Showing posts with label Pemilu. Show all posts
Showing posts with label Pemilu. Show all posts
Duka 3 Mantan Caleg dari 3 Dapil Kabupaten Bantaeng
Wednesday, February 26, 2014
Pada Pemilihan Umum Anggota DPRD Tahun 2009, wilayah Kabupaten Bantaeng dibagi ke dalam 4 (empat) Daerah Pemilihan (DAPIL) yang tediri dari 357 TPS. Dapil I (Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Eremerasa) terdiri dari 155 orang Caleg, Dapil II (Kecamatan Bissappu, Kecamatan Sinoa dan Kecamatan Ulu Ere) terdiri dari 140 orang Caleg, Dapil III (Kecamatan Tompobulu) terdiri dari 86 orang Caleg dan Dapil IV (Kecamatan Pa’jukukang dan Kecamatan Gantarang Keke) terdiri dari 125 orang Caleg. Total Caleg Kabupaten Bantaeng sebanyak 506 orang untuk mengisi 25 kursi pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng Periode 2009-2014. Wajib pilih pada keempat Dapil sebanyak 128.105 orang pemilih (Laki-laki sebanyak 60.997 orang dan Perempuan sebanyak 76.108 orang).
Perjalanan 25 Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, diisi dengan berbagai cerita. Salah satunya berupa duka mendalam yang akan terkenang untuk selamanya sebagai alumnus Legislatif. Rupanya alumnus dimaksud tidak mendapat kesempatan yang lebih lama untuk menyelesaikan masa jabatannya sebagai legislator sampai bulan Agustus 2014.
Daun senior berguguran satu persatu pada tubuh lembaga wakil rakyat Bonthain. Tercatat 3 orang mantan Caleg telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kurung waktu 3 tahun terakhir. Ketiganya masing-masing berasal dari 3 DAPIL berbeda, yakni Dapil I, II dan IV. Sementara legislator pemenang Dapil III Pemilu 2009, masih dalam kondisi yang aman. Semoga mereka tetap dalam lindungan Yang maha Kuasa dalam mengemban tugas memperjuangkan aspirasi rakyat sampai akhir masa jabatannya.
Seorang dari tiga legislator tersebut, masih masuk dalam bursa Caleg Pemilihan Umum Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng Periode 2014-2019 dengan mencatatkan diri pada Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantaeng. Berikut detail lengkap sang Pahlawan legislator :
Perjalanan 25 Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, diisi dengan berbagai cerita. Salah satunya berupa duka mendalam yang akan terkenang untuk selamanya sebagai alumnus Legislatif. Rupanya alumnus dimaksud tidak mendapat kesempatan yang lebih lama untuk menyelesaikan masa jabatannya sebagai legislator sampai bulan Agustus 2014.
Daun senior berguguran satu persatu pada tubuh lembaga wakil rakyat Bonthain. Tercatat 3 orang mantan Caleg telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kurung waktu 3 tahun terakhir. Ketiganya masing-masing berasal dari 3 DAPIL berbeda, yakni Dapil I, II dan IV. Sementara legislator pemenang Dapil III Pemilu 2009, masih dalam kondisi yang aman. Semoga mereka tetap dalam lindungan Yang maha Kuasa dalam mengemban tugas memperjuangkan aspirasi rakyat sampai akhir masa jabatannya.
Seorang dari tiga legislator tersebut, masih masuk dalam bursa Caleg Pemilihan Umum Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng Periode 2014-2019 dengan mencatatkan diri pada Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantaeng. Berikut detail lengkap sang Pahlawan legislator :
- H. Takril Akbar Solthan, SE. Berasal dari Caleg DAPIL Bantaeng I Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), meninggal dunia pada tanggal 3 April 2012 di Rumah Sakit Grestelina Makassar karena serangan jantung. Bapak Angki (sapaan Akrab) juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demkorasi Kebangsaan Kabupaten Bantaeng sekaligus sebagai Anggota Fraksi Triguna serta sebagai Anggota Komisi I pada DPRD Kabupaten Bantaeng. Beliau dilantik sebanyak 2 kali sebagai legislator. Pada tahun 2007, almarhum yang juga saudara kandung mantan Bupati Bantaeng Periode 1998-2003 dan 2003-2008 (DR. Drs. H. Azikin Solthan, M.Si) menggantikan M. Idrus Hamjal. Pergantian Antar Waktu (PAW) dilakukan berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 2183/VIII/2012, Tanggal 15 Agustus 2012 untuk melanjutkan masa PAW tahun 2007-2009. Selanjutnya pada tahun 2009, kembali terpilih sebagai legislator untuk Periode 2009-2014. Untuk mengisi kekosongan legislator, dilantiklah H. Moh Rukka Pabe, BA pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Pemberian dan Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) pada hari Kamis, tanggal 20 September 2012 sampai akhir masa jabatan bulan Agustus 2014 mendatang.
- H. Muhammad Said Baddu. Berasal dari Caleg DAPIL Bantaeng II Partai Golongan Karya (Golkar), meninggal dunia pada tanggal 22 Januari 2014 di Rumah Sakit Siloam Makassar karena serangan jantung dan komplikasi penyakit diabetes yang telah dideritanya selama masa tuanya. Juragan Minyak Bantaeng (sapaan Akrab) juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar (FKG) dan sebagai Anggota Komisi II pada DPRD Kabupaten Bantaeng. Beliau dilantik sebanyak 3 kali sebagai legislator, masing-masing untuk Periode 1997-1999, 1999-2004, dan 2009-2014. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bantaeng periode 1998-2013. Sepeninggalnya, Pergantian Antar Waktu (PAW) dilakukan untuk mengisi kekosongan legislator dengan melantik Ibu Warwani berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 379/II/Tahun 2014, Tanggal 17 Pebruari 2014 untuk melanjutkan masa PAW tahun 2007-2009. Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Pemberian dan Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) tersebut berlangsung pada hari Senin, tanggal 24 Pebruari 2014 bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bantaaeng.
- H. Mappiare, SE (H. Mappiare Massarassung). Berasal dari Caleg DAPIL Bantaeng IV Partai Golongan Karya (Golkar), meninggal dunia pada tanggal 26 Pebruari 2014 di Rumah Sakit Husada Jakarta karena sesak nafas yang menyerang tiba-tiba sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Tetta A'ji (sapaan Akrab) juga menjabat sebagai Anggota Tim Pansus RPJMD Kabupaten Bantaeng, Anggota Fraksi Partai Golkar (FKG), Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bantaeng serta Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bantaeng masa bakti 2009-2015. Kemungkinan besar tidak akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kekosongan legislator bersangkutan, mengingat masa bakti Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng hanya tersisa 6 bulan lagi.
The New Bantaeng Jilid 2
Monday, January 7, 2013Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlangsung di BONTHAIN, kini di depan mata. Para pasangan calon bersegera mendaftarkan dirinya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng. Tahapan PILKADA pun dimulai dan suasana politik rasanya akan lebih nampak. Namun demikian, hingga hari ini nuansa PILKADA di Butta Toa masih belum nampak jelas. Hampir di seluruh wilayah perkotaan maupun pedesaan, tidak terlihat Baliho maupun Spanduk dan media publikasi lainnya dari pasangan yang akan maju sebagai kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng periode mendatang. Sementara di daerah tetangga seperti Jeneponto, telah ramai pertarungan sejak setahun silam. Menurut beberapa pihak, hal ini dianggap lebih baik. "Kota kita sudah bersih, janganlah dikotori lagi dengan baliho dan spanduk yang dipasang sembrono, karena dapat mengganggu pandangan dan sisi keindahan kota BONTHAIN. Apalagi mengotorinya dengan kecurangan permainan politik, dimana masyarakatlah korbannya." Demikian diungkapkan Hamsir, salah seorang tokoh masyarakat.
Dengan berjalan kaki sejauh ± 8,9 Km, hari ini (Red. : 7 Januari 2013) H. M. Nurdin Abdullah bersama pasangannya Asli Mustadjab mengunjungi KPU Bonthain untuk mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018. Masyarakat begitu antusias mendukung pendaftaran pasangan The New Bantaeng Jilid 2. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat beserta ribuan orang dari berbagai elemen turut serta mengantar. Rombongan mengawali langkahnya dari kediaman H. M. Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat (Kelurahan Bonto Atu). Selanjutnya bergerak menuju Masjid Raya (Jl. Raya Lanto Bantaeng) untuk menunaikan Shalat Dhuha dan kembali melakukan Long March menuju Kantor KPU Bonthain di Jl. A. Mannapping Bantaeng.
Masyarakat yang turut serta tersebut, kemudian menuju Kawasan Reklamasi Pantai Seruni untuk menikmati sajian santap siang bersama H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab. Berbagai jajanan telah disiapkan dan siap santap untuk menjamu ribuan pendukungnya. Saking banyaknya, macet pun tak terhindarkan di sejumlah jalan-jalan utama yang mengakibatkan arus kendaraan terhambat dari dan menuju Bulukumba-Makassar.
Harapan masyarakat BONTHAIN yang ditemui Tim BONTHAIN mengungkapkan, "Semoga PILKADA kali ini berjalan lebih lancar, aman dan tidak terjadi kecurangan apapun dalam proses pelaksanaannya. Kita semua harus fokus dalam pengembangan BONTHAIN. Bukannya semata-mata bertarung untuk kepuasan sejenak lalu terjadi perselisihan di antara masyarakat maupun dengan Pemerintah." (Responden non Pendukung H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab)
Dengan berjalan kaki sejauh ± 8,9 Km, hari ini (Red. : 7 Januari 2013) H. M. Nurdin Abdullah bersama pasangannya Asli Mustadjab mengunjungi KPU Bonthain untuk mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018. Masyarakat begitu antusias mendukung pendaftaran pasangan The New Bantaeng Jilid 2. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat beserta ribuan orang dari berbagai elemen turut serta mengantar. Rombongan mengawali langkahnya dari kediaman H. M. Nurdin Abdullah di Jalan Lingkar Barat (Kelurahan Bonto Atu). Selanjutnya bergerak menuju Masjid Raya (Jl. Raya Lanto Bantaeng) untuk menunaikan Shalat Dhuha dan kembali melakukan Long March menuju Kantor KPU Bonthain di Jl. A. Mannapping Bantaeng.
Masyarakat yang turut serta tersebut, kemudian menuju Kawasan Reklamasi Pantai Seruni untuk menikmati sajian santap siang bersama H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab. Berbagai jajanan telah disiapkan dan siap santap untuk menjamu ribuan pendukungnya. Saking banyaknya, macet pun tak terhindarkan di sejumlah jalan-jalan utama yang mengakibatkan arus kendaraan terhambat dari dan menuju Bulukumba-Makassar.
Harapan masyarakat BONTHAIN yang ditemui Tim BONTHAIN mengungkapkan, "Semoga PILKADA kali ini berjalan lebih lancar, aman dan tidak terjadi kecurangan apapun dalam proses pelaksanaannya. Kita semua harus fokus dalam pengembangan BONTHAIN. Bukannya semata-mata bertarung untuk kepuasan sejenak lalu terjadi perselisihan di antara masyarakat maupun dengan Pemerintah." (Responden non Pendukung H. M. Nurdin Abdullah dan Asli Mustadjab)
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor