Showing posts with label Fire Rescue. Show all posts
Showing posts with label Fire Rescue. Show all posts
ToyoAce - Hasil Memulung di Jepang
Tuesday, January 27, 2015
Pantai Seruni kembali diramaikan ceremonial event dalam rangka Serah Terima bantuan hibah dari negeri Sakura.
Mobil Damkar sebanyak 6 unit, masing-masing mobil bermerek Toyota dengan tipe Hiace (nama kerennya : ToyoAce), terdiri dari 5 unit ukuran standar beroda 4 dan 1 unit ukuran mini yang juga beroda 4.
Mobil Ambulance (Paramedic Car) sebanyak 1 unit dilengkapi teknologi modern. Kemampuan armada ini dapat membantu Tim Medis melakukan operasi ringan dan beberapa tindakan penyelamatan darurat sebelum tiba di rumah sakit.
Mobil Bus Pariwisata sebanyak 1 unit dengan kapasitas 20 orang. Nantinya diharapkan dimanfaatkan untuk beberapa fungsi, antara lain transportasi pariwisata dan penjemputan tamu.
Ketiga jenis mobil tersebut merupakan mobil matic. Meski bukan mobil yang baru dibuka dari plastiknya, mobil tersebut terbilang belum terlalu tua. Jarak tempuh penggunaanya di Jepang pada kisaran 200.000 Km/unitnya (sesuai data pabrikan yang resmi dan kondisi fisik Speedometer).
Pemerintah Kabupaten Bantaeng sangat senang dengan semua sumbangsih Jepang selama ini. Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Jepang, khususnya Ehime Toyota. Manfaat yang begitu besar dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng dengan hadirnya armada dalam bentuk bantuan hibah ini. Tentunya menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah dan masyarakat Butta Toa dalam menjaganya, tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).
Ditambahkan oleh orang nomor satu di daerah ini, APBD kita tidak mampu menyiapkan armada sebanyak ini. Sehingga kita patut bersyukur dan berterima kasih.
Tak hanya Kabupaten Bantaeng yang telah mendapatkan bantuan hibah. Daerah lainnya antara lain Kota Makassar sebanyak 17 unit Mobil Damkar dan 1 unit Mobil Ambulance, Kabupaten Jeneponto sebanyak 1 unit Mobil Damkar, Kabupaten Takalar sebanyak 1 unit Mobil Damkar dan Kabupaten Pinrang sebanyak 3 unit Mobil Damkar serta Kabupaten Gunung Kidul di tanah Jawa. Sementara untuk Kota Pare-pare dan Kabupaten Jeneponto yang rencananya kembali akan mendapat bantuan hibah, saat ini Mobil Damkar dalam proses pengiriman dari Jepang menuju Indonesia.
Kehadiran armada pada hari ini, oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng disiapkan untuk memperkuat layanan Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain pada tingkat kecamatan. BSB yang di dalamnya antara lain mencakup unit Pemadam Kebakaran dan Tim Medis telah dibentuk pada beberapa kecamatan yakni Kecamatan Ulu Ere, Kecamatan Pa'jukukang dan Kecamatan Tompobulu. Ketiganya menjadi prioritas utama dengan pertimbangan jarak yang relatif jauh dari pusat Kota Bantaeng (markas utama BSB Bonthain).
Selamat kepada Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Bantaeng serta terima kasih kepada semua pihak yang berperan aktif didalamnya.
Mobil Damkar sebanyak 6 unit, masing-masing mobil bermerek Toyota dengan tipe Hiace (nama kerennya : ToyoAce), terdiri dari 5 unit ukuran standar beroda 4 dan 1 unit ukuran mini yang juga beroda 4.
Mobil Ambulance (Paramedic Car) sebanyak 1 unit dilengkapi teknologi modern. Kemampuan armada ini dapat membantu Tim Medis melakukan operasi ringan dan beberapa tindakan penyelamatan darurat sebelum tiba di rumah sakit.
Mobil Bus Pariwisata sebanyak 1 unit dengan kapasitas 20 orang. Nantinya diharapkan dimanfaatkan untuk beberapa fungsi, antara lain transportasi pariwisata dan penjemputan tamu.
Ketiga jenis mobil tersebut merupakan mobil matic. Meski bukan mobil yang baru dibuka dari plastiknya, mobil tersebut terbilang belum terlalu tua. Jarak tempuh penggunaanya di Jepang pada kisaran 200.000 Km/unitnya (sesuai data pabrikan yang resmi dan kondisi fisik Speedometer).
Pemerintah Kabupaten Bantaeng sangat senang dengan semua sumbangsih Jepang selama ini. Kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Jepang, khususnya Ehime Toyota. Manfaat yang begitu besar dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng dengan hadirnya armada dalam bentuk bantuan hibah ini. Tentunya menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah dan masyarakat Butta Toa dalam menjaganya, tutur H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng).
Ditambahkan oleh orang nomor satu di daerah ini, APBD kita tidak mampu menyiapkan armada sebanyak ini. Sehingga kita patut bersyukur dan berterima kasih.
Tak hanya Kabupaten Bantaeng yang telah mendapatkan bantuan hibah. Daerah lainnya antara lain Kota Makassar sebanyak 17 unit Mobil Damkar dan 1 unit Mobil Ambulance, Kabupaten Jeneponto sebanyak 1 unit Mobil Damkar, Kabupaten Takalar sebanyak 1 unit Mobil Damkar dan Kabupaten Pinrang sebanyak 3 unit Mobil Damkar serta Kabupaten Gunung Kidul di tanah Jawa. Sementara untuk Kota Pare-pare dan Kabupaten Jeneponto yang rencananya kembali akan mendapat bantuan hibah, saat ini Mobil Damkar dalam proses pengiriman dari Jepang menuju Indonesia.
Kehadiran armada pada hari ini, oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng disiapkan untuk memperkuat layanan Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain pada tingkat kecamatan. BSB yang di dalamnya antara lain mencakup unit Pemadam Kebakaran dan Tim Medis telah dibentuk pada beberapa kecamatan yakni Kecamatan Ulu Ere, Kecamatan Pa'jukukang dan Kecamatan Tompobulu. Ketiganya menjadi prioritas utama dengan pertimbangan jarak yang relatif jauh dari pusat Kota Bantaeng (markas utama BSB Bonthain).
Selamat kepada Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Bantaeng serta terima kasih kepada semua pihak yang berperan aktif didalamnya.
Niat Ujian Meja, Laptop Dilalap Si Jago Merah
Monday, September 15, 2014
Suwardi, salah seorang warga Kampung Campagaloe harus rela dengan nasib yang menimpanya. Seluruh barang pribadi dan barang keluarga habis dilalap si jago merah. Termasuk laptop yang telah disiapkan untuk mendukung niatan mengikuti Ujian Meja yang sedianya dilangsungkan besok (16 September 2014). Tidak satu pun berkas dan peralatan tersisa akibat kemarahan si jago merah melahap rumah kami, tuturnya.
Saya sudah siapkan segala sesuatunya sejak malam hari kemarinnya. Jas, Celana, Dasi yang akan saya pakai telah tertata rapi ke dalam tas. Tadi pagi saya berkemas lebih awal dan berencana berangkat menuju Makassar menjelang siang. Namun, nasib berkata lain. Inilah takdir, bagian dari rezeki dan ujian Allah Swt kepada kami sekeluarga, tambah Suwardi.
Putra pasangan Tompo dan Mariati tersebut berharap banyak kepada pihak-pihak yang peduli agar bisa meringankan beban yang menimpa keluarganya serta seluruh warga Campagaloe yang turut menjadi korban kebakaran terparah sepanjang sejarah Campagaloe. Beruntunglah data yang saya siapkan untuk Ujian Meja beserta data yang lain sudah saya backup melalui penyimpanan Online di internet, demikian disampaikan Suwardi yang akan segera menyelesaikan masa kuliahnya di STMIK Dipanegara Makassar Jurusan Teknik Informatika.
Kebakaran yang terjadi sejak pukul 07:00 pagi tadi tidak menelan korban jiwa. Sebanyak 29 rumah terbakar habis dan rata dengan tanah. Sementara 1 rumah dalam kondisi rusak parah akibat kebakaran yang baru bisa dipadamkan pada pukul 12:00 siang. Pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan kru yang terlatih tidak bisa membendung kobaran api yang sangat besar. Kehendak alam punya kuasa yang lain.
Kecepatan angin pada tingkat di atas rata-rata, bertiup dari arah Timur menghantam tiap rumah. Dalam waktu 30 menit, api sudah menjalar ke rumah tetangga. Pada akhirnya api terus berpindah dari rumah yang satu ke rumah berikutnya.
Dari olah TKP pihak berwajib, disinyalir kebakaran terjadi bermula akibat crossleting listrik dari perangkat rumah tangga berupa kabel power kulkas yang ada di rumah Maliang.
Dg. Koro dalam penuturannya berharap banyak kepada Pemerintah demi keberlangsungan hidup korban. Yang saya minta itu cuma dua pak, kami bisa makan dan bisa memiliki rumah kembali. Saya orang yang tidak mampu, mau kemana saya kalau tidak punya rumah. Apa juga mau ku kasi makan anak dan isteriku sekarang pak, tuturnya dalam logat Makassar.
Harapan yang hampir sama disampaikan korban lainnya. Agar Pemerintah, dalam hal ini Bupati Bantaeng bisa berbaik hati membantu para korban.
Korban yang berjumlah 116 orang dari 30 KK, dievakuasi menuju Rumah Jabatan Bupati Bantaeng pada pukul 01:00 siang. Mereka disuguhi makan siang dan diberikan semangat serta pemahaman-pemahaman agar bisa bersabar dan tabah dengan musibah yang menimpanya.
H. M. Nurdin Abdullah mengumpulkan para korban untuk melakukan perencanaan matang dalam upaya relokasi secara darurat maupun rencana tahap berikutnya. Pada kesempatan tersebut, Karaeng Nurdin (panggilan akrab Bupati Bantaeng) memberikan sumbangan berupa PAKAIAN BARU milik pribadi beliau. Dan untuk membekali korban, diberikan uang tunai sebesar Rp 1 Juta kepada masing-masing Kepala Keluarga.
Uangnya dipakai untuk belanja kebutuhan pokok Bapak dan Ibu sekalian. Hari ini juga, Bapak dan Ibu akan diantar ke Rusunawa yang ada di Mattoanging, dekat Pelabuhan Mattoanging. Untuk sementara waktu, kita akan menampung di Rusunawa tersebut yang sudah dilengkapi dengan kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi/WC.
Mudah-mudahan para korban bisa tabah dan bertahan untuk sementara waktu di Rusunawa yang ada di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu. Fasilitas disana sudah standar dan mampu menampung ribuan orang secara keseluruhan. Sambil kami upayakan untuk melakukan bedah rumah di kampung Campagaloe. Pemerintah akan melakukan identifikasi dan pendataan lebih lanjut mulai hari ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, para korban sudah bisa kembali dengan rumah yang baru, lanjut Nurdin Abdullah.
Selama proses evakuasi ini, mereka yang mungkin saja ingin ditampung oleh keluarganya akan kami beri keleluasaan, setelah menyampaikan kepada petugas yang bertanggung jawab di penampungan. Tentunya menjadi tanggung jawab kami sebagai Pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada korban. Kru Tagana dan beberapa relawan lainnya masih akan disiagakan di lokasi kejadian sampai beberapa hari ke depan. Tenda Posko, tenda darurat dan bantuan informasi telah kami sediakan disana. Demikian disampaikan Syahrul Bayan (Kadis. Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng).
Karena waktunya mendesak, Bupati Bantaeng juga akan memberikan laptop yang bisa digunakan oleh Suwardi untuk mengikuti ujian meja besok yang langsung diurus oleh Staf yang ditunjuk oleh H. M. Nurdin Abdullah.
Saya sudah siapkan segala sesuatunya sejak malam hari kemarinnya. Jas, Celana, Dasi yang akan saya pakai telah tertata rapi ke dalam tas. Tadi pagi saya berkemas lebih awal dan berencana berangkat menuju Makassar menjelang siang. Namun, nasib berkata lain. Inilah takdir, bagian dari rezeki dan ujian Allah Swt kepada kami sekeluarga, tambah Suwardi.
Putra pasangan Tompo dan Mariati tersebut berharap banyak kepada pihak-pihak yang peduli agar bisa meringankan beban yang menimpa keluarganya serta seluruh warga Campagaloe yang turut menjadi korban kebakaran terparah sepanjang sejarah Campagaloe. Beruntunglah data yang saya siapkan untuk Ujian Meja beserta data yang lain sudah saya backup melalui penyimpanan Online di internet, demikian disampaikan Suwardi yang akan segera menyelesaikan masa kuliahnya di STMIK Dipanegara Makassar Jurusan Teknik Informatika.
Kebakaran yang terjadi sejak pukul 07:00 pagi tadi tidak menelan korban jiwa. Sebanyak 29 rumah terbakar habis dan rata dengan tanah. Sementara 1 rumah dalam kondisi rusak parah akibat kebakaran yang baru bisa dipadamkan pada pukul 12:00 siang. Pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan kru yang terlatih tidak bisa membendung kobaran api yang sangat besar. Kehendak alam punya kuasa yang lain.
Kecepatan angin pada tingkat di atas rata-rata, bertiup dari arah Timur menghantam tiap rumah. Dalam waktu 30 menit, api sudah menjalar ke rumah tetangga. Pada akhirnya api terus berpindah dari rumah yang satu ke rumah berikutnya.
Dari olah TKP pihak berwajib, disinyalir kebakaran terjadi bermula akibat crossleting listrik dari perangkat rumah tangga berupa kabel power kulkas yang ada di rumah Maliang.
Dg. Koro dalam penuturannya berharap banyak kepada Pemerintah demi keberlangsungan hidup korban. Yang saya minta itu cuma dua pak, kami bisa makan dan bisa memiliki rumah kembali. Saya orang yang tidak mampu, mau kemana saya kalau tidak punya rumah. Apa juga mau ku kasi makan anak dan isteriku sekarang pak, tuturnya dalam logat Makassar.
Harapan yang hampir sama disampaikan korban lainnya. Agar Pemerintah, dalam hal ini Bupati Bantaeng bisa berbaik hati membantu para korban.
Korban yang berjumlah 116 orang dari 30 KK, dievakuasi menuju Rumah Jabatan Bupati Bantaeng pada pukul 01:00 siang. Mereka disuguhi makan siang dan diberikan semangat serta pemahaman-pemahaman agar bisa bersabar dan tabah dengan musibah yang menimpanya.
H. M. Nurdin Abdullah mengumpulkan para korban untuk melakukan perencanaan matang dalam upaya relokasi secara darurat maupun rencana tahap berikutnya. Pada kesempatan tersebut, Karaeng Nurdin (panggilan akrab Bupati Bantaeng) memberikan sumbangan berupa PAKAIAN BARU milik pribadi beliau. Dan untuk membekali korban, diberikan uang tunai sebesar Rp 1 Juta kepada masing-masing Kepala Keluarga.
Uangnya dipakai untuk belanja kebutuhan pokok Bapak dan Ibu sekalian. Hari ini juga, Bapak dan Ibu akan diantar ke Rusunawa yang ada di Mattoanging, dekat Pelabuhan Mattoanging. Untuk sementara waktu, kita akan menampung di Rusunawa tersebut yang sudah dilengkapi dengan kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi/WC.
Mudah-mudahan para korban bisa tabah dan bertahan untuk sementara waktu di Rusunawa yang ada di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu. Fasilitas disana sudah standar dan mampu menampung ribuan orang secara keseluruhan. Sambil kami upayakan untuk melakukan bedah rumah di kampung Campagaloe. Pemerintah akan melakukan identifikasi dan pendataan lebih lanjut mulai hari ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, para korban sudah bisa kembali dengan rumah yang baru, lanjut Nurdin Abdullah.
Selama proses evakuasi ini, mereka yang mungkin saja ingin ditampung oleh keluarganya akan kami beri keleluasaan, setelah menyampaikan kepada petugas yang bertanggung jawab di penampungan. Tentunya menjadi tanggung jawab kami sebagai Pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada korban. Kru Tagana dan beberapa relawan lainnya masih akan disiagakan di lokasi kejadian sampai beberapa hari ke depan. Tenda Posko, tenda darurat dan bantuan informasi telah kami sediakan disana. Demikian disampaikan Syahrul Bayan (Kadis. Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng).
Karena waktunya mendesak, Bupati Bantaeng juga akan memberikan laptop yang bisa digunakan oleh Suwardi untuk mengikuti ujian meja besok yang langsung diurus oleh Staf yang ditunjuk oleh H. M. Nurdin Abdullah.
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Monday, March 3, 2014
Gebrakan demi gebrakan dilakukan The Doctor of Bonthain. Sejak memimpin Bantaeng Butta Toa di awal tahun 2008 silam, berbagai perubahan nampak berseliwerang di Kabupaten Bantaeng. Pemadam Kebakaran tidak terlepas dari perhatiannya. Bahkan tercurah perhatian yang amat besar terhadap unit kerja yang berada di bawah pengawasan langsung Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Mimpi H. M. Nurdin Abdullah telah tercipta dengan dijadikannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah percontohan nasional, khususnya di bidang penanganan bencana. Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di kancah nasional berkat kesigapan aparatur yang bertugas di Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain. Didalamnnya terdapat unit respon yang siap siaga selama 24 jam sehari, antara lain Pemadam Kebakaran, Medis, ORARI, PMI dan Tagana.
Tahun 2014, Bonthain akan kedatangan kembali beberapa unit kendaraan dengan teknologi modern untuk memperkuat Brigade Siaga Bencana Bonthain, yakni :
The Doctor of Bonthain (sapaan akrab H. M. Nurdin Abdullah) mengajak kepada seluruh peserta Apel untuk mengheningkan cipta sejenak, mengirimkan do'a kepada almarhum Ilham (Boby) yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu saat menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pemadam Kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah membacakan Sambutan Tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Gamawan Fauzi) yang berlangsung sekitar 20 menit.
Gamawan Fauzi mengajak kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk proaktif melakukan penanganan kebakaran secara preventif bukan sekedar responsif saja. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran, baik lingkungan permukiman maupun hutan mmemberi dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatnya emisi gas sampai pada angka 470 Mega Ton. Asap tersebut seringkali menjadi faktor perselisihan, mengingat asap mampu melintasi batas wilayah daerah dan batas wilayah negara yang menimbulkan protes dari negara lain.
Peringatan HUT Damkar ke-95 kali ini mengambil tema "Mari kita cegah bersama kebakaran dan bencana pencemaran asap untuk mendukung lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca". Pemerintah Daerah selayaknya melakukan serangkaian penanganan kebakaran melalui sosialisasi terhadap bahaya kebakaran dan inspeksi terhadap kepemilikan peralatan standar pemadam kebakaran kepada pemilik usaha maupun masyarakat. Sehingga emisi gas dapat dikurangi dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang lebih nyaman dan sejuk.
Hal senada disampaikan pula oleh H. Abdullah Taibe (Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng) kepada Tim Bonthain setelah apel pagi tadi. Dikonfirmasi perihal waktu kedatangan mobil tersebut, H. Abdullah Taibe mengungkapkan, "Dalam waktu dekat, Bupati Bantaeng akan melakukan sejumlah kunjungan ke Jepang untuk membahas proses pengiriman kendaraan tersebut menuju Indonesia hingga tiba di Kabupaten Bantaeng."
Mimpi H. M. Nurdin Abdullah telah tercipta dengan dijadikannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah percontohan nasional, khususnya di bidang penanganan bencana. Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di kancah nasional berkat kesigapan aparatur yang bertugas di Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain. Didalamnnya terdapat unit respon yang siap siaga selama 24 jam sehari, antara lain Pemadam Kebakaran, Medis, ORARI, PMI dan Tagana.
Tahun 2014, Bonthain akan kedatangan kembali beberapa unit kendaraan dengan teknologi modern untuk memperkuat Brigade Siaga Bencana Bonthain, yakni :
- 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan fasilitas Lift yang kapasitasnya lebih kecil dari Mobil Damkar yang sudah ada sebelumnya.
- 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan kapasitas angkat 2 Ton yang juga dilengkapi dengan fasilitas Lift.
- 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran untuk skala kecil/biasa.
- 2 Unit Mobil Ambulance berteknologi modern yang mampu melakukan ICU berjalan dengan merek Nissan Elgrand.
- 1 Unit Mobil Bis.
The Doctor of Bonthain (sapaan akrab H. M. Nurdin Abdullah) mengajak kepada seluruh peserta Apel untuk mengheningkan cipta sejenak, mengirimkan do'a kepada almarhum Ilham (Boby) yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu saat menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pemadam Kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah membacakan Sambutan Tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Gamawan Fauzi) yang berlangsung sekitar 20 menit.
Gamawan Fauzi mengajak kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk proaktif melakukan penanganan kebakaran secara preventif bukan sekedar responsif saja. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran, baik lingkungan permukiman maupun hutan mmemberi dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatnya emisi gas sampai pada angka 470 Mega Ton. Asap tersebut seringkali menjadi faktor perselisihan, mengingat asap mampu melintasi batas wilayah daerah dan batas wilayah negara yang menimbulkan protes dari negara lain.
Peringatan HUT Damkar ke-95 kali ini mengambil tema "Mari kita cegah bersama kebakaran dan bencana pencemaran asap untuk mendukung lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca". Pemerintah Daerah selayaknya melakukan serangkaian penanganan kebakaran melalui sosialisasi terhadap bahaya kebakaran dan inspeksi terhadap kepemilikan peralatan standar pemadam kebakaran kepada pemilik usaha maupun masyarakat. Sehingga emisi gas dapat dikurangi dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang lebih nyaman dan sejuk.
Hal senada disampaikan pula oleh H. Abdullah Taibe (Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng) kepada Tim Bonthain setelah apel pagi tadi. Dikonfirmasi perihal waktu kedatangan mobil tersebut, H. Abdullah Taibe mengungkapkan, "Dalam waktu dekat, Bupati Bantaeng akan melakukan sejumlah kunjungan ke Jepang untuk membahas proses pengiriman kendaraan tersebut menuju Indonesia hingga tiba di Kabupaten Bantaeng."
Boby bukan Damkar biasa
Thursday, October 17, 2013
Bonthain berkabung sepeninggal salah seorang tokoh muda Bantaeng. Ilham bin Ridwan yang kerap disapa Boby, meninggalkan seorang isteri dan 2 orang anak. Boby dikenal oleh hampir semua warga Kabupaten Bantaeng, mulai dari masyarakat biasa, pengusaha, pihak berwajib hingga pejabat Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bahkan, dikenal sampai ke kota Bulukumba, Sinjai, Selayar, Jeneponto, Gowa, Takalar dan Jeneponto serta negeri seberang yakni Jepang. Sosok beliau yang ramah, giat dan tekun dalam bekerja serta penuh tanggung jawab menjadikannya sebagai tokoh teladan bagi banyak pihak.
Dalam kesehariannya, Boby aktif sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil pada Unit Satuan Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantaeng. Damkar merupakan salah satu unit yang tergabung ke dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, di bawah koordinasi langsung/induk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Pahlawan layak disandangnya, sehingga Pemerintah Kabupaten Bantaeng menganugerahi Penghargaan berupa Kenaikan Pangkat 1 Tingkat Anumerta menjadi Golongan II/c. "Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan segenap masyarakat merasakan kesedihan yang mendalam. Atas nama Pemerintah, saya menganugerahi kenaikan pangkat 1 tingkat dari Golongan II/b menjadi Golongan II/c terhadap pengabdiannya selama ini. Dan atas jasa-jasanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang baik yang membawanya wafat pada hari ini." Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dalam sambutan singkatnya pada Upacara Kebesaran Pemadam Kebakaran di depan makam almarhum dan ribuan pelayat yang mengantarnya.
Boby mengalami kecelakaan lalu lintas di Kampung Binamungang, Desa Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2013, sekitar pukul 06:00 Wita pagi. Kondisi jalan yang menurun dan terjal serta mesin mobil yang mati membuat Boby sebagai pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Dua orang kru Damkar yang berada di bagian belakang mobil, sempat melompat sebelum mobil terjerembab ke dalam jurang sedalam 75 meter. Dony yang berada di sebelah kiri driver, tidak sempat melompat. Sehingga Dony mengalami luka berat yang serius pada beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan Boby, mati di tempat setelah tertimpa kendaraannya sendiri yang terbalik ke kanan. Tutur saksi mata di TKP yang kemudian disesuaikan dengan keterangan saksi mata dari dua rekan almarhum yang selamat.
Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka di Jl. St. Hasanuddin I, Kampung Be'lang bagian Timur, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Berita ini kemudian menyebar dengan cepat ke setiap penjuru daerah. Rekan dan keluarga dari Jakarta sampai Selayar berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Dari pantauan Admin Bonthain, ratusan ribu orang hadir sampai mengantar ke peristirahatan terakhir almarhum Boby.
Hal terpedih yang dialami bukan saja karena kehilangan sosok yang dicintainya. Isteri almarhum Boby sedang melaksanakan kewajiban Wukuf di Arafah dalam rangkaian ibadah Haji tahun ini. Sehingga kesedihan semakin mendalam dirasakan, khususnya bagi anak bungsu almarhum yang masih berusia 3 tahun.
Semoga saja keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah yang tidak lain datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian anugerah yang tidak terelakkan. Dan kepada almarhum diberi tempat yang layak disisi-NYA atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Amin.
Dalam kesehariannya, Boby aktif sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil pada Unit Satuan Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantaeng. Damkar merupakan salah satu unit yang tergabung ke dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, di bawah koordinasi langsung/induk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Pahlawan layak disandangnya, sehingga Pemerintah Kabupaten Bantaeng menganugerahi Penghargaan berupa Kenaikan Pangkat 1 Tingkat Anumerta menjadi Golongan II/c. "Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan segenap masyarakat merasakan kesedihan yang mendalam. Atas nama Pemerintah, saya menganugerahi kenaikan pangkat 1 tingkat dari Golongan II/b menjadi Golongan II/c terhadap pengabdiannya selama ini. Dan atas jasa-jasanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang baik yang membawanya wafat pada hari ini." Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dalam sambutan singkatnya pada Upacara Kebesaran Pemadam Kebakaran di depan makam almarhum dan ribuan pelayat yang mengantarnya.
Boby mengalami kecelakaan lalu lintas di Kampung Binamungang, Desa Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2013, sekitar pukul 06:00 Wita pagi. Kondisi jalan yang menurun dan terjal serta mesin mobil yang mati membuat Boby sebagai pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Dua orang kru Damkar yang berada di bagian belakang mobil, sempat melompat sebelum mobil terjerembab ke dalam jurang sedalam 75 meter. Dony yang berada di sebelah kiri driver, tidak sempat melompat. Sehingga Dony mengalami luka berat yang serius pada beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan Boby, mati di tempat setelah tertimpa kendaraannya sendiri yang terbalik ke kanan. Tutur saksi mata di TKP yang kemudian disesuaikan dengan keterangan saksi mata dari dua rekan almarhum yang selamat.
Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka di Jl. St. Hasanuddin I, Kampung Be'lang bagian Timur, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Berita ini kemudian menyebar dengan cepat ke setiap penjuru daerah. Rekan dan keluarga dari Jakarta sampai Selayar berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Dari pantauan Admin Bonthain, ratusan ribu orang hadir sampai mengantar ke peristirahatan terakhir almarhum Boby.
Hal terpedih yang dialami bukan saja karena kehilangan sosok yang dicintainya. Isteri almarhum Boby sedang melaksanakan kewajiban Wukuf di Arafah dalam rangkaian ibadah Haji tahun ini. Sehingga kesedihan semakin mendalam dirasakan, khususnya bagi anak bungsu almarhum yang masih berusia 3 tahun.
Semoga saja keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah yang tidak lain datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian anugerah yang tidak terelakkan. Dan kepada almarhum diberi tempat yang layak disisi-NYA atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Amin.
Damkar Cilik
Saturday, May 18, 2013Pendidikan anak usia dini merupakan tonggak tumbuh kembangnya generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan anak bangsa pada era berikutnya. Sedini mungkin, anak-anak harus dibekali pendidikan yang positif. Anak-anak harus memahami banyak hal sebelum terjun ke masyarakat yang heterogen dengan berbagai pengaruh di dalamnya. Pendidik diharapkan lebih kreatif agar anak didik mampu mencintai pendidikan itu sendiri.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.
Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.
Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).
Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.
Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.
Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).
Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.
Pasar Allu-Jeneponto Terbakar
Saturday, August 20, 2011Kebakaran kembali melanda bagian selatan Sulawesi Selatan. Kali ini kebakaran terjadi di Kabupaten Jeneponto. Kota yang terbilang luas yang menghubungkan Kabupaten Bantaeng dan Kota Makassar. Sebuah Pasar yang terletak di Kampung Allu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto rata dengan tanah setelah dilalap api sejak pukul 15.00 Wita. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kru Pemadam Kebakaran Bantaeng yang tiba dari lokasi kejadian mengungkapkan bahwa timnya mengalami beberapa kendala dalam memadamkan api yang berkobar. Mengingat kondisi kekeringan yang dialami Butta Turatea-Jeneponto sepanjang tahun mengakibatkan susahnya supplai air bagi Mobil Pemadam Kebakaran.
Ratusan kios musnah dan rata dengan tanah, ratusan juta kerugian dialami para pedagang yang mendiami Pasar Allu tersebut. Kebakaran berlangsung beberapa jam akibat susahnya air. Dua mobil Pemadam Kebakaran Jeneponto tiba di TKP sekitar pukul 16.00 Wita tidak mampu membendung kobaran api yang terus melalap kios demi kios. Kondisi ini memaksa Pemadam Kebakaran Jeneponto meminta bantuan Pemadam Kebakaran Takalar. Sekitar satu jam kemudian, tibalah di lokasi kejadian 1 mobil Pemadam Kebakaran Takalar. Namun, api masih terus berkobar dan semakin membesar.
Tindakan preventif kembali diambil untuk mengantisipasi meluasnya lokasi kebakaran di sekitar area pemukiman. Pemadam Kebakaran Bantaeng pun dihubungi agar dapat mengerahkan bantuannya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Pemadam Kebakaran Bantaeng dengan sigap merespon permintaan dimaksud dengan segera meluncur ke TKP dan tiba sekitar pukul 04.45 Wita. Sebanyak tiga mobil dikerahkan bersama dengan puluhan kru.
Ketiga regu Pemadam Kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.30 Wita. Namun kondisi pasar telah ludes akibat amukan si jago merah. Nasib naas dialami para pedagang di Pasar Allu. Barang dagangan yang sedianya dipersiapkan menyambut Lebaran tahun ini telah musnah dan tinggal puing-puing bangunan kios.Baju baru, celana baru, kopiah baru, sajadah baru dan berbagai jenis pakaian baru yang siap jual tak lagi bisa dinikmati warga sekitar Pasar Allu.
Ratusan kios musnah dan rata dengan tanah, ratusan juta kerugian dialami para pedagang yang mendiami Pasar Allu tersebut. Kebakaran berlangsung beberapa jam akibat susahnya air. Dua mobil Pemadam Kebakaran Jeneponto tiba di TKP sekitar pukul 16.00 Wita tidak mampu membendung kobaran api yang terus melalap kios demi kios. Kondisi ini memaksa Pemadam Kebakaran Jeneponto meminta bantuan Pemadam Kebakaran Takalar. Sekitar satu jam kemudian, tibalah di lokasi kejadian 1 mobil Pemadam Kebakaran Takalar. Namun, api masih terus berkobar dan semakin membesar.
Tindakan preventif kembali diambil untuk mengantisipasi meluasnya lokasi kebakaran di sekitar area pemukiman. Pemadam Kebakaran Bantaeng pun dihubungi agar dapat mengerahkan bantuannya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Pemadam Kebakaran Bantaeng dengan sigap merespon permintaan dimaksud dengan segera meluncur ke TKP dan tiba sekitar pukul 04.45 Wita. Sebanyak tiga mobil dikerahkan bersama dengan puluhan kru.
Ketiga regu Pemadam Kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 22.30 Wita. Namun kondisi pasar telah ludes akibat amukan si jago merah. Nasib naas dialami para pedagang di Pasar Allu. Barang dagangan yang sedianya dipersiapkan menyambut Lebaran tahun ini telah musnah dan tinggal puing-puing bangunan kios.Baju baru, celana baru, kopiah baru, sajadah baru dan berbagai jenis pakaian baru yang siap jual tak lagi bisa dinikmati warga sekitar Pasar Allu.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor


































