Showing posts with label PDAM. Show all posts
Showing posts with label PDAM. Show all posts
Audisi Direksi PDAM Bonthain
Thursday, March 25, 2010Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng akan segera diaudit. Audit dilakukan oleh sebuah tim independen yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Bantaeng sebagai pemegang saham mayoritas PDAM. Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bantaeng (Syahrul Bayan) mengatakan, audit dilakukan setelah mempelajari laporan Direksi PDAM atas kinerja 2009. Usai audit akan disusul pendaftaran calon direksi yang dibuka untuk umum.
Masih menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bantaeng, audisi calon direksi dilakukan sehubungan berakhirnya masa jabatan Direkri PDAM periode 4 tahun lalu. Ini dilakukan sesuai Perda Nomor 1 Tahun 1988 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Bantaeng dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM. Melalui audisi tersebut, diharapkan muncul ide dan gagasan yang dapat membawa perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air bersih tersebut memberikan keuntungan signifikan.
Menanggapi aksi demo di DPRD Kabupaten Bantaeng, Syahrul Bayan mengatakan, aksi tersebut tak perlu terjadi bila masyarakat memahami kegiatan yang sudah dilakukan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Wakilnya (H. A. Asli Mustadjab). Dalam 1 tahun 8 bulan, Nurdin Abdullah memimpin kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik ditandai dengan pembangunan berbagai sektor. Selain pembangunan fisik seperti Cekdam, Instalasi Penjernihan Air Minum (IPA) PDAM bernilai puluhan miliar rupiah, di sektor penyediaan pangan terjadi lonjakan produksi beras hingga 3 kali lipat.
Di sektor penyediaan pangan, Badan Ketahanan Pangan sudah melakukan penangkaran benih berbasis teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan wilayah bagian selatan SulSel. Ke depan, penyediaan benih berkualitas termasuk jenis hybrida tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Sulsel, jelas Syahrul Bayan. Menyinggung soal program Rp 1 Miliar/Desa yang disebut-sebut hanya sebuah janji, ia mengatakan, terjadi kesalahpahaman. Program Rp 1 miliar tersebut bukanlah program bagi-bagi uang ke desa secara Cash. Melainkan berbentuk program melalui kegiatan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Melalui program tersebut sangat jelas terjadi pemerataan pembangunan dan memenuhi hak-hak desa. Bahkan ada desa yang lebih dari Rp 1 Miliar seperti yang dilakukan di Desa Bonto Lojong yang sudah mencapai puluhan miliar, urainya. Dana yang bergulir ke desa tersebut tak hanya dari APBD tetapi juga APBN termasuk dari PNPM Mandiri, dana pembantuan serta dana dekon yang sudah bergulir di desa dan dilakukan secara transparan. Kabag. Humas dan Protokol juga menyayangkan berita yang tidak melihat kenyataan lapangan, termasuk saat demonstran diterima DPRD. Disana hadir Kadis Koperasi dan UKM (Bachtiar Karim), Kabag. Umum (Andi Mappatoba), Kabag. Pemerintahan (A. Irfandy Langgara), Kepala Kantor Kesbang Linmas (M. Yusuf), Sekretaris DPRD (Haryoto Harsoyo) dan Kabag. Humas dan Protokol (Syahrul Bayan). Jadi tidak benar bila pihak eksekutif tidak hadir pada pertemuan di DPRD, tandasnya.
Masih menurut Syahrul Bayan, sangat keliru bila masih ada pihak yang menyebut tidak ada perkembangan di Kabupaten Bantaeng sebab pembangunan dilakukan secara transparan, itu sebabnya sejumlah industri strategis hadir di Butta Toa. Kehadiran industri strategis tersebut menjawab masalah ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan. Ini merupakan komitmen Pemda untuk menghapus kemiskinan di Bantaeng, terangnya. Industri strategis tersebut sudah melakukan ekspor ke Jepang dan Korea. Industri pengolahan ikan milik PT. Global Seafood International Indonesia misalnya, telah mengekspor ke Jepang sebanyak 60 ton, termasuk 20 ton yang dilepas Wakil Gubernur SulSel Agus Arifin Nu’mang pada pelepasan ekspor perdana beberapa waktu lalu.
Masih menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bantaeng, audisi calon direksi dilakukan sehubungan berakhirnya masa jabatan Direkri PDAM periode 4 tahun lalu. Ini dilakukan sesuai Perda Nomor 1 Tahun 1988 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Bantaeng dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM. Melalui audisi tersebut, diharapkan muncul ide dan gagasan yang dapat membawa perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air bersih tersebut memberikan keuntungan signifikan.
Menanggapi aksi demo di DPRD Kabupaten Bantaeng, Syahrul Bayan mengatakan, aksi tersebut tak perlu terjadi bila masyarakat memahami kegiatan yang sudah dilakukan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Wakilnya (H. A. Asli Mustadjab). Dalam 1 tahun 8 bulan, Nurdin Abdullah memimpin kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup baik ditandai dengan pembangunan berbagai sektor. Selain pembangunan fisik seperti Cekdam, Instalasi Penjernihan Air Minum (IPA) PDAM bernilai puluhan miliar rupiah, di sektor penyediaan pangan terjadi lonjakan produksi beras hingga 3 kali lipat.
Di sektor penyediaan pangan, Badan Ketahanan Pangan sudah melakukan penangkaran benih berbasis teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan wilayah bagian selatan SulSel. Ke depan, penyediaan benih berkualitas termasuk jenis hybrida tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Sulsel, jelas Syahrul Bayan. Menyinggung soal program Rp 1 Miliar/Desa yang disebut-sebut hanya sebuah janji, ia mengatakan, terjadi kesalahpahaman. Program Rp 1 miliar tersebut bukanlah program bagi-bagi uang ke desa secara Cash. Melainkan berbentuk program melalui kegiatan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Melalui program tersebut sangat jelas terjadi pemerataan pembangunan dan memenuhi hak-hak desa. Bahkan ada desa yang lebih dari Rp 1 Miliar seperti yang dilakukan di Desa Bonto Lojong yang sudah mencapai puluhan miliar, urainya. Dana yang bergulir ke desa tersebut tak hanya dari APBD tetapi juga APBN termasuk dari PNPM Mandiri, dana pembantuan serta dana dekon yang sudah bergulir di desa dan dilakukan secara transparan. Kabag. Humas dan Protokol juga menyayangkan berita yang tidak melihat kenyataan lapangan, termasuk saat demonstran diterima DPRD. Disana hadir Kadis Koperasi dan UKM (Bachtiar Karim), Kabag. Umum (Andi Mappatoba), Kabag. Pemerintahan (A. Irfandy Langgara), Kepala Kantor Kesbang Linmas (M. Yusuf), Sekretaris DPRD (Haryoto Harsoyo) dan Kabag. Humas dan Protokol (Syahrul Bayan). Jadi tidak benar bila pihak eksekutif tidak hadir pada pertemuan di DPRD, tandasnya.
Masih menurut Syahrul Bayan, sangat keliru bila masih ada pihak yang menyebut tidak ada perkembangan di Kabupaten Bantaeng sebab pembangunan dilakukan secara transparan, itu sebabnya sejumlah industri strategis hadir di Butta Toa. Kehadiran industri strategis tersebut menjawab masalah ketenagakerjaan dan pengentasan kemiskinan. Ini merupakan komitmen Pemda untuk menghapus kemiskinan di Bantaeng, terangnya. Industri strategis tersebut sudah melakukan ekspor ke Jepang dan Korea. Industri pengolahan ikan milik PT. Global Seafood International Indonesia misalnya, telah mengekspor ke Jepang sebanyak 60 ton, termasuk 20 ton yang dilepas Wakil Gubernur SulSel Agus Arifin Nu’mang pada pelepasan ekspor perdana beberapa waktu lalu.
Barter Komoditi antara kota Bonthain dan kota Baru
Sunday, March 21, 2010Kapal Ikan Cahaya Sejati 3 dari Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel) merapat di Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, tepatnya 21 maret 2010. Kapal tersebut membawa ikan merah 17 ton untuk kebutuhan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII). Kehadiran kapal tersebut mendapat perhatian khusus, selain menjadi kapal yang pertama merapat di pelabuhan tersebut, Cahaya Sejati 3 juga menjadi awal dimulainya perdagangan ikan secara langsung dari Kota Baru ke Bonthain untuk memenuhi pasokan ke industri pengolahan ikan PT. GSII.
Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) bersama Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin), Asisten Bidang Ekbang (H. M Yasin), Direktur Operasional Perusda Baji Minasa (Arifuddin) dan sejumlah sejumlah petinggi lainnya menyaksikan kedatangan kapal ikan tersebut. H. Baharuddin, pemilik 3 unit Kapal Cahaya Sejati yang menjadi mitra Perusda Baji Minasa Bantaeng menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan Perusda Baji Minasa yang memasok kebutuhan ikan PT. GSII. Perusahaan Jepang-Indonesia tersebut membutuhkan ikan segar sebanyak 40 ton/hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perusda mendatangkan ikan dari berbagai propinsi dan daerah, termasuk dari Kota Baru Kalimantan Selatan.
Untuk menjangkau Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, jelas Baharuddin diperlukan waktu 30 jam. Dari daerah ini, Cahaya Sejati akan membawa kasur dan garam ke Kota Baru Kalsel. Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan kapal ikan dari Kota Baru, Kalsel tersebut. Ia berharap pasokan ikan dari daerah tersebut berkelanjutan di masa mendatang. Nurdin Abdullah juga berharap kapal-kapal yang merapat bisa memanfaatkan potensi daerah ini. Potensi yang bisa dimanfaatkan tersebut, selain beras juga sejumlah sayuran dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat Kalsel. Bupati mengakui, izin untuk Pelabuhan Mattoanging dalam tahap pengurusan. Namun tak masalah bila sudah ada kapal yang memanfaatkan. Tentang suplai kebutuhan air bersih, Bupati Bantaeng mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng siap mensuplai. PDAM kita siap memenuhi kebutuhan air bersih, tandasnya.
Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) bersama Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin), Asisten Bidang Ekbang (H. M Yasin), Direktur Operasional Perusda Baji Minasa (Arifuddin) dan sejumlah sejumlah petinggi lainnya menyaksikan kedatangan kapal ikan tersebut. H. Baharuddin, pemilik 3 unit Kapal Cahaya Sejati yang menjadi mitra Perusda Baji Minasa Bantaeng menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan Perusda Baji Minasa yang memasok kebutuhan ikan PT. GSII. Perusahaan Jepang-Indonesia tersebut membutuhkan ikan segar sebanyak 40 ton/hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perusda mendatangkan ikan dari berbagai propinsi dan daerah, termasuk dari Kota Baru Kalimantan Selatan.
Untuk menjangkau Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, jelas Baharuddin diperlukan waktu 30 jam. Dari daerah ini, Cahaya Sejati akan membawa kasur dan garam ke Kota Baru Kalsel. Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan kapal ikan dari Kota Baru, Kalsel tersebut. Ia berharap pasokan ikan dari daerah tersebut berkelanjutan di masa mendatang. Nurdin Abdullah juga berharap kapal-kapal yang merapat bisa memanfaatkan potensi daerah ini. Potensi yang bisa dimanfaatkan tersebut, selain beras juga sejumlah sayuran dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat Kalsel. Bupati mengakui, izin untuk Pelabuhan Mattoanging dalam tahap pengurusan. Namun tak masalah bila sudah ada kapal yang memanfaatkan. Tentang suplai kebutuhan air bersih, Bupati Bantaeng mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng siap mensuplai. PDAM kita siap memenuhi kebutuhan air bersih, tandasnya.
Beautiful Nature in Eremerasa
Sunday, February 28, 2010Lokasinya tidak sejauh menempuh perjalanan menuju Loka Camp. Hanya dengan jarak 16 Km dari pusat kota Bonthain, obyek wisata yang satu ini dapat kita kunjungi. Permandian Alam Eremerasa merupakan obyek wisata bernuansa alami. Naturalisasi yang ditampilkan disana berupa kawasan permandian yang dikelilingi pepohonan hijau nan rimbun. Suara burung berbagai jenis terdengar berkicau dimana-mana. Di samping itu suara gemuruh air sungai yang tak jauh dari lokasi permandian pun ikut menambah riuhnya suara alam. Suara tersebut mampu menenggelamkan suara gemuruh kendaraan bermotor yang selalu berdenging di telinga kita, khususnya penghuni kota yang selalu ramai. Hening tanpa gangguan suara pabrik dan sebagainya. Suasana ini langsung mempengaruhi para pengunjung untuk melupakan sejenak beban pikiran selama sepekan dalam menjalani aktifitasnya.
Sabtu berlalu, bukan berarti minggu sudah terlambat. Dengan mengendarai Black Car Community, Black Community and Black In News of Bonthain pun mengunjungi salah satu obyek wisata di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Namun, wisatawan dapat pula mengunjunginya dengan mengendarai Black Motor Community maupun Angkutan Umum seperti Pete'-pete', Bendi dan Ojek. Permandian Alam Eremerasa dapat ditempuh dalam waktu ± 20 menit perjalanan. Letaknya berada di bagian Utara Kota Bonthain pada posisi tengah (antara ujung Timur dan ujung Barat). Di perjalanan menuju obyek ini, wisatawan akan melewati sawah dan kebun nan luas menghampar begitu hijau, elok dipandang mata. Pada wilayah utaranya nampak Kaki Gunung Lompobattang lebih hijau lagi berselimut kabut tebal dari kejauhan.
Manfaatkan akhir pekan yang lebih ceria dengan berkunjung ke Permandian Alam Eremerasa. Disediakan kolam dengan berbagai pilihan, mulai untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang, disediakan Ban Dalam sebagai media pembantu menelilingi Kolam yang luas dengan berbagai tingkat kedalaman.
Dari mana airnya, ini yang menarik. Sumber air so dekat....................si Bolang kembali berucap.

Kolam yang luas dengan beribu-ribu meter kubik air didalamnya, tentu membutuhkan air yang banyak dan pastinya air tersebut harus lancar. Ternyata air berasl dari akar-akar kayu yang berada disekitarnya. Ini yang menjadi alasan utama, kenapa pepohonan disekitarnya tidak ditata dengan rapi. Dalam artian kenapa pohon yang posisinya menghalangi jalan justru masih dibiarkan seperti itu. Cek and Ricek, tiap pohon mengeluarkan air yang kemudian dialirkan melalui pipa besar ke tiap kolam. Air melimpah ruah saat kemarau panjang datang. Bahkan lebih hebatnya lagi, air meluap lebih besar dengan debit air tidak biasanya dari dasar pohon tersebut. Pohon yang berada pada kemiringan bukit di bagian utara kolam memancarkan air dan menciptakan banjir yang indah. Kenapa dikatakan indah, banjir ini tidak sampai membahayakan pengunjung. Airnya mengalir di lereng bukit sehingga lereng tersebut nampak menjadi lautan yang tidak datar seperti layaknya air di laut lepas.
Apa saja yang dapat dinikmati di kawasan Permandian Alam Eremerasa...???
Selain berenang dan berendam di dalam kolam, di sekitar area kolam berjejer Kios Makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional. Antara lain :
1. Sanggara' Loka Bambang
2. Gogoso'
3. Bayao Le'ba Pallu
4. Sanggara' Lame Kayu
5. Lammang
6. Cucuru'
7. Garoncong
8. Ka'do' Boddong
9. Nasi Kuning
10. Pisang Epe'
Di bagian lainnya, para pengunjung dapat melakukan Autoblackthrough goes to campus dengan menuruni bukit di bagian Timur Kolam. tak jauh dari kolam, terdapat sungai luas yang mengalir hingga ke laut. Sungai ini merupakan salah satu dari 9 sungai besar yang kesemuanya mengalir menuju pusat kota Bonthain. Kesembilan sungai tersebut menjadi pemicu terjadinya banjir tiap tahunnya dan banjir besar tiap 5 tahun di Bonthain.
Sungai Calendu namanya, air dari kolam yang ada di kawasan Permandian Eremerasa otomatis terbuang limbahnya ke sungai tersebut sehingga tidak merepotkan sirkulasi air di kawasan obyek wisata ini.
Bagian lain yang menarik adalah tempat ini sering dijadikan lokasi latihan pengembangan diri selain di Loka Camp. Black Community seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), Search and Rescue (SAR) dan Relawan lainnya melakukan Latihan Evakuasi Vertikal seperti Rafling, Lifting dan Flying Fox.
Banyak manfaat dengan keberadaan mata air Ermerasa di daerah ini. Manfaat lainnya disamping dijadikan Obyek Wisata adalah :
1. Menjadi sumber air untuk dikonsumsi keseluruhan masyarakat Bonthain melalui pengelolaan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
2. Menjadi bahan baku pembuatan Air Mineral seperti AIR QITA, AQUADAENG dan AIR VITA. Air mineral ini menjadi kebanggaan orang Bonthain, karena telah merambah pansa pasar nasional. Telah dibuktikan saat kunjungan kerja Black Community and Black In News of Bonthain di Jakarta dan Makassar, produk ini banyak beredar khususnya di Hotel-hotel terkenal di Jakarta dan Makassar. Sementara untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, produk ini lebih memasyarakat lagi dibanding produk lainnya.
Sabtu berlalu, bukan berarti minggu sudah terlambat. Dengan mengendarai Black Car Community, Black Community and Black In News of Bonthain pun mengunjungi salah satu obyek wisata di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Namun, wisatawan dapat pula mengunjunginya dengan mengendarai Black Motor Community maupun Angkutan Umum seperti Pete'-pete', Bendi dan Ojek. Permandian Alam Eremerasa dapat ditempuh dalam waktu ± 20 menit perjalanan. Letaknya berada di bagian Utara Kota Bonthain pada posisi tengah (antara ujung Timur dan ujung Barat). Di perjalanan menuju obyek ini, wisatawan akan melewati sawah dan kebun nan luas menghampar begitu hijau, elok dipandang mata. Pada wilayah utaranya nampak Kaki Gunung Lompobattang lebih hijau lagi berselimut kabut tebal dari kejauhan.
Manfaatkan akhir pekan yang lebih ceria dengan berkunjung ke Permandian Alam Eremerasa. Disediakan kolam dengan berbagai pilihan, mulai untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang, disediakan Ban Dalam sebagai media pembantu menelilingi Kolam yang luas dengan berbagai tingkat kedalaman.
Dari mana airnya, ini yang menarik. Sumber air so dekat....................si Bolang kembali berucap.
Kolam yang luas dengan beribu-ribu meter kubik air didalamnya, tentu membutuhkan air yang banyak dan pastinya air tersebut harus lancar. Ternyata air berasl dari akar-akar kayu yang berada disekitarnya. Ini yang menjadi alasan utama, kenapa pepohonan disekitarnya tidak ditata dengan rapi. Dalam artian kenapa pohon yang posisinya menghalangi jalan justru masih dibiarkan seperti itu. Cek and Ricek, tiap pohon mengeluarkan air yang kemudian dialirkan melalui pipa besar ke tiap kolam. Air melimpah ruah saat kemarau panjang datang. Bahkan lebih hebatnya lagi, air meluap lebih besar dengan debit air tidak biasanya dari dasar pohon tersebut. Pohon yang berada pada kemiringan bukit di bagian utara kolam memancarkan air dan menciptakan banjir yang indah. Kenapa dikatakan indah, banjir ini tidak sampai membahayakan pengunjung. Airnya mengalir di lereng bukit sehingga lereng tersebut nampak menjadi lautan yang tidak datar seperti layaknya air di laut lepas.
Apa saja yang dapat dinikmati di kawasan Permandian Alam Eremerasa...???
Selain berenang dan berendam di dalam kolam, di sekitar area kolam berjejer Kios Makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional. Antara lain :
1. Sanggara' Loka Bambang
2. Gogoso'
3. Bayao Le'ba Pallu
4. Sanggara' Lame Kayu
5. Lammang
6. Cucuru'
7. Garoncong
8. Ka'do' Boddong
9. Nasi Kuning
10. Pisang Epe'
Di bagian lainnya, para pengunjung dapat melakukan Autoblackthrough goes to campus dengan menuruni bukit di bagian Timur Kolam. tak jauh dari kolam, terdapat sungai luas yang mengalir hingga ke laut. Sungai ini merupakan salah satu dari 9 sungai besar yang kesemuanya mengalir menuju pusat kota Bonthain. Kesembilan sungai tersebut menjadi pemicu terjadinya banjir tiap tahunnya dan banjir besar tiap 5 tahun di Bonthain.
Sungai Calendu namanya, air dari kolam yang ada di kawasan Permandian Eremerasa otomatis terbuang limbahnya ke sungai tersebut sehingga tidak merepotkan sirkulasi air di kawasan obyek wisata ini.
Bagian lain yang menarik adalah tempat ini sering dijadikan lokasi latihan pengembangan diri selain di Loka Camp. Black Community seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), Search and Rescue (SAR) dan Relawan lainnya melakukan Latihan Evakuasi Vertikal seperti Rafling, Lifting dan Flying Fox.
Banyak manfaat dengan keberadaan mata air Ermerasa di daerah ini. Manfaat lainnya disamping dijadikan Obyek Wisata adalah :
1. Menjadi sumber air untuk dikonsumsi keseluruhan masyarakat Bonthain melalui pengelolaan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
2. Menjadi bahan baku pembuatan Air Mineral seperti AIR QITA, AQUADAENG dan AIR VITA. Air mineral ini menjadi kebanggaan orang Bonthain, karena telah merambah pansa pasar nasional. Telah dibuktikan saat kunjungan kerja Black Community and Black In News of Bonthain di Jakarta dan Makassar, produk ini banyak beredar khususnya di Hotel-hotel terkenal di Jakarta dan Makassar. Sementara untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, produk ini lebih memasyarakat lagi dibanding produk lainnya.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor