blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Ulang Tahun. Show all posts
Showing posts with label Ulang Tahun. Show all posts

HUT KODAM VII Wirabuana Dirangkaikan Buka Puasa Bersama

Wednesday, June 24, 2015
HUT KODAM VII Wirabuana Dirangkaikan Buka Puasa Bersama
KODIM 1410 Bantaeng memperingati Hari Ulang Tahun KODAM VII Wirabuana ke-65 tahun. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama Ramadhan. Bertepatan dengan Puasa hari ke-3 Ramadhan 1436 H / 20 Juni 2015.

Kegiatan yang dilaksanakan di Markas Besar KODIM 1410 Bantaeng, dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (H. Sahabuddin), Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua TP. PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) dan sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Disamping itu, turut hadir beberapa Tokoh Masyarakat dan Purnawirawan TNI.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1410 Bantaeng (Heny Setyono) didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bantaeng tampak gembira dapat merayakan HUT KODAM VII Wirabuana dalam suasana kehangatan. Berbagi kebahagiaan dengan seluruh aparatur Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bantaeng menjadi bagian dari kebersamaan prajurit TNI dengan seluruh komponen bangsa ini.

Demikian halnya para prajurit yang tergabung dalam satuan KODIM 1410 Bantaeng, antusias menikmati sajian buka puasa. Yang pada akhirnya melakukan Shalat Maghrib berjama'ah di Mushallah yang ada dalam Markas Besar KODIM 1410 Bantaeng.

Ketua umum DPD BKPRMI Kabupaten Bantaeng (K. H. Arifuddin, Lc) yang membawakan tausyiyah menyerukan agar selalu menjaga kebersamaan dan persatuan antar sesama manusia. Dan melalui perayaan kali ini, Dandim 1410 Bantaeng menyerahkan penghargaan Prajurit Terbaik kepada beberapa anggotanya.

Read Full 0 comments

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain

Monday, March 3, 2014
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain
Gebrakan demi gebrakan dilakukan The Doctor of Bonthain. Sejak memimpin Bantaeng Butta Toa di awal tahun 2008 silam, berbagai perubahan nampak berseliwerang di Kabupaten Bantaeng. Pemadam Kebakaran tidak terlepas dari perhatiannya. Bahkan tercurah perhatian yang amat besar terhadap unit kerja yang berada di bawah pengawasan langsung Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.

Mimpi H. M. Nurdin Abdullah telah tercipta dengan dijadikannya Kabupaten Bantaeng sebagai daerah percontohan nasional, khususnya di bidang penanganan bencana. Kabupaten Bantaeng semakin dikenal di kancah nasional berkat kesigapan aparatur yang bertugas di Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain. Didalamnnya terdapat unit respon yang siap siaga selama 24 jam sehari, antara lain Pemadam Kebakaran, Medis, ORARI, PMI dan Tagana.

Tahun 2014, Bonthain akan kedatangan kembali beberapa unit kendaraan dengan teknologi modern untuk memperkuat Brigade Siaga Bencana Bonthain, yakni :
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan fasilitas Lift yang kapasitasnya lebih kecil dari Mobil Damkar yang sudah ada sebelumnya.
  • 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dengan kapasitas angkat 2 Ton yang juga dilengkapi dengan fasilitas Lift.
  • 5 Unit Mobil Pemadam Kebakaran untuk skala kecil/biasa.
  • 2 Unit Mobil Ambulance berteknologi modern yang mampu melakukan ICU berjalan dengan merek Nissan Elgrand.
  • 1 Unit Mobil Bis.
Insya Allah 7 unit mobil Damkar siap menghuni Kabupaten Bantaeng tahun ini. Kesemua itu merupakan sumbangan dalam bentuk Hibah Jepang, masing-masing dari Toyota Ehime Corporation dan Walikota Toon City. Diharapkan, fasilitas ini akan semakin memperkuat dan meningkatkan kualitas penanganan bahaya kebakaran di Kabupaten Bantaeng. Namun, penting pula untuk meningkatkan kualitas aparatur yang bertugas pada Damkar. Saudara-saudara saya di Damkar telah memberi sumbangsih yang luar biasa dalam rangka peningkatan perekonomian Bantaeng. Betapa tidak, penanganan kebakaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang nyaman menuju peningkatan taraf perekonomian yang lebih baik. Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah dalam sambutannya sebagai Pembina Apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran Nasional ke-95 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, hari Senin tanggal 3 Maret 20014.

The Doctor of Bonthain (sapaan akrab H. M. Nurdin Abdullah) mengajak kepada seluruh peserta Apel untuk mengheningkan cipta sejenak, mengirimkan do'a kepada almarhum Ilham (Boby) yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu saat menjalankan tugasnya sebagai Satgas Pemadam Kebakaran. Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah membacakan Sambutan Tertulis Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Gamawan Fauzi) yang berlangsung sekitar 20 menit.

Gamawan Fauzi mengajak kepada seluruh Pemerintah Daerah untuk proaktif melakukan penanganan kebakaran secara preventif bukan sekedar responsif saja. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran, baik lingkungan permukiman maupun hutan mmemberi dampak yang sangat signifikan terhadap meningkatnya emisi gas sampai pada angka 470 Mega Ton. Asap tersebut seringkali menjadi faktor perselisihan, mengingat asap mampu melintasi batas wilayah daerah dan batas wilayah negara yang menimbulkan protes dari negara lain.

Peringatan HUT Damkar ke-95 kali ini mengambil tema "Mari kita cegah bersama kebakaran dan bencana pencemaran asap untuk mendukung lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca". Pemerintah Daerah selayaknya melakukan serangkaian penanganan kebakaran melalui sosialisasi terhadap bahaya kebakaran dan inspeksi terhadap kepemilikan peralatan standar pemadam kebakaran kepada pemilik usaha maupun masyarakat. Sehingga emisi gas dapat dikurangi dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan yang lebih nyaman dan sejuk.

Hal senada disampaikan pula oleh H. Abdullah Taibe (Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng) kepada Tim Bonthain setelah apel pagi tadi. Dikonfirmasi perihal waktu kedatangan mobil tersebut, H. Abdullah Taibe mengungkapkan, "Dalam waktu dekat, Bupati Bantaeng akan melakukan sejumlah kunjungan ke Jepang untuk membahas proses pengiriman kendaraan tersebut menuju Indonesia hingga tiba di Kabupaten Bantaeng."

7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-1
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-2
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-3
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-4
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-5
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-6
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-7
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-8
7 Unit Damkar Siap Menghuni Bonthain-9
Read Full 59 comments

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng

Sunday, December 8, 2013
SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng
Bantaeng kini berusia 759 tahun dengan ditetapkannya melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 1999, bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254. Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada. Ketika kerajaan Singosari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.

Hari Jadi Bantaeng ke-759 diperingati hari ini (Red. : 8 Desember 2013) di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng dalam suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Diawali acara defile menyusuri jalan-jalan protokol Bantaeng. Menampilkan kreasi dari masing-masing instansi dan masyarakat umum.

Peringatan kali ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan (DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH), Wakil Bupati Gunung Kidul (Himmawan Wahyudi), Bupati Jeneponto terpilih (Ikhsan Iskandar), Direktur Lem Satker Ditjen Binalattas (Khairul Anwar), Direktur Jendral Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Abd. Wahab Bangkona), Direktur Pusat Teknologi Industri Proses Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Dr. Dra. Nadirah, M. Sc) serta sejumlah investor dari dalam dan luar negeri.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) mengemukakan rasa optimismenya terhadap kemajuan Bantaeng pada tahun mendatang. Bantaeng kini dijadikan daerah tujuan Study Lapang. Berbagai daerah di Indonesia telah datang ke Bantaeng dan terus berdatangan sampai hari ini. Kesmeuai tu merupakan Rahmat dari Yang maha Kuasa yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Sebelumnya Bantaeng hanya kota kecil yang sama sekali tidak dikenal. Kini jauh meninggalkan daerah lainnya melalui percepatan pembangunan di segala sektor. Momentum ini amat berharga dengan hadirnya para tamu kehormatan yang siap menanamkan modalnya di Kabupaten Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Nurdin Abdullah memberikan penghargaan kepada 4 investor yang telah menyatakan kesiapannya berinvestasi yakni :
  • PT. Titan Mineral Utama
  • PT. Mega Power Makmur
  • PT. Bakti Bumi Sulawesi
  • PT. Cinta Jaya
Disamping itu, penghargaan diberikan pula kepada tokoh berprestasi terhadap pembangunan Kabupaten Bantaeng yakni :
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bantaeng (Ir. Hj. Liestiati F. Nurdin, M.Fis)
  • Mantan Wakil Bupati Bantaeng Periode 2008-2013 (Drs. H. A. Asli Mustadjab)
  • Tokoh pejuang (Kr. Latippa)
  • Kadis. Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantaeng (H. A. Asri Syahrun)
  • Tokoh Pendidikan (K. H. M. Nuh. Khaeruddin)
  • Camat Pa’jukukang (Ahmad Salam)
  • Tokoh Brigade Siaga Bencana (dr. Farlis Wahab)
  • Pemrakarsa Pertanian Sistem Legowo 21 (DR. Muchtar A. Nawir)
Dengan Pelestarian Budaya Daerah, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal dalam Mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kawasan Selatan Propinsi Sulawesi Selatan merupakan tema yang diusung dalam peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-759. Budaya daerah amat perlu kita lestarikan, bukan saja untuk mengingat masa lalu. Ketika diramu dengan kreatifitas yang mumpuni akan mampu menumbuhkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Demikian diungkapkan Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Keberhasilan Propinsi Sulawesi Selatan tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Bantaeng. Energi Sulawesi Selatan sebagai Propinsi terdepan di Indonesia, salah satunya datang dari Bantaeng yang kini mengarah ke kota Industri. Berbagai mega proyek dilaksanakan di kota ini dengan nilai investasi trilyunan. Industri pupuk, industri pengolahan nikel dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro merupakan proyek besar yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng. Tentunya akan meningkatkan pula PAD Propinsi Sulawesi Selatan.

Semua yang telah dicapai Bantaeng merujuk pada 4 pilar utama sebagai penggambaran masyarakat Bugis-Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan menguraikan ke-4 pilar tersebut, yakni :
  • Religius. Pemimpin yang taat beragama, menjalankan Shalat 5 waktu sehari semalam menggambarkan itikad yang baik pada dirinya. Demikian pula penganut agama non-muslim. Pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan ketentuan agamanya akan mengarahkan pribadinya ke jalan yang baik dan lurus dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Karakter yang baik. Penggambaran seseorang untuk dapat dijadikan suri teladan bagi masyarakat, melahirkan jiwa pemimpin yang peduli terhadap kepentingan umum.
  • Cerdas. Bukan sekedar orang pintar yang dibutuhkan dalam mengelola daerah dengan keberagaman yang begitu kompleks di dalamnya. Kecerdasanlah yang mampu mengefektifkan setiap langkah pembangunan.
  • Giat. Modal besar bukan satu-satunya jaminan dalam mencapai kesuksesan. Bekerja keras dalam mendorong keikutsertaan segenap elemen yang ada patut digalakkan oleh semua pemimpin di Indonesia. Perbedaan pilihan seringkali menghalangi terciptanya kerja sama yang baik dalam menumbuhkan perekonomian.
Bantaeng memiliki 4 pilar tersebut, sehingga Bantaeng yang dulunya dianggap tertinggal mampu terlepas dari jerat predikat daerah tertinggal. Hal ini dibuktikan Bantaeng dengan hadirnya sejumlah investor di daerah ini. Investor dimudahkan untuk masuk berinvestasi melalui pelayanan perizinan yang cepat serta tanpa pungutan biaya apapun. Semoga Bantaeng semakin melaju, esok kita menapak hari yang cerah. Selamat merayakan Hari Jadi Bantaeng ke-759, tambah SYL.

SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-1 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-2 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-3 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-4 SYL Ungkap 4 Pilar Keberhasilan Bantaeng-5
Read Full 0 comments

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN

Saturday, December 15, 2012
Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN
Lagi-lagi masyarakat BONTHAIN dapat menikmati akhir pekan yang ceria bersama Wali Band yang akan menggebrak BONTHAIN pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2012 esok. Jelang penampilannya, H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) meninjau kesiapan Panitia Pelaksana untuk dalam rangka pagelaran musik tersebut. Bersama dengan sejumlah pejabat teras lingkup Kabupaten Bantaeng, The Doctor mengecek langsung segala peralatan pendukung. Beliau berharap sore hari ini, pannggung telah rampung dipasang beserta Lighting dan Sound System, demikian diungkapkan di Pantai Seruni BONTHAIN pagi ini (Red. : 15 Desember 2012).

Kondisi lapangan di sekitar panggung utama terlihat becek akibat hujan yang mengguyur BONTHAIN tadi malam. Hal ini tentu patut mendapat perhatian penuh agar penonton dapat maksimal menikmati penampilan Wali Band. Sementara di lokasi tersebut, Anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng telah melakukan upaya dengan menyedot air dari lapangan untuk dibuang ke laut. Namun, H. M. Nurdin Abdullah mengharapkan kepada Arsyad Borahima (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng) agar mengambil langkah berikutnya untuk menyelesaikan masalah yang kerap terjadi yang diakibatkan hujan. Dalam penuturannya, Kadis PUK akan segera memobilisasi Sirtu/Pasir pada sejumlah sisi lapangan agar air tidak tergenang lagi. Bahkan, saluran pembuangan akan diperluas dan ditambah agar sirkulasi air dapat mengalir dengan cepat, tambahnya.

Kepala Bapedalda Kabupaten Bantaeng yang dimintai keterangannya mengemukakan bahwa kehadiran Anggota Damkar sebagai upaya reaksi cepat dalam menyelesaikan masalah yang sifatnya mendadak dan harus rampung dalam waktu yang relatif singkat. Olehnya itu, kami segera menerjunkan Anggota Damkar sebagai salah satu bagian yang berada di bawah naungan Brigade Siaga Bencana (BSB) BONTAIN yang menjadi tanggung jawab dari Bapedalda Kabupaten Bantaeng. Kami berharap, air yang tergenang di lapangan ini dapat selesai disedot secara keseluruhan hingga siang hari ini, Insya Allah.

H. M. Nurdin Abdullah kembali mengemukakan bahwa Wali Band akan hadir di BONTHAIN esok, tepatnya tanggal 16 Desember 2012. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2012. Kedatangan Wali Band esok, jangan dianggap sebagai sebuah pemborosan anggaran APBD. BONTHAIN tidak mampu membiayai setiap kegiatan kalau hanya mengacu pada APBD yang ada. Meski cukup, aturan yang ada tidak membenarkan kegiatan seperti ini untuk dianggarkan di APBD. Lalu seperti apa langkah Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk mendatangkan Wali Band. Banyak hal dapat dilakukan, tentunya kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan. Sama halnya untuk mendatangkan mobil Pemadam Kebakaran yang harganya Trilyunan Rupiah per-unitnya. Pemerintah melakukan terus pendekatan kerja sama berbagai bidang dengan negeri Tirai Bambu melalui konsep Sister City.

Tim BONTHAIN berharap, masyarakat dapat terhibur dengan hadirnya Wali Band. Upaya Pemerintah menyediakan hiburan berskala nasional, kiranya dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di BONTHAIN. Peredaran uang akan semakin meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-1 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-2 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-3 Wali feat BGallery Gebrak BONTHAIN-4
Read Full 23 comments

Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah

Saturday, December 8, 2012
Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah
Kendaraan purwarupa capung siap menanti penumpangnya di sebuah Helipad berlokasi di Lapangan Lompobattang Bantaeng. Rombongan dari Jakarta ini siap berpamitan untuk bertolak menuju Makassar, setelah sehari sebelumnya menghadiri Perayaan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 (Red. : 7 Desember 2012). Menristek bersama rombongan diantar oleh Bapak H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Ibu Lies Fachruddin (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng).

Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).

Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).

Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.

Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.

Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.
Read Full 20 comments

Hari Jadi BONTHAIN 758

Friday, December 7, 2012
Hari Jadi BONTHAIN 758
Segar nan cantik mengembang kala Bunga Desember memekarkan dirinya. Warnanya merah menandakan keberaniannya, bangkit dari tidurnya selama 11 (sebelas) bulan untuk mengawal kehidupan di Bulan Desember. Bertahun-tahun berlalu, BONTHAIN berada dalam masa tidur. Meski sesekali terjaga, namun kantuknya tetap menghantui dirinya untuk terus melanjutkan tidurnya. Namun, kini BONTHAIN meninggalkan sifat malasnya dan bangun dari tidur panjangnya selama ini.

Pembangunan terus dijalankan hingga ke pelosok BONTHAIN pada tiap sektor dengan tetap mengacu pada pemerataan masing-masing cluster yang terdiri dari Lautan, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Pepatah BONTHAIN mengungkapkan bahwa BONTHAIN diibaratkan tubuh manusia. Kepalanya berada pada sisi Utara dengan hadirnya Dataran Tinggi membentang pada Gunung Lompobattang. Sementara badannya dipenuhi dengan areal perkebunan, persawahan, perikanan darat dan sebagainya. Dan kakinya menjulur panjang ke arah Selatan dengan menghadirkan biota laut yang beraneka ragam, antara lain ikan, udang dan rumput laut.

Pemerintahan H. M. Nurdin Abdullah telah berlangsung selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan sebagai Bupati Bantaeng pada tanggal 8 Agustus 2008 silam. Selama kurun waktu tersebut, Bupati yang kerap dipanggil The Doctor telah membawa BONTHAIN ke arah yang semakin membaik. Sarana dan prasarana pendukung telah tersedia dan semakin bertambah. Dengan sendirinya hal ini menyulap kota yang dulunya suram menjadi gemerlap. Akibatnya, peredaran ekonomi semakin meningkat dengan hadirnya para investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Hari Jadi Bantaeng yang jatuh pada hari ini, Jum'at tanggal 7 Desember 2012 begitu semarak. Segenap elemen yang ada di BONTHAIN menampilkan hasil pembangunan selama 5 tahun terakhir melalui Parade/Devile. Tidak hanya itu, sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2012 telah berlangsung Pameran Pembangunan berjuluk Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012. Pameran tersebut digelar dengan tujuan utama untuk menampikan sejumlah program 5 tahunan yang telah ditelorkan. Disamping itu, dimanfaatkan pula sebagai media publikasi untuk menggaet para investor lainnya untuk datang berinvestasi ke BONTHAIN.

Hari Jadi BONTHAIN 758-1 Hari Jadi BONTHAIN 758-2 Hari Jadi BONTHAIN 758-3 Hari Jadi BONTHAIN 758-4 Hari Jadi BONTHAIN 758-5
Read Full 18 comments

BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI

Friday, October 5, 2012
BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI
Patut disyukuri, bahkan mungkin bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Bonthain dengan kehadiran ribuan tentara, yang memadati kota yang amat kecil di Selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan berjuluk Butta Toa ini. Kebanggaan ini benar-benar dirasakan mendalam oleh masyarakat dan segenap pihak. Seorang siswi yang disodori pertanyaan oleh Pangdam VII Wirabuana (Mayjen TNI Muhammad Nizam) mengungkapkan kegembiraannya “Saya sangat senang pak, banyak tentara yang lalu lalang di jalanan. Banyak juga mobil tentara seperti tank dan senjata yang besar. Waktu kemarin pak, saya diberi kesempatan untuk memegangnya dan berfoto memakai senjata. Senangku pak.” Demikian dituturkan siswi tersebut kepada Pangdam dengan dibalas gelak tawa Pangdam bersama para Danrem dan Dandim se-Kodam VII Wirabuana serta Bapak Bupati Bantaeng beserta jajarannya pada Defile sore hari ini (Red. : 5 Oktober 2012).

Perayaan HUT TNI yang ke-67 tahun 2012 kali ini amat berbeda dari biasanya. Pelaksanaannya dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Hal ini berarti bahwa untuk pertama kalinya HUT TNI dilaksanakan di luar Kota Makassar. Tentunya banyak pertimbangan yang meyakinkan seorang Mayor Jenderal untuk merayakan Hari Kebesaran TNI di luar Markas Kodam VII Wirabuana. Betapa tidak, untuk kali pertamanya ini justru dilaksanakan di wilayah Kodim 1410 yang dibawahi oleh Korem 141 Toddopuli Watampone. Banyak pertanyaan seharusnya terjawab atas pelaksanaan perayaan ini. Namun, yang terpikir di benak kita semua bahwa tidaklah semudah melaksanakan HUT TNI di luar MABES tanpa alasan yang tepat khususnya terkait dengan keamanan.

Danrem 141 Toddopuli Watampone (Kolonel Inf. Afanti S. Uloli) dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana dalam menyukseskan HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Sementara Danrem 142 Tatag Pare-pare (Kolonel Inf. Syaharuddin) dipercaya sebagai Ketua Panitia Pameran TNI yang menampilkan berbagai persenjataan ringan dan berat dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Disamping itu, pameran dimeriahkan pula dengan kehadiran stand-stand dari beberapa instansi terkait, yakni Polda Sulawesi Selatan, Telkomsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang menampilkan berbagai kerajinan tangan dan produk insdutri mikro, kecil dan menengah.

Dalam pameran yang dilaksanakan di Lapangan Bawakaraeng (Jl. Raya Lanto/depan Rumah Jabatan Bupati Bantaeng), masyarakat disuguhkan Sembako, Pakaian Bekas (Cakar) dan Cinderamata dengan harga yang relatif terjangkau. Khusus untuk bahan Sembako, hanya masyarakat yang memiliki Kupon Pembelian yang dapat berbelanja di lokasi pameran. Sedangkan pada stand Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, masyarakat dapat berfoto sambil memegang ataupun mengenakan senjata dan perlengkapan lainnya di bawah pengawasan para prajurit bersangkutan yang berjaga di tiap stand selama pameran berlangsung.

Di tempat terpisah, tepatnya di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng (The New Bantaeng in Seruni Beach Bonthain), sejak pagi berlangsung Upacara Parade pada puncak perayaan Dirgahayu HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Bonthain yang berjuluk Afdeling di masa Kolonialisme silam. Dalam rangkaian upacara tersebut, Nizam bertindak sebagai Pembina Upacara dengan dihadiri para Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan para Danrem, Dandim, Danyon beserta seluruh jajaran Komando Satuan Pelaksana Kodam VII/Wirabuana yg terdiri dari :
- Korem 131/Santiago di Manado, terdiri dari :
  • Kodim 1301/Satal
  • Kodim 1302/Minahasa
  • Kodim 1303/Bolmong
  • Kodim 1304/Gorontalo
  • Kodim 1309/Manado
  • Kodim 1310/Bitung
  • Yonif 712/Wiratama
  • Yonif 713/Satyatama
- Korem 132/Tadaluko di Palu, terdiri dari :
  • Kodim 1305/Boul Toli-Toli
  • Kodim 1306/Donggala
  • Kodim 1307/Poso
  • Kodim 1308/Luwuk Banggai
  • Yonif 711/Raksatama
  • Yonif 714/Sintu Maroso
- Korem 141/Toddo Puli di Watampone, terdiri dari :
  • Kodim 1406/Wajo
  • Kodim 1407/Bone
  • Kodim 1409/Gowa
  • Kodim 1410/Bantaeng
  • Kodim 1411/Bulukumba
  • Kodim 1415/Selayar
  • Kodim 1422/Maros
  • Kodim 1423/Soppeng
  • Kodim 1424/Sinjai
  • Kodim 1425/Jeneponto
  • Kodim 1426/Takalar
  • Yonif Ter 726/Tamalatea
- Korem 142/TTG berkedudukan di Pare-pare, terdiri dari :
  • Kodim 1401/Majene berkedudukan di Majene
  • Kodim 1402/Polmas berkedudukan di Polewali
  • Kodim 1403/Luwu berkedudukan di Palopo
  • Kodim 1404/Pinrang berkedudukan di Pinrang
  • Kodim 1405/Parepare berkedudukan di Parepare
  • Kodim 1414/Tator berkedudukan di Tator
  • Kodim 1418/Mamaju berkedudukan di Mamuju
  • Kodim 1419/Enrekang berkedudukan di Enrekang
  • Kodim 1420/Sidrap berkedudukan di Sidenreng
  • Kodim 1421/Pangkep berkedudukan di Pangkajene
  • Yonif Ter/721 berkedudukan di Benteng Pinrang
- Korem 143/Haluleo di Kendari, terdiri dari :
  • Kodim 1412/Kolaka
  • Kodim 1413/Buton
  • Kodim 1416/Muna
  • Kodim 1417/Kendari
  • Yonif 725/Woroagi
- Resimen Induk Militer Kodam VII/Wirabuana
- Batalyon, terdiri dari :
  • Yonif 700/Raider
  • Yon Kavaleri 10/Serbu
  • Yon Armed 6-76/Tamarunang
  • Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna
  • Satuan Baterai Arhanudri 141/BS
  • Yonif 721/Makkasau
  • Yonif 725/Waroagi
  • Yonif 713/Setyatama
  • Yonif 726/Tamalatea
  • Yonif 712/Wiratama
Masyarakat semakin senang dengan pertunjukan/demonstrasi yang dilakukan oleh para kerabat hijau (prajurit TNI) berupa :
  • Simulasi persenjataan.
  • Operasi Penyelamatan Sandera oleh pasukan Raider.
  • Penerjunan oleh puluhan prajurit Pasukan Angkatan Udara dari Korps Paskhas TNI AU.
Kelelahan penonton yang jumlahnya ribuan orang di sejumlah titik perayaan, tidak jua dirasakan. Tentara Nasional Indonesia kembali mempertontonkan DEFILE sejak pukul 14:00 Wita sampai dengan pukul 18:00 Wita. Defile dilaksanakan di sepanjang Jl. Raya Lanto (Start dari Traffic Light Jl. Merpati-Jl. Kenanga-Jl. Raya Lanto dan Finish di Traffic Light Jl. Kartini-Jl. Dahlia-Jl. Raya Lanto). Pada rangkaian defile tersebut, berbagai persenjataan kembali dipertontonkan beserta pasukan yang mewakilinya. Selain itu, turut pula Karnaval, antara lain :
  • 22 unit mobil Off Road Kota Pare-pare dari Pare’s Jeep Club.
  • 40 unit Becak Motor (Bentor) dari Kabupaten Jeneponto.
  • 20 unit motor Harley Davidson dari Makassar.
  • 86 unit motor vespa Kabupaten Bantaeng dari Bonthain Scooter Club (BOSC).
  • 22 unit mobil operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menampilkan hasil kerajinan dan produk Desa serta Home Industri pada tiap Desa se-Kabupaten Bantaeng.
  • Brigade Siaga Bencana (BSB Bonthain) yang menampilkan mobil Pemadam Kebakaran (Leader Fire Truck) dan Mobil Ambulance Super Canggih yang kesemuanya dari Jepang yang dihibahkan kepada Pemkab. Bantaeng.
  • Komunitas Tu Barania dari Kabupaten Gowa.
  • Komunitas Pesilat SPUT dari Kabupaten Bantaeng.
  • Tarian dari Kabupaten Wajo.
  • Komunitas Marching Band LOKA NADA dari Kabupaten Bantaeng.
  • Karnaval Budaya dari tiap Kabupaten se-Sulawesi Selatan.
  • Komunitas Sais Kuda dari Kabupaten Jeneponto yang menampilkan Kuda Terbaiknya.
  • dll.
Hari yang panjang di Bonthain, namun waktu terasa sangat sempit dan terbatas. Penampilan kerabat hijau yang ditunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat, benar-benar menghibur dan berkesan meski sangat diharapkan dapat disaksikan lebih lama. Harapan itu pun akan terjawab malam ini, dimana para prajurit akan meluangkan waktunya selama semalam suntuk pada kegiatan Malam Prajurit yang akan dilaksanakan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng. Semoga keseluruhan rangkaian acaranya berlangsung lancar dan khidmat. Tim BONTHAIN mengucapkan Selamat Merayakan HUT ke-67 TNI Tahun 2012.
BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI-1 BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI-2 BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI-3 BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI-4 BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI-5
Read Full 40 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks