Showing posts with label Gelanggang. Show all posts
Showing posts with label Gelanggang. Show all posts
Profil Bantaeng Tennis Camp
Thursday, February 18, 2010Untuk mengetahui sejarah berdirinya Bantaeng Tenis Camp, Black Community and Black In News of Bonthain mencari informasi tersebut langsung pada pihak yang mengelolanya. Sebelum nama Bantaeng Tennis Camp, dulunya bernama Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) diresmikan oleh Bapak H. M. Amin Syam (Ketua Pengda PELTI Sulawesi Selatan) pada tanggal 29 Juni 2004 yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti. Peresmian ini dilakukan pada saat beliau Blackinnovationawards goes to campus di Bonthain dalam rangka Peresmian Rehab. Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng Bantaeng.
Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng lahir, berawal dari keprihatinan para penggagas atas prestasi junior Kabupaten Bantaeng pada setiap event-event di Makassar. Adapun Penggagas pembentukan Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng adalah :
1. Ir. H.Syafruddin Siata, MS
2. H. Asri Rani
3. Syahrul Bayan, SSTP
4. Iswan Nurdin
Lambat laun, Bawakaraeng Junior Tennis Camp berubah nama menjadi Bantaeng Tennis Camp (BTC) pada tanggal 9 September 2008, seiring dengan pencitraan nama Kabupaten Bantaeng. Harapannya, dengan jalur prestasi tennis, Bantaeng dapat dikenal dimana saja. Bantaeng Tennis Camp (BTC) menetapkan Visi Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid dengan Program kerja yang mengacu pada penggalian bakat petenis junior Kabupaten Bantaeng dan peningkatan prestasi di tingkat Regional maupun di tingkat Nasional.
Salah satu strategi yang dilakukan dengan mengirimkan Iswan Nurdin untuk mengikuti pelatihan pelatih Level I dan Level II. Dari ilmu pertenisan yang diraihnya, diteruskan kepada anak didik. Terbilang singkat, namun dengan modal semangat akhirnya 6 bulan latihan, telah mampu menunjukkan prestasi regional dan nasional waktu itu.
Dalam upaya mengarah pada peningkatan Prestasi Petenis Junior Bantaeng, dari pihak Pengelola BTC melakukan kerja sama dengan Loka Camp Resort and Outbound. Hal ini dilakukan demi peningkatan semangat semangat, peningkatan percaya diri dan motivasi individu berupa kegiatan Outbound untuk pembentukan tim work yang solid.
Dari sinilah, sehingga prestasi Petenis-petenis junior asal Bantaeng bermunculan. Nur Adim Ramdani, Nur Oktafianti, Azima Faradina, Fauziah Azis, A. Nesti Ramdani dan Yaumil Iswan. Prestasi mereka tak diragukan khususnya di tingkat Indonesia Timur bahkan Asia.
Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng lahir, berawal dari keprihatinan para penggagas atas prestasi junior Kabupaten Bantaeng pada setiap event-event di Makassar. Adapun Penggagas pembentukan Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng adalah :
1. Ir. H.Syafruddin Siata, MS
2. H. Asri Rani
3. Syahrul Bayan, SSTP
4. Iswan Nurdin
Lambat laun, Bawakaraeng Junior Tennis Camp berubah nama menjadi Bantaeng Tennis Camp (BTC) pada tanggal 9 September 2008, seiring dengan pencitraan nama Kabupaten Bantaeng. Harapannya, dengan jalur prestasi tennis, Bantaeng dapat dikenal dimana saja. Bantaeng Tennis Camp (BTC) menetapkan Visi Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid dengan Program kerja yang mengacu pada penggalian bakat petenis junior Kabupaten Bantaeng dan peningkatan prestasi di tingkat Regional maupun di tingkat Nasional.
Salah satu strategi yang dilakukan dengan mengirimkan Iswan Nurdin untuk mengikuti pelatihan pelatih Level I dan Level II. Dari ilmu pertenisan yang diraihnya, diteruskan kepada anak didik. Terbilang singkat, namun dengan modal semangat akhirnya 6 bulan latihan, telah mampu menunjukkan prestasi regional dan nasional waktu itu.
Dalam upaya mengarah pada peningkatan Prestasi Petenis Junior Bantaeng, dari pihak Pengelola BTC melakukan kerja sama dengan Loka Camp Resort and Outbound. Hal ini dilakukan demi peningkatan semangat semangat, peningkatan percaya diri dan motivasi individu berupa kegiatan Outbound untuk pembentukan tim work yang solid.
Dari sinilah, sehingga prestasi Petenis-petenis junior asal Bantaeng bermunculan. Nur Adim Ramdani, Nur Oktafianti, Azima Faradina, Fauziah Azis, A. Nesti Ramdani dan Yaumil Iswan. Prestasi mereka tak diragukan khususnya di tingkat Indonesia Timur bahkan Asia.
Petenis Junior Asal Bonthain ke Srilanka
Wednesday, February 17, 2010Nur Adim Ramdani (panggilan Adim), petenis junior nasional asal Bantaeng yang kini berkiprah di gelanggang Nasional dan Asia. Si atlit menempati urutan kedua pada ajang Seleksi Nasional Kelompok Umur 16 Tahun setelah dikalahkan oleh Petenis junior asal Tegal, Wisnu Adi Nugroho. Ajang seleknas ini digelar di Lapangan tenis Kemayoran Jakarta, 5-9 Fenruari 2010 lalu. Ajang ini hanya diikuti oleh 8
petenis junior terbaik kelompok umur 16 tahun, seperti disampaikan Syahrul Bayan saat ditemui Black Community and Black In News of Bonthain.
Dari hasil seleknas ini, Adim berhak mendapat tiket mewakili Tim Davis Junior Nasional di Srilanka, 22-29 Pebruari 2010 bersama 2 petenis lainnya masing-masing Wisnu Adi Nugroho (Tegal) dan David Manoah (Jakarta). Adim berangkat ke Srilanka pada hari Sabtu, 20 Pebruari di bawah bimbingan Suharyadi (Pelatih Nasional).
Wisnu Adi Nugroho tak terkalahkan dari tujuh penampilan. Petenis yang mengawali latihan dengan pelatih asal Tegal Purnomo dan kemudian sekolah di Ragunan ini menang 2 set langsung sebanyak lima kali dan dua kali rubber set, masing-masing atas David Manoah dengan skor 4-6, 6-1, 7-5 dan Arief Rahman dengan kemenangan 6-4, 6-7(5) 6-1. Sementara Kemenangan straight set diraih atas Nuradim (6-4, 6-1), M Rizki (6-0, 6-0), Ibrahim (6-3, 6-1), M Sani (6-4, 6-2) dan Jess David (6-3, 6-1).
Sementara Nuradim Ramdani hanya kalah satu kali dari Wisnu. Enam partai lainnya dimenangi petenis kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan ini. Menang atas M Rizki (6-2, 6-1), Ibrahim (6-2, 6-2), Jess David
(6-2, 6-0), Dadi Manoah (1-6, 6-3, 6-3), Arief (6-1, 6-3).
David Manoah Yosua kalah dua kali, yakni dari Wisnu dan Nuradim. Lima kemenangan lainnya dibukukan atas M Rizki (6-7(5), 6-2, 6-0), Ibrahim (6-4, 6-1), M Sani (6-1, 6-2), Jess David (6-0, 6-0), Arief (6-1, 3-6) dan (7-6(3)). M. Rizki Widianto kalah tiga kali, masing-masing dari Wisnu, Nuradim dan David Manoah (7-6(5), 2-6, 0-6). Sementara empat kemenangan dibukukan atas Ibrahim 6-7(4), 6-4, 6-4), M Sani (6-2, 7-5) dan Arief (6-4, 7-6(5)).
Tim Davis Cup Junior Indonesia akan mengikuti pra-kualifikasi di Kolombo, 22 Pebruari mendatang. Hasil ini memang di bawah raihan tahun lalu yang masuk kualifikasi. Adim yang dihubungi via telepon mengatakan mengaku siap untuk membawa nama harum Indonesia dan tanah kelahirannya, Bantaeng di ajang Davis Cup Junior Asia Pasifik di Srilanka. Dan akan menampilkan permainan terbaiknya. Serta berharap doa restu dari seluruh masyarakat dan pencinta tenis di tanah air.
Kami hanya bisa mengirimkan doa, dan berharap Adim diberikan kesehatan dan kemenangan disana, walau saat ini, Adim telah berdomisili dan berlatih di Cibubur Tennis Camp Kabupaten Bogor, ujar Iswan Nurdin, Orang tua Adim.
Prestasi Adim, terbilang menjulang setelah berdomisili di Kabupaten Bogor, dimana perhatian dari Pengkab. Pelti Bogor dan bimbingan Ardy Rivali sehingga Adim memiliki kematangan bermain yang sangat bagus, tambah Iswan. Pengelola Bantaeng Tennis Camp, Syahrul Bayan yang dihubungi via sms,
mengaku bangga karena Adim telah mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan nama daerah Bantaeng, walau sampai saat ini masih berlatih di Bogor.
petenis junior terbaik kelompok umur 16 tahun, seperti disampaikan Syahrul Bayan saat ditemui Black Community and Black In News of Bonthain.
Dari hasil seleknas ini, Adim berhak mendapat tiket mewakili Tim Davis Junior Nasional di Srilanka, 22-29 Pebruari 2010 bersama 2 petenis lainnya masing-masing Wisnu Adi Nugroho (Tegal) dan David Manoah (Jakarta). Adim berangkat ke Srilanka pada hari Sabtu, 20 Pebruari di bawah bimbingan Suharyadi (Pelatih Nasional).
Wisnu Adi Nugroho tak terkalahkan dari tujuh penampilan. Petenis yang mengawali latihan dengan pelatih asal Tegal Purnomo dan kemudian sekolah di Ragunan ini menang 2 set langsung sebanyak lima kali dan dua kali rubber set, masing-masing atas David Manoah dengan skor 4-6, 6-1, 7-5 dan Arief Rahman dengan kemenangan 6-4, 6-7(5) 6-1. Sementara Kemenangan straight set diraih atas Nuradim (6-4, 6-1), M Rizki (6-0, 6-0), Ibrahim (6-3, 6-1), M Sani (6-4, 6-2) dan Jess David (6-3, 6-1).
Sementara Nuradim Ramdani hanya kalah satu kali dari Wisnu. Enam partai lainnya dimenangi petenis kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan ini. Menang atas M Rizki (6-2, 6-1), Ibrahim (6-2, 6-2), Jess David
(6-2, 6-0), Dadi Manoah (1-6, 6-3, 6-3), Arief (6-1, 6-3).
David Manoah Yosua kalah dua kali, yakni dari Wisnu dan Nuradim. Lima kemenangan lainnya dibukukan atas M Rizki (6-7(5), 6-2, 6-0), Ibrahim (6-4, 6-1), M Sani (6-1, 6-2), Jess David (6-0, 6-0), Arief (6-1, 3-6) dan (7-6(3)). M. Rizki Widianto kalah tiga kali, masing-masing dari Wisnu, Nuradim dan David Manoah (7-6(5), 2-6, 0-6). Sementara empat kemenangan dibukukan atas Ibrahim 6-7(4), 6-4, 6-4), M Sani (6-2, 7-5) dan Arief (6-4, 7-6(5)).
Tim Davis Cup Junior Indonesia akan mengikuti pra-kualifikasi di Kolombo, 22 Pebruari mendatang. Hasil ini memang di bawah raihan tahun lalu yang masuk kualifikasi. Adim yang dihubungi via telepon mengatakan mengaku siap untuk membawa nama harum Indonesia dan tanah kelahirannya, Bantaeng di ajang Davis Cup Junior Asia Pasifik di Srilanka. Dan akan menampilkan permainan terbaiknya. Serta berharap doa restu dari seluruh masyarakat dan pencinta tenis di tanah air.
Kami hanya bisa mengirimkan doa, dan berharap Adim diberikan kesehatan dan kemenangan disana, walau saat ini, Adim telah berdomisili dan berlatih di Cibubur Tennis Camp Kabupaten Bogor, ujar Iswan Nurdin, Orang tua Adim.
Prestasi Adim, terbilang menjulang setelah berdomisili di Kabupaten Bogor, dimana perhatian dari Pengkab. Pelti Bogor dan bimbingan Ardy Rivali sehingga Adim memiliki kematangan bermain yang sangat bagus, tambah Iswan. Pengelola Bantaeng Tennis Camp, Syahrul Bayan yang dihubungi via sms,
mengaku bangga karena Adim telah mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan nama daerah Bantaeng, walau sampai saat ini masih berlatih di Bogor.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor