Showing posts with label Television. Show all posts
Showing posts with label Television. Show all posts
Planet BIRU kian sekarat
Monday, March 8, 2010
Musim kemarau yang berkepanjangan berdampak besar bagi petani. Seolah bumi ini berubah 180°, musim hujan tak seperti biasanya lagi. Seharusnya sejak bulan Nopember 2009 dan masuk bulan Maret 2010 ini, hujan tak henti-hentinya mengguyur tiap kota di sekitar wilayah Khatulistiwa. Termasuk BONTHAIN yang berada pada posisi 5°32'40.52" LS dan 119°56'20.04" BT.
Namun, kejadiannya tidak seperti kita bayangkan beberapa tahun silam. Hingga saat ini, kondisi panas dan gerah benar-benar menghambat seseorang untuk berpikir lebih enjoy. Hari ini kota Bonthain diguyur hujan lebat. Layaknya Pembawa Berita Cuaca di Televisi, Facebooker beralih profesi. Serentak status profile FACEBOOK berganti dengan info hujan, namun bukan memprediksikannya lebih awal. Prediksi cuaca sekarang sulit dipercaya mengingat kondisi perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu (climate change uncertain).
Mungkin inilah bagian kecil dari Global Warming. Bumi semakin sekarat dan mesti ditangani secepatnya. Penghuni planet Biru ini pula yang harus menjadi dokternya. Jangan menunggu Alien datang menyembuhkan sakitnya rumah kita.
...................STOP GLOBAL WARMING...................
Langkah apa yang harus diambil guna menyembuhkan sakitnya Bumi Kita. Banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam pohon sebanyak mungkin agar bumi tidak kering selamanya.
Hujan hari ini belum tentu berlanjut esok hari. Seperti inilah kejadian di Bonthain, mungkin di daerah lainnya pun sama kejadiannya. Petani berharap agar hujan dapat menyiapkan suplai air yang cukup untuk mengairi sawah dan kebunnya. Banyak petani merugi karena berharap pada hujan. Nopember kemarin misalnya, saat terjadi hujan para petani ramai-ramai bercocok tanam. Namun, alhasil hujan hanya berlangsung sekejap hari itu saja. Keesokan harinya hingga berminggu-minggu kemudian hujan tidak kunjung datang. Padi yang tadinya telah ditanam akhirnya mati disantap kemarau.
Fenomena di atas hanya bagian kecil dari dampak kemarau berkepanjangan. Akankah kita membiarkan ini berlarut-larut...???
Jangan sobat, mari kita lestarikan Bumi yang kita diami selama ini agar anak cucu kita kelak dapat menikmatinya lebih baik dari sekarang.
Namun, kejadiannya tidak seperti kita bayangkan beberapa tahun silam. Hingga saat ini, kondisi panas dan gerah benar-benar menghambat seseorang untuk berpikir lebih enjoy. Hari ini kota Bonthain diguyur hujan lebat. Layaknya Pembawa Berita Cuaca di Televisi, Facebooker beralih profesi. Serentak status profile FACEBOOK berganti dengan info hujan, namun bukan memprediksikannya lebih awal. Prediksi cuaca sekarang sulit dipercaya mengingat kondisi perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu (climate change uncertain).
Mungkin inilah bagian kecil dari Global Warming. Bumi semakin sekarat dan mesti ditangani secepatnya. Penghuni planet Biru ini pula yang harus menjadi dokternya. Jangan menunggu Alien datang menyembuhkan sakitnya rumah kita.
Langkah apa yang harus diambil guna menyembuhkan sakitnya Bumi Kita. Banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam pohon sebanyak mungkin agar bumi tidak kering selamanya.
Hujan hari ini belum tentu berlanjut esok hari. Seperti inilah kejadian di Bonthain, mungkin di daerah lainnya pun sama kejadiannya. Petani berharap agar hujan dapat menyiapkan suplai air yang cukup untuk mengairi sawah dan kebunnya. Banyak petani merugi karena berharap pada hujan. Nopember kemarin misalnya, saat terjadi hujan para petani ramai-ramai bercocok tanam. Namun, alhasil hujan hanya berlangsung sekejap hari itu saja. Keesokan harinya hingga berminggu-minggu kemudian hujan tidak kunjung datang. Padi yang tadinya telah ditanam akhirnya mati disantap kemarau.
Fenomena di atas hanya bagian kecil dari dampak kemarau berkepanjangan. Akankah kita membiarkan ini berlarut-larut...???
Jangan sobat, mari kita lestarikan Bumi yang kita diami selama ini agar anak cucu kita kelak dapat menikmatinya lebih baik dari sekarang.
Entertainment
Thursday, January 3, 1980Live Streaming Television
TV One
Indosiar
Metro TV
RCTI
SCTV
Anteve
Bali TV
First Media
Global TV
SCM
Telkom Vision
TV Consulto
Jak TV
JTV
O Channel
Trans 7
AORA
Garuda TV
OkeVision
Qtv
Sriwijaya TV
Terang Abadi TV
TV Borobudur
Cahaya TV
Pasific TV
RBTV Asli Jogja
SIMS
ITV
Swara TV
TVConAIR
ATV Madiun
Tarakan TV
jogjatv
Media Sino
TPI
TVRI Nasional
VisualJTV
Trans TV
HBO Asia
Cinemax Asia
Makassar TV
Fajar TV Makassar
Indosiar
Metro TV
RCTI
SCTV
Anteve
Bali TV
First Media
Global TV
SCM
Telkom Vision
TV Consulto
Jak TV
JTV
O Channel
Trans 7
AORA
Garuda TV
OkeVision
Qtv
Sriwijaya TV
Terang Abadi TV
TV Borobudur
Cahaya TV
Pasific TV
RBTV Asli Jogja
SIMS
ITV
Swara TV
TVConAIR
ATV Madiun
Tarakan TV
jogjatv
Media Sino
TPI
TVRI Nasional
VisualJTV
Trans TV
HBO Asia
Cinemax Asia
Makassar TV
Fajar TV Makassar
News
Web Hosting
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor


















