Showing posts with label Mattoanging. Show all posts
Showing posts with label Mattoanging. Show all posts
Pesisir Bantaeng Gemari Permainan Rakyat
Friday, August 15, 2014.jpg)
Suasana kampung Mattoanging tidaklah semeriah kampung lainnya di Kabupaten Bantaeng pada hari-hari biasa dalam setahun. Kampung ini terletak tidak jauh dari Tugu Adipura Bonthain. Untuk mengunjunginya, tidak harus dengan mobil saja. Tetapi cukup dengan mengendarai sepeda motor pun, kita akan tiba di kampung tersebut dalam waktu singkat, berkisar 10-15 menit dari pusat kota Bantaeng. Namun demikian, jangan sampai terlewatkan begitu saja. Hal ini bisa saja terjadi karena area yang begitu mungil ini berada di jalur akses keluar masuk Pelabuhan Mattoanging Bonthain. Maka sebaiknya pengunjung melalui jalan desa yang berada di sisi Barat, yang berujung pada Rusunawa dan Pelabuhan Bonthain.
Kemeriahan tampak beberapa hari terakhir dengan dilaksanakannya berbagai pertandingan olah raga. Peserta berasal dari masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kegiatan dimaksud rencananya akan berlangsung sampai tanggal 16 Agustus 2014.
Emilk Azis (Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu) mengemukakan, Sebanyak 15 macam perlombaan yang kami laksanakan disini, yakni :
Pemenang menjadi tujuan dari hasil akhir dari permainan. Namun, hadirnya permainan ini tidak hanya berburu pemenang semata. Semarak dan kegembiraan anak-anak bermain bersama keluarga dan temannya, menjadi faktor penyemangat persaudaraan yang kian pudar akibat modernisasi.
Pertandingan sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. Beberapa perlombaan, seperti Longga', Tarik Tambang dan Makan Kerupuk telah selesai dipertandingkan kemarin. Pertandingan ini lebih meriah dari hari ini, karena banyak keluarganya yang turut serta menonton dan bersorak ria mendukung anaknya untuk tiba di garis finish lebih awal. Lebih semarak lagi saat perlombaan memasak yang diikuti oleh kaum Ibu Rumah Tangga, tambah Emilk.
Sementara untuk permainan Bom-bom, mungkin tidak jadi dilaksanakan. Hal ini terkait dengan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan. Keterbatasan lapangan menjadi faktor utama, sehingga kami berinisiatif untuk membatalkannya. Solusi untuk memisah lokasi pertandingan di tempat lain tidaklah efektif. Karena akan mengurangi kemeriahan pelaksanaan lomba. Tak hanya itu, Lomba Dayung dan Panjat Pinang termasuk yang akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada puncak acara besok. Mengingat kondisi angin yang bertiup kencang dari arah laut.
Faktor lain yang lebih penting adalah kebersamaan masyarakat Desa Bonto Jai yang masih kental dengan gotong royong. Dimana, beberapa hari lalu desa kami berduka atas meninggalnya dua warga. Sehingga disepakati untuk lebih mementingkan kebersamaan yang sudah terjaga dengan baik dibanding melanjutkan kegiatan ini. Warga akan mengikuti Tausyiyah yang dilaksanakan mulai malam ini, berturut-turut selama 6 hari di kedua rumah duka.
Namun demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali dan membudayakan Permainan Rakyat. Salah satu permainan tersebut, yakni Hadang (Benteng) akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten, sekaligus untuk menyemarakkan pelaksanaan PORDA XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9-16 September 2014. Demikian diuraikan Emilk.
Kemeriahan tampak beberapa hari terakhir dengan dilaksanakannya berbagai pertandingan olah raga. Peserta berasal dari masyarakat setempat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Kegiatan dimaksud rencananya akan berlangsung sampai tanggal 16 Agustus 2014.
Emilk Azis (Ketua Karang Taruna Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu) mengemukakan, Sebanyak 15 macam perlombaan yang kami laksanakan disini, yakni :
- Sepak Bola Mini
- Sepak Takraw
- Catur
- Bola Voly
- Lomba Dayung
- Lomba Lari Karung
- Bom-bom
- Tarik Tambang
- Lomba Memasak
- Panjat Pinang
- Lomba Lari Kelereng
- Lomba Makan Kerupuk
- Hadang/Asing (Benteng)
- Addang (Dam)
- Longga' (Engrang)
Pemenang menjadi tujuan dari hasil akhir dari permainan. Namun, hadirnya permainan ini tidak hanya berburu pemenang semata. Semarak dan kegembiraan anak-anak bermain bersama keluarga dan temannya, menjadi faktor penyemangat persaudaraan yang kian pudar akibat modernisasi.
Pertandingan sudah berlangsung sejak 3 hari lalu. Beberapa perlombaan, seperti Longga', Tarik Tambang dan Makan Kerupuk telah selesai dipertandingkan kemarin. Pertandingan ini lebih meriah dari hari ini, karena banyak keluarganya yang turut serta menonton dan bersorak ria mendukung anaknya untuk tiba di garis finish lebih awal. Lebih semarak lagi saat perlombaan memasak yang diikuti oleh kaum Ibu Rumah Tangga, tambah Emilk.
Sementara untuk permainan Bom-bom, mungkin tidak jadi dilaksanakan. Hal ini terkait dengan kondisi lokasi yang tidak memungkinkan. Keterbatasan lapangan menjadi faktor utama, sehingga kami berinisiatif untuk membatalkannya. Solusi untuk memisah lokasi pertandingan di tempat lain tidaklah efektif. Karena akan mengurangi kemeriahan pelaksanaan lomba. Tak hanya itu, Lomba Dayung dan Panjat Pinang termasuk yang akan dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada puncak acara besok. Mengingat kondisi angin yang bertiup kencang dari arah laut.
Faktor lain yang lebih penting adalah kebersamaan masyarakat Desa Bonto Jai yang masih kental dengan gotong royong. Dimana, beberapa hari lalu desa kami berduka atas meninggalnya dua warga. Sehingga disepakati untuk lebih mementingkan kebersamaan yang sudah terjaga dengan baik dibanding melanjutkan kegiatan ini. Warga akan mengikuti Tausyiyah yang dilaksanakan mulai malam ini, berturut-turut selama 6 hari di kedua rumah duka.
Namun demikian, kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali dan membudayakan Permainan Rakyat. Salah satu permainan tersebut, yakni Hadang (Benteng) akan diperlombakan di Tingkat Kabupaten, sekaligus untuk menyemarakkan pelaksanaan PORDA XV Tahun 2014 yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9-16 September 2014. Demikian diuraikan Emilk.
Barter Komoditi antara kota Bonthain dan kota Baru
Sunday, March 21, 2010
Kapal Ikan Cahaya Sejati 3 dari Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel) merapat di Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, tepatnya 21 maret 2010. Kapal tersebut membawa ikan merah 17 ton untuk kebutuhan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII). Kehadiran kapal tersebut mendapat perhatian khusus, selain menjadi kapal yang pertama merapat di pelabuhan tersebut, Cahaya Sejati 3 juga menjadi awal dimulainya perdagangan ikan secara langsung dari Kota Baru ke Bonthain untuk memenuhi pasokan ke industri pengolahan ikan PT. GSII.
Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) bersama Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin), Asisten Bidang Ekbang (H. M Yasin), Direktur Operasional Perusda Baji Minasa (Arifuddin) dan sejumlah sejumlah petinggi lainnya menyaksikan kedatangan kapal ikan tersebut. H. Baharuddin, pemilik 3 unit Kapal Cahaya Sejati yang menjadi mitra Perusda Baji Minasa Bantaeng menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan Perusda Baji Minasa yang memasok kebutuhan ikan PT. GSII. Perusahaan Jepang-Indonesia tersebut membutuhkan ikan segar sebanyak 40 ton/hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perusda mendatangkan ikan dari berbagai propinsi dan daerah, termasuk dari Kota Baru Kalimantan Selatan.
Untuk menjangkau Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, jelas Baharuddin diperlukan waktu 30 jam. Dari daerah ini, Cahaya Sejati akan membawa kasur dan garam ke Kota Baru Kalsel. Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan kapal ikan dari Kota Baru, Kalsel tersebut. Ia berharap pasokan ikan dari daerah tersebut berkelanjutan di masa mendatang. Nurdin Abdullah juga berharap kapal-kapal yang merapat bisa memanfaatkan potensi daerah ini. Potensi yang bisa dimanfaatkan tersebut, selain beras juga sejumlah sayuran dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat Kalsel. Bupati mengakui, izin untuk Pelabuhan Mattoanging dalam tahap pengurusan. Namun tak masalah bila sudah ada kapal yang memanfaatkan. Tentang suplai kebutuhan air bersih, Bupati Bantaeng mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng siap mensuplai. PDAM kita siap memenuhi kebutuhan air bersih, tandasnya.
Bupati Bantaeng (Prof. DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr) bersama Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin), Asisten Bidang Ekbang (H. M Yasin), Direktur Operasional Perusda Baji Minasa (Arifuddin) dan sejumlah sejumlah petinggi lainnya menyaksikan kedatangan kapal ikan tersebut. H. Baharuddin, pemilik 3 unit Kapal Cahaya Sejati yang menjadi mitra Perusda Baji Minasa Bantaeng menyatakan kesiapannya memenuhi permintaan Perusda Baji Minasa yang memasok kebutuhan ikan PT. GSII. Perusahaan Jepang-Indonesia tersebut membutuhkan ikan segar sebanyak 40 ton/hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perusda mendatangkan ikan dari berbagai propinsi dan daerah, termasuk dari Kota Baru Kalimantan Selatan.
Untuk menjangkau Pelabuhan Mattoanging Bantaeng, jelas Baharuddin diperlukan waktu 30 jam. Dari daerah ini, Cahaya Sejati akan membawa kasur dan garam ke Kota Baru Kalsel. Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan kapal ikan dari Kota Baru, Kalsel tersebut. Ia berharap pasokan ikan dari daerah tersebut berkelanjutan di masa mendatang. Nurdin Abdullah juga berharap kapal-kapal yang merapat bisa memanfaatkan potensi daerah ini. Potensi yang bisa dimanfaatkan tersebut, selain beras juga sejumlah sayuran dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat Kalsel. Bupati mengakui, izin untuk Pelabuhan Mattoanging dalam tahap pengurusan. Namun tak masalah bila sudah ada kapal yang memanfaatkan. Tentang suplai kebutuhan air bersih, Bupati Bantaeng mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantaeng siap mensuplai. PDAM kita siap memenuhi kebutuhan air bersih, tandasnya.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor






















