Showing posts with label Mushollah. Show all posts
Showing posts with label Mushollah. Show all posts
Semarak Idul Fitri dengan Takbiran
Thursday, July 16, 2015
Bulan suci Ramadhan berakhir hari ini (16/07) setelah resmi diumumkan hasil Sidang Isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Alhamdulillah, tahun ini akan dilangsungkan Shalat Idul FItri 1436 H secara serentak di Indonesia. Dimana setelah sekian lama, sering kali berbeda pandangan dalam penetapan 1 Syawal.
Menandai Idul Fitri tahun ini, di seluruh pelosok tanah air digelar Takbiran dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sama halnya di Kabupaten Bantaeng, juga digelar hal serupa.
Takbiran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Pantai Seruni Bantaeng. Dengan menggelar Takbir Bersama serta Pawai Takbir Keliling dan Lomba Miniatur Masjid serta Mushollah.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melepas kontingen Remaja Masjid beserta Miniatur Masjid/Mushollah di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Diikuti oleh beberapa peserta, khususnya Masjid dan Mushollah yang berada dalam wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng.
Meski dengan cuaca yang kurang bersahabat, para kontingen terlihat antusias mengikuti jalur pawai keliling yang ttelah ditentukan sebelumnya. Dan finish kembali di Pantai Seruni Bantaeng.
Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat yang diperkirakan mencapai ribuan unit memadati tiap ruas jalan di sepanjang jalan-jalan protokol daerah ini. Kendaraan roda empat khususnya, dilengkapi pengeras suara yang memperdengarkan Gema Takbir dari para penumpangnya. Hal ini menambah semaraknya malam 1 Syawal 1436 H.
Namun, patut meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara. Begitu pula bagi warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan agar bersama-sama berhati-hati agar tidak tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dan bisa mengganggu keselamatan para pengguna jalan raya.
Menandai Idul Fitri tahun ini, di seluruh pelosok tanah air digelar Takbiran dengan mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil. Sama halnya di Kabupaten Bantaeng, juga digelar hal serupa.
Takbiran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dipusatkan di Pantai Seruni Bantaeng. Dengan menggelar Takbir Bersama serta Pawai Takbir Keliling dan Lomba Miniatur Masjid serta Mushollah.
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama beberapa Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng melepas kontingen Remaja Masjid beserta Miniatur Masjid/Mushollah di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Diikuti oleh beberapa peserta, khususnya Masjid dan Mushollah yang berada dalam wilayah perkotaan Kabupaten Bantaeng.
Meski dengan cuaca yang kurang bersahabat, para kontingen terlihat antusias mengikuti jalur pawai keliling yang ttelah ditentukan sebelumnya. Dan finish kembali di Pantai Seruni Bantaeng.
Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat yang diperkirakan mencapai ribuan unit memadati tiap ruas jalan di sepanjang jalan-jalan protokol daerah ini. Kendaraan roda empat khususnya, dilengkapi pengeras suara yang memperdengarkan Gema Takbir dari para penumpangnya. Hal ini menambah semaraknya malam 1 Syawal 1436 H.
Namun, patut meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara. Begitu pula bagi warga masyarakat yang menonton di pinggir jalan agar bersama-sama berhati-hati agar tidak tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Dan bisa mengganggu keselamatan para pengguna jalan raya.
Dimanakah Anda Shalat...?
Thursday, September 9, 2010Umat Islam sejak saat ini mempersiapkan segala sesuatunya menyambut Hari Kemenangan. Hari Raya Idul Fitri 1431 H tahun ini jatuh pada tanggal 10 September 2010. Beberapa jam ke depan, segenap Muslimin dan Muslimah berbondong-bondong memadati jalan menuju lapangan, surau, masjid, mushollah dan tanah lapang lainnya untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri. Shalat yang terdiri dari 2 raka'at ditambah dengan Khutbah Ied setelahnya ini hukumnya Sunnah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah Khutbah setelah Shalat. Kejadian yang membudaya di sebagian masyarakat Muslim patut diubah karena menyalahi kaidah.
Apa itu sobat...??? Setelah melaksanakan Shalat 2 raka'at, dipikirnya tuntas sudah pelaksanaan Shalat Ied. Tidak serta merta hanya dengan 2 raka'at saja. Khutbah setelahnya patut didengarkan, sehingga wajib hukumnya seorang Muslim untuk tidak beranjak dari duduknya sebelum Khutbah usai. Lalu bagaimana bila hujan mengguyur lokasi pelaksanaan Sholat Ied. Dipahami bahwa apapun yang terjadi, ritual Sholat Ied harus dituntaskan hingga Khutbah itu berakhir. Barulah beranjak dan pulang ke rumah masing-masing. Ritual berikutnya berupa Halal Bihalal sesama Muslim. Saling mengunjungi rumah tetangga, sanak saudara dan rekan-rekan. Memohon maaf atas kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan harapan kembali fitrah di Hari Kemenangan. Minal Aidin Wal Faidzin, semoga amal ibadah kita mendapat berkah dan balasan yang setimpal oleh Allah Swt.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Sholat Ied, maka perlu diwaspadai lebih awal. Hingga informasi ini dipublikasikan, hujan masih saja mengguyur kota Bonthain dan sekitarnya. Meskipun sehari penuh cuaca cerah, namun dapat dipastikan bahwa lapangan dan tanah lapang lainnya kini becek alias digenangi air dan lumpur.
tentukan pilihannya
Awalnya lokasi rencana pelaksanaan Sholat Ied di Bonthain dipusatkan di sebuah kawasan baru sebagai bagian dari The New Bantaeng. Tempat ini merupakan kawasan pantai yang ditimbun, memanjang di Selatan kota Bonthain. Khusus untuk lokasi Sholat Ied, disiapkan tanah lapang di kawasan tersebut dengan luas ± 3-4 lapangan sepak bola. Bilamana lokasi ini jadi digunakan, sebagian besar penduduk Bonthain khususnya yang berada di perkotaan akan tertampung. Di samping lokasi di atas, dapat pula menggunakan Lapangan Lompobattang, Stadion Mini Lamalaka Bantaeng, Lapangan Bawakaraeng, Masjid Raya Bantaeng, Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng dan beberapa Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bonthain.

Namun dengan kondisi cuaca saat ini, kepastian penggunaannya masih dipertanyakan masyarakat Bonthain. Untuk menghindari diskomunikasi/miskomunikasi antara panitia pelaksana dengan masyarakat, di beberapa Masjid telah diumumkan alternatif pelaksanaan Sholat Ied yakni di Masjid-masjid yang telah ditentukan. Lebih jelas mengenai informasi ini, dapat berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Cabang Bantaeng atau Panitia Masjid di wilayah masing-masing.
Apa itu sobat...??? Setelah melaksanakan Shalat 2 raka'at, dipikirnya tuntas sudah pelaksanaan Shalat Ied. Tidak serta merta hanya dengan 2 raka'at saja. Khutbah setelahnya patut didengarkan, sehingga wajib hukumnya seorang Muslim untuk tidak beranjak dari duduknya sebelum Khutbah usai. Lalu bagaimana bila hujan mengguyur lokasi pelaksanaan Sholat Ied. Dipahami bahwa apapun yang terjadi, ritual Sholat Ied harus dituntaskan hingga Khutbah itu berakhir. Barulah beranjak dan pulang ke rumah masing-masing. Ritual berikutnya berupa Halal Bihalal sesama Muslim. Saling mengunjungi rumah tetangga, sanak saudara dan rekan-rekan. Memohon maaf atas kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dengan harapan kembali fitrah di Hari Kemenangan. Minal Aidin Wal Faidzin, semoga amal ibadah kita mendapat berkah dan balasan yang setimpal oleh Allah Swt.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Sholat Ied, maka perlu diwaspadai lebih awal. Hingga informasi ini dipublikasikan, hujan masih saja mengguyur kota Bonthain dan sekitarnya. Meskipun sehari penuh cuaca cerah, namun dapat dipastikan bahwa lapangan dan tanah lapang lainnya kini becek alias digenangi air dan lumpur.
Awalnya lokasi rencana pelaksanaan Sholat Ied di Bonthain dipusatkan di sebuah kawasan baru sebagai bagian dari The New Bantaeng. Tempat ini merupakan kawasan pantai yang ditimbun, memanjang di Selatan kota Bonthain. Khusus untuk lokasi Sholat Ied, disiapkan tanah lapang di kawasan tersebut dengan luas ± 3-4 lapangan sepak bola. Bilamana lokasi ini jadi digunakan, sebagian besar penduduk Bonthain khususnya yang berada di perkotaan akan tertampung. Di samping lokasi di atas, dapat pula menggunakan Lapangan Lompobattang, Stadion Mini Lamalaka Bantaeng, Lapangan Bawakaraeng, Masjid Raya Bantaeng, Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng dan beberapa Masjid yang tersebar di seluruh wilayah Bonthain.
Namun dengan kondisi cuaca saat ini, kepastian penggunaannya masih dipertanyakan masyarakat Bonthain. Untuk menghindari diskomunikasi/miskomunikasi antara panitia pelaksana dengan masyarakat, di beberapa Masjid telah diumumkan alternatif pelaksanaan Sholat Ied yakni di Masjid-masjid yang telah ditentukan. Lebih jelas mengenai informasi ini, dapat berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Cabang Bantaeng atau Panitia Masjid di wilayah masing-masing.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor