blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Friday, October 15, 2010

AMBAE daeng ke Bonthain ki

AMBAE ke Bantaeng-1
Pencanangan Gemar Membaca Buku dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng, tepatnya hari Jum’at, 15 Oktober 2010. Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, acara ini juga dihadiri Ibu Theresia E. E. Pardede, S.Sos (Anggota Komisi I DPR-RI yang membidangi Pendidikan) dan Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) beserta rombongan.

Acara yang berlangsung hikmad tersebut mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Menurut Ibu Theresia, Pemerintah Kabupaten Bantaeng amat antusias dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih maju. Dalam sambutannya, juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng agar keberadaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng ini dapat menjalin kerja sama yang bersinergi dengan Perpustakaan Pusat di Jakarta. Demikian pula halnya dengan elemen-elemen lainnya yang terkait dengan sektor pendidikan.

Sementara itu, Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Agus Arifin Nu’mang) dan Bapak Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), masing-masing dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan DPR-RI dalam rangka peningkatan sektor pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Nurdin menambahkan, keberhasilan pendidikan di kota berjuluk Butta Toa ini tidak lepas dari terjalinnya kebersamaan berbagai elemen khususnya para pendidik, pelajar dan masyarakat pada umumnya yang senantiasa mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Bantaeng.


Acara ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Propinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penyebarluasan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. Langkah konkrit yang dilakukan Pemerintah saat ini antara lain yakni dengan menyediakan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat membantu para pelajar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam menggali dan mendapatkan informasi yang up to date, lebih lanjut disampaikan Nurdin Abdullah.

Tidak hanya dengan menonton Sinetron, Entertainment ataupun Publisitas Demonstrasi, tetapi diharapkan akan menumbuhkan minat baca masyarakat Bantaeng. Olehnya itu, perlu diperhatikan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bahwa perpustakaan ini harus pula menyiapkan sarana Information Technology (IT) di dalamnya. Dengan hadirnya IT dalam melengkapi sarana perpustakaan, akses informasi dunia luar akan ikut diketahui masyarakat Bantaeng. Pada dasarnya informasi itu penting, amat mahal dan patut diketahui siapa pun sebagai insan yang berakhlak mulia, tambah Agus Arifin Nu’mang.

Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantaeng dikelola langsung oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng (KPAD). Selama ini perpustakaan daerah menyatu dalam lingkup kantor KPAD. Mengingat jaraknya yang tidak berada di tengah kota Bantaeng dan beberapa pertimbangan lainnya, perpustakaan daerah pun dipindahkan. Gedung Pertiwi Bantaeng yang selama ini digunakan sebagai ruang pertemuan, oleh Nurdin Abdullah dialihfungsikan sebagai Perpusatakaan Daerah Kabupaten Bantaeng. Berlokasi di Jl. Gagak Bantaeng (samping Rumah Jabatan Bupati Bantaeng). Sementara Gedung Pertiwi dipindahkan ke lokasi lainnya dalam lingkup gedung “Guest House” di Jl. Kartini Bantaeng.

Acara berlanjut berupa Peninjauan Lapangan ke salah satu Taman Baca yang berlokasi di Kampung Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Sebuah rumah ibadah bernama Masjid Jami’ jamiatul Khairiah Tangnga-tangnga dijadikan Taman Baca bagi santri-santriwati masyarakat Tangnga-tangnga. Taman Baca ini pula menjadi percontohan bagi Taman Baca lainnya yang tersebar di beberapa lokaisi di Kabupaten Bantaeng.

Semoga dengan pencanangan Gemar Baca Buku ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam Membaca Buku. Selanjutnya ilmu yang diperolehnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya, demikain diungkapkan Amir Hamzah (salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nelayan Tangnga-tangnga).


AMBAE ke Bantaeng-2

AMBAE ke Bantaeng-3


10 comments:

ivan kavalera said...

Salut buat bu Tere dan Bantaeng.

Phinisi Boat said...

Terima Kasih,,,sudah berkunjung....blog ini jg sdh kami follow.

Hantu Facebook said...

sangat2 lama blog ini tidak pernah saya kunjungi,,,maaf.

lukmanefendik said...

o y trims kunjungnanya....

Om-Digit said...

hayoo galakkan membaca !! :)

Bonthain said...

@ivan kavalera...
@Phinisi Boat...
@Hantu Facebook...
@lukmanefendik...
@Om-Digit...
terima kasih sobat skalian uda berkunjung
mari menggalakkan MEMBACA di lingkungan QT masing2

Me and Confucius said...

Nice blog.. buku tamunya nga kluar2.. =="

Bonthain said...

@Me and Confucius...
thankzzz
Guestbook nda' muncul d'Main Page tp ada d'halaman tersendiri. klik Menu di atas atau Right Sidebar Menu "Guestbook"

daengrompa said...

saya tidak mengerti kaitan antara judul dan isi postingannya... hehehe

Bonthain said...

@daengrompa...
ma kasih Daeng
sedari awal sebenarnya Bonthain sudah menduga akan muncul pertanyaan spt ini tp baru sekarang munculnya. Kalau Daeng Rompa mungkin paham mi, tp bolehlah sekaligus diuraikan untuk semua sobat Bonthain.

dr tata bahasa : AMBAE daeng ke Bonthain ki
- AMBAE berarti AYO atau KEMARI atau MARILAH yg merupakan kata dr Bahasa Makassar yg kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat berpamitan dsb. Kalau di area Barat Indonesia alias Jawa maybe sama halnya dengan Punten, Matur Nuhun, Monggo dsb.
- Daeng ad/ sebutan untuk Saudara lebih tua atau yang dituakan. Lebih spesifik kalau disamakan dengan ANDA dalam tata bahasa Indonesia
- "ki" ad/ akhiran yg jd ciri khas orang Makassar dlm bercakap yg mana merujuk pada tujuan penghormatan. Dalam hal ini sasaran katanya merujuk pada kata ANDA.

so...di Bonthain lg hangat-hangatnya dikampanyekan "AYO ke Bantaeng". Dari slogan tsb d'telorkan ke dalam bahasa yang lebih bernuansa Makassar "AMBAE daeng ke Bonthain ki"

next...perihal ajakan di atas lbh awal termaktub pd Judul Artikel...Sementara isi Artikel merupakan salah satu point dr ajakan tsb. Pemerintah Bantaeng berkomitmen menjadikan BONTHAIN kota Membaca. Maka dibangunlah Perpustakaan tsb temasuk beberapa Taman Baca di wilayah Bonthain.

Menyimak slogan tsb, point lain yg juga ditawarkan Bonthain yakni terbukanya peluang Investor dgn berbagai kemudahan tuk berinvestasi di kota ini.

NB. :
pendapat di atas diurai berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun dari pihak Pemerintah Bonthain

Post a Comment

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Powered by Counters4blogs.com
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks