Showing posts with label Government. Show all posts
Showing posts with label Government. Show all posts
Bonthain Anniversary of 757
Wednesday, December 7, 2011Beberapa pekan terakhir, publik Bonthain dipertontonkan dengan berbagai event antara lain berupa pertandingan dan perlombaan beberapa cabang olah raga yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar, pegawai negeri/swasta maupun masyarakat umum. Penggiat seni dan budaya pun tidak mau ketinggalan ambil bagian dengan menyelenggarakan Pentas/Pagelaran Seni dan Budaya, Lomba Menyanyi, Lomba Qasidah dan sebagainya. Masyarakat amat antusias mengikuti event-event tersebut guna menyemarakkan Hari Jadi Bonthain ke-757 tahun.
Menyongsong awal tahun 2012, Bonthain semakin memperlihatkan kebolehannya di mata dunia. Tahun demi tahun, Bonthain hanya dipandang sebelah mata. Kini Bonthain patut diperhitungkan sebagai salah satu pilar bangsa, khususnya di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan.
Ganjil tapi tidak janggal. Posisinya yang amat strategis, memacu Pemerintah Bonthain untuk terus membangun demi kemajuan Bonthain di masa mendatang. Sekilas bila kita melihat peta Sulawesi, Bonthain atau Kabupaten Bantaeng yang berjuluk Butta Toa ini berada di kaki kanan Pulau Sulawesi. Dapat diasumsikan bahwa Bonthain sudah selayaknya menjadi penopang Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan. Hal inilah yang menggugah hati para pengambil kebijakan di daerah ini untuk menjadikan Bonthain sebagai salah pilar bangsa yang harus diperhitungkan keberadaannya dan potensinya, baik di mata Indonesia maupun di mata dunia.
Peringatan Hari Jadi Bonthain ke-757 selayaknya bukan sekedar seremonial semata. Jadikanlah perayaan ini sebagai momentum untuk terus bangkit dari keterpurukan yang kita alami selama ini. Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr) menambahkan “Janganlah sesekali kita berpangku tangan dan hanya melihat Bonthain ini kembali terpuruk lebih dalam. Apa yang kita nikmati saat ini, bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Tetapi ini baru awal dari sebuah perjuangan panjang yang membutuhkan kemauan keras, semangat dan etos kerja yang tinggi serta dukungan dari semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat. Dalam Bahasa Makassar, Bupati Bonthain (H. M. Nurdin Abdullah) yang enggan disebutkan titel/gelar yang melekat pada dirinya menyampaikan, “AMBAE siana’ku ngaseng, Kibaungi pa’rasanganta anne. Sipakainga ki, na ki assiri’-siri’. Nasaba’ punna teai ikatte, inai pale’. Punna teai kamma-kamma anne, siapanna pi pale’. Kibaungi Bonthain ta, nasaba’ Bonthain ta ikatte ngaseng pata.” (Translate : MARI/AYO saudaraku semua, kita bangun daerah kita ini. Saling mengingatkan dan merasa malulah. Karena jika bukan kita semua, siapa lagi. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Bangunlah Bonthain karena Bonthain adalah milik kita semua).
Singsingkan lengan baju dan bekerjalah, saatnya berkarya bukan hanya mengkritisi apa yang sudah ada. Kritis boleh saja, tetapi jangan lalai untuk tetap berkreasi. Secara singkat Admin mendeskripsikan statement yang disampaikan petinggi Bonthain tersebut dalam sambutannya di Gedung Balai Kartini, Jl. Kartini Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011.
Pada puncak perayaan Hari Jadi Bonthain ke-757 ini, turut hadir Duta Besar Rusia untuk Indonesia (H. E. Mr. A. Ivanov), Duta Besar Jepang untuk Indonesia (Yoshinori Kantori), Menteri Perdagangan (Jero Wacik), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DR. Mari Eka Pangestu), Managing Director Ehime Toyota Jepang (Tatsumi Takemoto), Presiden Direktur PT. Maruki Internasional Indonesia (Mr. Yukihiro Kitagawa), Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si, M.H.), Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) dan Wakil Bupati Bonthain (Drs. H. A. Asli Mustadjab), Unsur Muspida, Bupati Gowa-Porpinsi Sulawesi Selatan (H. Ichsan Yasin Limpo, SH), Bupati Gunungkidul-Propinsi D.I. Yogyakarta (Hj. Badingah, S.Sos), Bupati Karangasem-Propinsi Bali (I Wayan Geredeg, SH), Wakil Bupati Bulukumba-Porpinsi Sulawesi Selatan (Syamsuddin, SH) dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari dalam dan luar daerah Bonthain.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan mengingatkan agar Pemerintah Bonthain membuka ruang seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi dan bisnis untuk terus menanamkan modalnya di Butta Toa tercinta ini. Pemerintahan yang berwibawa dan dicintai masyarakatnya, akan merangsang animo masyarakat untuk ikut mencintai daerahnya. Pertumbuhan ekonomi di Bonthain patut diperhitungkan, menurutnya. Propinsi Sulawesi Selatan bukanlah apa-apa tanpa dukungan perkembangan tiap daerah di dalam wilayahnya, Bonthain salah satunya.
Dengan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai daerah Pemangku Adat “sampulo angrua” (dua belas). Bonthain sudah selayaknya menyokong pembangunan di segala bidang sebagai sumbangsih terbesar terhadap Propinsi Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.
SELAMAT HARI JADI BONTHAIN ke-757 (07 Desember 2011)
Menyongsong awal tahun 2012, Bonthain semakin memperlihatkan kebolehannya di mata dunia. Tahun demi tahun, Bonthain hanya dipandang sebelah mata. Kini Bonthain patut diperhitungkan sebagai salah satu pilar bangsa, khususnya di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan.
Ganjil tapi tidak janggal. Posisinya yang amat strategis, memacu Pemerintah Bonthain untuk terus membangun demi kemajuan Bonthain di masa mendatang. Sekilas bila kita melihat peta Sulawesi, Bonthain atau Kabupaten Bantaeng yang berjuluk Butta Toa ini berada di kaki kanan Pulau Sulawesi. Dapat diasumsikan bahwa Bonthain sudah selayaknya menjadi penopang Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan. Hal inilah yang menggugah hati para pengambil kebijakan di daerah ini untuk menjadikan Bonthain sebagai salah pilar bangsa yang harus diperhitungkan keberadaannya dan potensinya, baik di mata Indonesia maupun di mata dunia.
Peringatan Hari Jadi Bonthain ke-757 selayaknya bukan sekedar seremonial semata. Jadikanlah perayaan ini sebagai momentum untuk terus bangkit dari keterpurukan yang kita alami selama ini. Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr) menambahkan “Janganlah sesekali kita berpangku tangan dan hanya melihat Bonthain ini kembali terpuruk lebih dalam. Apa yang kita nikmati saat ini, bukanlah sebuah akhir dari segalanya. Tetapi ini baru awal dari sebuah perjuangan panjang yang membutuhkan kemauan keras, semangat dan etos kerja yang tinggi serta dukungan dari semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat. Dalam Bahasa Makassar, Bupati Bonthain (H. M. Nurdin Abdullah) yang enggan disebutkan titel/gelar yang melekat pada dirinya menyampaikan, “AMBAE siana’ku ngaseng, Kibaungi pa’rasanganta anne. Sipakainga ki, na ki assiri’-siri’. Nasaba’ punna teai ikatte, inai pale’. Punna teai kamma-kamma anne, siapanna pi pale’. Kibaungi Bonthain ta, nasaba’ Bonthain ta ikatte ngaseng pata.” (Translate : MARI/AYO saudaraku semua, kita bangun daerah kita ini. Saling mengingatkan dan merasa malulah. Karena jika bukan kita semua, siapa lagi. Jika bukan sekarang, kapan lagi. Bangunlah Bonthain karena Bonthain adalah milik kita semua).
Singsingkan lengan baju dan bekerjalah, saatnya berkarya bukan hanya mengkritisi apa yang sudah ada. Kritis boleh saja, tetapi jangan lalai untuk tetap berkreasi. Secara singkat Admin mendeskripsikan statement yang disampaikan petinggi Bonthain tersebut dalam sambutannya di Gedung Balai Kartini, Jl. Kartini Bantaeng pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2011.
Pada puncak perayaan Hari Jadi Bonthain ke-757 ini, turut hadir Duta Besar Rusia untuk Indonesia (H. E. Mr. A. Ivanov), Duta Besar Jepang untuk Indonesia (Yoshinori Kantori), Menteri Perdagangan (Jero Wacik), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DR. Mari Eka Pangestu), Managing Director Ehime Toyota Jepang (Tatsumi Takemoto), Presiden Direktur PT. Maruki Internasional Indonesia (Mr. Yukihiro Kitagawa), Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si, M.H.), Bupati Bonthain (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) dan Wakil Bupati Bonthain (Drs. H. A. Asli Mustadjab), Unsur Muspida, Bupati Gowa-Porpinsi Sulawesi Selatan (H. Ichsan Yasin Limpo, SH), Bupati Gunungkidul-Propinsi D.I. Yogyakarta (Hj. Badingah, S.Sos), Bupati Karangasem-Propinsi Bali (I Wayan Geredeg, SH), Wakil Bupati Bulukumba-Porpinsi Sulawesi Selatan (Syamsuddin, SH) dan beberapa pejabat tinggi lainnya dari dalam dan luar daerah Bonthain.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan mengingatkan agar Pemerintah Bonthain membuka ruang seluas-luasnya kepada pelaku ekonomi dan bisnis untuk terus menanamkan modalnya di Butta Toa tercinta ini. Pemerintahan yang berwibawa dan dicintai masyarakatnya, akan merangsang animo masyarakat untuk ikut mencintai daerahnya. Pertumbuhan ekonomi di Bonthain patut diperhitungkan, menurutnya. Propinsi Sulawesi Selatan bukanlah apa-apa tanpa dukungan perkembangan tiap daerah di dalam wilayahnya, Bonthain salah satunya.
Dengan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai daerah Pemangku Adat “sampulo angrua” (dua belas). Bonthain sudah selayaknya menyokong pembangunan di segala bidang sebagai sumbangsih terbesar terhadap Propinsi Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.
SELAMAT HARI JADI BONTHAIN ke-757 (07 Desember 2011)
Congratulations For the New Employees
Thursday, February 4, 2010Tak lega rasanya jika tidak melanjutkan sesi ketiga artikel sebelumnya about CPNS. Pengumuman terbit Sabtu yang lalu, masyarakat khususnya CPNS merasakan kegembiraan. Bahkan telah menyebar dengan cepat bagai wabah akut, mengingat kota Bantaeng merupakan kota yang amat kecil dengan luas wilayah 539,83 km² yang terdiri dari daratan seluas 395,83 km² dan lautan seluas 144 km².
Menanti sekian lama, sejak tahun 2008 silam kemudian berlanjut lagi dengan Penundaan 3 hari yang lalu. Akhirnya ke-191 orang yang tergabung ke dalam CPNS Formasi Tahun 2008. Secara resmi oleh Bupati Bantaeng diserahkan Surat Keputusan Pengangkatan sebagai CPNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Hadir di kesempatan yang sama seperti hasil pantauan Black Community and Black In News of Bonthain, yakni Bapak Wakil Bupati Bantaeng, Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng dan Bapak Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng.
CPNS yang berjumlah 191 orang kini patut menghirup udara Djarum Black Menthol dan Djarum Black Slimz. Black Community and Black In News of Bonthain yang mencoba mengambil gambar pendukung Djarum Black Night Slalom hanya bisa kasi jepretan ala kadarnya. Itu pun harus ekstra negoisasi dengan Protokoler sebelum acara dimulai.
Seperti yang dijelaskan salah satu rekan yang ditemui Bonthain di Kantor Bupati Bantaeng pagi tadi, Mereka punya rezeki jadi CPNS hingga nantinya akan berganti status sebagai PNS. Maka seyogyanya kita yang tiap hari hanya bergelut dengan BLOG, memberi SELAMAT atas kesuksesan yang diperolehnya. Dengan harapan bahwa posisinya sebagai ABDI NEGARA dapat dijalankan sesuai jalur yang ditetapkan.
Hasil kerja Black Community and Black In News of Bonthain paling tidak berharap mampu memberi informasi kepada rekan-rekan Blogger tentang seputar kehidupan yang berlangsung di dunia Bonthain. Sedikit info yang dapat kami sajikan, kunjungan Blogger dengan sejuta masukan khususnya pada halaman ini sekiranya dapat menyempurnakan apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki. Salam BLOGGER.
Menanti sekian lama, sejak tahun 2008 silam kemudian berlanjut lagi dengan Penundaan 3 hari yang lalu. Akhirnya ke-191 orang yang tergabung ke dalam CPNS Formasi Tahun 2008. Secara resmi oleh Bupati Bantaeng diserahkan Surat Keputusan Pengangkatan sebagai CPNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Hadir di kesempatan yang sama seperti hasil pantauan Black Community and Black In News of Bonthain, yakni Bapak Wakil Bupati Bantaeng, Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng dan Bapak Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng.
CPNS yang berjumlah 191 orang kini patut menghirup udara Djarum Black Menthol dan Djarum Black Slimz. Black Community and Black In News of Bonthain yang mencoba mengambil gambar pendukung Djarum Black Night Slalom hanya bisa kasi jepretan ala kadarnya. Itu pun harus ekstra negoisasi dengan Protokoler sebelum acara dimulai.
Seperti yang dijelaskan salah satu rekan yang ditemui Bonthain di Kantor Bupati Bantaeng pagi tadi, Mereka punya rezeki jadi CPNS hingga nantinya akan berganti status sebagai PNS. Maka seyogyanya kita yang tiap hari hanya bergelut dengan BLOG, memberi SELAMAT atas kesuksesan yang diperolehnya. Dengan harapan bahwa posisinya sebagai ABDI NEGARA dapat dijalankan sesuai jalur yang ditetapkan.
Hasil kerja Black Community and Black In News of Bonthain paling tidak berharap mampu memberi informasi kepada rekan-rekan Blogger tentang seputar kehidupan yang berlangsung di dunia Bonthain. Sedikit info yang dapat kami sajikan, kunjungan Blogger dengan sejuta masukan khususnya pada halaman ini sekiranya dapat menyempurnakan apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki. Salam BLOGGER.
Trucks are Black List in City
Wednesday, February 3, 2010Pusat Perdagangan Bantaeng sejak lama dikenal berada di pusat kota Bantaeng. Tepatnya di sekitar Jl. Mangga Bantaeng hingga Jl. Manggis Bantaeng. Black Community and Black In News of Bonthain mencoba mengupas fenomena yang terjadi selama ini di seputaran Pusat Pertokoan tersebut dengan Autoblackthrough goes to campus ke TKP.
Sekian lama komunitas TIONGHOA bermukim di Bonthain. Keberadaan mereka sangat berpengaruh khususnya dalam perputaran roda perekonomian di kota kecil ini. Kota yang berjarak 120 Kilometer arah selatan kota Makassar ini dihuni komunitas from Chinesse dalam jumlah yang relatif banyak. Saking banyaknya, ternyata mereka telah menguasai perdagangan yang ada.
Dari Jl. Mangga hingga Jl. Manggis, dibangun toko dan ruko dengan berbagai jenis usaha di dalamnya. Di antaranya berupa penjualan dan pembelian elektronik, kendaraan bermotor, furniture, bahan dan hasil pertanian, sembako serta tentunya menjual Djarum Black, Djarum Black Menthol, Djarum Black Slimz.
Di sepanjang kedua jalan tersebut menjadi semrawut karena berderet mobil truk, mobil boks dan mobil pengangkut barang lainnya. Proses bongkar muat barang dilakukan di depan masing-masing toko. Sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas bagi pemakai jalan lainnya.
Mengantisipasi terjadinya kemarahan masyarakat, maka Dinas Perhubungan dan Infokom menertibkan ruas jalan dimaksud. Di foto nampak sebuah rambu jalan terpajang pada titik awal saat akan memasuki Jl. Manggis. Rambu tersebut menerangkan bahwa mobil truk dan mobil pengangkut barang lainnya dilarang memasuki area pusat pertokoan mulai pukul 06.00 sampai dengan 18.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Nah sekarang, kesemrawutan jalan berkurang dengan tidak hadirnya mobil truk. Namun di sisi lain, para Daeng BECAK mengambil alih posisi sebelumnya. Deretan Becak di seakan menjadi penguasa di sepanjang kedua ruas jalan ini. belum lagi bilamana Daeng Becak ini mengayuh becaknya dari arah berlawanan. Sementara arah lalu lintas hanya diperbolehkan satu arah saja yakni dari Jl. Mangga menuju Jl. Manggis, arah sebaliknya tidak diperkenankan.
Fenomena ini mungkin saja berlaku pula di daerah lainnya. Inilah suasana kota yang sering menjadi permasalahan utama dalam mewujudkan kota yang tertib dan teratur. Menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam menanganinya. Pihak masyarakat dan pengelola toko pun mesti jeli dalam menyikapinya. Sikap sadar dibutuhkan dalam mewujudkan maksud tersebut. Kalau tidak, bukan hanya Truk yang akan di Blackinnovationawards melainkan penggunanya pun akan kena BLACK LIST.
Sekian lama komunitas TIONGHOA bermukim di Bonthain. Keberadaan mereka sangat berpengaruh khususnya dalam perputaran roda perekonomian di kota kecil ini. Kota yang berjarak 120 Kilometer arah selatan kota Makassar ini dihuni komunitas from Chinesse dalam jumlah yang relatif banyak. Saking banyaknya, ternyata mereka telah menguasai perdagangan yang ada.
Dari Jl. Mangga hingga Jl. Manggis, dibangun toko dan ruko dengan berbagai jenis usaha di dalamnya. Di antaranya berupa penjualan dan pembelian elektronik, kendaraan bermotor, furniture, bahan dan hasil pertanian, sembako serta tentunya menjual Djarum Black, Djarum Black Menthol, Djarum Black Slimz.
Di sepanjang kedua jalan tersebut menjadi semrawut karena berderet mobil truk, mobil boks dan mobil pengangkut barang lainnya. Proses bongkar muat barang dilakukan di depan masing-masing toko. Sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas bagi pemakai jalan lainnya.
Mengantisipasi terjadinya kemarahan masyarakat, maka Dinas Perhubungan dan Infokom menertibkan ruas jalan dimaksud. Di foto nampak sebuah rambu jalan terpajang pada titik awal saat akan memasuki Jl. Manggis. Rambu tersebut menerangkan bahwa mobil truk dan mobil pengangkut barang lainnya dilarang memasuki area pusat pertokoan mulai pukul 06.00 sampai dengan 18.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Nah sekarang, kesemrawutan jalan berkurang dengan tidak hadirnya mobil truk. Namun di sisi lain, para Daeng BECAK mengambil alih posisi sebelumnya. Deretan Becak di seakan menjadi penguasa di sepanjang kedua ruas jalan ini. belum lagi bilamana Daeng Becak ini mengayuh becaknya dari arah berlawanan. Sementara arah lalu lintas hanya diperbolehkan satu arah saja yakni dari Jl. Mangga menuju Jl. Manggis, arah sebaliknya tidak diperkenankan.
Fenomena ini mungkin saja berlaku pula di daerah lainnya. Inilah suasana kota yang sering menjadi permasalahan utama dalam mewujudkan kota yang tertib dan teratur. Menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam menanganinya. Pihak masyarakat dan pengelola toko pun mesti jeli dalam menyikapinya. Sikap sadar dibutuhkan dalam mewujudkan maksud tersebut. Kalau tidak, bukan hanya Truk yang akan di Blackinnovationawards melainkan penggunanya pun akan kena BLACK LIST.
DPRD Pangkas Anggaran SKPD
Thursday, January 28, 2010Anggaran Makan dan Minum semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bantaeng, dipangkas DPRD Kabupaten Bantaeng. Pemangkasan anggaran ini mencapai 30%, sebagai imbas dari defisit anggaran sebesar Rp 38 M. Berdasarkan pertimbangan efisiensi dan asas manfaat, maka pemangkasan anggaran makan dan minum wajar dilakukan. Adapun sisa anggaran setelah dilakukan pemangkasan, dapat dimasukkan ke dalam Pos Anggaran lain yang programnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini diungkapkan Ansar Kaimuddin (Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng dari Partai Demokrat).
Menurut beliau yang lazim dipanggil anggota dewan ini, pemangkasan anggaran dimaksud merupakan hal yang sudah biasa dilakukan, termasuk di dalamnya anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) dan Perjalanan Dinas di tingkat SKPD ikut dipangkas. Beberapa tahun terakhir, anggaran makan dan minum di SKPD terbilang membengkak, sehingga perlu melakukan pemangkasa agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Dalam hal ini, antara Badan Anggaran Legislatif dan Eksekutif tidak berseberangan dalam menyikapinya.
Beliau juga mengungkapkan bahwa faktor utama dilakukannya pemangkasan karena menurunnya quota Anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga perlu memaksimalkan penggunaannya, tentunya SKPD di wilayah ini harus memahami substansi dari APBD Kabupaten Bantaeng.
Menurut beliau yang lazim dipanggil anggota dewan ini, pemangkasan anggaran dimaksud merupakan hal yang sudah biasa dilakukan, termasuk di dalamnya anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) dan Perjalanan Dinas di tingkat SKPD ikut dipangkas. Beberapa tahun terakhir, anggaran makan dan minum di SKPD terbilang membengkak, sehingga perlu melakukan pemangkasa agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Dalam hal ini, antara Badan Anggaran Legislatif dan Eksekutif tidak berseberangan dalam menyikapinya.
Beliau juga mengungkapkan bahwa faktor utama dilakukannya pemangkasan karena menurunnya quota Anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga perlu memaksimalkan penggunaannya, tentunya SKPD di wilayah ini harus memahami substansi dari APBD Kabupaten Bantaeng.
Data Base CPNS diubah Panitia Lokal
Tuesday, January 26, 2010Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar akhirnya bersedia membuka data base peserta CPNS Bulukumba, Senin, 25 Januari. Data base ini dibuka menyusul adanya saling klaim
kelulusan dua pelamar CPNS Bulukumba pada formasi S1 Keperawatan, yakni Herlina dan Arniati.
Hal ini disebabkan karena panitia di Bulukumba mengubah nomor tes salah satu dari dua peserta ini. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar yang dikonfirmasi via telepon usai pertemuan dengan anggota DPRD Bulukumba di kampus Unhas, Senin 25 Januari.
Pertemuan yang diusulkan Komisi A DPRD Bulukumba ini diterima Rektor Unhas, Prof Idrus A Paturusi, Pembantu Rektor IV Dwia Aries Tina, tim CPNS Unhas Tajuddin Parenta dan Dr Hasrat Arief Saleh, serta Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar.
Sementara dari Bulukumba, hadir lima anggota DPRD Bulukumba masing-masing, Ketua Komisi A DPRD Andi Syahrir Sahib, Wakil Ketua Komisi A Amar Ma'ruf, anggota komisi A DPRD Bulukumba lainnya, Thamsyar Syam, dan Abd Rajab.
Selain anggota dewan juga hadir Kepala Inspektorat Bulukumba, R Krg Suginna serta Kepala BKDD Bulukumba, Andi Hartatiah. Dahlan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, berdasarkan data base yang dikirim tim seleksi CPNS Bulukumba ke Unhas, pemilik nomor ujian
11101104 adalah Herlina. Meski sebelumnya,
peserta lainnya, Arniati juga diakui sebagai pemilik nomor ini. Dalam waktu dekat ini, kata Dahlan, pihaknya akan menyurat secara resmi kepada BKDD Bulukumba terkait pemilik nomor tes 11101104. Yang pasti lanjutnya, pemilik nomor ujian 11101104 sesuai data base adalah Herlina yang meraih nilai lebih tinggi dibanding nomor ujian 11101105.
Dahlan mengatakan ada kekeliruan yang dilakukan tim seleksi CPNS di Bulukumba yang melakukan perubahan nomor ujian tanpa menyampaikan ke Unhas. "Yang kita sesalkan mengapa panitia di Bulukumba mengubah nomor tes tanpa dikoordinasikan dengan Unhas," katanya.
Nomor Herlina memang diubah oleh panitia seleksi sebelum pengumuman. Hal ini diakui sendiri Herlina saat hearing di komisi A DPRD Bulukumba beberapa waktu lalu. Herlina mengaku nomor tes yang diisi pada LJK sesuai hasil perubahan yakni 11101105. Termasuk daftar hadir juga diisi sesuai dengan hasil perubahan nomor tes tadi. Herannya, LJK dan data base tadi bisa disinkronkan melalui teknologi komputer meski data berbeda.
kelulusan dua pelamar CPNS Bulukumba pada formasi S1 Keperawatan, yakni Herlina dan Arniati.
Hal ini disebabkan karena panitia di Bulukumba mengubah nomor tes salah satu dari dua peserta ini. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar yang dikonfirmasi via telepon usai pertemuan dengan anggota DPRD Bulukumba di kampus Unhas, Senin 25 Januari.
Pertemuan yang diusulkan Komisi A DPRD Bulukumba ini diterima Rektor Unhas, Prof Idrus A Paturusi, Pembantu Rektor IV Dwia Aries Tina, tim CPNS Unhas Tajuddin Parenta dan Dr Hasrat Arief Saleh, serta Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar.
Sementara dari Bulukumba, hadir lima anggota DPRD Bulukumba masing-masing, Ketua Komisi A DPRD Andi Syahrir Sahib, Wakil Ketua Komisi A Amar Ma'ruf, anggota komisi A DPRD Bulukumba lainnya, Thamsyar Syam, dan Abd Rajab.
Selain anggota dewan juga hadir Kepala Inspektorat Bulukumba, R Krg Suginna serta Kepala BKDD Bulukumba, Andi Hartatiah. Dahlan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, berdasarkan data base yang dikirim tim seleksi CPNS Bulukumba ke Unhas, pemilik nomor ujian
11101104 adalah Herlina. Meski sebelumnya,
peserta lainnya, Arniati juga diakui sebagai pemilik nomor ini. Dalam waktu dekat ini, kata Dahlan, pihaknya akan menyurat secara resmi kepada BKDD Bulukumba terkait pemilik nomor tes 11101104. Yang pasti lanjutnya, pemilik nomor ujian 11101104 sesuai data base adalah Herlina yang meraih nilai lebih tinggi dibanding nomor ujian 11101105.
Dahlan mengatakan ada kekeliruan yang dilakukan tim seleksi CPNS di Bulukumba yang melakukan perubahan nomor ujian tanpa menyampaikan ke Unhas. "Yang kita sesalkan mengapa panitia di Bulukumba mengubah nomor tes tanpa dikoordinasikan dengan Unhas," katanya.
Nomor Herlina memang diubah oleh panitia seleksi sebelum pengumuman. Hal ini diakui sendiri Herlina saat hearing di komisi A DPRD Bulukumba beberapa waktu lalu. Herlina mengaku nomor tes yang diisi pada LJK sesuai hasil perubahan yakni 11101105. Termasuk daftar hadir juga diisi sesuai dengan hasil perubahan nomor tes tadi. Herannya, LJK dan data base tadi bisa disinkronkan melalui teknologi komputer meski data berbeda.
Gedung Jangkung Ketiga Diresmikan Hari Ini
Monday, January 18, 2010
Wisma Kalla, gedung perkantoran jangkung ketiga di Makassar setelah Graha Pena dan Menara Bosowa, resmi beroperasi hari ini, Senin 18 Januari. Peresmiannya dilakukan oleh bos Kalla Group yang juga mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK).
Head of Program and Promotion PT Hadji Kalla, Yudi G, malam tadi mengungkapkan, ada beberapa tamu yang diundang pada momen bersejarah hari ini.
Antara lain Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, Marketing Director PT TAM, Joko Tri Sanyoto, manajemen dan direksi Kalla Group, serta seluruh relasi Kalla Group seperti kalangan perbankan, salah satunya Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi.
Bagaimana dengan kalangan pemerintahan? Menurut Yudi, tetap ada undangan untuk Gubernur Sulsel HM Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya, juga untuk Walikota Makassar HM Ilham Arief Sirajuddin. Namun mengenai kedatangan mereka, Yudi belum berani memastikan.
Yudi mengungkapkan, Wisma Kalla memiliki 14 lantai, belum termasuk koridor. Bos Kalla Group, HM Jusuf Kalla, khusus menempati lantai paling atas, yakni lantai 14. Di dalam lantai 14 tersebut, akan dilengkapi berbagai macam fasilitas, seperti ruang kerja yang nyaman, ruang istirahat, pantri, ruang relaksasi serta perpustakaan mini.
Dari lantai 14 ini, lanjut Yudi, memungkinkan JK untuk memandang Makassar dari segala arah. Memang posisi Wisma Kalla sangat strategis dan tidak terlindung bangunan manapun, ungkapnya.
Satu lantai di bawahnya, lantai 13, akan ditempati Direktur dan jajaran direksi Kalla Group, selanjutnya lantai 12 untuk operasional Wisma Kalla. Lantai empat untuk fasilitas entertainment juga food and beverage. Sepuluh lantai lainnya, akan dipersewakan untuk perkantoran.
Menurut Yudi, saat ini sudah banyak yang melakukan reservasi, khususnya dari kalangan perbankan, lembaga pembiayaan, juga beberapa perusahaan asing. Selain di lantai empat, nuansa hiburan kata Yudi, juga ada di lantai satu, yakni amphitheatre juga sebuah kafe.
Pemancangan tiang pertama Wisma Kalla dimulai pada Kamis 2 Agustus 2007 lalu.
Wisma Kalla berlokasi di Jl Dr Ratulangi No 8-10, Makassar. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 5.363 meter persegi, terdiri atas 14 lantai plus koridor, dengan total ketinggian sekitar 70 meter.
Luas total penggabungan seluruh lantai mencapai 27.808 meter persegi lebih. Investasi untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 150 miliar, belum termasuk harga tanah.
Wisma ini dikelola salah satu anak perusahaan Kalla Group, PT Haka Sarana Investama. Corporate Secretary dan Public Relation PT Hadji Kalla, Sudirman AR, mengatakan, fungsi utama Wisma Kalla sebagai kantor pusat Kalla Group, serta untuk disewakan sebagai kantor bagi perusahaan lain.
Berbagai fasilitas di dalamnya adalah ruang untuk ritel, ruang serbaguna, ruang pamer (show room) PT Hadji Kalla, executive lounge, pusat kebugaran, restoran, kafe, amphitheater yang juga bisa berfungsi sebagai ruang serbaguna, dengan ruang parkir yang luas untuk 200 mobil dan 200 sepeda motor.
Source : Fajar
Head of Program and Promotion PT Hadji Kalla, Yudi G, malam tadi mengungkapkan, ada beberapa tamu yang diundang pada momen bersejarah hari ini.
Antara lain Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, Marketing Director PT TAM, Joko Tri Sanyoto, manajemen dan direksi Kalla Group, serta seluruh relasi Kalla Group seperti kalangan perbankan, salah satunya Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi.
Bagaimana dengan kalangan pemerintahan? Menurut Yudi, tetap ada undangan untuk Gubernur Sulsel HM Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya, juga untuk Walikota Makassar HM Ilham Arief Sirajuddin. Namun mengenai kedatangan mereka, Yudi belum berani memastikan.
Yudi mengungkapkan, Wisma Kalla memiliki 14 lantai, belum termasuk koridor. Bos Kalla Group, HM Jusuf Kalla, khusus menempati lantai paling atas, yakni lantai 14. Di dalam lantai 14 tersebut, akan dilengkapi berbagai macam fasilitas, seperti ruang kerja yang nyaman, ruang istirahat, pantri, ruang relaksasi serta perpustakaan mini.
Dari lantai 14 ini, lanjut Yudi, memungkinkan JK untuk memandang Makassar dari segala arah. Memang posisi Wisma Kalla sangat strategis dan tidak terlindung bangunan manapun, ungkapnya.
Satu lantai di bawahnya, lantai 13, akan ditempati Direktur dan jajaran direksi Kalla Group, selanjutnya lantai 12 untuk operasional Wisma Kalla. Lantai empat untuk fasilitas entertainment juga food and beverage. Sepuluh lantai lainnya, akan dipersewakan untuk perkantoran.
Menurut Yudi, saat ini sudah banyak yang melakukan reservasi, khususnya dari kalangan perbankan, lembaga pembiayaan, juga beberapa perusahaan asing. Selain di lantai empat, nuansa hiburan kata Yudi, juga ada di lantai satu, yakni amphitheatre juga sebuah kafe.
Pemancangan tiang pertama Wisma Kalla dimulai pada Kamis 2 Agustus 2007 lalu.
Wisma Kalla berlokasi di Jl Dr Ratulangi No 8-10, Makassar. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 5.363 meter persegi, terdiri atas 14 lantai plus koridor, dengan total ketinggian sekitar 70 meter.
Luas total penggabungan seluruh lantai mencapai 27.808 meter persegi lebih. Investasi untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 150 miliar, belum termasuk harga tanah.
Wisma ini dikelola salah satu anak perusahaan Kalla Group, PT Haka Sarana Investama. Corporate Secretary dan Public Relation PT Hadji Kalla, Sudirman AR, mengatakan, fungsi utama Wisma Kalla sebagai kantor pusat Kalla Group, serta untuk disewakan sebagai kantor bagi perusahaan lain.
Berbagai fasilitas di dalamnya adalah ruang untuk ritel, ruang serbaguna, ruang pamer (show room) PT Hadji Kalla, executive lounge, pusat kebugaran, restoran, kafe, amphitheater yang juga bisa berfungsi sebagai ruang serbaguna, dengan ruang parkir yang luas untuk 200 mobil dan 200 sepeda motor.
Source : Fajar
CPNS Bantaeng Bakal diANULIR
Friday, January 15, 2010Inspektorat Bantaeng kembali mengajukan rekomendasi ke Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, untuk menganulir kelulusan dua peserta seleksi CPNS.
Kedua peserta itu, yakni, Isra dan Zulkifli yang dberasal dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam (PGSDI).
Sebelumnya, kelulusan keduanya juga mendapat protes dari puluhan rekannya sesama alumni PGSDI, karena dinilai diskriminatif dan sarat permainan. Alasannya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bantaeng lebih awal menegaskan tidak akan mengakomodir CPNS yang berijazah PGSDI. Namun, anehnya belakangan diketahui kedua CPNS ini diterima.
Informasi yang diterima, selain menyalahi formasi penerimaan CPNS, nama Zulkifli juga tidak terdapat di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Fakta itu ditemukan tim Inspektorat Bantaeng, saat mengecek ke kampus yang mengeluarkan akta kelulusan.
"Jadi tim Inspektorat Bantaeng menyimpulkan akta kelulusan itu diduga palsu," tegas Kepala Inspektorat Bantaeng, Sudarni, ketika ditemui Fajar di ruang kerjanya.
Menurutnya, berdasarkan data itu mereka mengusulkan agar kedua CPNS yang lulus dengan ijazah PGSDI itu akan dianulir.
"Kasus PGSDI, penuntasannya sudah di depan mata, tinggal menunggu hasil rekomendasi ke Bupati untuk dianulir. Termasuk peserta yang menggunakan akta palsu, kami masih mengumpulkan bukti lain untuk diproses lebih lanjut," sebutnya, Kamis, 14 Januari.
Mengenai BKDD Bantaeng, Sudarni mengaku belum melakukan pemeriksaan dengan alasan kasus PGSDI belum sepenuhnya tuntas. "Setelah kasus ini, baru kami memeriksa jajaran BKDD," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, semua peserta yang dinyatakan lulus namun tidak sesuai mekanisme, pasti direkomendasikan untuk dianulir. "Begitupula dengan BKDD, pasti ada sanksi yang akan dijatuhkan jika terbukti terjadi pelanggaran," tegasnya.
Source : Fajar
Kedua peserta itu, yakni, Isra dan Zulkifli yang dberasal dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam (PGSDI).
Sebelumnya, kelulusan keduanya juga mendapat protes dari puluhan rekannya sesama alumni PGSDI, karena dinilai diskriminatif dan sarat permainan. Alasannya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bantaeng lebih awal menegaskan tidak akan mengakomodir CPNS yang berijazah PGSDI. Namun, anehnya belakangan diketahui kedua CPNS ini diterima.
Informasi yang diterima, selain menyalahi formasi penerimaan CPNS, nama Zulkifli juga tidak terdapat di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Fakta itu ditemukan tim Inspektorat Bantaeng, saat mengecek ke kampus yang mengeluarkan akta kelulusan.
"Jadi tim Inspektorat Bantaeng menyimpulkan akta kelulusan itu diduga palsu," tegas Kepala Inspektorat Bantaeng, Sudarni, ketika ditemui Fajar di ruang kerjanya.
Menurutnya, berdasarkan data itu mereka mengusulkan agar kedua CPNS yang lulus dengan ijazah PGSDI itu akan dianulir.
"Kasus PGSDI, penuntasannya sudah di depan mata, tinggal menunggu hasil rekomendasi ke Bupati untuk dianulir. Termasuk peserta yang menggunakan akta palsu, kami masih mengumpulkan bukti lain untuk diproses lebih lanjut," sebutnya, Kamis, 14 Januari.
Mengenai BKDD Bantaeng, Sudarni mengaku belum melakukan pemeriksaan dengan alasan kasus PGSDI belum sepenuhnya tuntas. "Setelah kasus ini, baru kami memeriksa jajaran BKDD," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, semua peserta yang dinyatakan lulus namun tidak sesuai mekanisme, pasti direkomendasikan untuk dianulir. "Begitupula dengan BKDD, pasti ada sanksi yang akan dijatuhkan jika terbukti terjadi pelanggaran," tegasnya.
Source : Fajar
Legiun Veteran Republik Indonesia to 53 years
Monday, January 11, 2010
Pagi yang Djarum Black Slimz tanggal 11 Januari 2010, berangkat menuju Kantor Bupati Bantaeng. Hari ini tepat Senin dimana lazim sebuah Instansi/SKPD melaksanakan Upacara Bendera. Namun pagi sedikit lain dari biasanya, sejak pagi buta sekitar pukul 06.15 Wita para serdadu telah memadati halaman Kantor Bupati Bantaeng. Black Community militer ini berasal dari Satuan KODIM 1410 Bantaeng, mereka ditugaskan sebagai Panitia Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA yang ke-53.
Tentunya hadir beberapa Anggota Legiun Veteran yang berada dalam lingkup wilayah Kabupaten Bantaeng. Usia yang semakin tua tak mengurungkan niatnya untuk tetap hadir pada upacara tersebut. Upacara pun dimulai yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda Kabupaten Bantaeng membacakan Amanat Ketua DPP Legiun Veteran Republik Indonesia.
Mengutip beberapa point yang disampaikan dalam amanat tersebut, antara lain :
1. Veteran bukan mantan pejuang, tetapi tetap sebagai pejuang hingga akhir zaman
2. Veteran adalah pihak penting yang ikut memperjuangkan lahirnya kebebasan dan kemerdekaan
3. Legiun Veteran didirikan sebagai wadah untuk menyatukan para pejuang agar terakomodir, sehingga mendapat perhatian yang serius dari pihak yang telah menikmati kemerdekaan karenanya
4. Guna memperhatikan nasib Veteran, Pemerintah menelorkan beberapa peraturan yang dituangkan dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan peraturan lainnya
Legiun Veteran Republik Indonesia atau LVRI adalah organisasi yang menghimpun para Veteran Republik Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1967, Negara perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata baik resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang disebutkan bahwa Veteran Republik Indonesia adalah Warga Negara Republik Indonesia yang ikut secara aktif dalam sesuatu peperangan membela Kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia menghadapi negara lain yang timbul di masa yang akan datang, dan juga mereka yang ikut dalam masa Revolusi fisik antara 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia, ikut aktif dalam perjuangan pembebasan Irian Barat melakukan Trikora sejak 10 Desember 1961 sampai dengan 1 Mei 1963, dan yang ikut melakukan tugas Dwikora langsung secara aktif dalam operasi-operasi/pertempuran dalam kesatuan-kesatuan bersenjata. Menurut UU No. 7/1967 semua Veteran yang telah disahkan memperoleh gelar kehormatan Veteran Republik Indonesia dan berhak dan wajib menjadi anggota Legiun Veteran Republik Indonesia yang merupakan satu-satunya organisasi massa Veteran.
Pesan penting dari peringatan ini, diharapkan kepada semua pihak agar mampu mengingat dan Blackinnovationawards tiap jasa-jasa yang disumbangkan kepada negara ini agar dapat merasakan udara kemerdekaan. Pesan ini penting diteruskan hingga anak cucu kita kelak.
MERDEKA...............!!!
Tentunya hadir beberapa Anggota Legiun Veteran yang berada dalam lingkup wilayah Kabupaten Bantaeng. Usia yang semakin tua tak mengurungkan niatnya untuk tetap hadir pada upacara tersebut. Upacara pun dimulai yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda Kabupaten Bantaeng membacakan Amanat Ketua DPP Legiun Veteran Republik Indonesia.
Mengutip beberapa point yang disampaikan dalam amanat tersebut, antara lain :
1. Veteran bukan mantan pejuang, tetapi tetap sebagai pejuang hingga akhir zaman
2. Veteran adalah pihak penting yang ikut memperjuangkan lahirnya kebebasan dan kemerdekaan
3. Legiun Veteran didirikan sebagai wadah untuk menyatukan para pejuang agar terakomodir, sehingga mendapat perhatian yang serius dari pihak yang telah menikmati kemerdekaan karenanya
4. Guna memperhatikan nasib Veteran, Pemerintah menelorkan beberapa peraturan yang dituangkan dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan peraturan lainnya
Legiun Veteran Republik Indonesia atau LVRI adalah organisasi yang menghimpun para Veteran Republik Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1967, Negara perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata baik resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang disebutkan bahwa Veteran Republik Indonesia adalah Warga Negara Republik Indonesia yang ikut secara aktif dalam sesuatu peperangan membela Kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia menghadapi negara lain yang timbul di masa yang akan datang, dan juga mereka yang ikut dalam masa Revolusi fisik antara 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia, ikut aktif dalam perjuangan pembebasan Irian Barat melakukan Trikora sejak 10 Desember 1961 sampai dengan 1 Mei 1963, dan yang ikut melakukan tugas Dwikora langsung secara aktif dalam operasi-operasi/pertempuran dalam kesatuan-kesatuan bersenjata. Menurut UU No. 7/1967 semua Veteran yang telah disahkan memperoleh gelar kehormatan Veteran Republik Indonesia dan berhak dan wajib menjadi anggota Legiun Veteran Republik Indonesia yang merupakan satu-satunya organisasi massa Veteran.
Pesan penting dari peringatan ini, diharapkan kepada semua pihak agar mampu mengingat dan Blackinnovationawards tiap jasa-jasa yang disumbangkan kepada negara ini agar dapat merasakan udara kemerdekaan. Pesan ini penting diteruskan hingga anak cucu kita kelak.
MERDEKA...............!!!
Kabupaten Jeneponto
Thursday, January 7, 2010Kabupaten Jeneponto adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa, kondisi tanah (topografi) pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 s/d 1400 m, bagian tengah 100 s/d 500 m dan pada bagian selatan 0 s/d 150 m diatas permukaan laut.
Source : Wikipedia
Source : Wikipedia
Freedom of Jeneponto
Harry Bhaskara was recently invited to visit the School of Democracy in the southern Sulawesi regency of Jeneponto. The school is one of five run by the Jakarta-based Indonesian Commission for Democracy (KID). Below is his report of the visit. Jeneponto regency in the province of South Sulawesi is home to a militant Muslim community. It is a public secret that Christians are not allowed to build churches there and Chinese Indonesians as well as Javanese are barred from conducting business, local activists say. In the last two years, however, the secret has made its way into school discussions for the first time.
“The discussions, both frank and candid, were an eye-opener to the Jeneponto community. They were first held in a classroom setting within the school and later openly in a public broadcast conducted by a local radio broadcaster, with ‘talk-back’ discussions from the community,” said Idrus Taba of Melania Foundation, a research and education NGO based in Makassar.
The foundation is KID’s local partner in the Jeneponto School of Democracy, funded by the Netherlands-based Institute for Multiparty Democracy. Aside from Jeneponto, KID also runs four other schools in Banyuasin (South Sumatra), Malang (East Java), Tangerang (Banten) and Lembata (East Nusa Tenggara).
The unique social characteristics of Jeneponto were one of the reasons why KID, led by noted sociologist Dr. Ignas Kleden, chose the area as a site for the school in 2006, when it also set up the other four schools.
Public discussions are part of the school’s curriculum, which runs for a year, taking 30 students annually. Classroom sessions are held twice a month on Saturdays and Sundays.
“Community members in this remote town marveled at the opportunity to rub shoulders with local and national luminaries who led discussions, whose names they only learned from the newspaper,” said Idrus, who is also a lecturer at Hasanuddin University.
The school shuns the traditional classroom setting and emphasizes active student participation in classes, he said.
Lecturers at the school include scholars, bureaucrats, politicians, parliamentarians, NGO activists, businesspeople, feminists, religious leaders and journalists.
Opening the school in this exclusive community has proven problematic, he added.
“Initially it was extremely difficult. It was seen as a Western product and local people, being staunchly Muslim, rejected the school outright, especially when they learned the school was funded by a Western country.”
Idrus’s colleague at Melania Foundation, Mohd. Sabri, said Jeneponto people believed there was an ulterior motive in the foundation of the school.
“They were suspicious that we wanted to convert them to Christianity,” Sabri said.
Unperturbed, Idrus and Sabri approached fellow members of the Muhammadiyah socio-religious organization, their former student colleagues of Hasanuddin University as well as local community elders, and eventually their determination and diplomatic finesse gained them entry into the community.
Once the school took off, it did not take long to win the hearts of the locals.
“Especially when students are presented with examples from their own community, they start to understand democracy is something they really need to know,” said Sabri, who lectures on philosophy at the University of Islam in Makassar.
Subjects in the curriculum include democracy, social analysis, intellectual history of democracy, political and government systems, public policies, democracy and business, law and human rights and conflict resolution.
Students of the school said the lessons they learned from the school have been a boon.
“We put accounting and budgeting records on the wall for everybody to see. This is a lesson on accountability and transparency. I learned about the importance of making decisions through majority votes,” said NGO activist Suryani Hajar Gaptur, a student in 2007.
Takdir Alfiat, a student in 2006, said there was widespread interest in joining the school. Each year more than 200 people apply for a place, but it has only 30 seats,” Takdir said.
Mohd. Isra, a Muslim who once vehemently opposed the school, said he ended up taking part regularly at the public discussions it held.
“In the end there are good things that we can learn from the discussions,” Isra said,
Isra is not a student of the school, but like other Jeneponto residents, he is welcome to join public discussions and the numerous radio talk shows and film showings.
Jeneponto is not alone in its exclusive character, said Sabri. Many regencies in the province, he said, are either anti-Christian or anti-outside-traders.
“But I don’t think these characteristics are rooted in ancient Jeneponto tradition. I am still researching the origin of these sentiments. For the time being I believe they are more the result of competing interests arising after our 1945 independence,” he said.
Dr. Deddy Tikson, a professor of political science at Hasanuddin University, said alumni of the school were better off in understanding democracy than college students.
“We are talking about traders or farmers who attend the school. The South Sulawesi government should adopt the school. The local parliamentarians should apply for funding to finance such a school,” said Deddy, who also lectures at the school.
The school has a very positive impact on the Jeneponto community, he said.
“It is like a movement, a reformation movement, since it is free of any kind of indoctrination. The students are free to discuss democracy as they see it in their own community or the western liberal democracy,” said Deddy.
Another lecturer at Hasanuddin University said his students had asked him to implement the curriculum of the School of Democracy at their university.
“They found the curriculum ingenious,” Alwi Rachman said.
Sabri summed up the impact of the school by quoting a local saying: “I dedicated my whole body to you, my King, but not my badik (dagger)”. Jeneponto is used to be part of the legendary Kingdom of Gowa, in the area north of Makassar.
Increasingly, the Jeneponto people are ridding themselves of their daggers, said Sabri.
“Today the saying has been modified into ‘dedicated myself to you my Regent, but not my intellectual capacity.’”
It means that astuteness has taken the place of the weapon, he said.
Or in other words, Sabri said, “I may have respect for you as my elder and leader but I will rely on myself when it comes to the way I look at things in this world.”
Source : Planet Mole
“The discussions, both frank and candid, were an eye-opener to the Jeneponto community. They were first held in a classroom setting within the school and later openly in a public broadcast conducted by a local radio broadcaster, with ‘talk-back’ discussions from the community,” said Idrus Taba of Melania Foundation, a research and education NGO based in Makassar.
The foundation is KID’s local partner in the Jeneponto School of Democracy, funded by the Netherlands-based Institute for Multiparty Democracy. Aside from Jeneponto, KID also runs four other schools in Banyuasin (South Sumatra), Malang (East Java), Tangerang (Banten) and Lembata (East Nusa Tenggara).
The unique social characteristics of Jeneponto were one of the reasons why KID, led by noted sociologist Dr. Ignas Kleden, chose the area as a site for the school in 2006, when it also set up the other four schools.
Public discussions are part of the school’s curriculum, which runs for a year, taking 30 students annually. Classroom sessions are held twice a month on Saturdays and Sundays.
“Community members in this remote town marveled at the opportunity to rub shoulders with local and national luminaries who led discussions, whose names they only learned from the newspaper,” said Idrus, who is also a lecturer at Hasanuddin University.
The school shuns the traditional classroom setting and emphasizes active student participation in classes, he said.
Lecturers at the school include scholars, bureaucrats, politicians, parliamentarians, NGO activists, businesspeople, feminists, religious leaders and journalists.
Opening the school in this exclusive community has proven problematic, he added.
“Initially it was extremely difficult. It was seen as a Western product and local people, being staunchly Muslim, rejected the school outright, especially when they learned the school was funded by a Western country.”
Idrus’s colleague at Melania Foundation, Mohd. Sabri, said Jeneponto people believed there was an ulterior motive in the foundation of the school.
“They were suspicious that we wanted to convert them to Christianity,” Sabri said.
Unperturbed, Idrus and Sabri approached fellow members of the Muhammadiyah socio-religious organization, their former student colleagues of Hasanuddin University as well as local community elders, and eventually their determination and diplomatic finesse gained them entry into the community.
Once the school took off, it did not take long to win the hearts of the locals.
“Especially when students are presented with examples from their own community, they start to understand democracy is something they really need to know,” said Sabri, who lectures on philosophy at the University of Islam in Makassar.
Subjects in the curriculum include democracy, social analysis, intellectual history of democracy, political and government systems, public policies, democracy and business, law and human rights and conflict resolution.
Students of the school said the lessons they learned from the school have been a boon.
“We put accounting and budgeting records on the wall for everybody to see. This is a lesson on accountability and transparency. I learned about the importance of making decisions through majority votes,” said NGO activist Suryani Hajar Gaptur, a student in 2007.
Takdir Alfiat, a student in 2006, said there was widespread interest in joining the school. Each year more than 200 people apply for a place, but it has only 30 seats,” Takdir said.
Mohd. Isra, a Muslim who once vehemently opposed the school, said he ended up taking part regularly at the public discussions it held.
“In the end there are good things that we can learn from the discussions,” Isra said,
Isra is not a student of the school, but like other Jeneponto residents, he is welcome to join public discussions and the numerous radio talk shows and film showings.
Jeneponto is not alone in its exclusive character, said Sabri. Many regencies in the province, he said, are either anti-Christian or anti-outside-traders.
“But I don’t think these characteristics are rooted in ancient Jeneponto tradition. I am still researching the origin of these sentiments. For the time being I believe they are more the result of competing interests arising after our 1945 independence,” he said.
Dr. Deddy Tikson, a professor of political science at Hasanuddin University, said alumni of the school were better off in understanding democracy than college students.
“We are talking about traders or farmers who attend the school. The South Sulawesi government should adopt the school. The local parliamentarians should apply for funding to finance such a school,” said Deddy, who also lectures at the school.
The school has a very positive impact on the Jeneponto community, he said.
“It is like a movement, a reformation movement, since it is free of any kind of indoctrination. The students are free to discuss democracy as they see it in their own community or the western liberal democracy,” said Deddy.
Another lecturer at Hasanuddin University said his students had asked him to implement the curriculum of the School of Democracy at their university.
“They found the curriculum ingenious,” Alwi Rachman said.
Sabri summed up the impact of the school by quoting a local saying: “I dedicated my whole body to you, my King, but not my badik (dagger)”. Jeneponto is used to be part of the legendary Kingdom of Gowa, in the area north of Makassar.
Increasingly, the Jeneponto people are ridding themselves of their daggers, said Sabri.
“Today the saying has been modified into ‘dedicated myself to you my Regent, but not my intellectual capacity.’”
It means that astuteness has taken the place of the weapon, he said.
Or in other words, Sabri said, “I may have respect for you as my elder and leader but I will rely on myself when it comes to the way I look at things in this world.”
Source : Planet Mole
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha, yang dirinci berdasarkan Lahan Sawah mencapai 7.253 Ha (18,32%) dan Lahan Kering mencapai 32.330 Ha. Secara administrasi Kabupaten Bantaeng terdiri atas 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan dan 46 desa. Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa (sumber data BPS Bantaeng 2008). Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut.
Source : Bantaeng Government
Source : Bantaeng Government
Bantaeng Butta toa
Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21'23"-5o35'26" lintang selatan dan 119o51'42"-120o5'26"bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan. Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.
Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ±39.583 Ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung 2.773 hektar. secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).
Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian. Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.
Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar, dan lain-lain.
Pariwisata
Sektor lain yang perlu diperhitungkan adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bantaeng memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran memang jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tempat menarik, sepeti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peningalan-peninggalan sejarah seperti Balla Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.
Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerah lainnya dengan mengembangkan penataan kota melaui pembuatan taman, drainase, lampu jalan, dan lain-lain.
Source : Bantaeng Government
Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ±39.583 Ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Hektar dan hutan lindung 2.773 hektar. secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Hektar (2006).
Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian. Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.
Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar, dan lain-lain.
Pariwisata
Sektor lain yang perlu diperhitungkan adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bantaeng memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran memang jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tempat menarik, sepeti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peningalan-peninggalan sejarah seperti Balla Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat.
Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerah lainnya dengan mengembangkan penataan kota melaui pembuatan taman, drainase, lampu jalan, dan lain-lain.
Source : Bantaeng Government
Download Video Gratis
Wednesday, January 6, 2010
Get the video and enjoy it...!!!
Visualisasi Bonthain dapat disaksikan dengan kehadiran beberapa video di bawah ini. Namun alangkah indahnya lagi, bilamana rekan-rekan segera mengunjungi kota yang amat kecil ini. Tentunya setelah menyaksikan video yang telah di download.
1. B Gallery Band - cUMa kAMu yANg Ge eR
2. B Gallery Band - For Our Dream
3. Jamaah Sholat Ied 1429 H MEMBLUDAK
4. Outbound Loka Camp_Makassar Power
5. Suasana Idul Fitri 1429 H di Bantaeng-a
6. Suasana Idul Fitri 1429 H di Bantaeng-b
7. Si Bolang cari SAPIRI
8. Pelantikan Bupati Bantaeng-1
9. Pelantikan Bupati Bantaeng-2a
10. Pelantikan Bupati Bantaeng-2b
11. Pelantikan Bupati Bantaeng-2c
12. Pelantikan Bupati Bantaeng-2d
13. Pelantikan Bupati Bantaeng-2e
14. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-1
15. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-2
16. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-3
17. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-4
18. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-5
19. Idul Adha 1429 H-b1
20. Idul Adha 1429 H-b2
21. Idul Adha 1429 H-b3
22. Idul Adha 1429 H-b4
23. Idul Adha 1429 H-b5
24. Idul Adha 1429 H-b6
25. Goyang Sah-1
26. Goyang Sah-2
27. Road Race BONTHAIN (Kejurda Seri ke-3)-1
28. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-1
29. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-2
30. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-3
31. Rescue from Tower BTS in Bonthain
32. Freedom_45 - Terbang (Ambae Band & Spongebob Band)
33. Di larang merekam011
1. B Gallery Band - cUMa kAMu yANg Ge eR
2. B Gallery Band - For Our Dream
3. Jamaah Sholat Ied 1429 H MEMBLUDAK
4. Outbound Loka Camp_Makassar Power
5. Suasana Idul Fitri 1429 H di Bantaeng-a
6. Suasana Idul Fitri 1429 H di Bantaeng-b
7. Si Bolang cari SAPIRI
8. Pelantikan Bupati Bantaeng-1
9. Pelantikan Bupati Bantaeng-2a
10. Pelantikan Bupati Bantaeng-2b
11. Pelantikan Bupati Bantaeng-2c
12. Pelantikan Bupati Bantaeng-2d
13. Pelantikan Bupati Bantaeng-2e
14. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-1
15. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-2
16. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-3
17. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-4
18. Simulasi HARLA oleh PMI Cab. Bantaeng-5
19. Idul Adha 1429 H-b1
20. Idul Adha 1429 H-b2
21. Idul Adha 1429 H-b3
22. Idul Adha 1429 H-b4
23. Idul Adha 1429 H-b5
24. Idul Adha 1429 H-b6
25. Goyang Sah-1
26. Goyang Sah-2
27. Road Race BONTHAIN (Kejurda Seri ke-3)-1
28. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-1
29. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-2
30. Sholat Idul Fitri 1431 H ala ambae bro...-3
31. Rescue from Tower BTS in Bonthain
32. Freedom_45 - Terbang (Ambae Band & Spongebob Band)
33. Di larang merekam011
Bantaeng anniversary of the 755
Monday, December 7, 2009
Bantaeng now 755 year old on December 7, 2009.
all Ambae say
at the age of the 755 years. Hopefully Bonthain increasingly mature, capable of realizing the dream becomes more developed regions, to The New Bantaeng
Badik in symbolize as courage, but it does not mean always with violence. Courage in many ways and so vast.
Similarly, why should wear Badik in the picture above.
brief picture above depicts a BIKE with 2 wheels like as Black Car Community or Djarum Black Motodify. Plus yellow brown body. What is striking because the steering wheel/steering it is Badik.
Maybe that did not have time to note that the image Badik figure represents 7 (Seven), while the Front and Rear Tires each figure represents 5 (Five) is formed and arranged in such a way that resembles BICYCLE TIRES.
So like a reply Bantaeng age to enter the year 755, the image has presents.
While the symbol BIKE, characterizes how the District government programs in the declaration Bantaeng BACK to NATURE by civilizing activities Bantaeng likes to bicycle in a healthier community. Bantaeng can reduce pollution, including the highly destructive of our natural as one step in anticipation of GLOBAL WARMING.
In terms of color selection.
Yellow symbolizes how people Bantaeng ready to support any government effort. Yellow symbolizes OPTIMIS attitude, FLEXIBILITY and FREEDOM.
While we have defined that chocolate is a Bantaeng as Oldest Land (BUTTA TOA) which is contained inside the element of maturity.
There are things that may not even be the center of attention from the picture. Please note that the bicycle is not fitted with a paddle. regional emblem on the back of the bike.
We assume that the area is a regional symbol of Bantaeng that should be brought forward by the leader who sits in the front seat. But, lack of bicycle pedal at precisely meberi appeal especially to the general public to want people Bantaeng together and be able to PROMOTE this bike to Black In News.
In a broader sense of leadership that, can’t walk alone without the help of all elements of society.
Moreover, in creating The New Bantaeng. Many of those who doubted it, but when we all come together to build these things with a sense of optimism. Hopes, NOT THAT THERE MAY NOT.
all Ambae say
at the age of the 755 years. Hopefully Bonthain increasingly mature, capable of realizing the dream becomes more developed regions, to The New Bantaeng
Badik in symbolize as courage, but it does not mean always with violence. Courage in many ways and so vast.
Similarly, why should wear Badik in the picture above.
brief picture above depicts a BIKE with 2 wheels like as Black Car Community or Djarum Black Motodify. Plus yellow brown body. What is striking because the steering wheel/steering it is Badik.
Maybe that did not have time to note that the image Badik figure represents 7 (Seven), while the Front and Rear Tires each figure represents 5 (Five) is formed and arranged in such a way that resembles BICYCLE TIRES.
So like a reply Bantaeng age to enter the year 755, the image has presents.
While the symbol BIKE, characterizes how the District government programs in the declaration Bantaeng BACK to NATURE by civilizing activities Bantaeng likes to bicycle in a healthier community. Bantaeng can reduce pollution, including the highly destructive of our natural as one step in anticipation of GLOBAL WARMING.
In terms of color selection.
Yellow symbolizes how people Bantaeng ready to support any government effort. Yellow symbolizes OPTIMIS attitude, FLEXIBILITY and FREEDOM.
While we have defined that chocolate is a Bantaeng as Oldest Land (BUTTA TOA) which is contained inside the element of maturity.
There are things that may not even be the center of attention from the picture. Please note that the bicycle is not fitted with a paddle. regional emblem on the back of the bike.
We assume that the area is a regional symbol of Bantaeng that should be brought forward by the leader who sits in the front seat. But, lack of bicycle pedal at precisely meberi appeal especially to the general public to want people Bantaeng together and be able to PROMOTE this bike to Black In News.
In a broader sense of leadership that, can’t walk alone without the help of all elements of society.
Moreover, in creating The New Bantaeng. Many of those who doubted it, but when we all come together to build these things with a sense of optimism. Hopes, NOT THAT THERE MAY NOT.
Toyota Motor Corp. Ehime. help Bonthain
Wednesday, November 11, 2009General Manager of Toyota Japan Hidekazu admitted Futagami impressed with the rapid development in the District of Bantaeng in the last year. Its construction is very fast when only a year, he said when Blackinnovationawards goes to campus the landfill project and development plans Prof. hospital. Dr. H. M. Anwar Makkatutu, precisely on Friday September 11, 2009. Bos Ehime Toyota Motor Corporation reached the Bantaeng with Chief Mechanic Nangoku Netz Toyota Corporation, Seiichi Yamamoto and Takashi Fujie. This is the third time Hidekazu Futagami come to the district nicknamed this Toa Butta.
Arrival time to see the utilization of Toyota Japan Ehime assistance of Prof. hospital facilities. Dr. H. M. Anwar Makkatutu some time ago. Help for a hospital patient beds and other facilities. Ambulance assistance was 5 units and 1 unit of the Fire Department vehicle has yet to be realized because there are still technical obstacles to the delivery of Indonesia. Still, he promised to send more aid to districts led by alumni of Japan (DR. Nurdin Abdullah). In principle we do not restrict any assistance to be provided Ehime Japan Toyota, light Bantaeng Regent Beach while watching the accumulation of Chrysanthemum with the gentleman.
Whose name help, whatever will we receive, added to Hidekazu Futagami Nurdin who speak in Japanese. He then expressed his Blackinnovationawards for Regent building Bantaeng launched. Chrysanthemum beach is now filled up as far as 200 meters towards the sea for the construction of 5-story hospital is expected to be a referral hospital in the southern region SulSel. Not yet clear, whether there is further assistance from the Ehime Toyota on the construction of the hospital, but who clearly support the bed as much as 100 units are used, added the Director Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Kes).
According Syafruddin, Bantaeng hospitals are not only expected to be a referral center in South SulSel but also will be Trauma Center. This is the need to address the rapid development of mega-project The New Bantaeng. To restore the area once the center of government (Cambodgien) in the south SulSel.
Attention of the world's largest automotive Djarum Black Motodify was against the district is 120 Kilometers south of Makassar, the relevant regions dijadikannya Bantaeng as built in Sulawesi, which marked the script signing of cooperation between the Regency. Ehime Bantaeng and Toyota on January 21, 2009 that then. Done signing between Regent Bantaeng (HM Nurdin Abdullah) with the President of Ehime Toyota Motor Corp. (Yokota Hideka). Signatories to the agreement when the manuscript was witnessed by Prof.. Dr. Eng Ryuichi Yatabe (Ehime University Provost), Member of Parliament Bantaeng District and the official in this area. The deal was among others in the provision of infrastructure by Toyota Motor Corp. Ehime. While the Regency. Bantaeng guarantee to provide protection and security. In the agreement also appointed coordinators entrusted to the Regional Secretary (H. Shamsuddin). If future cooperation benefits both parties bring, God willing, will be local revenue (PAD).
The foundation makes Bantaeng District as an area built, partly because the mutual relationships and mutual understanding needs to be supported Bantaeng district legislature. There was also intended as promotion of regional potentials and resources in it to increase public welfare.
Arrival time to see the utilization of Toyota Japan Ehime assistance of Prof. hospital facilities. Dr. H. M. Anwar Makkatutu some time ago. Help for a hospital patient beds and other facilities. Ambulance assistance was 5 units and 1 unit of the Fire Department vehicle has yet to be realized because there are still technical obstacles to the delivery of Indonesia. Still, he promised to send more aid to districts led by alumni of Japan (DR. Nurdin Abdullah). In principle we do not restrict any assistance to be provided Ehime Japan Toyota, light Bantaeng Regent Beach while watching the accumulation of Chrysanthemum with the gentleman.
Whose name help, whatever will we receive, added to Hidekazu Futagami Nurdin who speak in Japanese. He then expressed his Blackinnovationawards for Regent building Bantaeng launched. Chrysanthemum beach is now filled up as far as 200 meters towards the sea for the construction of 5-story hospital is expected to be a referral hospital in the southern region SulSel. Not yet clear, whether there is further assistance from the Ehime Toyota on the construction of the hospital, but who clearly support the bed as much as 100 units are used, added the Director Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Kes).
According Syafruddin, Bantaeng hospitals are not only expected to be a referral center in South SulSel but also will be Trauma Center. This is the need to address the rapid development of mega-project The New Bantaeng. To restore the area once the center of government (Cambodgien) in the south SulSel.
Attention of the world's largest automotive Djarum Black Motodify was against the district is 120 Kilometers south of Makassar, the relevant regions dijadikannya Bantaeng as built in Sulawesi, which marked the script signing of cooperation between the Regency. Ehime Bantaeng and Toyota on January 21, 2009 that then. Done signing between Regent Bantaeng (HM Nurdin Abdullah) with the President of Ehime Toyota Motor Corp. (Yokota Hideka). Signatories to the agreement when the manuscript was witnessed by Prof.. Dr. Eng Ryuichi Yatabe (Ehime University Provost), Member of Parliament Bantaeng District and the official in this area. The deal was among others in the provision of infrastructure by Toyota Motor Corp. Ehime. While the Regency. Bantaeng guarantee to provide protection and security. In the agreement also appointed coordinators entrusted to the Regional Secretary (H. Shamsuddin). If future cooperation benefits both parties bring, God willing, will be local revenue (PAD).
The foundation makes Bantaeng District as an area built, partly because the mutual relationships and mutual understanding needs to be supported Bantaeng district legislature. There was also intended as promotion of regional potentials and resources in it to increase public welfare.
Bantaeng Tennis Wins again
Sunday, October 25, 2009One more achievement Junior tennis players from Bantaeng Tennis Autoblackthrough on the National level, having won in 2009 Master's Bakrie in Jakarta, which was held until Sunday, October 25, 2009. After conducting Road Show for 3 weeks in Vietnam and Malaysia (End of September until October 20, 2009), which Adim only able to escape to the Final Qualifying at the ITF International Junior Championship Vietnam, Ho Chi Minh City, Vietnam and Malaysia ITF International Junior Championship, Malaysia.
The second game was a duel Adim programs that have been given by the coach Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali to be followed in order to target the Asian champions can be fulfilled, he said. Adim, close calls Iswan Nur Adim Ramdani (KU 16 Th) became the first seed in the tournament held each year by Entrepreneur Success, former Union Cabinet Menkosra part I, Abu Rizal Bakrie. At the 2009 Masters tournament Bakrie was held on 23-25 October 2009 held at the Tennis courts
Rasuna Said, Jakarta.
Adim is now ranked 8th KU Top 16 Thn showed toughness in the KU 16 Years after playing a champion. After defeating his opponents each M. Lutjfi of Bandung with a score of 6-3, 6-3. Furthermore Krishna Deda against South Kalimantan with a score of 6-3, 6-1. The third opponent Ekky Hamzah also won by a score of 4-6, 7-5 (10-6). The fourth opponent of Abraham Unggulaga from Surabaya by a score of 6-3, 7-6 (4) and the final defeat of Bali Nyoman Cahyadi with a score of 6-3, 4-6,10-4.
Bakrie Master 2009, also witnessed success attended Adim, Abu Rizal Bakrie, the organizers and participants Bakrie Master. All participants are given a free stay facilities at Hotel Century Jakarta. For 16 years Age Black Community amounted to a total of 8 people and athletes who compete in all age groups is 40 people. And this is the best tennis event of the National. Of success Adim the umpteenth time, has received positive response and support the management by the Chairman of the DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Where in the delivery to the Manager and Coach Bantaeng Tennis Camp said, "It is hoped many of the achievements Adim, because this is a regional asset of the most accomplished and needs serious Blackinnovationawards from the regency. Bantaeng. And promised to speak specifically to the Regent Bantaeng, in order to defend a fixed Adim Bantaeng areas at the national level, Asian and International ".
Responses of DPRD Bantaeng get a response back from Bantaeng Tennis Camp Manager is also well Kabid. Coaching Achievement KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) in a release said that "We feel grateful for this good feedback, and we will again review the training programs for our children another. Who now have to do is to reform the system for cadre training after Adim. We have athletes who are also potential tennis as Nur Oktafianti SulSel now represented on POPNAS October 2009 in Yogyakarta. Similarly Fauziah Aziz, Azima Faradina and Yaumil Iswan ".
The second game was a duel Adim programs that have been given by the coach Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali to be followed in order to target the Asian champions can be fulfilled, he said. Adim, close calls Iswan Nur Adim Ramdani (KU 16 Th) became the first seed in the tournament held each year by Entrepreneur Success, former Union Cabinet Menkosra part I, Abu Rizal Bakrie. At the 2009 Masters tournament Bakrie was held on 23-25 October 2009 held at the Tennis courts
Rasuna Said, Jakarta.
Adim is now ranked 8th KU Top 16 Thn showed toughness in the KU 16 Years after playing a champion. After defeating his opponents each M. Lutjfi of Bandung with a score of 6-3, 6-3. Furthermore Krishna Deda against South Kalimantan with a score of 6-3, 6-1. The third opponent Ekky Hamzah also won by a score of 4-6, 7-5 (10-6). The fourth opponent of Abraham Unggulaga from Surabaya by a score of 6-3, 7-6 (4) and the final defeat of Bali Nyoman Cahyadi with a score of 6-3, 4-6,10-4.
Bakrie Master 2009, also witnessed success attended Adim, Abu Rizal Bakrie, the organizers and participants Bakrie Master. All participants are given a free stay facilities at Hotel Century Jakarta. For 16 years Age Black Community amounted to a total of 8 people and athletes who compete in all age groups is 40 people. And this is the best tennis event of the National. Of success Adim the umpteenth time, has received positive response and support the management by the Chairman of the DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Where in the delivery to the Manager and Coach Bantaeng Tennis Camp said, "It is hoped many of the achievements Adim, because this is a regional asset of the most accomplished and needs serious Blackinnovationawards from the regency. Bantaeng. And promised to speak specifically to the Regent Bantaeng, in order to defend a fixed Adim Bantaeng areas at the national level, Asian and International ".
Responses of DPRD Bantaeng get a response back from Bantaeng Tennis Camp Manager is also well Kabid. Coaching Achievement KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) in a release said that "We feel grateful for this good feedback, and we will again review the training programs for our children another. Who now have to do is to reform the system for cadre training after Adim. We have athletes who are also potential tennis as Nur Oktafianti SulSel now represented on POPNAS October 2009 in Yogyakarta. Similarly Fauziah Aziz, Azima Faradina and Yaumil Iswan ".
Pertamina Gas Cylinder For in Bantaeng
Friday, October 23, 2009PT. Pertamina (Persero) began distributing gas cylinders and stoves to Black Community in the District Bantaeng since Friday, October 23, 2009. Early stages of the division of oil-tubes for the conversion of these lands were obtained in two urban villages (Keke and Urban Villages Urban Villages Gantarang TOMBOLO) in District Gantarang Keke.
Division of kerosene replacement facility was done in a symbolic head of the Office of Industry and Trade (Perindag) Bantaeng District (Abd. Rashid) witnessed by officials and consultants related to Pertamina for the conversion of kerosene to gas. The number of cylinders and gas stoves Autoblackthrough goes to campus in Gantarang Keke of District 696 of the Family Head (KK), while in Kelurahan TOMBOLO numbered 563 families followed another village in the district with a total of 4149 families.
After Sub Gantarang Keke, the Djarum Black Slimznation of the same facilities will also be conducted in District Ere Feeling, precisely on October 24, 2009, followed by Sub Pa'jukukang will do for 2 days ie 25-26 October 2009, clearly Muliati (Gas Distribution Field Coordinator and Stove Gas) for the District Bantaeng. Accompanied Muliati Sugiono and Andre admitted a delay in the distribution of gas cylinders and stoves in this area. Initially we were scheduled Thursday, October 22, 2009, but was only able to begin Friday, October 23, 2009 due to technical problems the data collection.
Special Sub Bantaeng, the distribution of gas cylinders and stoves will be 28-29 October 2009. Before that, exactly on the date of delivery 26-27 stoves and gas cylinders will be in District Tompobulu. Channeling in District 8100, amounting to Bissappu KK will be conducted on October 30, 2009. Ending the distribution will be carried out simultaneously in 2 districts each district and Ulu Sinoa Ere on October 31, 2009. He then called the initial data estimates as many as 53,000 families. But after verification number was 48,039 families. This is due to requirements to obtain subsidized stoves and gas cylinders containing 3 kg of this other than KK and ID requirements also do not have a gas stove.
Head Office District Perindag Bantaeng hope, Pertamina to prepare for the anticipated replacement tube 3 Kg of course content is not equal to the tube containing 12 Kg. Readiness is in anticipation of the possibility of unrest since the burner tubes and distributed, Pertamina automatically cut down on gasoline in this area and with the new price (non-subsidized) USD 7000/liter, he said. Answering these concerns, Muliati said, its distribution is also performed automatically on the agent who already has permission kerosene sales. They automatically become gas distributor 3 Kg. Similarly, with agents and distributors who had already sold 12 kg cylinders.
Division of kerosene replacement facility was done in a symbolic head of the Office of Industry and Trade (Perindag) Bantaeng District (Abd. Rashid) witnessed by officials and consultants related to Pertamina for the conversion of kerosene to gas. The number of cylinders and gas stoves Autoblackthrough goes to campus in Gantarang Keke of District 696 of the Family Head (KK), while in Kelurahan TOMBOLO numbered 563 families followed another village in the district with a total of 4149 families.
After Sub Gantarang Keke, the Djarum Black Slimznation of the same facilities will also be conducted in District Ere Feeling, precisely on October 24, 2009, followed by Sub Pa'jukukang will do for 2 days ie 25-26 October 2009, clearly Muliati (Gas Distribution Field Coordinator and Stove Gas) for the District Bantaeng. Accompanied Muliati Sugiono and Andre admitted a delay in the distribution of gas cylinders and stoves in this area. Initially we were scheduled Thursday, October 22, 2009, but was only able to begin Friday, October 23, 2009 due to technical problems the data collection.
Special Sub Bantaeng, the distribution of gas cylinders and stoves will be 28-29 October 2009. Before that, exactly on the date of delivery 26-27 stoves and gas cylinders will be in District Tompobulu. Channeling in District 8100, amounting to Bissappu KK will be conducted on October 30, 2009. Ending the distribution will be carried out simultaneously in 2 districts each district and Ulu Sinoa Ere on October 31, 2009. He then called the initial data estimates as many as 53,000 families. But after verification number was 48,039 families. This is due to requirements to obtain subsidized stoves and gas cylinders containing 3 kg of this other than KK and ID requirements also do not have a gas stove.
Head Office District Perindag Bantaeng hope, Pertamina to prepare for the anticipated replacement tube 3 Kg of course content is not equal to the tube containing 12 Kg. Readiness is in anticipation of the possibility of unrest since the burner tubes and distributed, Pertamina automatically cut down on gasoline in this area and with the new price (non-subsidized) USD 7000/liter, he said. Answering these concerns, Muliati said, its distribution is also performed automatically on the agent who already has permission kerosene sales. They automatically become gas distributor 3 Kg. Similarly, with agents and distributors who had already sold 12 kg cylinders.
Three countries want to develop Bantaeng
Sunday, October 11, 2009Investors from the three countries each from South Korea, Japan and Malaysia met in Bantaeng. The foreign businessmen were expressed different interests to invest in this area. South Korean investors from Mirae Tech business Black Community interested in cotton seed processing industry are investors from Sirim Berhad Malaysia interested in the management of seaweed.
In contrast to these two business groups from both countries, Japanese businessmen will make a survey for the development of tourism kasawan workshops. Region will be the resort for elderly parents in the winter. Although the parents, but they have the expertise. Regent Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) when receiving the investors in the home district office, precisely on Saturday afternoon October 10, 2009 hoping their expertise can be utilized in Bantaeng so that we can absorb the knowledge and experience particularly in the field of medicine and agriculture.
He then hopes to all the district masyatakat Toa Butta was nicknamed to be more open to investing more Djarum Black Menthol. Investment will open up new jobs. Nurdin was later appointed investment in fish processing area owned by PT. Global Seafood International Indonesia, which operates immediately. Fish processing industry surimi exports to Japan to absorb 1,000
In contrast to these two business groups from both countries, Japanese businessmen will make a survey for the development of tourism kasawan workshops. Region will be the resort for elderly parents in the winter. Although the parents, but they have the expertise. Regent Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) when receiving the investors in the home district office, precisely on Saturday afternoon October 10, 2009 hoping their expertise can be utilized in Bantaeng so that we can absorb the knowledge and experience particularly in the field of medicine and agriculture.
He then hopes to all the district masyatakat Toa Butta was nicknamed to be more open to investing more Djarum Black Menthol. Investment will open up new jobs. Nurdin was later appointed investment in fish processing area owned by PT. Global Seafood International Indonesia, which operates immediately. Fish processing industry surimi exports to Japan to absorb 1,000
Straw Fermentation
Friday, October 2, 2009Breeders incorporated in the District Farmers Group received Blackinnovationawards and Djarum Black Slimznation Bantaeng straw fermentation technology for cattle feed. The training was conducted Hasanuddin University Faculty of Animal Husbandry in cooperation Bantaeng administration and Makassar Muhammadiyah University.
Synergy Team Leader for Community Empowerment (Sibermas), Suhendra Pancawijaya said, the training is to support farming activities in this area, especially in a bad season. Forage nutrition professor Faculty of Animal Husbandry Unhas said, the new activity was first introduced to the farmer uses a lot of local materials spread, even likely wasted.
Therefore, through training, he beharap breeders in this area can use the surrounding natural potential, especially in difficult season like now, he explained during training Farmers Group Borongloe Beringin Jaya Village District Pa'jukukang, exactly the day on Friday October 2, 2009. Training is witnessed Head of Livestock Department of Agriculture and Forestry District Bantaeng (Ritha Pasha) and some other officials. This simple technology can improve the nutritional value of feed, as well as the quality and quality because a supplemental material to cattle.
Answering questions, he said, other than rice straw, farmer can also use corn straw, weeds or the seaweed known as sango, sango, cocoa leather, kapok seeds and cashew nuts. All the potential that many in this area can be used to feed, light Suhendra stating its readiness to help in the long term, including the development of appropriate industry or government strategic plan Bantaeng.
Head of Livestock Department of Agriculture and Forestry welcomes Bantaeng District simple technology to help farmers in their working area. He hopes, ranchers give serious attention to coaching a team made from cattle remains Unhas to obtain a good feed. In order for the training is going well, Ritha also asked the coach to be more actively encouraged farmers so that the training goal and the time has advanced breeders feed their own making.
This training is very important since the district has a population of cattle Pa'jukukang enough. Through the training of feed production, farmers are expected to address the needs of livestock, especially in the dry season because the elephant grass and other foods hard to keep in the long run, he said.
Synergy Team Leader for Community Empowerment (Sibermas), Suhendra Pancawijaya said, the training is to support farming activities in this area, especially in a bad season. Forage nutrition professor Faculty of Animal Husbandry Unhas said, the new activity was first introduced to the farmer uses a lot of local materials spread, even likely wasted.
Therefore, through training, he beharap breeders in this area can use the surrounding natural potential, especially in difficult season like now, he explained during training Farmers Group Borongloe Beringin Jaya Village District Pa'jukukang, exactly the day on Friday October 2, 2009. Training is witnessed Head of Livestock Department of Agriculture and Forestry District Bantaeng (Ritha Pasha) and some other officials. This simple technology can improve the nutritional value of feed, as well as the quality and quality because a supplemental material to cattle.
Answering questions, he said, other than rice straw, farmer can also use corn straw, weeds or the seaweed known as sango, sango, cocoa leather, kapok seeds and cashew nuts. All the potential that many in this area can be used to feed, light Suhendra stating its readiness to help in the long term, including the development of appropriate industry or government strategic plan Bantaeng.
Head of Livestock Department of Agriculture and Forestry welcomes Bantaeng District simple technology to help farmers in their working area. He hopes, ranchers give serious attention to coaching a team made from cattle remains Unhas to obtain a good feed. In order for the training is going well, Ritha also asked the coach to be more actively encouraged farmers so that the training goal and the time has advanced breeders feed their own making.
This training is very important since the district has a population of cattle Pa'jukukang enough. Through the training of feed production, farmers are expected to address the needs of livestock, especially in the dry season because the elephant grass and other foods hard to keep in the long run, he said.
Agriculture prize
Thursday, August 6, 2009South Sulawesi (Sulawesi Selatan) won back the agricultural sector. This time the Governor Syahrul Yasin Limpo and Regent Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah who received Blackinnovationawards from the Indonesian Agricultural Research and Development Agency.
Awards are given for Djarum Black Motodify to develop agriculture in this region. Head of Public Relations Local Government District Bantaeng Joni Tambing, S. Sos said the award is achieved in the agricultural sector has its own meaning for the district is 120 Kilometers south of this city of Makassar.
Since led DR. Nurdin Abdullah, District Bantaeng mengembangakn rice growing system known as Legowo-21. This planting system successfully boost production from an average of 4 tons / ha to 8-10 tons / ha.
Regent also developed a high economic value crops such as apples and strawberries in Bonto Lojong, District of Ulu Ere. Village that will be the Village Independent pecontohan also been promoting the planting of ornamental plants.
Development of these commodities, but is intended to meet local demand, also meet the export market. Ornamental plants, Joni clearly now have a request from the Korean market.
To support these investments, the Chief District Team PKK Bantaeng Ir. Lies F. Nurdin and their staffs have done socialization and cultivation practices that many women liked it.
Hopefully, if the production of ornamental plants, will restore the image in District Kampong Ulu Loka Ere as the City Flower.
Awards are given for Djarum Black Motodify to develop agriculture in this region. Head of Public Relations Local Government District Bantaeng Joni Tambing, S. Sos said the award is achieved in the agricultural sector has its own meaning for the district is 120 Kilometers south of this city of Makassar.
Since led DR. Nurdin Abdullah, District Bantaeng mengembangakn rice growing system known as Legowo-21. This planting system successfully boost production from an average of 4 tons / ha to 8-10 tons / ha.
Regent also developed a high economic value crops such as apples and strawberries in Bonto Lojong, District of Ulu Ere. Village that will be the Village Independent pecontohan also been promoting the planting of ornamental plants.
Development of these commodities, but is intended to meet local demand, also meet the export market. Ornamental plants, Joni clearly now have a request from the Korean market.
To support these investments, the Chief District Team PKK Bantaeng Ir. Lies F. Nurdin and their staffs have done socialization and cultivation practices that many women liked it.
Hopefully, if the production of ornamental plants, will restore the image in District Kampong Ulu Loka Ere as the City Flower.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor