Showing posts with label SulSel. Show all posts
Showing posts with label SulSel. Show all posts
Untuk SulSel, Bantaeng Perkenalkan SEeForest
Sunday, June 14, 2015
SEeForest adalah aplikasi sosial media selfie sambil menanam pohon. Seperti aplikasi media sosial lainnya, pengguna akan memiliki akun pribadi. Uniknya, SEeForest mencoba mengedukasi anak-anak dan remaja untuk berselfie sambil menanam pohon. Pengguna akun juga akan tergabung dalam SEeForest Comunity sebagai komunitas pecinta lingkungan.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
"Ini yang berbeda, sambil berinteraksi di media sosial, anak diajak untuk mencintai lingkungannya dengan menanam pohon melalui SEeForest", ungkap Nurdin selaku pembina SEeForest Indonesia. Hal ini terungkap di hadapan beberapa anggota Pramuka saat pelaksanaan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Propinsi Sulawesi Selatan di Maccini Sombala Of Indonesia (14/6).
Dikatakan Prof. DR. Nurdin Abdullah, "Mengedukasi anak mencintai lingkungan tidak cukup dengan lisan atau tulisan. Harus ada contoh. SEeForest mengedukasi anak melalui dunia mereka. Menanam pohon di lingkungan sekitar yang lebih penting. Pohon tersebut akan dipelihara. Satu anak tanam pohon, dua atau tiga hingga puluhan pohon akan tertanam serta terpelihara", pungkasnya.
Aplikasi SEeForest ini telah dilaunching pada tanggal 2 Juni 2015 di Kawasan Ekowisata Pantai Marina Korong Batu Kabupaten Bantaeng. Berlangsung secara simbolis, penanaman pohon oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan Bupati Ogan Komering Ilir, Propinsi Sumatera Selatan (Iskandar, SE) selaku pembina SEeForest Indonesia.
Tampak Bupati Bantaeng yang juga Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar ini, memberikan trik cara menanam pohon yang baik dan benar dihadapan anggota Pramuka, beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan pejabat Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. Segenap yang hadir pada kesempatan tersebut menghampiri Bupati Bantaeng guna menyaksikan dari dekat penanaman pohon Bitti di lokasi penghijauan Hutan Kota di Makassar.
Sementara itu, Syahrul Bayan (Kepala Dinas Sosnakertrans Bantaeng yang juga Koordinator SEeForest Sulsel) mengemukakan bahwa moment Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2015 tingkat Propinsi Sulawesi Selatan kali ini sangat spesial. Dijadikannya moment ini untuk memperkenalan aplikasi SEeForest kepada para anggota Pramuka dan beberapa dari Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan. Termasuk kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo).
Dirinya mengapresiasi kehadiran aplikasi Selfie sambil Menanam Pohon. Dimana telah dilaunching di Bantaeng bersama Bupati OKI Sumatera Selatan selaku Pembina SEeForest Community Indonesia.
Kantin Kejujuran in BONTHAIN
Sunday, May 2, 2010Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng diwarnai penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 10 orang Kepala Sekolah dan tenaga pendidik di daerah ini. Ke-10 orang tersebut telah mengabdi selama 10-20 tahun. Masing-masing H. Mansyur, H. M. Said, H. Kamaruddin, Hasbiah dan Miftahuddin yang telah mengabdi selama 20 tahun. Sedang Sitti Haswati, Hamsyah, Kasmina, Arifin dan Husein mendapat penghargaan yang sama atas pengabdiannya selama 10 tahun.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) se-SulSel yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2010 di Lapangan Lompobattang BONTHAIN. Peringatan HARDIKNAS tersebut juga ditandai penyerahan penghargaan kepada 12 Bupati dan Walikota se-SulSel yang dinilai sukses membina KANTIN KEJUJURAN. Ke-12 Bupati dan Walikota itu masing-masing :
1. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah)
2. Bupati Bone (Idris Galigo)
3. Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo)
4. Bupati Takalar (Ibrahim Rewa)
5. Bupati Jeneponto (Radjamilo)
6. Bupati Wajo (Burhanuddin Unru)
7. Bupati Pangkep (Andi Kemal Burhanuddin)
8. Bupati Enrekang (Latinro La Tunrung)
9. Bupati Luwu Timur (Andi Hatta Marakarma)
10. Walikota Makassar (Ilham Arief Siradjuddin)
11. Walikota Parepare (Zain Katoe)
12. Walikota Palopo (H. A. Tenriadjeng)
Gubernur SulSel bersama 5 Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pencipta lagu Mars Kantin Kejujuran (Drs. H. Mansyur) juga mendapat penghargaan yang sama. Penyerahan penghargaan dilakukan Jaksa Agung yang diwakili Jaksa Agung Muda bidang Intelejen/JAMIntel (H. M. Amarin). Pada kesempatan tersebut, Gubernur SulSel juga memberikan penghargaan kepada Pangdam VII Wirabuana, Kapolda SulSelBar, guru berdedikasi terbaik, siswa SD, SMP dan SMA/SMK dan pengawas sekolah se-SulSel.
Penghargaan diberikan atas jasa baik sehingga SulSel berhasil masuk dua besar propinsi terbaik di Indonesia bersama Bengkulu. Usai upacara yang dipimpin langsung Gubernur SulSel, orang nomor satu SulSel itu bersama JAMIntel dan Bupati Bantaeng meresmikan Kantin Sehat Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari.
Mendiknas (Muh. Nuh) dalam sambutan seragam yang dibacakan Gubernur SulSel berharap perjuangan para pendahulu bidang pendidikan harus terus dikumandangkan dan direkonstruksi agar kegiatan ini tak sekadar menjadi peringatan seremoni. Melainkan juga bisa membangkitkan optimisme dan percaya diri. Pembangunan bidang pendidikan, kata Mendiknas, tak hanya untuk mendidik anak bangsa menjadi cerdas. Namun juga berbudi pekerti dan berkarakter dan berakhlak serta berbudi mulia, bermoral dan berperilaku baik untuk membangun bangsa. Pembangunan yang kita inginkan itu tercermin dari moral, etika dan budi pekerti serta rasa persaudaraan yang tinggi. Sehingga pada saatnya bisa diraih kemandirian yang bermartabat.
Menurut Gubernur, pendidikan merupakan segalanya. Pendidikan tersebut harus bisa dibarengi dengan agama dan adat istiadat yang tetap perlu dipertahankan. Karena itulah, ia meminta kepada para pendidik agar mengajarkan ilmu setinggi-tingginya dan biasakan anak-anak memiliki keterampilan agar berdaya saing. Sedang para pegawai diharapkan membiasakan diri bekerja lebih dibanding orang lain. Sebab orang Bugis-Makassar terkenal ulet.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) se-SulSel yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2010 di Lapangan Lompobattang BONTHAIN. Peringatan HARDIKNAS tersebut juga ditandai penyerahan penghargaan kepada 12 Bupati dan Walikota se-SulSel yang dinilai sukses membina KANTIN KEJUJURAN. Ke-12 Bupati dan Walikota itu masing-masing :
1. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah)
2. Bupati Bone (Idris Galigo)
3. Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo)
4. Bupati Takalar (Ibrahim Rewa)
5. Bupati Jeneponto (Radjamilo)
6. Bupati Wajo (Burhanuddin Unru)
7. Bupati Pangkep (Andi Kemal Burhanuddin)
8. Bupati Enrekang (Latinro La Tunrung)
9. Bupati Luwu Timur (Andi Hatta Marakarma)
10. Walikota Makassar (Ilham Arief Siradjuddin)
11. Walikota Parepare (Zain Katoe)
12. Walikota Palopo (H. A. Tenriadjeng)
Gubernur SulSel bersama 5 Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pencipta lagu Mars Kantin Kejujuran (Drs. H. Mansyur) juga mendapat penghargaan yang sama. Penyerahan penghargaan dilakukan Jaksa Agung yang diwakili Jaksa Agung Muda bidang Intelejen/JAMIntel (H. M. Amarin). Pada kesempatan tersebut, Gubernur SulSel juga memberikan penghargaan kepada Pangdam VII Wirabuana, Kapolda SulSelBar, guru berdedikasi terbaik, siswa SD, SMP dan SMA/SMK dan pengawas sekolah se-SulSel.
Penghargaan diberikan atas jasa baik sehingga SulSel berhasil masuk dua besar propinsi terbaik di Indonesia bersama Bengkulu. Usai upacara yang dipimpin langsung Gubernur SulSel, orang nomor satu SulSel itu bersama JAMIntel dan Bupati Bantaeng meresmikan Kantin Sehat Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari.
Mendiknas (Muh. Nuh) dalam sambutan seragam yang dibacakan Gubernur SulSel berharap perjuangan para pendahulu bidang pendidikan harus terus dikumandangkan dan direkonstruksi agar kegiatan ini tak sekadar menjadi peringatan seremoni. Melainkan juga bisa membangkitkan optimisme dan percaya diri. Pembangunan bidang pendidikan, kata Mendiknas, tak hanya untuk mendidik anak bangsa menjadi cerdas. Namun juga berbudi pekerti dan berkarakter dan berakhlak serta berbudi mulia, bermoral dan berperilaku baik untuk membangun bangsa. Pembangunan yang kita inginkan itu tercermin dari moral, etika dan budi pekerti serta rasa persaudaraan yang tinggi. Sehingga pada saatnya bisa diraih kemandirian yang bermartabat.
Menurut Gubernur, pendidikan merupakan segalanya. Pendidikan tersebut harus bisa dibarengi dengan agama dan adat istiadat yang tetap perlu dipertahankan. Karena itulah, ia meminta kepada para pendidik agar mengajarkan ilmu setinggi-tingginya dan biasakan anak-anak memiliki keterampilan agar berdaya saing. Sedang para pegawai diharapkan membiasakan diri bekerja lebih dibanding orang lain. Sebab orang Bugis-Makassar terkenal ulet.
kukuhkan Pengurus PSTI Bonthain
Tuesday, April 20, 2010Pengurus Daerah Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengda PSTI) SulSel mengukuhkan pengurus PSTI Bantaeng Periode 2009-2014. Pengurus yang dikukuhkan itu masing-masing Ketua (H Abd Azis), Wakil Ketua (Drs. Abdullah), Sekretaris (Dr. Nizar), Bendahara (Achmadi) dan sejumlah pengurus lainnya. Pengkuhan pengurus dilakukan Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Sekretaris Umum (H. Nasir Mas'ud) di Gedung olah raga (GOR) Malilingi. Kegiatan itu ditandai penyerahan Pataka dari pengurus lama kepada pengurus baru disaksikan Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), para Kepala SKPD dan Camat di daerah ini.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan Pra Kualifikasi Porda Sepak Takraw Wilayah I SulSel yang diikuti 175 peserta utusan 7 Kabupaten yakni Bantaeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang diwakili H. A Asli Mustadjab berharap, pengurus PSTI Bonthain bisa membawa organisasi ini menjadi organisasi mandiri. Khusus pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda, Asli Mustadjab berharap, kegiatan ini dijadikan ajang silaturahim dan peningkatan prestasi. Wakil Bupati Bantaeng itu juga mengajak semua pihak untuk membangun nilai-nilai keolahragaan dan menggelorakan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan olah raga yakni meningkatkan derajad kesehatan, kebugaran dan prestasi.
Melalui kegiatan olah raga juga kita bisa mengangkat harkat dan martabat daerah. Bahkan bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab olah raga tidak mengenal perbedaan. Olah raga sedapat mungkin juga dikembangkan menjadi industri yang dapat memberi kontribusi nyata. Serta menjadi alat pemersatu dan nasionalisme, pintanya. Sebelumnya, Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Bendahara (Ibrahim Saleh) berharap pengurus memberi perhatian terhadap pengembangan olah raga sepak takraw di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.
Ia menyambut baik pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda yang diikuti 7 Kabupaten di selatan SulSel. Mantan Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng itu berharap, dari kegiatan yang mempertandingkan 4 nomor (2 nomor putra/putri dan beregu) menghasilkan prestasi yang dapat mewakili wilayah I ke Porda Pangkep Nopember 2010 mendatang. Masih menurut Ibrahim Saleh yang juga Kadis. Sosial Kota Makassar itu, untuk meraih prestasi dan melihat atlet yang memiliki kemampuan, Pengda PSTI SulSel menurunkan 15 wasit nasional dan internasional.
Kami berharap, kehadiran para wasit kaliber nasional dan internasional tersebut dapat melakukan seleksi. Agar diperoleh atlet yang bisa mewakili SulSel di kancah nasional maupun internasional, jelasnya. Selain Pra Kualifikasi di wilayah I, Pengda PSTI juga menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah 3 di Makassar awal Mei 2010. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di wilayah 2 yang dilaksanakan di Pinrang.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan Pra Kualifikasi Porda Sepak Takraw Wilayah I SulSel yang diikuti 175 peserta utusan 7 Kabupaten yakni Bantaeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang diwakili H. A Asli Mustadjab berharap, pengurus PSTI Bonthain bisa membawa organisasi ini menjadi organisasi mandiri. Khusus pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda, Asli Mustadjab berharap, kegiatan ini dijadikan ajang silaturahim dan peningkatan prestasi. Wakil Bupati Bantaeng itu juga mengajak semua pihak untuk membangun nilai-nilai keolahragaan dan menggelorakan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan olah raga yakni meningkatkan derajad kesehatan, kebugaran dan prestasi.
Melalui kegiatan olah raga juga kita bisa mengangkat harkat dan martabat daerah. Bahkan bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab olah raga tidak mengenal perbedaan. Olah raga sedapat mungkin juga dikembangkan menjadi industri yang dapat memberi kontribusi nyata. Serta menjadi alat pemersatu dan nasionalisme, pintanya. Sebelumnya, Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Bendahara (Ibrahim Saleh) berharap pengurus memberi perhatian terhadap pengembangan olah raga sepak takraw di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.
Ia menyambut baik pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda yang diikuti 7 Kabupaten di selatan SulSel. Mantan Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng itu berharap, dari kegiatan yang mempertandingkan 4 nomor (2 nomor putra/putri dan beregu) menghasilkan prestasi yang dapat mewakili wilayah I ke Porda Pangkep Nopember 2010 mendatang. Masih menurut Ibrahim Saleh yang juga Kadis. Sosial Kota Makassar itu, untuk meraih prestasi dan melihat atlet yang memiliki kemampuan, Pengda PSTI SulSel menurunkan 15 wasit nasional dan internasional.
Kami berharap, kehadiran para wasit kaliber nasional dan internasional tersebut dapat melakukan seleksi. Agar diperoleh atlet yang bisa mewakili SulSel di kancah nasional maupun internasional, jelasnya. Selain Pra Kualifikasi di wilayah I, Pengda PSTI juga menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah 3 di Makassar awal Mei 2010. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di wilayah 2 yang dilaksanakan di Pinrang.
sepakat bangun industri cairan INFUS
Tuesday, March 23, 2010Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan (SulSel) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bantaeng menyepakati pembangunan industri cairan infus yang berlokasi di Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak yang dilakukan Gubernur SulSel (Syahrul Yasin Limpo) dan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Penandatanganan Naskah Kesepahaman yang berlangsung di Baruga Sangiaseri Makassar, Senin 22 Maret 2010 tersebut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Prop. SulSel (dr. Rachmat Latief), Dirut Perusda SulSel (Haris Hody), Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Bantaeng (H. M. Yasin), Kepala Bappeda Bantaeng (Zainuddin Tahir), Kadiskes Bantaeng (dr. Hj. Takudaeng), Direktur RSUD Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (dr. H. M. Syafruddin Nurdin, M.Kes) dan sejumlah pejabat lingkup Pemprop. SulSel dan Bantaeng.
Kadiskes SulSel mengatakan, kesepakatan diraih setelah melalui studi kerja ke PT. Otsuka Indonesia di Lawang Jatim, membuat feasibility study untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan. Ia juga mengatakan, pembangunan industri farmasi cairan infus di SulSel merupakan rencana strategis Gubernur SulSel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan.
Selain itu, akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar dolar, terutama di kawasan timur Indonesia dan secara khusus di SulSel. Masih menurut Kadiskes SulSel, dengan diberlakukannya harmonisasi sistem peredaran obat dan standar pembuatan obat yang baik di kawasan Asean sejak 2008, akan membuka peluang besar. Tak hanya pada pasar domestik tapi juga pasar global Asean sekaligus menunjang program pelayanan kesehatan gratis yan ditetapkan Pemprop. SulSel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman, bermutu, merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.
Gubernur SulSel mengatakan, pembangunan industri cairan infus yang akan menelan investasi Rp 21 Miliar ini merupakan bagian dari mimpi untuk menjadikan SulSel sebagai Propinsi yang unggul dan diperhitungkan. Menurut Syahrul, masalah kesehatan dan pendidikan mendapat perhatian serius karena hanya dengan pendidikan, kita bisa maju. Namun tanpa kesehatan juga tak ada artinya yang kita lakukan. Salah satu kebutuhan tersebut adalah cairan infus yang di SulSel dibutuhkan 5.250.000 botol/tahun atau sekitar 10 juta botol/tahun di kawasan timur Indonesia.
Cairan infus ini, dibutuhkan semua pihak. Karena itu, kita ingin bila kita sakit tersedia fasilitas kesehatan dan obatnya. Saya merindukan, kelak suatu saat SulSel memiliki rumah sakit yang luar biasa, ada fasilitas umum seperti KAREBOSI di tengah laut, ada istana di luar Jawa yang ada di Makassar serta kereta api dari Parepare, urainya. Itulah sebabnya, Pemprop. juga sudah membangun industri kaporit di Jeneponto yang sebelumnya kita datangkan dari Surabaya, bahkan impor. Bodohnya kita bila hal itu sebenarnya bisa kita bangun lalu kita impor. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak, tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng melaporkan perkembangan pembangunan di wilayah kerjanya yang sudah berhasil melakukan ekspor produk perikanan melalui PT. Global Seafood International Indonesia (GSII), ekspor biji kapuk dan akan disusul ekspor talas. Nurdin menyambut baik kesepakatan pembangunan industri farmasi di wilayahnya. Ini sangat sesuai sebab air yang akan diolah menjadi cairan infus di Kecamatan Eremerasa memiliki NTU 0,0%. Melalui pemanfaatan potensi air ini diharapkan akan lebih berdaya saing tinggi, terang Bupati Bantaeng.
Kadiskes SulSel mengatakan, kesepakatan diraih setelah melalui studi kerja ke PT. Otsuka Indonesia di Lawang Jatim, membuat feasibility study untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan. Ia juga mengatakan, pembangunan industri farmasi cairan infus di SulSel merupakan rencana strategis Gubernur SulSel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan.
Selain itu, akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar dolar, terutama di kawasan timur Indonesia dan secara khusus di SulSel. Masih menurut Kadiskes SulSel, dengan diberlakukannya harmonisasi sistem peredaran obat dan standar pembuatan obat yang baik di kawasan Asean sejak 2008, akan membuka peluang besar. Tak hanya pada pasar domestik tapi juga pasar global Asean sekaligus menunjang program pelayanan kesehatan gratis yan ditetapkan Pemprop. SulSel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman, bermutu, merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau.
Gubernur SulSel mengatakan, pembangunan industri cairan infus yang akan menelan investasi Rp 21 Miliar ini merupakan bagian dari mimpi untuk menjadikan SulSel sebagai Propinsi yang unggul dan diperhitungkan. Menurut Syahrul, masalah kesehatan dan pendidikan mendapat perhatian serius karena hanya dengan pendidikan, kita bisa maju. Namun tanpa kesehatan juga tak ada artinya yang kita lakukan. Salah satu kebutuhan tersebut adalah cairan infus yang di SulSel dibutuhkan 5.250.000 botol/tahun atau sekitar 10 juta botol/tahun di kawasan timur Indonesia.
Cairan infus ini, dibutuhkan semua pihak. Karena itu, kita ingin bila kita sakit tersedia fasilitas kesehatan dan obatnya. Saya merindukan, kelak suatu saat SulSel memiliki rumah sakit yang luar biasa, ada fasilitas umum seperti KAREBOSI di tengah laut, ada istana di luar Jawa yang ada di Makassar serta kereta api dari Parepare, urainya. Itulah sebabnya, Pemprop. juga sudah membangun industri kaporit di Jeneponto yang sebelumnya kita datangkan dari Surabaya, bahkan impor. Bodohnya kita bila hal itu sebenarnya bisa kita bangun lalu kita impor. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak, tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Bantaeng melaporkan perkembangan pembangunan di wilayah kerjanya yang sudah berhasil melakukan ekspor produk perikanan melalui PT. Global Seafood International Indonesia (GSII), ekspor biji kapuk dan akan disusul ekspor talas. Nurdin menyambut baik kesepakatan pembangunan industri farmasi di wilayahnya. Ini sangat sesuai sebab air yang akan diolah menjadi cairan infus di Kecamatan Eremerasa memiliki NTU 0,0%. Melalui pemanfaatan potensi air ini diharapkan akan lebih berdaya saing tinggi, terang Bupati Bantaeng.
Bantaeng GREEN
Tuesday, February 9, 2010Di salah satu sudut jalan kota Bantaeng, terpampang sebuah baliho bertuliskan Bantaeng Green dengan segala pernak-pernik di dalamnya. Black Community and Black In News of Bonthain pengen menjelaskan, kenapa Baliho Design by. Ambae.exe ini bisa hadir disana.
Baliho hasil kerja sama Ambae.exe dan PT. Telkom Cabang Bantaeng merupakan wujud dukungan kedua pihak terhadap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Program dimaksud adalah Bantaeng GREEN. Pencanangan oleh Bupati Bantaeng pada beberapa point yakni Jum'at Bersih, Sabtu Menanam dan Minggu Sehat. Pada hari Jum'at, seluruh masyarakat Bantaeng bersama-sama dengan PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melaksanakan bersih-bersih di tiap sudut kota Bantaeng. Termasuk wilayah pasar, pertokoan, jalan, kantor dan pemukiman. Selanjutnya pada hari Sabtu dilakukan penanaman pohon di beberapa lokasi secara berkelanjutan. Dan pada hari Minggu, kembali sebuah seremonial dilaksanakan yakni Senam Aerobik yang dipusatkan di Pantai Seruni bagian Barat (lokasi Seruni of Culinary on Bonthain).
Program Bantaeng GREEN merupakan turunan dari program Propinsi Sulawesi Selatan berupa SulSel Go Green dan oleh Pusat dinamai Go Green Indonesia. Program berkesinambungan hingga ke tingkat paling bawah dalam struktur Pemerintahan negara ini dalam rangka STOP GLOBAL WARMING.
Kenapa harus dicanangkan........................................???
Selama ini masyarakat semakin lupa dan hilang kesadaran akan arti pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, asri, nyaman dan banyak banget slogan lainnya yang sering mengisi papan informasi Tim Penggerak PKK. Ada yang berpendapat "Untuk apa semua slogan tersebut jika hanya berupa ungkapan semata tanpa realisasi dan aplikasi". Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus menggelorakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dalam rangka mewujudkan slogan dimaksud. Dengan penanaman pohon tiap Sabtu di wilayah BONTHAIN, diharapkan mampu menciptakan paru-paru kota. Sehingga nantinya area gersang nan tandus dapat dikurangi. Sekaligus mengurangi bahaya erosi dan longsor yang kerap terjadi di Bantaeng.
Di samping Ambae.exe dan PT. Telkom, tak ketinggalan sebuah komunitas yang menamakan dirinya LSM Biru Hijau di bawah naungan Nusa Biru Group. Black Community ini giat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan erat dengan pelestarian lingkungan. Sementara komunitas lainnya menamakan dirinya Baling-baling Adventure Team (BAT), salah satu organisasi Pecinta Alam yang mengambil Base Camp di Baling-baling Resaturant and Cafe. Organisasi ini pun aktif dalam kegiatan serupa. Untuk menyemangati program Go Green ini, band berjuluk B Gallery Band menciptakan sebuah lagu dengan tema lingkungan with title song Save Our Green. Lagu ini telah menginspirasi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai Lagu Lingkungan Hidup bersama lagu lainnya berjudul Sepeda.
Selain komunitas di atas, ada lagi yang menamakan dirinya Duta Lingkungan dan Duta Pariwisata. Kerja sama beberapa pihak dalam usaha melestarikan lingkungan hidup di Butta Toa ini mendapat Blackinnovationawards dari Bupati Bantaeng yang bertindak mewakili Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Satu hal penting bahwa dengan dipajangnya baliho di perempatan Jl. Raya Lanto, Jl. Teratai dan Jl. Teratai, dapat menggugah jiwa masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat dan asri adalah dambaan setiap masyarakat yang menjadi penghuni bumi ini.
Baliho hasil kerja sama Ambae.exe dan PT. Telkom Cabang Bantaeng merupakan wujud dukungan kedua pihak terhadap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Program dimaksud adalah Bantaeng GREEN. Pencanangan oleh Bupati Bantaeng pada beberapa point yakni Jum'at Bersih, Sabtu Menanam dan Minggu Sehat. Pada hari Jum'at, seluruh masyarakat Bantaeng bersama-sama dengan PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melaksanakan bersih-bersih di tiap sudut kota Bantaeng. Termasuk wilayah pasar, pertokoan, jalan, kantor dan pemukiman. Selanjutnya pada hari Sabtu dilakukan penanaman pohon di beberapa lokasi secara berkelanjutan. Dan pada hari Minggu, kembali sebuah seremonial dilaksanakan yakni Senam Aerobik yang dipusatkan di Pantai Seruni bagian Barat (lokasi Seruni of Culinary on Bonthain).
Program Bantaeng GREEN merupakan turunan dari program Propinsi Sulawesi Selatan berupa SulSel Go Green dan oleh Pusat dinamai Go Green Indonesia. Program berkesinambungan hingga ke tingkat paling bawah dalam struktur Pemerintahan negara ini dalam rangka STOP GLOBAL WARMING.
Kenapa harus dicanangkan........................................???
Selama ini masyarakat semakin lupa dan hilang kesadaran akan arti pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, asri, nyaman dan banyak banget slogan lainnya yang sering mengisi papan informasi Tim Penggerak PKK. Ada yang berpendapat "Untuk apa semua slogan tersebut jika hanya berupa ungkapan semata tanpa realisasi dan aplikasi". Pemerintah Kabupaten Bantaeng terus menggelorakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dalam rangka mewujudkan slogan dimaksud. Dengan penanaman pohon tiap Sabtu di wilayah BONTHAIN, diharapkan mampu menciptakan paru-paru kota. Sehingga nantinya area gersang nan tandus dapat dikurangi. Sekaligus mengurangi bahaya erosi dan longsor yang kerap terjadi di Bantaeng.
Di samping Ambae.exe dan PT. Telkom, tak ketinggalan sebuah komunitas yang menamakan dirinya LSM Biru Hijau di bawah naungan Nusa Biru Group. Black Community ini giat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan erat dengan pelestarian lingkungan. Sementara komunitas lainnya menamakan dirinya Baling-baling Adventure Team (BAT), salah satu organisasi Pecinta Alam yang mengambil Base Camp di Baling-baling Resaturant and Cafe. Organisasi ini pun aktif dalam kegiatan serupa. Untuk menyemangati program Go Green ini, band berjuluk B Gallery Band menciptakan sebuah lagu dengan tema lingkungan with title song Save Our Green. Lagu ini telah menginspirasi Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sebagai Lagu Lingkungan Hidup bersama lagu lainnya berjudul Sepeda.
Selain komunitas di atas, ada lagi yang menamakan dirinya Duta Lingkungan dan Duta Pariwisata. Kerja sama beberapa pihak dalam usaha melestarikan lingkungan hidup di Butta Toa ini mendapat Blackinnovationawards dari Bupati Bantaeng yang bertindak mewakili Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Satu hal penting bahwa dengan dipajangnya baliho di perempatan Jl. Raya Lanto, Jl. Teratai dan Jl. Teratai, dapat menggugah jiwa masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat dan asri adalah dambaan setiap masyarakat yang menjadi penghuni bumi ini.
Slogan yang begitu menyentuh, tapi jangan sekedar slogan saja
HIJAUKAN BANTAENG
selamatkan bumi kita
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor