2015 ini telah selesai dilaksanakan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Badan Diklat Propinsi Sulawesi Selatan. Mengakhiri prajabatan tersebut, dilaksanakan seremonial penutupan yang berlangsung di Balai Kartini Bantaeng.
Tampak hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Di samping itu, hadir pula ratusan orang tua CPNS formasi umum dan honorer yang telah mengikuti prajabatan serta Tokoh Masyarakat dari berbagai Desa/Kelurahan di Bantaeng.
Untuk CPNS Formasi Umum, kesemuanya dari jenjang Golongan III dan dilaksanakan di Makassar. Sedangkan untuk CPNS Formasi Honorer Kategori 2 (K2) terdiri dari jenjang Golongan I, II dan III, pelaksanaannya di Kabupaten Bantaeng.
"Untuk kawan-kawan Formasi Umum Golongan III berlangsung sejak 4 Mei 2015 sampai dengan 12 Juni 2015. Sementara Diklat Prajabatan bagi kawan-kawan kita dari Formasi K2 Golongan I, II dan III berlangsung pada tanggal 30 Mei-6 Juni 2015." ungkap H. A. Asri Sahrun Said (Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng).
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dimaksudkan untuk membentuk karakter PNS yang profesional sebagai pelayan masyarakat. Melalui prajabatan ini pula diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan CPNS dengan pola pembelajaran klasikal yang sedikit berbeda dengan metode prajabatan sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyampaikan bahwa seluruh peserta formasi K2 lulus 100 persen. Demikian pula formasi umum dinyatakan lulus secara keseluruhan denga nilai di atas rata-rata. "Nilai plus dimiliki para pseserta prajabatan, khususnya formasi K2 yakni kesabaran menunggu status PNS. Bayangkan, ada yang 10 tahun, ada pula yang 20 tahun. Bahkan ada yang terima SK, satu tahun kemudian sudah pensiun. Ini pengabdian luar biasa yang tidak ada nilai di atasnya." tuturnya.
Penutupan Prajabatan secara resmi oleh Bupati Bantaeng ditandai pembacaan Pernyataan Penutupan. ID Card peserta prajabatan ditanggalkan secara simbolis juga menandai prajabatan tersebut telah usai dengan hasil kelulusan 100%.
Tampak hadir Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin), Ketua GOW Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin) dan beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Di samping itu, hadir pula ratusan orang tua CPNS formasi umum dan honorer yang telah mengikuti prajabatan serta Tokoh Masyarakat dari berbagai Desa/Kelurahan di Bantaeng.
Untuk CPNS Formasi Umum, kesemuanya dari jenjang Golongan III dan dilaksanakan di Makassar. Sedangkan untuk CPNS Formasi Honorer Kategori 2 (K2) terdiri dari jenjang Golongan I, II dan III, pelaksanaannya di Kabupaten Bantaeng.
"Untuk kawan-kawan Formasi Umum Golongan III berlangsung sejak 4 Mei 2015 sampai dengan 12 Juni 2015. Sementara Diklat Prajabatan bagi kawan-kawan kita dari Formasi K2 Golongan I, II dan III berlangsung pada tanggal 30 Mei-6 Juni 2015." ungkap H. A. Asri Sahrun Said (Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng).
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dimaksudkan untuk membentuk karakter PNS yang profesional sebagai pelayan masyarakat. Melalui prajabatan ini pula diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan CPNS dengan pola pembelajaran klasikal yang sedikit berbeda dengan metode prajabatan sebelumnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) menyampaikan bahwa seluruh peserta formasi K2 lulus 100 persen. Demikian pula formasi umum dinyatakan lulus secara keseluruhan denga nilai di atas rata-rata. "Nilai plus dimiliki para pseserta prajabatan, khususnya formasi K2 yakni kesabaran menunggu status PNS. Bayangkan, ada yang 10 tahun, ada pula yang 20 tahun. Bahkan ada yang terima SK, satu tahun kemudian sudah pensiun. Ini pengabdian luar biasa yang tidak ada nilai di atasnya." tuturnya.
Penutupan Prajabatan secara resmi oleh Bupati Bantaeng ditandai pembacaan Pernyataan Penutupan. ID Card peserta prajabatan ditanggalkan secara simbolis juga menandai prajabatan tersebut telah usai dengan hasil kelulusan 100%.
Jangan Takut Sakit di Bantaeng

Sehabis melaksanakan senam maupun jogging di Pantai Seruni Bantaeng, dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan di tempat yang sama dengan cepat. Layanan ini berlaku bagi siapa pun. Termasuk pengunjung destinasi wisata yang berada di pusat kota daerah ini.
Cukup mendatangi pos pemeriksaan yang disiapkan. Lokasinya berdekatan dengan armada berupa ambulance berteknologi super canggih yang merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang. Dokter dan perawat disertai obat-obatan tersedia di tempat tersebut.
Semua gratis dan tidak perlu administrasi rumit, hanya berbekal identitas pasien sebagai bahan laporan semata. Bentuk layanan kemanusiaan ini diprakarsai dan ditangani langsung oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Jika layanan utama BSB melalui call center 113, pasien akan didatangi ke rumah dengan respon time maksimal 20 menit, maka layanan yang satu ini mendatangi spot-spot kegiatan pada khususnya.
Hanya berlaku dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. "Tidak terbatas bagi warga setempat saja. Namun, siapa pun yang berada ataupun sedang melintas di Bantaeng, maka wajib mendapatkan layanan BSB Bantaeng". tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).
Sementara bagi pasien yang harus dirujuk ke Makassar, Pemda memfasilitasi 2 orang dari pihak keluarga untuk bisa mendampingi pasien selama perawatan. Biaya hidup, makan dan tempat tinggal yang kerap menjadi ketakutan bagi keluarga pasien selama ini tidak dirasakan di Bantaeng.
Trauma resiko dirujuk menghilang dengan sendirinya dengan hadirnya layanan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bagi pasien yang akan dirujuk, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkoordinasi lebih awal dan berkesinambungan dengan rumah sakit daerah tujuan rujukan hingga pasien selesai ditangani.
Pasien yang diberangkatkan ke Makassar bersama keluarganya tidak perlu khawatir lagi. Mengingat segala sesuatu disana telah siap semua, baik kamar maupun dokter yang akan menjemput dan merawatnya. tegas dr. Takudaeng selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Cukup mendatangi pos pemeriksaan yang disiapkan. Lokasinya berdekatan dengan armada berupa ambulance berteknologi super canggih yang merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang. Dokter dan perawat disertai obat-obatan tersedia di tempat tersebut.
Semua gratis dan tidak perlu administrasi rumit, hanya berbekal identitas pasien sebagai bahan laporan semata. Bentuk layanan kemanusiaan ini diprakarsai dan ditangani langsung oleh Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Jika layanan utama BSB melalui call center 113, pasien akan didatangi ke rumah dengan respon time maksimal 20 menit, maka layanan yang satu ini mendatangi spot-spot kegiatan pada khususnya.
Hanya berlaku dalam wilayah Kabupaten Bantaeng. "Tidak terbatas bagi warga setempat saja. Namun, siapa pun yang berada ataupun sedang melintas di Bantaeng, maka wajib mendapatkan layanan BSB Bantaeng". tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).
Sementara bagi pasien yang harus dirujuk ke Makassar, Pemda memfasilitasi 2 orang dari pihak keluarga untuk bisa mendampingi pasien selama perawatan. Biaya hidup, makan dan tempat tinggal yang kerap menjadi ketakutan bagi keluarga pasien selama ini tidak dirasakan di Bantaeng.
Trauma resiko dirujuk menghilang dengan sendirinya dengan hadirnya layanan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bagi pasien yang akan dirujuk, RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng berkoordinasi lebih awal dan berkesinambungan dengan rumah sakit daerah tujuan rujukan hingga pasien selesai ditangani.
Pasien yang diberangkatkan ke Makassar bersama keluarganya tidak perlu khawatir lagi. Mengingat segala sesuatu disana telah siap semua, baik kamar maupun dokter yang akan menjemput dan merawatnya. tegas dr. Takudaeng selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Seleksi Terbuka Sekda Bantaeng

Masa jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani) hampir berakhir pada tahun 2015 ini. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng segera melakukan seleksi calon Sekda.
Beberapa tahapan harus dilalui para calon. Termasuk presentase makalah masing-masing kandidat. Presentase berlangsung alot di Balai Kartini Bantaeng pada tanggal 13 Juni 2015 lalu.
Masing-masing kandidat mendapat kesempatan ± 1 jam untuk memaparkan makalahnya. Sekaligus menjawab setiap pertanyaan dari Tim Seleksi yang dipimpin Prof. DR. Gagaring Pagalung, M.Si (Dekan/Guru Besar Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar selaku Ketua Tim Seleksi).
Sebanyak 7 kandidat calon Sekda, yakni Drs. Abd. Wahab, M.Si (Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng), Ir. Akil Resa, M.BA, M.Si (Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng), Ir. Andi Baso Fahrir, MM (Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng), H. Muhammad Amri Pakkanna, SH, MH (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantaeng), H. Hartawan Zainuddin, SH, MH (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng), Ir. Meyriyani Madjid, M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng) dan Syamsul Suli, SE, MM (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembagunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng).
Merupakan kali kedua dilakukan seleksi Sekda di Kabupaten Bantaeng dengan melibatkan Tim Seleksi independen. Tim Seleksi melakukan assestment terhadap beberapa calon yang mendaftar. Selanjutnya diuji melalui tahapan demi demi tahapan.
Dari 7 (tujuh) orang kandidat saat ini, akan mengerucut menjadi 3 orang. Lalu ketiga kandidat diusulkan pada tingkat Propinsi untuk ditetapkan satu nama sebagai calon Sekretaris Daerah terpilih. Adapun hasil penilaian dari Tim Seleksi akan menjadi pertimbangan dalam penetapan calon terpilih nantinya.
Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr (Bupati Bantaeng) berharap melalui Seleksi Sekda ini lahir seorang Sekda yang betul-betul sesuai harapan ASN. "Kita melakukan hal seperti ini, agar betul-betul kita semua bisa menyaksikan secara terbuka. Dan nantinya apa yang kita putuskan, semoga sesuai harapan kita semua." tuturnya
Masih dengan Bupati Bantaeng, "Selama 7 tahun kita bersama membangun Bantaeng, mampu kita bangun transparansi dan keterbukaan. Makanya kita harap akan terpilih yang terbaik oleh Tim Seleksi. Saya yakin tim ini merupakan sebuah aset bangsa yang tentunya sangat capable menjadi Tim Seleksi." tambahnya.
Presentase makalah dimaksudkan untuk memaparkan Visi dan Misi calon yang akan menjadi program prioritas ketika terpilih sebagai Sekretaris Daerah nantinya. Menjadi bagian uji kompetensi masing-masing calon di depan Tim Seleksi dan disaksikan berbagai kalangan, mulai dari pejabat Pemerintahan, akademisi, lembaga masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta unsur masyarakat lainnya. Balai Kartini, tempat dilaksanakannya seleksi terbuka ini menjadi saksi transparansi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam memilih calon Sekda yang diharapkan mampu mengawal kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng.
Beberapa tahapan harus dilalui para calon. Termasuk presentase makalah masing-masing kandidat. Presentase berlangsung alot di Balai Kartini Bantaeng pada tanggal 13 Juni 2015 lalu.
Masing-masing kandidat mendapat kesempatan ± 1 jam untuk memaparkan makalahnya. Sekaligus menjawab setiap pertanyaan dari Tim Seleksi yang dipimpin Prof. DR. Gagaring Pagalung, M.Si (Dekan/Guru Besar Fakultas Ekonomi UNHAS Makassar selaku Ketua Tim Seleksi).
Sebanyak 7 kandidat calon Sekda, yakni Drs. Abd. Wahab, M.Si (Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng), Ir. Akil Resa, M.BA, M.Si (Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantaeng), Ir. Andi Baso Fahrir, MM (Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng), H. Muhammad Amri Pakkanna, SH, MH (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantaeng), H. Hartawan Zainuddin, SH, MH (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng), Ir. Meyriyani Madjid, M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng) dan Syamsul Suli, SE, MM (Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembagunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng).
Merupakan kali kedua dilakukan seleksi Sekda di Kabupaten Bantaeng dengan melibatkan Tim Seleksi independen. Tim Seleksi melakukan assestment terhadap beberapa calon yang mendaftar. Selanjutnya diuji melalui tahapan demi demi tahapan.
Dari 7 (tujuh) orang kandidat saat ini, akan mengerucut menjadi 3 orang. Lalu ketiga kandidat diusulkan pada tingkat Propinsi untuk ditetapkan satu nama sebagai calon Sekretaris Daerah terpilih. Adapun hasil penilaian dari Tim Seleksi akan menjadi pertimbangan dalam penetapan calon terpilih nantinya.
Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr (Bupati Bantaeng) berharap melalui Seleksi Sekda ini lahir seorang Sekda yang betul-betul sesuai harapan ASN. "Kita melakukan hal seperti ini, agar betul-betul kita semua bisa menyaksikan secara terbuka. Dan nantinya apa yang kita putuskan, semoga sesuai harapan kita semua." tuturnya
Masih dengan Bupati Bantaeng, "Selama 7 tahun kita bersama membangun Bantaeng, mampu kita bangun transparansi dan keterbukaan. Makanya kita harap akan terpilih yang terbaik oleh Tim Seleksi. Saya yakin tim ini merupakan sebuah aset bangsa yang tentunya sangat capable menjadi Tim Seleksi." tambahnya.
Presentase makalah dimaksudkan untuk memaparkan Visi dan Misi calon yang akan menjadi program prioritas ketika terpilih sebagai Sekretaris Daerah nantinya. Menjadi bagian uji kompetensi masing-masing calon di depan Tim Seleksi dan disaksikan berbagai kalangan, mulai dari pejabat Pemerintahan, akademisi, lembaga masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta unsur masyarakat lainnya. Balai Kartini, tempat dilaksanakannya seleksi terbuka ini menjadi saksi transparansi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam memilih calon Sekda yang diharapkan mampu mengawal kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng.
Untuk SulSel, Bantaeng Perkenalkan SEeForest
Sunday, June 14, 2015
SEeForest adalah aplikasi sosial media selfie sambil menanam pohon. Seperti aplikasi media sosial lainnya, pengguna akan memiliki akun pribadi. Uniknya, SEeForest mencoba mengedukasi anak-anak dan remaja untuk berselfie sambil menanam pohon. Pengguna akun juga akan tergabung dalam SEeForest Comunity sebagai komunitas pecinta lingkungan.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
Fun Walk 2015 bersama Bupati Bantaeng dan Gubernur SulSel

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Bantaeng mengikuti kegiatan Fun Walk 2015 di Maccini Sombala, Makassar (14/06). Tampak Sekretaris Daerah Daerah (H. Abdul Gani), Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Syahrul Bayan), Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (dr. Sultan), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (Rita Pasha) dan Kabag. Humas dan Protokoler (Riesa Meylani).
Dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (MOI). Kegiatan fun walk ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.
"Kami datang ke Makassar untuk silaturahmi, sekaligus menghadiri acara Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup bersama Bupati Bantaeng. Sekaligus kami juga promosikan aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon yang digagas oleh SEeForest Community. Dimana telah dilaunching sejak tanggal 2 Juni 2015 di Kabupaten Bantaeng oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera selatan bersama Bupati Bantaeng", ujar Syahrul Bayan (selaku juga Koordinator SEeForest Community Sulawesi Selatan).
Bupati Bantaeng dihampiri sejumlah pejabat dan masyarakat peserta Fun Walk. Masyarakat menjalin komunikasi yang akrab dengan sang Bupati dari daerah terkecil di SulSel ini. Sementara itu, mereka juga meminta untuk berfoto bersama H. M. Nurdin Abdullah. Fenomena yang sering terjadi ketika sosok bergelar Profesor ini muncul di tengah-tengah publik.
Peringatan Hari Lingkungan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema "Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi". Kegiatan yang diprakarsai Astra Green Lifestyle Campaign (AGLC) tersebut juga berlangsung di empat Ibukota Propinsi secara bersamaan, ujar Perwakilan Astra.
Dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (MOI). Kegiatan fun walk ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) dan beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.
"Kami datang ke Makassar untuk silaturahmi, sekaligus menghadiri acara Fun Walk dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup bersama Bupati Bantaeng. Sekaligus kami juga promosikan aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon yang digagas oleh SEeForest Community. Dimana telah dilaunching sejak tanggal 2 Juni 2015 di Kabupaten Bantaeng oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Propinsi Sumatera selatan bersama Bupati Bantaeng", ujar Syahrul Bayan (selaku juga Koordinator SEeForest Community Sulawesi Selatan).
Bupati Bantaeng dihampiri sejumlah pejabat dan masyarakat peserta Fun Walk. Masyarakat menjalin komunikasi yang akrab dengan sang Bupati dari daerah terkecil di SulSel ini. Sementara itu, mereka juga meminta untuk berfoto bersama H. M. Nurdin Abdullah. Fenomena yang sering terjadi ketika sosok bergelar Profesor ini muncul di tengah-tengah publik.
Peringatan Hari Lingkungan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini mengusung tema "Mimpi dan aksi bersama untuk keberlanjutan kehidupan di bumi". Kegiatan yang diprakarsai Astra Green Lifestyle Campaign (AGLC) tersebut juga berlangsung di empat Ibukota Propinsi secara bersamaan, ujar Perwakilan Astra.
Tangis dan Haru Warnai Prajabatan K2 Bantaeng
Friday, June 5, 2015
Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I, II dan III Kategori 2 (K2) Tahun 2015 diakhiri dengan menghadirkan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) sebagai pemateri inti. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kartini Bantaeng.
Prajabatan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng. Menurut Nurdin Abdullah, para calon CPNS dimaksud mendapat perlakuan spesial. Betapa tidak, prajabatan dilangsungkan di daerah sendiri. Mengingat para calon CPNS adalah para aparatur yang telah berpengalaman. Mengabdi di tempat kerjanya selama menjadi Tenaga Honorer. Tentu berbeda bagi mereka yang lulus seleksi CPNS dari formasi pelamar umum.
Dalam kesempatan dimaksud, H. M. Nurdin Abdullah yang didampingi Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng banyak memberikan wejangan-wejangan menjadi aparatur yang baik. Sejalan dengan Good Government yang semakin disempurnakan penerapannya.
Isak tangis tanda syukur dan haru dari para calon CPNS mewarnai ceramah umum kali ini. Mereka merasa sangat bersyukur dapat lulus seleksi CPNS. Sekaligus dapat menyelesaikan Prajabatan dengan harapan dapat lulus Prajabatan dengan hasil yang lebih baik.
"Saya yakin dan percaya, selama seminggu telah mendapatkan materi yang cukup komprehensif. Bekerjalah dengan ikhlas dalam melayani masyarakat dan memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Maka niscaya semua berberkah dihadapan Allah Swt. Ketika Bapak/Ibu sekalian menduduki jabatan, jadilah pelayan. Dan inilah yang saya lakukan selama menjadi Bupati." harap Nurdin saat memberikan ceramah umum.
Prajabatan yang telah berlangsung selama kurang lebih seminggu diikuti 200 orang yang terdiri dari 127 orang Tenaga Guru, 3 orang Tenaga Kesehatan dan 70 orang Tenaga Teknis.
H. A. Asri Sahrun Said (Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng) menyampaikan, "Alhamdulillah sampai hari ini keseluruhan teman-teman masih bertahan mengikuti prajabatan dalam keadaan sehat wal afiat. Penutupan secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2015 bersamaan dengan Prajabatan Kategori 2 (K2), Pelamar Umum dan Tenaga Dokter yang diangkat secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng."
Prajabatan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng. Menurut Nurdin Abdullah, para calon CPNS dimaksud mendapat perlakuan spesial. Betapa tidak, prajabatan dilangsungkan di daerah sendiri. Mengingat para calon CPNS adalah para aparatur yang telah berpengalaman. Mengabdi di tempat kerjanya selama menjadi Tenaga Honorer. Tentu berbeda bagi mereka yang lulus seleksi CPNS dari formasi pelamar umum.
Dalam kesempatan dimaksud, H. M. Nurdin Abdullah yang didampingi Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng banyak memberikan wejangan-wejangan menjadi aparatur yang baik. Sejalan dengan Good Government yang semakin disempurnakan penerapannya.
Isak tangis tanda syukur dan haru dari para calon CPNS mewarnai ceramah umum kali ini. Mereka merasa sangat bersyukur dapat lulus seleksi CPNS. Sekaligus dapat menyelesaikan Prajabatan dengan harapan dapat lulus Prajabatan dengan hasil yang lebih baik.
"Saya yakin dan percaya, selama seminggu telah mendapatkan materi yang cukup komprehensif. Bekerjalah dengan ikhlas dalam melayani masyarakat dan memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Maka niscaya semua berberkah dihadapan Allah Swt. Ketika Bapak/Ibu sekalian menduduki jabatan, jadilah pelayan. Dan inilah yang saya lakukan selama menjadi Bupati." harap Nurdin saat memberikan ceramah umum.
Prajabatan yang telah berlangsung selama kurang lebih seminggu diikuti 200 orang yang terdiri dari 127 orang Tenaga Guru, 3 orang Tenaga Kesehatan dan 70 orang Tenaga Teknis.
H. A. Asri Sahrun Said (Kepala BKD dan Diklat Daerah Kabupaten Bantaeng) menyampaikan, "Alhamdulillah sampai hari ini keseluruhan teman-teman masih bertahan mengikuti prajabatan dalam keadaan sehat wal afiat. Penutupan secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2015 bersamaan dengan Prajabatan Kategori 2 (K2), Pelamar Umum dan Tenaga Dokter yang diangkat secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng."
Ground Breaking Rusus Bantaeng
Sunday, May 3, 2015
Pelaksanaan Ground Breaking dalam rangka Pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat. Dirangkaian dengan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Khusus (Rusus) untuk masyarakat nelayan. Dilaksanakan pula Video Conference bersama Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo).
Sebanyak 100 unit rumah nelayan tipe 36 akan segera dibangun di Kabupaten Bantaeng. Tepatnya di Kampung Birea, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng yang berdekatan dengan Workshop milik Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah bertanggung jawab untuk memampukan masyarakat agar dapat bertempat tinggal serta melindungi dan meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungannya. Negara bertanggung jawab atas penyediaan perumahan dan kawasan permukiman. Pembinaannya dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, propinsi hingga daerah."
Kegiatan Pencanangan Proram Sejuta Rumah untuk Rakyat menjadikan momentum untuk meningkatkan kontribusi seluruh stakeholder perumahan melalui berbagai inovasi. Sehingga tercipta iklim kondusif bagi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Pada kesempatan yang sama, Ir. I Nyoman Shuida, M.Si (Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia selaku Plt. Staf Ahli Menteri PUPR Bid. Sosbud dan Peran Masyarakat) saat membacakan Sambutan Menteri PUPR menyampaikan, "Kegiatan Pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang ditandai dengan Ground Breaking di Kabupaten Bantaeng ini bertujuan untuk mengkomunikasikan perhatian Pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mempercepat terpenuhinya kebutuhan rumah, khususnya bagi MBR. Selama ini pemenuhan rumah bagi MBR selalu ketinggalan kemampuan daya beli dan pasokan yang tidak memadai dibandingkan dengan kemampuannya." ungkapnya.
Penyediaan kawasan perumahan ini telah sejalan dengan harapan masyarakat yang telah lama memimpikan rumah yang layak. Tak hanya rumah layak, tetapi juga sehat. Dan menyesuaikan dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Ground Breaking tersebut dihadiri Faridah Kadir (DBM Commercial Bank Tabungan Negara Cabang Makassar) dan beberapa pejabat dari Jakarta yang diutus langsung oleh Kemenpeupera RI, diantaranya Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rumah Khusus, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Susun, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Khusus dari Negara dan Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.
Dari jajaran Kabupaten Bantaeng, dihadiri Ketua dan para Wakil Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng. Dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng serta para Muspida. Dimana di tempat tersebut dihadiri ratusan nelayan calon penerima Rumah Khusus dari Pemerintah Republik Indonesia.
Secara khusus hadir pula Tim Kepresidenan Republik Indonesia (DR. Ari) yang datang ke Bantaeng untuk mempersiapkan dan memberikan standar Kepresidenan khususnya di Kabupaten Bantaeng. "Kita belum pernah menerima Presiden, kecuali Presiden Soekarno. Jadi Bung Karno sudah penah ke Bantaeng.' tutur H. M. Nurdin Abdullah.
"Program Sejuta Rumah, saya kira ini adalah impian seluruh masyarakat, yang saat ini masih tinggal di Kompleks Mertua Indah. Mudah-mudahan dengan selesainya rumah ini, tidak ada lagi masyarakat terutama yang keluarga-keluarga muda yang masih tinggal di bawah kolong-kolong rumah. Di wilayah pesisir ini, kebutuhan rumah masih sangat dibutuhkan. Dan masih sangat besar kebutuhan kita. Dan saya kira ini adalah program untuk memancing para developer untuk bisa lebih mengembangkan apa yang kita canangkan pada hari ini. Dan hari ini, kita akan mencanangkan ini adalah rumah gratis. Dan betul-betul akan kita peruntukkan bagi yang membutuhkan. Jadi nanti ini seleksinya ketat. Kita akan melihat, yang akan memiliki ini akan kita seleksi sesuai dengan apa yang kita temukan di lapangan." tegas Bupati Bantaeng.
Pembangunan Rumah Khusus sebanyak 100 unit ditandai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 29 April 2015. Dan selanjutnya berlangsung Video Conference selama ± 15 menit. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) dalam sesi dialog menyetujui permohonan masyarakat nelayan Kabupaten Bantaeng untuk mendapatkan bantuan alat tangkap dan penyimpanan sementara terhadap hasil perikanan di Kabupaten Bantaeng.
Implementasinya, Jokowi (sapaan akrab Presiden RI), saat itu juga memerintahkan kepada Menteri PUPR agar segera turun ke Kabupaten Bantaeng untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk sarana dan prasarana yang akan menunjang kebutuhan masyarakat nelayan di daerah ini.
Sebanyak 100 unit rumah nelayan tipe 36 akan segera dibangun di Kabupaten Bantaeng. Tepatnya di Kampung Birea, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng yang berdekatan dengan Workshop milik Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah bertanggung jawab untuk memampukan masyarakat agar dapat bertempat tinggal serta melindungi dan meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungannya. Negara bertanggung jawab atas penyediaan perumahan dan kawasan permukiman. Pembinaannya dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, propinsi hingga daerah."
Kegiatan Pencanangan Proram Sejuta Rumah untuk Rakyat menjadikan momentum untuk meningkatkan kontribusi seluruh stakeholder perumahan melalui berbagai inovasi. Sehingga tercipta iklim kondusif bagi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Pada kesempatan yang sama, Ir. I Nyoman Shuida, M.Si (Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia selaku Plt. Staf Ahli Menteri PUPR Bid. Sosbud dan Peran Masyarakat) saat membacakan Sambutan Menteri PUPR menyampaikan, "Kegiatan Pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang ditandai dengan Ground Breaking di Kabupaten Bantaeng ini bertujuan untuk mengkomunikasikan perhatian Pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mempercepat terpenuhinya kebutuhan rumah, khususnya bagi MBR. Selama ini pemenuhan rumah bagi MBR selalu ketinggalan kemampuan daya beli dan pasokan yang tidak memadai dibandingkan dengan kemampuannya." ungkapnya.
Penyediaan kawasan perumahan ini telah sejalan dengan harapan masyarakat yang telah lama memimpikan rumah yang layak. Tak hanya rumah layak, tetapi juga sehat. Dan menyesuaikan dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Ground Breaking tersebut dihadiri Faridah Kadir (DBM Commercial Bank Tabungan Negara Cabang Makassar) dan beberapa pejabat dari Jakarta yang diutus langsung oleh Kemenpeupera RI, diantaranya Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rumah Khusus, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Susun, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Khusus dari Negara dan Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.
Dari jajaran Kabupaten Bantaeng, dihadiri Ketua dan para Wakil Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng. Dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng serta para Muspida. Dimana di tempat tersebut dihadiri ratusan nelayan calon penerima Rumah Khusus dari Pemerintah Republik Indonesia.
Secara khusus hadir pula Tim Kepresidenan Republik Indonesia (DR. Ari) yang datang ke Bantaeng untuk mempersiapkan dan memberikan standar Kepresidenan khususnya di Kabupaten Bantaeng. "Kita belum pernah menerima Presiden, kecuali Presiden Soekarno. Jadi Bung Karno sudah penah ke Bantaeng.' tutur H. M. Nurdin Abdullah.
"Program Sejuta Rumah, saya kira ini adalah impian seluruh masyarakat, yang saat ini masih tinggal di Kompleks Mertua Indah. Mudah-mudahan dengan selesainya rumah ini, tidak ada lagi masyarakat terutama yang keluarga-keluarga muda yang masih tinggal di bawah kolong-kolong rumah. Di wilayah pesisir ini, kebutuhan rumah masih sangat dibutuhkan. Dan masih sangat besar kebutuhan kita. Dan saya kira ini adalah program untuk memancing para developer untuk bisa lebih mengembangkan apa yang kita canangkan pada hari ini. Dan hari ini, kita akan mencanangkan ini adalah rumah gratis. Dan betul-betul akan kita peruntukkan bagi yang membutuhkan. Jadi nanti ini seleksinya ketat. Kita akan melihat, yang akan memiliki ini akan kita seleksi sesuai dengan apa yang kita temukan di lapangan." tegas Bupati Bantaeng.
Pembangunan Rumah Khusus sebanyak 100 unit ditandai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 29 April 2015. Dan selanjutnya berlangsung Video Conference selama ± 15 menit. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) dalam sesi dialog menyetujui permohonan masyarakat nelayan Kabupaten Bantaeng untuk mendapatkan bantuan alat tangkap dan penyimpanan sementara terhadap hasil perikanan di Kabupaten Bantaeng.
Implementasinya, Jokowi (sapaan akrab Presiden RI), saat itu juga memerintahkan kepada Menteri PUPR agar segera turun ke Kabupaten Bantaeng untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk sarana dan prasarana yang akan menunjang kebutuhan masyarakat nelayan di daerah ini.
Pahlawanku Idolaku
Monday, November 10, 2014
Bertempat di Alun-alun Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial (Khofifah Indar Parawansa). NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka ber-daulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya. Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus di-jadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang.
Lanjut Nurdin mengungkapkan, "Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 ini mengambil tema besar Pahla-wanku Idolaku. Tema tersebut dipilih di-maksudkan untuk menggugah semangat kepah-lawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri. Untuk itu tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi ke-banggaan atau idola sepanjang masa. Demikian dibacakan dan disampaikan melalui sambutan tersebut.
Selanjutnya, Bupati Bantaeng bersama para Muspida, Anggota DPRD, Kepala SKPD dan Pasukan Gabungan dari TNI dan POLRI melakukan Tabur Bunga di laut. Pada kesempatan kali ini, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng (Syahrul Bayan, S.STP) sebagai pelaksana kegiatan memilih Pantai Seruni untuk lokasi tabur bunga. Turut hadir Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Kapolres Bantaeng (AKBP. I Made Sunarta), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Infantri Heny Setyono, S.Psi) dan beberapa pejabat teras Butta Toa. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengajak para peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak seraya mengenang jasa para pahlawan.
Dari Pantai Seruni, unsur Muspida dan Kepala SKPD se-Kabupaten Bantaeng bersama jajarannya menuju Taman Makam Pahlawan Sasayya Kabupaten Bantaeng. Di lokasi yang sama, telah dilaksanakan Malam Renungan Suci yang berlangsung pada pukul 00:00 Wita tadi malam. Diawali dengan upacara dan peletakan karangan bunga sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang dikomadoi oleh Kapolres Bantaeng. Kemudian bersama para peserta upacara, dilakukan tabur bunga di atas makam para pahlawan. Di TMP Sasayya ini terdapat beberapa makam tanpa identitas yang jelas. Tidak sama dengan makam lainnya yang nampak tertera nama, pangkat dan asalnya. Mereka telah dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan negara ini dari tangan penjajah.
Sejalan dengan arahan Menteri Sosial pada sambutan tersebut, seyogyanya generasi muda dapat menjadikan pelajaran penting atas segala jasa pahlawan, dalam upaya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lanjut Nurdin mengungkapkan, "Peringatan Hari Pahlawan tahun 2014 ini mengambil tema besar Pahla-wanku Idolaku. Tema tersebut dipilih di-maksudkan untuk menggugah semangat kepah-lawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri. Untuk itu tema Pahlawanku Idolaku diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para pahlawan akan selalu terpatri di “dada” setiap insan Indonesia dan menjadi ke-banggaan atau idola sepanjang masa. Demikian dibacakan dan disampaikan melalui sambutan tersebut.
Selanjutnya, Bupati Bantaeng bersama para Muspida, Anggota DPRD, Kepala SKPD dan Pasukan Gabungan dari TNI dan POLRI melakukan Tabur Bunga di laut. Pada kesempatan kali ini, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng (Syahrul Bayan, S.STP) sebagai pelaksana kegiatan memilih Pantai Seruni untuk lokasi tabur bunga. Turut hadir Wakil Bupati Bantaeng (H. Muhammad Yasin), Kapolres Bantaeng (AKBP. I Made Sunarta), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Infantri Heny Setyono, S.Psi) dan beberapa pejabat teras Butta Toa. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengajak para peserta upacara untuk menundukkan kepala sejenak seraya mengenang jasa para pahlawan.
Dari Pantai Seruni, unsur Muspida dan Kepala SKPD se-Kabupaten Bantaeng bersama jajarannya menuju Taman Makam Pahlawan Sasayya Kabupaten Bantaeng. Di lokasi yang sama, telah dilaksanakan Malam Renungan Suci yang berlangsung pada pukul 00:00 Wita tadi malam. Diawali dengan upacara dan peletakan karangan bunga sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan yang dikomadoi oleh Kapolres Bantaeng. Kemudian bersama para peserta upacara, dilakukan tabur bunga di atas makam para pahlawan. Di TMP Sasayya ini terdapat beberapa makam tanpa identitas yang jelas. Tidak sama dengan makam lainnya yang nampak tertera nama, pangkat dan asalnya. Mereka telah dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan negara ini dari tangan penjajah.
Sejalan dengan arahan Menteri Sosial pada sambutan tersebut, seyogyanya generasi muda dapat menjadikan pelajaran penting atas segala jasa pahlawan, dalam upaya mengisi dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor



































