Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts
Bunda PAUD Lepas Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng
Sunday, June 14, 2015
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng selaku Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng (Hj. Liestiaty F. Nurdin) didampingi Ketua Gabungan Orgnasiasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng (Hj. Aisyah Yasin), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantaeng (Hj. Nuraeni Gani) dan Ketua Bhayangkari Bantaeng melepas anak didik TK se-Kabupaten Bantaeng.
Para anak didik ini berasal dari 8 Kecamatan, masing-masing Kecamatan Bissappu, Sinoa, Ulu Ere, Bantaeng, Eremerasa, Pa'jukukang, Gantarang Keke dan Tompobulu. Ribuan anak didik tampak gembira dengan pakaian yang beragam, mulai dari pakaian adat hingga seragam tentara maupun polisi.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua Dewan Pembina Pendidikan Kabupaten Bantaeng (H. Ahmad Karim), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (H. Syamsu Alam), Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng dan perwakilan dari PT. Nestle.
Prosesi Pelepasan Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng Tahun Pelajaran 2014-2015 ini berlangsung di Balai Kartini Bantaeng (12/06). Beberapa TK menampilkan kreasi anak didiknya di hadapan tamu undangan. TK Kartini menampilkan tarian, diikuti penampilan TK Pembina dengan dance dan TK Bhayangkari dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas.
Kegiatan ini mengambil tema "Membangun karakter anak bangsa melalui Pendidikan Anak Usia Dini". Ribuan anak didik TK begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Baik anak didik maupun para guru dan pendidik menjadikannya sebagai ajang silaturahmi antara sekolah yang satu dengan yang lainnya.
H. Abdul Gani saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen tinggi dalam meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru. Karena 2 hal ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan."
Segenap guru harus meningkatkan kompetensi dan inovasinya sebagai bekal untuk tampil lebih baik di depan anak didiknya. Tentunya untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil dan memiliki karakter yang kuat serta berakhlak mulia.
Sementara itu Basmawati selaku orang tua anak didik, berterima kasih atas bimbingan, pemahaman dan pendidikan yang diberikan para pendidik. Menurutnya Selama anaknya menjalani pendidikan, banyak mengalami kemajuan yang signifikan. Baik dalam hal motivasi maupun rasa percaya diri. Sebagai contoh, awalnya tidak mengenal huruf. Tetapi setelah menjalani pendidikan, anaknya dapat mengenal, melafalkan dan menuliskan bahkan membaca kata per kata. Begitu juga dalam bidang agama, bisa mempraktekkan Sholat.
Pada kesempatan itu, masing-masing perwakilan TK se-Kabupaten Bantaeng menerima ijazah yang diserahkan secara simbolis. Sedangkan PT. Nestle, menyerahkan bantuan formula kepada Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng.
Para anak didik ini berasal dari 8 Kecamatan, masing-masing Kecamatan Bissappu, Sinoa, Ulu Ere, Bantaeng, Eremerasa, Pa'jukukang, Gantarang Keke dan Tompobulu. Ribuan anak didik tampak gembira dengan pakaian yang beragam, mulai dari pakaian adat hingga seragam tentara maupun polisi.
Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H. Abdul Gani), Ketua Dewan Pembina Pendidikan Kabupaten Bantaeng (H. Ahmad Karim), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng (H. Syamsu Alam), Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng dan perwakilan dari PT. Nestle.
Prosesi Pelepasan Anak Didik TK se-Kabupaten Bantaeng Tahun Pelajaran 2014-2015 ini berlangsung di Balai Kartini Bantaeng (12/06). Beberapa TK menampilkan kreasi anak didiknya di hadapan tamu undangan. TK Kartini menampilkan tarian, diikuti penampilan TK Pembina dengan dance dan TK Bhayangkari dengan pengenalan rambu-rambu lalu lintas.
Kegiatan ini mengambil tema "Membangun karakter anak bangsa melalui Pendidikan Anak Usia Dini". Ribuan anak didik TK begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Baik anak didik maupun para guru dan pendidik menjadikannya sebagai ajang silaturahmi antara sekolah yang satu dengan yang lainnya.
H. Abdul Gani saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bantaeng menyampaikan, "Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen tinggi dalam meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru. Karena 2 hal ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan."
Segenap guru harus meningkatkan kompetensi dan inovasinya sebagai bekal untuk tampil lebih baik di depan anak didiknya. Tentunya untuk melahirkan generasi yang cerdas, terampil dan memiliki karakter yang kuat serta berakhlak mulia.
Sementara itu Basmawati selaku orang tua anak didik, berterima kasih atas bimbingan, pemahaman dan pendidikan yang diberikan para pendidik. Menurutnya Selama anaknya menjalani pendidikan, banyak mengalami kemajuan yang signifikan. Baik dalam hal motivasi maupun rasa percaya diri. Sebagai contoh, awalnya tidak mengenal huruf. Tetapi setelah menjalani pendidikan, anaknya dapat mengenal, melafalkan dan menuliskan bahkan membaca kata per kata. Begitu juga dalam bidang agama, bisa mempraktekkan Sholat.
Pada kesempatan itu, masing-masing perwakilan TK se-Kabupaten Bantaeng menerima ijazah yang diserahkan secara simbolis. Sedangkan PT. Nestle, menyerahkan bantuan formula kepada Bunda PAUD Kabupaten Bantaeng.
Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat
Friday, August 15, 2014.jpg)
Suasana kampung Mattoanging tidaklah semeriah kampung lainnya di Kabupaten Bantaeng pada hari-hari biasa dalam setahun. Kampung ini terletak tidak jauh dari Tugu Adipura Bonthain. Untuk mengunjunginya, tidak harus dengan mobil saja. Tetapi cukup dengan mengendarai sepeda motor pun, kita akan tiba di kampung tersebut dalam waktu singkat, berkisar 10-15 menit dari pusat kota Bantaeng. Namun demikian, jangan sampai terlewatkan begitu saja. Hal ini bisa saja terjadi karena area yang begitu mungil ini berada di jalur akses keluar masuk Pelabuhan Mattoanging Bonthain. Maka sebaiknya pengunjung melalui jalan desa yang berada di sisi Barat, yang berujung pada Rusunawa dan Pelabuhan Bonthain.
Kemeriahan tampak beberapa hari terakhir dengan dilaksanakannya berbagai pertandingan olah raga. Peserta berasal dari masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kegiatan dimaksud rencananya akan berlangsung sampai tanggal 16 Agustus 2014.
Emilk Azis (Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu) mengemukakan, Sebanyak 15 macam perlombaan yang kami laksanakan disini, yakni :
Pemenang menjadi tujuan dari hasil akhir dari permainan. Namun, hadirnya permainan ini tidak hanya berburu pemenang semata. Semarak dan kegembiraan anak-anak bermain bersama keluarga dan temannya, menjadi faktor penyemangat persaudaraan yang kian pudar akibat modernisasi.
Pertandingan sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. Beberapa perlombaan, seperti Longga', Tarik Tambang dan Makan Kerupuk telah selesai dipertandingkan kemarin. Pertandingan ini lebih meriah dari hari ini, karena banyak keluarganya yang turut serta menonton dan bersorak ria mendukung anaknya untuk tiba di garis finish lebih awal. Lebih semarak lagi saat perlombaan memasak yang diikuti oleh kaum Ibu Rumah Tangga, tambah Emilk.
Sementara untuk permainan Bom-bom, mungkin tidak jadi dilaksanakan. Hal ini terkait dengan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan. Keterbatasan lapangan menjadi faktor utama, sehingga kami berinisiatif untuk membatalkannya. Solusi untuk memisah lokasi pertandingan di tempat lain tidaklah efektif. Karena akan mengurangi kemeriahan pelaksanaan lomba. Tak hanya itu, Lomba Dayung dan Panjat Pinang termasuk yang akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada puncak acara besok. Mengingat kondisi angin yang bertiup kencang dari arah laut.
Faktor lain yang lebih penting adalah kebersamaan masyarakat Desa Bonto Jai yang masih kental dengan gotong royong. Dimana, beberapa hari lalu desa kami berduka atas meninggalnya dua warga. Sehingga disepakati untuk lebih mementingkan kebersamaan yang sudah terjaga dengan baik dibanding melanjutkan kegiatan ini. Warga akan mengikuti Tausyiyah yang dilaksanakan mulai malam ini, berturut-turut selama 6 hari di kedua rumah duka.
Namun demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali dan membudayakan Permainan Rakyat. Salah satu permainan tersebut, yakni Hadang (Benteng) akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten, sekaligus untuk menyemarakkan pelaksanaan PORDA XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9-16 September 2014. Demikian diuraikan Emilk.
Kemeriahan tampak beberapa hari terakhir dengan dilaksanakannya berbagai pertandingan olah raga. Peserta berasal dari masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kegiatan dimaksud rencananya akan berlangsung sampai tanggal 16 Agustus 2014.
Emilk Azis (Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu) mengemukakan, Sebanyak 15 macam perlombaan yang kami laksanakan disini, yakni :
- Sepak Bola Mini
- Sepak Takraw
- Catur
- Bola Voly
- Lomba Dayung
- Lomba Lari Karung
- Bom-bom
- Tarik Tambang
- Lomba Memasak
- Panjat Pinang
- Lomba Lari Kelereng
- Lomba Makan Kerupuk
- Hadang/Asing (Benteng)
- Addang (Dam)
- Longga' (Engrang)
Pemenang menjadi tujuan dari hasil akhir dari permainan. Namun, hadirnya permainan ini tidak hanya berburu pemenang semata. Semarak dan kegembiraan anak-anak bermain bersama keluarga dan temannya, menjadi faktor penyemangat persaudaraan yang kian pudar akibat modernisasi.
Pertandingan sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. Beberapa perlombaan, seperti Longga', Tarik Tambang dan Makan Kerupuk telah selesai dipertandingkan kemarin. Pertandingan ini lebih meriah dari hari ini, karena banyak keluarganya yang turut serta menonton dan bersorak ria mendukung anaknya untuk tiba di garis finish lebih awal. Lebih semarak lagi saat perlombaan memasak yang diikuti oleh kaum Ibu Rumah Tangga, tambah Emilk.
Sementara untuk permainan Bom-bom, mungkin tidak jadi dilaksanakan. Hal ini terkait dengan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan. Keterbatasan lapangan menjadi faktor utama, sehingga kami berinisiatif untuk membatalkannya. Solusi untuk memisah lokasi pertandingan di tempat lain tidaklah efektif. Karena akan mengurangi kemeriahan pelaksanaan lomba. Tak hanya itu, Lomba Dayung dan Panjat Pinang termasuk yang akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada puncak acara besok. Mengingat kondisi angin yang bertiup kencang dari arah laut.
Faktor lain yang lebih penting adalah kebersamaan masyarakat Desa Bonto Jai yang masih kental dengan gotong royong. Dimana, beberapa hari lalu desa kami berduka atas meninggalnya dua warga. Sehingga disepakati untuk lebih mementingkan kebersamaan yang sudah terjaga dengan baik dibanding melanjutkan kegiatan ini. Warga akan mengikuti Tausyiyah yang dilaksanakan mulai malam ini, berturut-turut selama 6 hari di kedua rumah duka.
Namun demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali dan membudayakan Permainan Rakyat. Salah satu permainan tersebut, yakni Hadang (Benteng) akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten, sekaligus untuk menyemarakkan pelaksanaan PORDA XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9-16 September 2014. Demikian diuraikan Emilk.
Damkar Cilik
Saturday, May 18, 2013Pendidikan anak usia dini merupakan tonggak tumbuh kembangnya generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan anak bangsa pada era berikutnya. Sedini mungkin, anak-anak harus dibekali pendidikan yang positif. Anak-anak harus memahami banyak hal sebelum terjun ke masyarakat yang heterogen dengan berbagai pengaruh di dalamnya. Pendidik diharapkan lebih kreatif agar anak didik mampu mencintai pendidikan itu sendiri.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.
Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.
Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).
Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pendidikan Kartini Bonthain yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) mengajak anak didiknya untuk mengenali lingkungan sekitarnya. Bekerja sama dengan Unit Pemadam Kebakaran Bonthain yang tergabung dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, lembaga tersebut mengajak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat tentang Pemadam Kebakaran.
Mereka diajak berkeliling kota Bonthain dalam sesi patroli penanggulangan bahaya kebakaran. Selanjutnya, anak-anak dipertontonkan teknik memadamkan api dan penyelamatan yang dilakukan oleh para Kru Damkar Bonthain. Tidak hanya itu, guru beserta anak didiknya mendapat kesempatan untuk mencoba berbagai peralatan milik Damkar pada sesi Latihan di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bonthain. Mereka didampingi para kru dan dilengkapi alat pengaman sesuai prosedur standar.
Rencana berikutnya, anak-anak akan kami bawa mengunjungi Kepolisian Resort Bantaeng, Tagana Bonthain, Kodim 1410 Bantaeng dan institusi lainnya. Di usia anak yang banyak menginginkan bermain, mereka perlu diperkenalkan dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mereka tidak jenuh dengan lingkungan sekolah. Kami tetap mendampingi mereka dengan penjelasan-penjelasan singkat dan mudah dipahami. Demikian disampaikan Ibu Suhemy (salah seorang Guru PAUD Kartini).
Ketika mereka kembali ke sekolah, banyak cerita yang akan mereka perbincangkan dari kegiatan ini. Dan dengan kegiatan ini pula, banyak hal yang dapat kami kembangkan sebagai bahan ajar berikutnya terhadap para anak didik kami, tambahnya.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor








