Showing posts with label Ojek. Show all posts
Showing posts with label Ojek. Show all posts
Pembangunan Griya Praja Wibawa II Bonthain
Thursday, January 27, 2011Bisnis Properti tumbuh pesat di Bonthain akhir-akhir ini. Hal ini ditandai dengan dibangunnya berbagai kompleks perumahan di wilayah Butta Toa. Salah satu perumahan dimaksud adalah Griya Praja Wibawa II. Perumahan ini akan dibangun di atas tanah seluas ± 8.000 Meter persegi. Adapun lokasinya berada di Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng. Akses menuju dan dari Griya Praja Wibawa II ini terbilang amat mudah. Betapa tidak, berbagai jenis kendaraan dapat digunakan untuk mengunjungi tempat ini. Sebut saja kendaraan roda dua berupa motor pribadi maupun ojek. Demikian halnya dengan Bendi/Dokar/Andong, Mobil pribadi, Pete-pete dan kendaraan jenis lainnya.
Dari segi tata letaknya, tidak terlalu jauh dari fasilitas publik seperti Pasar Sentral Bantaeng yang berjarak ± 1 Km (see the Maps). Sementara akses dari dan menuju fasilitas pendidikan terbilang lebih dekat lagi yang hanya berjarak ± 700 M. Dalam lingkup kawasan Jl. T. A. Gani dan Jl. St. Hasanuddin II merupakan Pusat Pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Kemudian untuk menjangkau lokasi perkantoran dari tempat ini dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit dengan jarak tempuh ± 3,7 Km. Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap fasilitas di Bonthain mudah dijangkau dari titik manapun karena Bonthain merupakan Kabupaten dengan luas wilayah terkecil di Sulawesi Selatan.
Griya Praja Wibawa II merupakan kompleks perumahan yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya Polisi Pamong Praja. Namun tidak sampai disitu saja, seluruh PNS dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat memiliki rumah di lokasi tersebut. Bahkan menurut pihak Developer mengungkapkan bahwa rumah di kawasan tersebut dibuka pula untuk masyarakat umum, ungkapnya kepada Tim Bonthain.
Rumah di kawasan Griya Praja Wibawa II dijual mulai pada level harga Rp 55 juta. Pada tahap pertama ini akan dibangun sebanyak 30 unit, untuk selanjutnya dibangun sisanya. Bagi PNS yang ingin memiliki rumah tersebut cukup melengkapi berkas administrasi pada kantor yang ditunjuk untuk melayani penjualan. Sedangkan pembayarannya akan dibebankan pada Gaji PNS bersangkutan yang diangsur tiap bulannya.
Bapak Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) merespon baik pengembangan Griya Praja Wibawa II di Bonthain. Pemerintah Kabupaten Bantaeng begitu antusias memberikan kemudahan terhadap investor untuk berinvestasi di Bonthain. H. M. Nurdin Abdullah saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Griya Praja Wibawa II pagi tadi tanggal 27 Januari 2011, menyampaikan selamat kepada Developer. Menurutnya, keberadaan perumahan ini dengan sendirinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus ikut membantu upaya Pemda dalam mensejahterhkan PNS lingkup Pemda Kab. Bantaeng. Dari sisi layanan, diharapkan agar tetap menjaga kualitas pelayanan terutama terhadap keamanan, kebersihan lingkungan maupun dampak lingkungan sekitarnya. Di kesempatan lainnya, pihak Developer mengungkapkan bahwa lokasi Griya Praja Wibawa II memiliki keunggulan karena bebas dari banjir mengingat berada di wilayah ketinggian. Keunggulan lainnya seperti diuraikan di atas pun menjadi faktor utama Griya Praja Wibawa II menjadi salah satu pilihan bagi konsumen, ungkapnya.
Layanan Penjualan bagi PNS
Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng
Jl. A. Mannappiang No. 5 Bantaeng
+62-413-21095
Developer
PT. Analia Tata Nusantara
Jl. Ruko Azalea
(Komp. Terminal Baru Maros)
+62-411-5306133
+62-411-5027500
Dari segi tata letaknya, tidak terlalu jauh dari fasilitas publik seperti Pasar Sentral Bantaeng yang berjarak ± 1 Km (see the Maps). Sementara akses dari dan menuju fasilitas pendidikan terbilang lebih dekat lagi yang hanya berjarak ± 700 M. Dalam lingkup kawasan Jl. T. A. Gani dan Jl. St. Hasanuddin II merupakan Pusat Pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Kemudian untuk menjangkau lokasi perkantoran dari tempat ini dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit dengan jarak tempuh ± 3,7 Km. Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap fasilitas di Bonthain mudah dijangkau dari titik manapun karena Bonthain merupakan Kabupaten dengan luas wilayah terkecil di Sulawesi Selatan.
Griya Praja Wibawa II merupakan kompleks perumahan yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya Polisi Pamong Praja. Namun tidak sampai disitu saja, seluruh PNS dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat memiliki rumah di lokasi tersebut. Bahkan menurut pihak Developer mengungkapkan bahwa rumah di kawasan tersebut dibuka pula untuk masyarakat umum, ungkapnya kepada Tim Bonthain.
Rumah di kawasan Griya Praja Wibawa II dijual mulai pada level harga Rp 55 juta. Pada tahap pertama ini akan dibangun sebanyak 30 unit, untuk selanjutnya dibangun sisanya. Bagi PNS yang ingin memiliki rumah tersebut cukup melengkapi berkas administrasi pada kantor yang ditunjuk untuk melayani penjualan. Sedangkan pembayarannya akan dibebankan pada Gaji PNS bersangkutan yang diangsur tiap bulannya.
Bapak Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) merespon baik pengembangan Griya Praja Wibawa II di Bonthain. Pemerintah Kabupaten Bantaeng begitu antusias memberikan kemudahan terhadap investor untuk berinvestasi di Bonthain. H. M. Nurdin Abdullah saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Griya Praja Wibawa II pagi tadi tanggal 27 Januari 2011, menyampaikan selamat kepada Developer. Menurutnya, keberadaan perumahan ini dengan sendirinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus ikut membantu upaya Pemda dalam mensejahterhkan PNS lingkup Pemda Kab. Bantaeng. Dari sisi layanan, diharapkan agar tetap menjaga kualitas pelayanan terutama terhadap keamanan, kebersihan lingkungan maupun dampak lingkungan sekitarnya. Di kesempatan lainnya, pihak Developer mengungkapkan bahwa lokasi Griya Praja Wibawa II memiliki keunggulan karena bebas dari banjir mengingat berada di wilayah ketinggian. Keunggulan lainnya seperti diuraikan di atas pun menjadi faktor utama Griya Praja Wibawa II menjadi salah satu pilihan bagi konsumen, ungkapnya.
Layanan Penjualan bagi PNS
Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng
Jl. A. Mannappiang No. 5 Bantaeng
+62-413-21095
Developer
PT. Analia Tata Nusantara
Jl. Ruko Azalea
(Komp. Terminal Baru Maros)
+62-411-5306133
+62-411-5027500
Bissappu Waterfall
Saturday, February 27, 2010Sabtu tiba, insan sedunia pun segera menyusun jadwal untuk mengisi akhir pekan yang lebih ceria. Sebagian telah menyusun dan menyiapkan rencana sedari awal, sehingga hari ini mereka langsung Blackinnovationawards goes to campus ke lokasi wisata. Akan mengasyikkan tentunya jika dapat mengisi akhir pekan dengan ceria. Setelah bergelut dengan rutinitas masing-masing sejak Senin hingga Sabtu, terbayar sudah penat itu.
Cara membayarnya pun berbeda-beda, tergantung selera dan hobi masing-masing individu. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain mengajak rekan BLOGGER untuk mengunjungi salah satu obyek wisata di Bonthain.
Air Terjun Bissappu terletak di sebelah barat kota Bonthain. Bertolak dari pusat kota Bonthain, Bissappu Waterfall dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit perjalanan. Sama halnya dengan obyek wisata lainnya di kota Butta Toa ini, wisatawan dapat mengunjunginya dengan mengendarai Black Car Community (roda 4) atau Black Motor Community (roda 2). Jaraknya yang lumayan dekat, ± 5 Km memudahkan management waktu perjalanan pulang nantinya. Akses menuju lokasi, pengunjung akan melewati jalanan berkelok. Wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon jati di kedua sisi jalan hingga pusat obyek wisata tersebut.

Bagaimana dengan para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan...???Wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil yang banyak disiapkan di Bonthain. Dapat pula dengan menggunakan kendaraan Angkutan Umum, antara lain Pete'-pete', Ojek dan Bendi.
Air Terjun Bissappu masuk dalam wilayah Administratif Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng (Bonthain). Setibanya di lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni tangga batu yang jumlahnya ribuan anak tangga yang berujung di sekitar bibir air terjun.
Menikmati liburan keluarga di tempat ini begitu mengasyikkan. Bersama keluarga, teman dan rekan kerja, dapat mencicipi makanan khas Makassar yakni Gogoso' dan Bayao Le'ba Pallu (lihat KAMUS Bahasa Makassar-Indonesia). Atau mungkin dengan membawa sendiri makanan dari rumah dan menyantapnya di atas Gazebo yang telah disediakan disana.
Selain menikmati makanan, wisatawan dapat berendam di sekitar bibir air terjun atau pun di tempat lainnya di sungai yang lebarnya mencapai ± 50 M.
Rekan-rekan mungkin telah banyak mengunjungi obyek air terjun di Indonesia maupun di luar Nusantara kita ini. Di lokasi ini, pengunjung dapat mendekat dan berendam di sekitar bibir air terjun. Air yang jatuh dari atas menyebar di sekitar bibir air terjun. Selanjutnya air tersebut tidak langsung muncul mengalir ke sungai, melainkan muncul ke atas permukaan setelah melewati tumpukan batu yang besar pada jarak ± 50-70 M. Meski demikian, patut menjadi perhatian agar tidak terlalu dekat ke dalamnya. Ya namanya air terjun, air jatuh pada ketinggian lebih dari 100 M. Kekuatan yang luar biasa diciptakan air terjun ini. Bahkan investor Belanda telah meliriknya untuk menanamkan investasinya disini. Rencananya akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Mungkin pula Pemerintah punya rencana lain dengan obyek ini, yang jelas hingga saat ini masih digunakan sebagai obyek wisata.

Harapannya, lingkungan di sekitar obyek tersebut tetap terjaga kelestariannya. Betapa tidak, pengrusakan di lokasi obyek wisata telah banyak terjadi dimana-mana. Semoga di lokasi tersebut tidak demikian halnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah yang menjadi pengelola tempat ini melalui Dinas Pariwisata, tetap giat bersosialisasi agar pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kelestarian di dalamnya.
Cara membayarnya pun berbeda-beda, tergantung selera dan hobi masing-masing individu. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain mengajak rekan BLOGGER untuk mengunjungi salah satu obyek wisata di Bonthain.
Air Terjun Bissappu terletak di sebelah barat kota Bonthain. Bertolak dari pusat kota Bonthain, Bissappu Waterfall dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit perjalanan. Sama halnya dengan obyek wisata lainnya di kota Butta Toa ini, wisatawan dapat mengunjunginya dengan mengendarai Black Car Community (roda 4) atau Black Motor Community (roda 2). Jaraknya yang lumayan dekat, ± 5 Km memudahkan management waktu perjalanan pulang nantinya. Akses menuju lokasi, pengunjung akan melewati jalanan berkelok. Wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon jati di kedua sisi jalan hingga pusat obyek wisata tersebut.
Bagaimana dengan para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan...???Wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil yang banyak disiapkan di Bonthain. Dapat pula dengan menggunakan kendaraan Angkutan Umum, antara lain Pete'-pete', Ojek dan Bendi.
Air Terjun Bissappu masuk dalam wilayah Administratif Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng (Bonthain). Setibanya di lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni tangga batu yang jumlahnya ribuan anak tangga yang berujung di sekitar bibir air terjun.
Menikmati liburan keluarga di tempat ini begitu mengasyikkan. Bersama keluarga, teman dan rekan kerja, dapat mencicipi makanan khas Makassar yakni Gogoso' dan Bayao Le'ba Pallu (lihat KAMUS Bahasa Makassar-Indonesia). Atau mungkin dengan membawa sendiri makanan dari rumah dan menyantapnya di atas Gazebo yang telah disediakan disana.
Selain menikmati makanan, wisatawan dapat berendam di sekitar bibir air terjun atau pun di tempat lainnya di sungai yang lebarnya mencapai ± 50 M.
Rekan-rekan mungkin telah banyak mengunjungi obyek air terjun di Indonesia maupun di luar Nusantara kita ini. Di lokasi ini, pengunjung dapat mendekat dan berendam di sekitar bibir air terjun. Air yang jatuh dari atas menyebar di sekitar bibir air terjun. Selanjutnya air tersebut tidak langsung muncul mengalir ke sungai, melainkan muncul ke atas permukaan setelah melewati tumpukan batu yang besar pada jarak ± 50-70 M. Meski demikian, patut menjadi perhatian agar tidak terlalu dekat ke dalamnya. Ya namanya air terjun, air jatuh pada ketinggian lebih dari 100 M. Kekuatan yang luar biasa diciptakan air terjun ini. Bahkan investor Belanda telah meliriknya untuk menanamkan investasinya disini. Rencananya akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Mungkin pula Pemerintah punya rencana lain dengan obyek ini, yang jelas hingga saat ini masih digunakan sebagai obyek wisata.
Harapannya, lingkungan di sekitar obyek tersebut tetap terjaga kelestariannya. Betapa tidak, pengrusakan di lokasi obyek wisata telah banyak terjadi dimana-mana. Semoga di lokasi tersebut tidak demikian halnya.
Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah yang menjadi pengelola tempat ini melalui Dinas Pariwisata, tetap giat bersosialisasi agar pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kelestarian di dalamnya.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor