Showing posts with label Hotel. Show all posts
Showing posts with label Hotel. Show all posts
Hotel List
Friday, March 19, 2010Sektor pariwisata kian digenjot di Bonthain. Untuk mendukung perkembangan kepariwisataan, tentulah banyak faktor yang mesti diperhatikan. Meski kota Bonthain terbilang amat kecil, bahkan dikategorikan sebagai kota terkecil di Sulawesi Selatan. Namun bukan berarti harus diabaikan keberadaanya di Indonesia.
Sisi pariwisata harus didukung dengan ketersediaan penginapan yang memadai. Sehingga dengan sendirinya sebuah kota yang tadinya hanya dijadikan daerah persinggahan. Kini dapat menjadi target sebagai kota tujuan. Hotel-hotel mesti dibenahi dengan baik agar pengunjung yang akan menginap merasa nyaman. Untuk kali berikutnya akan kembali lagi karena kenyamanan yang didapatnya.
Beberapa hotel in Bonthain
sebagai referensi pelancong saat berkunjung, antara lain :
HOTEL AHRIANI
Jl. Raya Lanto No. 41
Telp. 0413-21231
HOTEL ALAM JAYA
Jl. A. Mannappiang No. 40
Telp. 0413-21205
WISMA MALLILINGI
Jl. Raya Lanto No. 59
Telp. 0413-21156
PONDOK SERA
Jl. Raya Lanto No. 46
Telp. 0413-21248
WISMA KARYA INDAH
Jl. S. Calendu
PONDOK KARYA DAMAI
Jl. Pahlawan No. 68
Telp. 0413-22185
BONTHAIN BEACH HOTEL
Jl. Seruni
(under construction)
Sisi pariwisata harus didukung dengan ketersediaan penginapan yang memadai. Sehingga dengan sendirinya sebuah kota yang tadinya hanya dijadikan daerah persinggahan. Kini dapat menjadi target sebagai kota tujuan. Hotel-hotel mesti dibenahi dengan baik agar pengunjung yang akan menginap merasa nyaman. Untuk kali berikutnya akan kembali lagi karena kenyamanan yang didapatnya.
sebagai referensi pelancong saat berkunjung, antara lain :
HOTEL AHRIANI
Jl. Raya Lanto No. 41
Telp. 0413-21231
HOTEL ALAM JAYA
Jl. A. Mannappiang No. 40
Telp. 0413-21205
WISMA MALLILINGI
Jl. Raya Lanto No. 59
Telp. 0413-21156
PONDOK SERA
Jl. Raya Lanto No. 46
Telp. 0413-21248
WISMA KARYA INDAH
Jl. S. Calendu
PONDOK KARYA DAMAI
Jl. Pahlawan No. 68
Telp. 0413-22185
BONTHAIN BEACH HOTEL
Jl. Seruni
(under construction)
Malaysia and The New Bantaeng
Tuesday, March 9, 2010Setelah BUMN Sirim Bhd. yang menjajaki pengembangan rumput laut dan nira, kini perusahaan swasta besar dari Malaysia, Bina Puri Holdings Bhd. dan Dimara Holdings Sdn. Bhd. menyatakan siap membantu pembangunan Kota baru Bantaeng (The New Bantaeng). Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd. (Tan Sri Datuk Tee Hock Seng) yang tiba di Bantaeng bersama Pimpinan kelompok usaha Dimara Sdn. Bhd. (K. C Ang) dan lima orang pengusaha lainnya menyatakan tekad untuk membantu pembangunan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010. Namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang, ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di rumah jabatan Bupati Bantaeng. Di Malaysia, pimpinan Bina Puri Holdings Bhd. itu juga merupakan Senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia (Tun Abdul Razak). Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abu Dhabi, Bandara Bangkok (Thailand) dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut. Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini, urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), Plt. Sekkab Kabupaten Bantaeng (H. Thamrin Husain), Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Zainuddin Tahir) serta sejumlah Kepala Dinas dan Kepala Badan lingkup Pemda Bantaeng.
Bupati Bantaeng menyambut baik keinginan pengusaha besar Negeri Jiran tersebut. Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K. C Ang, untuk membangun Bonthain tentu tidak masalah. Mengingat kota ini merupakan kota terkecil di SulSel. Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi Afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulawesi Selatan (SulSel).
Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektar yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya. Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan, namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu. Sedangkan pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry.
Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati Bantaeng. Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi. Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng (Dr. H. M. Syafruddin. N) mengungkapkan rencana pengembangan Rumah Sakit yang dibangun Tahun 1921 tersebut. Rumah Sakit Kelas C diharapkan meningkat menjadi Kelas B dan dijadikan Rumah Sakit Trauma Center. Ini penting, sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. Rumah Sakitini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya Rumah Sakit yang memiliki pemandangan laut dan gunung.
Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010. Namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang, ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di rumah jabatan Bupati Bantaeng. Di Malaysia, pimpinan Bina Puri Holdings Bhd. itu juga merupakan Senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia (Tun Abdul Razak). Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abu Dhabi, Bandara Bangkok (Thailand) dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut. Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini, urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), Plt. Sekkab Kabupaten Bantaeng (H. Thamrin Husain), Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Zainuddin Tahir) serta sejumlah Kepala Dinas dan Kepala Badan lingkup Pemda Bantaeng.
Bupati Bantaeng menyambut baik keinginan pengusaha besar Negeri Jiran tersebut. Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K. C Ang, untuk membangun Bonthain tentu tidak masalah. Mengingat kota ini merupakan kota terkecil di SulSel. Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi Afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulawesi Selatan (SulSel).
Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektar yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya. Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan, namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu. Sedangkan pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry.
Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati Bantaeng. Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi. Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng (Dr. H. M. Syafruddin. N) mengungkapkan rencana pengembangan Rumah Sakit yang dibangun Tahun 1921 tersebut. Rumah Sakit Kelas C diharapkan meningkat menjadi Kelas B dan dijadikan Rumah Sakit Trauma Center. Ini penting, sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. Rumah Sakitini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya Rumah Sakit yang memiliki pemandangan laut dan gunung.
COMING SOON...Hospital in Seruni
Thursday, February 11, 2010Langkah konkrit dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan pembangunan di daerah ini. Masih ingat kan, artikel sebelumnya yang berjudul Bonthain Beach Hotel. Telah digambarkan sedikit pada artikel tersebut oleh Black Community and Black In News of Bonthain. Saatnya berbenah diri, dan aplikasinya benar-benar meyakinkan.
Penguasa Bonthain periode 2008-2013 (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memiliki keinginan yang kuat dalam mewujudkan Bonthain yang lebih maju ke depannya. Sebuah rumah sakit moderen akan dibangun bersamaan dengan Bonthain Beach Hotel. Rumah sakit yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bantaeng. Bahkan lebih luas lagi hingga ke daerah tetangga yakni Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Selayar.
Insya Allah disini akan dibangun RSUD Prof. DR. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
Kalimat ini tertulis pada spanduk yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
Setelah Autoblackthrough goes to campus dan bertemu dengan Tim Pencanangan Pembangunan beberapa proyek besar di Bonthain ini, Black Community and Black In News of Bonthain mendapatkan informasi akurat bahwa rencananya tanggal 19 Pebruari 2010 akan dilaksanakan pencanangan. Ambae.exe sebagai salah satu bagian dari Tim tersebut memberikan beberapa keterangan. General Manager Ambae.exe mengungkapkan bahwa pada lokasi Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng akan dibangun beberapa bangunan megah. Di antaranya adalah RSUD, Hotel dan taman-taman yang sejuk yang akan mengisi Open/Free Space. Ini tahap pertama dan akan diikuti dengan pembangunan lainnya dalam waktu dekat ini. Selain itu, pada lokasi lainnya juga akan dibangun fasilitas lainnya, antara lain, Pabrik Infus di Kecamatan Eremerasa.
Bahkan pada hari Jum'at bersamaan dengan pencanangan Hotel dan RSUD tersebut, akan dilaksanakan pula Pelepasan Ekspor Perdana Hasil Industri Pabrik Pengalengan Ikan milik PT. Global Seafood International Indonesia.
Seperti apa wajah RSUD setelah dibangun nantinya. Rekan-rekan dapat melihat dan mendownload Desainnya disini :
Penguasa Bonthain periode 2008-2013 (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr) memiliki keinginan yang kuat dalam mewujudkan Bonthain yang lebih maju ke depannya. Sebuah rumah sakit moderen akan dibangun bersamaan dengan Bonthain Beach Hotel. Rumah sakit yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bantaeng. Bahkan lebih luas lagi hingga ke daerah tetangga yakni Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Selayar.
Kalimat ini tertulis pada spanduk yang dibentangkan di lokasi rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
Setelah Autoblackthrough goes to campus dan bertemu dengan Tim Pencanangan Pembangunan beberapa proyek besar di Bonthain ini, Black Community and Black In News of Bonthain mendapatkan informasi akurat bahwa rencananya tanggal 19 Pebruari 2010 akan dilaksanakan pencanangan. Ambae.exe sebagai salah satu bagian dari Tim tersebut memberikan beberapa keterangan. General Manager Ambae.exe mengungkapkan bahwa pada lokasi Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng akan dibangun beberapa bangunan megah. Di antaranya adalah RSUD, Hotel dan taman-taman yang sejuk yang akan mengisi Open/Free Space. Ini tahap pertama dan akan diikuti dengan pembangunan lainnya dalam waktu dekat ini. Selain itu, pada lokasi lainnya juga akan dibangun fasilitas lainnya, antara lain, Pabrik Infus di Kecamatan Eremerasa.
Bahkan pada hari Jum'at bersamaan dengan pencanangan Hotel dan RSUD tersebut, akan dilaksanakan pula Pelepasan Ekspor Perdana Hasil Industri Pabrik Pengalengan Ikan milik PT. Global Seafood International Indonesia.
Seperti apa wajah RSUD setelah dibangun nantinya. Rekan-rekan dapat melihat dan mendownload Desainnya disini :
Bonthain Beach Hotel
Sunday, February 7, 2010Investasi yang luar biasa besar nilainya akan ditanamkan oleh investor dengan rencana pembangunan Hotel di Kabupaten Bantaeng. Hunian kelas moderen sebagai salah satu sarana pendukung dalam meningkatkan prospek pariwisata di Kabupaten Bantaeng. Dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bantaeng, diharapkan mampu menjadi daerah tujuan wisata di wilayah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Sehingga nantinya, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang Blackinnovationawards goes to campus ke Bonthain menjadi betah karena ketersediaan fasilitas yang lebih keren.
Bonthain Beach Hotel dibangun dengan konsep bertaraf nasional, mampu menyediakan kamar sebanyak 100 buah dengan berbagai fasilitas penunjang (data sementara yang berhasil dihimpun), antara lain :
Ruang Pertemuan
Restoran
Layanan Informasi bagi Wisatawan
Telepon Sambungan Internasional
Postcards and Postal Agent
Internet Cafe yang cepat
Kolam Renang
Hot Shower
Layanan Antar dan Jemput
Pelayanan Kesehatan yang ontime 24 jam
Adapun Pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini. Pencanangan pembangunan hotel tersebut rencananya segera dalam waktu dekat ini. Berdasarkan informasi dari Tim Perencana Pembangunan Hotel yang disampaikan kepada Black Community and Black In News of Bonthain, kalau tidak aral melintang hari Kamis nanti, tepanya tanggal 18 Pebruari 2010, rencana dimaksud akan dilaksanakan. Jadi bakalan diadain Peletakan Batu Pertama di kawasan Revitalisasi Pantau Seruni Bantaeng (look at the map of Bonthain).
Ambae.exe turut ikut ambil bagian dalam rencana Pembangunan Bonthain Beach Hotel. General Manager Ambae.exe menyatakan bahwa telah dibuat desain Logo dan beberapa desain lainnya dalam rangka persiapan acara kamis depan.
Desain hasil racikan Ambae.exe dapat dilihat disini :
1. Logo Bonthain Beach Hotel
2. Logo dan Arti Logo Bonthain Beach Hotel
3. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Primer)
4. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Sekunder)
5. Peta Lokasi Pembangunan Bonthain Beach Hotel & RSUD Bantaeng
6. Peta Lokasi Penempatan Spanduk Bonthain Beach Hotel
ARTI DAN MAKNA LOGO
Secara umum Logo tersebut menggambarkan kondisi Bantaeng yang terdiri dari 3 dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi).
Bentuk menyerupai huruf/abjad "b" kecil dengan warna Biru Tua/Biru Langit mewakili nama "bonthain beach hotel". Warna Biru pada bentuk tersebut melambangkan Dataran Tinggi (Gunung dan Hutan) yang penuh ketenangan dan ketenteraman yang dapat dirasakan di kota Butta Toa. Dibalut garis tipis berwarna Hijau melambangkan sejuknya menikmati alam Bonthain.
Bentuk menyerupai sehelai daun pada salah satu ujung huruf "b" kecil dengan warna dasar Hijau, melambangkan alam Bantaeng yang sebagian besar merupakan daerah potensial. Konsep Hijaukan Bantaeng dijadikan dasar pembangunan "bonthain beach hotel", mengingat lokasi pembangunan hotel adalah "New Place" hasil Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng.
Bentuk menyerupai gundukan tanah/gunung berwarna Cokelat Muda, melambangkan daratan/dataran rendah di wilayah Bantaeng sebagai Butta Toa (Tanah Tua). Bentukan ini pula menggambarkan lokasi pembangunan "bonthain beach hotel".
Penempatan huruf "b" kecil di atas gundukan tanah berwarna cokelat, menggambarkan kondisi real dimana lokasi pembangunan "bonthain beach hotel". Lokasinya merupakan wilayah laut yang ditimbun dan membentuk daratan baru sebagai dasar "The New Bantaeng".
Bentuk menyerupai lautan berwarna Biru Muda/Biru Laut disertai dua buah kapal yang saling berjauhan, melambangkan wilayah perairan Bantaeng yang membentuk Selat telah menjadi wilayah persinggahan bagi kapal mengingat amat aman dari terjangan ombak besar. Di wilayah sekitar hotel ini pula telah menjadi area yang indah untuk menikmati sunset dan pemandangan alam lainnya yang dibalut ke dalam wisata multi dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Konsep pantai dikembangkan dari pembangunan hotel tersebut, mengingat indahnya Bantaeng, khususnya di wilayah pantai Seruni Bantaeng.
Tulisan "bonthain beach hotel" berwarna merah, melambangkan nama dari hotel tersebut. Pemilihan warna pada tulisan, melambangkan keberanian dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Bantaeng yang lebih maju. Keberanian untuk terus menarik investor agar menanamkan investasinya di Bantaeng. Sedangkan kata "Bonthain" itu sendiri merupakan sebutan Kabupaten Bantaeng. Sejak lama telah menjadi nama pertama yang diberikan oleh bangsa Belanda di zaman penjajahan pada kota yang pernah menjadi basis pemerintahannya/pusat pemerintahan formal Hindia Belanda (Afdeling).
Tiap obyek kecuali bentukan huruf "b" kecil, dikelilingi garis berwarna Biru. Bahkan pada bagian bawah dari ketiga obyek (laut, dataran rendah dan dataran tinggi), dengan sangat jelas menekankan ketenangan dan ketenteraman yang selalu dijaga di kota ini, khususnya keamanan dalam berinvestasi dan keamanan untuk berkunjung menikmati bentang alam Bantaeng yang indah. Dengan harapan para investor tidak merasa was-was untuk menanamkan investasinya yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain Pencanangan Pembangunan Bonthain Beach Hotel, akan dirangkaikan pula dengan :
1. Pencanangan Pembangunan Pabrik Infus di Kecamatan Eremerasa
2. Pengembangan RSUD Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
3. Ekspor Perdana Pengolahan Hasil Industri Pabrik Pengalengan Ikan
Rupanya Bonthain semakin berbenah diri ke arah yang lebih maju dengan konsep The New Bantaeng yang didengung-dengungkan Pemerintah. Bupati Bantaeng (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) yang menahkodai Bonthain, telah menelorkan hasil nyata. Sebagai awal untuk mewujudkan The New Bantaeng, telah dilaksanakan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng. Wilayah Perairan Pantai Seruni yang ditimbun menelan dana sebesar ± Rp 30 M. Garis Pantai kini berubah sejak ditimbun karena telah menjadi daratan baru. Nah, salah satu bangunan yang akan berdiri tegak di atasnya adalah Bonthain Beach Hotel. Pihak ketiga yang menanamkan modalnya merupakan salah satu Perusahaan Nasional. Pemerintah menyiapkan lahan saja, sementara dana pembangunannya sepenuhnya berasal dari investor tersebut.
Bonthain Beach Hotel dibangun dengan konsep bertaraf nasional, mampu menyediakan kamar sebanyak 100 buah dengan berbagai fasilitas penunjang (data sementara yang berhasil dihimpun), antara lain :
Ruang Pertemuan
Restoran
Layanan Informasi bagi Wisatawan
Telepon Sambungan Internasional
Postcards and Postal Agent
Internet Cafe yang cepat
Kolam Renang
Hot Shower
Layanan Antar dan Jemput
Pelayanan Kesehatan yang ontime 24 jam
Adapun Pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini. Pencanangan pembangunan hotel tersebut rencananya segera dalam waktu dekat ini. Berdasarkan informasi dari Tim Perencana Pembangunan Hotel yang disampaikan kepada Black Community and Black In News of Bonthain, kalau tidak aral melintang hari Kamis nanti, tepanya tanggal 18 Pebruari 2010, rencana dimaksud akan dilaksanakan. Jadi bakalan diadain Peletakan Batu Pertama di kawasan Revitalisasi Pantau Seruni Bantaeng (look at the map of Bonthain).
Ambae.exe turut ikut ambil bagian dalam rencana Pembangunan Bonthain Beach Hotel. General Manager Ambae.exe menyatakan bahwa telah dibuat desain Logo dan beberapa desain lainnya dalam rangka persiapan acara kamis depan.
Desain hasil racikan Ambae.exe dapat dilihat disini :
1. Logo Bonthain Beach Hotel
2. Logo dan Arti Logo Bonthain Beach Hotel
3. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Primer)
4. Spanduk Bonthain Beach Hotel (Sekunder)
5. Peta Lokasi Pembangunan Bonthain Beach Hotel & RSUD Bantaeng
6. Peta Lokasi Penempatan Spanduk Bonthain Beach Hotel
ARTI DAN MAKNA LOGO
Secara umum Logo tersebut menggambarkan kondisi Bantaeng yang terdiri dari 3 dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi).
Bentuk menyerupai huruf/abjad "b" kecil dengan warna Biru Tua/Biru Langit mewakili nama "bonthain beach hotel". Warna Biru pada bentuk tersebut melambangkan Dataran Tinggi (Gunung dan Hutan) yang penuh ketenangan dan ketenteraman yang dapat dirasakan di kota Butta Toa. Dibalut garis tipis berwarna Hijau melambangkan sejuknya menikmati alam Bonthain.
Bentuk menyerupai sehelai daun pada salah satu ujung huruf "b" kecil dengan warna dasar Hijau, melambangkan alam Bantaeng yang sebagian besar merupakan daerah potensial. Konsep Hijaukan Bantaeng dijadikan dasar pembangunan "bonthain beach hotel", mengingat lokasi pembangunan hotel adalah "New Place" hasil Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng.
Bentuk menyerupai gundukan tanah/gunung berwarna Cokelat Muda, melambangkan daratan/dataran rendah di wilayah Bantaeng sebagai Butta Toa (Tanah Tua). Bentukan ini pula menggambarkan lokasi pembangunan "bonthain beach hotel".
Penempatan huruf "b" kecil di atas gundukan tanah berwarna cokelat, menggambarkan kondisi real dimana lokasi pembangunan "bonthain beach hotel". Lokasinya merupakan wilayah laut yang ditimbun dan membentuk daratan baru sebagai dasar "The New Bantaeng".
Bentuk menyerupai lautan berwarna Biru Muda/Biru Laut disertai dua buah kapal yang saling berjauhan, melambangkan wilayah perairan Bantaeng yang membentuk Selat telah menjadi wilayah persinggahan bagi kapal mengingat amat aman dari terjangan ombak besar. Di wilayah sekitar hotel ini pula telah menjadi area yang indah untuk menikmati sunset dan pemandangan alam lainnya yang dibalut ke dalam wisata multi dimensi yakni Laut, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi. Konsep pantai dikembangkan dari pembangunan hotel tersebut, mengingat indahnya Bantaeng, khususnya di wilayah pantai Seruni Bantaeng.
Tulisan "bonthain beach hotel" berwarna merah, melambangkan nama dari hotel tersebut. Pemilihan warna pada tulisan, melambangkan keberanian dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Bantaeng yang lebih maju. Keberanian untuk terus menarik investor agar menanamkan investasinya di Bantaeng. Sedangkan kata "Bonthain" itu sendiri merupakan sebutan Kabupaten Bantaeng. Sejak lama telah menjadi nama pertama yang diberikan oleh bangsa Belanda di zaman penjajahan pada kota yang pernah menjadi basis pemerintahannya/pusat pemerintahan formal Hindia Belanda (Afdeling).
Tiap obyek kecuali bentukan huruf "b" kecil, dikelilingi garis berwarna Biru. Bahkan pada bagian bawah dari ketiga obyek (laut, dataran rendah dan dataran tinggi), dengan sangat jelas menekankan ketenangan dan ketenteraman yang selalu dijaga di kota ini, khususnya keamanan dalam berinvestasi dan keamanan untuk berkunjung menikmati bentang alam Bantaeng yang indah. Dengan harapan para investor tidak merasa was-was untuk menanamkan investasinya yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain Pencanangan Pembangunan Bonthain Beach Hotel, akan dirangkaikan pula dengan :
1. Pencanangan Pembangunan Pabrik Infus di Kecamatan Eremerasa
2. Pengembangan RSUD Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
3. Ekspor Perdana Pengolahan Hasil Industri Pabrik Pengalengan Ikan
Rupanya Bonthain semakin berbenah diri ke arah yang lebih maju dengan konsep The New Bantaeng yang didengung-dengungkan Pemerintah. Bupati Bantaeng (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) yang menahkodai Bonthain, telah menelorkan hasil nyata. Sebagai awal untuk mewujudkan The New Bantaeng, telah dilaksanakan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng. Wilayah Perairan Pantai Seruni yang ditimbun menelan dana sebesar ± Rp 30 M. Garis Pantai kini berubah sejak ditimbun karena telah menjadi daratan baru. Nah, salah satu bangunan yang akan berdiri tegak di atasnya adalah Bonthain Beach Hotel. Pihak ketiga yang menanamkan modalnya merupakan salah satu Perusahaan Nasional. Pemerintah menyiapkan lahan saja, sementara dana pembangunannya sepenuhnya berasal dari investor tersebut.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor