Showing posts with label Relawan. Show all posts
Showing posts with label Relawan. Show all posts
Boby bukan Damkar biasa
Thursday, October 17, 2013
Bonthain berkabung sepeninggal salah seorang tokoh muda Bantaeng. Ilham bin Ridwan yang kerap disapa Boby, meninggalkan seorang isteri dan 2 orang anak. Boby dikenal oleh hampir semua warga Kabupaten Bantaeng, mulai dari masyarakat biasa, pengusaha, pihak berwajib hingga pejabat Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Bahkan, dikenal sampai ke kota Bulukumba, Sinjai, Selayar, Jeneponto, Gowa, Takalar dan Jeneponto serta negeri seberang yakni Jepang. Sosok beliau yang ramah, giat dan tekun dalam bekerja serta penuh tanggung jawab menjadikannya sebagai tokoh teladan bagi banyak pihak.
Dalam kesehariannya, Boby aktif sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil pada Unit Satuan Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantaeng. Damkar merupakan salah satu unit yang tergabung ke dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, di bawah koordinasi langsung/induk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Pahlawan layak disandangnya, sehingga Pemerintah Kabupaten Bantaeng menganugerahi Penghargaan berupa Kenaikan Pangkat 1 Tingkat Anumerta menjadi Golongan II/c. "Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan segenap masyarakat merasakan kesedihan yang mendalam. Atas nama Pemerintah, saya menganugerahi kenaikan pangkat 1 tingkat dari Golongan II/b menjadi Golongan II/c terhadap pengabdiannya selama ini. Dan atas jasa-jasanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang baik yang membawanya wafat pada hari ini." Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dalam sambutan singkatnya pada Upacara Kebesaran Pemadam Kebakaran di depan makam almarhum dan ribuan pelayat yang mengantarnya.
Boby mengalami kecelakaan lalu lintas di Kampung Binamungang, Desa Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2013, sekitar pukul 06:00 Wita pagi. Kondisi jalan yang menurun dan terjal serta mesin mobil yang mati membuat Boby sebagai pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Dua orang kru Damkar yang berada di bagian belakang mobil, sempat melompat sebelum mobil terjerembab ke dalam jurang sedalam 75 meter. Dony yang berada di sebelah kiri driver, tidak sempat melompat. Sehingga Dony mengalami luka berat yang serius pada beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan Boby, mati di tempat setelah tertimpa kendaraannya sendiri yang terbalik ke kanan. Tutur saksi mata di TKP yang kemudian disesuaikan dengan keterangan saksi mata dari dua rekan almarhum yang selamat.
Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka di Jl. St. Hasanuddin I, Kampung Be'lang bagian Timur, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Berita ini kemudian menyebar dengan cepat ke setiap penjuru daerah. Rekan dan keluarga dari Jakarta sampai Selayar berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Dari pantauan Admin Bonthain, ratusan ribu orang hadir sampai mengantar ke peristirahatan terakhir almarhum Boby.
Hal terpedih yang dialami bukan saja karena kehilangan sosok yang dicintainya. Isteri almarhum Boby sedang melaksanakan kewajiban Wukuf di Arafah dalam rangkaian ibadah Haji tahun ini. Sehingga kesedihan semakin mendalam dirasakan, khususnya bagi anak bungsu almarhum yang masih berusia 3 tahun.
Semoga saja keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah yang tidak lain datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian anugerah yang tidak terelakkan. Dan kepada almarhum diberi tempat yang layak disisi-NYA atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Amin.
Dalam kesehariannya, Boby aktif sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil pada Unit Satuan Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bantaeng. Damkar merupakan salah satu unit yang tergabung ke dalam Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain, di bawah koordinasi langsung/induk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Kabupaten Bantaeng.
Pahlawan layak disandangnya, sehingga Pemerintah Kabupaten Bantaeng menganugerahi Penghargaan berupa Kenaikan Pangkat 1 Tingkat Anumerta menjadi Golongan II/c. "Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan segenap masyarakat merasakan kesedihan yang mendalam. Atas nama Pemerintah, saya menganugerahi kenaikan pangkat 1 tingkat dari Golongan II/b menjadi Golongan II/c terhadap pengabdiannya selama ini. Dan atas jasa-jasanya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang baik yang membawanya wafat pada hari ini." Demikian diungkapkan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dalam sambutan singkatnya pada Upacara Kebesaran Pemadam Kebakaran di depan makam almarhum dan ribuan pelayat yang mengantarnya.
Boby mengalami kecelakaan lalu lintas di Kampung Binamungang, Desa Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2013, sekitar pukul 06:00 Wita pagi. Kondisi jalan yang menurun dan terjal serta mesin mobil yang mati membuat Boby sebagai pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Dua orang kru Damkar yang berada di bagian belakang mobil, sempat melompat sebelum mobil terjerembab ke dalam jurang sedalam 75 meter. Dony yang berada di sebelah kiri driver, tidak sempat melompat. Sehingga Dony mengalami luka berat yang serius pada beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan Boby, mati di tempat setelah tertimpa kendaraannya sendiri yang terbalik ke kanan. Tutur saksi mata di TKP yang kemudian disesuaikan dengan keterangan saksi mata dari dua rekan almarhum yang selamat.
Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka di Jl. St. Hasanuddin I, Kampung Be'lang bagian Timur, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Berita ini kemudian menyebar dengan cepat ke setiap penjuru daerah. Rekan dan keluarga dari Jakarta sampai Selayar berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Dari pantauan Admin Bonthain, ratusan ribu orang hadir sampai mengantar ke peristirahatan terakhir almarhum Boby.
Hal terpedih yang dialami bukan saja karena kehilangan sosok yang dicintainya. Isteri almarhum Boby sedang melaksanakan kewajiban Wukuf di Arafah dalam rangkaian ibadah Haji tahun ini. Sehingga kesedihan semakin mendalam dirasakan, khususnya bagi anak bungsu almarhum yang masih berusia 3 tahun.
Semoga saja keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah yang tidak lain datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian anugerah yang tidak terelakkan. Dan kepada almarhum diberi tempat yang layak disisi-NYA atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia. Amin.
Pendukung Jusuf Kalla Rela Kepanasan
Sunday, July 17, 2011
Dua minggu mendatang, Ramadhan bakal tiba. Puasa sebulan penuh lamanya, berbagai kegiatan pun dilaksanakan di seantero Indonesia. Bulan sebelumnya, Pramuka melaksanakan Perkemahan Jum'at Sabtu Minggu (PERJUSAMI). Kali ini giliran Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Bantaeng. Berlangsung sejak tanggal 15 Juli 2011 kemarin dan akan berakhir tanggal 19 Juli 2011 lusa. Ratusan peserta tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sesepuh PMI Butta Toa Cabang Bantaeng (Andi Burhanuddin Syaggaf) menjelaskan, JUMBARA bertujuan untuk menggali potensi para relawan Madya dan Wira atas latihan yang selama ini dilaksanakan di sekolah masing-masing sekaligus memberikan penilaian, memantapkan dan memberikan penghargaan atas jerih payahnya. Tidak hanya itu, menurutnya dengan JUMBARA para relawan dapat bertukar informasi, membangkitkan semangat perdamaian dan persatuan. Termasuk di dalamnya dapat mempererat persaudaraan antara Pembina, Guru, Pelatih dan Relawan serta antar Relawan itu sendiri.
JUMBARA jangan sekedar dijadikan sebagai ajang lomba saja, meski pada dasarnya dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan perlombaan. KAENG atau Karaeng Boer yang juga akrab disapa Bung Tomo oleh Komunitas Radio 2 Meteran, menekankan kepada setiap Panitia yang tergabung dalam Korps Suka Rela (KSR) Butta Toa agar mengarahkan dan memberikan pembinaan terhadap Relawan Madya maupun Wira bilamana dalam pelaksanaan lomba masih mengalami kendala. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan PMR Madya dan Wira yang siap menjadi generasi penerus PMI di masa mendatang.
JUMBARA PMR ke-III se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 mengambil Tema Ceria, Cerdas dan Bersahabat (Cheerful, Smart and Friendly) dengan Sub Tema Berprestasi, Berkreasi dan Meningkatkan Keterampilan untuk Kemanusiaan yang mengambil lokasi di Lapangan Sambang Katimbang, Kamp. Pullauweng, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Peserta sebanyak 207 orang Relawan dan 36 orang Pembina, terdiri dari :
Madya
Support dari berbagai kalangan terhadap kegiatan ini amatlah besar, antara lain :
JUMPA
Semangat kemanusiaan mengalir dalam jiwa para Relawan. Angkat tandumu kawan dan songsong pasien di depan mata. Bantu insan lainnya meskipun dia musuhmu.
Salam Kemanusiaan
JUMBARA jangan sekedar dijadikan sebagai ajang lomba saja, meski pada dasarnya dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan perlombaan. KAENG atau Karaeng Boer yang juga akrab disapa Bung Tomo oleh Komunitas Radio 2 Meteran, menekankan kepada setiap Panitia yang tergabung dalam Korps Suka Rela (KSR) Butta Toa agar mengarahkan dan memberikan pembinaan terhadap Relawan Madya maupun Wira bilamana dalam pelaksanaan lomba masih mengalami kendala. Hal ini dilakukan demi mempersiapkan PMR Madya dan Wira yang siap menjadi generasi penerus PMI di masa mendatang.
JUMBARA PMR ke-III se-Kabupaten Bantaeng Tahun 2011 mengambil Tema Ceria, Cerdas dan Bersahabat (Cheerful, Smart and Friendly) dengan Sub Tema Berprestasi, Berkreasi dan Meningkatkan Keterampilan untuk Kemanusiaan yang mengambil lokasi di Lapangan Sambang Katimbang, Kamp. Pullauweng, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Peserta sebanyak 207 orang Relawan dan 36 orang Pembina, terdiri dari :
Madya
- SMP Neg. 2 Bissappu
- SMP PGRI Campagaloe
- SMP Neg. 2 Gantarang Keke
- SMP DDI Mattoanging
- Mts. Hasyim Ashari (Tanetea)
- MTs. Ma'Arif Puro'ro
- SMA Neg. 1 Bantaeng
- SMA Neg. 1 Bissappu
- SMK Yayasan Mega Anugerah (Rappoa)
- MA Nahdhatul Tawalib Tompong
Support dari berbagai kalangan terhadap kegiatan ini amatlah besar, antara lain :
- Fire Rescue of Bonthain
- Brigade Siaga Bencana (BSB) Bonthain
- Pemerintah Kabupaten Bantaeng
- Rumah Sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng
- Puskesmas Sinoa
- Sanggar Seni Latar Nusa
- AMBAE
- Ambae.exe
- Gadde-gadde
- PMI Cabang Bulukumba
- KSR Panrita Lopi-Bulukumba
- Baling-baling Adventure Team (BAT)
- POM
- TNI
- Komunitas Seni dan Budaya Bantaeng
- Komunitas Seni dan Budaya Bulukumba
- dan Komunitas Jajanan Bonthain
JUMPA
- Pertolongan Pertama (PP)
- Pasang Bongkar Tandu (PBT)
- Cerdas Cermat Kepalangmerahan (KPMR)
- Dapur Umum Kreasi (DUK)
- Perawatan Keluarga (PK)
- Penghijauan/Penanaman Pohon
- Vocal Group
- Drama Kemanusiaan 7 (Tujuh) Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional
- Panggung Seni Kontingen
- Olah Raga (Sepak Bola Sarung)
- Anjang Sana antar Kontingen Peserta
- Pemilihan Putera dan Puteri Palang Merah Indonesia
- Pameran Kontingen
- Lomba Majalah Dinding (ukuran 1x1 M)
Semangat kemanusiaan mengalir dalam jiwa para Relawan. Angkat tandumu kawan dan songsong pasien di depan mata. Bantu insan lainnya meskipun dia musuhmu.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor




























