blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Ground Breaking Rusus Bantaeng

Sunday, May 3, 2015
Ground Breaking Rusus Bantaeng
Pelaksanaan Ground Breaking dalam rangka Pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat. Dirangkaian dengan dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Khusus (Rusus) untuk masyarakat nelayan. Dilaksanakan pula Video Conference bersama Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo).

Sebanyak 100 unit rumah nelayan tipe 36 akan segera dibangun di Kabupaten Bantaeng. Tepatnya di Kampung Birea, Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng yang berdekatan dengan Workshop milik Dinas PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah bertanggung jawab untuk memampukan masyarakat agar dapat bertempat tinggal serta melindungi dan meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungannya. Negara bertanggung jawab atas penyediaan perumahan dan kawasan permukiman. Pembinaannya dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, propinsi hingga daerah."

Kegiatan Pencanangan Proram Sejuta Rumah untuk Rakyat menjadikan momentum untuk meningkatkan kontribusi seluruh stakeholder perumahan melalui berbagai inovasi. Sehingga tercipta iklim kondusif bagi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Pada kesempatan yang sama, Ir. I Nyoman Shuida, M.Si (Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia selaku Plt. Staf Ahli Menteri PUPR Bid. Sosbud dan Peran Masyarakat) saat membacakan Sambutan Menteri PUPR menyampaikan, "Kegiatan Pencanangan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat yang ditandai dengan Ground Breaking di Kabupaten Bantaeng ini bertujuan untuk mengkomunikasikan perhatian Pemerintah kepada seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mempercepat terpenuhinya kebutuhan rumah, khususnya bagi MBR. Selama ini pemenuhan rumah bagi MBR selalu ketinggalan kemampuan daya beli dan pasokan yang tidak memadai dibandingkan dengan kemampuannya." ungkapnya.

Penyediaan kawasan perumahan ini telah sejalan dengan harapan masyarakat yang telah lama memimpikan rumah yang layak. Tak hanya rumah layak, tetapi juga sehat. Dan menyesuaikan dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Ground Breaking tersebut dihadiri Faridah Kadir (DBM Commercial Bank Tabungan Negara Cabang Makassar) dan beberapa pejabat dari Jakarta yang diutus langsung oleh Kemenpeupera RI, diantaranya Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rumah Khusus, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Susun, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Rumah Khusus dari Negara dan Pejabat Pembuat Komitmen Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.

Dari jajaran Kabupaten Bantaeng, dihadiri Ketua dan para Wakil Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng. Dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng serta para Muspida. Dimana di tempat tersebut dihadiri ratusan nelayan calon penerima Rumah Khusus dari Pemerintah Republik Indonesia.

Secara khusus hadir pula Tim Kepresidenan Republik Indonesia (DR. Ari) yang datang ke Bantaeng untuk mempersiapkan dan memberikan standar Kepresidenan khususnya di Kabupaten Bantaeng. "Kita belum pernah menerima Presiden, kecuali Presiden Soekarno. Jadi Bung Karno sudah penah ke Bantaeng.' tutur H. M. Nurdin Abdullah.

"Program Sejuta Rumah, saya kira ini adalah impian seluruh masyarakat, yang saat ini masih tinggal di Kompleks Mertua Indah. Mudah-mudahan dengan selesainya rumah ini, tidak ada lagi masyarakat terutama yang keluarga-keluarga muda yang masih tinggal di bawah kolong-kolong rumah. Di wilayah pesisir ini, kebutuhan rumah masih sangat dibutuhkan. Dan masih sangat besar kebutuhan kita. Dan saya kira ini adalah program untuk memancing para developer untuk bisa lebih mengembangkan apa yang kita canangkan pada hari ini. Dan hari ini, kita akan mencanangkan ini adalah rumah gratis. Dan betul-betul akan kita peruntukkan bagi yang membutuhkan. Jadi nanti ini seleksinya ketat. Kita akan melihat, yang akan memiliki ini akan kita seleksi sesuai dengan apa yang kita temukan di lapangan." tegas Bupati Bantaeng.

Pembangunan Rumah Khusus sebanyak 100 unit ditandai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 29 April 2015. Dan selanjutnya berlangsung Video Conference selama ± 15 menit. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) dalam sesi dialog menyetujui permohonan masyarakat nelayan Kabupaten Bantaeng untuk mendapatkan bantuan alat tangkap dan penyimpanan sementara terhadap hasil perikanan di Kabupaten Bantaeng.

Implementasinya, Jokowi (sapaan akrab Presiden RI), saat itu juga memerintahkan kepada Menteri PUPR agar segera turun ke Kabupaten Bantaeng untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk sarana dan prasarana yang akan menunjang kebutuhan masyarakat nelayan di daerah ini.

Ground Breaking Rusus Bantaeng-1

Ground Breaking Rusus Bantaeng-2

Ground Breaking Rusus Bantaeng-3

Ground Breaking Rusus Bantaeng-4

Ground Breaking Rusus Bantaeng-5

Ground Breaking Rusus Bantaeng-6

Ground Breaking Rusus Bantaeng-7

Ground Breaking Rusus Bantaeng-8

Ground Breaking Rusus Bantaeng-9

Ground Breaking Rusus Bantaeng-10

Ground Breaking Rusus Bantaeng-11

Ground Breaking Rusus Bantaeng-12

Ground Breaking Rusus Bantaeng-13

Ground Breaking Rusus Bantaeng-14

Ground Breaking Rusus Bantaeng-15

Ground Breaking Rusus Bantaeng-16

Ground Breaking Rusus Bantaeng-17

Ground Breaking Rusus Bantaeng-18

Ground Breaking Rusus Bantaeng-19

Ground Breaking Rusus Bantaeng-20

Ground Breaking Rusus Bantaeng-21

Ground Breaking Rusus Bantaeng-22

Read Full 0 comments

Jokowi dan BONTHAIN

Saturday, January 26, 2013
Jokowi dan BONTHAIN
Didambakan sebagai idola seluruh masyarakat pada semua tingkatan hingga kalangan bawah. Popularitas Jokowi langsung melejit bak artis lagi naik daun. Kesehariannya lebih banyak diisi dengan mengunjungi masyarakatnya sebagai bentuk perhatian penuh seorang pemimpin untuk menampung tiap masukan dan saran yang diharapkan memunculkan ide-ide kreatif ke arah peningkatan pembangunan yang lebih baik. Jokowi bukanlah pemimpin biasa, pribadinya adalah sebuah pencerminan masyarakat berbalut status pemimpin yang berharap kemajuan.

Bukan hanya Jakarta yang memiliki Jokowi, Indonesia Timur pun punya Jokowi. Sosok yang sama dimiliki seorang H. M. Nurdin Abdullah. Menilik masa jabatan dari keduanya, The Doctor (sapaan Nurdin Abdullah) lebih awal dibandingkan Jokowi. Perbedaannya pada tingkatan kawasan yang lebih kompleks, yang mana Jakarta merupakan kiblatnya Merah Putih. Sementara BONTHAIN hanyalah sebuah kota kecil yang jauh dari kota Metropolitan dan tersembunyi selama ratusan tahun silam. BONTHAIN muncul ke permukaan sejak tahun 2008 di bawah kepemimpinan Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama sekutunya Drs. H. A. Asli Mustadjab.

Tidak berbeda, Nurdin Abdullah pun punya kebiasaan yang sama dengan Jokowi. Keduanya sama-sama berasal dari kalangan Businessman. Hal ini menjadi dasar penggambaran karakter pemimpin dalam mengarahkan daerah kekuasaannya melalui ide kreatif yang pastinya berbeda dengan karakter pemimpin lainnya. Karenanya, Nurdin dan Jokowi patut disejajarkan dalam berbagai hal. Kepeduliaannya terhadap masyarakat yang amat tinggi ditunjukkan melalui kunjungan kerjanya, sekaligus sebagai upaya efektif untuk mendengar rintihan rakyatnya di luar dari agenda Musrembang tiap tahunnya.

Dalam pengaplikasiannya, Nurdin Abdullah pada pekan terakhir bulan Januari 2013 ini, kembali melakukan kunjungan ke sejumlah sudut kota hingga desa di BONTHAIN. Memulai aktifitasnya, Nurdin Abdullah dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Lies Fachruddin) bersama-sama dengan komunitas Bike to Work (B2W) gowes BONTHAIN dengan mengendarai sepeda.

Di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng, Nurdin melakukan Senam Pagi bersama para PNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Kemudian bersama-sama para Kepala SKPD memantau perkembangan pembangunan Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN. "Saat ini anjungan sudah dapat dinikmati sebagai sarana rekreasi alternatif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya. Tingkat kunjungan terus meningkat setiap harinya, baik dari penduduk BONTHAIN maupun dari Bulukumba dan Jeneponto. Beberapa pekan terakhir ini, malah pengunjungnya meluas hingga Kabupaten/Kota lainnya. Tentunya, hal ini akan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Masyarakat BONTHAIN, khususnya pedagang dan pengusaha ikut merasakan manfaatnya." Demikian disampaikan Bupati Bantaeng.

Nurdin Abdullah menambahkan, "Pengunjung di lokasi Anjungan Pantai Seruni BONTHAIN butuh fasilitas memadai agar mereka lebih betah berjam-jam menikmati pemandangan yang indah di kawasan ini. Bayangkan saja, ketika Anda menoleh ke Utara, nampak Gunung Lompobattang yang membentang luas menaungi kota ini. Lalu di si sisi Selatan, lautan nan luas dapat anda saksikan secara gratis. Sepintas pemandangan ini biasa, namun coba cermati, 5 tahun yang lalu pemandangan seperti ini belum bisa ditemui. Siapkan kamera Anda, Sunset di sore hari menjadi puncak penyaksian indahnya kawasan ini. Ke depannya, kami berharap di Anjungan ini dapat diisi dengan berbagai hiburan. Sehingga pengunjung akan semakin betah dan rindu untuk datang kembali ke BONTHAIN. Kehadiran pengunjung merupakan rezeki bagi pemilik Cafe atau pun pemilik usaha hiburan lainnya. Satu hal yang penting, semua elemen menyatu mengembangkan BONTHAIN, karena apa yang Anda lihat saat ini adalah buah karya dari kerja keras semua pihak."

Beranjak dari Anjungan Pantai Seruni, Nurdin Abdullah bersama rombongan memantau beberapa fasilias olah raga di BONTHAIN. Dalam kesempatannya, Pusat Olah Raga Futsal yang berada di bilangan Pa'bineang menjadi persinggahan lebih lama dari fasilitas lainnya. Nurdin Abdullah mengajak beberapa orang untuk menguji lapangan futsal tersebut. Fasilitas ini merupakan salah satu gelanggang yang dipersiapkan untuk menyukseskan event terbesar di Sulawesi Selatan, yakni Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) XV yang dipusatkan di BONTHAIN pada tahun 2014 mendatang.

Berlanjut menyapa masyarakatnya, Nurdin Abdullah dan Lies Fachruddin mampir di Warkop Monginsidi di bilangan Be'lang Barat. Berdatangan dan singgah di lokasi tersebut, tokoh-tokoh masyarakat maupun masyarakat umum lainnya. Keluh kesah maupun masukan disampaikan langsung kepada pemimpinnya dalam bahasa lugas dan sederhana. Minum kopi bersama Bupati Bantaeng ibarat curhat kepada seorang teman. Sembari menikmati hidangan, Nurdin Abdullah kembali menegaskan "Saya bersama jajaran Pemerintahan akan selalu berusaha memajukan BONTHAIN. Masukan yang datangnya dari masyarakat akan senatiasa diselaraskan dengan kebijakan pembangunan. Semua yang telah dinikmati saat ini, harus kita jaga dengan baik. Menjaga yang baik-baik itu amatlah penting. Saya yakin, tidak seorang pun di BONTHAIN yang mau kota ini kembali terpuruk ke masa lalu. Kita harus terus beranjak dan maju. Kebangaan kota ini adalah bagian dari kepuasaan saya secara pribadi."

Jokowi dan BONTHAIN-1 Jokowi dan BONTHAIN-2 Jokowi dan BONTHAIN-3 Jokowi dan BONTHAIN-4 Jokowi dan BONTHAIN-5
Read Full 9 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks