Showing posts with label Kapolres Bantaeng. Show all posts
Showing posts with label Kapolres Bantaeng. Show all posts
Calon Kapolres Bonthain
Saturday, April 17, 2010Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Bone (Kombes Syamsuddin Yunus) memperkenalkan calon Kapolres Bantaeng (AKBP Very Handoko). Very akan menggantikan AKBP Turman Siregar yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Pembinaan Karier Polda Sulsel. Menurut Syamsuddin, Very akan melakukan adaptasi, semacam magang sesuai aturan baru di tubuh Polri. Proses pemagangan berlangsung sebulan sehingga diharapkan pada 15 Mei 2010 sudah bisa dilantik, ujarnya pada perkenalan pejabat yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng.
Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), unsur Muspida dan pejabat Kepolisian Resort Bantaeng serta pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng. Menurut Kapolwil Bone, melalui pemagangan ini pejabat baru nantinya sudah mengetahui potensi wilayah kerjanya serta kondisi Sumber Daya Manusia yang akan dipimpin maupun struktur dan budaya masyarakat yang ada agar sewaktu-waktu dapat diantisipasi. Meski begitu, selama dalam proses ini, calon Kapolres BONTHAIN masih tetap berada di bawah kendali Kapolres lama hingga Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung, ujarnya.
Karena itu, ia berharap kerjasama dengan semua pihak, terutama Pemda agar pembangunan dapat berjalan lancar dan aman. Ini penting karena Kabupaten Bantaeng memiliki potensi dan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dipandang lebih dari kabupaten lainnya, terang Kombes Syamsuddin. Ini berkat kepemimpinan seorang intelektual yang juga usahawan yang memiliki jaringan pasar yang luas. Saya prediksi, ke depan Bonthain akan menjadi daerah tumpuan harapan daerah sekitarnya, termasuk kota Makassar yang semakin sempit.
Dibalik keberhasilan kepemimpinan Nurdin Abdullah, terdapat kekhawatiran untuk masa depan kabupaten berjuluk Butta Toa ini. Terutama bila tidak dipersiapkan kader yang akan melanjutkan kepemimpinan nantinya. Kami khawatir Bonthain tak menemukan pemimpin sekualitas Nurdin Abdullah. Bila itu terjadi, sia-sia program brilian serta komitmen yang sudah berjalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Kapolwil Bone. Ia kemudian berpesan kepada masyarakat Bantaeng agar membangun komitmen dan member kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan di daerah ini. Kitalah orang-orang Bantaeng yang harus membangun daerah ini. Jangan justru menjadi penghambat menuju proses peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, pintanya.
Jajaran Kepolisian dan aparat lainnya juga diminta memberi kontribusi terhadap pembangunan melalui pendekatan keamanan. Hal ini disebabkan pembangunan membutuhkan keamanan, tambah Kapolwil. Polwil Bone membawahi 9 kabupaten masing-masing Wajo, Soppeng, Bone, Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Bupati Bantaeng menyambut baik perhatian aparat Kepolisian selama ini. Jalinan kerja sama sudah terjalin dengan baik. Karena itu, ia berharap ke depan pejabat baru dapat meningkatkan hubungan kerja sama tersebut. Bupati pada kesempatan itu juga mengungkap potensi wilayahnya yang terdiri atas tiga klaster yakni pesisir pantai, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki potensi pengembangan.
Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), unsur Muspida dan pejabat Kepolisian Resort Bantaeng serta pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng. Menurut Kapolwil Bone, melalui pemagangan ini pejabat baru nantinya sudah mengetahui potensi wilayah kerjanya serta kondisi Sumber Daya Manusia yang akan dipimpin maupun struktur dan budaya masyarakat yang ada agar sewaktu-waktu dapat diantisipasi. Meski begitu, selama dalam proses ini, calon Kapolres BONTHAIN masih tetap berada di bawah kendali Kapolres lama hingga Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung, ujarnya.
Karena itu, ia berharap kerjasama dengan semua pihak, terutama Pemda agar pembangunan dapat berjalan lancar dan aman. Ini penting karena Kabupaten Bantaeng memiliki potensi dan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dipandang lebih dari kabupaten lainnya, terang Kombes Syamsuddin. Ini berkat kepemimpinan seorang intelektual yang juga usahawan yang memiliki jaringan pasar yang luas. Saya prediksi, ke depan Bonthain akan menjadi daerah tumpuan harapan daerah sekitarnya, termasuk kota Makassar yang semakin sempit.
Dibalik keberhasilan kepemimpinan Nurdin Abdullah, terdapat kekhawatiran untuk masa depan kabupaten berjuluk Butta Toa ini. Terutama bila tidak dipersiapkan kader yang akan melanjutkan kepemimpinan nantinya. Kami khawatir Bonthain tak menemukan pemimpin sekualitas Nurdin Abdullah. Bila itu terjadi, sia-sia program brilian serta komitmen yang sudah berjalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Kapolwil Bone. Ia kemudian berpesan kepada masyarakat Bantaeng agar membangun komitmen dan member kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan di daerah ini. Kitalah orang-orang Bantaeng yang harus membangun daerah ini. Jangan justru menjadi penghambat menuju proses peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, pintanya.
Jajaran Kepolisian dan aparat lainnya juga diminta memberi kontribusi terhadap pembangunan melalui pendekatan keamanan. Hal ini disebabkan pembangunan membutuhkan keamanan, tambah Kapolwil. Polwil Bone membawahi 9 kabupaten masing-masing Wajo, Soppeng, Bone, Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Bupati Bantaeng menyambut baik perhatian aparat Kepolisian selama ini. Jalinan kerja sama sudah terjalin dengan baik. Karena itu, ia berharap ke depan pejabat baru dapat meningkatkan hubungan kerja sama tersebut. Bupati pada kesempatan itu juga mengungkap potensi wilayahnya yang terdiri atas tiga klaster yakni pesisir pantai, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki potensi pengembangan.
Harumkan Bonthain dan Indonesia
Saturday, April 10, 2010Petenis junior Indonesia asal Bonthain (Nur Adim Ramdani) mengikuti farewell game tennis Kapolres Bantaeng. Kegiatan dalam rangka perpisahan dengan Kapolres Bantaeng (AKBP Turman Siregar) tersebut berlangsung di lapangan tennis Bantaeng Tennis Club (BTC). Kegiatan tersebut juga diikuti Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (Zainal Arifin, SH), unsur Muspida dan para Kepala Dinas lingkup Pemda Bantaeng.
Nur Adim Ramdani yang sedang mempersiapkan diri memperkuat tim Indonesia untuk kualifikasi Davis Cup Yunior Asia Oceania di Malaysia 17 April 2010 mendatang, memperlihatkan permainan terbaiknya dengan membabat pemain lokal. Nur Adim yang berpasangan dengan Kabag Humas dan Protokol (Syahrul Bayan) menyudahi permainan pasangan Syamsul Alam/Akhyar dengan skor telak 8-1. Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng yang berpasangan dengan Kapolres Bantaeng, kalah 5-8 dari pasangan Dandim 1410 Bantaeng dan Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng.
Bupati Bantaeng mengemukakan kebanggaannya terhadap keberhasilan putra Bantaeng yang berkiprah pada event internasional. Ia berharap, prestasi Nur Adim terus menanjak di tingkat internasional sehingga tak hanya membawa nama baik bangsa Indonesia, tetapi juga nama daerah. Untuk itu, Pemkab Bantaeng mendukung petenis yang kini dilatih pelatih nasional Ardi Rivali (Cibubur Tennis Camp) untuk mengikuti turnamen di China dan Thailand pada Mei-Juli tahun ini. Kapolres Bantaeng berharap kehadiran petenis junior Indonesia dapat menjadi spirit bagi petenis daerah. Pelaksanaan farewell game tennis ini sendiri lebih dimaksudkan sebagai ajang silaturahim dan memberi dukungan moril kepada Nur Adim yang membawa nama Indonesia.
Nur Adim Ramdani yang sedang mempersiapkan diri memperkuat tim Indonesia untuk kualifikasi Davis Cup Yunior Asia Oceania di Malaysia 17 April 2010 mendatang, memperlihatkan permainan terbaiknya dengan membabat pemain lokal. Nur Adim yang berpasangan dengan Kabag Humas dan Protokol (Syahrul Bayan) menyudahi permainan pasangan Syamsul Alam/Akhyar dengan skor telak 8-1. Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng yang berpasangan dengan Kapolres Bantaeng, kalah 5-8 dari pasangan Dandim 1410 Bantaeng dan Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng.
Bupati Bantaeng mengemukakan kebanggaannya terhadap keberhasilan putra Bantaeng yang berkiprah pada event internasional. Ia berharap, prestasi Nur Adim terus menanjak di tingkat internasional sehingga tak hanya membawa nama baik bangsa Indonesia, tetapi juga nama daerah. Untuk itu, Pemkab Bantaeng mendukung petenis yang kini dilatih pelatih nasional Ardi Rivali (Cibubur Tennis Camp) untuk mengikuti turnamen di China dan Thailand pada Mei-Juli tahun ini. Kapolres Bantaeng berharap kehadiran petenis junior Indonesia dapat menjadi spirit bagi petenis daerah. Pelaksanaan farewell game tennis ini sendiri lebih dimaksudkan sebagai ajang silaturahim dan memberi dukungan moril kepada Nur Adim yang membawa nama Indonesia.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor