Showing posts with label Inkanas. Show all posts
Showing posts with label Inkanas. Show all posts
Karate Bonthain siap ikut Piala Mendagri
Thursday, April 1, 2010Setelah sukses pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Kasad ke-10 yang berlangsung di Surabaya (26-28 Maret 2010), atlet karate Kabupaten Bantaeng kini mempersiapkan diri mengikuti piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang akan berlangsung Juni 2010 di Makassar. Pelatih Forki Bantaeng untuk Pengurus Besar Institut Karate-DO Nasional (PB Inkanas), Ipponk Tavip Muliana setibanya di Bantaeng mengatakan, pihaknya segera mempersiapkan atlet karate yang akan ikut dalam kejuaraan di Makassar, Juni mendatang.
Forki Bantaeng optimistis akan mengambil bagian penting dalam perhelatan karate tersebut karena mendapat dukungan penuh dari Ketua Forki Bantaeng (Drs. Bachtiar Karim) dan Pemda Kabupaten Bantaeng. Ia mengakui, 2 orang atlet yang sedianya ikut Kejurnas di Surabaya batal ikut karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Meski begitu, Bantaeng dalam Kejurnas tersebut mengikutkan pelatih, ujarnya.
Menurut Ipponk, pada Kejurnas di Surabaya tersebut, tim karate Pengda Forki SulSel berhasil merebut juara umum setelah mengalahkan tuan rumah Jawa Timur dengan skor tipis. SulSel meraih 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu sedang Jatim meraih 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Namun secara perguruan, PB-Inkanas berhasil keluar menjadi juara umum. Gelar juara umum itu diraih setelah mengumpulkan 8 emas, 6 perak dan 3 perunggu.
Inkanas juga tercatat sebagai perguruan terbanyak memasukkan atletnya dalam Pelatnas Sea Games di Jakarta 2011 dengan jumlah atlet sebanyak 11 orang. Kejurnas Karate Piala Kasad ke-10 di Surabaya dibuka Menteri Olahraga (Menpora), (Andi Alifian Mallarangeng) dan ditutup Kasad. (Jenderal George S).
Forki Bantaeng optimistis akan mengambil bagian penting dalam perhelatan karate tersebut karena mendapat dukungan penuh dari Ketua Forki Bantaeng (Drs. Bachtiar Karim) dan Pemda Kabupaten Bantaeng. Ia mengakui, 2 orang atlet yang sedianya ikut Kejurnas di Surabaya batal ikut karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Meski begitu, Bantaeng dalam Kejurnas tersebut mengikutkan pelatih, ujarnya.
Menurut Ipponk, pada Kejurnas di Surabaya tersebut, tim karate Pengda Forki SulSel berhasil merebut juara umum setelah mengalahkan tuan rumah Jawa Timur dengan skor tipis. SulSel meraih 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu sedang Jatim meraih 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Namun secara perguruan, PB-Inkanas berhasil keluar menjadi juara umum. Gelar juara umum itu diraih setelah mengumpulkan 8 emas, 6 perak dan 3 perunggu.
Inkanas juga tercatat sebagai perguruan terbanyak memasukkan atletnya dalam Pelatnas Sea Games di Jakarta 2011 dengan jumlah atlet sebanyak 11 orang. Kejurnas Karate Piala Kasad ke-10 di Surabaya dibuka Menteri Olahraga (Menpora), (Andi Alifian Mallarangeng) dan ditutup Kasad. (Jenderal George S).
Gold Medal for Karate Bonthain
Thursday, March 4, 2010Olah raga di Bonthain terus dipacu agar lebih meningkat. Dukungan Pemerintah dalam bidang ini patut diacungkan jempol. Berbagai upaya dilakukan agar para atlit di Butta Toa mampu bersaing dengan daerah lainnya dalam peningkatan prestasi di bidang olah raga.
Tak sia-sia dukungan yang diberikan Pemerintah. Atlit Pencak Silat Bonthain kembali mempersembahkan oleh-oleh berharga sekaligus mengharumkan nama Bonthain. Kesempatan ini diperoleh saat bertanding di Kejuaraan Karate Nasional yang dilaksanakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri di Jakarta Januari lalu.
Gelar juara pun diraihnya, masing-masing :
Juara I Komite + 70 Pa TNI/POLRI
Juara III Komite + 84 Pa Umum
Dengan menjuarai turnamen Inkanas di Jakarta, Bonthain berhasil memboyong 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Turut pula meloloskan seorang Wasit Karate Nasional atas nama Drs. Syarifuddin.
Prestasi luar biasa untuk daerah yang amat kecil di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Bonthain memberikan selamat kepada para atlit. Demikian disampaikan Bupati Bantaeng dan Ketua KONI Bantaeng saat menerima kedatangan atlit di Kantor Bupati Bantaeng.
Semoga tidak sampai disini saja, namun semangat kemenangan harus hadir di hati para atlit. Dengan semangat ini, diharapkan prestasi dapat ditingkatkan nantinya. Ddukungan Pemerintah dalam peningkatan kualitas olah raga di Bonthain pun harus ditingkatkan.
Tak sia-sia dukungan yang diberikan Pemerintah. Atlit Pencak Silat Bonthain kembali mempersembahkan oleh-oleh berharga sekaligus mengharumkan nama Bonthain. Kesempatan ini diperoleh saat bertanding di Kejuaraan Karate Nasional yang dilaksanakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri di Jakarta Januari lalu.
Gelar juara pun diraihnya, masing-masing :
Juara I Komite + 70 Pa TNI/POLRI
Juara III Komite + 84 Pa Umum
Dengan menjuarai turnamen Inkanas di Jakarta, Bonthain berhasil memboyong 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Turut pula meloloskan seorang Wasit Karate Nasional atas nama Drs. Syarifuddin.
Prestasi luar biasa untuk daerah yang amat kecil di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Bonthain memberikan selamat kepada para atlit. Demikian disampaikan Bupati Bantaeng dan Ketua KONI Bantaeng saat menerima kedatangan atlit di Kantor Bupati Bantaeng.
Semoga tidak sampai disini saja, namun semangat kemenangan harus hadir di hati para atlit. Dengan semangat ini, diharapkan prestasi dapat ditingkatkan nantinya. Ddukungan Pemerintah dalam peningkatan kualitas olah raga di Bonthain pun harus ditingkatkan.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor