Showing posts with label Wasit. Show all posts
Showing posts with label Wasit. Show all posts
kukuhkan Pengurus PSTI Bonthain
Tuesday, April 20, 2010Pengurus Daerah Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengda PSTI) SulSel mengukuhkan pengurus PSTI Bantaeng Periode 2009-2014. Pengurus yang dikukuhkan itu masing-masing Ketua (H Abd Azis), Wakil Ketua (Drs. Abdullah), Sekretaris (Dr. Nizar), Bendahara (Achmadi) dan sejumlah pengurus lainnya. Pengkuhan pengurus dilakukan Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Sekretaris Umum (H. Nasir Mas'ud) di Gedung olah raga (GOR) Malilingi. Kegiatan itu ditandai penyerahan Pataka dari pengurus lama kepada pengurus baru disaksikan Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), para Kepala SKPD dan Camat di daerah ini.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan Pra Kualifikasi Porda Sepak Takraw Wilayah I SulSel yang diikuti 175 peserta utusan 7 Kabupaten yakni Bantaeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang diwakili H. A Asli Mustadjab berharap, pengurus PSTI Bonthain bisa membawa organisasi ini menjadi organisasi mandiri. Khusus pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda, Asli Mustadjab berharap, kegiatan ini dijadikan ajang silaturahim dan peningkatan prestasi. Wakil Bupati Bantaeng itu juga mengajak semua pihak untuk membangun nilai-nilai keolahragaan dan menggelorakan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan olah raga yakni meningkatkan derajad kesehatan, kebugaran dan prestasi.
Melalui kegiatan olah raga juga kita bisa mengangkat harkat dan martabat daerah. Bahkan bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab olah raga tidak mengenal perbedaan. Olah raga sedapat mungkin juga dikembangkan menjadi industri yang dapat memberi kontribusi nyata. Serta menjadi alat pemersatu dan nasionalisme, pintanya. Sebelumnya, Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Bendahara (Ibrahim Saleh) berharap pengurus memberi perhatian terhadap pengembangan olah raga sepak takraw di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.
Ia menyambut baik pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda yang diikuti 7 Kabupaten di selatan SulSel. Mantan Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng itu berharap, dari kegiatan yang mempertandingkan 4 nomor (2 nomor putra/putri dan beregu) menghasilkan prestasi yang dapat mewakili wilayah I ke Porda Pangkep Nopember 2010 mendatang. Masih menurut Ibrahim Saleh yang juga Kadis. Sosial Kota Makassar itu, untuk meraih prestasi dan melihat atlet yang memiliki kemampuan, Pengda PSTI SulSel menurunkan 15 wasit nasional dan internasional.
Kami berharap, kehadiran para wasit kaliber nasional dan internasional tersebut dapat melakukan seleksi. Agar diperoleh atlet yang bisa mewakili SulSel di kancah nasional maupun internasional, jelasnya. Selain Pra Kualifikasi di wilayah I, Pengda PSTI juga menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah 3 di Makassar awal Mei 2010. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di wilayah 2 yang dilaksanakan di Pinrang.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan Pra Kualifikasi Porda Sepak Takraw Wilayah I SulSel yang diikuti 175 peserta utusan 7 Kabupaten yakni Bantaeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang diwakili H. A Asli Mustadjab berharap, pengurus PSTI Bonthain bisa membawa organisasi ini menjadi organisasi mandiri. Khusus pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda, Asli Mustadjab berharap, kegiatan ini dijadikan ajang silaturahim dan peningkatan prestasi. Wakil Bupati Bantaeng itu juga mengajak semua pihak untuk membangun nilai-nilai keolahragaan dan menggelorakan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan olah raga yakni meningkatkan derajad kesehatan, kebugaran dan prestasi.
Melalui kegiatan olah raga juga kita bisa mengangkat harkat dan martabat daerah. Bahkan bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab olah raga tidak mengenal perbedaan. Olah raga sedapat mungkin juga dikembangkan menjadi industri yang dapat memberi kontribusi nyata. Serta menjadi alat pemersatu dan nasionalisme, pintanya. Sebelumnya, Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Bendahara (Ibrahim Saleh) berharap pengurus memberi perhatian terhadap pengembangan olah raga sepak takraw di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.
Ia menyambut baik pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda yang diikuti 7 Kabupaten di selatan SulSel. Mantan Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng itu berharap, dari kegiatan yang mempertandingkan 4 nomor (2 nomor putra/putri dan beregu) menghasilkan prestasi yang dapat mewakili wilayah I ke Porda Pangkep Nopember 2010 mendatang. Masih menurut Ibrahim Saleh yang juga Kadis. Sosial Kota Makassar itu, untuk meraih prestasi dan melihat atlet yang memiliki kemampuan, Pengda PSTI SulSel menurunkan 15 wasit nasional dan internasional.
Kami berharap, kehadiran para wasit kaliber nasional dan internasional tersebut dapat melakukan seleksi. Agar diperoleh atlet yang bisa mewakili SulSel di kancah nasional maupun internasional, jelasnya. Selain Pra Kualifikasi di wilayah I, Pengda PSTI juga menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah 3 di Makassar awal Mei 2010. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di wilayah 2 yang dilaksanakan di Pinrang.
Gold Medal for Karate Bonthain
Thursday, March 4, 2010
Olah raga di Bonthain terus dipacu agar lebih meningkat. Dukungan Pemerintah dalam bidang ini patut diacungkan jempol. Berbagai upaya dilakukan agar para atlit di Butta Toa mampu bersaing dengan daerah lainnya dalam peningkatan prestasi di bidang olah raga.
Tak sia-sia dukungan yang diberikan Pemerintah. Atlit Pencak Silat Bonthain kembali mempersembahkan oleh-oleh berharga sekaligus mengharumkan nama Bonthain. Kesempatan ini diperoleh saat bertanding di Kejuaraan Karate Nasional yang dilaksanakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri di Jakarta Januari lalu.
Gelar juara pun diraihnya, masing-masing :
Juara I Komite + 70 Pa TNI/POLRI
Juara III Komite + 84 Pa Umum
Dengan menjuarai turnamen Inkanas di Jakarta, Bonthain berhasil memboyong 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Turut pula meloloskan seorang Wasit Karate Nasional atas nama Drs. Syarifuddin.
Prestasi luar biasa untuk daerah yang amat kecil di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Bonthain memberikan selamat kepada para atlit. Demikian disampaikan Bupati Bantaeng dan Ketua KONI Bantaeng saat menerima kedatangan atlit di Kantor Bupati Bantaeng.
Semoga tidak sampai disini saja, namun semangat kemenangan harus hadir di hati para atlit. Dengan semangat ini, diharapkan prestasi dapat ditingkatkan nantinya. Ddukungan Pemerintah dalam peningkatan kualitas olah raga di Bonthain pun harus ditingkatkan.
Tak sia-sia dukungan yang diberikan Pemerintah. Atlit Pencak Silat Bonthain kembali mempersembahkan oleh-oleh berharga sekaligus mengharumkan nama Bonthain. Kesempatan ini diperoleh saat bertanding di Kejuaraan Karate Nasional yang dilaksanakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri di Jakarta Januari lalu.
Gelar juara pun diraihnya, masing-masing :
Juara I Komite + 70 Pa TNI/POLRI
Juara III Komite + 84 Pa Umum
Dengan menjuarai turnamen Inkanas di Jakarta, Bonthain berhasil memboyong 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Turut pula meloloskan seorang Wasit Karate Nasional atas nama Drs. Syarifuddin.
Prestasi luar biasa untuk daerah yang amat kecil di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Bonthain memberikan selamat kepada para atlit. Demikian disampaikan Bupati Bantaeng dan Ketua KONI Bantaeng saat menerima kedatangan atlit di Kantor Bupati Bantaeng.
Semoga tidak sampai disini saja, namun semangat kemenangan harus hadir di hati para atlit. Dengan semangat ini, diharapkan prestasi dapat ditingkatkan nantinya. Ddukungan Pemerintah dalam peningkatan kualitas olah raga di Bonthain pun harus ditingkatkan.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor


















