Showing posts with label Ambae.cdr. Show all posts
Showing posts with label Ambae.cdr. Show all posts
AMBAE daeng ke Bonthain ki
Friday, October 15, 2010
Pencanangan Gemar Membaca Buku dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng, tepatnya hari Jum’at, 15 Oktober 2010. Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, acara ini juga dihadiri Ibu Theresia E. E. Pardede, S.Sos (Anggota Komisi I DPR-RI yang membidangi Pendidikan) dan Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) beserta rombongan.
Acara yang berlangsung hikmad tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurut Ibu Theresia, Pemerintah Kabupaten Bantaeng amat antusias dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih maju. Dalam sambutannya, juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar keberadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng ini dapat menjalin kerja sama yang bersinergi dengan Perpustakaan Pusat di Jakarta. Demikian pula halnya dengan elemen-elemen lainnya yang terkait dengan sektor pendidikan.
Sementara itu, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Agus Arifin Nu’mang) dan Bapak Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), masing-masing dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan DPR-RI dalam rangka peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Nurdin menambahkan, keberhasilan pendidikan di kota berjuluk Butta Toa ini tidak lepas dari terjalinnya kebersamaan berbagai elemen khususnya para pendidik, pelajar dan masyarakat pada umumnya yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Acara ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah saat ini antara lain yakni dengan menyediakan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat membantu para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menggali dan mendapatkan informasi yang up to date, lebih lanjut disampaikan Nurdin Abdullah.
Tidak hanya dengan menonton Sinetron, Entertainment ataupun Publisitas Demonstrasi, tetapi diharapkan akan menumbuhkan minat baca masyarakat Bantaeng. Olehnya itu, perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bahwa perpustakaan ini harus pula menyiapkan sarana Information Technology (IT) di dalamnya. Dengan hadirnya IT dalam melengkapi sarana perpustakaan, akses informasi dunia luar akan ikut diketahui masyarakat Bantaeng. Pada dasarnya informasi itu penting, amat mahal dan patut diketahui siapa pun sebagai insan yang berakhlak mulia, tambah Agus Arifin Nu’mang.
Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng dikelola langsung oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng (KPAD). Selama ini perpustakaan daerah menyatu dalam lingkup kantor KPAD. Mengingat jaraknya yang tidak berada di tengah kota Bantaeng dan beberapa pertimbangan lainnya, perpustakaan daerah pun dipindahkan. Gedung Pertiwi Bantaeng yang selama ini digunakan sebagai ruang pertemuan, oleh Nurdin Abdullah dialihfungsikan sebagai Perpusatakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Gagak Bantaeng (samping Rumah Jabatan Bupati Bantaeng). Sementara Gedung Pertiwi dipindahkan ke lokasi lainnya dalam lingkup gedung “Guest House” di Jl. Kartini Bantaeng.
Acara berlanjut berupa Peninjauan Lapangan ke salah satu Taman Baca yang berlokasi di Kampung Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebuah rumah ibadah bernama Masjid Jami’ jamiatul Khairiah Tangnga-tangnga dijadikan Taman Baca bagi santri-santriwati masyarakat Tangnga-tangnga. Taman Baca ini pula menjadi percontohan bagi Taman Baca lainnya yang tersebar di beberapa lokaisi di Kabupaten Bantaeng.
Semoga dengan pencanangan Gemar Baca Buku ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam Membaca Buku. Selanjutnya ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya, demikain diungkapkan Amir Hamzah (salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Tangnga-tangnga).
Acara yang berlangsung hikmad tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurut Ibu Theresia, Pemerintah Kabupaten Bantaeng amat antusias dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih maju. Dalam sambutannya, juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar keberadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng ini dapat menjalin kerja sama yang bersinergi dengan Perpustakaan Pusat di Jakarta. Demikian pula halnya dengan elemen-elemen lainnya yang terkait dengan sektor pendidikan.
Sementara itu, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Agus Arifin Nu’mang) dan Bapak Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), masing-masing dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan DPR-RI dalam rangka peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Nurdin menambahkan, keberhasilan pendidikan di kota berjuluk Butta Toa ini tidak lepas dari terjalinnya kebersamaan berbagai elemen khususnya para pendidik, pelajar dan masyarakat pada umumnya yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Acara ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah saat ini antara lain yakni dengan menyediakan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat membantu para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menggali dan mendapatkan informasi yang up to date, lebih lanjut disampaikan Nurdin Abdullah.
Tidak hanya dengan menonton Sinetron, Entertainment ataupun Publisitas Demonstrasi, tetapi diharapkan akan menumbuhkan minat baca masyarakat Bantaeng. Olehnya itu, perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bahwa perpustakaan ini harus pula menyiapkan sarana Information Technology (IT) di dalamnya. Dengan hadirnya IT dalam melengkapi sarana perpustakaan, akses informasi dunia luar akan ikut diketahui masyarakat Bantaeng. Pada dasarnya informasi itu penting, amat mahal dan patut diketahui siapa pun sebagai insan yang berakhlak mulia, tambah Agus Arifin Nu’mang.
Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng dikelola langsung oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng (KPAD). Selama ini perpustakaan daerah menyatu dalam lingkup kantor KPAD. Mengingat jaraknya yang tidak berada di tengah kota Bantaeng dan beberapa pertimbangan lainnya, perpustakaan daerah pun dipindahkan. Gedung Pertiwi Bantaeng yang selama ini digunakan sebagai ruang pertemuan, oleh Nurdin Abdullah dialihfungsikan sebagai Perpusatakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Gagak Bantaeng (samping Rumah Jabatan Bupati Bantaeng). Sementara Gedung Pertiwi dipindahkan ke lokasi lainnya dalam lingkup gedung “Guest House” di Jl. Kartini Bantaeng.
Acara berlanjut berupa Peninjauan Lapangan ke salah satu Taman Baca yang berlokasi di Kampung Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebuah rumah ibadah bernama Masjid Jami’ jamiatul Khairiah Tangnga-tangnga dijadikan Taman Baca bagi santri-santriwati masyarakat Tangnga-tangnga. Taman Baca ini pula menjadi percontohan bagi Taman Baca lainnya yang tersebar di beberapa lokaisi di Kabupaten Bantaeng.
Semoga dengan pencanangan Gemar Baca Buku ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam Membaca Buku. Selanjutnya ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya, demikain diungkapkan Amir Hamzah (salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Tangnga-tangnga).
Nekad Bunuh Diri in Bonthain
Friday, September 17, 2010
Bonthain ramai diperbincangkan dengan aksi nekad seorang pemuda yang berusaha bunuh diri. Usaha bunuh diri ini dilakukan oleh salah seorang pemuda bernama Andika Pratama yang berasal dari Tanete, Kabupaten Bulukumba. Upaya ini dilakukannya sejak dini hari, Jum'at 17 September 2010 hingga siang sebelum Sholat Jum'at dilangsungkan.
Menurut sumber terpercaya dan dengan melihat kondisinya secara langsung, pemuda dimaksud mengalami stres. Stres yang dialaminya berupa halusinasi bahwa kiamat telah tiba. Menurut penglihatannya, air menggenangi di sekitarnya yang dianggapnya bahwa itu bagian dari Kiamat. Sehingga dia memilih untuk menghindar dari genangan air tersebut dengan memanjat Tower BTS salah satu provider Seluler yang berlokasi di Kampung Lumpangang, Desa Lumpangang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Setelah warga mengetahui kejadian ini, Tim Penyelamat pun segera dihubungi dan langsung menuju TKP. Usaha penyelamatan berhasil dilakukan sebelum Sholat Jum'at, sekitar pukul 12.00 WITA.
Adapun lokasi tepatnya yakni :
Kampung Lumpangang
Desa Lumpangang
Kecamatan Pa'jukukang
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Indonesia
Rescue Team yang berperan aktif dalam upaya penyelamatan :
1. Baling-baling Adventure Team (BAT)
2. Loka Camp (Resort & Outbound)
3. Brigade Siaga Bencana (BSB) of Bonthain, terdiri dari :
- Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran 113 of Bonthain
- Tim Medis BSB of Bonthain
4. Kepolisian Republik Indonesia terdiri dari :
- Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng
- Kepolisian Sektor (Polsek) Pa'jukukang
5. Tim Medis Kabupaten Bantaeng terdiri dari :
- Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
- RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
6. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng
7. Pemerintah Setempat terdiri dari :
- Kecamatan Pa'jukukang
- Desa Lumpangang
8. Warga Bonthain
Pihak berwajib yang juga hadir di TKP langsung menggiring pemuda berusia 26 tahun ini menuju Kantor Polres Bantaeng di Jl. Sungai Bialo Bantaeng. Menurut salah seorang anggota dari Polres Bantaeng, Andika akan mengalami pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Selanjutnya akan diinterogasi perihal perbuatannya yang sempat meresahkan masyarakat. Dari pantauan Tim AMBAE di lapangan melaporkan bahwa sebagian masyarakat berusaha meluapkan amarahnya. Saya sangat ingin memukul itu orang pak, keluh salah seorang pemuda dengan nada marah. Warga Lumpangang marah, pasalnya Tower BTS yang dipanjatnya masih berumur kacang. Mereka tidak ingin kampungnya dinodai dengan aksi negatif, terlebih dengan bunuh diri. Apalagi si Andika ini bukan berasal dari kampung kami bahkan bukan orang Bonthain. Demikian gambaran kemarahan warga Kampung Lumpangang.
Akibat aksi ini, masyarakat Bonthain ramai mengunjungi lokasi kejadian. Gosip-gosip tetangga pun tidak ketinggalan. Saking kecilnya Bonthain, tak lama setelah kejadian informasi ini telah tersebar kemana-mana. Salah satunya ditandai dengan masuknya pesan singkat dari beberapa rekan Bonthain di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bulukumba. Mereka berusaha mendapatkan kepastian informasi di atas. Tim Bonthain pun bergegas mempublikasikan informasi ini berdasarkan reportase Tim AMBAE di lapangan yang ikut ambil bagian dalam upaya pengelamatan.
Bahkan kemungkinan informasi ini akan tersebar lebih cepat lagi ke seluruh pelosok Nusantara tanpa harus mengunjungi dunia maya dengan hadirnya beberapa Tim Media Elektronik dan Media Cetak di TKP. Berbekal peralatan standar, Tim AMBAE mendapatkan beberapa gambar baik video maupun foto.
Video tersebut dapat dinikmati melalui YouTube. Sedangkan untuk foto-foto dapat dinikmati hasilnya melalui jejaring sosial FACEBOOK.
Menurut sumber terpercaya dan dengan melihat kondisinya secara langsung, pemuda dimaksud mengalami stres. Stres yang dialaminya berupa halusinasi bahwa kiamat telah tiba. Menurut penglihatannya, air menggenangi di sekitarnya yang dianggapnya bahwa itu bagian dari Kiamat. Sehingga dia memilih untuk menghindar dari genangan air tersebut dengan memanjat Tower BTS salah satu provider Seluler yang berlokasi di Kampung Lumpangang, Desa Lumpangang, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Setelah warga mengetahui kejadian ini, Tim Penyelamat pun segera dihubungi dan langsung menuju TKP. Usaha penyelamatan berhasil dilakukan sebelum Sholat Jum'at, sekitar pukul 12.00 WITA.
Adapun lokasi tepatnya yakni :
Kampung Lumpangang
Desa Lumpangang
Kecamatan Pa'jukukang
Kabupaten Bantaeng
Propinsi Sulawesi Selatan
Indonesia
Rescue Team yang berperan aktif dalam upaya penyelamatan :
1. Baling-baling Adventure Team (BAT)
2. Loka Camp (Resort & Outbound)
3. Brigade Siaga Bencana (BSB) of Bonthain, terdiri dari :
- Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran 113 of Bonthain
- Tim Medis BSB of Bonthain
4. Kepolisian Republik Indonesia terdiri dari :
- Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng
- Kepolisian Sektor (Polsek) Pa'jukukang
5. Tim Medis Kabupaten Bantaeng terdiri dari :
- Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
- RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
6. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng
7. Pemerintah Setempat terdiri dari :
- Kecamatan Pa'jukukang
- Desa Lumpangang
8. Warga Bonthain
Pihak berwajib yang juga hadir di TKP langsung menggiring pemuda berusia 26 tahun ini menuju Kantor Polres Bantaeng di Jl. Sungai Bialo Bantaeng. Menurut salah seorang anggota dari Polres Bantaeng, Andika akan mengalami pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Selanjutnya akan diinterogasi perihal perbuatannya yang sempat meresahkan masyarakat. Dari pantauan Tim AMBAE di lapangan melaporkan bahwa sebagian masyarakat berusaha meluapkan amarahnya. Saya sangat ingin memukul itu orang pak, keluh salah seorang pemuda dengan nada marah. Warga Lumpangang marah, pasalnya Tower BTS yang dipanjatnya masih berumur kacang. Mereka tidak ingin kampungnya dinodai dengan aksi negatif, terlebih dengan bunuh diri. Apalagi si Andika ini bukan berasal dari kampung kami bahkan bukan orang Bonthain. Demikian gambaran kemarahan warga Kampung Lumpangang.
Akibat aksi ini, masyarakat Bonthain ramai mengunjungi lokasi kejadian. Gosip-gosip tetangga pun tidak ketinggalan. Saking kecilnya Bonthain, tak lama setelah kejadian informasi ini telah tersebar kemana-mana. Salah satunya ditandai dengan masuknya pesan singkat dari beberapa rekan Bonthain di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bulukumba. Mereka berusaha mendapatkan kepastian informasi di atas. Tim Bonthain pun bergegas mempublikasikan informasi ini berdasarkan reportase Tim AMBAE di lapangan yang ikut ambil bagian dalam upaya pengelamatan.
Bahkan kemungkinan informasi ini akan tersebar lebih cepat lagi ke seluruh pelosok Nusantara tanpa harus mengunjungi dunia maya dengan hadirnya beberapa Tim Media Elektronik dan Media Cetak di TKP. Berbekal peralatan standar, Tim AMBAE mendapatkan beberapa gambar baik video maupun foto.
Video tersebut dapat dinikmati melalui YouTube. Sedangkan untuk foto-foto dapat dinikmati hasilnya melalui jejaring sosial FACEBOOK.
Farewell Game in Marina Beach
Saturday, April 24, 2010
Kabupaten Bantaeng (BONTHAIN) dikenal sebagai daerah terkecil khususnya di Propinsi Sulawesi Selatan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian utama, mengingat suasananya yang semakin sempit. Hal ini terjadi akibat keberadaan Lalu Lintas Angkutan Jalan yang kian banyak memenuhi jalan-jalan utama di Kabupaten Bantaeng. Termasuk jalan menuju pelosok pedesaan dan wilayah Dataran Tinggi (Pegunungan) yang juga tak kalah ramai dan padatnya.
Hadirnya berbagai kendaraan, baik berupa Mobil (Bus, Pete-pete, Truk dan sebagainya) maupun Motor (Ojek, Becak Motor/Bentor dan sebagainya), berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Meskipun banyak manfaat atas keberadaan kendaraan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pula efek buruknya. Beberapa efek negatif yang ditimbulkan antara lain :
1. Polusi Udara dan Lingkungan sekitarnya
2. Kepadatan Jalan Raya
3. Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) semakin tinggi
Untuk itu, beberapa elemen/kalangan di Kabupaten Bantaeng menyatukan pendapat dan sikap yang terbentuk dalam sebuah kepanitiaan dalam rangka membudayakan kegiatan bernuansa peduli lingkungan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat BONTHAIN yakni BERSEPEDA. Melalui kegiatan bersepeda, tentunya dapat mengurangi Polusi Udara sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara sesama masyarakat BONTHAIN. Di samping itu, melalui kegiatan ini akan dilaksanakan pula serangkaian sub kegiatan lainnya yang juga bernuansa lingkungan.
Ada beberapa hal sebagai sasaran sekaligus yang ingin dicapai melalui kegiatan dimaksud yakni :
1. Menyemarakkan kelancaran pelaksanaan Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko.
2. Membudayakan kegiatan BERSEPEDA di BONTHAIN sebagai kepedulian terhadap Lingkungan
3. Mengurangi polusi udara dan tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalan Raya.
FAREWELL GAME dalam rangka Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko, akan diadakan pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 bertempat di Pantai Marina (MARINA BEACH), Korong Batu, Pa’jukukang-BONTHAIN, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksana :
1. AMBAE (Ambae.cdr)
2. B Global Management
3. Loka Camp (Resort and Outbound)
4. Sanggar Seni Butta Toa (SSBT) Bantaeng
5. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Bantaeng
6. Baling-baling Adventure Team (BAT)
7. BKKBN Kab. Bantaeng
8. Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng
9. B Gallery Band
10. Komunitas SEPEDA BONTHAIN
11. Komunitas Jet Ski BONTHAIN
12. Bank SulSel Cab. Bantaeng
13. Komunitas Masyarakat Butta Toa (KMBT)
14. Dinas Kesehatan
15. Palang Merah Indonesia (PMI) Cab. Bantaeng
16. Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng
17. POLRES Bantaeng
18. Humas Bantaeng
19. Duta Lingkungan Bantaeng
20. Duta Pariwisata Bantaeng
21. Komunitas Electone Bantaeng
22. Thirty FM Bantaeng
23. Radio MBS Bantaeng
24. dan beberapa elemen masyarakat BONTHAIN (non organisasi)
Lumayan hadiah yang disiapkan dalam bentuk Doorprize berupa :
- 10 Unit Sepeda
- 2 Unit Televisi
- 1 Buah VCD
- 10 Buah Jam Dinding
- 10 Buah Payung
- 10 Buah Termos Kecil
AYO BUDAYAKAN BERSEPEDA
Hadirnya berbagai kendaraan, baik berupa Mobil (Bus, Pete-pete, Truk dan sebagainya) maupun Motor (Ojek, Becak Motor/Bentor dan sebagainya), berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Meskipun banyak manfaat atas keberadaan kendaraan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pula efek buruknya. Beberapa efek negatif yang ditimbulkan antara lain :
1. Polusi Udara dan Lingkungan sekitarnya
2. Kepadatan Jalan Raya
3. Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) semakin tinggi
Untuk itu, beberapa elemen/kalangan di Kabupaten Bantaeng menyatukan pendapat dan sikap yang terbentuk dalam sebuah kepanitiaan dalam rangka membudayakan kegiatan bernuansa peduli lingkungan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat BONTHAIN yakni BERSEPEDA. Melalui kegiatan bersepeda, tentunya dapat mengurangi Polusi Udara sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara sesama masyarakat BONTHAIN. Di samping itu, melalui kegiatan ini akan dilaksanakan pula serangkaian sub kegiatan lainnya yang juga bernuansa lingkungan.
Ada beberapa hal sebagai sasaran sekaligus yang ingin dicapai melalui kegiatan dimaksud yakni :
1. Menyemarakkan kelancaran pelaksanaan Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko.
2. Membudayakan kegiatan BERSEPEDA di BONTHAIN sebagai kepedulian terhadap Lingkungan
3. Mengurangi polusi udara dan tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalan Raya.
FAREWELL GAME dalam rangka Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko, akan diadakan pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 bertempat di Pantai Marina (MARINA BEACH), Korong Batu, Pa’jukukang-BONTHAIN, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksana :
1. AMBAE (Ambae.cdr)
2. B Global Management
3. Loka Camp (Resort and Outbound)
4. Sanggar Seni Butta Toa (SSBT) Bantaeng
5. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Bantaeng
6. Baling-baling Adventure Team (BAT)
7. BKKBN Kab. Bantaeng
8. Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng
9. B Gallery Band
10. Komunitas SEPEDA BONTHAIN
11. Komunitas Jet Ski BONTHAIN
12. Bank SulSel Cab. Bantaeng
13. Komunitas Masyarakat Butta Toa (KMBT)
14. Dinas Kesehatan
15. Palang Merah Indonesia (PMI) Cab. Bantaeng
16. Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng
17. POLRES Bantaeng
18. Humas Bantaeng
19. Duta Lingkungan Bantaeng
20. Duta Pariwisata Bantaeng
21. Komunitas Electone Bantaeng
22. Thirty FM Bantaeng
23. Radio MBS Bantaeng
24. dan beberapa elemen masyarakat BONTHAIN (non organisasi)
Lumayan hadiah yang disiapkan dalam bentuk Doorprize berupa :
- 10 Unit Sepeda
- 2 Unit Televisi
- 1 Buah VCD
- 10 Buah Jam Dinding
- 10 Buah Payung
- 10 Buah Termos Kecil
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor




















