blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Pengumuman Penerimaan SK bagi CPNS Formasi 2008

Saturday, January 30, 2010
Melintasi Jalan Andi Mannappiang hari ini, mencoba Blackinnovationawards goes to campus di kantor Bupati Bantaeng setelah perjalanan panjang lainnya mengitari kota Butta Toa. Di kantor ini ada beberapa titik yang sempat dikunjungi dalam rangka menelusuri informasi terkini seputar Bantaeng. Beruntunglah tim yang terdiri dari 5 orang terjun ke lapangan hari ini.

Lelah juga rasanya berkeliling mencari info, menggali berita yang belum sempat dipublikasikan ke permukaan. Bahkan, terkadang ada informasi yang sebenarnya telah terpendam lama tanpa publikasi berarti. Sehingga masyarakat luas khususnya Black Motor Community Bonthain tidak tahu menahu akan info tersebut. Kali ini Penulis mencoba menyampaikan berita yang secara umum patut dipublikasikan lewat Black In News. Namun, bukanlah sesuatu yang ditutup-tutupi mengingat info dimaksud diungkapkan secara nyata oleh pihak yang berwenang.

Salah satu titik penting yang berhasil kami sedot informasinya yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bantaeng. Sebuah instansi/SKPD yang selama ini jadi incaran pemburu berita termasuk masyarakat umum untuk mengetahui apa dan bagaimana dibalik BKD. Seperti apa info yang berhasil dihimpun dari Tim Lapangan, mari kita simak sama-sama.

Mahyudin, salah seorang pejabat yang berada dalam naungan BKD Kabupaten Bantaeng mengungkapkan bahwa 2 hari mendatang akan dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Bantaeng bagi PELAMAR UMUM Formasi Tahun 2008. Formasi ini sempat bermasalah sehingga tertunda sekian lama barulah akan diserahkan SK-nya. Mengingat beberapa di antaranya disinyalir terjadi kecurangan dengan berbagai alasan dan telah melalui proses panjang hingga ke Meja Hijau.

Menguatkan pernyataan beliau, pada kantor BKD Kabupaten Bantaeng telah dipajang lembaran Pengumuman berupa Daftar Nama-nama CPNS Umum Formasi Tahun 2008 yang telah mendapatkan NIP (Nomor Induk Pegawai). Turut serta dipajang selembar UNDANGAN bernomor 800/BKD/70/I/2010 tanggal 30 Januari 2010, kepada yang tercantum namanya pada daftar agar menghadiri seremonial penerimaan SK. Adapun jadwal sesuai undangan tersebut, rencananya pada hari Senin Tanggal 1 Pebruari 2009. Para pelamar yang akan menerima Surat Keputusan CPNSD diwajibkan berpakaian Korps Pegawai Negeri Sipil (KORPRI) lengkap dengan atribut KORPRI dan Papan Nama sebagai identitas. Sedangkan bagi kaum hawa, diwajibkan memakai dan Peci/Kopiah.

Adapun yang tercantum namanya pada lembaran pengumuman di kantor tersebut, berjumlah 191 orang. Ke 191 orang ini terdiri dari :
1. Sarjana (S.1) sebanyak 92 orang
2. Diploma-2 (D-II) sebanyak 62 orang
3. Diploma-3 (D-III) sebanyak 37 orang

Pengumuman CPNS ini menjadi tontonan setia pada lokasi tersebut, banyak yang telah mengetahui sebelumnya. Sehingga khalayak ramai berdatangan dari berbagai arah. Tim Bonthain yang berhasil melewati kerumunan, mencoba mengambil gambar sebagai bukti otentifikasi informasi. Bermodalkan sebungkus Djarum Black dan kamera 2 Mega Pixel hasil jepretan Nokia 6233, hasilnya lumayan blur. Namun, semoga info ini bermanfaat bagi para pembaca setia Bonthain.

look at more picture >>> 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 <<<

Dari kerumuman ini, muncullah berbagai pertanyaan seputar Formasi 2008. Sebagian besar mempertanyakan jumlah yang diumumkan tidak sesuai dengan jumlah sesungguhnya yang masuk Formasi Tahun 2008. Black Community Bonthain sendiri tidak berhasil mendapatkan jumlah pasti sesuai quota formasi. Sementara, konfirmasi Mahyudin mengungkapkan bahwa jumlah ini belum seluruhnya. Adapun selisih dari jumlah itu akan segera diumumkan secepatnya, Insya Allah. Saat ini masih dalam proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, demikian dituturkan beliau yang berwenang memberi penjelasan kepada khalayak ramai di tempat tersebut.

Maka Tim Bonthain pun menyimpulkan, akan ada sesi kedua Pengumuman CPNS untuk Formasi 2008. Kapan itu, nantikan jawabannya pada EPISODE berikutnya................!!!
Read Full 10 comments

DPRD Pangkas Anggaran SKPD

Thursday, January 28, 2010
Anggaran Makan dan Minum semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bantaeng, dipangkas DPRD Kabupaten Bantaeng. Pemangkasan anggaran ini mencapai 30%, sebagai imbas dari defisit anggaran sebesar Rp 38 M. Berdasarkan pertimbangan efisiensi dan asas manfaat, maka pemangkasan anggaran makan dan minum wajar dilakukan. Adapun sisa anggaran setelah dilakukan pemangkasan, dapat dimasukkan ke dalam Pos Anggaran lain yang programnya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini diungkapkan Ansar Kaimuddin (Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng dari Partai Demokrat).

Menurut beliau yang lazim dipanggil anggota dewan ini, pemangkasan anggaran dimaksud merupakan hal yang sudah biasa dilakukan, termasuk di dalamnya anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) dan Perjalanan Dinas di tingkat SKPD ikut dipangkas. Beberapa tahun terakhir, anggaran makan dan minum di SKPD terbilang membengkak, sehingga perlu melakukan pemangkasa agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Dalam hal ini, antara Badan Anggaran Legislatif dan Eksekutif tidak berseberangan dalam menyikapinya.

Beliau juga mengungkapkan bahwa faktor utama dilakukannya pemangkasan karena menurunnya quota Anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sehingga perlu memaksimalkan penggunaannya, tentunya SKPD di wilayah ini harus memahami substansi dari APBD Kabupaten Bantaeng.
Read Full 21 comments

Kondisi Jalan Poros Makin Parah

Wednesday, January 27, 2010
Sejumlah ruas jalan utama di Kota Makassar dan daerah lainnya seperti Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Gowa, dan Bantaeng, rusak parah akibat curah hujan.

Data yang dihimpun Tribun, Senin (25/1), menyebutkan, sejumlah jalan utama di Kota Makassar berlubang seperti di Jl Adyaksa Baru, Jl AP Pettarani, Jl Abd Dg Sirua, Jl Baji Minasa, dan sebagian Cenderawasih.
Sementara di Maros kerusakan terjadi pada jalan poros Makassar-Pangkep yang menjadi akses utama trans Sulawesi menuju ke Luwu dan kawasan wisata Toraja.
Di arah selatan, jalur Makassar-Bulukumba juga tidak luput dari kerusakan, terutama pada jalan poros Gowa-Bulukumba dan Gowa-Malino.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief, mengatakan, pihaknya hanya menangani perbaikan, pemeliharaan, dan pembangunan akses jalan provinsi di Sulsel.
"Untuk itu (jalan rusak) harus diperjelas dulu posisinya. Kalau berbicara jalan ada tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota," kata Latief yang dikonfirmasi Tribun, kemarin.
Dia mengkaui, di musim hujan ini terdapat sejumlah ruas jalan provinsi juga mengalami kerusakan. Namun dia mengaku belum mengetahui persis rincian jalan yang mengalami kerusakan akibat pengaruh cuaca tersebut.
"Musim hujan biasa ada kerusakan dan itu pasti kita coba melakukan upaya penanganan," kata mantan Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ini.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Muhammad Ansar juga membenarkan banyaknya ruas jalan yang rusak selama musim hujan.
Menurut Ansar, kondisi tersebut sudah menjadi tradisi tahunan di musim hujan. "Bukan cuma di Makassar tapi semua daerah juga mengalami hal serupa," kata Ansar.

Gowa
Belum tuntas pengerjaan perbaikan poros Sungguminasa-Malino, sejumlah titik kembali rusak akibat genangan air di musim hujan ini. Pengguna jalan poros ini mulai mengeluhkan kondisi jalan yang kembali parah.
Bahkan, beberapa titik terbentuk kubangan yang cukup dalam. Seperti di dekat IPA Somba Opu, Kelurahan Batangkaluku hingga Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu. Kerusakan di jalan ini membuat arus lalu lintas macet setiap saat.
Satu lajur rusak parah sehingga kendaraan hanya melalui satu lajur lainnya. Kendaraan melintas secara bergantian. Beberapa warga pengguna jalan menuding kerusakan itu diakibatkan aktivitas pencucian taksi setempat.
Mobil taksi itu dicuci di pinggir jalan setiap pagi sekitar pukul 07.00-08.00 wita. Air limbahnya mengalir membuat genangan di badan jalan karena tidak adanya saluran air di kawasan tersebut
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Sulsel Yusuf Genda mengakui jika jalan yang berada pada jalur provinsi di poros Batangkaluku-Tamarunang ini memang makin parah.
Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan apakah poros ini masuk dalam perencanaan pembangunan baru atau tidak. Yang jelas tahun 2010 ini lanjutnya, untuk pembangunan jalan di jalan poros Sungguminasa-Malino hanya sekitar enam kilometer dengan anggaran berkisar Rp 14,145 miliar.
Menurutnya, penutupan lubang parah jalanan tersebut, hanya sementara saja sambil menunggu apakah poros jalan sepanjang 100 meter itu masuk daftar perencanaan pembangunan atau tidak untuk tahun ini.
Selain di titik itu, kerusakan juga terjadi di Bili-bili, di Jl Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, dan beberapa jalan kabupaten.

Parepare
Di Parepare, beberapa ruas jalan protokol juga rusak berat. Kerusakan yang terlihat rata-rata berupa jalan aspal yang berlubang di sejumlah titik seperti di Jl Mattirotasi, yang selama ini banyak dilewati pengguna kendaraan bermotor mulai sepeda motor hingga truk dan bus-bus besar di malam hari.
Dari pantauan Tribun sejak akhir pekan lalu, terdapat puluhan kerusakan jalan berupa lubang di jalan aspal satu arah tersebut dengan berbagai ukuran dan kedalaman.
Selain banyak lubang yang cukup dalam dan beresiko bagi pengguna jalan, beberapa di antaranya juga terdapat lubang-lubang kecil akibat aspal jalan yang terkelupas disertai butiran kerikil di sekitarnya.
Saat malam hari, apalagi ketika lampu jalan padam, sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil banyak yang terperosok ke lubang-lubang jalan tersebut akibat tidak dapat melihat lubang di jalanan tersebut.
Begitu juga saat hujan, sejumlah lubang jalan di Jl Mattirotasi tertutup genangan air sehingga pengendara banyak yang ban kendaraannya terperosok.
Akhir pekan lalu, bahkan ada pengendara sepeda motor terpental lalu jatuh dari motornya saat ban motornya masuk dalam lubang yang cukup dalam di dekat Taman Bermain La Mario (bekas Komplek Pasar Seni).
Staf teknis bidang pemeliharaan jalan Dinas PU Parepare, Julius Upa, mengatakan, pihaknya berjanji segera memperbaiki dan menutupi jalan berlubang yang ada di wilayah Kota Parepare tersebut.
"Sementara kita akan lakukan survei dan pendataan dulu sambil menunggu curah hujan berkurang. Setelah itu, sekaligus akan kita perbaiki dengan menutup jalan yang berlubang tersebut sebagi bentuk pemeliharaan jalan," katanya.


Source : Tribun Timur
Read Full 8 comments

Data Base CPNS diubah Panitia Lokal

Tuesday, January 26, 2010
Image and video hosting by TinyPic
Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar akhirnya bersedia membuka data base peserta CPNS Bulukumba, Senin, 25 Januari. Data base ini dibuka menyusul adanya saling klaim
kelulusan dua pelamar CPNS Bulukumba pada formasi S1 Keperawatan, yakni Herlina dan Arniati.

Hal ini disebabkan karena panitia di Bulukumba mengubah nomor tes salah satu dari dua peserta ini. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar yang dikonfirmasi via telepon usai pertemuan dengan anggota DPRD Bulukumba di kampus Unhas, Senin 25 Januari.

Pertemuan yang diusulkan Komisi A DPRD Bulukumba ini diterima Rektor Unhas, Prof Idrus A Paturusi, Pembantu Rektor IV Dwia Aries Tina, tim CPNS Unhas Tajuddin Parenta dan Dr Hasrat Arief Saleh, serta Kabag Humas Unhas, Dahlan Abubakar.

Sementara dari Bulukumba, hadir lima anggota DPRD Bulukumba masing-masing, Ketua Komisi A DPRD Andi Syahrir Sahib, Wakil Ketua Komisi A Amar Ma'ruf, anggota komisi A DPRD Bulukumba lainnya, Thamsyar Syam, dan Abd Rajab.

Selain anggota dewan juga hadir Kepala Inspektorat Bulukumba, R Krg Suginna serta Kepala BKDD Bulukumba, Andi Hartatiah. Dahlan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, berdasarkan data base yang dikirim tim seleksi CPNS Bulukumba ke Unhas, pemilik nomor ujian
11101104 adalah Herlina. Meski sebelumnya,

peserta lainnya, Arniati juga diakui sebagai pemilik nomor ini. Dalam waktu dekat ini, kata Dahlan, pihaknya akan menyurat secara resmi kepada BKDD Bulukumba terkait pemilik nomor tes 11101104. Yang pasti lanjutnya, pemilik nomor ujian 11101104 sesuai data base adalah Herlina yang meraih nilai lebih tinggi dibanding nomor ujian 11101105.

Dahlan mengatakan ada kekeliruan yang dilakukan tim seleksi CPNS di Bulukumba yang melakukan perubahan nomor ujian tanpa menyampaikan ke Unhas. "Yang kita sesalkan mengapa panitia di Bulukumba mengubah nomor tes tanpa dikoordinasikan dengan Unhas," katanya.

Nomor Herlina memang diubah oleh panitia seleksi sebelum pengumuman. Hal ini diakui sendiri Herlina saat hearing di komisi A DPRD Bulukumba beberapa waktu lalu. Herlina mengaku nomor tes yang diisi pada LJK sesuai hasil perubahan yakni 11101105. Termasuk daftar hadir juga diisi sesuai dengan hasil perubahan nomor tes tadi. Herannya, LJK dan data base tadi bisa disinkronkan melalui teknologi komputer meski data berbeda.
Read Full 2 comments

Guest Book

Thursday, January 21, 2010
Pada ruang ini disediakan buku tamu yang siap diisi sebagai ajang komunikasi sesama BLOGGER. Ada 2 versi GUEST BOOK yang disiapkan, yakni Shoutmix dan Cbox. Harapannya, bilamana terjadi ERROR pada salah satunya, maka tetap siap Guest Book yang satunya. Dan bilamana keduanya mengalami ERROR, akan disiapkan lagi GUEST BOOK tambahan selain yang ada saat ini.



OK bro...neh dia

selamat mencicipi hidangan yang disajikan...

CBOX







SHOUTMIX



ShoutMix chat widget


Read Full 60 comments

Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 3)

Tahap berikutnya setelah membahas mengenai Struktur Jabatan pada Instansi/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Bantaeng pada tingkatan DINAS dan BADAN. Giliran tingkat KANTOR yang akan diurai oleh Black Community and Black In News of Bonthain kali ini.

1. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Kantor
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Kepala Seksi Hubungan Antar Lembaga
d. Kepala Seksi Integrasi Bangsa dan Demokratisasi
e. Kepala Seksi Penanganan Masalah Aktual, Kesiagaan dan Penanggulangan

2. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Kantor
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Kepala Seksi Perpustakaan
d. Kepala Seksi Pengelolaan Arsip
e. Kepala Seksi Dokumentasi
f. Kelompok Jabatan Fungsional

3. Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Kantor
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Kepala Seksi Pemerintahan Desa dan Kelurahan
d. Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan Partisipasi, Adat dan Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat
e. Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Ekonomi, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna
f. Kelompok Jabatan Fungsional

3. Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Kantor
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Kepala Seksi Perizinan
d. Kepala Seksi Non Perizinan
e. Kepala Seksi Pengaduan dan Evaluasi
f. Kelompok Jabatan Fungsional

4. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Kantor
b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
c. Kepala Seksi Pembinaan Ketenteraman dan Ketertiban
d. Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati
e. Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian
f. Kelompok Jabatan Fungsional

5. Kantor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng
a. Direktur
b. Kepala Bagian Tata Usaha
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan

c. Kepala Bidang Pelayanan Medis
d. Kepala Bidang Perawatan
e. Kepala Bidang Penunjang Pelayanan
f. Kelompok Jabatan Fungsional

Download Filenya disini
Read Full 4 comments

Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 2)

Wednesday, January 20, 2010
Sebelumnya pernah dibahas Struktur Jabatan pada Instansi/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Bantaeng khususnya yang berbentuk DINAS. Nah, kali ini Black Community and Black In News of Bonthain akan membahas mengenai Struktur Organisasi pada tingkatan BADAN.

1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Prasarana Wilayah
- Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
- Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah
d. Kepala Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya
- Kepala Sub Bidang Pertanian dan Ekonomi
- Kepala Sub Bidang Sosial dan Kebudayaan
e. Kepala Bidang Bidang Penelitian dan Statistik
- Kepala Sub Bidang Penelitian
- Kepala Sub Bidang Statistik
f. Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi
- Kepala Sub Bidang Pengendalian
- Kepala Sub Bidang Evaluasi


2. Inspektorat Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Inspektorat/Inspektur
b. Sekretaris Inspektorat
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang

- Inspektur Pembantu Bidang I
- Inspektur Pembantu Bidang II
- Inspektur Pembantu Bidang III

d. Kelompok Jabatan Fungsional

3. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengadaan Pegawai
- Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Formasi
- Kepala Sub Bidang Pengadaan Pegawai
d. Kepala Bidang Mutasi
- Kepala Sub Bidang Mutasi Jabatan dan Kepangkatan
- Kepala Sub Bidang Pemberhentian dan Penetapan Pensiun
e. Kepala Bidang Bidang Kesejahteraan dan Informasi Kepegawaian
- Kepala Sub Bidang Kesejahteraan dan Pembinaan Pegawai
- Kepala Sub Bidang Data dan Indormasi Kepegawaian
f. Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan
- Kepala Sub Bidang Kajian dan Pengembangan Pendidikan dan Latihan
- Kepala Sub Bidang Pendidikan dan Latihan

g. Kelompok Jabatan Fungsional

4. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pelayanan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
- Kepala Sub Bidang Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi
- Kepala Sub Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
d. Kepala Bidang Penguatan Institusi dan Informasi
- Kepala Sub Bidang Penguatan Institusi dan Peran Serta Masyarakat
- Kepala Sub Bidang Informasi, Data dan Keserasian Kebijakan Kependudukan
e. Kepala Bidang Bidang Pemberdayaan Perempuan
- Kepala Sub Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG)
- Kepala Sub Bidang Kualitas Hidup dan Pemberdayaan Perempuan
f. Kepala Bidang Perlindungan Anak
- Kepala Sub Bidang Data dan Informasi
- Kepala Sub Bidang Integritas Hak-hak Anak

g. UPTB
h. Kelompok Jabatan Fungsional

5. Badan Ketahanan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Distribusi dan Konsumsi Pangan
- Kepala Sub Bidang Pengadaan, Permodalan dan Distribusi
- Kepala Sub Bidang Penegmbangan dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
d. Kepala Bidang Ketersediaan dan Keamanan Pangan
- Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Pangan dan Gizi
- Kepala Sub Bidang Pembinaan Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan
e. Kepala Bidang Bidang Pelatihan dan Penyuluhan
- Kepala Sub Bidang Pelatihan
- Kepala Sub Bidang Penyuluhan
f. Kepala Bidang Kelembagaan Tani dan Penerapan Teknologi
- Kepala Sub Bidang Kelembagaan
- Kepala Sub Bidang Penerapan Teknologi

g. UPTB
h. Kelompok Jabatan Fungsional

6. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Badan
b. Sekretaris Badan
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pemantauan, Pencegahan dan Pemulihan Lingkungan
- Kepala Sub Bidang Pemantauan dan Pengendalain Pencemaran
- Kepala Sub Bidang Pemulihan Kualitas Lingkungan
d. Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan dan Tata Lingkungan
- Kepala Sub Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan dan AMDAL
- Kepala Sub Bidang Tata Lingkungan dan Peningkatan Kualitas
e. Kepala Bidang Bidang Kebersihan dan Pertamanan
- Kepala Sub Bidang Persampahan
- Kepala Sub Bidang Pertamanan, Penerangan Jalan dan Pemakaman

f. UPTB
g. Kelompok Jabatan Fungsional

Download Filenya disini
Read Full 11 comments

Evakuasi Pasien RSUD Jeneponto diangkut dengan OJEK

Tuesday, January 19, 2010
Ratusan orang menyerang dan merusak sejumlah fasilitas di Rumah Sakit Umum (RSU) Lanto Dg Pasewang, Bontosunggu, Jeneponto, Senin (18/1).

Kaca jendela dan sejumlah fasilitas medis di RS tersebut hancur akibat dilempar massa yang emosi. Massa emosi karena rekan mereka bernama Guntur (30) tewas setalah ditikam di area RS oleh Sita yang bertugas sebagai satpam.
Menyusul insiden tersebut, polisi menambah kekuatan pasukan ke Jeneponto. Petugas pengendali massa (dalmas) dari Polres Takalar dan Polres Bantaeng dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Ada bantua personel dari polres tetangga untuk membantu pemilihan keamana. Situasi di sana (Jeneponto) sudah berangsur kondusif," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Hery Subiansauri, tadi malam.
Sedangkan Direktur RSU Lanto Dg Paseweang, Dr Safrudin, mengatakan, pihaknya masih mengungsikan pasien ke puskesmas untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari pantauan Tribun, ratusan polisi masih bersiaga di halaman RSU Lanto Dg Pasewang. Sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Jeneponto juga diperbantukan.

Pakai Sangkur
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kejadiakn bermula saat Guntur yang tinggal di Kampung Pannara, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto datang ke RSU Jeneponto bersama rekannya bernama Aziz.
Korban sedang berada di dalam ruang instalasi gawat darurat (IGD). Namun karena dianggap mengganggu pasien di tempat itu, itu Sita menegurnya agar tenang.
Namun teguran itu tidak diterima oleh Guntur sehingga keduanya terlibat adu mulut dan berujung pada perkelahian. Saat perkelahian itu, Sita mengeluarkan sangkur yang ada dipinggangnya lalu menusuk korban satu kali di bagian perut.
"Korban tidak terima ditegur sehingga terjadi perkelahian. Kami sangat menyesalkan kejadian ini," kata Dr Safruddin.
Saksi di TKP, Allo, menyebutkan korban marah karena ditegur oleh Sita saat sedang bermain domino di koridor ruang IGD.

Dievakuasi
Setelah kasus penikaman tersebut, keluarga almarhum dari Kampung Pannara menyerang rumah sakit dengan batu senjata tajam. Sedikitnya tujuh jendela serta kaca pintu IGD dan ruang perawatan hancur dihantam batu.
Mereka tidak menerima anggota keluarganya ditikam. Massa juga berteriak-teriak dan mencari Sita untuk melakukan aksi balas dendam.
Sejumlah pasien yang sementara dirawat langsung dievakuasi ke Puskesmas Binamu dan sebagian dikembalikan ke rumah masing-masing.
"Kami tidak mau mengambil risiko dan saat itu emosi massa sudah tidak terkendali. Makanya jalan evakuasi terpaksa dilakukan," kata Safrudin.
Sementara sejumlah petugas medis, termasuk dokter dan perawat, untuk sementara tidak beraktivitas di RSU ini. Mereka masih menunggu pekembangan hingga situasi betul-betul kondusif.
"Kami khawatir kalau bertugas tiba-tiba ada serangan massa lagi. Jumlah mereka sangat banyak. Jadi kami memilih beristirahat dulu. Teman-teman yang tugas jaga saat kejadian masih trauma," kata seorang perawat yang enggan disebut namanya.
Sejak, Senin pagi pihak rumah sakit meminta sejumlah pasien dan pembesuk lainnya untuk meninggalkan tempat itu dan memintapolisi untuk mengamankan area RS.


Source : Tribun Timur
Read Full 2 comments

Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 1)

Dalam Sistem Pemerintahan di Kabupaten Bantaeng terdapat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Dinas, Badan, Kantor dan Unit Kerja. Dibawah ini tersaji Daftar sekaligus Struktur Jabatan pada Instansi/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Bantaeng berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi ,Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Dinas dan Lembaga Tekhnis Daerah Kabupaten Bantaeng. Untuk kali pertama Black Community and Black In News of Bonthain akan mengurai Instansi yang berbentuk DINAS.

1. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pendidikan Dasar
- Kepala Seksi Manajemen Pendidikan Dasar
- Kepala Seksi Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar
d. Kepala Bidang Pendidikan Menengah
- Kepala Seksi Manajemen Pendidikan Menengah
- Kepala Seksi Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah
e. Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal
- Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini
- Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan dan Masyarakat
- Kepala Seksi Pembinaan Kursus dan Pelatihan
f. Kepala Bidang Pemuda dan Organisasi
- Kepala Seksi Pembinaan Pemuda
- Kepala Seksi Pembinaan Organisasi
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pemuda dan Organisasi
g. UPTD yakni SKB
h. Kelompok Jabatan Fungsional

2. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga dan Gizi
- Kepala Seksi Kesehatan Keluarga
- Kepala Seksi Gizi Masyarakat
- Kepala Seksi Promosi Kesehatan
d. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar dan Sarana Kesehatan
- Kepala Seksi Sarana Kesehatan Dasar
- Kepala Seksi Sarana Kesehatan Rujukan, Sarana Puskesmas dan Jaringan
- Kepala Seksi UKS, Keseharan Remaja dan UKGM
e. Kepala Bidang Bina PbPL
- Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular
- Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Pembinaan Peran Serta Masyarakat
- Kepala Seksi PL dan Pembinaan TTU
f. Kepala Bidang Pelayanan Perbekalan Kesehatan
- Kepala Seksi Obat dan Perbekalan Kesehatan
- Kepala Seksi Akreditasi, Perizinan dan Obat Khas Indonesia
- Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Obat, Makanan dan Minuman serta Kosmetik

g. UPTD
h. Kelompok Jabatan Fungsional

3. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Rehap, Pembinaan dan Pelayanan Sosial
- Kepala Seksi Penyuluhan, Bimbingan Sosial dan Pembinaan Komunitas Terpencil
- Kepala Seksi Rehap dan Pelayanan Sosial
- Kepala Seksi Pembinaan Karang Taruna dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (KTSM)
d. Kepala Bidang Pembinaan Organisasi dan Bantuan Sosial (BOBS)
- Kepala Seksi Bantuan Kesejahteraan Sosial
- Kepala Seksi Pembinaan Organisasi dan Kepahlawanan
- Kepala Seksi Urusan Korban Bencana Alam dan Pembinaan Sumbangan Sosial
e. Kepala Bidang Tenaga Kerja
- Kepala Seksi Pemberdayaan Tenaga Kerja
- Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja
- Kepala Seksi Pengawasan Ketenaga Kerjaan
f. Kepala Bidang Transmigrasi
- Kepala Seksi Penyiapan Sarpras Pemukiman
- Kepala Seksi Pembinaan Reduktitas Transmigrasi
- Kepala Seksi Pengembangan Usaha dan Kawasan Transmigrasi

g. UPTD
h. Kelompok Jabatan Fungsional

4. Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Perhubungan Darat
- Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas
- Kepala Seksi Angkutan Darat
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana
d. Kepala Bidang Perhubungan Laut
- Kepala Seksi Angkutan Laut
- Kepala Seksi Pelabuhan
- Kepala Seksi Penunjang Keselamatan Pelayaran
e. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi
- Kepala Seksi Pemgembangan Komunikasi
- Kepala Seksi Informasi Publik
- Kepala Seksi Sarana Informasi dan Komunikasi

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

5. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Administrasi dan Kependudukan
- Kepala Seksi Pencatatan dan Pemutakhiran Data
- Kepala Seksi Penyelenggaraan Mutasi Penduduk
- Kepala Seksi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian
d. Kepala Bidang Pencatatan Sipil
- Kepala Seksi Pelayanan Akte
- Kepala Seksi Pencatatan Perkawinan dan Perceraian
e. Kepala Bidang Informasi Kependudukan
- Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Kependudukan
- Kepala Seksi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian
- Kepala Seksi Data dan Laporan

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

6. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pengembangan Usaha Wisata
- Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata
- Kepala Seksi Promosi dan Pameran
- Kepala Seksi Sarana Wisata dan Perizinan
d. Kepala Bidang Pemasaran dan Pengembangan Sumber Daya
- Kepala Seksi Pemasaran dan Hubungan Lembaga Wisata
- Kepala Seksi Sarana Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penyuluhan
- Kepala Seksi Analisa Pasar dan Investasi
e. Kepala Bidang Seni Budaya
- Kepala Seksi Pengembangan Seni Budaya
- Kepala Seksi Kesenian Tradisional dan Modern
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Seni Budaya
f. Kepala Bidang Sejarah Museum
- Kepala Seksi Suaka Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan
- Kepala Seksi Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional
- Kepala Seksi Pengelolaan Museum dan Monumen

g. UPTD
h. Kelompok Jabatan Fungsional

7. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Koperasi
- Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan
- Kepala Seksi Pembinaan Usaha Koperasi
- Kepala Seksi Penyuluhan
d. Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah
- Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah
- Kepala Seksi Kemitraan dan Jaringan Usaha
- Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan teknologi
e. Kepala Bidang Fasilitas dan Pembiayaan Simpan Pinjam
- Kepala Seksi Fasilitas Pembiayaan
- Kepala Seksi Pembinaan Simpan Pinjam
- Kepala Seksi Kesehatan Simpan Pinjam

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

8. Dinas Pekerjaan Umum, Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Bina Marga
- Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan
- Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan
- Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
d. Kepala Bidang Pengairan
- Kepala Seksi Pembangunan
- Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan
- Kepala Seksi Bina Manfaat
e. Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman
- Kepala Seksi Bangunan dan Rumah Daerah
- Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman
- Kepala Seksi Bina Air Bersih dan Limbah
f. Kepala Bidang Tata Ruang
- Kepala Seksi Perencanaan dan Penataan Ruang
- Kepala Seksi Perizinan Bangunan
- Kepala Seksi Pengawasan Bangunan

g. UPTD
h. Kelompok Jabatan Fungsional

9. Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pertambangan dan Energi Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Perdagangan
- Kepala Seksi Pengawasan Barang dan Jasa
- Kepala Seksi Pasar dan Distribusi Barang
- Kepala Seksi Promosi Ekspor dan Impor
d. Kepala Bidang Perindustrian
- Kepala Seksi Hasil Pertanian, Perikanan dan Kelautan
- Kepala Seksi Industri Logam, Mesin dan Elektronik
- Kepala Seksi Aneka Industri
e. Kepala Bidang Pertambangan dan Energi
- Kepala Seksi Pertambangan dan Geologi
- Kepala Seksi Minyak dan Gas
- Kepala Seksi Kelistrikan

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

10. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Tanaman Pangan
- Kepala Seksi Perbenihan, Sarana dan Prasarana
- Kepala Seksi Pengembangan Produksi, Perlindungan Tanaman dan Pengelolaan Lahan dan Air
- Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Petani dan Penerapan Teknologi
d. Kepala Bidang Hortikultura
- Kepala Seksi Perbenihan, Sarana dan Prasarana
- Kepala Seksi Pengembangan Produksi, Perlindungan Tanaman dan Pengelolaan Lahan dan Air
- Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Petani dan Penerapan Teknologi
e. Kepala Bidang Perkebunan
- Kepala Seksi Perbenihan, Sarana dan Prasarana
- Kepala Seksi Produksi, Perlindungan Tanaman dan Pengelolaan Lahan dan Air
- Kepala Seksi Bina Usaha Tani, Pengelolaan Hasil, Pembinaan Kelembagaan Petani dan Penerapan Teknologi
f. Kepala Bidang Peternakan
- Kepala Seksi Perbibitan, Sarana dan Prasarana
- Kepala Seksi Produksi, Penyebaran dan Pengembangan Ternak
- Kepala Seksi Kesehatan Hewan
g. Kepala Bidang Kehutanan
- Kepala Seksi Perlindungan dan Pengamanan Hutan
- Kepala Seksi Tata GUna Kawasan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)
- Kepala Seksi Konservasi dan Rehabilitasi Lahan

h. UPTD
i. Kelompok Jabatan Fungsional


11. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Perikanan Budidaya
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya
- Kepala Seksi Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar
- Kepala Seksi Perlindungan Penyakit dan Mutu Hasil
d. Kepala Bidang Perikanan Tangkap
- Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perikanan Tangkap
- Kepala Seksi Bimbingan dan Pengawasan
- Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran
e. Kepala Bidang Kelautan dan Pesisir
- Kepala Seksi Penataan Pesisir
- Kepala Seksi Pemanfaatan
- Kepala Seksi Pengawasan dan perizinan

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

12. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantaeng
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas
- Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
- Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan
- Kepala Sub Bagian Keuangan
c. Kepala Bidang Pendapatan
- Kepala Seksi Pajak dan Retribusi
- Kepala Seksi Dana Perimbangan
- Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain yang Sah
d. Kepala Bidang Anggaran
- Kepala Seksi Penyusunan APBD
- Kepala Seksi Belanja dan Pembiayaan
- Kepala Seksi Pertanggung Jawaban
e. Kepala Bidang Administrasi Keuangan
- Kepala Seksi Inventarisasi Aset
- Kepala Seksi Pengelolaan Aset
- Kepala Seksi Investasi

f. UPTD
g. Kelompok Jabatan Fungsional

Download Filenya disini
Read Full 0 comments

Perusda Bantah Tudingan Dewan

Monday, January 18, 2010
Perusahaan Daerah (Perusda) Baji Minasa kabupaten Bantaeng membantah telah menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Perusda mengarahkan tudingan dewan tersebut ke pengecer.

Mungkin tudingan dewan itu lebih cocok diarahkan ke pengecer. Permainan harga memang kerap terjadi di tingkat pengecer. Permainan harga memang kerap terjadi di tingkat pengecer. Khusus Perusda, pupuk dijual sesuai HET yakni Rp 58.000,- ujar Direktur Operasional Perusda (Arifuddin).

Selain harga pupuk, Arifuddin juga membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya tidak maksimal dalam melayani masyarakat. Jangan satu yang dinilai negatif sehingga kami yang bekerja maksimal kena batunya, imbuhnya.

Beliau menuturkan bahwa saat ini Peusda melakukan ekspor biji kapuk sebanyak 150 ton ke Korea Selatan (Korsel). Kegiatan tersebut diupayakan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sebulan dengan pencapaian 225 ton atau 15 kontainer.
Read Full 5 comments

Gedung Jangkung Ketiga Diresmikan Hari Ini

Wisma Kalla, gedung perkantoran jangkung ketiga di Makassar setelah Graha Pena dan Menara Bosowa, resmi beroperasi hari ini, Senin 18 Januari. Peresmiannya dilakukan oleh bos Kalla Group yang juga mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK).

Head of Program and Promotion PT Hadji Kalla, Yudi G, malam tadi mengungkapkan, ada beberapa tamu yang diundang pada momen bersejarah hari ini.

Antara lain Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, Marketing Director PT TAM, Joko Tri Sanyoto, manajemen dan direksi Kalla Group, serta seluruh relasi Kalla Group seperti kalangan perbankan, salah satunya Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi.

Bagaimana dengan kalangan pemerintahan? Menurut Yudi, tetap ada undangan untuk Gubernur Sulsel HM Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya, juga untuk Walikota Makassar HM Ilham Arief Sirajuddin. Namun mengenai kedatangan mereka, Yudi belum berani memastikan.

Yudi mengungkapkan, Wisma Kalla memiliki 14 lantai, belum termasuk koridor. Bos Kalla Group, HM Jusuf Kalla, khusus menempati lantai paling atas, yakni lantai 14. Di dalam lantai 14 tersebut, akan dilengkapi berbagai macam fasilitas, seperti ruang kerja yang nyaman, ruang istirahat, pantri, ruang relaksasi serta perpustakaan mini.

Dari lantai 14 ini, lanjut Yudi, memungkinkan JK untuk memandang Makassar dari segala arah. Memang posisi Wisma Kalla sangat strategis dan tidak terlindung bangunan manapun, ungkapnya.

Satu lantai di bawahnya, lantai 13, akan ditempati Direktur dan jajaran direksi Kalla Group, selanjutnya lantai 12 untuk operasional Wisma Kalla. Lantai empat untuk fasilitas entertainment juga food and beverage. Sepuluh lantai lainnya, akan dipersewakan untuk perkantoran.

Menurut Yudi, saat ini sudah banyak yang melakukan reservasi, khususnya dari kalangan perbankan, lembaga pembiayaan, juga beberapa perusahaan asing. Selain di lantai empat, nuansa hiburan kata Yudi, juga ada di lantai satu, yakni amphitheatre juga sebuah kafe.

Pemancangan tiang pertama Wisma Kalla dimulai pada Kamis 2 Agustus 2007 lalu.
Wisma Kalla berlokasi di Jl Dr Ratulangi No 8-10, Makassar. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 5.363 meter persegi, terdiri atas 14 lantai plus koridor, dengan total ketinggian sekitar 70 meter.

Luas total penggabungan seluruh lantai mencapai 27.808 meter persegi lebih. Investasi untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 150 miliar, belum termasuk harga tanah.

Wisma ini dikelola salah satu anak perusahaan Kalla Group, PT Haka Sarana Investama. Corporate Secretary dan Public Relation PT Hadji Kalla, Sudirman AR, mengatakan, fungsi utama Wisma Kalla sebagai kantor pusat Kalla Group, serta untuk disewakan sebagai kantor bagi perusahaan lain.

Berbagai fasilitas di dalamnya adalah ruang untuk ritel, ruang serbaguna, ruang pamer (show room) PT Hadji Kalla, executive lounge, pusat kebugaran, restoran, kafe, amphitheater yang juga bisa berfungsi sebagai ruang serbaguna, dengan ruang parkir yang luas untuk 200 mobil dan 200 sepeda motor.


Source : Fajar
Read Full 2 comments

Jagung dan Rumput Laut Bantaeng diminati Malaysia

Saturday, January 16, 2010
BUMN Malaysia menyatakan minat terhadap komoditas jagung dan rumput laut Kabupaten Bantaeng. Hal tersebut dikemukakan Dato Muhammad Noh (Chairman MARDITEC Corporation, perusahaan milik Negara di bawah kementerian BUMN Malaysia) saat melihat potensi kedua komoditas unggulan itu. Tamu dari negeri jiran yang diterima Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) dan para petinggi Kabupaten Bantaeng itu didampingi Arman Hafsah, Ketua Asosiasi Petani dan Pengusaha Rumput Laut Indonesia (ASPERLI).

Khusus kebutuhan jagung Dato Muhammad Noh mengatakan, Malaysia membutuhkan cukup banyak. Setiap tahunnya, Malaysia butuh 12 juta ton yang diimpor dari berbagai negara, urainya. Karena itulah, ia menyatakan minatnya terhadap produksi jagung di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Tinggal bagaimana menyesuaikan kualitas yang dibutuhkan, sebab Malaysia memiliki standar sendiri (Malaysian Standard Level/MSL), ujar Dato Muh Noh saat melihat potensi jagung di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke.

Selain melihat potensi jagung, rombongan dari Kementerian BUMN Malaysia juga menyaksikan alat pengering (Silo) yang ada di desa itu. Menjawab keinginan itu, staf ahli Bupati Bantaeng bidang Pertanian (Dr. Mokhtar Nawir) mengatakan, meski jumlah lahan di kabupaten berjuluk Butta Toa ini terbatas, namun produksi jagung cukup besar. Melalui bantuan teknologi yang sudah dikembangkan dalam kurun waktu setahun terakhir, petani bisa melakukan penanaman jagung sebanyak 2 kali setahun. Dari penanaman tersebut, kini dicapai produksi 225 ribu ton/tahun.

Selain jagung, Marditec juga meminati komoditas rumput laut. Untuk memenuhi kebutuhan di sektor ini, Malaysia sudah menjalin kerja sama dengan ASPERLI. Melalui kerja sama tersebut, ASPERLI akan memenuhi kebutuhan Malaysia sebanyak 12 ribu ton/tahun, kata Ketua ASPERLI (Arman Hafsah). Ke depan, ia berharap kotrak kerja sama tersebut bisa ditingkatkan mengingat potensi rumput laut SulSel yang cukup besar. Hanya saja, kita membutuhkan teknologi pengering terutama pada musim hujan.

Pada musim seperti sekarang, petani rumput laut kita kesulitan mengeringkan produksinya. Untuk itu, diperlukan teknologinya terang Arman yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) SulSel itu, saat menyertai Datok Muhammad Noh melihat panen rumput laut di Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu. Wakil Bupati Bantaeng yang menjamu tamu dari Malaysia di rumah jabatan Bupati Bantaeng, memperkenalkan potensi tiga dimensi yang dimiliki daerah ini. Bantaeng yang merupakan Afdeling Belanda pada zamannya kini memasuki usia 756 tahun, memiliki pertumbuhan ekonomi 6,73 persen. Dengan kondisi alam yang terdiri dari potensi pesisir dalam bentuk rumput laut, dataran rendah yang memiliki padi, jagung, kakao, kopi dan berbagai komoditi lainnya. Sedangkan di wilayah pegunungan kini dikembangkan strawberry dan apel serta berbagai jenis sayuran.

Potensi-potensi tersebut kini dikembangkan melalui teknologi pembibitan dan penangkaran untuk memenuhi kebutuhan petani. Untuk jangka panjang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bibit SulSel, tambah Dr. Mokhtar Nawir (Staf Ahli Bupati Bantaeng bidang Pertanian). Sedikitnya 20 varietas padi, termasuk jenis hybrida kini sudah berhasil dikembangkan. Bahkan pola tanam Legowo-21 yang diterapkan berhasil meningkatkan produksi 2-3kali lipat dari rata-rata 4 ton/Ha menjadi 8 hingga 12 ton/Ha. Untuk komoditas jagung, kini dikembangkan jenis hybrida yang sudah mencapai 20 persen. Penggunaan teknologi juga dilakukan dalam pengembangan rumput laut, tambah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (H. Abdul Latief Naikang). Menurutnya, produksi rumput laut Kabupaten Bantaeng saat ini mencapai 8 ribu ton dan akan ditingkatkan menjadi 10 hingga 12 ribu ton/tahun. Untuk itu, pihaknya akan melakukan sonasi yang disertai penangkaran.

Chairman Marditec Malaysia dalam sambutan balasannya mengatakan, hubungan baik antar negara serumpun diharapkan dapat memperbaiki produksi maupun kualitas dari komoditas yang ada. Marditec yang merupakan BUMN bidang pertanian selama ini banyak mengembangkan penelitian bebagai jenis komoditi. Karena itu, kedatangan kami juga ingin belajar bersama dalam pengembangan dan perbaikan produksi maupun kulaitas komoiti pertanian yang ada di daerah ini, urainya. Bila memungkinkan, kita melakukan penelitian bersama untuk kebutuhan jangka panjang baik untuk komoditi jagung, rumput laut, karet, kakao, sawit dan sebagainya agar produk dari komoditas kita sesuai standar, terangnya kepada Black Community and Black In News of Bonthain.

Khusus rumput laut, Dato Muh Noh mengatakan komoditi ini dibutuhkan seluruh dunia. Karena itu, penanganannya butuh perhatian. Untuk itu diperlukan penelitian bersama layaknya Black Community, demikian pula dengan kopi dan yang lainnya. Kenapa kita tidak memproduksi kopi dalam bentuk kapsul, urainya memberi contoh. Tentunya dibutuhkan pengkajian lebih lanjut agar harganya juga bisa lebih baik. Dengan kondisi alam yang masih baik (natural), ia berharap terjadi transfer teknologi dalam bentuk penelitian bersama sehingga bisa dihasilkan produk komoditi yang berdaya saing tinggi. Marditec sendiri sudah banyak melakukan research dan diharapkan bisa dikembangkan ke daerah ini, tuturnya berharap.
Read Full 9 comments

Investment and Trading Potencies and Opportunities

Friday, January 15, 2010
AGRICULTURE SECTOR

Food Crops
Total wet land paddy area of Bantaeng Regency in 2006 reached 13,023 Ha approximately. This area is still relatively small if compared to potencies of land that have not been cultivated that reached 19,775 Ha. However, the regency has been capable to become rice-self sufficient region. In 2009 farmers in Bantaeng Regency has started to develop Mekongga paddy variety in Legowo system. The outcome is very promising, namely around 9-10 ton/ha. Besides paddy, production of other competitive commodities like corn, cassava, sweet potato also shows significant production improvement.

Seen from the production, market potential as well as availability of land, food crops commodities which are prospective to develop is corn and its processing products. Opportunities that investors can tap include acailability of production facilities and post-harvest processing facilities (dryer, warehouse, silo), thee big market demand from other regions for corn (Pare-pare, Sidenreng Rappang, Makassar) for poultry industry, processed products (snack, marning or fried corn, corn powder and others), the drop of World’s supply of corn commodity form producers (the United States and China) and the development of national food and non food industry that use corn as their raw material.

Horticulture Crops
For vegetable, among competitive products from Bantaeng Regency include carrot, potato and cabbage. Demand from customers for these vegetables is very high, not only consumers from Bantaeng and its surrounding region, but also from makassar City. While kinds of competitive fruits developed in the regency include mango, banana, strawberry and keprok orange. In 2009 apple fruit starts to be developed in Muntea mountain area. It is expected that in the next 3 years the apple crops will start to produce fruit.

The most prospective investment opportunities available for investors include development of potato commodity, either in seed from or potato for cunsumption as well as processed products. Development of potato seed in Bantaeng Regency is carried out through network culture under aero phonic system. Opportunities that investors can tap are, among others, availability of pest control technology as well as post harvest technology, there is a large company which is willing to cooperate (PT. Indofood Tbk.), demand for potato commodity is still very high, especially from Kalimantan, availability potato processing technology (potato chip), the development of food processing industry that use potato as the raw material (bread and cake industry) and the development of hotel and restaurants in Makassar City as one of the main market for potato commodity.

Plantation
Bantaeng Regency has huge potencies for development of plantation commodities. Total Plantation area that have been developed reaches 370,652 Ha. A Number of plantation commodities like Robusta Coffee, Arabica Coffee and Cocoa has become major commodities for local people. In regional perspective, potential commodities to develop in the region is Arabica Coffee and its processing products. The huge demand from export market, many companies that are willing to ccoperate with farmers, availability of coffee processing technology for small, medium and large scale industry and the development of coffee shop are all become opportunities that investors can make it.

Forestry
Bantaeng Regency is one of regencies that have huge forest resources. Total forestry area of the regency reaches 6,222 Ha, consisting of permanent production forest (2,187 Ha), Limited Production Forest (1,262 Ha) and Protection Forest (2,773 Ha). Besides various kinds of woods, forestry products that can be utilized optimally include rattan, gum resin and others.

Marine and Fishery Sector
Marine as well as fresh water fishery potencies in Bantaeng Regency is huge enough, as can be seen from the vast area of brackish water area and public water area as well as sea water area that span as long as 21,5 Km from west to east, facing Flores Sea. For capture fishery, the potencies is big enough. Kind of fish captured by fishermen include flying fish, skipjack, tenggiri, tuna, little ttuna, kembung, kerapung and other fishes. For culture fishery, total brackish water area in Bantaeng Regency reaches 135,89 Ha that produce shrimp of 124 ton/year, fish of 108,5 ton/year. Other freshwater fish cultivation like freshwater fish culture (pool), also show huge capacity, namely producing fish of 2,7 ton/year. Kinds of freshwater fish developed in the regency include karper, tilapia and others. Fish processing industry that have been existed in Bantaeng regency comprises fish canning industry (PT. Global Seafood International Indonesia).

Other investment opportunities which is prospective enough develop include seaweed cultivation in its product processing. In 2002, people in Bantaeng Regency tried cultivate seaweed through spanning rope system. Up until mid of 2003 production of seaweed developed in the region has been capable to supply raw material for seaweed processing industry in the surrounding area. Opportunities to develop seaweed and its processing is alsso supported by its potencies as an export oriented commodity. Seaweed can be processed into various products, the increasing demand for seaweed in domestic as well as international market, seaweed is very marketable commodity with high sale price and the availability of advanced technology for seaweed processing either for small, medium and large scale industry.


TRADING AND INDUSTRY SECTOR

Processing Industry
Processing Industry in general grows significally. Up until 2006, there are about 2005 units industry/companies. Investment opportunities offered include development bottled mineral industry. Opportunities that investors can be utilized include the large demand for bottled mineral water and the availability of advanced technology for mineral water processing, namely through vending technology. Using this technology, buyers only need to put coin to be machine, press some button, than fresh mineral water will flow. Buyer only need to put the water in the bottle they bring themselves.

Trading and Services
Number of tradingg companies in Bantaeng Regency up until 2006 reaches 115 units, consisting of small, medium and large trading companies. Trading activities in the regenccy has been supported by infrastructure and facilities like market, shopping store and to varrious commodities. The most prospective investment opportunities include development of trading industry of agriculture products, since there are many factors that supports, namely widely open market opportunity both for domestic as well as export market, it offers good profit as margin price between farmers and exporter is very high, the possibility for international cooperation and the development of traditional market and supermarket.


TOURISM AND CULTURE SECTOR

Bantaeng Regency has big potencies in Tourism Sector which are prospective to develop. No wonder that the government of Bantaeng Regency give serious attention to develop and promote the existing tourism potential and attraction in order to be more widely known by local, regional as well as international tourists. Those tourism potencies are also supported by strategic position of Bantaeng Regency of being in the main tourism route of South Sulawesi, namely :
1. Makassar-Tana Toraja-Wajo-Bone-Bira Beach-Makassar
2. Makassar-Bira Beach-Bone-Wajo-Tana Toraja-Makassar
3. Makassar-Bira Beach-Makassar
Development of tourism in Bantaeng Regency must be kept integrated with development of tourism in Bulukumba, where these two regions located closely each other with high accessibility rate. Bantaeng and Bulukumba can't be separated as a Black Community need each other especially the tourism sector. A distance of only 30 Kilometers using a Black Motor Community, Bulukumba been able to reach from Bantaeng.

In brief, tourism potencies of Bantaeng Regency can be grouped into 4 types of tourism, namely natural tourism, marine tourism, cultural tourism and agro tourism. Bantaeng laso offers various tourism attraction and activities, among others Anniversary of Bantaeng Regency, Pa’jukukang Traditional Party, Paolle and Paddekko Dance. Mean while, investment opportunities offered include development of Eremerasa natural bathing place. Opportunities that investors can tap include availability of tourism promotion media, the increasing number of tourism visiting South Sulawesi province, the strategic location of being in the tourism route of South Sulawesi province, the strategic location of being in the tourism route of South Sulawesi and the absence of fresh water natural bathing tourism object in the southern area of South Sulawesi propince. Opportunities available in tourism sector also include development of Korong Batu white sand area which is located in the coastal areas of Pa’jukukang.


ENERGY AND MINERAL RESOURCES

Bantaeng Regency has big potencies of mineral resources that have not been optimally utilized up until today. Surely this condition province prospective opportunities for investors. A number of minerals that can be utilized include clay (85,5 million ton), andesite (7,095 million ton) and basalt (approximatelly 17,290 ton). Potencies of basalt in Bantaeng Regency is the larggest in South Sulawesi province.


SUPPORTING INFRASTRUCTURE AND FACILITIES FOR INVESTMENT

Preparedness of Bantaeng Regency in welcoming inflow of investment in the region can be seen from the efforts of the regional government to develop the existing infrastructure and facilities. For transportation and communication facilities, policies of regional government to develop transportation is focused on the efforts to make transportation facilities play its role as the vein of economy in the region and support the mobility of people, goods and services, to support regional development and communication among regions and to open isolated areas. The length and the condition of road in Bantaeng Regency improves from year to year. In the 1999 the span of Regency road was only 484,4 Km and in 2006 the length has increased to 514,84 Km. Meanwhile, the length of provincial road i 2006was 45,5 Km. Hence total span of road in Bantaeng Regency in 2006 has reached 560,34 Km.

Sea transportation plays vital roles for economic activities in the regency. The roles can be seen from the development of cargo flow according to loadiing and unloading activities in Bantaeng Seaport where in 2006 reached 1,085 ton while total goods loaded reached 1.095 ton. In 2009 Bantaeng Seaport area has been developed in order to be capable to accommodate PELNI vessel. With the opening of this seaport for big vessel, it is expected that transportation route of Bantaeng-Bali-Surabaya will run smoothly.

For Post and Telecommunication facilities, at present there have been 4 Post Offices, consisting of 3 additional Post Offices and 1 main Post Office in the capital city of the regency. Meanwhile, the number of telephone line connection increases each year. In 2001 total telephone connection was 2,490 lines, increased to become 2,718 line in 2002 (8,39 percent). In addition, there are 5 cellular telecommunication operators that have spread their wing to Bantaeng Regency, they are Telkomsel, Indosat, XL, Flexi and Fren.

Supply of clean water is supplied by Local Water Enterprises (PDAM) of Bantaeng Regency and has been capable to supply demand for clean water to the people in the regency. The company has divided the region into 3 service zones., namely West Bantaeng, Central Bantaeng and South Bantaeng service area. Meanwhile, demand for electricity energy will be facilities by micro-hydro electricity power plant.
Read Full 3 comments

Application Of Technology To Accelerate Development

The strategic adopted by regent of Bantaeng, DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr to focus development in agriculture sector seems to be the right choice. Not only because he is an expert in agriculture science (he is a Doctor from Agriculture Kyushu University, Japan), butt it is because Bantaeng has huge potencies in agriculture sector to which most of people in Bantaeng depend their living.

Concern of the regent who was born in Parepare on February 7, 1963 to the fate of farmers has started sonce he was at school. That’s why after he finished his Senior High School 5 of Makassar (SMA Negeri 5 Makassar) in 1981. He continued his education to faculty of Agriculture of Hasanuddin University until he was graduated in 1986. His interest in agriculture field also then Djarum Black Slimznation him to continue his education to Magisterial Program (S2) at Agriculture Kyushu University, Japan until he got Master Degree in 1991. Then Doctoral Degree (S3) at the same university in 1994.

At the beginning, the pursue his career more in business and education world. he was once a lecturer at Forestry Faculty of Hasanuddin University and held a number of important post in a number of companies, among others, he was a President Director of Global Seafood Japan, a Director of Kyushu Medical Cooperation Limited Japan and the owner of Hakata Tour and Travel.

It was in 2008 that he decided to involve in political field by Autoblackthrough goes to campus as a candidate for Regent of Bantaeng for 2008-2013 administration period. He pairs with Drs. H. ANDI MUSTADJAB, M.Si as the candidate for Vice Regent. And the election proved to be succesful and since than he hold the post as the Regent of Bantaeng.

Once of programs he carries out to accelerate development in Bantaeng Regency is by cooperating with The Board for Research and Application of Technology (BPPT) to implement technology in the development, among others in the clean of field of clean water, alternative energy and in agricultural field. Special in agriculture field, commodities that will be developed include seaweed, cocoa, coffee, taro and agriculture fertilizer. It is expected that the application of technology will accelerate development in Bantaeng Regency which in turn, will bring welfare to the people along.
Read Full 1 comments

CPNS Bantaeng Bakal diANULIR

Inspektorat Bantaeng kembali mengajukan rekomendasi ke Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, untuk menganulir kelulusan dua peserta seleksi CPNS.

Kedua peserta itu, yakni, Isra dan Zulkifli yang dberasal dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam (PGSDI).

Sebelumnya, kelulusan keduanya juga mendapat protes dari puluhan rekannya sesama alumni PGSDI, karena dinilai diskriminatif dan sarat permainan. Alasannya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bantaeng lebih awal menegaskan tidak akan mengakomodir CPNS yang berijazah PGSDI. Namun, anehnya belakangan diketahui kedua CPNS ini diterima.

Informasi yang diterima, selain menyalahi formasi penerimaan CPNS, nama Zulkifli juga tidak terdapat di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Fakta itu ditemukan tim Inspektorat Bantaeng, saat mengecek ke kampus yang mengeluarkan akta kelulusan.

"Jadi tim Inspektorat Bantaeng menyimpulkan akta kelulusan itu diduga palsu," tegas Kepala Inspektorat Bantaeng, Sudarni, ketika ditemui Fajar di ruang kerjanya.
Menurutnya, berdasarkan data itu mereka mengusulkan agar kedua CPNS yang lulus dengan ijazah PGSDI itu akan dianulir.

"Kasus PGSDI, penuntasannya sudah di depan mata, tinggal menunggu hasil rekomendasi ke Bupati untuk dianulir. Termasuk peserta yang menggunakan akta palsu, kami masih mengumpulkan bukti lain untuk diproses lebih lanjut," sebutnya, Kamis, 14 Januari.

Mengenai BKDD Bantaeng, Sudarni mengaku belum melakukan pemeriksaan dengan alasan kasus PGSDI belum sepenuhnya tuntas. "Setelah kasus ini, baru kami memeriksa jajaran BKDD," jelasnya.

Untuk itu, lanjut dia, semua peserta yang dinyatakan lulus namun tidak sesuai mekanisme, pasti direkomendasikan untuk dianulir. "Begitupula dengan BKDD, pasti ada sanksi yang akan dijatuhkan jika terbukti terjadi pelanggaran," tegasnya.

Source : Fajar
Read Full 7 comments

be careful...Antisipasi Bencana Alam

Thursday, January 14, 2010
Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini mengusik Black Community and Black In News of Bonthain untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di luar sana. Berangkatlah dari rumah menuju beberapa titik sudut kota Bantaeng yang kira-kira rawan pengaruh cuaca buruk. Lokasi pertama yang didatangi adalah Pantai Lamalaka, di sepanjang tanggul pemecah ombak yang berjejer di bibir pantai Lamalaka, nampak dengan jelas ombak menyapu tembok tanggul tersebut. Dari hasil pantauan lapangan, dapat diperkirakan ketinggian ombak mencapai 1 meter pada bibir pantai. Disertai angin kencang dari arah Laut Flores, menambah kencang arus bawah laut membawa ombak menuju daratan. Pengendara yang melewati jalan Negara (Poros Bulukumba-Bantaeng-Makassar) terlihat sangat hati-hati melewati jalan yang tak jauh dari sisi Pantai Lamalaka.

Kondisi ini mamat berpengaruh terhadap Black Car Community yang melintas di sekitar titik tersebut. Sehingga Black Motor Community harus ekstra hati-hati. Betapa tidak, angin kencang menghempas kendaraan dapat berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Tak kurang dari kendaraan yang lalu lalang, terhempas diseret angin hingga ke pinggir jalan di sebelahnya. Khususnya bagi pengendara sepeda motor, helm beterbangan membuat Black Motor Community di belakangnya harus berhenti seketika guna menghindari tabrakan beruntun.

Dari Pantai Lamalaka menyusuri pesisir Kampung Tompong, ombak yang menyapu tanggul semakin tinggi. Akibatnya beberapa bagian tanggul jebol akibat hantaman ombak besar. Perjalanan pun berlanjut hingga Pantai Seruni dan kondisi yang sama tetap ditemui di sepanjang pantai. Di kejauhan, tampak kapal Cargo singgah di perairan Bantaeng menghindar dari derasnya arus Laut Flores. Perairan Bantaeng sudah menjadi langganan transportasi laut ini saat kondisi laut tidak menentu untuk menjadi tempat perlindungan yang aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju dan dari Makassar serta wilayah Kepulauan Indonesia Timur lainnya.



Kondisi sama terjadi pula di daratan Bantaeng, tepatnya di seputaran kota Bantaeng. Pusat kota Bantaeng berada tak jauh dari laut. Pada sisi utarannya, sekitar 2-3 Kilometer adalah wilayah pegunungan membentang hingga Gunung Lompobattang. Pusat kota pun ikut kena imbas hantaman angin kencang dari Laut Flores. Seperti tampak pada gambar yang berhasil diambil Tim Lapangan, kapal mulai berlindung di perairan Bantaeng.



Kondisi ini mesti diantisipasi secepatnya. Di samping Takalar, Sinjai dan Selayar, Bantaeng sudah menjadi langganan lokasi rawan bencana di pesisir wilayar Selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Beberapa bencana alam yang sering melanda Bantaeng Butta Toa (Bonthain) antara lain :
1. Banjir tahunan
2. Banjir tiap 5 tahun sekali
3. Abrasi pantai akibat ombak besar disertai angin kencang
4. Angin Ribut
5. Kebakaran

Dari sekian bencana tersebut di atas, yang paling sering menelan korban jiwa adalah bencana yang sifatnya disebabkan oleh air, baik banjir akibat luapan air sungai maupun hantaman air laut yang bertemu dengan banjir dari daratan. Sekiranya minggu ini tidka begitu besar pengaruh dari ombak tersebut. Hal ini terjadi karena pada perairan Bantaeng hingga laut lepas di sepanjang Laut Flores tidak dalam kondisi Pasang Laut. Peringatan Dini telah dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika seperti dikutip di halaman portal BMG, wilayah Sulawesi Selatan rawan di awal tahun 2010 ini.

Olehnya, Bantaeng khususnya mesti segera mengambil tindakan antisipasi dengan menyiagakan Tim Siaga Bencana. Tim-tim sukarelawan bersama masyarakat umum mesti siaga dari sekarang. Ibarat sebuah ungkapan yang lazim kita dengar >>>Sedia Payung Sebelum Hujan<<<. Di saat hujan datang ungkapan ini mungkin perlu diperbaharui. Seperti ini mungkin tambahan ungkapan yang bisa kita pedomani >>>Jangan Cuma Payung, tapi Siapkan juga Mantel, Perahu Karet, Perahu Black Motor Community, Batang Pisang dan sebagainya<<<



Dari hulu air mengalir dari 9 sungai induk dan puluhan anak sungai. Kesemuanya mengarah kota Bantaeng. Faktor inilah yang dapat menambah besarnya debit air saat banjir melanda Bantaeng. Sehingga efek yang ditimbulkan dari banjir ini amatlah besar dan merugikan Black Community. Peristiwa banjir tahun 2001 silam bahkan memporak-porandakan Bantaeng beserta isinya. Jembatan Lembang Cina yang membelah jalan akses Makassar-Bantaeng kala itu terputus, mengakibatkan jalur transportasi Bantaeng-Bulukumba-Selayar terhenti beberapa hari. Dan tentunya berpengaruh terhadap laju perekonomian yang pada ujung-ujungnya merugikan daerah.

Harapannya, dengan antisipasi lebih awal mampu meminimalkan terjadinya korban jiwa pada khususnya dan korban materi secara umum. Namun, yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana mengantisipasi terjadinya banjir. Melalui program Go Green Indonesia yang diaplikasikan di masing-masing daerah, diharapkan banyak program terkait menuju dalam rangka mewujudkan BONTHAIN GREEN.
Read Full 2 comments

Legiun Veteran Republik Indonesia to 53 years

Monday, January 11, 2010
Pagi yang Djarum Black Slimz tanggal 11 Januari 2010, berangkat menuju Kantor Bupati Bantaeng. Hari ini tepat Senin dimana lazim sebuah Instansi/SKPD melaksanakan Upacara Bendera. Namun pagi sedikit lain dari biasanya, sejak pagi buta sekitar pukul 06.15 Wita para serdadu telah memadati halaman Kantor Bupati Bantaeng. Black Community militer ini berasal dari Satuan KODIM 1410 Bantaeng, mereka ditugaskan sebagai Panitia Pelaksanaan Peringatan Hari Ulang Tahun LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA yang ke-53.

Tentunya hadir beberapa Anggota Legiun Veteran yang berada dalam lingkup wilayah Kabupaten Bantaeng. Usia yang semakin tua tak mengurungkan niatnya untuk tetap hadir pada upacara tersebut. Upacara pun dimulai yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda Kabupaten Bantaeng membacakan Amanat Ketua DPP Legiun Veteran Republik Indonesia.

Mengutip beberapa point yang disampaikan dalam amanat tersebut, antara lain :
1. Veteran bukan mantan pejuang, tetapi tetap sebagai pejuang hingga akhir zaman
2. Veteran adalah pihak penting yang ikut memperjuangkan lahirnya kebebasan dan kemerdekaan
3. Legiun Veteran didirikan sebagai wadah untuk menyatukan para pejuang agar terakomodir, sehingga mendapat perhatian yang serius dari pihak yang telah menikmati kemerdekaan karenanya
4. Guna memperhatikan nasib Veteran, Pemerintah menelorkan beberapa peraturan yang dituangkan dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan peraturan lainnya

Legiun Veteran Republik Indonesia atau LVRI adalah organisasi yang menghimpun para Veteran Republik Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 1967, Negara perlu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah menyumbangkan tenaganya secara aktif atas dasar sukarela dalam ikatan kesatuan bersenjata baik resmi maupun kelaskaran dalam memperjuangkan, membela dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang disebutkan bahwa Veteran Republik Indonesia adalah Warga Negara Republik Indonesia yang ikut secara aktif dalam sesuatu peperangan membela Kemerdekaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia menghadapi negara lain yang timbul di masa yang akan datang, dan juga mereka yang ikut dalam masa Revolusi fisik antara 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949 untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia, ikut aktif dalam perjuangan pembebasan Irian Barat melakukan Trikora sejak 10 Desember 1961 sampai dengan 1 Mei 1963, dan yang ikut melakukan tugas Dwikora langsung secara aktif dalam operasi-operasi/pertempuran dalam kesatuan-kesatuan bersenjata. Menurut UU No. 7/1967 semua Veteran yang telah disahkan memperoleh gelar kehormatan Veteran Republik Indonesia dan berhak dan wajib menjadi anggota Legiun Veteran Republik Indonesia yang merupakan satu-satunya organisasi massa Veteran.

Pesan penting dari peringatan ini, diharapkan kepada semua pihak agar mampu mengingat dan Blackinnovationawards tiap jasa-jasa yang disumbangkan kepada negara ini agar dapat merasakan udara kemerdekaan. Pesan ini penting diteruskan hingga anak cucu kita kelak.

MERDEKA...............!!!
Read Full 2 comments

7 Pertama - BGallery Band

Friday, January 8, 2010
BGallery Band didirikan pada tanggal 21 Juli 2008 di Bantaeng. Black Community ini mengusung genre Pop Rock Alternative. Agak berbeda dengan band lain, lagu ciptaannya banyak dibalut pengaruh gitar akustik yang menghasilkan musik easy listening. Band ini mempunyai wadah fans yang dinamakan All Gallery. Band yang bernaung dibawah B Global Management ini telah berhasil masuk dalam album Kompilasi 10 Band Indie yang bertajuk LA LIGHTS COOL BREAK 2009 dan menempati posisi Best Cut dalam album tersebut lewat lagu GeEr.

Album demo yang diberi nama, memuat 7 buah lagu yaitu :
1. GeEr
2. Dua Hati
3. Sepedaku
4. Tempatku Bukan di Hatimu
5. Yang Pertama
6. Hanya Cinta
7. Save Our Green

Lagu dan Video ada disini

Dua diantara lagu di atas bertema lingkungan (Sepedaku dan Save Our Green), BGallery Band telah melaunching album tersebut pada malam pergantian tahun melalui event Konser Old & New Urban Mild 2010 di Kabupaten Bone. Band ini telah menciptakan 40 buah lagu yang digawangi oleh :
1. Vhany (Vocalist)
2. Indra (Guitarist 1 sekaligus Backing Vocal)
3. Dhedy (Guitarist 2)
4. Enho (Bassist)
5. Hadi (Drummer)

Direktur BGlobal Management (Ir. Arfan Doktrin) melakukan upaya penyebarluasan hasil karya yang kecil dan penuh makna ini dengan Blackinnovationawards goes to campus ke 12 Radio FM di Makassar. Harapannya, lantunan lagu BGallery Band dapat didengar seluruh pencinta musik Indonesia. Apalagi ini ciptaan dan hasil Blackinnovationawards goes to campus putra-putri daerah asal Bantaeng, seperti yang dituturkan Syahrul Bayan selaku Sekretaris Eksekutif BGlobal Management. BGallery Band yang baru berusia dini dan mengambil pusat latihan di Baling-baling Restaurant and Cafe, juga dijadikan ajang tampil secara bebas, sekaligus menghibur secara live para pencinta kopi, gorengan dan lain sebagainya.

Arfan Doktrin yang dihubungi secara langsung via ponselnya mengatakan bahwa BGallery Band yang berjenis indie ini telah melahirkan 7 album pertamanya dan memiliki 2 buah lagu yang bertemakan Lingkungan yang khusus diciptakan untuk mendukung program Pemerintah dalam memasyarakatkan program hemat energi dan penyelamatan lingkungan. Ini kami tangkap sebagai peluang, apalagi lagu-lagu BGallery sudah bisa dinikmati di Radio Online. Sebut saja Indiemania Radio Online (IRO). Harapannya, bisa menginjakkan kaki di industri rekaman nasional, semoga dengan kerja keras ini mendapat respon dari industri musik nasional. Sekaligus memperkenalkan lagu ciptaan putra daerah asal Bantaeng.

Kini sementara mempromosikan di 12 buah Radio FM besar di Makassar dan semoga bisa diperdengarkan kepada pencinta musik di radio tersebut, tambah Arfan Doktrin. Personil BGallery Band ini adalah lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan. Namun memiliki kegigihan dan integritas yang besar untuk memanfaatkan waktunya pada kegiatan yang bermanfaat, apalagi memberikan hiburan pada masyarakat. Kami juga berharap, BGallery Band akan selalu diundang untuk tampil pada berbagai Autoblackthrough untuk menghibur masyarakat. Uniknya, karena semuanya bermuatan lokal, imbuh Syahrul Bayan yang ditemui kemarin oleh Tim Ambae.exe di Baling-baling Restaurant and Cafe.
Read Full 12 comments

Kabupaten Jeneponto

Thursday, January 7, 2010
Kabupaten Jeneponto adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa, kondisi tanah (topografi) pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 s/d 1400 m, bagian tengah 100 s/d 500 m dan pada bagian selatan 0 s/d 150 m diatas permukaan laut.

Source : Wikipedia

Read Full 0 comments

Freedom of Jeneponto

Harry Bhaskara was recently invited to visit the School of Democracy in the southern Sulawesi regency of Jeneponto. The school is one of five run by the Jakarta-based Indonesian Commission for Democracy (KID). Below is his report of the visit. Jeneponto regency in the province of South Sulawesi is home to a militant Muslim community. It is a public secret that Christians are not allowed to build churches there and Chinese Indonesians as well as Javanese are barred from conducting business, local activists say. In the last two years, however, the secret has made its way into school discussions for the first time.

“The discussions, both frank and candid, were an eye-opener to the Jeneponto community. They were first held in a classroom setting within the school and later openly in a public broadcast conducted by a local radio broadcaster, with ‘talk-back’ discussions from the community,” said Idrus Taba of Melania Foundation, a research and education NGO based in Makassar.

The foundation is KID’s local partner in the Jeneponto School of Democracy, funded by the Netherlands-based Institute for Multiparty Democracy. Aside from Jeneponto, KID also runs four other schools in Banyuasin (South Sumatra), Malang (East Java), Tangerang (Banten) and Lembata (East Nusa Tenggara).

The unique social characteristics of Jeneponto were one of the reasons why KID, led by noted sociologist Dr. Ignas Kleden, chose the area as a site for the school in 2006, when it also set up the other four schools.

Public discussions are part of the school’s curriculum, which runs for a year, taking 30 students annually. Classroom sessions are held twice a month on Saturdays and Sundays.

“Community members in this remote town marveled at the opportunity to rub shoulders with local and national luminaries who led discussions, whose names they only learned from the newspaper,” said Idrus, who is also a lecturer at Hasanuddin University.

The school shuns the traditional classroom setting and emphasizes active student participation in classes, he said.

Lecturers at the school include scholars, bureaucrats, politicians, parliamentarians, NGO activists, businesspeople, feminists, religious leaders and journalists.

Opening the school in this exclusive community has proven problematic, he added.

“Initially it was extremely difficult. It was seen as a Western product and local people, being staunchly Muslim, rejected the school outright, especially when they learned the school was funded by a Western country.”

Idrus’s colleague at Melania Foundation, Mohd. Sabri, said Jeneponto people believed there was an ulterior motive in the foundation of the school.

“They were suspicious that we wanted to convert them to Christianity,” Sabri said.

Unperturbed, Idrus and Sabri approached fellow members of the Muhammadiyah socio-religious organization, their former student colleagues of Hasanuddin University as well as local community elders, and eventually their determination and diplomatic finesse gained them entry into the community.

Once the school took off, it did not take long to win the hearts of the locals.

“Especially when students are presented with examples from their own community, they start to understand democracy is something they really need to know,” said Sabri, who lectures on philosophy at the University of Islam in Makassar.

Subjects in the curriculum include democracy, social analysis, intellectual history of democracy, political and government systems, public policies, democracy and business, law and human rights and conflict resolution.

Students of the school said the lessons they learned from the school have been a boon.

“We put accounting and budgeting records on the wall for everybody to see. This is a lesson on accountability and transparency. I learned about the importance of making decisions through majority votes,” said NGO activist Suryani Hajar Gaptur, a student in 2007.

Takdir Alfiat, a student in 2006, said there was widespread interest in joining the school. Each year more than 200 people apply for a place, but it has only 30 seats,” Takdir said.

Mohd. Isra, a Muslim who once vehemently opposed the school, said he ended up taking part regularly at the public discussions it held.

“In the end there are good things that we can learn from the discussions,” Isra said,

Isra is not a student of the school, but like other Jeneponto residents, he is welcome to join public discussions and the numerous radio talk shows and film showings.

Jeneponto is not alone in its exclusive character, said Sabri. Many regencies in the province, he said, are either anti-Christian or anti-outside-traders.

“But I don’t think these characteristics are rooted in ancient Jeneponto tradition. I am still researching the origin of these sentiments. For the time being I believe they are more the result of competing interests arising after our 1945 independence,” he said.

Dr. Deddy Tikson, a professor of political science at Hasanuddin University, said alumni of the school were better off in understanding democracy than college students.

“We are talking about traders or farmers who attend the school. The South Sulawesi government should adopt the school. The local parliamentarians should apply for funding to finance such a school,” said Deddy, who also lectures at the school.

The school has a very positive impact on the Jeneponto community, he said.

“It is like a movement, a reformation movement, since it is free of any kind of indoctrination. The students are free to discuss democracy as they see it in their own community or the western liberal democracy,” said Deddy.

Another lecturer at Hasanuddin University said his students had asked him to implement the curriculum of the School of Democracy at their university.

“They found the curriculum ingenious,” Alwi Rachman said.

Sabri summed up the impact of the school by quoting a local saying: “I dedicated my whole body to you, my King, but not my badik (dagger)”. Jeneponto is used to be part of the legendary Kingdom of Gowa, in the area north of Makassar.

Increasingly, the Jeneponto people are ridding themselves of their daggers, said Sabri.

“Today the saying has been modified into ‘dedicated myself to you my Regent, but not my intellectual capacity.’”

It means that astuteness has taken the place of the weapon, he said.

Or in other words, Sabri said, “I may have respect for you as my elder and leader but I will rely on myself when it comes to the way I look at things in this world.”

Source : Planet Mole
Read Full 0 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir

Newsreel

Loading...
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Powered by Counters4blogs.com
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks