Showing posts with label Helikopter. Show all posts
Showing posts with label Helikopter. Show all posts
Menristek pamitan kepada Nurdin Abdullah
Saturday, December 8, 2012
Kendaraan purwarupa capung siap menanti penumpangnya di sebuah Helipad berlokasi di Lapangan Lompobattang Bantaeng. Rombongan dari Jakarta ini siap berpamitan untuk bertolak menuju Makassar, setelah sehari sebelumnya menghadiri Perayaan Hari Jadi BONTHAIN ke-758 (Red. : 7 Desember 2012). Menristek bersama rombongan diantar oleh Bapak H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng) dan Ibu Lies Fachruddin (Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng).
Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).
Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).
Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.
Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.
Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.
Meriah dan membanggakan bagi masyarakat BONTHAIN, mengingat setiap kegiatan yang berlangsung di kota ini selalu dihadiri oleh Pejabat Negara dan Pejabat Luar Negeri. Demikian halnya Hari Jadi BONTHAIN yang dirangkaikan dengan Bantaeng Ekonomi EXPO (BEE) 2012, yang mana pada sesi Pembukaan tanggal 1 Desember 2012 yang lalu dihadiri oleh H. Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan).
Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS (Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia) memuji BONTHAIN dengan sejumlah keberhasilan yang ditunjukkannya selama ini. BONTHAIN butuh pemimpin yang patut jadi panutan bagi masyarakatnya. Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan penuh semangat untuk membangun dengan mengedepankan kesejahteraan. Pak Nurdin layak mendapat acungan jempol, saya saja sebagai tamu di kota ini amat salut apalagi masyarakat yang menetap dan merasakan manfaat BONTHAIN. Demikian penuturan Menristek kepada Tim BONTHAIN sebelum memasuki ruang Helikopter pagi ini (Red. : 07:39 Wita).
Sementara H. Agus Arifin Nu'mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) pada puncak perayaan Hari Jadi Bantaeng di Balai Kartini kemarin, menuturkan bahwa BONTHAIN jangan dipandang sebelah mata dan jangan dianggap remeh. Uang yang beredar di kota ini amatlah besar dalam tiap harinya. Sejumlah investor telah menanamkan investasinya, bahkan investor lainnya siap ikut ambil bagian dalam memajukan BONTHAIN. Hal ini seharusnya menjadi cambuk bagi daerah lainnya agar mencontoh Nurdin Abdullah sebagai aset Sulawesi Selatan dari BONTHAIN.
Pada perayaan tersebut, hadir pula investor dari Jepang, Arab Saudi dan India serta H. Bahar Ngitung (Anggota DPD RI) dan Prof. DR. H. A. Amiruddin (Mantan Gubernur Sulawesi Selatan). Ketiga investor dimaksud telah siap memajukan BONTHAIN melalui kerja sama berbagai bidang yakni Pertambangan, Peternakan, Pembangkit Energi Listrik Tenaga Hidromikro dan Pertanian.
Gusti Muhammad Hatta menitip pesan kepada Nurdin Abdullah, "Jangan menyerah hanya karena angin kecil bertiup, badai yang datang pun patut dihadapi". Selamat Hari Jadi BONTHAIN ke-758 dan terima kasih atas keramah tamahannya, tuturnya sebelum Helikopter berangkat menuju Makassar.
BONTHAIN Tuan Rumah HUT ke-67 TNI
Friday, October 5, 2012
Patut disyukuri, bahkan mungkin bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Bonthain dengan kehadiran ribuan tentara, yang memadati kota yang amat kecil di Selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan berjuluk Butta Toa ini. Kebanggaan ini benar-benar dirasakan mendalam oleh masyarakat dan segenap pihak. Seorang siswi yang disodori pertanyaan oleh Pangdam VII Wirabuana (Mayjen TNI Muhammad Nizam) mengungkapkan kegembiraannya “Saya sangat senang pak, banyak tentara yang lalu lalang di jalanan. Banyak juga mobil tentara seperti tank dan senjata yang besar. Waktu kemarin pak, saya diberi kesempatan untuk memegangnya dan berfoto memakai senjata. Senangku pak.” Demikian dituturkan siswi tersebut kepada Pangdam dengan dibalas gelak tawa Pangdam bersama para Danrem dan Dandim se-Kodam VII Wirabuana serta Bapak Bupati Bantaeng beserta jajarannya pada Defile sore hari ini (Red. : 5 Oktober 2012).
Perayaan HUT TNI yang ke-67 tahun 2012 kali ini amat berbeda dari biasanya. Pelaksanaannya dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Hal ini berarti bahwa untuk pertama kalinya HUT TNI dilaksanakan di luar Kota Makassar. Tentunya banyak pertimbangan yang meyakinkan seorang Mayor Jenderal untuk merayakan Hari Kebesaran TNI di luar Markas Kodam VII Wirabuana. Betapa tidak, untuk kali pertamanya ini justru dilaksanakan di wilayah Kodim 1410 yang dibawahi oleh Korem 141 Toddopuli Watampone. Banyak pertanyaan seharusnya terjawab atas pelaksanaan perayaan ini. Namun, yang terpikir di benak kita semua bahwa tidaklah semudah melaksanakan HUT TNI di luar MABES tanpa alasan yang tepat khususnya terkait dengan keamanan.
Danrem 141 Toddopuli Watampone (Kolonel Inf. Afanti S. Uloli) dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana dalam menyukseskan HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Sementara Danrem 142 Tatag Pare-pare (Kolonel Inf. Syaharuddin) dipercaya sebagai Ketua Panitia Pameran TNI yang menampilkan berbagai persenjataan ringan dan berat dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Disamping itu, pameran dimeriahkan pula dengan kehadiran stand-stand dari beberapa instansi terkait, yakni Polda Sulawesi Selatan, Telkomsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang menampilkan berbagai kerajinan tangan dan produk insdutri mikro, kecil dan menengah.
Dalam pameran yang dilaksanakan di Lapangan Bawakaraeng (Jl. Raya Lanto/depan Rumah Jabatan Bupati Bantaeng), masyarakat disuguhkan Sembako, Pakaian Bekas (Cakar) dan Cinderamata dengan harga yang relatif terjangkau. Khusus untuk bahan Sembako, hanya masyarakat yang memiliki Kupon Pembelian yang dapat berbelanja di lokasi pameran. Sedangkan pada stand Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, masyarakat dapat berfoto sambil memegang ataupun mengenakan senjata dan perlengkapan lainnya di bawah pengawasan para prajurit bersangkutan yang berjaga di tiap stand selama pameran berlangsung.
Di tempat terpisah, tepatnya di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng (The New Bantaeng in Seruni Beach Bonthain), sejak pagi berlangsung Upacara Parade pada puncak perayaan Dirgahayu HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Bonthain yang berjuluk Afdeling di masa Kolonialisme silam. Dalam rangkaian upacara tersebut, Nizam bertindak sebagai Pembina Upacara dengan dihadiri para Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan para Danrem, Dandim, Danyon beserta seluruh jajaran Komando Satuan Pelaksana Kodam VII/Wirabuana yg terdiri dari :
Perayaan HUT TNI yang ke-67 tahun 2012 kali ini amat berbeda dari biasanya. Pelaksanaannya dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Hal ini berarti bahwa untuk pertama kalinya HUT TNI dilaksanakan di luar Kota Makassar. Tentunya banyak pertimbangan yang meyakinkan seorang Mayor Jenderal untuk merayakan Hari Kebesaran TNI di luar Markas Kodam VII Wirabuana. Betapa tidak, untuk kali pertamanya ini justru dilaksanakan di wilayah Kodim 1410 yang dibawahi oleh Korem 141 Toddopuli Watampone. Banyak pertanyaan seharusnya terjawab atas pelaksanaan perayaan ini. Namun, yang terpikir di benak kita semua bahwa tidaklah semudah melaksanakan HUT TNI di luar MABES tanpa alasan yang tepat khususnya terkait dengan keamanan.
Danrem 141 Toddopuli Watampone (Kolonel Inf. Afanti S. Uloli) dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana dalam menyukseskan HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Sementara Danrem 142 Tatag Pare-pare (Kolonel Inf. Syaharuddin) dipercaya sebagai Ketua Panitia Pameran TNI yang menampilkan berbagai persenjataan ringan dan berat dari Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Disamping itu, pameran dimeriahkan pula dengan kehadiran stand-stand dari beberapa instansi terkait, yakni Polda Sulawesi Selatan, Telkomsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang menampilkan berbagai kerajinan tangan dan produk insdutri mikro, kecil dan menengah.
Dalam pameran yang dilaksanakan di Lapangan Bawakaraeng (Jl. Raya Lanto/depan Rumah Jabatan Bupati Bantaeng), masyarakat disuguhkan Sembako, Pakaian Bekas (Cakar) dan Cinderamata dengan harga yang relatif terjangkau. Khusus untuk bahan Sembako, hanya masyarakat yang memiliki Kupon Pembelian yang dapat berbelanja di lokasi pameran. Sedangkan pada stand Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, masyarakat dapat berfoto sambil memegang ataupun mengenakan senjata dan perlengkapan lainnya di bawah pengawasan para prajurit bersangkutan yang berjaga di tiap stand selama pameran berlangsung.
Di tempat terpisah, tepatnya di Kawasan Reklamasi Pantai Seruni Bantaeng (The New Bantaeng in Seruni Beach Bonthain), sejak pagi berlangsung Upacara Parade pada puncak perayaan Dirgahayu HUT ke-67 TNI yang dipusatkan di Bonthain yang berjuluk Afdeling di masa Kolonialisme silam. Dalam rangkaian upacara tersebut, Nizam bertindak sebagai Pembina Upacara dengan dihadiri para Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dan para Danrem, Dandim, Danyon beserta seluruh jajaran Komando Satuan Pelaksana Kodam VII/Wirabuana yg terdiri dari :
- Korem 131/Santiago di Manado, terdiri dari :
- Kodim 1301/Satal
- Kodim 1302/Minahasa
- Kodim 1303/Bolmong
- Kodim 1304/Gorontalo
- Kodim 1309/Manado
- Kodim 1310/Bitung
- Yonif 712/Wiratama
- Yonif 713/Satyatama
- Korem 132/Tadaluko di Palu, terdiri dari :
- Kodim 1305/Boul Toli-Toli
- Kodim 1306/Donggala
- Kodim 1307/Poso
- Kodim 1308/Luwuk Banggai
- Yonif 711/Raksatama
- Yonif 714/Sintu Maroso
- Korem 141/Toddo Puli di Watampone, terdiri dari :
- Kodim 1406/Wajo
- Kodim 1407/Bone
- Kodim 1409/Gowa
- Kodim 1410/Bantaeng
- Kodim 1411/Bulukumba
- Kodim 1415/Selayar
- Kodim 1422/Maros
- Kodim 1423/Soppeng
- Kodim 1424/Sinjai
- Kodim 1425/Jeneponto
- Kodim 1426/Takalar
- Yonif Ter 726/Tamalatea
- Korem 142/TTG berkedudukan di Pare-pare, terdiri dari :
- Kodim 1401/Majene berkedudukan di Majene
- Kodim 1402/Polmas berkedudukan di Polewali
- Kodim 1403/Luwu berkedudukan di Palopo
- Kodim 1404/Pinrang berkedudukan di Pinrang
- Kodim 1405/Parepare berkedudukan di Parepare
- Kodim 1414/Tator berkedudukan di Tator
- Kodim 1418/Mamaju berkedudukan di Mamuju
- Kodim 1419/Enrekang berkedudukan di Enrekang
- Kodim 1420/Sidrap berkedudukan di Sidenreng
- Kodim 1421/Pangkep berkedudukan di Pangkajene
- Yonif Ter/721 berkedudukan di Benteng Pinrang
- Korem 143/Haluleo di Kendari, terdiri dari :
- Kodim 1412/Kolaka
- Kodim 1413/Buton
- Kodim 1416/Muna
- Kodim 1417/Kendari
- Yonif 725/Woroagi
- Resimen Induk Militer Kodam VII/Wirabuana
- Batalyon, terdiri dari :
- Yonif 700/Raider
- Yon Kavaleri 10/Serbu
- Yon Armed 6-76/Tamarunang
- Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna
- Satuan Baterai Arhanudri 141/BS
- Yonif 721/Makkasau
- Yonif 725/Waroagi
- Yonif 713/Setyatama
- Yonif 726/Tamalatea
- Yonif 712/Wiratama
- Simulasi persenjataan.
- Operasi Penyelamatan Sandera oleh pasukan Raider.
- Penerjunan oleh puluhan prajurit Pasukan Angkatan Udara dari Korps Paskhas TNI AU.
- 22 unit mobil Off Road Kota Pare-pare dari Pare’s Jeep Club.
- 40 unit Becak Motor (Bentor) dari Kabupaten Jeneponto.
- 20 unit motor Harley Davidson dari Makassar.
- 86 unit motor vespa Kabupaten Bantaeng dari Bonthain Scooter Club (BOSC).
- 22 unit mobil operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menampilkan hasil kerajinan dan produk Desa serta Home Industri pada tiap Desa se-Kabupaten Bantaeng.
- Brigade Siaga Bencana (BSB Bonthain) yang menampilkan mobil Pemadam Kebakaran (Leader Fire Truck) dan Mobil Ambulance Super Canggih yang kesemuanya dari Jepang yang dihibahkan kepada Pemkab. Bantaeng.
- Komunitas Tu Barania dari Kabupaten Gowa.
- Komunitas Pesilat SPUT dari Kabupaten Bantaeng.
- Tarian dari Kabupaten Wajo.
- Komunitas Marching Band LOKA NADA dari Kabupaten Bantaeng.
- Karnaval Budaya dari tiap Kabupaten se-Sulawesi Selatan.
- Komunitas Sais Kuda dari Kabupaten Jeneponto yang menampilkan Kuda Terbaiknya.
- dll.
Bonthain
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor























